Saya coba lanjut lagi..
Setelah scroll ke bawah terus baru tahu "good name" nya pak J. Wahyu...
Dari keterangannya ini temennya baru interview jadi bisa dianggap belum ada deal dan belum ada korespondensi offering letter...
Kalau memang temen bapak deal maka seperti umumnya contact langsung dgn pihak employer maka temen bapak akan sign scan copy offering letter dari Aramco, lalu di scan dan email balik ke Aramco disertai scan Paspor...mungkin perlu beritahu postal address kita...
Baru kemudian dari Employer/ Aramco akan kirim via pos beberapa dokumen (mungkin semacam invitation letter/ pakai bahasa arab semua untuk disampaikan ke Kedutaan Besar Saudi di Indonesia) ke alamat yang kita beri. BTW temen pak Wahyu di Indonesia khan?
Kemudian dokumen beserta paspor asli di ajukan ke kedutaan untuk mendapatkan visa....(sampai sini gambaran yg saya tahu,selanjutnya saya masih nunggu juga visanya).
Ini yang membedakan dengan proses ke Qatar dan UAE, business visa cukup dikirim scan copy via email, kita sudah bisa datang (menurut pengalaman saya).
Mengenai visa keluarga, mungkin akan sama aturannya karena sponsornya kita (suami). Tentunya ya menunggu sampai kita mendapatkan RP (atau Iqama) baru ngundang anak istri...
Gaji Port Engineer? mungkin temen pak Wahyu beri umpan saja di milis berapa yg ditawarkan, teman2 bisa komentar terlalu rendah, cukup, atau terlalu tinggi :)
Fasilitas yg perlu ditanya? ya coba bargain yg top request pak seperti Housing, Transport, Children School, Vacation schedule, Bonuses.
Jujur aja kalau kebanyakan orang2 di tanya tentang bagaimana kerja dan hidup disana jawabannya less interested dibanding GCC lainnya....
Sementara buat muslim berebut naik Haji...dan pingin umrah...
Bisa jadi pertimbangan buat temennya.
Salam