kalau saya boleh berpendapat, jadikan bahasa asing sebagai faktor
untuk mempelajari sains dan teknologi mereka-bangsa asing, saja. kita
terjemahkan semua bahasa mereka, dan jadikan bahasa Indonesia sebagai
bahasa raja di negara kita. seperti Cina, Jepang, dan Korea yang
begitu PD dng bahasa ibu mereka. mereka menerjemahkan semua istilah
asing ke bahasa ibu mereka lalu mengekspor bahasa mereka ke seluruh
dunia. mereka beralasan bahasa ibu kami sama kerennya atau bahkan
lebih bagus dari pada bahasa asing manapun. terbukti dengan strategi
begini, jurnal2 ilmiah yang diterbitkan di negara2 itu sama nilainya
dng jurnal2 ilmiah yang diterbitkan di negara2 Barat.
Contoh lainnya unta2 Mesir dan GCC di sini, yang meskipun bisa bahasa
Inggris dengan fasih, tapi mereka ogah bicara dalam bahasa itu-
pengalaman saya sebagai kasir di CE, yang selalu berbicara dengan para
unta itu, dan mayoritas dari mereka selalu bertanya kepada saya,
apakah anda bisa bahasa arab? contoh bagus lainnya dalam hal PD dengan
bahasa ibu/bahasa agama, yakni waktu peradaban Islam di puncak
kejayaannya, bahasa2 asing dipelajari, tapi mereka (para ilmuwan
muslim) hanya berbicara dalam bahasa arab saja. bahasa asing hanya
digunakan mereka buat menyerap ilmu2 dari India, Cina, Yunani, Romawi,
dan Persia, sementara bahasa arab tetap digunakan dalam keseharian
mereka. alhasil maju deh bahasa ibu dan bahasa agama mereka.
sementara bangsa Indonesia entah dari mana yang mungkin menurut saya
mempunyai mental minder yang (kayaknya) masih bisa bertahan entah
sampai kapan. sedikit2 berbicara dalam bahasa asing. bahkan banyak
bapak2 tampan dan sukses di milis ini yang bicara dan menulisnya
memakai 2 bahasa. hihihihihihihihi (tidak bermaksud menyinggung lho).
Saya sarankan agar para generasi muda, putra-putri bapak2 yg tampan
dan sukses di milis ini, menguasai lebih dari 1 bahasa asing, tapi
sifatnya hanya untuk alih ilmu pengetahuan saja.
sebagai referensi bahasa yang dianjurkan; buat Eropanya, Inggris-
Jerman-Perancis-Spanyol-Portugis (kata banyak pengamat Ekonomi,
Meksiko dan Brazil akan menikmati masa depan yang cerah)-Belanda
(karena penjajah kita orang londo)-Rusia (salah satu kekuatan dunia
baru), sedangkan buat Asianya, Arab-khususnya yang ngebet ingin masuk
surga, Jepang-Mandarin-Korea-Persia (Iran)-Ibrani (Yahudi)-Hindi
(entah bagaimana, saya punya firasat suatu saat nanti India akan
mengalahkan Cina sebagai perekonomian nomor 1 di dunia)
> 2012/2/19 way - <
aku....@gmail.com>
>
> ....Jadi utk apa memburu sekolah bermutu?
> Pertanyaan balik buat Pak Lapiz...
>
> Kalo memang mampu menyekolahkan di tempat terbaik.. Kenapa tidak ??
>
> Way
>
> 2012/2/19 Lapis Lazuli <
elf...@gmail.com>
>
> mungkin saja iya begitu pak ...
>
> kita yg tidak jenius mencari pendidikan terbaik (supaya jadi pintar dan jenius?) .. hehehe
> sementara yg jenius sdh tdk perlu lagi jenis sekolah bermutu atau tidak .. bukan begitu, pak holly? ;-)
>
> apabila kita sepakat bahwa masa depan anak2 tidak (selalu) punya korelasi yg jelas, maka saya
> punya pertanyaan, jadi utk apa memburu sekolah bermutu?
>
> nah, kelihatan saya ini tulalit banget, bukan begitu pak? hehehe ...
>
> salam,
> lapis lazuli
>
> 2012/2/18 hollyghozi <
lynxida...@gmail.com>
> 2012/2/18 Arba <
mailtoa...@gmail.com>
>
> Share dari kontan.co.idhttp://
internasional.kontan.co.id/news/siswa-sekolah-asia-lebih-maju-...
> Berhenti berlangganan milis kirim email ke :
tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima ...
>
> read more »