--
==============================================
Website : www.tentangqatar.com
Facebook: http://www.facebook.com/TentangQatar
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke tentangqatar...@googlegroups.com lalu reply pada saat menerima email konfirmasi
Assalamu'alaikum..
Pak Afif,
Seingat saya, CS bank tidak bisa melihat PIN Bapak di system mereka. Yang akan mereka lakukan (apabila verifikasi berhasil) ialah me-reset PIN Bapak. Akan ada biaya utk ini. PIN akan dicetak dan dikirim ke alamat yg tertera di system, atau harus dijemput di cabang tempat membuka kartu.
Supaya tidak salah saat mengenakan biaya ke kastemer dan mengurangi resiko, maka proses verifikasinya akan semakin ketat. Kastemer akan ditanyakan beberapa kombinasi pertanyaan in-wallet (berkaitan dgn nomor kartu, transaksi terakhir, dll.), dan out-wallet (alamat pengiriman tagihan, jumlah kartu tambahan, dll.). Jumlah pertanyaan tergantung kebijakan masing2 bank dan biasanya itu tadi, diukur dr tingkat resiko dan biaya yg dilibatkan.
Bisa jadi 2 in-wallet, 2 out-wallet, atau 2-3, atau 1-2, atau kombinasi2 lainnya yg sudah distandardisasi oleh bank yg bersangkutan utk setiap kasusnya..
Apabila kastemer menjawab salah, dan CS masih ada pilihan pertanyaan lain, maka kastemer akan terus ditanyakan tanpa diberitahukan bahwa sang kastemer telah salah menjawab.
Verifikasi yg dialami pak Lapis barangkali belum level yg terlalu tinggi karena toh website Amazon akan mem-verifikasi lagi saat bertransaksi, dan tidak ada biaya utk membolehkan kartu utk transaksi online.
Namun memang ada kemungkinan kalau CS yg bersangkutan masih baru sehingga kurang luwes utk mengganti pertanyaan apabila kastemer salah menjawab. Kalau kasusnya begini, minta bicara dgn supervisor nya saja.
Mudah2an infonya bermanfaat.
Salam,
Hasan
Assalamu'alaikum..Pak Afif,Seingat saya, CS bank tidak bisa melihat PIN Bapak di system mereka. Yang akan mereka lakukan (apabila verifikasi berhasil) ialah me-reset PIN Bapak. Akan ada biaya utk ini. PIN akan dicetak dan dikirim ke alamat yg tertera di system, atau harus dijemput di cabang tempat membuka kartu.Supaya tidak salah saat mengenakan biaya ke kastemer dan mengurangi resiko, maka proses verifikasinya akan semakin ketat. Kastemer akan ditanyakan beberapa kombinasi pertanyaan in-wallet (berkaitan dgn nomor kartu, transaksi terakhir, dll.), dan out-wallet (alamat pengiriman tagihan, jumlah kartu tambahan, dll.). Jumlah pertanyaan tergantung kebijakan masing2 bank dan biasanya itu tadi, diukur dr tingkat resiko dan biaya yg dilibatkan.Bisa jadi 2 in-wallet, 2 out-wallet, atau 2-3, atau 1-2, atau kombinasi2 lainnya yg sudah distandardisasi oleh bank yg bersangkutan utk setiap kasusnya..Apabila kastemer menjawab salah, dan CS masih ada pilihan pertanyaan lain, maka kastemer akan terus ditanyakan tanpa diberitahukan bahwa sang kastemer telah salah menjawab.Verifikasi yg dialami pak Lapis barangkali belum level yg terlalu tinggi karena toh website Amazon akan mem-verifikasi lagi saat bertransaksi, dan tidak ada biaya utk membolehkan kartu utk transaksi online.Namun memang ada kemungkinan kalau CS yg bersangkutan masih baru sehingga kurang luwes utk mengganti pertanyaan apabila kastemer salah menjawab. Kalau kasusnya begini, minta bicara dgn supervisor nya saja.Mudah2an infonya bermanfaat.Salam,
Hasan
On Jun 3, 2012 9:18 PM, "...ZaldI..." <zald...@gmail.com> wrote:
Yoa, aktifin ndri tekan enter Om Edy... :)... Semoga apa yg dilakukan berguna bagi diri & umat...Zaldi-Doha-2012 ...
Assalamualaikum.
Dear TQers.
Izinkan saya sharing beberapa informasi untuk menjawab rasa penasaran yang diungkapkan di dalam thread yang dibuat oleh Pak Afif ini ini.
Apakah kartu Pak Afif bisa diaktifkan lagi ?
Tentu kartu Pak Afif yang saat ini masih dalam keadaan aktif (tidak pernah diajukan penutupan rekening-nya) masih bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Tentunya untuk beberapa transaksi diperlukan nomor PIN yang benar.
Bagaimana caranya melakukan update data agar bisa mendapatkan nomor PIN yang baru ?
1. Jika merupakan nasabah Emerald BNI maka bisa menghubungi nomor contact BNI Emerald
2. Jika berdomisili di wilayah Jabodetabek bapak bisa melakukan perubahan data langsung di Walk In Center BNI Credit Card di Wisma BNI 46 Lt. 1, Jl Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat.
3. Jika tidak berdomisili di wilayah Jabodetabek ataupun berkeberatan datang ke WIC di Sudirman maka bisa menghubungi BNI Call di 500046 atau 68888 untuk menanyakan perihal cabang terdekat yang dapat dikunjungi untuk melakukan update data ataupun bisa ditanyakan cara yang lebih efektif untuk melakukan update data.
- Tambahan : Ada baiknya bapak membawa tagihan kartu kredit terakhir, baik yang dikirim ke kantor / rumah atau yang dikirim via email.
Mengapa perlu verifikasi data nasabah yang mendetail?
Setau saya memang merupakan suatu keharusan sebuah bank menjalankan segala operasionalnya berdasarakan prinsip kehati-hatian. Terkait layanan customer service dengan menggunakan media telepon, memang diterapkan aturan untuk melakukan verifikasi yang ketat oleh call center bank. Kebijakan untuk memperketat verifikasi karena petugas bank tidak dapat melakukan autentifikasi identitas nasabah secara langsung (mungkin kalo bank sudah memakai speech recognition sebagai bagian dari signature mungkin tidak perlu seketat sekarang). Verifikasi yang ketat juga merupakan anjuran dari Bank Sentral kita dalam hal memitigasi resiko operasional.
- Tambahan : Seberapa detail dan seberapa ketat proses verifikasi nya akan tergantung penerapan
Mengapa prosedur (yang tampak seperti birokrasi) berbelit ini terus dipraktekan ?
Hal ini kembali ke prinsip operasional bank yang harus mempraktekkan prinsip kehati-hatian yang sebenarnya merupakan cerminan langsung bagaimana sebuah bank memandang penting rekening para nasabahnya.
Bagaimana prakteknya, sejauh apa keluwesannya dan kelogisannya ?
Pada praktek nya setiap hari teman-teman kita di call center perbankan duduk di depan sebuah terminal yang komputernya telah terinstal berbagai program yang dibutuhkan dan komputer ini tidak bisa diutak-atik baik dari segi hardware ataupun software kecuali oleh petugas yang berwenang. Dan teman-teman ini dilarang membawa catatan apapun ke dalam ruangan / teminal mereka bekerja. Saat seorang nasabah menelpon mereka, teman-teman di call center secara bersamaan juga berinteraksi dengan terminal mereka.
Dalam kasus yang dialami pak Afif, semua pertanyaan yang mereka sampaikan ke pak Afif sebenarnya merupakan pertanyaan yang dikeluarkan oleh terminal / software yang berkaitan dengan inquiry pak Afif. Jika pengalaman yang pak Afif rasakan adalah tidak dapat mendapatkan PIN baru karena gagal menjawab 1 pertanyaan, mungkin software yang ada di depan teman call center memang tidak bisa meneruskan proses inquiry permintaan PIN jika jawaban tidak dapat diberikan secara benar. Jadi sampai jawaban yang tepat diinput ke dalam software proses tidak akan dilanjutkan. Sehingga dengan berat hati call center harus menyampaikan penolakan atas inquiry pak Afif.
Dalam kasus yang dialami pak Lapis, mungkin pada pertanyaan tertentu terdapat flag (tanda) dari software yang menyatakan bahwa jawaban yang perlu diberikan nasabah tidak harus tepat (dapat dikira-kira). Mekanisme flag seperti ini juga dimungkinkan untuk dilakukan di dalam praktek. Sehingga sebenarnya software lah yang memberikan ruang bagi nasabah untuk menjawab secara perkiraan.
Tentu saja software tidak berpikir sendiri dalam menentukan pertanyaan serta urutan yang muncul di depan monitor call center. Kumpulan pertanyaan kepada nasabah ini adalah suatu kumpulan pertanyaan yang sudah melalui assesment terlebih dahulu oleh unit resiko dalam sebuah bank. Oleh karena itu jika beberapa pertanyaan dirasa kurang pas untuk ditanyakan kepada nasabah oleh call center, mungkin unit resiko dari bank tersebut sudah mengkajinya tetapi tetap memutuskan untuk tetap menggunakan pertanyaan tersebut karena berpegang pada prinsip kehati-hatian.
Setidaknya inilah yang terjadi di BNI sejauh yang saya tahu. Jika ada praktek yang berbeda di tempat lain saya juga mau tau, sebagai referensi tambahan. Siapa tau di masa depan saya jadi pihak yang memegang kebijakan.
Sekian sharing informasi dari pengetahuan saya. Jika dirasa ada yang salah atau kurang bisa bebas didiskusikan.
Salam,
Igel Zibriel
Perwakilan BNI untuk Qatar
Note : Mohon maaf agak lama responnya karena selain tugas lain yang bertumpuk ditambah pula dengan kondisi badan yang sempat tidak fit.
@Pak Afif : Selamat memandikan kerbau nya di sawah. Jangan lupa diandukin juga =)
@Pak Lapis : Untuk kasus yang dialami Pak Lapis dengan nomor HP nya ini saya mau ikutan komentar atas nama pribadi nih.
Sepertinya ada pihak laen yang membocorkan nomor HP kita pak. Karena saya pernah membeli sebuah gadget yang dibundle dengan starter pack salah satu operator di tanah air tetapi baru 2 hari saya pakai nomor ini, iklan yang pengirimnya tidak jelas pun masuk melalui sms ke gadget saya ini. Padahal nomor baru ini tidak pernah saya share ke siapapun karena saya berencana hanya menggunakan fasiltas data gratisannya saja dan kombinasi angkanya yang tidak bagus. Hujan iklan inipun baru reda setelah saya berada di luar Indonesia.
--


)