-- -- |
Wassalam,
WiD
--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
Wassalam,
WiD
2010/9/27 Syarif <mysy...@gmail.com>:
Tetapi Memang hoax begitu. Dia memasukkan sedikit fakta yg benar, dan
kemudian menyelipkan informasi yg seringkali menyesatkan.
Intinya, sebelum memforward email terutama yg bernada hoax, sebaiknya
melakukan tabayyun (ceknricek) terlebih dahulu. Yg paling mudah adalah
dg minta bantuan mbah Google.
>> tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsu...@googlegroups.com>
>>
>
> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website : http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
>
--
Sent from my mobile device
Telah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin, penggunaan ring tone berupa bacaan ayat-ayat Al-Qur`an atau zikir yang lainnya. Akan tetapi tahukah anda apa hukumnya?
Berikut jawaban dari Asy-Syaikh Saleh Al-Fauzan -hafizhahullah- tatkala beliau ditanya dengan konteks pertanyaan sebagai berikut:
Apa pendapat anda mengenai orang yang menggunakan suara azan atau bacaan Al-Qur`an Al-Karim sebagai ring tone hp sebagai ganti dari ringtone musik?
Jawab: Ini adalah perbuatan merendahkan azan, zikir dan Al-Qur`an Al-Karim. Karenanya dia tidak boleh dijadikan sebagai ring tone, dia tidak boleh dijadikan sebagai ringtone.
Ada yang mengatakan: “Ini lebih baik daripada ring tone yang berupa musik.” Baiklah, tentang ring tone musik ini, apakah kamu dipaksa untuk memakainya?!! Tinggalkanlah (ring tone yang berupa) musik. Pasanglah ring tone yang tidak ada musik di dalamnya dan tidak pula ada bacaan Al-Qur`an di dalamnya. Cukup sebagai pemberitahu akan adanya panggilan masuk.
[Dari kaset yang berjudul: Liqa` Al-Maftuh ma'a Asy-Syaikh Al-Allamah Saleh bin Fauzan Al-Fauzan -hafizhahullah-, pada tanggal 23-10-1426H]
Diterjemah dari: http://www.sahab.net/forums/showthread.php?threadid=344588
http://www.lintasberita.com/go/1202469
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Salahsatu efek fatwa ini diabaikan, sungguh sangat memprihatinkan bahkan sampai di jantung umat islam, ( boleh jadi selain muslim tidak bisa memasuki mekkah, tapi dengan melalui hape.....semua bisa mereka lakukan) innalillahi wa inna ilahi rojiun

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH--Ratusan ribu jamaah mulai memadati Masjidil Haram untuk beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan agar mendapatkan malam seribu bulan. Namun, kini para jamaah mendapatkan fenomena baru yang bisa mengganggu kekhusukan beribadah.
Fenomena menjengkelkan itu datang dari suara nada dering telepon genggam dan lampu kilat kamera ponsel. Mungkin kalau gangguan itu hanya berasal dari segelintir telepon genggam, masih tak seberapa dampaknya. Tapi, nada dering dan kilatan cahaya itu datang dari ribuan telepon genggam yang dibawa jamaah.
Nada dering telepon genggam itu sudah berada dalam tahap mengganggu kekhusukan jamaah. Bunyi nada dering yang beragam itu membuyarkan ketenangan sholat para jamaah. Di setiap sudut Masjidil Haram pun kini bermunculan kilat lampu flash kamera, menambah gangguan beribadah.
Ketika jamaah sedang khusuk menjalankan sholat wajib, nada dering dari ribuan telepon genggam itu
ibarat gemuruh tsunami yang menerjang gendang telinga jamaah. Berbagai jenis nada dering itu seakan bersaing dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran dan doa para jamaah.
Sayangnya, hal yang tak menyenangkan ini disebabkan oleh para jamaah umrah yang datang ke Masjidil Haram dengan membawa telepon genggam. Mungkin para jamaah itu tak berniat mengganggu ketenangan beribadah di tempat yang paling disucikan umat Islam itu. Namun panggilan telepon atau pesan SMS itu datang ke telepon genggam jamaah ketika ibadah belum dituntaskan.
Memang ada jamaah yang tidak mempedulikan gangguan suara itu. Namun ironisnya, ada jamaah yang tanpa perasaan bersalah terlihat berbicara cukup lama menggunakan telepon genggam sambil tetap menjalankan rangkaian umrahnya. Sementara jamaah yang lain tampak sedang mengirimkan atau membalas pesan singkat SMS. Ada pula jamaah yang bertelepon dengan keluarganya sambil menjalankan Sa'i di antara bukit Safa dan
Marwah.
Jamaah lainnya terlihat bertelepon ketika masuk atau keluar dari Masjidil Haram. Ulah tersebut tentu saja mengganggu arus jamaah di pintu masuk dan gerbang utama Masjidil Haram. Sejumlah jamaah juga sibuk mengambil foto dirinya di dekat Ka'bah sebagai kenang-kenangan. Bahkan, ada pula yang merekamnya dalam kamera.
Tampaknya, otoritas Masjidil Haram perlu menambah petugasnya untuk mengawasi jamaah agar tidak sembarangan menggunakan telepon genggamnya yang dapat mengganggu ketenangan beribadah.