groups.or.id - bw int'l

36 views
Skip to first unread message

Harry Sufehmi

unread,
Jul 1, 2006, 7:13:03 AM7/1/06
to tekno...@googlegroups.com
Barusan ngintip di milis internal groups.or.id, ngelihat kegiatan untuk menghidupkan kembali groups.or.id. Saat ini sedang fase testing, ada sebuah milis dengan ribuan subscriber yang di hosting disitu. Kelihatannya jalannya bagus juga, kendala tetap ada, tapi bisa tertangani karena baru untuk kalangan terbatas.

Tetapi, dari masalah2 yang ada, masalah utamanya adalah bandwidth internasional.
Ini gara2 kebanyakan membernya menggunakan mailbox gmail/yahoo/dll *grin* wah, mailbox ISP memang enggak dianggap banget ya sekarang ini.

Nah, sudah ada sih action plan untuk ini, yaitu membuat layanan webmail gratis, sehingga nanti bisa menjadi alternatif untuk komunitas internet Indonesia.
Tetapi, secepat2nya implementasi ini, jelas tetap akan memakan waktu. Mungkin dari tim groups.or.id bisa mengimplementasikan dengan cepat - tetapi yang emailnya sudah terlanjur ada di gmail/yahoo tentu akan butuh waktu untuk pindah.

Jadi ada himbauan dari admin groups.or.id (saya cuma membantu menyampaikan), kalau ada yang mau menyumbangkan bandwidth internasional, silahkan bisa langsung mengkabari mereka (via saya juga bisa).
Mudah2an dengan demikian maka groups.or.id bisa segera go publik.


Trims,
Salam


Dini P. Karyani

unread,
Jul 4, 2006, 4:23:11 AM7/4/06
to tekno...@googlegroups.com
Harry Sufehmi wrote:

> Jadi ada himbauan dari admin groups.or.id (saya cuma
> membantu menyampaikan), kalau ada yang mau
> menyumbangkan bandwidth internasional, silahkan bisa
> langsung mengkabari mereka (via saya juga bisa).
> Mudah2an dengan demikian maka groups.or.id bisa
> segera go publik.

Namun, nilai tambah apa yang akan diberikan groups.or.id,
yang belum/tidak sustain karena tidak sanggup membayar
bandwidth yang layak? Padahal yahoo dan google sanggup...

--
DPK

Harry Sufehmi

unread,
Jul 4, 2006, 4:45:05 AM7/4/06
to tekno...@googlegroups.com

groups.or.id adalah (antara lain) usaha untuk mulai memindahkan trafik internasional menjadi lokal.

nilai tambahnya jelas banyak:
1. kecepatan akses yang tinggi (karena bandwidth IIX yang besar dan murah)
2. penghematan devisa, karena mengurangi ketergantungan dengan bandwidth external (yang dibayar dalam dolar)
3. Memungkinkan Akses Internet yang MURAH.
Kalau ISP hanya perlu menyediakan bandwidth lokal, maka biaya akses internet bisa turun secara drastis.
Tapi sebelum ini bisa terjadi, harus ada yang memulai merintis usaha untuk memindahkan trafik keluar menjadi lokal. groups.or.id adalah salah satu inisitif tsb.

tetapi dalam masa transisi ini, memang tidak bisa langsung seketika *jebret* semua yang internasional mendadak berubah menjadi trafik lokal. masih tetap ada kebutuhan trafik internasionalnya, karena masih banyak mailbox yang di yahoo/gmail/dll.

karena itu dibutuhkan bw int'l, selama masih ada member milis groups.or.id yang masih menggunakan bw int'l


Salam,
Harry

adi

unread,
Jul 4, 2006, 9:46:22 AM7/4/06
to tekno...@googlegroups.com
On Tue, Jul 04, 2006 at 03:23:11PM +0700, Dini P. Karyani wrote:
> Namun, nilai tambah apa yang akan diberikan groups.or.id,
> yang belum/tidak sustain karena tidak sanggup membayar
> bandwidth yang layak? Padahal yahoo dan google sanggup...

groups.or.id sudah dari sononya tidak akan sustain tanpa bantuan
Pak Onno dkk, CBN, Indika/Visitel. dan tidak akan bisa sustain
kalau hanya beroperasi dalam lingkup yang ada sekarang. silakan
kalau punya ide/saran.

sekarang ini pengiriman ke yahoo/gmail bukan karena tidak cukup
bandwidth, tetapi karena yahoo/gmail tidak mau menerima pengiriman
dengan tingkat concurrency rates yang cukup untuk bisa menerima, bahkan
baru hanya satu milis, dari groups.or.id, kebetulan > 75% pelanggan
menggunakan yahoo.com/gmail.com

tapi, kalaupun toh bisa mengirim ke jutaan user yahoo/gmail sebelum
email selesai ditulis. itu bukan tujuan groups.or.id.

groups.or.id bukan untuk menyaingi yahoogroups/googlegroups. dan tidak
akan (bisa) menyaingi yahoogroups/googlegroups baik dari ketersediaan
SDM, dana, infrastruktur dll.

groups.or.id tidak bermaksud memberikan nilai tambah apa pun, kecuali
menyebarkan pemahaman bahwa pemberdayaan konten/trafik lokal itu
penting. supaya kita tidak jadi sekedar penadah konten/trafik.

kalau toh sekarang groups.or.id itu dengan mesin yang jauh lebih kecil
dari mesin-mesin yang dipakai oleh googlegroups.com atau yahoogroups.com,
mampu mengirim ribuan email ke mesin-mesin yang terjangkau dari IIX dalam
waktu bbrp detik saja (dengan catatan mesin tujuan dikelola dengan baik)
itu cuma bonus.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Dini P. Karyani

unread,
Jul 4, 2006, 10:12:43 PM7/4/06
to tekno...@googlegroups.com
adi wrote:

> groups.or.id sudah dari sononya tidak akan sustain tanpa bantuan
> Pak Onno dkk, CBN, Indika/Visitel.

Hm... artinya, "groups.or.id" mencoba mengatasi problem
yang sebetulnya tidak exist. Sudah saatnya, segala
"me too" dilikuidasi, agar energinya dapat digunakan
untuk hal-hal yang lebih penting...

--
DPK

adi

unread,
Jul 4, 2006, 11:07:55 PM7/4/06
to tekno...@googlegroups.com
On Wed, Jul 05, 2006 at 09:12:43AM +0700, Dini P. Karyani wrote:
> Hm... artinya, "groups.or.id" mencoba mengatasi problem
> yang sebetulnya tidak exist. Sudah saatnya, segala
> "me too" dilikuidasi, agar energinya dapat digunakan
> untuk hal-hal yang lebih penting...

'me too'? :-))

problemnya exist. konten kita belum berdaya. trafik lokal kita belum
berdaya. kalau perlu kacamata, saya pinjami.

sengsu.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Irwin Day

unread,
Jul 4, 2006, 11:54:02 PM7/4/06
to tekno...@googlegroups.com
Pada tanggal 06/07/05, adi <a...@postpi.com> menulis:

Konten lokal itu problem besar, internet gak bisa murah tanpa konten
lokal, biaya b/w IIX itu terbukti murah. Perhatikan sekarang banyak
ISP jualan harga 64kbps b/w luar + 512kbps/1Mbps b/w IIX.

Tapi seperti biasa, kebanyakan orang kalau udah masuk di comfort zone
susah/gak mau untuk keluar.

Aneh juga komentar "me too", groups.or.id ini dah cukup lama kok
idenya, udah pernah off karena kurang resources. Mustinya kita semua
mau mendukung hal hal seperti ini.
--
Salam,
Irwin Day

baskara

unread,
Jul 5, 2006, 12:11:20 AM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/5/06, Irwin Day <tay...@gmail.com> wrote:
>
> Aneh juga komentar "me too", groups.or.id ini dah cukup lama kok
> idenya, udah pernah off karena kurang resources. Mustinya kita semua
> mau mendukung hal hal seperti ini.

Kalau boleh tahu, revenue model dari groups.or.id ini seperti apa?

adi

unread,
Jul 5, 2006, 2:19:23 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
On Wed, Jul 05, 2006 at 01:11:20PM +0900, baskara wrote:
> Kalau boleh tahu, revenue model dari groups.or.id ini seperti apa?

belum tahu :-) btw, kalau mau kasih kritik, sumbang saran, pemikiran,
umpatan atau apa lah, lurking juga boleh, silakan ikutan ke milis
mitra @ groups.or.id, dengan cara kirim mail kosong ke:

mitra-s...@groups.or.id

saya sih cuman tukang. ya membantu selayaknya yang biasa dilakukan
oleh tukang.

btw, bagi yang berminat membahas soal bagaimana membangun email besar,
email kecil, email sehat, silakan juga bergabung dengan cara kirim mail
kosong ke:

mailfarm-...@groups.or.id

milisnya: mailfarm @ groups.or.id. khusus untuk yang ini, kehadiran subscriber
dengan alamat mail gmail.com/yahoo.com/hotmail.com, atau email-email sumber
malapetaka lainnya, sangatlah tidak diharapkan. bahkan bisa diunsub sewaktu-waktu
tanpa pemberitahuan.

sorry, spamming :-))

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Eko Prasetya

unread,
Jul 5, 2006, 2:51:28 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
Dilihat dari kacamata user, apa insentif dari user untuk pindah ke groups.or.id?

+ Teori-nya, local ISP lebih cepat, karena route-nya ngga perlu keluar. Jadi
untuk download mail ngga perlu nunggu lama-lama.

- Yahoo/gmail punya banyak feature. Dan perusahaan-perusahaan itu
sengaja desain software-nya agar user tidak mau/malas pindah (barrier of entry/
comfort zone).
- Punya e-mail di ISP biasanya ide yang buruk, karena setiap kali kita
pindah ISP (kalo ada yang lebih murah misalnya), kita musti pindah account,
dan ini ribet. Alternatif solusi, groups.or.id harus punya mail-server sendiri.
- Reliability. Berapa lama umur groups.or.id ini? Maksud-nya, seandainya ada
organisasi besar mau pake group ini, seberapa yakin user ngga perlu pindah-
pindah lagi? Gimana kalo resource-nya kurang lagi misalnya? Apa groups.or.id-nya
akan ditutup untuk sementara waktu?

Hal-hal lain:
- Bagaimana support terhadap yahoo/gmail user? groups.or.id ngga bisa
mengabaikan user-user ini, karena mereka adalah calon "customer". Treat
them well, sambil pelan-pelan di-convert ke local mail.

groups.or.id harus berusaha untuk mengurangi keterbatasan-keterbatasan ini
supaya user mau pindah.
Alasan nasionalisme dan sukarelawan biasanya kurang efektif.
Think business. You have to sell!


KOkon.

adi

unread,
Jul 5, 2006, 6:41:39 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
On Wed, Jul 05, 2006 at 11:51:28AM -0700, Eko Prasetya wrote:
> - Yahoo/gmail punya banyak feature. Dan perusahaan-perusahaan itu
> sengaja desain software-nya agar user tidak mau/malas pindah (barrier of entry/
> comfort zone).

sekali lagi. groups.or.id ada bukan untuk menyaningi googlegroups
atau yahoogroups (ntar ada yang nyeletuk 'no mithu no mithu plis' lagi
hi..hi..).

> groups.or.id harus berusaha untuk mengurangi keterbatasan-keterbatasan ini
> supaya user mau pindah.
> Alasan nasionalisme dan sukarelawan biasanya kurang efektif.
> Think business. You have to sell!

silakan bergabung ke milis mitra @ groups.or.id. talking is cheap? no
problemo. ntar dibilang omdo? apa susahnya/salahnya dengan omdo? :-)
dont wori bi hepi.

sebenarnya sudah banyak pemikiran/masukan seperti di atas. kemungkinan
(menurut saya pribadi lho), akan terbentur soal bentuk, siapa yang harus
bertanggungjawab dan bertanggung jawab pada siapa dst..dst..

ok .. thx.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Budi Rahardjo

unread,
Jul 5, 2006, 7:54:40 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/06, adi <a...@postpi.com> wrote:

> sekali lagi. groups.or.id ada bukan untuk menyaningi googlegroups
> atau yahoogroups (ntar ada yang nyeletuk 'no mithu no mithu plis' lagi
> hi..hi..).

pak adi, jadi misi dari groups.or.id itu apa?
(kemarin ngobrol dengan seorang kawan, dia juga bertanya2 soal itu.)
sekedar dolanan?

maaf kalau kawan-kawan bersikap skeptis dan cenderung sinis :(

-- budi

adi

unread,
Jul 5, 2006, 8:22:41 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, Jul 06, 2006 at 06:54:40AM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> pak adi, jadi misi dari groups.or.id itu apa?
> (kemarin ngobrol dengan seorang kawan, dia juga bertanya2 soal itu.)
> sekedar dolanan?

berikut ini pendapat saya. setidaknya, mengapa saya mau membantu
groups.or.id. misinya sekedar 'mengajak' banyak pihak untuk
memberdayakan konten lokal. misalnya, sudah lah .. jangan di situ
(yahoogroups), tapi di sini saja (groups.or.id). bukan sekedar
membuat sesuatu, bahkan bukan sekedar menghemat bandwidth, tapi
lebih penting bagaimana mengoptimalkan sirkulasi trafik lokal.

kenapa trafik lokal penting. ya biar tidak melulu bergantung pada konten dari
luar. kalau boleh ngomong yang agak-agak absurd sedikit, dengan semakin banyak
pihak yang terlibat ke dalam pemberdayaan konten lokal, kalau perlu,
orang harus 'bayar' untuk masuk ke internet indonesia.

pertama, fakta berbicara bahwa 90% persen trafik adalah 'junk' (game, gambar
milis junk, dll). kalau itu kita tarik ke sini. mudah-mudahan situs seperti
indo.com (misalnya) bisa membangun situsnya dengan biaya yang lebih murah ...
setidaknya lebih mudah.

soal skeptis. ndak heran. bangsa ini sebentar lagi kalau ndak jadi bangsa
maling ya bangsa makelar (menjual penjual) ...

minimal gini: lihat tuh. dengan mesin ecek-ecek, milis teknologia bisa
dikirim dengan _jauh_ lebih cepat dibanding googlegroups :-))

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Budi Rahardjo

unread,
Jul 5, 2006, 9:27:57 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/06, adi <a...@postpi.com> wrote:

> berikut ini pendapat saya. setidaknya, mengapa saya mau membantu
> groups.or.id. misinya sekedar 'mengajak' banyak pihak untuk
> memberdayakan konten lokal.

ok.
beberapa waktu yang lalu ada diskusi internal kami, dimana kami
berniat memindahkan hibah mesin ke tempat lain yang lebih
membutuhkan. (yaitu mesin yang dulu kami gunakan untuk
mengelola domain ingin kami hibahkan.)

groups.or.id kesebut (tentu saja yang berkaitan
dengan debian seperti komo kesebut juga he he he. maklum
debian oriented).
sampai sekarang belum ada keputusan kemana ...
masih diskusi.

tapi kelihatannya groups.or.id ini lebih butuh bandwidth ya?

-- budi

adi

unread,
Jul 5, 2006, 10:09:21 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, Jul 06, 2006 at 08:27:57AM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> beberapa waktu yang lalu ada diskusi internal kami, dimana kami
> berniat memindahkan hibah mesin ke tempat lain yang lebih
> membutuhkan. (yaitu mesin yang dulu kami gunakan untuk
> mengelola domain ingin kami hibahkan.)
>
> groups.or.id kesebut (tentu saja yang berkaitan
> dengan debian seperti komo kesebut juga he he he. maklum
> debian oriented).
> sampai sekarang belum ada keputusan kemana ...
> masih diskusi.
>
> tapi kelihatannya groups.or.id ini lebih butuh bandwidth ya?

kita juga butuh mesin, terutama hardisk, untuk membuat free
email (pop3, simple webmail) juga Pak :-) targetnya 1 juta
user di satu mesin (hi..hi..).

kalau pop3 ini laku, mestinya bandwidth tidak butuh lagi.

sekarang ini, bandwidth international (ironisnya) dipakai
untuk mengirim email ke yahoo/gmail/hotmail. berhubung jatah
bw international untuk groups.or.id sedikit/kurang. dan berhubung
tidak ada alasan bagi kami sebenarnya untuk minta tambah bandwidth
(ngelunjak nih yee .. :-) international (ndak logis lah yaw .. :-)
opsinya sebenarnya mengusir paksa (dengan pemberitahuan) pelanggan
yang masih menggunakan email-email itu. tapi untungnya saya oleh
mas indra kusuma (idvps.com/visitel/indika) dikasih jatah 1 mesin
vps (lightmail.idvps.com), dan lumayan untuk pengiriman international,
sementara kita pakai itu dulu.

btw, sebenarnya sih bukan cuma masalah bandwidth u/ mengirim
ke yahoo/gmail/hotmail, terutama yahoo, tetapi memang domain-
domain itu agak 'bandel' tidak mau terima email. skrg ini,
pelanggan milis indowli (testing) 5000-an, sekitar 3000-an masih
pakai yahoo, 1000-an gmail dan 500-an hotmail :-))

jadi mungkin saja kalau ada free email ini bisa cukup membantu.
walaupun sebenarnya kalau dikasih email gratis, memangnya orang
akan kirim mail ke groups.or.id saja he..he.. ya pasti ke yahoo
lagi :-) tapi mudah-mudahan kalau semakin banyak peminat free email
ini (usulan kang harry sufehmi pakai domain surat.web.id), maka
jatuh-jatuhnya mereka akan beremail-emailan antar mereka
sendiri ... ada yang punya ide/sumbang domain cantik? :-)

btw, mungkin saja sebenarnya banyak donatur untuk 'proyek' groups.or.id
ini, tetapi karena masalahnya groups.or.id ini terlalu 'virtual'
(masalah pertanggunganjawaban dll. credits where credit is due
dll, sedangkan misalnya saya sendiri belepotan untuk soal yang
satu ini) jadi agak-agak repot. makanya kalau ada yang berminat
kasih usulan atau apa saja lah. kita bisa membahasnya di milis
mitra @ groups.or.id, caranya (sorry, saya ulang), kirim mail kosong
ke: mitra-s...@groups.or.id.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Harry Sufehmi

unread,
Jul 5, 2006, 10:47:01 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/5/2006 at 11:51 AM Eko Prasetya wrote:
>Dilihat dari kacamata user, apa insentif dari user untuk pindah ke groups.or.id?
>+ Teori-nya, local ISP lebih cepat, karena route-nya ngga perlu keluar.
>Jadi untuk download mail ngga perlu nunggu lama-lama.
>
>- Yahoo/gmail punya banyak feature. Dan perusahaan-perusahaan itu
>sengaja desain software-nya agar user tidak mau/malas pindah (barrier of
>entry/comfort zone).

Kita adu saja; antara fitur dengan akses secepat kilat.


>- Punya e-mail di ISP biasanya ide yang buruk, karena setiap kali kita
>pindah ISP (kalo ada yang lebih murah misalnya), kita musti pindah account,
>dan ini ribet. Alternatif solusi, groups.or.id harus punya mail-server
>sendiri.

Sudah ada.


>- Reliability. Berapa lama umur groups.or.id ini? Maksud-nya, seandainya ada
>organisasi besar mau pake group ini,

indo wli sudah pakai groups.or.id, 4000+ member


>seberapa yakin user ngga perlu pindah-
>pindah lagi? Gimana kalo resource-nya kurang lagi misalnya? Apa
>groups.or.id-nya akan ditutup untuk sementara waktu?

Enggak ditutup, tapi paling mereka akan melempar kesempatan ke forum (seperti ini) bagi mereka yang ingin ikut membantu.


>Hal-hal lain:
>- Bagaimana support terhadap yahoo/gmail user? groups.or.id ngga bisa
>mengabaikan user-user ini, karena mereka adalah calon "customer". Treat
>them well, sambil pelan-pelan di-convert ke local mail.

Lha, makanya saya bikin posting kemarin itu, yang menawarkan bagi yang mau ikutan berpartisipasi membantu dalam hal ini (transisi dari mailbox luar ke mailbox lokal)
Dibaca gak sih ?


>groups.or.id harus berusaha untuk mengurangi keterbatasan-keterbatasan ini
>supaya user mau pindah.
>Alasan nasionalisme dan sukarelawan biasanya kurang efektif.

>Think business. You have to sell !

Ngomong gampang bener, apa situ mau invest ?

Dibalik Yahoo & Gmail ada duit ratusan juta dolar.
Dibalik groups.or.id ada sukarelawan2 yang mau membanting tulang, berusaha memberikan yang lebih baik untuk rakyat Indonesia, tanpa pamrih.

Kalau Anda tidak bisa membantu, paling tidak jangan malah menjatuhkan. Kalau trafik lokal naik, Anda juga yang akan diuntungkan kok.

Note: saya bukan anggota tim groups.or.id, cuma simpati saja dengan idenya. Dan terus terang rada sebal dengan yang cuma bisa omdo, tidak membantu - malah cenderung menjatuhkan.

Kalau Anda ingin ikutan membantu berupa apa saja, tim groups.or.id akan dengan senang hati menyambut Anda di mitra-s...@groups.or.id
Overhead groups.or.id sangat kecil dan operasinya efisien, jadi donasi yang sedikitpun bisa menjadi sangat berarti.


Salam,
Harry

Harry Sufehmi

unread,
Jul 5, 2006, 10:56:24 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/2006 at 1:19 AM adi wrote:
>On Wed, Jul 05, 2006 at 01:11:20PM +0900, baskara wrote:
>> Kalau boleh tahu, revenue model dari groups.or.id ini seperti apa?

Kemarin saya mengusulkan kepada tim groups.or.id mungkin bisa seperti begini: frontpage = banner, browsing milis = adsense, email = iklan sebaris di footer

Harapannya, layanan ini bisa self-sufficient. Syukur2 pemasukannya malah bisa cukup untuk pengembangan.

Catch-nya, tentu harus memberikan laporan keuangan yang transparan, karena groups.or.id ini non-profit.

Kalau ada yang mau menyumbangkan ide lainnya lagi, bisa di mitra-s...@groups.or.id


Salam,
Harry

Eko Prasetya

unread,
Jul 5, 2006, 11:59:50 PM7/5/06
to tekno...@googlegroups.com
Reply inline...

On 7/5/06, Harry Sufehmi <mi...@sufehmi.com> wrote:
>
> >Hal-hal lain:
> >- Bagaimana support terhadap yahoo/gmail user? groups.or.id ngga bisa
> >mengabaikan user-user ini, karena mereka adalah calon "customer". Treat
> >them well, sambil pelan-pelan di-convert ke local mail.
>
> Lha, makanya saya bikin posting kemarin itu, yang menawarkan bagi yang mau ikutan berpartisipasi membantu dalam hal ini (transisi dari mailbox luar ke mailbox lokal)
> Dibaca gak sih ?
>

Saya baca, cuman berhubung ada komentar ini:


"milisnya: mailfarm @ groups.or.id. khusus untuk yang ini, kehadiran subscriber
dengan alamat mail gmail.com/yahoo.com/hotmail.com, atau email-email sumber
malapetaka lainnya, sangatlah tidak diharapkan. bahkan bisa diunsub
sewaktu-waktu

tanpa pemberitahuan.",
makanya saya tulis lagi tentang yahoo/gmail user.

> Ngomong gampang bener, apa situ mau invest ?
>
> Dibalik Yahoo & Gmail ada duit ratusan juta dolar.
> Dibalik groups.or.id ada sukarelawan2 yang mau membanting tulang, berusaha memberikan yang lebih baik untuk rakyat Indonesia, tanpa pamrih.
>
> Kalau Anda tidak bisa membantu, paling tidak jangan malah menjatuhkan. Kalau trafik lokal naik, Anda juga yang akan diuntungkan kok.

Lho? Di bagian mana yang menjatuhkan?
Saya cuman kasih masukan tentang masalah yang dihadapi user.
Kalo dianggap menjatuhkan, saya mohon maaf.

Dan alasan saya mengenai sukarelawan2 itu, bukannya saya tidak
menghargai mereka,
tapi biasanya sukarelawan cenderung lebih rentan terhadap masalah
stabilitas (turn-over).
Ini biasa terjadi di tim-tim kecil yang saya pernah ikuti. Semoga masalah ini
tidak terjadi di groups.or.id.

Dari pengalaman pribadi, biasanya saran/kritik yang pahit itu biasanya
lebih membangun lho. Makanya saya prefer orang kaya Simon Cowell daripada
Paula Abdul, karena kata-katanya biasanya menyakitkan, tapi ngga banyak bumbu,
dan lebih mengena.

>
> Note: saya bukan anggota tim groups.or.id, cuma simpati saja dengan idenya. Dan terus terang rada sebal dengan yang cuma bisa omdo, tidak membantu - malah cenderung menjatuhkan.
>
> Kalau Anda ingin ikutan membantu berupa apa saja, tim groups.or.id akan dengan senang hati menyambut Anda di mitra-s...@groups.or.id
> Overhead groups.or.id sangat kecil dan operasinya efisien, jadi donasi yang sedikitpun bisa menjadi sangat berarti.

Saya akan join.

Harry Sufehmi

unread,
Jul 6, 2006, 12:26:41 AM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/5/2006 at 8:59 PM Eko Prasetya wrote:
>On 7/5/06, Harry Sufehmi <mi...@sufehmi.com> wrote:
>> >Hal-hal lain:
>> >- Bagaimana support terhadap yahoo/gmail user? groups.or.id ngga bisa
>> >mengabaikan user-user ini, karena mereka adalah calon "customer". Treat
>> >them well, sambil pelan-pelan di-convert ke local mail.
>>
>> Lha, makanya saya bikin posting kemarin itu, yang menawarkan bagi yang
>mau ikutan berpartisipasi membantu dalam hal ini (transisi dari mailbox
>luar ke mailbox lokal)
>> Dibaca gak sih ?
>>
>Saya baca, cuman berhubung ada komentar ini:
>"milisnya: mailfarm @ groups.or.id. khusus untuk yang ini, kehadiran
>subscriber
>dengan alamat mail gmail.com/yahoo.com/hotmail.com, atau email-email sumber
>malapetaka lainnya, sangatlah tidak diharapkan. bahkan bisa diunsub
>sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.",
>makanya saya tulis lagi tentang yahoo/gmail user.

Ini kan milis yang specialized, bukan untuk kalangan luas (kira2 apa ada orang awam yang mau join milis tentang membangun mailserver).


>> Ngomong gampang bener, apa situ mau invest ?
>>
>> Dibalik Yahoo & Gmail ada duit ratusan juta dolar.
>> Dibalik groups.or.id ada sukarelawan2 yang mau membanting tulang,
>berusaha memberikan yang lebih baik untuk rakyat Indonesia, tanpa pamrih.
>>
>> Kalau Anda tidak bisa membantu, paling tidak jangan malah menjatuhkan.
>Kalau trafik lokal naik, Anda juga yang akan diuntungkan kok.
>
>Lho? Di bagian mana yang menjatuhkan?
>Saya cuman kasih masukan tentang masalah yang dihadapi user.
>Kalo dianggap menjatuhkan, saya mohon maaf.

Saya biasanya mencoba kalau di ranah publik untuk memberikan support pada usaha-usaha seperti ini, sedangkan kritik yang membangun saya coba sampaikan melalui jalur pribadi.

Soalnya kalau poin-poin negatif dibahas di depan umum, takutnya yang tidak mengerti konteks/situasinya jadi nimbrung sehingga malah jadi ribut yang tidak nyambung. Kalau sudah begini, takutnya nanti justru jadi membuat para sukarelawan yang sudah tidak mendapat apa-apa itu jadi patah semangat. Yang rugi jadinya kita semua saya kira.


>Dan alasan saya mengenai sukarelawan2 itu, bukannya saya tidak
>menghargai mereka,
>tapi biasanya sukarelawan cenderung lebih rentan terhadap masalah
>stabilitas (turn-over).
>Ini biasa terjadi di tim-tim kecil yang saya pernah ikuti. Semoga masalah
>ini tidak terjadi di groups.or.id.

Anda betul sekali, tapi sebaiknya untuk kritik bisa langsung saja, mitra-s...@groups.or.id


>Dari pengalaman pribadi, biasanya saran/kritik yang pahit itu biasanya
>lebih membangun lho. Makanya saya prefer orang kaya Simon Cowell daripada
>Paula Abdul, karena kata-katanya biasanya menyakitkan, tapi ngga banyak
>bumbu, dan lebih mengena.

Ya, tapi penyampaiannya sebaiknya jangan di ranah publik. Takutnya nanti jadi counter productive.
Karena tidak semua orang mampu untuk berlapang dada, di setiap saat.


>> Kalau Anda ingin ikutan membantu berupa apa saja, tim groups.or.id akan
>dengan senang hati menyambut Anda di mitra-s...@groups.or.id
>> Overhead groups.or.id sangat kecil dan operasinya efisien, jadi donasi
>yang sedikitpun bisa menjadi sangat berarti.
>Saya akan join.

Saya salut dengan Anda, trims.


Salam,
Harry

Dini P. Karyani

unread,
Jul 6, 2006, 4:09:40 AM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
OK... OK... saya minta maap saja deh! Saya telah berusaha ---
dengan energi dan bandwidth seminim mungkin --- agar diadakan
peninjauan kembali secara JUJUR; untung/ruginya dari "groups.or.id".

Good luck saja deh... berhemat bandwidth internasional dengan
mengemis tambahan bandwidth...

---
DPK

Harry Sufehmi

unread,
Jul 6, 2006, 4:25:32 AM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/2006 at 3:09 PM Dini P. Karyani wrote:
>OK... OK... saya minta maap saja deh! Saya telah berusaha ---
>dengan energi dan bandwidth seminim mungkin --- agar diadakan
>peninjauan kembali secara JUJUR; untung/ruginya dari "groups.or.id".

Tahap ini sudah lewat, wong proyeknya sudah jalan dari kapan-kapan.


>Good luck saja deh... berhemat bandwidth internasional dengan
>mengemis tambahan bandwidth...

Begini lho contohnya yang cuma menjatuhkan, tapi tidak membantu.


Salam,
Harry

Made Wiryana

unread,
Jul 6, 2006, 9:08:24 AM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com

Saya heran di milis yg ngakunya para "teknologia" (tertarik ke masalah teknologi-nya)  koq ndak melihat satu fitur yg ada di group.or.id tapi ndak ada (atau sulit diakses) di yahoogroup atau google group

Fitur itu : anda bisa ikutan mainan di dapur, dan melihat dapurnya.  Coba aja di 2 group tersebut.

Untungnya jelas, kita bisa belajar ngoprek bareng-bareng utk bikin layanan itu (belajar itu mahal), group.or .id dalam pengelolaannya relatif tidak terikat pada satu "baju" (kampus mana, klan mana, persh mana, aliaran mana).
 
Katanya developer :-) koq ndak ngeliat fitur yang itunya.     Lain halnya kalo ini di milis lain yg isinya hanya pengguna biasa.

IMW

Affan Basalamah

unread,
Jul 6, 2006, 11:15:46 AM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com

Wah, kalau saya, asli saya ini bukan developer, tapi Certified
Microsoft Windows Installer ;)

-affan

Irwin Day

unread,
Jul 6, 2006, 11:26:13 AM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
2006/7/6, Made Wiryana <mwir...@gmail.com>:

>
> Untungnya jelas, kita bisa belajar ngoprek bareng-bareng utk bikin layanan
> itu (belajar itu mahal), group.or .id dalam pengelolaannya relatif tidak
> terikat pada satu "baju" (kampus mana, klan mana, persh mana, aliaran mana).
>
> Katanya developer :-) koq ndak ngeliat fitur yang itunya. Lain halnya
> kalo ini di milis lain yg isinya hanya pengguna biasa.
>

Biasalah boss, negeri para pengguna :D jadi begitu mo bikin sendiri
dilihat sebagai orang aneh :D

--
Salam,
Irwin Day

Affan Basalamah

unread,
Jul 6, 2006, 11:35:51 AM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/06, Harry Sufehmi <mi...@sufehmi.com> wrote:
>

Saya sih pingin gampangnya aja : Sambungin aja mailservernya dan
webserver nya Yahoo dan Gmail ke IIX aja. Pasti beres. ;)

-affan

Budi Rahardjo

unread,
Jul 6, 2006, 12:11:07 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/06, Made Wiryana <mwir...@gmail.com> wrote:

> Saya heran di milis yg ngakunya para "teknologia" (tertarik ke masalah
> teknologi-nya) koq ndak melihat satu fitur yg ada di group.or.id tapi ndak
> ada (atau sulit diakses) di yahoogroup atau google group
>
> Fitur itu : anda bisa ikutan mainan di dapur, dan melihat dapurnya. Coba
> aja di 2 group tersebut.

Atau ... justru karena terlalu mudah membuat group.or.id
(tinggal pasang software open sourcenya) maka jadi tidak menarik?

Kalau dahulu sebagian kawan (dan termasuk saya) tidak tertarik dengan
groups.or.id adalah karena masalah "agama", yaitu ... mailman :)
Ha ha ha.

-- budi

Ariya Hidayat

unread,
Jul 6, 2006, 12:19:09 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
> Saya heran di milis yg ngakunya para "teknologia" (tertarik ke masalah
> teknologi-nya) koq ndak melihat satu fitur yg ada di group.or.id tapi ndak
> ada (atau sulit diakses) di yahoogroup atau google group
>
> Fitur itu : anda bisa ikutan mainan di dapur, dan melihat dapurnya. Coba
> aja di 2 group tersebut.

Lho? Bisa kok.
Caranya: berusahalah supaya kerja di Yahoo atau Google....

syarifl

unread,
Jul 6, 2006, 12:30:28 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
Jadi tertarik ikutan... Sebenernya kita kembalikan ke pertanyaan Sdr. Budi Raharjo: Misinya groups.or.id ini apa? Kalau untuk ngoprek/belajar saya kira sah-sah saja, tapi saya juga 'ngeri' memindahkan milis yang sudah settle di yahoogroups ke groups.or.id. Saya sempat kecewa, dulu saya pindahkan milis alumni SMA ke groups.or.id, ternyata tiba-tiba ngilang...

Nah, kalo Misi groups.or.id adalah bisnis, perlu difikirkan bagaimana mendapatkan revenue, mungkin developer bisa saja coding/config tanpa dibayar, tapi yang namanya alat ada umurnya, solusinya khan beli barang/alat baru.

Di thread sebelumnya ada yang membicarakan masalah konten lokal dan bandwith lokal menurut saya konten dan bandwith dua hal yang berbeda, kalo tujuannya mau memperkaya konten lokal. Nah itu yahoo.co.id juga konten lokal tapi bandwith internasional. MSN juga merambah ke konten lokal tapi bandwith tetep internasional. tekno...@googlegroups.com berkonten lokal tapi bandwith internasional.

Kita kembali ke masalah ngoprek, di groups.or.id kita pengin testing mesin sampe berjuta2 user juga beratus-ratus milis. Apa daya tariknya bagi user? Kalo developer saya jelas tertarik untuk tau dapurnya.

Ohya, jangan dianggap menjatuhkan yak.. he.he.he. daripada kayak DPR jaman soeharto, selalu setuju tapi akibatnya sekarang dong.... ancurrrr nih negara... he.he.he.

On 7/6/06, Made Wiryana <mwir...@gmail.com> wrote:



--
syarifl.com

Budi Rahardjo

unread,
Jul 6, 2006, 12:33:45 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/06, syarifl <sya...@gmail.com> wrote:
...

> Kalau untuk ngoprek/belajar saya kira
> sah-sah saja, tapi saya juga 'ngeri' memindahkan milis yang sudah settle di
> yahoogroups ke groups.or.id. Saya sempat kecewa, dulu saya pindahkan milis
> alumni SMA ke groups.or.id, ternyata tiba-tiba ngilang...

BINGO!
Ini hal lain yang membuat orang malas pindah ke groups.or.id.

Telkom Speedy juga local content lho? he he he.
Apa hubungannya ya? hi hi hi.

-- budi

Made Wiryana

unread,
Jul 6, 2006, 1:08:49 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/06, Affan Basalamah <affanzb...@gmail.com> wrote:

Saya sih pingin gampangnya aja : Sambungin aja mailservernya dan
webserver nya Yahoo dan Gmail ke IIX aja. Pasti beres. ;)

Sayangnya ini lebih sulit dilakukan :-).

IMW

Made Wiryana

unread,
Jul 6, 2006, 1:10:59 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/06, Budi Rahardjo <rah...@gmail.com> wrote:

Atau ... justru karena terlalu mudah membuat group.or.id
(tinggal pasang software open sourcenya) maka jadi tidak menarik?

Yang claim ini terlalu mudah artinya tidak atau belum mengetahui masalahnya mengasuh seperti group.or.id ini. Pak Adi bisa cerita lebih banyak problem yg timbul (misal problem kirim email concurrent ke yahoo dan google)

IMW

Made Wiryana

unread,
Jul 6, 2006, 1:12:23 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/06, Ariya Hidayat <ariya....@gmail.com> wrote:

>
> Fitur itu : anda bisa ikutan mainan di dapur, dan melihat dapurnya.  Coba
> aja di 2 group tersebut.

Lho? Bisa kok.
Caranya: berusahalah supaya kerja di Yahoo atau Google....

Emang semua bagian boleh ngelongok ke dapur mailnya :-), lha di kampus aja belum tentu 1 fakultas boleh ngelongok dapur fakultas lain.

Eh tapi kadang Google nulis juga sih secara "kasar" arsitektur mereka untuk publik

IMW

Made Wiryana

unread,
Jul 6, 2006, 1:27:54 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/6/06, syarifl <sya...@gmail.com> wrote:
 
Kita kembali ke masalah ngoprek, di groups.or.id kita pengin testing mesin sampe berjuta2 user juga beratus-ratus milis. Apa daya tariknya bagi user? Kalo developer saya jelas tertarik untuk tau dapurnya.

Oh saya salah milis rupanya :-) saya fikir masih di milis para teknologia yg notabene banyak developer.

BTW masih ingat awa yahoogroups (dulu bernama egroups ?), khan kata orang mereka jadi yahoogroup ndak "ujug-ujug" jadi gitu.

IMW

Affan Basalamah

unread,
Jul 6, 2006, 1:36:02 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com

Ya siapa tahu Pak Menkominfo bisa melakukan,
dibikinin Kepmen nomor berapa gitu, biar Yahoo dan Gmail bisa bikin
link ke IIX ;)

Kalau solusi politik lebih cespleng daripada solusi teknis, ngapain susah2 ? ;)

-affan

syarifl

unread,
Jul 6, 2006, 1:53:48 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/7/06, Made Wiryana <mwir...@gmail.com> wrote:
On 7/6/06, syarifl <sya...@gmail.com> wrote:
 
Kita kembali ke masalah ngoprek, di groups.or.id kita pengin testing mesin sampe berjuta2 user juga beratus-ratus milis. Apa daya tariknya bagi user? Kalo developer saya jelas tertarik untuk tau dapurnya.

Oh saya salah milis rupanya :-) saya fikir masih di milis para teknologia yg notabene banyak developer.

nggak salah milis kok... tapi tentunya user lebih banyak daripada developer khan? :)

BTW masih ingat awa yahoogroups (dulu bernama egroups ?), khan kata orang mereka jadi yahoogroup ndak "ujug-ujug" jadi gitu.

egroups diakuisisi oleh yahoo, dari sisi bisnis perusahaan segede yahoo lebih mudah begitu daripada bikin baru berarti brand baru. sosialisasi lagi dll, dll. jadi emang ujug-ujug jadi yahoogroups...

http://www.google.co.id/search?q=yahoo+taken+over+egroups

IMW






--
syarifl.com

Mohammad DAMT

unread,
Jul 6, 2006, 2:07:22 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
Pada hari Jumat, tanggal 07/07/2006 pukul 00:36 +0700, Affan Basalamah
menulis:

> Kalau solusi politik lebih cespleng daripada solusi teknis, ngapain susah2 ? ;)

Akhirnya jadi politikus semua ga ada yg tertarik soal teknis.

Budi Rahardjo

unread,
Jul 6, 2006, 6:09:24 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/7/06, Made Wiryana <mwir...@gmail.com> wrote:

> Oh saya salah milis rupanya :-) saya fikir masih di milis para teknologia yg
> notabene banyak developer.

Developer kadang-kadang benci:
- My gun is bigger than your gun

- Kata-kata politis / bombastis
demi bandwidh Indonesia, mencerdasakan bangsa, dll.
misal, contoh di FAQ:
...
"bangsa_merdeka @ groups.or.id"
"perjuangan harus dimulai walaupun dengan bambu runcing."

- Arogansi developer
itulah mengapa GNU/Hurd lambat pada mulanya.
misal: kalau mau bantu yang harus ngerti ini itu, dll.

Mungkin bisa diperhalus http://groups.or.id/faq.html

Missing keywords: user-oriented service

Komentar tambahan, di FAQ groups.or.id tidak ada instruksi cara
untuk membantu mengembangkan groups.or.id.

> BTW masih ingat awa yahoogroups (dulu bernama egroups ?), khan kata orang
> mereka jadi yahoogroup ndak "ujug-ujug" jadi gitu.

Kalau saya, ini masalah religious lagi. Dulu pakai python sih. he he he.
Coba pakai perl, pasti ikutan develop egroups.

-- budi

Budi Rahardjo

unread,
Jul 6, 2006, 6:19:46 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/7/06, Made Wiryana <mwir...@gmail.com> wrote:

Like I said, kalau yang seperti ini kan sudah sering dialami oleh
para admin di kampus-kampus, misalnya di kampus ITB.
(Entah Affan sudah mengalami hal ini atau belum ya? Kayaknya udah ya?)
Artinya, tidak ada kebaharuan dan toh itulah yang dialami oleh anak2
saat ini.

Ok, ini cerita masa lalu ... seperti menggesek biola dan seperti orang
tua menggurui anak-anak. Maaf. Bukan maksud pamer, tapi ingin
menunjukkan poin.

Duluuuu sekali, mengelola sebuah sistem mailing list bagi saya merupakan
sebuah tantangan. Waktu itu hanya ada software LISTSERV yang ada di
sistem mainfram (bitnet network anyone?). Sementara itu sistem yang
berbasis UNIX meskipun lebih mudah dioprek tidak memiliki software
yang bagus untuk digunakan dalam mengelola mailing list.
(Ndak ada mailmam, ezmlm, dst.)

Nah ... ini tantangan. Necesity is the mother of invention.
Maka kami waktu itu membuat berbagai shell script untuk mengelola
mailing list. Mulai keluar script yang bernama Garuda yang digunakan
untuk menjadi relay milis Janus (yaitu milis untuk mahasiswa Indonesia
di luar negeri yang servernya ada di Berkeley). Kemudian shell script ini
berkembang lagi. Saya ikut berkontribusi dengan membuat perl script
sendiri untuk milis PAUMKIRO, ISNET, dan seterusnya.
(Saking bodonya, sempat script ini mengacaukan mailbox user di
group VLSI di tempat saya ... ha ha ha.)
Pada saat yang sama, saya pun membuat mail-based archive server
untuk mengambil file (archive milis) via mail juga.
Codingnya jorok, tapi bisa jalan. (Kalau lihat source codenya ... malu!)


Dan seterusnya ... itu baru menarik!!! Banyak ngopreknya.

Kalau hanya sekedar, install Linux/qmail/mailman ...
maaf, apa menariknya?


-- budi

Budi Rahardjo

unread,
Jul 6, 2006, 6:25:54 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/7/06, Budi Rahardjo <rah...@gmail.com> wrote:

> Maka kami waktu itu membuat berbagai shell script untuk mengelola
> mailing list. Mulai keluar script yang bernama Garuda yang digunakan
> untuk menjadi relay milis Janus (yaitu milis untuk mahasiswa Indonesia
> di luar negeri yang servernya ada di Berkeley). Kemudian shell script ini
> berkembang lagi. Saya ikut berkontribusi dengan membuat perl script
> sendiri untuk milis PAUMKIRO, ISNET, dan seterusnya.

Oh lupa mau cerita di belakang layarnya.
Data dari email pelanggan disimpan dalam sebuah berkas.
Kalau ada member yang ingin diparkir dulu, ditandai dengan
awal tanda seru. contoh

rah...@gmail.com
! mailm...@hotmail.com
! anak...@hotmail.com
anak...@yahoo.com

Jadi muncul istilah "dipenthung" kalau mau memparkir orang atau
kalau mau mem-ban seseorang. he he he.
Kalau ada yang mau istirahat dulu, dia bilang ... tolong saya dipentung.
ha ha ha. That was a good old day.

(Kalau sekarang di smartlist-nya procmail, pakai tanda kurung)

-- budi

adi

unread,
Jul 6, 2006, 6:16:14 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, Jul 06, 2006 at 11:30:28PM +0700, syarifl wrote:
> Jadi tertarik ikutan... Sebenernya kita kembalikan ke pertanyaan Sdr. Budi
> Raharjo: Misinya groups.or.id ini apa?

yang sudah saya singgung masih kurang? :-) tapi ada satu hal yang penting
yang berkaitan dengan pertanyaan soal 'misi' ini.

sementara ini orang menganggap groups.or.id itu sebagai sesuatu real secara
institutional. jadi, logis dong ya kalau orang lantas bicara soal penggalangan
dana. menanyakan misi, vini, vidi, visi.

masalanya, groups.or.id itu masih 'virtual'. kalau orang harus nyumbang,
bisa nyumbang ke mana? kalau orang mau bantu ngoprek, mau ngoprek yang
mana? gimana cara kerjanya? dst..dst..

kalau memang tidak tertarik dan sinis, ya sudah lah. lupakan saja.
it is a free world. tapi kalau tertarik, silakan sumbangkan pikiran anda
ke mitra @ groups.or.id.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

adi

unread,
Jul 6, 2006, 5:46:20 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, Jul 06, 2006 at 03:09:40PM +0700, Dini P. Karyani wrote:
> OK... OK... saya minta maap saja deh! Saya telah berusaha ---
> dengan energi dan bandwidth seminim mungkin --- agar diadakan
> peninjauan kembali secara JUJUR; untung/ruginya dari "groups.or.id".

menurut anda sendiri, apakah pelaksana groups.or.id sekarang atas
pertimbangan yang kurang jujur?

> Good luck saja deh... berhemat bandwidth internasional dengan
> mengemis tambahan bandwidth...

barangkali kalau menghemat bandwidth dianggap isu yang absurd,
barangkali saya bisa setuju. tapi satu hal perlu diluruskan,
groups.or.id, maaf, tidak pernah mengemis. mesin memang dikasih
gratis, bandwidth memang dikasih gratis, tenaga memang dikasih
gratis, tapi itu bukan hasil mengemis. semua itu ada karena
ada semangat untuk menyumbang, ada yang punya pemikiran yang
sama, sama sekali tidak ada yang mengemis.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

adi

unread,
Jul 6, 2006, 5:53:14 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, Jul 06, 2006 at 03:08:24PM +0200, Made Wiryana wrote:
> Saya heran di milis yg ngakunya para "teknologia" (tertarik ke masalah
> teknologi-nya) koq ndak melihat satu fitur yg ada di group.or.id tapi ndak
> ada (atau sulit diakses) di yahoogroup atau google group

tipikal calon bangsa kalau nggak maling ya makelar :-))

dulu search.yahoo.com pakai punya google, tapi sekarng setelah yahoo
bikin sendiri, ndak ada yang bilang thu-mithu. dulu, googlegroups.com
ndak ada, tapi begitu muncul, yang ada decakan kagum, sama sekali ndak
ada yang bilang thu-mithu.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

adi

unread,
Jul 6, 2006, 6:10:28 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, Jul 06, 2006 at 06:19:09PM +0200, Ariya Hidayat wrote:
> Lho? Bisa kok.
> Caranya: berusahalah supaya kerja di Yahoo atau Google....

kalau semua orang mikir seperti itu, dijamin nggak ada dah itu
yang namanya freebsd, linux dll :-))

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

adi

unread,
Jul 6, 2006, 6:09:13 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, Jul 06, 2006 at 11:11:07PM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> Atau ... justru karena terlalu mudah membuat group.or.id
> (tinggal pasang software open sourcenya) maka jadi tidak menarik?

ada dua hal (pendekatan) yang penting:

1) groups.or.id itu ecek-ecek, gampang lah bikinnya. mestinya banyak dong ya
yang menjalankan semacam ini.
2) groups.or.id sekarang ini perlu hal yang sifatnya 'advance', misalnya
howto jugling multiple email on single connection, bagaimana melakukan
asynchoronous dns queries, async dns ini diperlukan supaya bisa melakukan
bbrp pengiriman secara paralel dengan hanya single process. apakah perlu
threaded? bagaimana mengimplementasikannya di qmail? bagian mana yang
perlu diubah? menambah 'channel' (skrg ini cuma ada 2 yaitu local dan
remote) dgn mengubah qmail-send, atau qmail-rspawn/qmail-remote? bagaimana
mengimplementasikan smtp client yang support verp, supaya gampang melakukan
sibling.

saya suka no 1, karena memang paling simpel, dan jangan sampai orang bilang
mithu-mithu lagi kalau misalkan ada groups2.or.id, groups3.or.id dst..

point 2 saya tertarik, bagaimana membangun/memodifikasi high performance
mta biar tidak, bahasa latinnya, 'digathaki' sama ironport :-)) atau bagaimna
melakukan sibling yang efisien, biar tidak 'digathaki' sama lsoft. walaupun
lsoft sekarang gak laku gara-gara egroups.com dulu main mithu-mithu-an yang
menendang konsepnya lsoft (listserv) keluar jalur hi..hi..

itu untuk server milis, kalau untuk free email lain lagi isunya ...

untungnya dua-duanya pas kalau dibahas di mailfarm @ groups.or.id. Tertarik
untuk sharing pengalaman? silakan bergabung Pak.

cause life is too short to worry :-)

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

adi

unread,
Jul 6, 2006, 6:31:01 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, Jul 06, 2006 at 11:30:28PM +0700, syarifl wrote:
> Di thread sebelumnya ada yang membicarakan masalah konten lokal dan bandwith
> lokal menurut saya konten dan bandwith dua hal yang berbeda

lho .. baru tahu kalau beda ? :-)

> kalo tujuannya mau memperkaya konten lokal. Nah itu yahoo.co.id juga konten lokal

ndak pernah baca koran/tv kayak saya ya (hi..hi..) pembahasan undang-undang penyiaran
bbrp waktu yang lalu, malah masih ada konten nasional dan konten lokal. tapi kalau
bersedia nraktir kopi seorang wartawan, pasti dia (wartawan itu) dengan mudah
bisa menjelaskan apa itu konten lokal.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

adi

unread,
Jul 6, 2006, 6:26:58 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, Jul 06, 2006 at 11:33:45PM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> > Kalau untuk ngoprek/belajar saya kira
> > sah-sah saja, tapi saya juga 'ngeri' memindahkan milis yang sudah settle di
> > yahoogroups ke groups.or.id. Saya sempat kecewa, dulu saya pindahkan milis
> > alumni SMA ke groups.or.id, ternyata tiba-tiba ngilang...
>
> BINGO!
> Ini hal lain yang membuat orang malas pindah ke groups.or.id.

ada dua cara untuk mengatasinya: pertama, menjadi bagian dan mengambil peranan.
kedua, buang saja ke jalanan dan pakai yang lain.

mestinya berangkat dari salah satu di atas.

misal openssh menyebabkan mesin kita di-crack, kita mengumpat-umpat seharian dan
berjanji di dalam lubuk hati yang paling dalam untuk seumur hidup tidak akan
menggunakan openssh. namun jika dan hanya jika hanya ada 1 implementasi ssh
yaitu openssh saja, tamatlah sudah, dan siapkan senyuman anda yang paling manis
untuk memasang openssh, lagi, di mesin anda :-)

karena kita bisa maka:
- pakai yang lain yang kita tidak bisa
- lah wong kita juga bisa, kenapa tidak buat saja yang sama
- mengumpat/mencaci/memaki

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

adi

unread,
Jul 6, 2006, 7:03:33 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Fri, Jul 07, 2006 at 05:09:24AM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> Kalau saya, ini masalah religious lagi. Dulu pakai python sih. he he he.
> Coba pakai perl, pasti ikutan develop egroups.

implementasi asynchronous socket programming di perl tidak semudah dan
secepat di python. memang belakangan ada orang-orang perl yang membuat
seperti itu, misalnya poe, tapi ya itu masih 'antep'.

tertarik bikin prototype untuk membuat mail exploder pakai perl? bagus
itu Pak :-

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Budi Rahardjo

unread,
Jul 6, 2006, 7:10:39 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com

Wah yang ini justru kebalik pak Adi.
Justru sebaiknya mencoba bergabung dengan pengembang yang
bagus supaya bisa dapat pengalaman dari mereka.
Jadi tidak harus membuat sendiri.
(Mungkin ini yang disebut "mi tu" itu? Mo sendiri.)

Jadi daripada kita buat OS sendiri, maka kita gabung dengan
pengembang dunia untuk ngoprek *BSD, Linux, GNU/Hurd, dll.
Daripada buat desktop environment (apa ya namanya?) sendiri
mendingan gabung ke KDE seperti yang dilakukan oleh Ariya.

Memang tidak semua bisa seperti itu. Saya aja masih kagum
dan minder melihat apa yang dikerjakan Ariya. he he he.
Tapi kalau ngoprek-ngoprek GNU/Hurd masih bisa lah, meskipun
agak bingung juga dengan konsep2nya. Jadi mandeg juga.
Maksud saya, jangan takut dengan nama besar KDE, Google,
Yahoo, dll. Kan bisa ikutan summer coding di Google :D


Tapi ... kritikan di sini jangan membuat pak Adi dkk menyerah!
Pedas memang, tapi ... lezat(?)
Jadi cambuk buat rekan-rekan:
Lihat saja nanti! Groups.or.id bakalan hebat!

Saya? Saya akan tetap mengkritik groups.or.id jika tetap
dalam format sekarang. NATO ... :(

-- budi

Budi Rahardjo

unread,
Jul 6, 2006, 7:17:25 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/7/06, adi <a...@postpi.com> wrote:

> untungnya dua-duanya pas kalau dibahas di mailfarm @ groups.or.id. Tertarik
> untuk sharing pengalaman? silakan bergabung Pak.

pengen sih... tapi ketakutan kebanyakan email :)
eh, groups.or.id punya fitur bisa dibaca via web?
mau lurking dulu saja.

-- budi

adi

unread,
Jul 6, 2006, 7:13:08 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Fri, Jul 07, 2006 at 05:19:46AM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> Like I said, kalau yang seperti ini kan sudah sering dialami oleh
> para admin di kampus-kampus, misalnya di kampus ITB.

apakah anak-anak ITB bisa sukses mengirim katakanlah 3500 email
ke yahoo dalam waktu singkat? tanpa masalah?

nah .. silakan dishare. groups.or.id bisa belajar dari situ.

jangan dilihat yahoo.com-nya ya. lepas dari isu 'mengemis' bandwidth, tapi
mengirim banyak mail sekaligus, khususnya ke mailserver sekelas yahoo.com, itu
tidak mudah. sama juga sebenarnya, misalkan mengirim 3500 user cbn.net.id,
indosat.net.id, indo.net.id, detik.com, astaga.com, i2.co.id dll..dll..dll.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Budi Rahardjo

unread,
Jul 6, 2006, 7:23:13 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/7/06, adi <a...@postpi.com> wrote:

> tertarik bikin prototype untuk membuat mail exploder pakai perl? bagus
> itu Pak :-

sebetulnya ada ketertarikan saya dengan mail2 gini karena saya
menganggap bahwa mail merupakan hal yang penting.

ketertarikan saya dengan groups.or.id sebetulnya ada karena
saya dan mahasiswa saya (budi juga namanya) sedang mencoba
menganalisa email. saat ini dia baru saja menyelesaikan S2nya
dalam hal email mining. (generating statistik, clique, dll. dari milis)
jadi ... sebetulnya fitur-fitur ini bisa diterapkan di groups.or.id
dan itu TIDAK ADA (atau tepatnya belum ada) di {yahoo/google}groups.

nah ... masih mikir2 dulu. saya belum berembug dengan budi s untuk
roadmapping ke depannya. apakah gabung dengan groups.or.id
ataukah setup sendiri. yessss... me too!!! he he he.
(sebetulnya bukan karena itu, tapi karena beda visi saja.
saya masih alergi dengan hal2 yang bombastis.)

btw ... pakai PERL :p wee... (sambil menjulurkan lidah)


-- budi

Budi Rahardjo

unread,
Jul 6, 2006, 7:24:41 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On 7/7/06, adi <a...@postpi.com> wrote:
>
> On Fri, Jul 07, 2006 at 05:19:46AM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> > Like I said, kalau yang seperti ini kan sudah sering dialami oleh
> > para admin di kampus-kampus, misalnya di kampus ITB.
>
> apakah anak-anak ITB bisa sukses mengirim katakanlah 3500 email
> ke yahoo dalam waktu singkat? tanpa masalah?

nah yang ini mungkin Affan dkk yang bisa jawab.
setahu saya ... masalah juga. hi hi hi.


-- budi

adi

unread,
Jul 6, 2006, 7:38:57 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Fri, Jul 07, 2006 at 06:10:39AM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> > kalau semua orang mikir seperti itu, dijamin nggak ada dah itu
> > yang namanya freebsd, linux dll :-))
>
> Wah yang ini justru kebalik pak Adi.
> Justru sebaiknya mencoba bergabung dengan pengembang yang
> bagus supaya bisa dapat pengalaman dari mereka.

maksud saya, kaitannya dengan 'sejarah' unix Pak. dulu orang
susah melihat internal unix (harus ada agreement dan berikut
segala tetek bengek remeh temeh yang lain). tapi setelah linus
membuka source-nya, setelah freebsd membuka source-nya, orang
jadi mudah belajar tentang unix tanpa harus magang dulu ke
vendor-vendor besar unix waktu itu. repot juga kalau seluruh
mahasiswa di US berbondong-bodong ngantor di google/yahoo :-))

> Tapi ... kritikan di sini jangan membuat pak Adi dkk menyerah!
> Pedas memang, tapi ... lezat(?)

ha..ha.. life is to short to worry :-) saya cuma semuanya membuktikan
bahwa isi kepala bisa beda. itu saja. kalau anda-anda kepanasan,
ada cafe/pub/hotel ber-AC yang dengan senang hati menampung anda-
anda dengan ambiences kelas wahid. atau kalau mau gratis, mampir
ke gubuk saya dengan kopi gratis dan ngobrol ngalor ngidul.
mau pilih yang mana, terserah :-)

> Saya? Saya akan tetap mengkritik groups.or.id jika tetap
> dalam format sekarang. NATO ... :(

tidak ada salahnya dengan NATO. walaupun ada bbrp hal kecil yang
salah sasaran, nanti saya berusaha meluruskan. tapi memang kebanyakan
kritikan itu realistis dan benar. dan memang kita dalam kondisi yang
kurang 'berdaya'. setidaknya saat ini.

yang saya agak 'sedih' itu sebenarnya, dulu groups.or.id sengaja
diangkat sebagai 'pengganti' yahoogroups.com (yang bener aja!).
maksud saya, dari pada muluk-muluk dulu, kita kerjakan dulu yang
bisa kita kerjakan. yang penting, kalau se-ide, si-iya, se-kata,
segala kekurangnan kan bisa ditutup/diperbaiki. kalau memang tidak,
se-ide, ya mau bagaimana lagi. tanpa disuruh pun orang kan tetap
pada pilihan masing-masing tak-iye (hi..hi..).

itu saja, tak kurang tak lebih :-)

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Mohammad DAMT

unread,
Jul 6, 2006, 7:48:24 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
Pada hari Jumat, tanggal 07/07/2006 pukul 05:09 +0700, adi menulis:
> 2) groups.or.id sekarang ini perlu hal yang sifatnya 'advance', misalnya
> howto jugling multiple email on single connection, bagaimana melakukan

Buat saya sih yang paling penting groups.or.id buka rahasia dapur,
konfigurasi, program yang dibuat, dsb supaya ada lagi groups.or.id2 lain
yang muncul. Bodo amat mau ngambil semuanya dari groups.or.id, toh yang
penting tujuan utama (pemberdayaan jaringan lokal) akan tercapai.
Terserah kalau nanti yang muncul justru bikin konferensi pers: "Kita ini
yang paling canggih dsb dsb" walaupun nyontek dan diawal2 nyela2
groups.or.id. Walaupun nanti si Gudel dan Yah elu juga masuk dan punya
koneksi langsung ke Indones, ya biar saja. Yang penting tadi itu, tujuan
tercapai, semua senang.

Tapi sekarang kalau yang diajak ga mau ya sudah. Jangan marah kalau
koneksi Internet mahal. Tapi jadi ingat lagunya Jhony Iskandar: Aku
bukan pengemis bandwith.

adi

unread,
Jul 6, 2006, 7:44:21 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Fri, Jul 07, 2006 at 06:17:25AM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> pengen sih... tapi ketakutan kebanyakan email :)
> eh, groups.or.id punya fitur bisa dibaca via web?
> mau lurking dulu saja.

wah .. bicara soal arsip, saya jadi ingat ke-tidak-sreg-an saya
dengan metode pengarsipan di groups.or.id ;-( tapi ya sudah lah,
sementara arsip groups.or.id bisa dilihat di:

http://groups.or.id/archive/

pakai ezmlm-www (perl .. hi..hi..), kalau ada yang pernah pakai,
pasti bisa mengerti bahwa cara itu benar-benar 's*ck', khususnya
untuk service seperti groups.or.id.

terlalu banyak todo list, jadinya tak satupun diselesaikan (hi..hi..)

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Mohammad DAMT

unread,
Jul 6, 2006, 7:53:55 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
Pada hari Jumat, tanggal 07/07/2006 pukul 05:09 +0700, Budi Rahardjo
menulis:

> - Kata-kata politis / bombastis
> demi bandwidh Indonesia, mencerdasakan bangsa, dll.
> misal, contoh di FAQ:
> ...
> "bangsa_merdeka @ groups.or.id"
> "perjuangan harus dimulai walaupun dengan bambu runcing."

Hehehh berarti groups.or.id butuh penulis konten. Silakan melamar dan
hapus saja. Saya juga pusing bacanya. Tapi selama ga ada yang meu ganti
ya akan tetap seperti itu.

Ada xname.org penyedia jasa DNS gratisan tapi dikelola tanpa kata2
seperti itu.

adi

unread,
Jul 6, 2006, 8:48:05 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Fri, Jul 07, 2006 at 02:48:24AM +0300, Mohammad DAMT wrote:
> Buat saya sih yang paling penting groups.or.id buka rahasia dapur,
> konfigurasi

sip lah. sebenarnya tidak ada, dan tidak akan pernah ada rahasia.
cuman ya itu, kadang susah juga menuliskan. tapi nanti saya coba
tuliskan satu-satu di milis mailfarm, atau bikin blog kali ya
(hi..hi..). sayangnya saya belum bisa online 24jam. bisa sih,
tapi anak saya ndak bisa makan :-))

> Tapi sekarang kalau yang diajak ga mau ya sudah. Jangan marah kalau
> koneksi Internet mahal. Tapi jadi ingat lagunya Jhony Iskandar: Aku
> bukan pengemis bandwith.

barangkali orang lebih suka menkominfo atau bahkan presiden sendiri
yang mengemis :-)

btw, soal tuduhan 'mengemis' ini sebenarnya serius juga lho. ini sudah
masuk kategori 'fitnah'. seperti yang saya bilang, groups.or.id itu
'virtual'. siapa sih groups.or.id? Kang Harry yang sumbang mesin dan
sumbang tenaga dan waktu setup mesin saja bilang bukan orang groups.or.id,
saya juga tidak merasa sebagai orang groups.or.id he..he.. lah terus
groups.or.id itu 'siapa' ya hi..hi..

sumbangan bandwidth dari CBN itu, menurut saya, nilainya tinggi. Katakanlah
merupakan perwujudan social responsibility mereka. bukan karena ada yang
mengemis ke mereka. kalau ada yang bilang begitu berarti, maaf, fitnah.

saya jadi ngeri kalau ada yang mau sumbang dana riil, pasang iklan, dlsb.
nanti 'fitnah' apa lagi yang akan dilontarkan orang ... padahal posisi
hukum groups.or.id itu sendiri kan belum jelas untuk bisa memungkinkan
mengelola dana tersebut secara transparan, seperti kata Kang Harry,
untuk menghindari fitnah.

he..he.. sorry OOT, mestinya ini dibahas di mitra @ groups.or.id saja :-)

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

adi

unread,
Jul 6, 2006, 8:50:03 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com
On Fri, Jul 07, 2006 at 06:23:13AM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> (sebetulnya bukan karena itu, tapi karena beda visi saja.
> saya masih alergi dengan hal2 yang bombastis.)

bukannya memaksa, tapi mestinya bisa lah masuk kemudian mengubah
biar tidak bombastis lagi hi..hi..

indra saja bisa masuk krakatau dan mengubah warna krakatau,
dan setelah keluar, jadi berubah lagi. kayaknya mesti gitu ...

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

adi

unread,
Jul 6, 2006, 8:52:50 PM7/6/06
to tekno...@googlegroups.com, gro...@worldless.net
On Fri, Jul 07, 2006 at 05:09:24AM +0700, Budi Rahardjo wrote:
> - Kata-kata politis / bombastis
> demi bandwidh Indonesia, mencerdasakan bangsa, dll.
> misal, contoh di FAQ:
> ...
> "bangsa_merdeka @ groups.or.id"
> "perjuangan harus dimulai walaupun dengan bambu runcing."
>

uh .. saya yakin david tidak bermaksud menulis dalam konteks itu :-)
jadi gimana? usulannya harus diubah?

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

syarifl

unread,
Jul 6, 2006, 11:48:01 PM7/6/06