Assalamualaikum,
Hanya terlintas aja, kenapa ya di resto2 indonesia di Doha ini. Ndak ada satupunyn yang menyajikan menu Indomie Telur Kornet ??? padahal penggemarnya banyak, cara buatnya gampang dan cocok di musim dingin ini J
cakmanto
Assalamualaikum,
Hanya terlintas aja, kenapa ya di resto2 indonesia di Doha ini. Ndak ada satupunyn yang menyajikan menu Indomie Telur Kornet ??? padahal penggemarnya banyak, cara buatnya gampang dan cocok di musim dingin ini J
cakmanto
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi
Cobain deh pak Lapis. Ditanggung ketagihan J

Assalamualaikum,
Hanya terlintas aja, kenapa ya di resto2 indonesia di Doha ini. Ndak ada satupunyn yang menyajikan menu Indomie Telur Kornet ??? padahal penggemarnya banyak, cara buatnya gampang dan cocok di musim dingin ini J
cakmanto
--
Sent from my BlackBerry® smartphone from Vodafone~bekerja&bersedekah~
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Assalamualaikum,
Hanya terlintas aja, kenapa ya di resto2 indonesia di Doha ini. Ndak ada satupunyn yang menyajikan menu Indomie Telur Kornet ??? padahal penggemarnya banyak, cara buatnya gampang dan cocok di musim dingin ini J
cakmanto
Warung Abang Adek tak jauh beda dengan warung Indomie pinggir jalan lainnya. Hanya, warung ini terkenal dengan menu Indomie dengan tingkat kepedasan hingga 5 level.
Menurut Timus, kepala juru masak Warung Abang Adek sekaligus adik dari pemilik Warung Abang Adek. Tingkat kepedasan ini tergantung dari jumlah cabai yang digunakan. Level pertama adalah Indomie Pedas yang memakai 20 cabai. Level berikutnya Indomie Pedas Biasa dengan 25 cabai.
Indomie Garuk, yang merupakan level ketiga dan paling banyak dipesan, memakai 75 cabai. Timus menjelaskan, nama Garuk dipakai karena saking pedasnya, pengunjung sampai garuk-garuk setelah menghabiskan Indomie Garuk.
Namun, Indomie Garuk belum ada apa-apanya. Indomie Gila di level keempat menggunakan 100 cabai. Belum merasa pedas juga? Coba saja level paling tinggi, Indomie Pedas Mampus dengan 150 cabai.
"Indomie Pedas Mampus memakai seperempat kilogram cabai," urai Timus sambil sibuk merebus Indomie.
Ada dua jenis mi yang bisa dipilih, yaitu Indomie Rebus atau Indomie Goreng, tapi pengunjung lebih banyak memesan Indomie Goreng. Cara pembuatan Indomie Goreng ala Warung Abang Adek ini pertama-tama, cabai diulek sampai halus. Sementara itu, Indomie Goreng dimasak seperti biasa. Indomie kemudian diaduk-aduk dalam cabai yang telah halus.
Salah satu pegawai yang bertugas mengulek cabai mengaku tangannya selalu panas karena pedas walaupun ia sudah terbiasa mengulek cabai. Bisa dibayangkan betapa pedasnya Indomie ini. Sekilas, isi piring hanya tampak cabainya saja dengan warna merah menyala dan aroma pedas menyengat.
Warung Abang Adek ini sudah buka sejak 1995. Namun, nama-nama Pedas Mampus, Garuk, dan yang lainnya itu baru ada sejak dua tahun lalu.
"Itu juga yang memberi nama konsumen," sahut Sartono, pemilik Warung Abang Adek.
Indomie Pedas Mampus ini muncul dari permintaan Gugun Gondrong. "Dulu Gugun Gondrong hampir setiap hari datang ke sini," cerita Sartono. Sampai suatu hari, Gugun Gondrong minta dibuatkan Indomie yang pedas mampus. Tapi saat disajikan, Gugun malah tidak memakannya dan menantang siapa yang berani makan sampai habis akan diberi uang Rp 100.000
"Ada tukang parkir dengar dan dia makan sampai habis," kata Sartono.
Sejak itu banyak yang memesan Indomie Pedas Mampus dan kemudian muncul level pedas lainnya. Menurut Sartono, lebih banyak konsumen perempuan yang memesan Indomie Pedas Mampus daripada laki-laki.
Karena menggunakan jumlah cabai yang tak biasa ini, harga cabai yang fluktuatif menjadi kendala bagi Sartono. Pernah saat harga cabai sangat tinggi, Suhartono terpaksa menaikkan harga untuk Garuk, Gila, dan Pedas Mampus. Tapi lucunya, saat harga turun, Sartono pun mengembalikan harganya menjadi harga semula.
Warung Abang Adek buka dari pukul empat sore sampai empat pagi. Indomie yang dipesan bisa ditambah dengan telor ceplok, kornet, dan keju. Harga Indomie Pedas Mampus polos Rp 7.000. Harganya menjadi Rp 12.000 jika ditambah kornet.
Sartono memberikan bocoran mengenai omzet per harinya.
"Kalau hari biasa bisa Rp 5 juta. Sabtu-Minggu bisa Rp 6 juta-Rp 7 juta," kata Sartono.
Namun, ada hal yang mengagetkan. Ternyata, Sartono sendiri belum pernah mencoba Indomie Super Pedas andalan warungnya.
"Saya tidak berani pedas," sahutnya sambil tertawa lepas.
Selain Indomie pedas, Warung Abang Adek juga menjual menu lain, seperti ayam goreng dan ikan. Jika Anda mencari warung ini, jangan bertanya di mana Warung Abang Adek. Tapi bertanyalah, "Di mana warung pedas mampus". Ya, warung ini lebih dikenal dengan nama Pedas Mampus daripada Abang Adek.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Vodafone~bekerja&bersedekah~


Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Pa Lili bukan ibu ;-) Pengusaha tahu dan tempe sukses di Doha :Y
Salaaman,
Abu Abdirrahim
::. Eid Mubarak, Kullu 'Aam wa Antum bi Khair .::
On Oct 23, 2011 4:51 PM, "Lapis Lazuli" <elf...@gmail.com> wrote:
jangan lupa tauge juga ya ... one mande ..! slurp! slurp! maknyus ee ...btw nama ibu sdh bisa tuh disingkat jadi LL2, LL1 saya ... wakakaka
2011/10/23 Lili Sutarli <sutar...@gmail.com>
>
> apalagi ditambah tahu fresh (yg belum di go...
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami meneri...
Coba yg ini, CUKUP SATU TETES. .. :-(
Salaaman,
Abu Abdirrahim
::. Eid Mubarak, Kullu 'Aam wa Antum bi Khair .::
On Oct 23, 2011 7:00 PM, "Lapis Lazuli" <elf...@gmail.com> wrote:
dengan kebaikan seorang teman sore ini saya dapat dua box cabe naga yg sengaja dibeli di FFC untuk saya mengingat saya ingin mencoba cabe setan bernama "Naga" ini.thank you buat kang Diday ..
kebetulan pas ada sayur mayur rebusan yg lagi panas langsung deh mencoba 'nama besar' si cabe, sebutir gendut si cabe iris2 mentah (mencoba kesejatian pedasnya cabe harus mentah .. hehehehe) langsung lahap sama nasi dan sayur panas ... hmm ... hmmm ...hmmmmemang pedas, tapi masih kalah dengan pedasnya cabe Lombok, masih kalah dengan pedasnya cabe Tunisa, masih kalah dengan cabe rawit lokal (indonesia) .. itu yg terasa di lidah saya.cuman ada sedikit aneh, kalau di mulut terasa kurang 'kesetanan' tapi di perut terasan hangat .. sampe sekarang!biasanya sepedas apapun lambung saya bersahabat dengan cabe meski pedasnya sampe mampus ... ;-))besok rencananya mau buat sambel belacan (belacan = terasi) dengan si cabe naga ..
2011/10/23 Lapis Lazuli <elf...@gmail.com>
>
>
> makanan 'setan' harus dicoba ... ;)
>
>
> 2011/...
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami meneri...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel