Penyetaraan Ijazah

383 views
Skip to first unread message

Abu Abdirrahim

unread,
Jun 5, 2011, 1:18:53 PM6/5/11
to tentan...@googlegroups.com

Maaf saya ganti judulnya karena isinya udah nggak nyambung.

Tahun 2010 yg lewat, 6 orang siswa beberapa sekolah International di Qatar dinyatakan Lulus ujian masuk ITB.

Untuk itu mereka ber-6 harus membuat/meminta Surat Penyetaraan Ijazah dari DepDikNas di Jakarta. Tidak perlu mengambil ujian persamaan.

Detailnya dapat dilihat disini:

http://dikdas.kemdiknas.go.id/pi/

Salaaman,
Abu Haitsam

On 5 Jun 2011 19:22, "Dirman Artib" <dir...@gmail.com> wrote:

Bagi yang bisa langsung nyambung ya Syukur Alhamdulillah.
 
Tetapi bagi saya dan bbrp teman di KL punya pengalaman lain, sewaktu akan memindahkan anak ke SMP Negeri dari sekolah lamanya di salah satu International School di KL, walupun sudah ada rekomendasi dari Konjen/Embassy Indonesia, tetapi SMP Negeri di Bekasi tetap meminta bukti Ijazah SD ala Indonesia. Akhirnya kita mendaftarkan anak kita pada ujian persamaan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur untuk dapat ijazah SD. Alhamdulillah sekarang sudah belajar di SMP Negeri, walaupun sebelumnya ada ujian masuk. Dan anak teman saya itu (Pak Bambang, Mechanical Engineetr, sekarang kerja di MMC di Miri-M'sia) juga sudah belajar di salah satu SMP di Yogyakarta. Ada anak teman lain yang ikut ujian persamaan bersama-sama dengan orang dewasa lewat lembaga kursus (namanya lupa), untuk bisa nyambung ke SMA.
 
Begitulah pengalaman...
 
Salam,
 
Dirman


 


 
2011/6/5 Oki <o_mu...@yahoo.com.au>
>
> Bisa pak,
> banyak teman (terutama mereka yang dina...

--

==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : t...

Dirman Artib

unread,
Jun 5, 2011, 2:38:45 PM6/5/11
to tentan...@googlegroups.com
Terima kasih pak, atas info ini.
 
Persoalan saya dan teman-teman agak sedikit berbeda dgn kasus 6 orang siswa Indonesia-Qatar yg anda sampaikan, karena kami membawa anak-anak kami ke KL sewaktu SD kelas 5, kemudian mereka di sana sampai kelas 7, berarti sewaktu teman-teman mereka di tanah air mengikuti Ujian Nasional, mereka hanya melenggang naik ke kelas 7, jadi tidak ada ijazah untuk kenaikan kelas, bukan?.
Persoalan mulai timbul ketika keluarga saya berencana kembali ke tanah air, sementara saya bekerja di Doha. Teman saya yg sudah duluan pulang mendapatkan masalah ini, katanya SMP di Yogya hanya bisa menerima jika ada ijazah SD, lalu kami mencoba mencari informasi, rupanya SMP di Bekasi juga sama, yaitu meminta ijazah SD. Hanya Diknas DKI Jakarta yg bisa langsung menerima tanpa ijazah SD, tetapi cukup sertifikat kelas 7 dari International School yg di endorsed oleh KONJEN di KL, ini karena ada MOU antara KBRI dan Diknas DKI, maklum anak pegawai KBRI pun mungkin dulunya juga dapat masalah. Akhirnya ujian persamaan adalah solusi bagi kami, dan itu tidak mudah, karena schedule ujian persamaan tidak bisa sewaktu-waktu.
 
Itu lah pengalaman nyata dan............ini true story
Tetapi bisa jadi pengalaman akan berbeda dengan orang lain, seperti kata bapak "so what" terdahulu (sorry lupa namanya)
 
Salam,
 
Dirman
 

 
2011/6/5 Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>

==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Daftar: tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti: tentangqatar...@googlegroups.com


Abu Abdirrahim

unread,
Jun 5, 2011, 4:22:53 PM6/5/11
to tentan...@googlegroups.com

Beberapa teman yg memulangkan anak2 kelas 8 atau 11 (2 SMP/SMA) juga nggak ada masalah.

Itulah Indonesia. .. :-)

Salaaman,
Abu Haitsam

On 5 Jun 2011 22:07, "Dirman Artib" <dir...@gmail.com> wrote:

Terima kasih pak, atas info ini.
 
Persoalan saya dan teman-teman agak sedikit berbeda dgn kasus 6 orang siswa Indonesia-Qatar yg anda sampaikan, karena kami membawa anak-anak kami ke KL sewaktu SD kelas 5, kemudian mereka di sana sampai kelas 7, berarti sewaktu teman-teman mereka di tanah air mengikuti Ujian Nasional, mereka hanya melenggang naik ke kelas 7, jadi tidak ada ijazah untuk kenaikan kelas, bukan?.
Persoalan mulai timbul ketika keluarga saya berencana kembali ke tanah air, sementara saya bekerja di Doha. Teman saya yg sudah duluan pulang mendapatkan masalah ini, katanya SMP di Yogya hanya bisa menerima jika ada ijazah SD, lalu kami mencoba mencari informasi, rupanya SMP di Bekasi juga sama, yaitu meminta ijazah SD. Hanya Diknas DKI Jakarta yg bisa langsung menerima tanpa ijazah SD, tetapi cukup sertifikat kelas 7 dari International School yg di endorsed oleh KONJEN di KL, ini karena ada MOU antara KBRI dan Diknas DKI, maklum anak pegawai KBRI pun mungkin dulunya juga dapat masalah. Akhirnya ujian persamaan adalah solusi bagi kami, dan itu tidak mudah, karena schedule ujian persamaan tidak bisa sewaktu-waktu.
 
Itu lah pengalaman nyata dan............ini true story
Tetapi bisa jadi pengalaman akan berbeda dengan orang lain, seperti kata bapak "so what" terdahulu (sorry lupa namanya)
 
Salam,
 
Dirman
 

 


2011/6/5 Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>

>
> Maaf saya ganti judulnya karena isinya udah nggak nyambung.
>

> Tahun 2010 yg lewat, 6 orang sis...


>>
>> On 5 Jun 2011 19:22, "Dirman Artib" <dir...@gmail.com> wrote:
>>

>> Bagi yang bisa langsung ...

> ==============================================
> Website : http://www.tentangqatar.com

Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Daftar: tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti: tentangqatar...@googlegroups.com

Lapis Lazuli

unread,
Jun 6, 2011, 2:37:21 PM6/6/11
to tentan...@googlegroups.com


ini mendukung asumsi saya bertahun2 sebelumnya,  pada intinya anak2 yg lulusan luar negeri bisa sekolah di indonesia,  jadi gak perlu kekhawatiran2 yg selama ini ada.  bedanya memang rada repot dikit aja  ngurus syarat2nya ....



2011/6/5 Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com

Ario Franata

unread,
Jun 7, 2011, 11:44:25 PM6/7/11
to tentan...@googlegroups.com
Apakah bisa surat penyetaraan ijazah atau ujian persamaan ini di adakan di Doha, lewat KBRI (pemerintah) tentunya. Seperti halnya pengurusan akte kelahiran, paspor, pemilu, ataupun ujian UT, dsb. Seandainya itu bisa, akan sangat bermanfaat bagi kita semua yg punya anak2 sekolah di Qatar. Keresahan masalah ijazah bisa terselesaikan.
 
Wassalam,
Ario F


From: Lapis Lazuli <elf...@gmail.com>
To: tentan...@googlegroups.com
Sent: Mon, June 6, 2011 9:37:21 PM
Subject: Re: [tentangqatar] Penyetaraan Ijazah

dewi....@gmail.com

unread,
Jun 8, 2011, 12:41:11 AM6/8/11
to tentan...@googlegroups.com

Ga bisa Pak. Harus upload dokumen dulu di website kemdiknas setelah itu harus verifikasi dokumen2 aslinya di diknas jakarta (sebelah ratu plaza).

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: Ario Franata <ariof...@yahoo.com>
Date: Tue, 7 Jun 2011 20:44:25 -0700 (PDT)

Dirman Artib

unread,
Jun 8, 2011, 1:24:13 PM6/8/11
to tentan...@googlegroups.com
Tenang aja Pak gak perlu resah, seperti Pak Lapis tuh nggak perlu khawatir,kan? 
 
Share pnglaman lagi nih ya :
Suatu hari saat masih  bekerja di M'sia, saya mendampingi HR Dept. dalam sebuah career exhibition di sebuah universitas negeri di luar KL. Sebagai perusahaan multinational, HR berpromosi bahwa mereka mempekerjakan berbagai bangsa, dan memberikan kesempatan berkarir tanpa memandang ras dan bangsa, lalu saya dari Indonesa dijadikan contoh/model. Lalu dibuka kesempatan kepada mahasiswa semester akhir (yg akan selesai) untuk mendaftar. Tersebutlah beberapa mahasiswa asal Indonesia juga mau ikut mendaftar, mulanya ditolak oleh HR karena M'sia tidak boleh mempekerjakan fresh graduate, hanya para profesional yg well experience yang bisa mendapatkan visa kerja dari pemerintah. Mereka dianjurkan untuk melamar pekerjaan di Jakarta dulu, ntar kalau sudah punya pengalaman 5 tahun boleh bekerja di M'sia. Lalu bbrp dari mereka bilang begini :
"Susah pak cari kerja di Indonesia, saingannya berat ada UI, ITB, UGM dan universitas2 luar Jawa pun hebat-hebat, kita yg lulusan sini kalau cuma S1 ya gak dianggap, mau lanjut S2 ke London juga berat di ongkos, kasihan bokap, pak !".
 
Nah lho.....kok bisa begini ya ?
 
Salam,
 
Dirman
 

 
2011/6/8 Ario Franata <ariof...@yahoo.com>

Zaldi

unread,
Jun 8, 2011, 2:53:25 PM6/8/11
to tentan...@googlegroups.com
info aja, sepupu cewe saya baru aja lulus dari Universatas antar bangsa di KL-2011 (atau UTM?), ambil jurusan mechatronic, fresh...
skrg dah bekerja di salah satu perusahaan electonic di KL, langsung dapet visa kerja.  yg sebelumnya magang di company itu.
ia juga bisa ambil loan dr pemerintah buat menyelesaikan studynya dr semester 3, yg dikembalikan jika dia bekerja.
masa kuliahnya 4,5 thn.
jd intinya Bismillah & Lillahita'la aja... semua Alloh yg punya rencana...:)

tp kakaknya yg dari University MultiMedia- nggak dapet kerja di KL, terpaksa nyangkul, pulkam ke Medan lagi...:(
dapet nya cuma di perusahaan Koran, sbg design grafis. dah  capek kemana2 ngelamar blom ada yg nyangkut...
mungkin kalah ama tamatan UI, ITB & UGM kali yeee.... :(
 


2011/6/8 Dirman Artib <dir...@gmail.com>



--
Regards
Zaldi - Doha

chamsana bachtarudin

unread,
Jun 8, 2011, 3:13:17 PM6/8/11
to tentan...@googlegroups.com
Sekedar menambahkan informasi...

Ijasah Penyetaraan harus dibuat di Diknas Jakarta (sebelah Ratu Plaza).
Berkas yg harus dibawa diantaranya:
1. Sertifikat tanda Lulus dari sekolah di Qatar
2. Hasil ujian IGCSE, AS Level atau A Level (misal dari Cambridge)
3. Surat keterangan dari sekolah di Qatar yang menyatakan kelas yg telah diikuti, misalnya dari kelas 4 sampai kelas 12
4. Surat keterangan dari KBRI Doha
5. Semua Raport selama bersekolah di Qatar
6. Semuanya (no 1 - 5) difoto kopi, kecuali no 3 dan 4 harus asli
7. Datang ke Diknas Jakarta (sebelah Ratu Plaza) gedung D lantai 15 (kalo tidak salah)
8. Di Diknas bisa menemui pak Marwan atau lainnya
9. Mengisi formulir isian
10. Menyerahkan semua berkas seperti pada item no 6
11. Membayar biaya sebesar Rp. 500.000,- kalau belum berubah angkanya
12. Meminta Surat Keterangan yang menyatakan bahwa Ijasah Penyetaraan sedang dalam proses
13. Menunggu proses, pemeriksaan berkas dalam rapat pejabat Diknas, selama 3 bulan
14. Jangan lupa meminta no HP petugas yg kita serahkan berkasnya, dan sesering mungkin menghubungi baik melalui sms atau telepon
15. Setelah 3 bulan, insya Allah Ijasah Penyetaraan sudah bisa diambil
16. Jangan lupa minta dibuatkan copy beberapa buah (sesuai permintaan) kemudian dilegalisir, untuk diserahkan ke Universitas saat melakukan pendaftaran

Demikian sekedar informasi.
Semoga bermanfaat...

Salam,
Chamsana




From: "dewi....@gmail.com" <dewi....@gmail.com>
To: tentan...@googlegroups.com
Sent: Wed, June 8, 2011 7:41:11 AM

yunianto

unread,
Jun 8, 2011, 11:15:29 PM6/8/11
to tentan...@googlegroups.com, tentan...@googlegroups.com
Terima kasih informasinya jika kemudian hari saya memerlukan tinggal buka filenya.
Tapi klo tinggal di Bekasi, apa tempat pengurusan sama ya ?

Salam
yunianto

Sent from my iPhone4

Abu Abdirrahim

unread,
Jun 8, 2011, 11:17:10 PM6/8/11
to tentan...@googlegroups.com

Sekedar saran saja atas info Kang Camsana di bawah:

8. Pak Marwan TIDAK mengurus penyetaraan Ijazah sejak Agustus 2010 yg lewat.

11. Biaya 500 ribu adalah kesepakatan dengan Pa Marwan waktu itu. Sebenarnya biaya pengurusan penyetaraan tidak sebesar itu kalau diurus langsung. Kalau ada saudara atau family yg bisa datang langsung ke DikNas lebih afdhol daripada orang lain.

Salaaman,
Abu Haitsam



Ga bisa Pak. Harus upload dokumen dulu di website kemdiknas setelah itu harus verifikasi dokumen2 ...


--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com

Kirim emai...

Andi Anwar

unread,
Jun 9, 2011, 2:20:32 AM6/9/11
to tentan...@googlegroups.com
Assalamualaikum Wr.Wb. Pak Zaldi, boleh dong sharing infor mengenai universitar antar bangsa di KL?kebetulan putri kami taon depan siap2 tuk kuliah.
 
Syukron


From: Zaldi <zald...@gmail.com>
To: tentan...@googlegroups.com
Sent: Wed, June 8, 2011 9:53:25 PM

Lapis Lazuli

unread,
Jun 9, 2011, 2:22:10 AM6/9/11
to tentan...@googlegroups.com

diskriminasi memang masih ada di benak para pemakai tenaga kerja.
mereka melihat ijazah dari mana, bukan melihat seperti apa potensi orang yg cari kerja.

mentalitas kayak gitu asli warisan penjajah yg masih kental pada orang indonesia.

bangsa yg fisiknya saja merdeka, tapi sebagian warganya memiliki jiwa-jiwa mati ...



2011/6/8 Dirman Artib <dir...@gmail.com>

Dirman Artib

unread,
Jun 9, 2011, 8:30:13 AM6/9/11
to tentan...@googlegroups.com
Ya itu kuncinya.....harus magang dulu buat Fresh Graduate untuk bisa kerja di LN.
Ah apalah namanaya kek, praktek, magang atau kerja sama aja jika digaji cukup buat hidup sbg Fresh Graduate.
Jelas Bismillah itu sudah jadi template, tak akan ada bantahan thd itu, yg kita obrolin sekarang adalah hal di luar template.
 


 
2011/6/8 Zaldi <zald...@gmail.com>

Dirman Artib

unread,
Jun 9, 2011, 8:40:41 AM6/9/11
to tentan...@googlegroups.com
Pak Andi Anwar,
Mungkin maksudnya Pak Zaldi adalah Universitas Islam Antar Bangsa (UIA), atau dalam bahasa Inggris disebut International Islamic University (IIU) yang lokasi kampusnyadi desa Setapak Kuala Lumpur. Kebetulan teman kos SMA saya adalah salah seorang Professor di Fakultas Teknik-nya. Itu Universitas milik OKI (Organisasi Konferensi Islam), makanya banyak mahasiswa asal TimTeng yang belajar di situ, termasuk Sudan, Somalian dan negara Afrika lain yg masyarakatnya memeluk Islam. Kata teman saya tsb, biaya kuliah di Universitas Tarumanegara Jakarta lebih mahal dari pada di IIU. Ini website nya di bawah . 
 
 


 
2011/6/9 Andi Anwar <a3_...@yahoo.com>

Zaldi

unread,
Jun 9, 2011, 11:40:16 AM6/9/11
to tentan...@googlegroups.com
Bener Pak baru tamat di IIU, anak Pak Hartanto orang QP juga disana
skrg, msh kuliah. Oh ya sepupu saya itu alhamdulillah kerja skrg di
Advance Technology Shd. Kalo magang setiap anak kuliah disana ya
wajib magang, kagak ada bayaran, namanya juga ngumpulin bahan buat
skripsi ... Nah kalo kerja itu yg Bismillah.

On 6/9/11, Dirman Artib <dir...@gmail.com> wrote:
> Pak Andi Anwar,
> Mungkin maksudnya Pak Zaldi adalah Universitas Islam Antar Bangsa (UIA),
> atau dalam bahasa Inggris disebut International Islamic University (IIU)
> yang lokasi kampusnyadi desa Setapak Kuala Lumpur. Kebetulan teman kos SMA
> saya adalah salah seorang Professor di Fakultas Teknik-nya. Itu Universitas
> milik OKI (Organisasi Konferensi Islam), makanya banyak mahasiswa asal
> TimTeng yang belajar di situ, termasuk Sudan, Somalian dan negara Afrika
> lain yg masyarakatnya memeluk Islam. Kata teman saya tsb, biaya kuliah di
> Universitas Tarumanegara Jakarta lebih mahal dari pada di IIU. Ini website
> nya di bawah .
>
> http://www.iium.edu.my/
>
>
>
>
> 2011/6/9 Andi Anwar <a3_...@yahoo.com>
>
>> Assalamualaikum Wr.Wb. Pak Zaldi, boleh dong sharing infor mengenai
>> universitar antar bangsa di KL?kebetulan putri kami taon depan siap2 tuk
>> kuliah.
>>
>> Syukron
>>

>> ------------------------------
>> *From:* Zaldi <zald...@gmail.com>
>> *To:* tentan...@googlegroups.com
>> *Sent:* Wed, June 8, 2011 9:53:25 PM
>>
>> *Subject:* Re: [tentangqatar] Penyetaraan Ijazah

>>>> ------------------------------
>>>> *From:* Lapis Lazuli <elf...@gmail.com>
>>>> *To:* tentan...@googlegroups.com
>>>> *Sent:* Mon, June 6, 2011 9:37:21 PM
>>>> *Subject:* Re: [tentangqatar] Penyetaraan Ijazah

Dirman Artib

unread,
Jun 9, 2011, 11:13:47 PM6/9/11
to tentan...@googlegroups.com
Mulailah semua apa yg baik itu dgn Bismillah Pak, tidak hanya kerja.

2011/6/9 Zaldi <zald...@gmail.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages