Dokumentersebut menjelaskan formula penetapan harga patokan untuk mineral logam nikel dan turunannya seperti bijih nikel, feronikel, mixed hydroxide presipitate, mixed sulfide presipitate, dan lainnya. Dokumen tersebut menjelaskan komponen-komponen yang digunakan dalam formula seperti kadar nikel, harga acuan nikel, faktor koreksi, dan lainnya.Read less
Menipisnya persediaan di gudang London Metal Exchange (LME)) maupun di Shanghai-China akhir 2021 di tengah banyaknya permintaan dari produsen stainless steel sebagai salah satu faktor naiknya pergerakan harga jual bijih nikel, sehingga berdampak pada naiknya HPM Nikel domestik di Januari 2022.
Angka US$ 44,88 wmt ini bahkan tertinggi sepanjang 5 tahun terakhir tata niaga nikel di Tanah Air. Artinya, selama 5 tahun ke belakang, HPM Nikel domestik berada di bawah angka HPM Januari 2022. Pasalnya, ketika itu komoditas nikel belum begitu booming. Dominan digunakan untuk pengolahan bahan baku stainless steel.
Seiring gencarnya gerakan menekan penggunaan gas rumah kaca (GRK) sebagai salah satu penyebab terjadinya pemanasan global (global warming), penelitian secara intens dilakukan terhadap beberapa komoditas yang bisa digunakan untuk mendukung program renewable energy.
Singkatnya, nikel merupakan salah satu komoditas mineral logam yang juga diteliti sebagai bahan baku alternatif pengganti energi fosil. Nikel bisa dijadikan sebagai bahan baku komponen baterai untuk kendaraan listrik untuk menggantikan energi fosil yang banyak mengeluarkan emisi karbon C02 pada kendaraan roda empat dan roda dua.
Indonesia ikut kena imbas keberuntungan sebagai negara pemilik sumber daya dan cadangan nikel terbesar di dunia. Nikel Indonesia tidak hanya menjadi incaran produsen stainless steel, namun produsen baterai dan kendaraan listrik internasional.
Gelombang permintaan nikel yang semakin besar dari produsen stainless steel dan electric vehicle dari mancanegara terhadap nikel, selain semakin menispisnya stok nikel murni di gudang LME dan Shanghai lantaran terganggunya distribusi dampak dari perang Rusia dengan Ukraina. Rusia adalah salah satu negara terbesar pemasok nikel ke Eropa dan negara lainnya. Philipina, sebagai negara pemasok bijih nikel juga mengalami pelbagai kendala penyaluran pendistribusian ke China.
Selang beberapa saat, harga nikel mengalami kenaikan fantastis di 8 Maret 2022. Lonjakan harga nikel dalam waktu kurang 24 jam (dari 7 Maret 2022) disebut-sebut sempat menjerumuskan industri ke dalam kekacauan. Harga nikel di LME melesat cepat melebihi US$ 100.000 per ton. LME bahkan sempat menghentikan sementara perdagangan khusus nikel di bursa perdagangannya hampir sepekan akibat meroketnya harga nikel di luar dugaan tersebut.
Membuncahnya harga nikel di LME ikut mendongkrak HMA Nikel domestik. Bagi para penambang nikel, kenaikan HPM Nikel menjadi informasi menggembirakan. Namun, tidak bagi pelaku industri pemurnian dan pengelohanan (smelter) bijih nikel di dalam negeri.
Memperkirakan HPM Nikel April bakal terus naik, Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), lekas-lekas mengajukan surat permohonan ke Dirjen Minerba, Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin. Surat yang ditandatangani Ketua FINI, Alexander Barus pada 23 Maret 2022, mengusulkan agar HPM Nikel Maret 2022 dapat digunakan untuk ketentuan pembelian bijih nikel HPM April 2022.
Kenaikan HPM Nikel April sempat membuyarkan konsentrasi pelaku industri hilir. Mereka sudah mengestimasi akan mengeluarkan banyak biaya untuk pembelian bijih nikel plus biaya operasional pemurnian dan pengolahan bijih nikel.
Ridwan Djamaluddin membuat surat pemberitahuan ini ditujukan untuk direksi/pengurus para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) komoditas nikel dan direksi/pengurus para pemegang Izin Usaha Industri (IUI)/fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian komoditas nikel.
Ia menginformasikan pelaksanaan HPM terkait telah dikeluarkannya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 07 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2020.
Ridwan Djamaluddin juga menyampaikan tentang telah diterbitkannya Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 67.K/HK.02/MEM.B/2022 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk April 2022.
Pertama, perhitungan formula HPM Logam Nikel untuk April 2022 harus menggunakan Harga Mineral Acuan (HMA) yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 67.K/HK.02/MEM.B/2022 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk April 2022.
Kedua, pemegang IUP komoditas nikel dan pemegang IUI/fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian komoditas nikel dalam melakukan penjualan dan/atau pembelian bijih (ore) nikel wajib mengacu pada HPM Logam Nikel.
Pelaku hulu, kata Meidy Meidy Katrin Lengkey, memahami kondisi yang tengah dihadapi perusahaan smelter karena bertambahnya biaya produksi, seiring naiknya harga-harga bahan baku untuk menggerakkan roda produksi smelter. Maka, ada wacana dari smelter agar tidak mengikuti HPM minerba di April, namun mengikuti HPM Maret 2022.
Ia menungkapkan, pemberlakuan Permen No.11 Tahun 2020 tentang HPM memang sempat dikeluhkan anggota APNI. Namun, mau tidak mau, pelaku hulu harus mentaati peraturan yang sudah dibuat pemerintah. Sebaliknya, jika tidak mengikuti peraturan, maka akan ada sanksi.
Hanya berulang kali APNI menyampaikan aduan kepada Ditjen Minerba terkait pelaksanaan kontrak-kontrak penjualan bijih nikel. Klausul Permen No.11 Tahun 2020 menyebutkan transaksi jual-beli nikel itu menggunakan sistem Free on Board (FoB). Kenyataannya, pihak smelter menerapkan skema Cost, Insurance, and Freight (CIF), sehingga para penambang harus mengeluarkan kocek tambahan tongkang di pelabuhan bongkar.
HPM Nikel Mei lebih rendah dibandingkan HPM Nikel April 2022, yaitu sebesar US$ 80,02 per wmt. Penurunan HPM ini, lantaran LME telah memberlakukan perhitungan normal transaksi jual beli nikel di bursa perdagangannya, setelah terjadi big short yang menembus lebih dari US$ 100.000 per ton.
Besaran HPM Nikel Desember jauh lebih tinggi dibandingkan HPM Nikel September, Oktober, dan November 2022. Lantas, bagaimana tren HMA sebagai acuan dasar perhitungan HPM Nikel Januari 2023? Informasi dari sumber kredibel, trennya positif untuk pelaku penambang nikel. Lantaran komoditas nikel semakin banyak dikonsumsi smelter sebagai bahan baku stainless steel dan sel baterai listrik. Kita tunggu saja.
NIKEL.CO.ID, 16 MEI 2023-Analis Kebijakan Direktorat Penerimaan Mineral dan Batu Bara, Ditjen Minerba, Kementerian ESDM, Parlindungan Sitinjak menegaskan bahwa iuran produksi yang disetorkan ke kas negara dihitung ketika sudah dilakukan transaksi penjualan.
Analis Kebijakan Penerimaan Minerba, Ditjen Minerba, Parlindungan Sitinjak menyampaikan materi Penerimaan Negara Bukan Pajak 2% atau 10% dari Sektor Pertambangan Nikel di hari kedua Training of Trainers APNI di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (16/5/2023).
Ia menjelaskan, jenis PNBP minerba ada dua, yaitu iuran tetap, seperi landrent atau deadrent yang dibayarkan kepada negara sebagai imbalan atas kesempatan penyelidikan umum, studi kelayakan, konstruksi, eksplorasi dan eksploitasi pada suatu wilayah kuasa pertambangan/kontrak karya/perjanjian karya pengusahaan pertambangan minerba. Kedua, iuran atas Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan IUP Khusus (IUPK).
IUP untuk tambang kemudian dibagi lagi menjadi dua tahap, yaitu tahap eksplorasi dan tahap produksi. IUP saat tahap eksplorasi dikenakan tarif pajak sebesar Rp 30 ribu per hektare. Sementara IUP ketika sudah tahap produksi dikenakan pajak sebesar Rp 60 ribu per hektar.
Parlindungan mengutarakan, iuran tetap itu dibayarkan paling lambat sudah dibayar pemilik IUP tanggal 10 Januari setiap tahun. Jika pembayaran iuran tetap lewat dari tanggal 10 Januari, maka dikenakan sanksi denda sebesar 2 persen per bulan. Besaran denda itu bisa juga dihitung dari lamanya iuran tetap tersebut telat untuk dibayarkan.
Namun, Kepmen ESDM memberi batasan waktu terlambatnya denda itu tidak dibayarkan, terhitung melewati 10 Januari hingga maksimal 2 x 24 bulan. Jika melewati tenggat itu, maka sanksi dendanya lebih besar lagi.
Sementara itu, lanjutnya, sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2022, PNBP tidak hanya diberlakukan kepada pelaku pertambangan minerba di hulu, namun juga mengatur tentang iuran produksi perusahaan pengolahan bahan baku nikel.
Iuran Produksi dalam PP Nomor 26 Tahun 2022 menggunakan tiga variabel. Variabel pertama mengatur kententuan besaran pajak produk bijih nikel kadar tinggi sebesar 10% dari harga. Variabel kedua, pengenaan pajak produk bijih nikel kadar rendah sebesar 2%.
Parlindungan mencontohkan, ada seseorang menciptakan sebuah lagu, kemudian lagu tersebut dijual pihak lain dan dia mendapatkan manfaat ekonomi. Maka, si penjual lagu harus membayarkan royalti sekian persen untuk pencipta lagu.
Ia kembali mencontohkan, jika perusahaan menjual 1.000 ton nikel, maka dari hasil penjualan tersebut sebesar 10% harus dibayarkan kepada negara. Itu yang namanya royalti. Misalkan dari jumlah produksi 1.000 ton nikel dengan harga 1 ton US$ 50.00, perhitungannya adalah 1.000 dikali US$ 50.000, total dari hasil perhitungannya dikenai tarif royalti 10% untuk disetorkan ke kas negara.
Sementara pajak untuk produk bijih nikel kadar rendah 2%, imbuh Parlindungan, karena pemerintah ingin mendorong dan mengembangkan industri baterai kendaraan listrik. Nikel kadar rendah diolah menjadi MHP atau nikel sulfat sebagai bahan baku prekursor dan katoda baterai kendaraan listrik. (Syarif)
Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi memiliki perhitungan jika harga nikel terus turun. Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan, jika harga nikel US$ 16.000-US$ 17.000 per ton, maka 50% perusahaan nikel dunia arus modalnya (cashflow) akan negatif.
3a8082e126