kenapa harus British atau American curriculum

314 views
Skip to first unread message

Arba

unread,
Feb 18, 2012, 12:52:45 AM2/18/12
to tentangqatar
Share dari kontan.co.id
http://internasional.kontan.co.id/news/siswa-sekolah-asia-lebih-maju-dari-negara-barat

Jadi kenapa harus British atau American curriculum?
Trims.

--Arba
Kapan nih Indonesian School ++?


CANBERA. Siswa sekolah di Asia berada lebih maju dibanding siswa
sekolah yang berada di negara-negara Barat. Inilah hasil penelitian
dari Institut Grattan di Australia.
Hasil penelitian itu menyebutkan, siswa yang belajar matematika di
Shanghai, Cina, rata-rata lebih maju dua sampai tiga tahun ketimbang
siswa yang ada di Amerika Serikat atau Eropa. Sementara siswa di Korea
Selatan lebih maju satu tahun dalam kemampuan membaca.
"Pada saat kekuatan ekonomi bergeser dari Barat ke Timur, demikian
juga dengan pencapaian pendidikan," kata Ben Jensen, Direktur Program
Pendidikan Sekolah, Institut Grattan dalam siaran persnya.
"Pusat pencapaian tinggi pendidikan sekarang ada di Asia Timur dan
para pendidik di Australia bisa dan harus belajar dari keberhasilan
itu," tambahnya.
Dalam laporannya, Institut Grattan menyebutkan, empat sistem
pendidikan di Asia sekarang merupakan yang terbaik di dunia, yaitu
Hong Kong, Korea Selatan, Shanghai, dan Singapura.
Selama ini, di Asia mengenal istilah pola pendidikan Tiger Mothers,
atau pola belajar Ibu Harimau yang digunakan untuk menegakkan disiplin
belajar anak. Banyak pihak berpendapat, pola pendidikan seperti ini
mendorong keberhasilan bagi siswa di Asia.
Namun, penelitian Institut Grattan membantah adanya pola pendidikan
Tiger Mothers tersebut. Ia bilang, pola pendidikan Ibu Harimau bukan
menjadi faktor utama dari pencapaian belajar siswa di Asia itu.
"Keberhasilan bukan karena budaya, bukan produk Konfusianisme juga
bukan pelajaran menghafal atau pola pendidikan Ibu Harimau," tegas Ben
Jensen.
Menurutnya, yang menjadi faktor keberhasilan belajar siswa di Asia itu
adalah, ketegasan, sistem belajar praktis, mentoring, dan peran dari
para guru. Hasil penelitian ini jug membantah, anggaran pendidikan
yang besar dan dengan jumlah murid yang sedikit dalam satu kelas bisa
menjadi jaminan pendidikan siswa tercapai dengan baik.
Sekolah di Shanghai, misalnya, kini memiliki kelas dengan jumlah 40
siswa, namun para guru memiliki lebih banyak waktu untuk merencanakan
pelajaran.
Sementara itu, di Ausralia belakangan ini menikmati kenaikan anggaran
pendidikan, namun prestasi siswanya masih di belakang siswa Korea
Selatan, yang menyediakan anggaran kecil bagi siswanya.

hollyghozi

unread,
Feb 18, 2012, 1:33:08 AM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com
karena harus 'Native English' ? 

secara ilmu dan teknis, pendidikan kita tidak kalah, malah mungkin lebih bagus. 
tapi mengenai penguasaan bahasa inggris serta komunikasi, salah satu kelemahan kita dibanding rekan kita india/pinoy yang sedikit lebih dekat ke native brit/america... 

salam,
~holly~

2012/2/18 Arba <mailt...@gmail.com>

dida...@gmail.com

unread,
Feb 18, 2012, 1:39:14 AM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com
Karena di sini tidak ada pilihan lain?
Sent from my Blueberry

From: hollyghozi <lynxi...@gmail.com>
Date: Sat, 18 Feb 2012 09:33:08 +0300
Subject: Re: [tentangqatar] kenapa harus British atau American curriculum
--
==============================================
Website : www.tentangqatar.com
Ikut bergabung dengan fb pagi kami: http://www.facebook.com/pages/TentangQatarcom/105395539501515
 
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
 
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi

seto.b...@gmail.com

unread,
Feb 18, 2012, 2:07:40 AM2/18/12
to Tentang Qatar
British dan American sebetulnya bagus utk pengembangan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Perhatikan Singapore, Malaysia dan Philippines, bahasa Inggrisnya bagus2.. Tapi China, Japan, Korea, Vietnam, Thailand, Indonesia mohon maaf banyak yg kacau balau.. Saya sering kali dibuat pusing kalo harus menghadapi crew kapal dari bangsa2 far east ini, blm lagi dialegnya yg bikin bingung.. Dari 10 orang Indonesia mungkin hanya 6 orang yg bisa berbahasa inggris, tapi dari 6 orang itu hanya ada 2 orang yg bisa debat dgn orang India dalam bahasa Inggris dengan speed berbicara yg sama tanpa gramar yg ancur2an.. Jadi kurikulum amerika atau british nih bagus sebenernya utk pengembangan diri bangsa Indonesia terutama dalam segi bahasa..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

PURWO ERDI

unread,
Feb 18, 2012, 2:45:24 AM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com
 Setuju kang=D&gt; applause

jhoni sahputra

unread,
Feb 18, 2012, 4:26:18 AM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com
klo diambil logis kondisi sekarang mungkin wajar kita berbondong-bondong ingin bisa bhasa inggris, tapi judul thread nya betul juga tuh, kenapa harus british / american curriculum untuk anak2 kita sementara peta kekuatan ekonomi saat ini mulai bergeser ke timur, bisa jadi kan generasi anak2 kita nanti malah butuh kemampuan bahasa mandarin, jepang, korea hehehe...

kondisi sekarang aja mulai banyak tuh orang-orang di bidang IT misalnya, berusaha pake google translate untuk bisa baca dokumentasi / forum diskusi2 dari cina dalam mencari informasi

2012/2/18 <seto.b...@gmail.com>

nurudinb...@gmail.com

unread,
Feb 18, 2012, 4:11:19 AM2/18/12
to TentangQatar
Iya pak..peta pergeseran trend juga perlu di pelajari.

Coba kalau search pake search engine china punya..bahasa inggrisnya di disabled.

Maka trendnya nanti..bahasa inggris,arab,mandarin..ini yang akan menjadi peta kekuatan bahasa di dunia.

Selain itu kenapa India dan Philifina lbh sedikit bisa menguasai...karena dari usia dini...disekolah bahasa2 tsb di haruskan dalam mengajar dan Indonesiakan baru mulai baru2 ini saja.

Tiga bahasa tersebut yang di kuasasi oleh mereka yang memegang peranan di ekonomi dunia.

No wonder china adalah strong country..bayangkan produk apple aja susah di pasarkan di china yang notabene penduduknya lebih dari 1 milyar..

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

From: jhoni sahputra <jhoni.s...@gmail.com>
Date: Sat, 18 Feb 2012 12:26:18 +0300
Subject: Re: [tentangqatar] kenapa harus British atau American curriculum

Arba

unread,
Feb 18, 2012, 9:19:21 AM2/18/12
to tentangqatar
Saya rasa klo utk anak2 yg sekolah di Qatar ya karena gak ada pilihan
lain.
Kalo cuma ingin gape bahasa inggris gak haruslah sekolah di kurikulum
british atau amrik. Coba ada sekolah Indonesia yg menjadikan bahasa
inggris sebagai bahasa kedua, bukan foreign language, maka pintarlah
anak2 Indonesia cas cis cus how are you dgn baik.
Atau kita paksa bule2 itu yg berbahasa Indonesia, seperti org2 Rusia
yg menyertakan manual perawatan MiG nya pake bahasa Rusia, lebih keren
manual pake bahasa Sunda!

--Arba


On Feb 18, 12:11 pm, nurudinbinsya...@gmail.com wrote:
> Iya pak..peta pergeseran trend juga perlu di pelajari.
>
> Coba kalau search pake search engine china punya..bahasa inggrisnya di disabled.
>
> Maka trendnya nanti..bahasa inggris,arab,mandarin..ini yang akan menjadi peta kekuatan bahasa di dunia.
>
> Selain itu kenapa India dan Philifina lbh sedikit bisa menguasai...karena dari usia dini...disekolah bahasa2 tsb di haruskan dalam mengajar dan Indonesiakan baru mulai baru2 ini saja.
>
> Tiga bahasa tersebut yang di kuasasi oleh mereka yang memegang peranan di ekonomi dunia.
>
> No wonder china adalah strong country..bayangkan produk apple aja susah di pasarkan di china yang notabene penduduknya lebih dari 1 milyar..
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
>
>
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: jhoni sahputra <jhoni.sahpu...@gmail.com>
>
> Sender: tentan...@googlegroups.com
> Date: Sat, 18 Feb 2012 12:26:18
> To: <tentan...@googlegroups.com>
> Reply-To: tentan...@googlegroups.com
> Subject: Re: [tentangqatar] kenapa harus British atau American curriculum
>
> klo diambil logis kondisi sekarang mungkin wajar kita berbondong-bondong
> ingin bisa bhasa inggris, tapi judul thread nya betul juga tuh, kenapa
> harus british / american curriculum untuk anak2 kita sementara peta
> kekuatan ekonomi saat ini mulai bergeser ke timur, bisa jadi kan generasi
> anak2 kita nanti malah butuh kemampuan bahasa mandarin, jepang, korea
> hehehe...
>
> kondisi sekarang aja mulai banyak tuh orang-orang di bidang IT misalnya,
> berusaha pake google translate untuk bisa baca dokumentasi / forum diskusi2
> dari cina dalam mencari informasi
>
> 2012/2/18 <seto.bayu...@gmail.com>
>
> > British dan American sebetulnya bagus utk pengembangan kemampuan berbicara
> > dalam bahasa Inggris. Perhatikan Singapore, Malaysia dan Philippines,
> > bahasa Inggrisnya bagus2.. Tapi China, Japan, Korea, Vietnam, Thailand,
> > Indonesia mohon maaf banyak yg kacau balau.. Saya sering kali dibuat pusing
> > kalo harus menghadapi crew kapal dari bangsa2 far east ini, blm lagi
> > dialegnya yg bikin bingung.. Dari 10 orang Indonesia mungkin hanya 6 orang
> > yg bisa berbahasa inggris, tapi dari 6 orang itu hanya ada 2 orang yg bisa
> > debat dgn orang India dalam bahasa Inggris dengan speed berbicara yg sama
> > tanpa gramar yg ancur2an.. Jadi kurikulum amerika atau british nih bagus
> > sebenernya utk pengembangan diri bangsa Indonesia terutama dalam segi
> > bahasa..
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
>
> > -----Original Message-----
> > From: Arba <mailtoa...@gmail.com>
> > Sender: tentan...@googlegroups.com
> > Date: Fri, 17 Feb 2012 21:52:45
> > To: tentangqatar<tentan...@googlegroups.com>
> > Reply-To: tentan...@googlegroups.com
> > Subject: [tentangqatar] kenapa harus British atau American curriculum
>
> > Share dari kontan.co.id
>
> >http://internasional.kontan.co.id/news/siswa-sekolah-asia-lebih-maju-...

yaya.s...@gmail.com

unread,
Feb 18, 2012, 9:25:36 AM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com
Setuju pa Arba..jempolah
Yaya Suherman

way -

unread,
Feb 18, 2012, 10:17:28 AM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com
Rata rata warga Indonesia yg menyekolahkan anaknya di sekolah tempat saya bekerja memiliki cita cita supaya selesai high school anaknya bisa lanjut kuliah di university di Europe/Canada/America so saya rasa kalo memang tujuannya itu sangat beralasan yg di ambil adalah British/American curriculum.

Ada trend dimana anak anak Asia sangat kuat di bidang math/science dan anak anak western kuat dibidang lain di luar itu. Sementara big 5 siswa terbaik setiap tahunnya hampir selalu di duduki oleh siswa dari India ;))

Way

Setuju pa Arba..jempolah
Yaya Suherman
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qteln

-----Original Message-----

Lapis Lazuli

unread,
Feb 18, 2012, 11:28:22 AM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com



saya pernah membaca sebuah artikel penelitian mengenai (nasib) orang2 jenius.
dalam artikel itu terbukti bahwa kejeniusan (tidak melulu) berakhir dengan kesuksesan hidup.
sebaliknya malah banyak orang2 jenius hidupnya berakhir dengan mengenaskan, atau
cuma "berkehidupan" biasa-biasa saja sebagaimana orang awam lainnya.

sebelum membaca artikel itu pun sebetulnya dari melihat sekeliling pinggang kita mendapat
pengetahuan bahwa pendidikan bagus tidak bisa disebut akan langsung berhubungan dengan akhir
masa pendidikan seseorang yg juga mencerminkan pendidikannya.

seandainya jalan pikiran di atas afdol untuk menarik kesimpulan maka bisa dikatakan
selalu mengejar pendidikan bagus sebagai objek sasaran mutlak buat anak2 tidaklah begitu relevan.
tapi ini tidak harus diartikan pendidikan bagus harus dikesampingkan, tentu saja.

kalau saya pribadi ditanya soal pendidikan bagus, maka menurut saya pendidikan bagus
mestinya tidak dikait2kan dengan masa depan cemerlang.  alasannya sudah saya sebutkan 
di atas.  ;-)

eh ya,  btw thread ini soal kurikulum ya .. mungkin komen saya di atas benar2 tak nyambung!  ;-))
bisa jadi karena keadaan saja mengapa memilih kurikulum inggris/amerika.

kalau misal saya jadi resident ostrali mungkin anak2 saya sekolahnya malah beda.

salam,
Lapis L


2012/2/18 Arba <mailt...@gmail.com>


hollyghozi

unread,
Feb 18, 2012, 11:46:00 AM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com
Pak Lapis, 
mungkin definisi dari 'kesuksesan hidup' orang-orang jenius berbeda dengan orang-orang kebanyakan seperti kita-kita (saya,red). 
bisa jadi, artikel tersebut memberikan bukti sampingan bahwa arti 'kesuksesan hidup' itu berbeda dari orang-perorang... 

maaf, semakin melenceng jadinya... :)

salam,
~holly~ 

2012/2/18 Lapis Lazuli <elf...@gmail.com>

Diday Tea

unread,
Feb 18, 2012, 12:35:32 PM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com
Nah, kembali ke awal thread nih...

Bagaimana sih kurikulum yang paling ideal untuk anak- anak Indonesia yang tinggal di luar negeri?


Kadang, bahkan kita terjebak dengan fakta dan pengalaman bahwa kita sukses (apa pun bentuknya) di masa kini adalah hasil bagaimana kita dididik di masa lalu.

Padahal, metode dan kurikulum itu sudah sama sekali usang dan sudah tidak jaman lagi diterapkan kepada generasi sekarang.

Dan juga, astinya beda dong antara kurikulum untuk anak Indonesia yang tinggal di indonesia, dan anak orang Indonesia yang ortunya bekerja di luar Indonesia....

Kalau ada yang punya buku UNLIMITED: The New Learning Revolution, karyanya Gordon Dryden & Jeannette Vos pasti akan lebih tercerahkan tentang dunia sekolah dan pendidikan dan trend ke depannya nanti.


Sambil menunggu update Sekolah Indonesa di Qatar, dan kalau ada waktu silahkan dibaca resensi sederhananya di sini: 





2012/2/18 hollyghozi <lynxi...@gmail.com>

nurudinb...@gmail.com

unread,
Feb 18, 2012, 12:05:29 PM2/18/12
to TentangQatar
Kalau view ane gan..

Semuanyakan di sesuaikan dengan keadaan,waktu dan tempat dan jamannya juga.

Biarlah anak tumbuh dengan jamannya sekarang...sulit rasanya kalau kita mengidealkan kurikulum pendidikan anak2 di sini.

Dengan tolak ukur keberhasilan dan kesuksesan seseorang yang mempunyai persepsi berbeda, tentunya tidak akan mudah.

Dulu...kita sekolah jalan melalui pematang sawah..pakai sandal jepit...bahkan penghapus kadang pakai karet gelang yang di ikatkan di pensil kita.

Main juga paling banter bedil2an pake bambu dll.

Anak sekarang canggih2..dengan banyak bantuan media semakin mudah belajar...buat home work...di reffer ke website..buat tugas...cari dari internet..

Kalau kurikulum Asia lebih ke otak kanan...dan kurikulum Western lebih ke otak kiri.

Jadi gak heran kalau kata pak Way..student India menempati posisi tertinggi di bidang science,math,etc.

Lah wong homeworknya seabreg..plus tambahan kursus lagi.

Banyak orang sukses bukan karena jenius..bener juga..yang sukses banyaknya ya yang ulet..gigih..sosialnya lifenya tinggi.

Banyak photographer yang sukses bukan jebolan kuliahan...tapi karena hobby..namanya sudah hobby ya pasti di ulik..belajar sana sini.

Untuk buat websitepun gak usah kuliah IT designer atau programer...asal rajin praktik dan baca2..juga bisa.

Saya ingat workhsop minggu kemarin..focus and stay concentrate apa yang kita sukai hasilnya akan dahsyat.

So...kita lihat kemana interestnya anak2..setelah bisa baca..ngitung..ngomong bahasa inggris..dll..

Disitu mungkin kita akan support kedepannya.

Anak2 sekarang pintar2..orang tuanya aja kalah kalau ngomong bahasa inggris..saya pernah lihat murid selevel SMP di cambridge..wow..bukan hanya grammernya..accentnya aja udah kaya bule..

Asal jangan pindah Green Passport aja deh..biar bisa membangun negara kita.

Sekarang sistim pendidikan kita di Indonesia sudah mulai mengadopt system western dan negara asia lainnya...sistim pendidikan Belanda sudah mulai di tinggalkan.

Nurdin BS


Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

From: Diday Tea <dida...@gmail.com>
Date: Sat, 18 Feb 2012 20:35:32 +0300
Subject: Re: [tentangqatar] kenapa harus British atau American curriculum

Lapis Lazuli

unread,
Feb 18, 2012, 11:39:56 PM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com

mungkin saja iya begitu pak ...

kita yg tidak jenius mencari pendidikan terbaik (supaya jadi pintar dan jenius?) .. hehehe
sementara yg jenius sdh tdk perlu lagi jenis sekolah bermutu atau tidak .. bukan begitu, pak holly?  ;-)

apabila kita sepakat bahwa masa depan anak2 tidak (selalu) punya korelasi yg jelas,  maka saya 
punya pertanyaan,  jadi utk apa memburu sekolah bermutu?

nah, kelihatan saya ini tulalit banget, bukan begitu pak?  hehehe ...

salam,
lapis lazuli



2012/2/18 hollyghozi <lynxi...@gmail.com>

seto.b...@gmail.com

unread,
Feb 18, 2012, 11:54:08 PM2/18/12
to Tentang Qatar
Wah, pak lapis nyampe rumah masih sempet juga buka2 TQ dan bales2 email ya.. Padahal semaleman kita udah dibantai 4 kapal ampe mata pedes, ngerokok berbatang2 tetep aja ngantuk.. Tidur pak, bales2 emailnya ntar malem aja hahaha.. Saya masih di Bis nih otw ke Doha, abis ini langsung 'tewas'..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

From: Lapis Lazuli <elf...@gmail.com>
Date: Sun, 19 Feb 2012 07:39:56 +0300
Subject: Re: [tentangqatar] kenapa harus British atau American curriculum

way -

unread,
Feb 18, 2012, 11:55:08 PM2/18/12
to tentan...@googlegroups.com
....Jadi utk apa memburu sekolah bermutu?
Pertanyaan balik buat Pak Lapiz...

Kalo memang mampu menyekolahkan di tempat terbaik.. Kenapa tidak ??

Way

2012/2/19 Lapis Lazuli <elf...@gmail.com>

Taufiq

unread,
Feb 19, 2012, 12:41:22 AM2/19/12
to tentan...@googlegroups.com
kalo saya mah sederhana saja...disitu tanah di pijak, disitu langit di junjung...
Tinggal di indonesia ya ngikut kurikulum indonesia, di qatar ya tergantung subsidi kantor :)...
 
Tapi saya yakin kok setiap kurikulum didesain sangat bagus oleh wong-wong pinter dengan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk budaya dlsb, dan pastinya ada juga plus minusnya..... dan menurut saya kurikulum ga bisa dibandingkan secara langsung...ga bisa apple to apple, alias apple to windows hehehe....
 
Mungkin kalo lomba math kurikulum asia pada jagoan, tapi kalo lomba debat / research, mungkin kurikulum british / US lebih jagoan.........
 
Kalau   kemampuan bahasa, menurut saya bukan dipengaruhi oleh kurikulum sekolah (walaupun membantu), tapi lebih kepada latihan & lingkungan... buktinya expat Indonesia setelah di Qatar, bahasa inggris & arab-nya cas-cis-cus, padahal baheula sebelum ke qatar banyak yg blepotan... (sory buat yg udah cas-cis-cus dari dulunya hehehe...)
 
Mengenai bahasa yg dipakai dunia pada umumnya karena warisan dari para penjajahnya atau karena jumlah penduduk pengguna-nya. Inggris merupakan penjajah no 1 yg menyebarkan bahasa inggris hampir ke seluruh dunia, kemudian prancis & spanyol...sedangkan cina & arab karena penggunanya (katanya) lebih dari 20% jumlah penduduk dunia...
 
nah kalo bahasa sunda karena ga termasuk disalah satu kelompok diatas, makanya hanya digunakan oleh kalangan terbatas & tertentu saja hehehe....


 
2012/2/19 way - <aku...@gmail.com>

dida...@gmail.com

unread,
Feb 19, 2012, 12:45:28 AM2/19/12
to tentan...@googlegroups.com
Kalau masalah bahasa sih, alhamdulillah setelah lebih dari empat tahun di Qatar, bahasa Sunda saya makin lancar....

Secara setengah temen di section saya orang Sunda semua...:D
Sent from my Blueberry

From: Taufiq <mtf...@gmail.com>
Date: Sun, 19 Feb 2012 08:41:22 +0300
Subject: Re: [tentangqatar] kenapa harus British atau American curriculum

Lapis Lazuli

unread,
Feb 19, 2012, 1:19:40 AM2/19/12
to tentan...@googlegroups.com

kadang2 yah terjadi seperti ini ... abis keok dibantai ngantuk dan kerja, malah sampe rumah kembali alert!  hilang ngantuk dan letih ... hehehe ... tapi nanti pas datang serngan kantuk lagi, nah baru tidur bablas ... ;)

Lapis Lazuli

unread,
Feb 19, 2012, 1:32:41 AM2/19/12
to tentan...@googlegroups.com

iya juga sih ... tapi sekolah bagus belum tentu bagus buat si anak kan?

ITB atau UI bukan berarti tidak "meluluskan' mahasiswa DO, bukan?   hehehe ....

nah, jadi sebetulnya kembali ke substansi,  apa sih yg dimaksud sekolah bagus dan tidak?

apa kriteria sekolah bagus dan tidak?

menurut saya mencari sekolah bagus itu "agak" kurang penting dibanding mencari 

pemahaman definisi sekolah bagus/tidak bagus itu sendiri ... ;-)

kalau hanya mencari sekolah (yg dianggap bagus) itu jelas perkara sepele ... it is a matter of money and distance!

yup .. ada uang dan jarak bukan kendala maka sekolah bagus bisa didapat.

tapi apa sekolah (yg dianggap bagus) memang betul bagus?  jawabannya sudah pasti relatif.
kalau sekolah bagus memberi "out put"  berskala "relatif" ... jadi di mana letak kebagusan sekolah itu?

weleh weleh .. lah saya kok jadi berimprovisasi kata-kata nih .. !   ;))

salam,
LL




2012/2/19 way - <aku...@gmail.com>

Agus Partono

unread,
Feb 19, 2012, 11:05:39 AM2/19/12
to tentan...@googlegroups.com
Sekolajh bagus menurut saya bila anak sepulang sekolah merasa bahagia, tidak kelihatan terlalu capek, antusias dlm menceritakan segala kegiatannya di sekolah sepanjang hari itu. Anak menjadi lebih sopan thd orang tua dan orang lain, tahu tata krama.
 
Itu bisa dicapai jika lingkungan sekolah resik, perlengkapannya cukup lengkap, guru2 dan staff2nya mampu membangkitkan kegairahan anak2 didiknya, kreatif dlm mengajar, teman2nya relatif homogen, dan bbrp hal lainnya.
 
Coba tanyakan pada diri sendiri : Dulu anda dari SD inpres di pelosok gunung, beruntung anda punya otak cemerlang dan sukses masuk ITB/UI walau biaya sekolahnya tambal sulam. Skr anda cukup 'sukses' dlm berkarier, mendapat kerja di LN, punya uang berlebih.
Apakah anda akan mengirimkan anak anda sekolah di SD inpres di pelosok gunung seperti anda?
Toh sekolah bilingual/international/mahal ga menjamin kesuksesan si anak to?
 
Salam,
Agus


--- On Sun, 19/2/12, Lapis Lazuli <elf...@gmail.com> wrote:

surya saputra

unread,
Feb 20, 2012, 7:07:44 PM2/20/12
to tentangqatar
kalau saya boleh berpendapat, jadikan bahasa asing sebagai faktor
untuk mempelajari sains dan teknologi mereka-bangsa asing, saja. kita
terjemahkan semua bahasa mereka, dan jadikan bahasa Indonesia sebagai
bahasa raja di negara kita. seperti Cina, Jepang, dan Korea yang
begitu PD dng bahasa ibu mereka. mereka menerjemahkan semua istilah
asing ke bahasa ibu mereka lalu mengekspor bahasa mereka ke seluruh
dunia. mereka beralasan bahasa ibu kami sama kerennya atau bahkan
lebih bagus dari pada bahasa asing manapun. terbukti dengan strategi
begini, jurnal2 ilmiah yang diterbitkan di negara2 itu sama nilainya
dng jurnal2 ilmiah yang diterbitkan di negara2 Barat.

Contoh lainnya unta2 Mesir dan GCC di sini, yang meskipun bisa bahasa
Inggris dengan fasih, tapi mereka ogah bicara dalam bahasa itu-
pengalaman saya sebagai kasir di CE, yang selalu berbicara dengan para
unta itu, dan mayoritas dari mereka selalu bertanya kepada saya,
apakah anda bisa bahasa arab? contoh bagus lainnya dalam hal PD dengan
bahasa ibu/bahasa agama, yakni waktu peradaban Islam di puncak
kejayaannya, bahasa2 asing dipelajari, tapi mereka (para ilmuwan
muslim) hanya berbicara dalam bahasa arab saja. bahasa asing hanya
digunakan mereka buat menyerap ilmu2 dari India, Cina, Yunani, Romawi,
dan Persia, sementara bahasa arab tetap digunakan dalam keseharian
mereka. alhasil maju deh bahasa ibu dan bahasa agama mereka.

sementara bangsa Indonesia entah dari mana yang mungkin menurut saya
mempunyai mental minder yang (kayaknya) masih bisa bertahan entah
sampai kapan. sedikit2 berbicara dalam bahasa asing. bahkan banyak
bapak2 tampan dan sukses di milis ini yang bicara dan menulisnya
memakai 2 bahasa. hihihihihihihihi (tidak bermaksud menyinggung lho).

Saya sarankan agar para generasi muda, putra-putri bapak2 yg tampan
dan sukses di milis ini, menguasai lebih dari 1 bahasa asing, tapi
sifatnya hanya untuk alih ilmu pengetahuan saja.

sebagai referensi bahasa yang dianjurkan; buat Eropanya, Inggris-
Jerman-Perancis-Spanyol-Portugis (kata banyak pengamat Ekonomi,
Meksiko dan Brazil akan menikmati masa depan yang cerah)-Belanda
(karena penjajah kita orang londo)-Rusia (salah satu kekuatan dunia
baru), sedangkan buat Asianya, Arab-khususnya yang ngebet ingin masuk
surga, Jepang-Mandarin-Korea-Persia (Iran)-Ibrani (Yahudi)-Hindi
(entah bagaimana, saya punya firasat suatu saat nanti India akan
mengalahkan Cina sebagai perekonomian nomor 1 di dunia)
> 2012/2/19 way - <aku....@gmail.com>
>
> ....Jadi utk apa memburu sekolah bermutu?
> Pertanyaan balik buat Pak Lapiz...
>
> Kalo memang mampu menyekolahkan di tempat terbaik.. Kenapa tidak ??
>
> Way
>
> 2012/2/19 Lapis Lazuli <elf...@gmail.com>
>
> mungkin saja iya begitu pak ...
>
> kita yg tidak jenius mencari pendidikan terbaik (supaya jadi pintar dan jenius?) .. hehehe
> sementara yg jenius sdh tdk perlu lagi jenis sekolah bermutu atau tidak .. bukan begitu, pak holly?  ;-)
>
> apabila kita sepakat bahwa masa depan anak2 tidak (selalu) punya korelasi yg jelas,  maka saya
> punya pertanyaan,  jadi utk apa memburu sekolah bermutu?
>
> nah, kelihatan saya ini tulalit banget, bukan begitu pak?  hehehe ...
>
> salam,
> lapis lazuli
>
> 2012/2/18 hollyghozi <lynxida...@gmail.com>
> 2012/2/18 Arba <mailtoa...@gmail.com>
>
> Share dari kontan.co.idhttp://internasional.kontan.co.id/news/siswa-sekolah-asia-lebih-maju-...
> Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima ...
>
> read more »

Andi Lagaligo Mappangara

unread,
Feb 20, 2012, 11:14:36 PM2/20/12
to tentan...@googlegroups.com
Pak Surya, kenapa mesti mendiskreditkan bangsa lain dengan cara menyamakan mereka dengan binatang/unta. Sebaiknya mindset Bapak dirubah untuk selalu berpikir positif. Orang/bang lain akan hormat kepada kita secara otomatis kalau kita hormat kepada mereka.
 
Mohon maaf kalau tidak berkenan, tapi milis ini dibuat untuk sharing tentang apa saja di Qatar, bukan untuk menjelek2an bangsa/orang lain.
 
Wassalam,
Daeng Igo

2012/2/21 surya saputra <bahamut...@googlemail.com>

imron...@gmail.com

unread,
Feb 20, 2012, 10:40:07 PM2/20/12
to tentan...@googlegroups.com
Maaf pak surya mereka bukan unta tetapi sebaik baiknya makhluk bernama manusia...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

-----Original Message-----
From: surya saputra <bahamut...@googlemail.com>
Sender: tentan...@googlegroups.com
Date: Mon, 20 Feb 2012 16:07:44
To: tentangqatar<tentan...@googlegroups.com>
Reply-To: tentan...@googlegroups.com

slame...@yahoo.com

unread,
Feb 20, 2012, 11:57:33 PM2/20/12
to tentan...@googlegroups.com
Bang surya!...sebaiknya diralat untuk istilah (maaf : hewan) itu. Atau Admin milis ini bisa menghapusnya... Kita bisa merasakan hal yg sama ketika dipanggil Indon oleh tetangga negeri....."Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung"

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

-----Original Message-----
From: surya saputra <bahamut...@googlemail.com>
Sender: tentan...@googlegroups.com
Date: Mon, 20 Feb 2012 16:07:44
To: tentangqatar<tentan...@googlegroups.com>
Reply-To: tentan...@googlegroups.com

Syarif

unread,
Feb 21, 2012, 12:03:56 AM2/21/12
to tentan...@googlegroups.com
Sepakat dg daeng igo, cak imron dan pak slamet agar berhati2 dalam pengunaan perumpamaan. Apalagi dalam dunia internet, sekali Anda posting, maka bisa dibilang tidak mungkin untuk ditarik/dihapus.

Think before you post!


Syarif
Enjoy tentangqatar.com!

-----Original Message-----
From: slame...@yahoo.com
Sender: tentan...@googlegroups.com
Date: Tue, 21 Feb 2012 04:57:33
To: <tentan...@googlegroups.com>
Reply-To: tentan...@googlegroups.com

hollyghozi

unread,
Feb 21, 2012, 12:40:55 AM2/21/12
to tentan...@googlegroups.com
Sekedar menambahkan, dari apa yang diajarkan kepada sy, bahwa pendapat pak surya bener mengenai "...entah kenapa kita memiliki mental minder....". Salah satu alasannya, kita tidak terbiasa menempatkan diri kita sendiri sejajar dengan orang/bangsa lain. Sejajar dalam artian kita tidak di bawah satu kelompok, maupun di atas kelompok yang lain. Mungkin ini sudah bagian kultur kita dari sejak jaman per-kasta-an, kolonial belanda, bahkan sampai sekarang! 
Mari kita sama-sama saling belajar dan mengingatkan untuk selalu mensejajarkan diri/bangsa kita dengan bangsa lainnya, dgn tidak melihat diri kita lebih rendah maupun lebih tinggi.

Point mengenai penggunaan bahasa, sejak kami punya anak, 2 tahunan yg lalu. Kami bertekad untuk mengajarkan bahasa Indonesia yang baik ke anak kami. Dan ternyata itu tidak mudah!
Karena mungkin orang Indonesia itu super kreatif, terlalu banyak bahasa dalam percakapan sehari-hari yang dicampuradukkan. Mulai istilah inggris, belanda, arab, jawa, suroboyoan, melayu, prokem, dan terakhir bahasa aLaY, dicampurkan ke dalam bahasa keseharian kami. Lah, klo kami sebagai orang tua saja ga konsisten dalam berbahasa Indonesia yang baik, gimana nanti anak kami??

Mengenai diskusi sekolah/kurikulum yang bagus, mungkin perlu di-SWOT dulu untuk masing2 anak? kelebihan/kebutuhan internal si anak apa, disesuaikan dengan kebutuhan eksternal? bagaimana mnurut bapak/ibu?

salam,
~holly~ 

if you want to go fast, go by yourself. 
if you want to go far, go with others - african proverb

2012/2/21 Syarif <mysy...@gmail.com>

seto.b...@gmail.com

unread,
Feb 21, 2012, 12:32:55 AM2/21/12
to Tentang Qatar
Hati2 boss kalo nulis di milist.. Salah2 ntar dibaca ama CID ente dicomot trus langsung didrop ke bandara suruh mudik selamanya.. Syukur2 klo cuma mudik, ga ngendap dulu di Sanaiya.. Jangan salah, CID Qatar dari berbagai bangsa termasuk WNI.. Dan mereka bisa ngambil keputusan extreme walau dgn alasan yg amat sangat sepele sekalipun..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

-----Original Message-----
From: surya saputra <bahamut...@googlemail.com>
Sender: tentan...@googlegroups.com
Date: Mon, 20 Feb 2012 16:07:44
To: tentangqatar<tentan...@googlegroups.com>
Reply-To: tentan...@googlegroups.com

Syarif

unread,
Feb 21, 2012, 6:25:02 AM2/21/12
to tentan...@googlegroups.com
Ada sedikit klarifikasi dari pemilik nama yg mirip, Pak Surya Syahputra yg di QP Dukhan menyatakan bahwa email di bawah ini bukan punya beliau.

Ternyata di Qatar banyak namanya mirip, selain Budi Setiawan, Surya Saputra, apa lagi, ya?


Syarif
Enjoy tentangqatar.com!

-----Original Message-----
From: slame...@yahoo.com
Sender: tentan...@googlegroups.com
Date: Tue, 21 Feb 2012 04:57:33
To: <tentan...@googlegroups.com>
Reply-To: tentan...@googlegroups.com

seto.b...@gmail.com

unread,
Feb 21, 2012, 9:39:10 AM2/21/12
to Tentang Qatar
Jangan2 yg ini Surya mantan suaminya Dewi Sandra :))
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

jhoni sahputra

unread,
Feb 21, 2012, 1:58:42 PM2/21/12
to tentan...@googlegroups.com
wah, diskusinya semakin melebar nih sampai bahas CID. CID itu semacam BIN nya indo kah?

anw, kembali ke topic, bagaimana dengan opini bahwa standar kurikulum british / american di doha setara dengan standar pendidikan sekolah yang dinilai baik di indonesia?karena dari pengalaman rekan-rekan yang sudah pulang kembali ke tanah air, anak-anak cenderung kesulitan dalam mengikuti pelajaran sekolah karena (asumsi) standar kurikulum sekolahan di doha 1-2 tingkat di bawah standar kurikulum pendidikan di indonesia dalam hal teknis. jadi ada ke-kuatiran anak-anak kita walaupun english cas-cis-cus luar biasa namun akan tertinggal ketika sekolah di indo nanti, dan kasihan untuk mentalitas anak karena tidak bisa mengikuti pelajaran atau dianggap bodoh oleh guru / teman2 nya. sedangkan standar british / american walaupun muahallll namun akan membuat anak-anak kita setara tingkat pendidikan nya dengan di indo. kira-kira betul atau tidak itu ya...



ANTO

unread,
Feb 21, 2012, 3:12:37 PM2/21/12
to tentan...@googlegroups.com
Setahu saya, mohon maaf tolong dibenarkan kalau salah, untuk orang Indonesia di Qatar asumsinya perbandingannya seperti begini:

Sekolah British std:
1. Gampang ujian masuknya sesuai umur (std umur 12 thn sesuai kelas 6)
2. Matematika dan IPAnya terutama prelimenarynya agak tertinggal dari sekolah Indonesia
3. Gampang melanjutkan sekolah di Inggris dan sesama standarnya
4. Biasanya turun kelas kalau melanjutkan sekolah di Indonesia karena alasan matematika/IPAnya tertinggal

Sekolah American std:
1. Gampang ujian masuknya sesuai umur (std umur 12 thn sesuai kelas 6)
2. Matematika dan IPAnya terutama prelimenarynya agak tertinggal dari sekolah Indonesia
3. Gampang melanjutkan sekolah di Amerika dan sesama standarnya
4. Biasanya turun kelas kalau melanjutkan sekolah di Indonesia karena alasan matematika/IPAnya tertinggal

Sekolah Indian std:
1. Susah ujian masuk untuk sesuai umur (karena std umur 10 thn sdh kelas 6)
2. Matematika dan IPAnya terutama prelimenarynya sama atau lebih tinggi dari sekolah Indonesia
3. Hanya sekolah tertentu (tdk semua) di eropa/amerika untuk melanjutkan sekolah
4. Biasanya tdk masalah kalau melanjutkan sekolah di Indonesia tapi problemnya mungkin umurnya kemudaan utk kelas yg sama

Sekolah Pakistani std (Bangladesh dll):
1. Agak mudah ujian masuk untuk sesuai umur (meskipun std umur 10 thn sdh bisa juga ke kelas 6)
2. Matematika dan IPAnya terutama prelimenarynya sama atau lebih tinggi sedikit dari American/British
3. Hanya sekolah tertentu (tdk semua) di eropa/amerika untuk melanjutkan sekolah
4. Biasanya turun kelas kalau melanjutkan sekolah di Indonesia karena alasan matematika/IPAnya tertinggal

Philipina dll saya kurang tahu.



--
==============================================
Website : www.tentangqatar.com
Ikut bergabung dengan fb pagi kami: http://www.facebook.com/pages/TentangQatarcom/105395539501515
 
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
 
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi



--
Wasalam.
Purwanto

surya saputra

unread,
Feb 21, 2012, 7:20:25 PM2/21/12
to tentangqatar
okeh terima kasih atas saran dan nasihatnya. saya menyebut mereka
demikian karena saya tidak suka dengan kelakuan mereka. seperti halnya
orang kita (termasuk saya) yang bilang bawang, PLN, dan panci juga
kepada masyarakat asia selatan. semoga ke depannya kebiasaan buruk
kita dalam memanggil bangsa lain bisa berkurang. amin.
> ...
>
> read more »

surya saputra

unread,
Feb 21, 2012, 7:30:37 PM2/21/12
to tentangqatar
terima kasih pak seto bayu atas infonya. tapi saya tidak takut dengan
CID Qatar, karena saya memang enggan ke Qatar lagi, karena saya sudah
merasakan "nikmat"nya jadi warga kelas 2 di sana. tak peduli betapapun
besar nilai gajinya, Qatar (dan juga negara2 GCC lainnya) hanyalah
bagian dari masa lalu saya. oh iya nama saya memang pasaran jadinya
banyak yang suka bilang begitu.

sukses selalu kerja di sana buat para TQers. mudah2an bisa bentuk
semacam koloni orang Indonesia di sana, seperti halnya para migran
dari Asia Selatan lainnya. Omong2 saya belum punya istri jadi bisa tuh
dicarikan pak bayu :)
> 2012/2/21 <seto.bayu...@gmail.com>

Arba

unread,
Feb 21, 2012, 10:11:39 PM2/21/12
to tentangqatar
Kalau begitu agar bisa tercapai poin2 berikut:

1. Cukup mudah ujian masuknya
2. Matematika dan IPA tidak tertinggal
3. Relatif cukup mudah melanjutkan di Eropa/ Amerika
4. Tidak akan turun kelas jika melanjutkan sekolah di Indonesia
5. Plus: bahasa inggris relatif lebih lancar dan mengenal bahasa arab
lebih baik, dibandingkan rata2 sekolah di Indonesia

Maka, anak2 Indonesia di Qatar, perlu sekolah Indonesia yang berbahasa
Inggris :)
Terima kasih.

--Arba
> 2012/2/21 <seto.bayu...@gmail.com>

ANTO

unread,
Feb 22, 2012, 2:19:53 AM2/22/12
to tentan...@googlegroups.com
 
Maksud saya untuk poin no. 3 gampang melanjutkan sekolah di Inggris/Amerika artinya standarnya diakui/sesuai, jadi ujian masuknya nanti lbh mudah atau bahkan tdk usah ujian lagi. Kurikulum std Indonesia kan tdk diakui di eropa/amerika, jadi sdh pasti murid sekolah Indonesia hrs menempuh ujian2 masuk yg lbh sulit kalau melanjutkan ke sana. Beda dg kurikulum India ada bbrp sekolah di eropa/amerika (tdk semua) yg sdh mengakui kurikulum India, jadi murid2nya tdk usah melalui ujian2 yg lbh bertele2.
Mungkin pak Arba mau macam contohnya Cambridge School, yg kepunyaan (management) India, tapi kurikulum/guru2 British, ya murid2nya akan fokus melanjutkan ke UK bukan ke India, meskipun itu sekolah kepunyaan India. Banyak contoh lain sekolah2 di sini yg kepunyaan/managementnya dipegang negara2 Arab tapi kurikulum British/American jadi fokusnya ke UK atau US.
 
kalau orang Indonesia mau bikin sekolah kurikulum british/US juga bisa, ya guru2nya hrs orang UK/US atau lulusan kurikulum UK/US dan murid2nya fokus melanjutkan ke UK/US dan bukan fokus melanjutkan ke Indonesia.

seto.b...@gmail.com

unread,
Feb 22, 2012, 5:36:57 AM2/22/12
to Tentang Qatar
Pantesan...

seto.b...@gmail.com

unread,
Feb 22, 2012, 5:42:20 AM2/22/12
to Tentang Qatar
Wah, yang mau pindah ke Singapore mulai rajin bicara soal sekolahan nih.. Singapore itu commonwealth-nya Great Britain juga kan, bahkan jadi negara Commonwealth terkaya didunia.. Tapi saya yakin walau banyak sekolah bagus di Singapore bahkan jauh lebih bagus dibanding sekolah di Indonesia Aa Arba bakal masukin anaknya ke Indonesian International School juga disana.. Sampai berjumpa di Singapore yaa.. Insya Allah akhir April saya mondar mandir kesana..

jhoni sahputra

unread,
Feb 22, 2012, 1:27:28 PM2/22/12
to tentan...@googlegroups.com
terima kasih untuk summary-nya pak, jadi lebih jelas nih sekarang :)

2012/2/21 ANTO <purwant...@gmail.com>

Arief Amiharyanto

unread,
Feb 23, 2012, 3:28:39 AM2/23/12
to Tentang Qatar
Dari penjelasan Pak Anto sebenernya sudah bisa diambil kesimpulan bahwa sekolah bukan tergantung tingginya pelajaran matematik dan IPAnya tapi memang kurikulum yang dibuat untuk orang Asia memang dibedain dari kurikulum Eropa dan USA.
Kalo mau tau kenapa maka pembahasannya akan lebih panjang lagi.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

From: ANTO <purwant...@gmail.com>
Date: Tue, 21 Feb 2012 23:12:37 +0300
Subject: Fwd: [tentangqatar] Re: kenapa harus British atau American curriculum

Oki

unread,
Feb 26, 2012, 1:22:03 AM2/26/12
to tentangqatar

Jadi kesimpulannya, pada mau bikin sekolah Indonesia gak.... .?


On Feb 23, 11:28 am, "Arief Amiharyanto" <arief...@yahoo.com> wrote:
> Dari penjelasan Pak Anto sebenernya sudah bisa diambil kesimpulan bahwa sekolah bukan tergantung tingginya pelajaran matematik dan IPAnya tapi memang kurikulum yang dibuat untuk  orang Asia memang dibedain dari kurikulum Eropa dan USA.
> Kalo mau tau kenapa maka pembahasannya akan lebih panjang lagi.
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
>
>
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: ANTO <purwantosas...@gmail.com>
>
> Sender: tentan...@googlegroups.com
> Date: Tue, 21 Feb 2012 23:12:37
> To: <tentan...@googlegroups.com>
> Reply-To: tentan...@googlegroups.com
> 2012/2/21 <seto.bayu...@gmail.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages