Perubahan data BNI credit card

3,093 views
Skip to first unread message

afif umar

unread,
Jun 2, 2012, 7:46:49 PM6/2/12
to zzib...@gmail.com, tentan...@googlegroups.com
Assalamu'allaikum.wb.
 
Hi TQer semuanya, khususnya lagi buat mas Igel Zibriel.
Saya sudah lebih 10 tahun punya kartu kredit BNI,dan semenjak 3 tahun kebelakang sudah jarang dipakai terkecuali untuk bayar cicilan asuransi ( auto debet ).
Pas bulan kemarin,saya pulang ke Indonesia,cuma seminggu karena ada keperluan mendadak..saat saya mau pakai BNI card credit ,dilalah saya malah lupa nomor pinnya..ketika saya saya minta "pencerahan" ke costumer servicenya..semua pertanyaan yg di ajukan bisa saya jawab terkecuali satu pertanyaan saja, yakni :saat register card credit ,pakai nomor HP berapa...saya cuma hafal 4 nomor depan dan dua nomor belakangnya saja.sudah engga hafal lagi, wong kartunya juga 3 tahun lalu sudah di buang dan akhirnya si mbaknya tidak mau  mengaktifkan lagi kartu kredit BNI milik saya.
 
Kata teman, kartu tersebut bisa di aktifkan lagi dengan melakukan perubahan data, gimana caranya ya ? mohon pencerahannya.
 
 
Salam dari yg akhir juni ini mau memandikan kerbau di sungai serta main di pantai yg ada pohon kelapanya.
Afif Umar

Lapis Lazuli

unread,
Jun 3, 2012, 2:32:28 AM6/3/12
to tentan...@googlegroups.com, zzib...@gmail.com

dalam hal2 seperti inilah saya kadang kesel sekali dengan apa yg oleh pihak bank berikan pada nasabahnya.

terlalu rumit, ruwet, birokratis yg tidak perlu.
kadang bahkan terasa kehilangan logisnya.

begitulah, kalau orang sudah menghilangkan kesehatannya berfikir
maka aturan2 tekstual yg nota bene dibuat manusianya sendiri bisa
berubah jadi 'tuhan'.

tentu ada defensif hal itu perlu dilakukan untuk safety,  tapi cuma satu saja
tidak bisa dijawab (apalagi nomer telefon yg seharga pisang goreng bisa diganti
puluhan kali) masak pihak bank begitu ngotot tdk memberu pin baru?

saya sering kali konfirmasi akun dengan cara di atas kalau VC saya diblokir (gak bisa dugunakan utk web shopping). pihak bank tanya begini:

1. kerja di mana?
2. perapa no POBox kantor kamu?
3. tgl lahir kamu kapan?
4. berapa dana di tabunganmu?

utk pertanyaan yg ke-4 saya selalu tdk bisa jawab persis, tapi jawaban saya begini:

"saya tidak tahu persis berapa, cuma  kira2 berkisar bla bla bla bla xxxxxx ...."

terus is bank jawab, "ok. baiklah, silahkan tunggu setelah beberpa menit dan anda bisa shopping di Amazon kembali"

lihatlah contoh di atas,  bank tidak menuntut detil berapa persisi besar angka tabungan.  mestinya CS BNI dalam kasus di bawah begitu juga,  satu pertanayaan tak bisa dijawab tidak bisa disimpulkan si nasabah adalah palsu. lagipula kan si nasabah bawa kartu ATM dan buku bank?  kurang apa semua itu sebagai bukti?

saya kira tipikal CS bank kayak gitu brainnya harus bisa direstorasi.


salam,
LL















2012/6/3 afif umar <afif....@gmail.com>

--
==============================================
Website : www.tentangqatar.com
Facebook: http://www.facebook.com/TentangQatar
 
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke tentangqatar...@googlegroups.com lalu reply pada saat menerima email konfirmasi

Edy Suhendra

unread,
Jun 3, 2012, 2:11:15 PM6/3/12
to tentan...@googlegroups.com
betul, bank di sini juga parah...
1. telponnya harus pake HP yang terdaftar, gak bisa dari landline
2. nomor kartu yang mau diaktifkan (padahal cuma satu itu yang lagi extended)
3. minta nomor ID/RP
4. minta PO BOX
5. apa ada kartu tambahan? atas nama siapa aja?
6. kredit limit berapa?
7. transaksi terakhir di rekening tabungan nilainya berapa?
 
lhaaa... sms informasi transaksi terakhir ada hp yang sama
gimana liatnya kalo lagi dipake? bener gak logis... padahal cuma mau aktivasi kartu
 
langsung aja saya kasi feedback ke CS yang bertugas, "prosesnya ribet, bertele-tele, dsb."
mumpung katanya (your call will be recorded for quality assurance)
 
pagi itu dia bilang 15 menit lagi aktif, nyatanya tengah malam baru dapet sms konfirmasi
 
wassalam,
Edy Suhendra

...ZaldI...

unread,
Jun 3, 2012, 2:13:37 PM6/3/12
to TentangQatar Googlegroups
Kalo saya nggakk gitu, tinggal sebut staff numberr aja... Aktif dee.. :).
... Semoga apa yg dilakukan berguna bagi diri & umat...Zaldi-Doha-2012 ...

From: Edy Suhendra <edysu...@yahoo.com>
Date: Sun, 3 Jun 2012 11:11:15 -0700 (PDT)

Edy Suhendra

unread,
Jun 3, 2012, 2:16:52 PM6/3/12
to tentan...@googlegroups.com
yahh... bang Zaldi mah tinggal klik enter ajah...
 
wassalam,
Edy Suhendra
 
 
 
From: ...ZaldI... <zald...@gmail.com>
To: TentangQatar Googlegroups <tentan...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, June 3, 2012 9:13 PM
Subject: Re: [tentangqatar] Perubahan data BNI credit card

Kalo saya nggakk gitu, tinggal sebut staff numberr aja... Aktif dee.. :).
... Semoga apa yg dilakukan berguna bagi diri & umat...Zaldi-Doha-2012 ...

...ZaldI...

unread,
Jun 3, 2012, 2:18:19 PM6/3/12
to TentangQatar Googlegroups
Yoa, aktifin ndri tekan enter Om Edy... :)
... Semoga apa yg dilakukan berguna bagi diri & umat...Zaldi-Doha-2012 ...
From: Edy Suhendra <edysu...@yahoo.com>
Date: Sun, 3 Jun 2012 11:16:52 -0700 (PDT)

Hasan El Basri

unread,
Jun 3, 2012, 10:57:38 PM6/3/12
to tentan...@googlegroups.com

Assalamu'alaikum..

Pak Afif,

Seingat saya, CS bank tidak bisa melihat PIN Bapak di system mereka. Yang akan mereka lakukan (apabila verifikasi berhasil) ialah me-reset PIN Bapak. Akan ada biaya utk ini. PIN akan dicetak dan dikirim ke alamat yg tertera di system, atau harus dijemput di cabang tempat membuka kartu.

Supaya tidak salah saat mengenakan biaya ke kastemer dan mengurangi resiko, maka proses verifikasinya akan semakin ketat. Kastemer akan ditanyakan beberapa kombinasi pertanyaan in-wallet (berkaitan dgn nomor kartu, transaksi terakhir, dll.), dan out-wallet (alamat pengiriman tagihan, jumlah kartu tambahan, dll.). Jumlah pertanyaan tergantung kebijakan masing2 bank dan biasanya itu tadi, diukur dr tingkat resiko dan biaya yg dilibatkan.

Bisa jadi 2 in-wallet, 2 out-wallet, atau 2-3, atau 1-2, atau kombinasi2 lainnya yg sudah distandardisasi oleh bank yg bersangkutan utk setiap kasusnya..

Apabila kastemer menjawab salah, dan CS masih ada pilihan pertanyaan lain, maka kastemer akan terus ditanyakan tanpa diberitahukan bahwa sang kastemer telah salah menjawab.

Verifikasi yg dialami pak Lapis barangkali belum level yg terlalu tinggi karena toh website Amazon akan mem-verifikasi lagi saat bertransaksi, dan tidak ada biaya utk membolehkan kartu utk transaksi online.

Namun memang ada kemungkinan kalau CS yg bersangkutan masih baru sehingga kurang luwes utk mengganti pertanyaan apabila kastemer salah menjawab. Kalau kasusnya begini, minta bicara dgn supervisor nya saja.

Mudah2an infonya bermanfaat.

Salam,
Hasan

Taufiq

unread,
Jun 4, 2012, 1:11:50 AM6/4/12
to tentan...@googlegroups.com
setuju dengan oom Hasan yg spesialis banking....
ngelantur sedikit mengenai aktivasi yg ribet....menurut saya krn bank atau apapun usahanya, selalau melihat dari sisi business risk, dimana tiap negara / daerah memiliki resiko yg berbeda...indonesia merupakan salah satu negara dengan country risk tertinggi di bidang kartu kredit, sehingga verifikasi terhadap nasabah akan lebih ketat dibanding dengan verifikasi di negara lain yg country risk-nya lebih rendah....
 
contoh sederhana, di qatar resiko memiliki IDQ dobel sangat2 kecil, sehingga boleh di bilang IDQ merupakan salah satu dokumen yg dapat dipercaya oleha bank karena IDQ sudah diverifikasi  keabsahannya oleh pemerintah Qatar...tapi kalo di indonesia, banyak orang memiliki KTP lebih dari 1 dengan data yg berbeda, sehingga KTP yg dikeluarkan pemerintah indonesia tingkat kepercayaannya rendah, sehingga bank akan melakukan verifikasi tambahan atas kebenaran KTP tsb, seperti mengunjungi langsung rumah nasabah, telfon kepada orang  yg menjadi referensi, meminta copy PBB + rekening listrik + air dlsb yg digunakan oleh pihak bank untuk cross check atas kebenaran data dan mengurangi resiko kerugian bank...

2012/6/4 Hasan El Basri <hasane...@gmail.com>

Lapis Lazuli

unread,
Jun 4, 2012, 4:27:21 AM6/4/12
to tentan...@googlegroups.com

pindah ke bank saya aja pak Edy ... 
wakakakak ...



2012/6/3 Edy Suhendra <edysu...@yahoo.com>

Lapis Lazuli

unread,
Jun 4, 2012, 4:49:25 AM6/4/12
to tentan...@googlegroups.com

CMIIW ..

bukannya si pemilik akun datang ke CS membawa buku tabungan, kartu ATM dan KTP?  di samping menjawab pertanyaan verifikasi yg sebagian sdh benar, apa bukti buku tabungan, ATM, KTP (yg foto dan wajah sama persis) itu semua masih belum meyakinkan si petugas CS?

salam,
LL





2012/6/4 Taufiq <mtf...@gmail.com>

budy setiawan

unread,
Jun 4, 2012, 6:26:11 AM6/4/12
to tentan...@googlegroups.com
Apakah data2 kita safe in tangan CS ?, karena setiap menhidupkan no tel indonesia, sudah banyak iklan2 terutama pinjaman uang dsb/
teruma kasih
 
budy
 

From: Taufiq <mtf...@gmail.com>
To: tentan...@googlegroups.com
Sent: Monday, June 4, 2012 8:11 AM
Subject: Re: [tentangqatar] Perubahan data BNI credit card

setuju dengan oom Hasan yg spesialis banking....
ngelantur sedikit mengenai aktivasi yg ribet....menurut saya krn bank atau apapun usahanya, selalau melihat dari sisi business risk, dimana tiap negara / daerah memiliki resiko yg berbeda...indonesia merupakan salah satu negara dengan country risk tertinggi di bidang kartu kredit, sehingga verifikasi terhadap nasabah akan lebih ketat dibanding dengan verifikasi di negara lain yg country risk-nya lebih rendah....
 
contoh sederhana, di qatar resiko memiliki IDQ dobel sangat2 kecil, sehingga boleh di bilang IDQ merupakan salah satu dokumen yg dapat dipercaya oleha bank karena IDQ sudah diverifikasi  keabsahannya oleh pemerintah Qatar...tapi kalo di indonesia, banyak orang memiliki KTP lebih dari 1 dengan data yg berbeda, sehingga KTP yg dikeluarkan pemerintah indonesia tingkat kepercayaannya rendah, sehingga bank akan melakukan verifikasi tambahan atas kebenaran KTP tsb, seperti mengunjungi langsung rumah nasabah, telfon kepada orang  yg menjadi referensi, meminta copy PBB + rekening listrik + air dlsb yg digunakan oleh pihak bank untuk cross check atas kebenaran data dan mengurangi resiko kerugian bank...

2012/6/4 Hasan El Basri <hasane...@gmail.com>
Assalamu'alaikum..
Pak Afif,
Seingat saya, CS bank tidak bisa melihat PIN Bapak di system mereka. Yang akan mereka lakukan (apabila verifikasi berhasil) ialah me-reset PIN Bapak. Akan ada biaya utk ini. PIN akan dicetak dan dikirim ke alamat yg tertera di system, atau harus dijemput di cabang tempat membuka kartu.
Supaya tidak salah saat mengenakan biaya ke kastemer dan mengurangi resiko, maka proses verifikasinya akan semakin ketat. Kastemer akan ditanyakan beberapa kombinasi pertanyaan in-wallet (berkaitan dgn nomor kartu, transaksi terakhir, dll.), dan out-wallet (alamat pengiriman tagihan, jumlah kartu tambahan, dll.). Jumlah pertanyaan tergantung kebijakan masing2 bank dan biasanya itu tadi, diukur dr tingkat resiko dan biaya yg dilibatkan.
Bisa jadi 2 in-wallet, 2 out-wallet, atau 2-3, atau 1-2, atau kombinasi2 lainnya yg sudah distandardisasi oleh bank yg bersangkutan utk setiap kasusnya..
Apabila kastemer menjawab salah, dan CS masih ada pilihan pertanyaan lain, maka kastemer akan terus ditanyakan tanpa diberitahukan bahwa sang kastemer telah salah menjawab.
Verifikasi yg dialami pak Lapis barangkali belum level yg terlalu tinggi karena toh website Amazon akan mem-verifikasi lagi saat bertransaksi, dan tidak ada biaya utk membolehkan kartu utk transaksi online.
Namun memang ada kemungkinan kalau CS yg bersangkutan masih baru sehingga kurang luwes utk mengganti pertanyaan apabila kastemer salah menjawab. Kalau kasusnya begini, minta bicara dgn supervisor nya saja.
Mudah2an infonya bermanfaat.
Salam,
Hasan
On Jun 3, 2012 9:18 PM, "...ZaldI..." <zald...@gmail.com> wrote:
Yoa, aktifin ndri tekan enter Om Edy... :)
... Semoga apa yg dilakukan berguna bagi diri & umat...Zaldi-Doha-2012 ...

...ZaldI...

unread,
Jun 4, 2012, 6:32:34 AM6/4/12
to TentangQatar Googlegroups
CS outsourching nggak ne? HP no Jakarta ku bunyak banget masuk iklan2 ntar dr mana aja. Kagak tau mereka dpt dr mana tu nomernya..
... Semoga apa yg dilakukan berguna bagi diri & umat...Zaldi-Doha-2012 ...

From: budy setiawan <capt...@yahoo.com>
Date: Mon, 4 Jun 2012 03:26:11 -0700 (PDT)

Lapis Lazuli

unread,
Jun 4, 2012, 2:24:07 PM6/4/12
to tentan...@googlegroups.com

saya juga salah seorang yg mengalami hal ini.
tiap hari di sini nerima sms2 iklan itu.
padahal setahu saya cuman pada bank saya kasih tahu nomor HP.

sekarang pihak hantu blau yg gak saya kenal tiap hari kirim iklan.

salam,
LL


2012/6/4 ...ZaldI... <zald...@gmail.com>

Lapis Lazuli

unread,
Jun 4, 2012, 2:21:24 PM6/4/12
to tentan...@googlegroups.com, zzib...@gmail.com

makasih penjelasannya mas Zibriel.

pertanyaan tersisa,  siapa pihak bank yg akan memberikan PIN baru pada kasus pak Afif meski tetap satu pertanyaan tdk bisa dijawab?  pihak yg punya otoritas memberi PIN baru apa akan selalu bergantung setting di komputer?

apa perlu lapor polisi lagi?

just curious saya saja.

salam,
LL



2012/6/4 Igel Zibriel - BNI Qatar <zzib...@gmail.com>
Assalamualaikum.

Dear TQers.

Izinkan saya sharing beberapa informasi untuk menjawab rasa penasaran yang diungkapkan di dalam thread yang dibuat oleh Pak Afif ini ini.

Apakah kartu Pak Afif bisa diaktifkan lagi ?
Tentu kartu Pak Afif yang saat ini masih dalam keadaan aktif (tidak pernah diajukan penutupan rekening-nya) masih bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Tentunya untuk beberapa transaksi diperlukan nomor PIN yang benar.

Bagaimana caranya melakukan update data agar bisa mendapatkan nomor PIN yang baru ?
1. Jika merupakan nasabah Emerald BNI maka bisa menghubungi nomor contact BNI Emerald
2. Jika berdomisili di wilayah Jabodetabek bapak bisa melakukan perubahan data langsung di Walk In Center BNI Credit Card di Wisma BNI 46 Lt. 1, Jl Sudirman Kav. 1, Jakarta Pusat.
3. Jika tidak berdomisili di wilayah Jabodetabek ataupun berkeberatan datang ke WIC di Sudirman maka bisa menghubungi BNI Call di 500046 atau 68888 untuk menanyakan perihal cabang terdekat yang dapat dikunjungi untuk melakukan update data ataupun bisa ditanyakan cara yang lebih efektif untuk melakukan update data.
 - Tambahan : Ada baiknya bapak membawa tagihan kartu kredit terakhir, baik yang dikirim ke kantor / rumah atau yang dikirim via email.

Mengapa perlu verifikasi data nasabah yang mendetail?
Setau saya memang merupakan suatu keharusan sebuah bank menjalankan segala operasionalnya berdasarakan prinsip kehati-hatian. Terkait layanan customer service dengan menggunakan media telepon, memang diterapkan aturan untuk melakukan verifikasi yang ketat oleh call center bank. Kebijakan untuk memperketat verifikasi karena petugas bank tidak dapat melakukan autentifikasi identitas nasabah secara langsung (mungkin kalo bank sudah memakai speech recognition sebagai bagian dari signature mungkin tidak perlu seketat sekarang). Verifikasi yang ketat juga merupakan anjuran dari Bank Sentral kita dalam hal memitigasi resiko operasional.
 - Tambahan : Seberapa detail dan seberapa ketat proses verifikasi nya akan tergantung penerapan

Mengapa prosedur (yang tampak seperti birokrasi) berbelit ini terus dipraktekan ?
Hal ini kembali ke prinsip operasional bank yang harus mempraktekkan prinsip kehati-hatian yang sebenarnya merupakan cerminan langsung bagaimana sebuah bank memandang penting rekening para nasabahnya.

Bagaimana prakteknya, sejauh apa keluwesannya dan kelogisannya ?
  Pada praktek nya setiap hari teman-teman kita di call center perbankan duduk di depan sebuah terminal yang komputernya telah terinstal berbagai program yang dibutuhkan dan komputer ini tidak bisa diutak-atik baik dari segi hardware ataupun software kecuali oleh petugas yang berwenang. Dan teman-teman ini dilarang membawa catatan apapun ke dalam ruangan / teminal mereka bekerja. Saat seorang nasabah menelpon mereka, teman-teman di call center secara bersamaan juga berinteraksi dengan terminal mereka.

  Dalam kasus yang dialami pak Afif, semua pertanyaan yang mereka sampaikan ke pak Afif sebenarnya merupakan pertanyaan yang dikeluarkan oleh terminal / software yang berkaitan dengan inquiry pak Afif. Jika pengalaman yang pak Afif rasakan adalah tidak dapat mendapatkan PIN baru karena gagal menjawab 1 pertanyaan, mungkin software yang ada di depan teman call center memang tidak bisa meneruskan proses inquiry permintaan PIN jika jawaban tidak dapat diberikan secara benar. Jadi sampai jawaban yang tepat diinput ke dalam software proses tidak akan dilanjutkan. Sehingga dengan berat hati call center harus menyampaikan penolakan atas inquiry pak Afif.

  Dalam kasus yang dialami pak Lapis, mungkin pada pertanyaan tertentu terdapat flag (tanda) dari software yang menyatakan bahwa jawaban yang perlu diberikan nasabah tidak harus tepat (dapat dikira-kira). Mekanisme flag seperti ini juga dimungkinkan untuk dilakukan di dalam praktek. Sehingga sebenarnya software lah yang memberikan ruang bagi nasabah untuk menjawab secara perkiraan.

  Tentu saja software tidak berpikir sendiri dalam menentukan pertanyaan serta urutan yang muncul di depan monitor call center. Kumpulan pertanyaan kepada nasabah ini adalah suatu kumpulan pertanyaan yang sudah melalui assesment terlebih dahulu oleh unit resiko dalam sebuah bank. Oleh karena itu jika beberapa pertanyaan dirasa kurang pas untuk ditanyakan kepada nasabah oleh call center, mungkin unit resiko dari bank tersebut sudah mengkajinya tetapi tetap memutuskan untuk tetap menggunakan pertanyaan tersebut karena berpegang pada prinsip kehati-hatian.


Setidaknya inilah yang terjadi di BNI sejauh yang saya tahu. Jika ada praktek yang berbeda di tempat lain saya juga mau tau, sebagai referensi tambahan. Siapa tau di masa depan saya jadi pihak yang memegang kebijakan.

Sekian sharing informasi dari pengetahuan saya. Jika dirasa ada yang salah atau kurang bisa bebas didiskusikan.


Salam,

Igel Zibriel
Perwakilan BNI untuk Qatar

Note : Mohon maaf agak lama responnya karena selain tugas lain yang bertumpuk ditambah pula dengan kondisi badan yang sempat tidak fit.

@Pak Afif : Selamat memandikan kerbau nya di sawah. Jangan lupa diandukin juga =)

budy setiawan

unread,
Jun 4, 2012, 3:55:11 PM6/4/12
to tentan...@googlegroups.com, zzib...@gmail.com
Pak Zibriell,
apakah no 3346 jalur aman buat sms banking
terima kasih
 
budy

afif umar

unread,
Jun 5, 2012, 12:38:30 AM6/5/12
to tentan...@googlegroups.com
Bapak-bapak semuanya terima kasih banyak, khususnya lagi ke pak Hasan dan kang Igel Zibriel yg telah memaparkan dengan gamblang bagaimana mekanisme cara kerja call center untuk kartu kredit saya yg bermasalah . pencerahannyanya sangat berguna sekali buat saya..Thanks a lot.

Buat pak Lapis, saya juga minta maaf karena saya kurang menginformasikan detil mengenai costumer service BNI, betul saat itu saya pergi ke dua kantor cabang BNI di Cilegon dan Serang ,dan pihak CS melayani dengan baik, akan tetapi pihak CS di Serang dan Cilegon menyatakan tidak punya otoritas untuk menangani kasus saya.  sehingga saya di sarankan langsung menghubungi call center BNI. 
Dua kali saya coba  menghungi call center dan dua kali juga saya gagal menyakinkan pihak call center agar bisa mendapatkan penggantian nomor PIN yg baru..waktu itu saya pikir ya sudahlah nanti lagi saya urus, karena toh saya juga cuma seminggu di Indonesianya.

Dari Qatar memang saya belum perna mencoba menghungi call center BNI, Insya Allah siang ini saya coba dan semoga saja urusannya bisa selesai sebelum saya liburan di akhir bulan ini.

Salam Hangat,



2012/6/4 Lapis Lazuli <elf...@gmail.com>

Riksha Lenggana

unread,
Jun 6, 2012, 12:08:06 AM6/6/12
to tentan...@googlegroups.com
Pak Igel dan semuanya,

Saya quote komen ini ya "Jadi jika dilihat dari kasus yang kita alami bersama ini, saya lebih curiga ada pihak lain yang menjual / memberikan / kecolongan data nomor hp kita ke pihak pengiklan ini. Atau jangan-jangan para pengiklan ini mencoba metode brute force begitu... ?"

Ada temen saya mantan marketing kartu kridit dan putar haluan ke bidang jasa lain bercerita, sesama marketing kartu kredit memang ada perjanjian tak tertulis yang memungkinkan terjadinya pertukaran database nasabah antar bank.

Saya juga pernah bertanya langsung mengenai bertubi-tubinya telepon dari mereka yang menawarkan "asuransi jiwa" lah, diskon hotel lah, darimana mereka mendapatkan nomer saya.
Dia bilang, dari jaringan Visa / Mastercard Internasional yang men-share ke pihak yang membutuhkan.

CMIIW

Wassalam
RL
#opini pribadi yang terangkum sejak pelihara CC.

2012/6/6 Igel Zibriel - BNI Qatar <zzib...@gmail.com>
@Pak Lapis : Untuk kasus yang dialami Pak Lapis dengan nomor HP nya ini saya mau ikutan komentar atas nama pribadi nih.

Sepertinya ada pihak laen yang membocorkan nomor HP kita pak. Karena saya pernah membeli sebuah gadget yang dibundle dengan starter pack salah satu operator di tanah air tetapi baru 2 hari saya pakai nomor ini, iklan yang pengirimnya tidak jelas pun masuk melalui sms ke gadget saya ini. Padahal nomor baru ini tidak pernah saya share ke siapapun karena saya berencana hanya menggunakan fasiltas data gratisannya saja dan kombinasi angkanya yang tidak bagus. Hujan iklan inipun baru reda setelah saya berada di luar Indonesia.

...ZaldI...

unread,
Jun 6, 2012, 12:18:44 AM6/6/12
to TentangQatar Googlegroups
Bisa juga melalui kupon undiaon yg kita isi.. Di Qatar ini bejibun..sms yg masuk buat promo product ke HP ku.. Gara2 Lulu n FFC yg tak kesampaian... :(
... Semoga apa yg dilakukan berguna bagi diri & umat...Zaldi-Doha-2012 ...

From: Riksha Lenggana <riksha....@gmail.com>
Date: Wed, 6 Jun 2012 07:08:06 +0300
Subject: Re: [tentangqatar] Perubahan data BNI credit card

Lapis Lazuli

unread,
Jun 6, 2012, 1:28:18 AM6/6/12
to tentan...@googlegroups.com


sdh seminggu ini saya OFF-kan no HP indonesia saya.
soalnya kalau hidup sms hantu itu semua masuk bertubi2.
ada perasaan ketipu ketika ngecheck sms, kirain nomor yg dikenal
tapi ternyata bukan ...

untung ada ganti nomor Qatar, jadi utk urusan emerjensi dari keluarga
tidak lagi mengandalkan nomor HP indonesia.

salam,
Lapis Laz




2012/6/6 Riksha Lenggana <riksha....@gmail.com>

--

Malikudin Mahbubi

unread,
Jun 6, 2012, 7:21:23 AM6/6/12
to tentan...@googlegroups.com
Untuk mendapatkan no HP saat ini tidak sesulit yang dibayangkan, apalagi mendapatkan email dan untuk menverifikasi apakah emailnya valid atau email abal2 pun juga ada triknya baik yang email berbayar ataupun email gratisan or even email dari kumpeni, kalo mau beli juga bisa komplit dengan nama (First name + Last name) dan facebook or Linkedin account nya
Kalo email aja bisa seperti itu apalagi no HP he...he...(kabuuuurrrr...... )

Salam

MM



2012/6/6 Lapis Lazuli <elf...@gmail.com>
7D9.gif
338.gif
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages