trus menurut saya nih, kan di Qatar sudah ada aturan jelas mengenai
miras dan babi,.. kalo beli miras harus pake kartu atau di hotel
berbintang, dan babi tidak tersedia di sini, jadi minuman non-
alcoholic yang dijual di pasaran menurut saya sih sudah oke. Dan setau
saya juga nih, untuk memasukkan makanan di Qatar ini susah sekali,
jadi saya percaya aja sama pemerintah Qatar, kalo mereka do all their
best untuk mencegah barang non halal masuk sini. Siapa juga yang mau
nyogok pemerintah Qatar? wong udah kaya. Kan orang muslim memang harus
patuh pada pemimpin (kalo di sini patuh sama Emir).
Tentang kasus bintang zero itu, kan memang di Indonesia pada kacau
yah.. most of them are corrupt, sorry to say, jadi mereka memang ingin
ngibulin konsumen aja. Bahkan orang Indonesia sendiri juga jualan
bakso dicampur babi, beli mie duk-duk lewat depan rumah dicampur
minyak babi, walau yang jual orang jawa.. beli makanan cina dicampur
arak (ini juga terjadi di Jombang, yang katanya kota santri). Saya di
Jombang kalo beli makanan cina harus yang berlabel halal dan mereka
tidak menjual babi (di Jombang juga banyak resto babi), setelah itu
saya tanya langsung. Pernah setelah saya yakin saya beli, kemudian di
luar saya menemukan botol arak cina, kemudian saya tanya lagi apa
semua makanan pake arak cina, mereka bilang iya kecuali nasi goreng.
Lemaslah sudah saya, akhirnya saya buang makanan itu.
Jadi menurut saya tidak hanya Biella dan Noodle House yang bisa
dijadikan patokan. Insya Allah semuanya halal. Salah satu contohnya
adalah Chow King. Di Filipin mereka terkenal dengan makanan lezatnya,
ternyata setelah mereka buka di sini, teman saya bilang kalo rasanya
beda. Yang mungkin karena tidak memakai minyak babi dan arak.
Inilah salah satu faktor kami kerasan tinggal di Qatar, semuanya jelas
halal haramnya.
To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
--
========================================================
IKUTI LOMBA FOTO TENTANGQATAR DAN MENANGKAN KAMERA DSLR
http://www.tentangqatar.com/content/lomba-foto-tentangqatar-awards
========================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
Kalo di Qatar saya belum nemu pak, kecuali memang di American Base dan
teman-teman negara lain yang suka bawa babi sebagai oleh-oleh mudik.
Jadi hati-hati juga kalo diundang teman non-Islam untuk makan, karena
kadang mereka menggunakan wine sebagai penyedap masakan, dan mereka
suka masak babi di rumahnya.
Berlaku juga bagi yang mendapatkan apartment full furnished mungkin
ya, karena peralatan masaknya "mungkin" pernah dipakai untuk memasak
babi. Saya pernah dikasi slow cooker sama teman non-Islam juga saya
cuci pake pasir, walaupun dia bilang ga pernah dipake masak babi,
hanya untuk kewaspadaan saja.
On Apr 12, 4:22 pm, Tubagus Reggie Rachman <treg...@googlemail.com>
wrote:
> Menurut saya kita tetep harus cek/seleksi ... di abu dhabi juga
> pemerintahnya terkenal ketat dalam mengimpor makanan
>
> ...namun demikian pernah ada kasus menimpa saudara saya sendiri dan
> rombongannya ketika mau berangkat umroh transit 1-2 malam di abu
> dhabi,..menginap di salah satu hotel disana ...kemudian ketika makanan
> disajikan secara prasmanan di cafetaria ...tidak dengan sengaja satu
> rombongan makan makanan haram semua
>
> di salah satu menu pilihannya.... ternyata ada salah satu makanan dengan
> tulisan arab tulisannya خنزير
> so gak semua makanan yang tulisan Arab pasti HALAL ...yang diatas itu
> tulisannya khinzir alias Babi..
>
> 2010/4/12 shanti_eka <shanti.ekavia...@gmail.com>
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsu...@googlegroups.com>