Apakah Semua Produk Makanan di Qatar Dijamin Halal?

237 views
Skip to first unread message

Diday Tea

unread,
Apr 11, 2010, 11:28:30 AM4/11/10
to Milis tentangqatar
Assalaamu'alaikum TQ'ers.

Apakah ada jaminan bahwa makanan yang berada di Qatar adalah halal?

Sering saya lihat makanan yang di supermarket, tertulis directly imported dari negara lain, dan jarang sekali saya lihat label halal tercantum di dalam kemasan makanan/minuman tersebut. Walaupun ada tulisan arabnya, tapi sepertinya barang-barang tersebut tidak spesifik khusus diexpor ke negara-negara middle East..

Di grocery-grocery, saya juga sering melihat Non Alcoholic malt drink, tapi setelah saya lihat di internet, ternyata, hanya tercantum kandungan alcohol maksimal 0.02%...sepertinya mirip kasus b*ntang Zero di Indonesia, yang ternyata menggunakan equipment yang sama dengan yang digunakan untuk membuat bir asli, hanya dihilangkan alkoholnya dengan proses yang lain.

Atau restoran-restoran franchise  seperti TGI Fridays, Chilli's, Applebees, Nandos, apakah mereka sudah dicertifikasi halal?

Hanya penasaran saja..


After second thought, mendingan yang sudah jelas ada orang Indonesianya, seperti Biella, atau Noodle House yang pastinya lebih concern untuk masalah halal ini...

shanti_eka

unread,
Apr 12, 2010, 2:31:39 AM4/12/10
to tentangqatar
kalo untuk sosis dkk, sebagian sudah ada yang bertuliskan halal pak..
sebagian lagi tidak..

trus menurut saya nih, kan di Qatar sudah ada aturan jelas mengenai
miras dan babi,.. kalo beli miras harus pake kartu atau di hotel
berbintang, dan babi tidak tersedia di sini, jadi minuman non-
alcoholic yang dijual di pasaran menurut saya sih sudah oke. Dan setau
saya juga nih, untuk memasukkan makanan di Qatar ini susah sekali,
jadi saya percaya aja sama pemerintah Qatar, kalo mereka do all their
best untuk mencegah barang non halal masuk sini. Siapa juga yang mau
nyogok pemerintah Qatar? wong udah kaya. Kan orang muslim memang harus
patuh pada pemimpin (kalo di sini patuh sama Emir).

Tentang kasus bintang zero itu, kan memang di Indonesia pada kacau
yah.. most of them are corrupt, sorry to say, jadi mereka memang ingin
ngibulin konsumen aja. Bahkan orang Indonesia sendiri juga jualan
bakso dicampur babi, beli mie duk-duk lewat depan rumah dicampur
minyak babi, walau yang jual orang jawa.. beli makanan cina dicampur
arak (ini juga terjadi di Jombang, yang katanya kota santri). Saya di
Jombang kalo beli makanan cina harus yang berlabel halal dan mereka
tidak menjual babi (di Jombang juga banyak resto babi), setelah itu
saya tanya langsung. Pernah setelah saya yakin saya beli, kemudian di
luar saya menemukan botol arak cina, kemudian saya tanya lagi apa
semua makanan pake arak cina, mereka bilang iya kecuali nasi goreng.
Lemaslah sudah saya, akhirnya saya buang makanan itu.

Jadi menurut saya tidak hanya Biella dan Noodle House yang bisa
dijadikan patokan. Insya Allah semuanya halal. Salah satu contohnya
adalah Chow King. Di Filipin mereka terkenal dengan makanan lezatnya,
ternyata setelah mereka buka di sini, teman saya bilang kalo rasanya
beda. Yang mungkin karena tidak memakai minyak babi dan arak.

Inilah salah satu faktor kami kerasan tinggal di Qatar, semuanya jelas
halal haramnya.

Tubagus Reggie Rachman

unread,
Apr 12, 2010, 9:22:16 AM4/12/10
to tentan...@googlegroups.com
Menurut saya kita tetep harus cek/seleksi ...  di abu dhabi juga pemerintahnya terkenal ketat dalam mengimpor makanan
 
...namun demikian pernah ada kasus menimpa saudara saya sendiri dan rombongannya ketika mau berangkat umroh transit 1-2 malam di abu dhabi,..menginap di salah satu hotel disana ...kemudian ketika makanan disajikan secara prasmanan di cafetaria ...tidak dengan sengaja satu rombongan makan makanan haram semua
 
 di salah satu menu pilihannya.... ternyata ada salah satu makanan dengan tulisan arab tulisannya       خنزير
so gak semua makanan yang tulisan Arab pasti HALAL   ...yang diatas itu tulisannya khinzir alias Babi..

 
2010/4/12 shanti_eka <shanti.e...@gmail.com>

--
========================================================
IKUTI LOMBA FOTO TENTANGQATAR DAN MENANGKAN KAMERA DSLR
http://www.tentangqatar.com/content/lomba-foto-tentangqatar-awards
========================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

shanti_eka

unread,
Apr 13, 2010, 1:53:42 AM4/13/10
to tentangqatar
wah baru tau saya pak, kalo Abu Dhabi sebebas itu. Tapi memang di
Dubai dijual daging babi, saya pernah melihat di Dubai Mall, mungkin
juga AD kan tetangga Dubai, jadi sudah terimbas kebebasan.

Kalo di Qatar saya belum nemu pak, kecuali memang di American Base dan
teman-teman negara lain yang suka bawa babi sebagai oleh-oleh mudik.
Jadi hati-hati juga kalo diundang teman non-Islam untuk makan, karena
kadang mereka menggunakan wine sebagai penyedap masakan, dan mereka
suka masak babi di rumahnya.

Berlaku juga bagi yang mendapatkan apartment full furnished mungkin
ya, karena peralatan masaknya "mungkin" pernah dipakai untuk memasak
babi. Saya pernah dikasi slow cooker sama teman non-Islam juga saya
cuci pake pasir, walaupun dia bilang ga pernah dipake masak babi,
hanya untuk kewaspadaan saja.

On Apr 12, 4:22 pm, Tubagus Reggie Rachman <treg...@googlemail.com>
wrote:


> Menurut saya kita tetep harus cek/seleksi ...  di abu dhabi juga
> pemerintahnya terkenal ketat dalam mengimpor makanan
>
> ...namun demikian pernah ada kasus menimpa saudara saya sendiri dan
> rombongannya ketika mau berangkat umroh transit 1-2 malam di abu
> dhabi,..menginap di salah satu hotel disana ...kemudian ketika makanan
> disajikan secara prasmanan di cafetaria ...tidak dengan sengaja satu
> rombongan makan makanan haram semua
>
>  di salah satu menu pilihannya.... ternyata ada salah satu makanan dengan
> tulisan arab tulisannya       خنزير
> so gak semua makanan yang tulisan Arab pasti HALAL   ...yang diatas itu
> tulisannya khinzir alias Babi..
>

> 2010/4/12 shanti_eka <shanti.ekavia...@gmail.com>

> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsu...@googlegroups.com>

madi hakim

unread,
Apr 13, 2010, 2:49:14 PM4/13/10
to tentan...@googlegroups.com
Waktu pertama kali sampai di Qatar, saya sempat worry juga, kok banyak makanan yang diimpor langsung dari negeri2 non muslim. Lalu kawan Qatari bilang, gak usah khawatir, seluruh makanan yang dijual bebas itu halal kok.
Sampai kemudian saya nemu pringles di sebuah supermarket. Seingat saya, pringles sudah divonis haram oleh MUI beberapa tahun yang lalu. Sayang, email saya tentang haramnya pringles gak bisa dibuka di outlook 2007. Dari itu saya kemudian berkesimpulan, tidak seluruh makanan yang beredar dijamin 100% HALAL, nah lo......
Tips yang biasa saya lakukan bareng keluarga, setiap akan beli makanan di supermarket, lihat dengan teliti, makanan tersebut diproduksi dimana. Jika diproduksi di negeri non muslim, lihat lagi, ada label halalnya enggak? Thailand misalnya, di beberapa makanan produksinya menempelkan sertifikat halal. Jika diproduksi di negeri muslim, tetap lihat, ada label halalnya enggak? Jika enggak ada, ya bismillah saja, moga-moga memang halal. Juga jangan terkecoh dengan merk, karena ada makanan kaleng bermerk arab, tetapi kalo dibaca dengan teliti, makanan tersebut diproduksi di negeri non muslim. Kulitnya saja, dia kasih merk yang bau-bau arab.
Bagaimana jika harus membeli makanan yang diimpor langsung dari negeri non muslim, dan tanpa label halal? Yang pasti kita berusaha menghindarinya. Jika terpaksa harus beli, biasanya itu makanan anak2, kita pesankan agar mereka tidak menjadikan makanan itu sebagai makanan favorit, karena gak jelas kehalalannya. Kalao ngomongnya baik2, Insya Alloh anak2 paham kok.
Bagaimana dengan restoran? sama saja, saya dan keluarga menghindari restoran yang aneh2. Alhamdulillah, saya dan keluarga biasa tinggal di kampung, jadi istilah orang jawanya 'enggak gumunan'. Paling2 ke restoran orang kita, atau kalau fried chicken, saya biasa beli di  southern. Bukannya promosi, tapi southern pake label halal, dan Insya Alloh jauh dari relasi yahudi. Sejak pembantaian israel di gaza awal tahun lalu, kami memang mengurangi berinteraksi dengan hal-hal yang berbau yahudi.
Demikian juga dengan ayam potong, saya biasa beli di dekat rumah, yang enggak terlalu ramai, dan kita bisa menyaksikan cara motongnya, bismillahnya benar apa enggak. terakhir kali saya beli ayam potong di fish market, waktu itu ramai banget, banyak antrian,  penjual juga kehabisan stok ayam. Kondisi seperti itu saya khawatir, jangan2 mereka motongnya buru-buru, dan kurang sesuai dengan tuntunan syariat. Setahu saya sertifikat yang dimiliki tukang potong hanyalah health certificate, bukan halal certificate. Ditambah lagi, motong ayam sesuai syariat itu kan urusan keimanan, adanya di dalam hati, sulit dilakukan kuantifikasi.

Rasulullah saw. menerangkan tentang orang yang mengadakan perjalanan panjang, kusut masai dan berdebu. Ia mengadakahkan kedua tangannya (berdoa) ke langit (sambil mengatakan): Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dari yang haram, bagaimana doanya akan dikabulkan." (HR Muslim)


2010/4/13 shanti_eka <shanti.e...@gmail.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages