FW: TRIPANCA, BURON!!!!

74 views
Skip to first unread message

Iskandar A

unread,
Jan 30, 2009, 12:29:13 PM1/30/09
to tentan...@googlegroups.com

 

 

From: Mira Asmirawirda [mailto:asmir...@yahoo.com]
Sent: 30 January 2009 04:47
To: Heru Trisakti Hanuranto; Bambang A. Rukamdo; Ella Lestiana; Wijaksono,Didik (didikaw); masory m ridwan; Sakti Parsaulian; fae...@yahoo.com; anis....@yahoo.com.au; adi.w...@rhodia-manyar.com; agung_re...@yahoo.com; am...@bobcpp.co.id; dhe...@gmail.com; eko_...@yahoo.com; gust...@yahoo.com; har...@yahoo.co.uk; send_to...@yahoo.com; m.fa...@unesco.org; kiswan...@yahoo.com; setyo...@yahoo.co.id; arie....@gmail.com; Arwansyah Johan; Luigi Pralangga; iskand...@gmail.com; Iman Guntur Rohendi; Helaw, Diparastra; AnaMasbukhin; Lizz...@PetroChina.Co.Id; MeLaTi; annie...@yahoo.co.id; namorah...@yahoo.com; coudle...@yahoo.com; edijant...@yahoo.com; eka librianie; RatihLarassati; dmard...@yahoo.com
Subject: Fw: TRIPANCA, BURON!!!!

 

 

 

 

 



----- Pesan Diteruskan ----

 

                           


Mungkin ada yg kenal dgn Keluarga ini?
Kasihan dgn Rakyat Kecil Lampung yg ditipu oleh Keluarga ini,
Semoga kita2 jangan sampai tertipu kalau mereka berada disini.
Dan seandainya ada yg kenal, Nasihatkanlah mereka agar mengembalikan sebagian utk Rakyat yg kecil2 dulu, kasihan mereka2 yg susah dlm keadaan sekarang2 ini.

> Orang Lampung mana yang tidak pernah mendengar nama
> 'Tripanca'? Dalam
> beberapa tahun belakangan ini, namanya begitu harum,
> seiring dengan
> perkembangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tripanca:
> membangun gedung baru
> dan megah dimana-mana, melancarkan program-program baru
> yang alih-alih demi
> memberikan kepuasan lebih terhadap konsumen, lebih dari
> Bank lain.
> Sampai-sampai predikat 'Bank Perkreditan Rakyat Terbaik
> Ketiga di Seluruh
> Indonesia ' pun dinobatkan kepadanya.
>
> Akibatnya, tidak satu nasabah pun curiga ketika BPR
> Tripanca menawarkan
> 'deposito di bawah tangan' dengan bunga 18% per
> tahun, berupa cek atas nama
> pemilik bank, tanpa jaminan resmi dari Bank Indonesia .
> Masyarakat Lampung
> dari segala golongan pun berbondong-bondong menaruh uangnya
> di sana ; dari
> para pengusaha kaya yang menanamkan puluhan miliyar rupiah
> di sana , sampai
> para pedagang kecil yang walaupun sudah menanamkan seluruh
> hartanya di sana
> jumlahnya tetap hanya beberapa juta rupiah saja. Di tengah
> krisis usaha yang
> tidak menentu, bunga deposito sebesar 18% sangatlah
> mendapat sambutan. Tidak
> seorangpun curiga, BPR Tripanca yang begitu kuat akan
> tertimpa masalah.
> Begitu juga ketika para supplier PT Cideng Makmur Pratama,
> anak perusahaan
> dari Tripanca Grup yang bergerak di bidang hasil bumi,
> dibayar dengan cek
> BPR Tripanca yang ditandatangani sendiri oleh pemilik bank,
> tidak terbesit
> kecurigaan sedikit pun ketika cek itu terus diundur.
>
> Di tengah krisis ekonomi global yang melanda Dunia,
> termasuk Indonesia dan
> Provinsi Lampung, tak disangka pemilik Tripanca Grup:
> Sugiarto Wiharjo alias
> Alay menghilang dari Lampung, beserta Istri, ketiga anak
> perempuannya, & 2
> orang calon menantunya, dengan alih-alih berobat ke Luar
> Negri. Hari demi
> hari, minggu demi minggu berlalu, Alay sekeluarga tidak
> kunjung pulang,
> padahal masalah yang butuh pertanggungjawaban mereka ini
> terus meluas.
> Menurut berita yang beredar, mereka bukan menghilang dengan
> tangan kosong,
> tapi dengan membawa uang sejumlah Rp. 4.000.000.000. 000,-
> atau setara dengan
> USD 400.000.000, - Uang yang tidak akan habis terpakai dalam
> tujuh turunan,
> atau bahkan 70 turunan, yang tentu saja bukan miliknya,
> tapi milik lebih
> dari separuh masyarakat Lampung.
>
> Ketika kasus ini diperiksa, banyak ditemukan kenyataan
> lain. Salah satu di
> antaranya adalah bahwa jaminan kredit yang Tripanca Grup
> jaminkan ke Deutche
> Bank Singapura adalah jaminan kredit yang juga telah ia
> jaminkan ke Bank
> Mega. Singkat kata, telah terjadi penipuan. Sial bagi
> Direktur Tripanca
> Grup, karena perjanjian kredit ini ditandatangani olehnya,
> bukan oleh Alay
> sendiri yang di Tripanca Grup berstatus Komisaris. Bila
> masalah tak kunjung
> beres, sang Direktur tentunya harus bersiap-siap masuk bui.
>
> Dari kenyataan yang sudah diceritakan di atas, dapat
> terlihat betapa rapinya
> rencana yang disusun Alay : pembangunan bangunan Bank yang
> megah dan
> bonafide, program-program baru yang dilancarkan demi
> kepuasan pelanggan,
> semua demi memupuk kepercayaan nasabah; penandatanganan
> perjanjian dengan
> pihak luar yang tidak diatasnamakan namanya sendiri tetapi
> nama orang lain,
> semua hanya untuk lari dari tanggungjawab.
>
> Ada berbagai berita tentang apa yang jadi penyebab utama
> terpuruknya BPR
> Tripanca dan menghilangnya Alay dan keluarganya. Ada yang
> bilang karena
> kerugian yang disebabkan jatuhnya harga kopi di pasaran
> dunia. Ada juga yang
> bilang karena kerugian dari permainan saham sekitar Rp.
> 350.000.000. 000,-
> Dikabarkan modal yang dipakai dalam permainan saham itu tak
> lain adalah uang
> yang dikumpulkan dari nasabah 'depositio di bawah
> tangan'. Tragis bukan?! Di
> saat permainan saham untung, nasabah hanya mendapat
> keuntungan sesuai bunga
> yang sudah dipatok, tapi ketika permainan saham rugi
> nasabah harus ikut
> menanggung sampai ke nilai pokok deposito.
>
> Hidup ada pasang surutnya, setiap masalah ada
> penyelesaiannya. Yang jelas
> setiap orang harus bertanggungjawab atas perbuatannya
> sendiri. Dimanakah
> hati nurani Alay dan keluarga dengan meninggalkan dan malah
> melimpahkan
> tanggungjawabnya kepada rakyat kecil?! Kurang jelaskah
> mereka tentang
> kondisi nasabah 'deposito di bawah tangan' nya yang
> sebagian besar adalah
> pedagang dan karyawan kecil yang mengumpulkan uang dari
> ribuan, bahkan
> ratusan rupiah?! Tidak heran ketika masalah ini merebak,
> banyak orang yang
> menangis setiap hari, bahkan jatuh sakit karena memikirkan
> hasil jerih payah
> puluhan tahunnya yang dirampas Alay dan keluarga.
>
> Setelah menghilang hampir 1 bulan dan banyak laporan yang
> masuk ke POLDA
> Lampung, barulah pada tanggal 29 November 2008 hari yang
> ditunggu masyarakat
> Lampung itu tiba juga. Sugiarto Wiharjo alias Alay resmi
> ditetapkan POLDA
> Lampung sebagai buronan, berdasarkan Surat DPO No.. POL
> DPO/46/XI/2008/ DITERSKRIM tertanggal 29 November 2008 .
> Selain status buron,
> foto-fotonya pun sudah disebarluaskan ke seluruh jajaran
> polisi dan Interpol
> .. Berita selengkapnya dapat anda lihat di
> www.lampungpost. com
>
> Pihak kepolisian memang sudah menetapkan status buron
> kepada Alay dan
> fotonya pun sudah disebarluaskan. Tapi apakah pencarian ini
> akan berlangsung
> seperti yang kita harapkan, tidak ada yang tahu. Haruskah
> kita pasrah
> menunggu begitu saja, sedangkan Alay dan keluarga bebas
> berpindah-pindah
> negara dan menikmati hidup mewah dengan uang hasil jarahan
> dari jerih payah
> kita? Tegakah kita terus-menerus melihat kenyataan di
> sekitar kita: orang
> tua, saudara terdekat, tetangga, sahabat yang karena
> masalah ini selalu
> dirundung kesedihan dah bahkan jatuh sakit; tanpa berusaha
> sesuatu?
>
> Friendster ini dibuka untuk kita saling berbagi informasi
> dan sharing keluh
> kesah atas masalah yang disebabkan oleh Sugiarto Wiharjo
> alias Alay .
> Diharapkan anak Sang Bumi Ruwa Jurai yang sudah merantau ke
> luar kota , atau
> bahkan ke luar negri bisa berpartisipasi meneruskan
> informasi ini ke
> orang-orang sekitar di sana , sehingga bisa membuka jalan
> yang lebih lebar
> untuk menemukan mereka. ( See Attachment – foto Kel. Alay

 

 

 




 

 




--

 


 




 

 

 

image001.jpg

Chief Seto

unread,
Jan 30, 2009, 3:25:11 PM1/30/09
to tentangqatar
Cina lagiiii.. Cina lagi..

Kenapa kok selalu keturunan mereka yg bawa kabur duit rakyat
Indonesia..

Palingan pada ngumpet di Singapur tuh, ga bakal jauh deh dari negara2
yg banyak cinanya..
Soalnya koruptor2 keturunan cina di singapur kan di 'backup' bgt ama
cina2 lainnya..

Bukan maksud hati mau rasialis, tpi terbukti emg mayoritas buronan
kasus keuangan tuh WNI keturunan cina..




On Jan 30, 8:29 pm, "Iskandar A " <iskandar.a...@gmail.com> wrote:
> From: Mira Asmirawirda [mailto:asmirawi...@yahoo.com]
> Sent: 30 January 2009 04:47
> To: Heru Trisakti Hanuranto; Bambang A. Rukamdo; Ella Lestiana;
> Wijaksono,Didik (didikaw); masory m ridwan; Sakti Parsaulian;
> faes...@yahoo.com; anis.ado...@yahoo.com.au; adi.wal...@rhodia-manyar.com;
> agung_reksahut...@yahoo.com; am...@bobcpp.co.id; dhe...@gmail.com;
> eko_wi...@yahoo.com; gustim...@yahoo.com; har...@yahoo.co.uk;
> send_to_wil...@yahoo.com; m.fae...@unesco.org; kiswanto2...@yahoo.com;
> setyo_de...@yahoo.co.id; arie.adr...@gmail.com; Arwansyah Johan; Luigi
> Pralangga; iskandar.a...@gmail.com; Iman Guntur Rohendi; Helaw, Diparastra;
> AnaMasbukhin; Lizza...@PetroChina.Co.Id; MeLaTi; annie_ru...@yahoo.co.id;
> namorahasib...@yahoo.com; coudleboe...@yahoo.com; edijanti.elf...@yahoo.com;
> eka librianie; RatihLarassati; dmardia...@yahoo.com
> Subject: Fw: TRIPANCA, BURON!!!!
>
> ----- Pesan Diteruskan ----
>
> >www.lampungpost. <http://www.lampungpost.com/>  com
> > untuk menemukan mereka. ( See Attachment - foto Kel. Alay
>
>   _____  
>
> --
>
>   _____  
>
>   _____  
>
>  <http://www.get.live.com/wl/all>
>
>   _____  
>
>  image001.jpg
> 75KViewDownload

Taufiq

unread,
Jan 30, 2009, 3:51:58 PM1/30/09
to tentan...@googlegroups.com
All,

Untuk menghindari fitnah, mohon maaf agar tidak memposting berita seperti ini dan lebih selektif untuk memposting berita2 di milis ini.

Maaf juga untuk chief seto untuk tidak menggunakan kata2 rasis - walaupun saya bukan keturunan cina, tapi saya tau ada saudara2 kita yang ada di milis ini yang memiliki darah keturunan cina yang mungkin jauh lebih baik dari yang anda duga...


Wassalam,
Taufiq

2009/1/30 Iskandar A <iskand...@gmail.com>

Arie Eko Nugroho

unread,
Jan 30, 2009, 5:21:17 PM1/30/09
to tentan...@googlegroups.com

Pesan moral pertama sebenarnya bahwa yang halal itu jual beli dan yang haram itu riba.

Kalau gak dekat2 dengan riba ( baca : haram ) ya … gak akan rugi toh …

Perkara penipu itu telah memuali niat jahatnya dari sejak awal atau di tengah jalan, sebenarnya bukan urusan, karena urusan kita sendiri adalah hanya mengusahakan yang halal, iya toh, itu aja kok.

Cari aja yang halal, ojo neko2 … hareee gene masih percaya bunga gede lah, bagi hasil yang gak masuk akal lah, sharing point lah dlsb …

 

Pesan moral kedua, otak jahat itu gak memandang mata sipit, kulit hitam, rambut keriting, perut buncit, perawakan boncel dll, yang jelas emang mentalnya aja udah dirasuki syaitan.

Kan yang bantai Palestinian itu juga gak sipit toh matanya … tetap aja biadab, yang di Kongo juga gak kalah biadab padahal kulitnya hitam lho…

 

Pesan moral ketiga … Mari lawan korupsi, ingatkan saudara, tetangga, kawan, se-Rt, se-Rw, se-kantor, se-kamar, se-apartemen, se-Indonesia Raya … jauhi yang haram jika ingin selamat dunia wa akherat.

 

Pesan moral ke-empat … hhhmmm ngumpet dimana tuh keluarga yah???

 

Pesan moral kelima,  Piss Men !!!

 

Salam,

 

ARIE

2009/1/30 Iskandar A <iskand...@gmail.com>

 

 

 

 

 

----- Pesan Diteruskan ----

> pemilik bank, tanpa jaminan resmi dari Bank Indonesia ..

 

 

 


 

 




--

 


 




 

 

 

 

 

 


DISCLAIMER:
The information in this message is confidential and may be legally privileged. It is intended solely for the addressee. Access to this message by another person is not permitted. If you are not the intended recipient, any disclosure, copying, distribution or any action taken or omitted to be taken in reliance on it, is prohibited and may be unlawful. If you have received this e-mail by mistake, please e-mail the sender by replying to this message, and deleting the original and any printout thereof. Legal Department.


Disclaimer: The information in this message is confidential and may be legally privileged. It is intended solely for the addressee. Access to this message by another person is not permitted. If you are not the intended recipient, any disclosure, copying, distribution or any action taken or omitted to be taken in reliance on it, is prohibited and may be unlawful. If you have received this e-mail by mistake, please e-mail the sender by replying to this message, and deleting the original and any printout thereof.

Legal Department

 

Iskandar A

unread,
Jan 30, 2009, 9:43:03 PM1/30/09
to tentan...@googlegroups.com

Maaf mas kalo kurang berkenan

Tujuan posting saya ini Cuma membantu Negara kita untuk dpt mengembalikan uang kita yg dibawa kabur keluar

Cuma itu sementara ini yg bs saya bantukan untuk negara….

maaf kalo enggak berkenan…buat rekan2 yg lain yg sependapat dgn Mas Taufiq mohon untuk enggak memperpanjang lagi, langsung delete aja emailnya..

 

From: tentan...@googlegroups.com [mailto:tentan...@googlegroups.com] On Behalf Of Taufiq
Sent: 30 January 2009 23:52
To: tentan...@googlegroups.com
Subject: [tentangqatar] Re: FW: TRIPANCA, BURON!!!!

 

All,

zulpadli muis

unread,
Jan 30, 2009, 9:44:43 PM1/30/09
to tentan...@googlegroups.com
Bukannya alay sudah nyerahkan diri tgl 29 Jan 2009, beritanya ada tuch di lampung post :
Jum'at, 30 Januari 2009
BANDAR LAMPUNG
KASUS TRIPANCA (habis): Alay Dijemput di Tangga Pesawat

MESKI sudah diberikan jaminan keselamatan jika menyerahkan diri, Komisaris Utama PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tripanca Setiadana (Bank Tripanca) Sugiarto Wiharjo alias Alay yang sedang terjerat masalah, masih khawatir.

Eksportir kopi Lampung ini sadar dirinya sedang dicari banyak orang, terlebih yang sedang berbisnis dengannya. Bahkan diperoleh kabar, rekanan bisnis tersebut ada yang menggunakan jasa orang bayaran.

Alay berulang-ulang menelepon Kompol Hengky Haryadi, anggota Polda Lampung yang selama ini kerap berkomunikasi dengannya.

Alay memang sudah memberitahukan kalau dirinya kembali ke Indonesia dari Singapura pada Minggu, 28 Desember 2008. Namun, dia tidak menjelaskan jam berapa berangkat dari Singapura. Jarak tempuh Singapura--Jakarta dengan pesawat hanya sekitar 45 menit.

Sejumlah tim dari kepolisian, termasuk dari Densus 88 Antiteror sudah siaga sejak pukul 07.00. Hampir setiap sudut di pintu kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dijaga polisi, baik berseragam maupun berpakaian preman.

Sekitar pukul 10.00, Alay kembali menghubungi Hengky Haryadi kalau dirinya berangkat dari Singapura sore hari. Namun, saat itu belum dijelaskan pesawat apa yang akan ditumpangi Alay.

Dan lagi-lagi Alay kembali menanyakan jaminan keamanan yang diberikan polisi kepadanya. Meski sudah beberapa kali dijelaskan, kembali ditegaskan polisi sudah siaga sejak pagi dan pengamanan dilakukan secara ketat.

Ketika sore, baru diperoleh kepastian Alay dan istrinya Meriana terbang dari Singapura pukul 19.30 dengan menggunakan pesawat Garuada. Polisi kemudian berkoordinasi dengan bagian Imigrasi dan Garuda Indonesia. Polisi mencari tahu daftar penumpang pesawat Garuda yang terbang dari Singapura ke Jakarta.

Kemudian diperoleh data, Alay bersama Meriana dengan menggunakan pesawat komersial Garuda nomor penerbangan GA 0835. Berdasarkan data tersebut, Alay bakal tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 22.05.

Sebelum pesawat Garuda GA 0835 take off dari Bandara Canggi, Singapura, Alay menghubungi Hengky Karyadi. Alay kembali menanyakan kesiapan polisi melakukan pengamanan terhadap dirinya. Hengky memberikan jaminan keamanan terhadap Alay.

Dan ketika pesawat Garuda itu mendarat di Soekarno-Hatta, dengan menggunakan kendaraan Imigrasi, Alay dan istrinya langsung dijemput di tangga pesawat. Alay dan istri langsung dibawa ke Kantor Imigrasi. Setelah beristirahat sebentar, Alay dan istrinya dibawa ke Lampung melalui jalan darat pukul 23.00.

Di perjalanan, tim sempat berhenti di sebuah rumah makan. Alay dengan lahap menyatap masakan padang. Alay mengaku kangen dengan masakan padang.

Senin, 29 Desember 2008, sekitar pukul 07.30, rombongan tiba di Kantor Polda Lampung. Dan Alay langsung dihadapkan ke Kapolda Lampung Brigjen Pol. Ferial Manaf. Dan hari itu Alay menjalani pemeriksaan tim penyidik Sat II/Krimsus Polda Lampung, terkait tindak pidana perbankan.

Kemudian Selasa, 30 Desember 2008, Alay dibawa ke Mabes Polri untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. n JUNIARDI/K-1

Iskandar A

unread,
Jan 30, 2009, 11:00:48 PM1/30/09
to tentan...@googlegroups.com

Alhamdulillah kalo dia akhirnya menyerahkan diri dan Alhamdulillah juga ternyata berita ini bukan fitnah belaka karena didapat dari sumber yang terpercaya…

 

From: tentan...@googlegroups.com [mailto:tentan...@googlegroups.com] On Behalf Of zulpadli muis
Sent: 31 January 2009 05:45
To: tentan...@googlegroups.com
Subject: [tentangqatar] Re: FW: TRIPANCA, BURON!!!!

 

Bukannya alay sudah nyerahkan diri tgl 29 Jan 2009, beritanya ada tuch di lampung post :

Jum'at, 30 Januari 2009

Image removed by sender.

 

BANDAR LAMPUNG

Image removed by sender.

Image removed by sender.

Image removed by sender.

KASUS TRIPANCA (habis): Alay Dijemput di Tangga Pesawat

Image removed by sender.

MESKI sudah diberikan jaminan keselamatan jika menyerahkan diri, Komisaris Utama PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tripanca Setiadana (Bank Tripanca) Sugiarto Wiharjo alias Alay yang sedang terjerat masalah, masih khawatir.

Eksportir kopi Lampung ini sadar dirinya sedang dicari banyak orang, terlebih yang sedang berbisnis dengannya. Bahkan diperoleh kabar, rekanan bisnis tersebut ada yang menggunakan jasa orang bayaran.

Alay berulang-ulang menelepon Kompol Hengky Haryadi, anggota Polda Lampung yang selama ini kerap berkomunikasi dengannya.

Alay memang sudah memberitahukan kalau dirinya kembali ke Indonesia dari Singapura pada Minggu, 28 Desember 2008. Namun, dia tidak menjelaskan jam berapa berangkat dari Singapura. Jarak tempuh Singapura--Jakarta dengan pesawat hanya sekitar 45 menit.

Sejumlah tim dari kepolisian, termasuk dari Densus 88 Antiteror sudah siaga sejak pukul 07.00. Hampir setiap sudut di pintu kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dijaga polisi, baik berseragam maupun berpakaian preman.

Sekitar pukul 10.00, Alay kembali menghubungi Hengky Haryadi kalau dirinya berangkat dari Singapura sore hari. Namun, saat itu belum dijelaskan pesawat apa yang akan ditumpangi Alay.

Dan lagi-lagi Alay kembali menanyakan jaminan keamanan yang diberikan polisi kepadanya. Meski sudah beberapa kali dijelaskan, kembali ditegaskan polisi sudah siaga sejak pagi dan pengamanan dilakukan secara ketat.

Ketika sore, baru diperoleh kepastian Alay dan istrinya Meriana terbang dari Singapura pukul 19.30 dengan menggunakan pesawat Garuada. Polisi kemudian berkoordinasi dengan bagian Imigrasi dan Garuda Indonesia. Polisi mencari tahu daftar penumpang pesawat Garuda yang terbang dari Singapura ke Jakarta.

Kemudian diperoleh data, Alay bersama Meriana dengan menggunakan pesawat komersial Garuda nomor penerbangan GA 0835. Berdasarkan data tersebut, Alay bakal tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 22.05.

Sebelum pesawat Garuda GA 0835 take off dari Bandara Canggi, Singapura, Alay menghubungi Hengky Karyadi. Alay kembali menanyakan kesiapan polisi melakukan pengamanan terhadap dirinya. Hengky memberikan jaminan keamanan terhadap Alay.

Dan ketika pesawat Garuda itu mendarat di Soekarno-Hatta, dengan menggunakan kendaraan Imigrasi, Alay dan istrinya langsung dijemput di tangga pesawat. Alay dan istri langsung dibawa ke Kantor Imigrasi. Setelah beristirahat sebentar, Alay dan istrinya dibawa ke Lampung melalui jalan darat pukul 23.00.

Di perjalanan, tim sempat berhenti di sebuah rumah makan. Alay dengan lahap menyatap masakan padang. Alay mengaku kangen dengan masakan padang.

Senin, 29 Desember 2008, sekitar pukul 07.30, rombongan tiba di Kantor Polda Lampung. Dan Alay langsung dihadapkan ke Kapolda Lampung Brigjen Pol. Ferial Manaf. Dan hari itu Alay menjalani pemeriksaan tim penyidik Sat II/Krimsus Polda Lampung, terkait tindak pidana perbankan.

Kemudian Selasa, 30 Desember 2008, Alay dibawa ke Mabes Polri untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. n JUNIARDI/K-1

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages