Marhaban ya Ramadhan

0 views
Skip to first unread message

Al Fath

unread,
Aug 20, 2009, 10:22:21 PM8/20/09
to Insel Undip, ISTN Angkt '18, ISTN Angkt '19
Keutamaan Bulan Ramadhan

Bismillahirrahmahmanirrahim,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)

Alhamdulillah, tak terasa Ramadhan tahun kemarin berlalu sudah. Satu tahun telah berlalu. Dan kini, kita berada di penghujung bulan Sya’ban, akhir bulan yang mulia, di mana Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam melakukan persiapan-persiapan dan mulai memperbanyak puasa dan amalan-amalan lainnya demi menyambut datangnya bulan yang suci, bulan yang penuh barakah, bulan yang ditunggu-tunggu kaum muslimin, bulan di mana Allah menurunkan Al-Qur’an Al Karim, bulan yang terdapat di dalamnya kemuliaan beribadah semalam melebihi pahala seribu bulan, bulan ditutupnya pintu neraka dan dibukanya pintu surga, bulan dengan terbelengunya syaitan laknatullah, bulan di mana Allah mendengar setiap doa yang terpanjat kepada-Nya, bulan di mana Allah melipat gandakan setiap amalan pahala hamba-Nya, bulan di mana Ampunan Allah selalu tercurah bagi setiap makhluk-Nya yang meminta ampunan dengan sebenar-benarnya taubatan nasuha.

Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam biasanya memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.”(H.R. Ahmad dan An Nasa’i).

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan Dia membangga-banggakanmu kepada malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang-orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (H.R. Ath Thabrani, dan periwayatnya tsiqah)


“Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma (minyak) kasturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wajalla setiap hari menghiasai surganya lalu berfirman (kepada surga): “hampir tiba saatnya para hambaku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu.” Pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada umatku ampunan pada akhir malam.” Beliau ditanya: “Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar? Jawab beliau: “Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya. (HR. Ahmad)

Di bulan yang penuh barakah ini, Allah mewajibkan setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mencapai usia baligh dan berakal sehat untuk berpuasa, yaitu menahan diri dari makan, minum, jima’ (bagi yang sudah menikah) dan seluruh hal-hal yang dapat membatalkannya dengan niat beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala dari sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Shaum Ramadhan diawali dengan niat berpuasa yang baginya cukup meniatkan di dalam hatinya. Tidak ada dalilnya melafazdkan niat, baik ketika puasa maupun shalat. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar maka tidak sah puasanya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, An Nasa’I dan At Tirmidzi).

“Barangsiapa yang bersahur sebelum fajar maka ia telah berniat dan barangsiapa yang menahan diri dari makan, minum dan pembatal puasa di tengah hari dengan (tulus) ikhlas (mengharap pahala) kepada Allah, maka ia telah berniat walaupun ia tidak bersahur.” [Lihat Fiqhus Sunnah].

Bulan diturunkannya permulaan Al-Qur’an sebagai petunjuk
Sesungguhnya Allah telah menentukan bulan Ramadhan dengan beberapa keistimewaan yang baik dan keutamaan yang terang, maka Dia menjadikannya sebagai bulan iman dan taqwa, bulan pemisah dan petunjuk. Dia melipat gandakan amal kebaikan, mengangkat derajat orang-orang yang puasa di dunia dan akhirat. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”. (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Maka sangat beruntung bagi orang yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala dan menjauhkan diri dengannya dari neraka. Maka di siang harinya ia termasuk orang yang berdzikir dan di malam harinya termasuk orang yang beribadah lagi bersyukur, serta terhadap lapar dan hausnya termasuk orang yang mengharapkan puasa lagi sabar.

Ramadhan adalah bulan ibadah dan taubat
Tidak disangsikan lagi bahwa beribadah kepada Allah adalah tujuan akhir seorang muslim dalam kehidupan, mencakup semua ucapan dan perbuatan, lahir dan batin yang diridhai. Maka beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala adalah tujuan yang terus berlanjut seperti berlanjutnya kehidupan pada seorang manusia muslim. Akan tetapi tujuan ini lebih ditekankan di bulan yang keutamaannya sangat agung, yang mempunyai faedahnya yang sangat banyak, dan manaqibnya sangat besar. Allah telah menurunkan padanya Al-Qur`an, melipat gandakan kebaikan, dan menguraikan limpahan ampunan padanya, Sebagaimana firman Allah tersebut di atas, “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Shuhuf (lembaran) nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam diturunkan di permulaan malam dari bulan Ramadhan, diturunkan Taurat tanggal enam bulan Ramadhan, Injil diturunkan tanggal tiga belas Ramadhan, dan Al-Qur`an diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadhan.”

Bulan Ramadhan adalah hiburan bagi setiap orang yang berdosa, peringatan bagi orang yang lupa, pendidikan bagi orang yang jahil, pemberi semangat bagi setiap orang yang beramal. Wahai orang yang melewati batas atas dirinya dan mengikuti hawa nafsunya serta menjauhi kebenaran, telah datang kepadamu yang mulia dengan bulan yang mulia, perbaharuilah padanya imanmu, engkau bertaubat padanya dan kembali. Ingatlah, sesungguhnya engkau menemui bulan yang mulia ini merupakan kenikmatan yang agung dan karunia yang mulia.

Ramadhan adalah bulan ampunan dari Allah Subhanahu Wata’ala
“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah) niscaya diampuni darinya dosanya yang terdahulu.” (Muttafaq ’alaihi)

Maka, jadikanlah bulan Ramadhan kali ini sebagai bulan yang penuh dengan berbagai ibadah, bulan yang memberikan keberuntungan, kebaikan dan tambahan pahala-pahala sebagai bekal kita menghadap ke Hadirat-Nya kelak. Sebagaimana janji Allah di dalam Al-Quran Al Karim, “Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nuur [24]: 31)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Antara shalat lima waktu, antara Jum’at yang satu dengan Jum’at yang lain dan antara Ramadhan yang satu ke Ramadhan yang lain, terdapat kafarat (penghapus dosa) diantaranya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Apabila Allah mengajak kepada taubat karena mengharapkan keberuntungan di segala waktu, maka sesungguhnya waktu terbaik untuk bertaubat dan paling bersih adalah bulan Ramadhan karena keutamaan dan keistimewaan yang Allah berikan kepadanya yang menunjukkan keberkahan dan keagungannya.

Syaitan-syaitan dibelenggu
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila masuk bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu.”

Allah menjanjikan pahala yang banyak dalam berpuasa, karena sesungguhnya amalan berpuasa hanya Allah yang akan mengganjarnya. Hanya Allah yang tahu bagaimana seseorang berpuasa, dengan segenap kekuatan melawan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Baik muslim itu bersungguh-sungguh berpuasa maupun hanya sekedar ikut-ikutan saja. Sebagaimana janji Allah, “kecuali (amalan) puasa, karena sesungguhnya puasa itu untukku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Bulan terbebasnya dari api neraka
”Berseru seorang penyeru, wahai orang yang menghendaki kebaikan lakukan dan laksanakanlah! Wahai orang yang menghendaki keburukan, kurangilah! Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka dan hal ini terjadi setiap malam sampai berakhirnya Ramadhan.” (HR. Thirmidzi, dihasankan oleh al-Albani)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila (bulan) Ramadhan telah masuk, pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu jahannam ditutup serta syaithan-syaithan dibelenggu.”

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di Jalan Allah, melainkan Allah jauhkan pada hari itu wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh kharif (jarak perjalanan).” (HR Muslim)

Bulan dibukakannya pintu-pintu surga
”Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut dengan Ar-Royyan. Orang-orang yang berpuasa masuk darinya pada hari kiamat, dan tidak ada seorangpun selain mereka yang dapat memasukinya. Apabila mereka (orang-orang yang berpuasa, pent.) telah memasukinya pintu tersebut ditutup, dan tidak ada lagi seorangpun yang dapat memasukinya.” (Muttafaq ’alaihi).

Dalam riwayat lain disebutkan, “Apabila Ramadhan telah datang, pintu-pintu surga dibuka”.

Dari Abu Umamah beliau berkata, ‘Aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan aku berkata: Tunjukkan padaku amalan yang dapat memasukkanku ke surga.’ Nabi menjawab, “berpuasalah karena tidak ada yang sepadan dengannya.” Kemudian aku mendatangi beliau yang kedua kalinya, beliau tetap bersabda, “Berpuasalah!” (HR Ahmad)

Bulan dilipatgandakannya setiap amalan kebaikan
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda di dalam hadist beliau, “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, kebaikan diganjar sepuluh kali lipat yang sepadan dengannya hingga sampai seratus kali lipat, bahkan hingga sampai kepada apa yang Allah kehendaki. Allah ‘Azza Wajalla berfirman, ‘kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untukku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwat dan makannya hanya karena Aku. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan tatkala ia berbuka dan kegembiraan tatkala ia bertemu dengan Rabb-nya. Sungguh bau mulut seorang yang berpuasa itu adalah lebih harum di sisi Allah dibandingkan harumnya (minyak) kesturi.” (muttafaq ’alaihi).

Allah mengganjar dengan pahala bagi siapa saja yang mau berpuasa, baik puasa di bulan-bulan selain Ramadhan. Terlebih pada bulan Ramadhan, Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda hingga menjauhkan kita dari siksa-Nya. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di Jalan Allah, melainkan Allah jauhkan pada hari itu wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh kharif (jarak perjalanan).” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak sepantasnya dan tidak selayaknya bulan Ramadhan kita lalui dengan percuma, dengan sia-sia belaka, tanpa amalan-amalan yang akan mendekatkan kita dari Ridha-Nya, dan hanya kemubadziran yang akan kita dapatkan. Allah berfirman, “Sesungguhnya hal-hal yang mubadzir (pemboros-pemboros) itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah kufur (sangat ingkar) kepada Tuhannya” (QS. Al Israa’ [17]: 27)

Terdapat malam yang keutamaannya melebihi seribu bulan
Sesungguhnya setiap malam dan siang di bulan Ramadhan, Allah Subhanahu Wata’ala memerdekakan ahli neraka dari neraka dan bagi setiap muslim memiliki doa yang akan dikabulkan oleh-Nya. Dalam bulan yang agung tersebut, terdapat Lailatul Qadar, yaitu di mana satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Sesungguhnya telah Kami turunkan (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr [97]: 1-5)

Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala niscaya diampuni dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa shalat di bulan Ramadhan niscaya diampuni dosanya yang terdahulu.”

Dalam riwayat yang lain dijelaskan, bahwa Nabi Shalallhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barangsiapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan barangsiapa melakukan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaihi)

Mari kita bersama-sama memperbanyak ibadah dengan amalan-amalan yang bermanfaat, agar setiap sesuatu yang kita kerjakan bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Karena kita tidak tahu batasan umur kita di dunia, mumpung kita masih diberikan waktu dan kesempatan oleh Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bukan sebaliknya, melewatkannya hanya dengan bermalas-malasan hanya karena beralasan lapar disebabkan puasanya. Dengan memperbanyak membaca dan mengkaji Al-Qur’an, menuntut ilmu demi kebaikan hidup di dunia dan akhirat kelak. Karena puasa dan Al-Qur’an dapat memberikan pertolongan kepada kita di hari dimana tiada lagi penolong bagi kita.

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Puasa dan Al-Qur`an memberikan syafa’at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, sesungguhnya aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka berilah dia syafa’at karenaku.” (HR. Ahmad )

Wallahu A’lamu Bisshawab
--
Regards,


Mohamad Fatchur Rohman
+62 856-400-40-340
+62 21-330-800-84
Mohon maaf lahir dan bathin bila Fatur dan keluarga punya salah,
baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages