Fwd: [technomedia] Mengapa Mas KRMT Roy Suryo Disebut Pakar Multimedia?(Ini serius!)

20 views
Skip to first unread message

Budi Rahardjo

unread,
Jan 20, 2005, 3:56:40 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
---------- Forwarded message ----------
From: merry_magdalena <merry_m...@yahoo.com>
Date: Thu, 20 Jan 2005 07:45:45 -0000
Subject: [technomedia] Mengapa Mas KRMT Roy Suryo Disebut Pakar
Multimedia?(Ini serius!)
To: techn...@yahoogroups.com




Huahahaha..saya galak ya Mbak JMS?
yah, skali-skali galak ngga papa kan? Selama ini cengengesan mulu
sih. Merry juga manusia lho...heuheuheu..apalagi lagi PMS
gini..wekekekew!

Ada yang mau dicermati dikit nih (caile, mulai galak lagi ya?). Kalau
saya perhatikan,para praktisi TI banyak yang keberatan kalau Mas Roy
Suryo disebut pakar multimedia (demikian sejumlah media massa
menyebutnya). Mereka berpendapat bahwa Roy dengan latar belakang
pendidikannya yang bukan TI tidak layak memberi opini pada publik
mengenai TI.
Bahkan lebih sadisnya, pakar2 TI itu menyebut wartawan berotak kosong
dan bodoh karena percaya saja dengan mengutip ucapan Roy. Saya
sendiri sebal karena dituduh hanya senang mewawancarai mas Roy saja.
Padahal sudah lama saya tidak mewawancara beliau.

Nah, sekarang mari kita telaah bersama : MENGAPA MAS ROY KERAP
DIJULUKI SEBAGAI PAKAR MULTIMEDIA? Sebutan tersebut memang membuat
sejumlah pakar TI lain "gerah". Tapi tentu ada alasan mengapa Mas Roy
dijuluki pakar oleh sebagian kalangan wartawan.

Alasan itu adalah:
1.Mas Roy bisa dikatakan pihak pertama yang mempopulerkan TI ke
publik. Pada kasus Tommy, ia bicara soal deteksi keberadaan pemilik
ponsel pada pers. Pada kasus Habibie, ia juga mengangkat isu sadap
telpon. Di kasus Sukma-Bjah, dia juga yang menjelaskan soal
metadata.Adakah saat itu pakar TI yang bisa dengan mudah mengaitkan
TI pada isu hot? Belum ada.

2. Memang Mas Roy tak punya latar pendidikan formal TI, tapi dengan
keluasan wawasannya ia bisa menjelaskan secara gamblang dan mudah
dicerna pada publik. Bahasa yang digunakannya cukup membumi. Wartawan
yang saat itu (saat Mas Roy mulai disorot publik) belum paham benar
dengan TI, tentu akan senang menghubungi Mas Roy. Dan bidang TI yang
dipaparkannya begitu beragam, maka para wartawan dengan mudah saja
memberinya titel "pakar multimedia".

3.Mas Roy tipe publik figur yang mudah dihubungi. Teman saya di desk
politik pernah menghubungi ponselnya pukul 6 pagi. Dan Mas Roy dengan
enteng bersedia diwawancarai.

4.Mas Roy juga cukup familiar di layar televisi. Bahkan ia terkesan
bukan hanya pakar saja, tapi sudah menjadi selebriti. Jangan salahkan
sebagian wartawan yang menganggap Mas Roy identik dengan dunia TI.
Pakar lain yang lumayan Top di kalangan wartawan (umum, bukan
wartawan TI), baragkali Kang OWP. Sssttt dia pernah masuk KrosCek
(tayangan gosip trans tv).

Nah, itulah mengapa mayoritas wartawan secara general lebih suka
mewawancara Mas Roy. Tentu wartawan yang menggeluti desk TI secara
spesialis bisa memahami bahwa ada spesialisasi narasumber. saat
mereka menulis tentang Linux, narasumber yang pas ya IMW. saat nulis
soal hacker, ya hubungi saja hacker-nya langsung, Dani Firmansyah
atau Sto. Tapi kan wartawan di luar bidang TI tidak kenal betul nama-
nama itu. jadi ya mereka ingatnya Mas Roy.

Jelas kan kenapa Mas Roy identik dengan multimedia? Bukan begitu Mas
Roy? Ini merupakan balancing saya terhadap sebagian kalangan TI yang
kerap mencemooh kepakaran Mas Roy. Saya pribadi tidak memiliki
sentimen tertentu pada Mas Roy. Hanya sekedar mencoba mem-balance
saja. Antara pihak yang pro dan kontra pada Mas Roy.

merrymaumakansomaydulu


Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/technomedia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
technomedia...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Budi Rahardjo

unread,
Jan 20, 2005, 3:59:03 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
---------- Forwarded message ----------
From: Satrio Arismunandar <satrioari...@yahoo.com>
Date: Thu, 20 Jan 2005 00:45:08 -0800 (PST)
Subject: Re: [technomedia] Mengapa Mas KRMT Roy Suryo Disebut Pakar
Multimedia?(Ini serius!)
To: techn...@yahoogroups.com



Bukan salah masyarakat (awam), kalau menjuluki
seseorang sebagai pakar. Karena di mata publik, orang
ini memang tampil sebagai pakar: selalu bicara tentang
pengetahuan tertentu secara meyakinkan, dan mudah
dipahami masyarakat. Masyarakat awam tak punya
kemampuan (ilmu) untuk mengkritisi, jika si "pakar"
ini salah ucap.

Kalau memang si A (tak usah menyebut nama) sebenarnya
bukan pakar, dan penjelasannya sering salah, adalah
tugas pakar yang sebenarnya atau lembaga asosiasi
dalam bidang ilmu/pengetahuan terkait, untuk
menunjukkan letak kesalahan itu pada masyarakat.
Selama kritik atau sanggahan tidak dilakukan, ya tentu
saja "kepakaran" si A itu tetap bertahan. Masyarakat
tak melihat ada yang salah kok!

Seharusnya pula, komunitas ilmiah atau asosiasi ini
memberi alternatif, menunjukkan siapa-siapa saja yang
sebetulnya pakar dan pantas jadi narasumber wartawan.
Jangan cuma menyalahkan masyarakat dan wartawan.
Sehingga media massa dan masyarakat bisa beralih ke
sumber-sumber informasi yang lebih kompeten, lebih
bertanggungjawab.

Ini baru soal multimedia. Coba, bagaimana jika bicara
tentang mikrobiologi, kimia, nuklir, astronomi, fisika
kuantum, dsb. Kewajiban mereka yang tahu untuk bicara,
dan mempermudah akses bagi masyarakat dan media massa
untuk bertanya dan berkonsultasi. Jangan asyik dengan
diri sendiri. Kita tak bisa menghakimi orang yang
memang tak punya bekal ilmu, dalam menilai mana yang
"pakar" dan mana yang "pakar sebenarnya."

Rio


--- arif pitoyo <arifp...@yahoo.com> wrote:

> Sebaiknya tidak langsung menyebut nama orang.
> karena kepakaran seseorang bisa dilihat dari
> berbagai sisi, sama juga dengan tujuan di balik
> pernyataan2nya bisa dilihat dari segala sisi.
> Ada sisi dimana seseorang dijuluki pakar karena dia
> merupakan public figure.
> Public figure justru lebih mengena dibandingkan
> kemampuannya secara spesifik.
> Seperti juga saat pemilihan Presiden, SBY sangat
> mengandalkan publiknya, Megawati mengandalkan figur
> bokapnya. Sedangkan capres yg memiliki kemampuan
> menejerial lebih baik tidak dipilih.
> Itulah mengapa seseorang layak menyandang pakar bila
> dia lebih dikenal publik dan ilmunya dipandang
> sangat memasyarakat dan sangat mudah dicerna,
> menarik dan update, apalagi dengan cara penyampaian
> yang simpatik dan menarik.
> Figur seperti itu tak bisa disalahkan bila publik
> menyebutnya pakar.
> Mungkin orang-orang yang banyak mengkritik figur
> seperti itu perlu mengikuti jejaknya agar sama
> seperti publik figur tersebut, menjadi terkenal.
> karena kritikan datang umumnya karena ada perasaan
> kecemburuan dan menjatuhkan bukannya kritik
> membangun
>
> netralterhadapsemuapakar
> -api-
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/technomedia/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> technomedia...@yahoogroups.com
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'


__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
http://promotions.yahoo.com/new_mail

Idban Secandri

unread,
Jan 20, 2005, 4:24:15 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, 20 Jan 2005 15:59:03 +0700, Budi Rahardjo <rah...@gmail.com> wrote:
> Bukan salah masyarakat (awam), kalau menjuluki
> seseorang sebagai pakar. Karena di mata publik, orang
> ini memang tampil sebagai pakar: selalu bicara tentang
> pengetahuan tertentu secara meyakinkan, dan mudah
> dipahami masyarakat. Masyarakat awam tak punya
> kemampuan (ilmu) untuk mengkritisi, jika si "pakar"
> ini salah ucap.

sangking mudahnya bahkan masyarakat jadi terlena kalau yang dikatakan
pakar itu salah, dan pakar itu tidak mau mengadakan press release soal
kesalahannya

> Kalau memang si A (tak usah menyebut nama) sebenarnya
> bukan pakar, dan penjelasannya sering salah, adalah
> tugas pakar yang sebenarnya atau lembaga asosiasi
> dalam bidang ilmu/pengetahuan terkait, untuk
> menunjukkan letak kesalahan itu pada masyarakat.
> Selama kritik atau sanggahan tidak dilakukan, ya tentu
> saja "kepakaran" si A itu tetap bertahan. Masyarakat
> tak melihat ada yang salah kok!

masalahnya bukan tidak ada usaha untuk hal ini :) terakhir sekali sang
pakar bilang jangan percaya dng situs yang tidak resmi, ya percuma
saja diluruskan kalau mereka (awam) sudah terlanjur terlena.

> Seharusnya pula, komunitas ilmiah atau asosiasi ini
> memberi alternatif, menunjukkan siapa-siapa saja yang
> sebetulnya pakar dan pantas jadi narasumber wartawan.
> Jangan cuma menyalahkan masyarakat dan wartawan.
> Sehingga media massa dan masyarakat bisa beralih ke
> sumber-sumber informasi yang lebih kompeten, lebih
> bertanggungjawab.

gerombolan siberat :)

> > Mungkin orang-orang yang banyak mengkritik figur
> > seperti itu perlu mengikuti jejaknya agar sama
> > seperti publik figur tersebut, menjadi terkenal.
> > karena kritikan datang umumnya karena ada perasaan
> > kecemburuan dan menjatuhkan bukannya kritik
> > membangun

inilah yang sepertinya diterapkan oleh beliau, dilihat dari reply2
milis yang cenderung menyerang orang yang berusana meluruskan tanpa
ada penjelasan dari beliau.

> > alasan mengapa Mas Roy
> > dijuluki pakar oleh sebagian kalangan wartawan.
> >
> > Alasan itu adalah:
> > 1.Mas Roy bisa dikatakan pihak pertama yang
> > mempopulerkan TI ke
> > publik. Pada kasus Tommy, ia bicara soal deteksi
> > keberadaan pemilik
> > ponsel pada pers. Pada kasus Habibie, ia juga
> > mengangkat isu sadap
> > telpon. Di kasus Sukma-Bjah, dia juga yang
> > menjelaskan soal
> > metadata.Adakah saat itu pakar TI yang bisa dengan
> > mudah mengaitkan
> > TI pada isu hot? Belum ada.

hanya dengan melihat metadata sepintas tanpa ditelusri apa, mengapa
dan bagaimana metadata dibuat bahkan dapatkan dimodifikasi sudah
menjatuhkan vonis :(. sebaiknya dilakukan pembuktian, riset atau
apalah sebelum memutuskan sesuatu.
sebuah program saja melalui jalur bertahap dari
pre-beta-rc-rilis/stabil tidak ada yang langsung bilang stabil

> > 2. Memang Mas Roy tak punya latar pendidikan formal
> > TI, tapi dengan
> > keluasan wawasannya ia bisa menjelaskan secara
> > gamblang dan mudah
> > dicerna pada publik. Bahasa yang digunakannya cukup
> > membumi. Wartawan
> > yang saat itu (saat Mas Roy mulai disorot publik)
> > belum paham benar
> > dengan TI, tentu akan senang menghubungi Mas Roy.
> > Dan bidang TI yang
> > dipaparkannya begitu beragam, maka para wartawan
> > dengan mudah saja
> > memberinya titel "pakar multimedia".

wawasan luas dng penjelasan yang ngawur :)

> > 3.Mas Roy tipe publik figur yang mudah dihubungi.
> > Teman saya di desk
> > politik pernah menghubungi ponselnya pukul 6 pagi.
> > Dan Mas Roy dengan
> > enteng bersedia diwawancarai.

:) orang mungkin melihat caller idnya mau jam 1 malem kalo caller
idnya orang terdekat dan mendatangkan keuntungan (pamor) pasti
diangkat.


Bahan blog :) hayu siapa duluan


--
http://secandri.com/blog

enda nasution

unread,
Jan 20, 2005, 4:24:30 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
> ---------- Forwarded message ----------
> From: merry_magdalena <merry_m...@yahoo.com>
> Nah, sekarang mari kita telaah bersama : MENGAPA MAS ROY KERAP
> DIJULUKI SEBAGAI PAKAR MULTIMEDIA? Sebutan tersebut memang membuat
> sejumlah pakar TI lain "gerah". Tapi tentu ada alasan mengapa Mas Roy
> dijuluki pakar oleh sebagian kalangan wartawan.
>
> Alasan itu adalah:


Rebutalnya harusnya kira-kira judulnya gini: 10 ALASAN MENGAPA KMRT RS
SEBAIKNYA TIDAK LAGI DIJADIKAN NARASUMBER


--
Visit my blog. Click here
http://enda.goblogmedia.com

Idban Secandri

unread,
Jan 20, 2005, 4:26:57 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, 20 Jan 2005 16:24:30 +0700, enda nasution <enda...@gmail.com> wrote:
>
> Rebutalnya harusnya kira-kira judulnya gini: 10 ALASAN MENGAPA KMRT RS
> SEBAIKNYA TIDAK LAGI DIJADIKAN NARASUMBER

1. bandar togel :) karena beliau suka sekali bermain angka

--
http://secandri.com/blog

Pakcik

unread,
Jan 20, 2005, 4:31:52 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, 20 Jan 2005 16:24:30 +0700, enda nasution <enda...@gmail.com> wrote:
>
> > ---------- Forwarded message ----------
> > From: merry_magdalena <merry_m...@yahoo.com>
> > Nah, sekarang mari kita telaah bersama : MENGAPA MAS ROY KERAP
> > DIJULUKI SEBAGAI PAKAR MULTIMEDIA? Sebutan tersebut memang membuat
> > sejumlah pakar TI lain "gerah". Tapi tentu ada alasan mengapa Mas Roy
> > dijuluki pakar oleh sebagian kalangan wartawan.
> >
> > Alasan itu adalah:
>
>
> Rebutalnya harusnya kira-kira judulnya gini: 10 ALASAN MENGAPA KMRT RS
> SEBAIKNYA TIDAK LAGI DIJADIKAN NARASUMBER

gimana kalau 10 ALASAN MENGAPA KITA HARUS STOP MEMBAHAS ROY SURYO?

:p

--
Pakcik

baskara

unread,
Jan 20, 2005, 4:33:23 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, 20 Jan 2005 16:24:15 +0700, Idban Secandri
<idban.s...@gmail.com> wrote:
>
> sangking mudahnya bahkan masyarakat jadi terlena kalau yang dikatakan
> pakar itu salah, dan pakar itu tidak mau mengadakan press release soal
> kesalahannya

Masalahnya, para non-pakar yang tahu bahwa ucapan pakar itu salah,
tidak segera mengadakan press conference untuk mengklarifikasi. Selama
ini, klarifikasi hanya dilakukan melalui milis, yang kemudian dijawab
kembali oleh pakar tersebut "Maksud saya seperti itu. Terima kasih
atas koreksinya."

Idban Secandri

unread,
Jan 20, 2005, 4:36:10 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
On Thu, 20 Jan 2005 16:24:15 +0700, Idban Secandri
<idban.s...@gmail.com> wrote:
yang ikutan techomedia
bisa diforwardkan ke milis technomedia

--
http://secandri.com/blog

Budi Rahardjo

unread,
Jan 20, 2005, 4:40:50 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
Ini tulisan saya di milis technomedia.

-- budi, jadi juru kirim-kiriman surat antar milis


---------- Forwarded message ----------
From: Budi Rahardjo <rah...@gmail.com>
Date: Thu, 20 Jan 2005 16:28:47 +0700
Subject: Re: [technomedia] Mengapa Mas KRMT Roy Suryo Disebut Pakar
Multimedia?(Ini serius!)
To: techn...@yahoogroups.com


On Thu, 20 Jan 2005 07:45:45 -0000, merry_magdalena
<merry_m...@yahoo.com> wrote:

> Ada yang mau dicermati dikit nih (caile, mulai galak lagi ya?). Kalau
> saya perhatikan,para praktisi TI banyak yang keberatan kalau Mas Roy
> Suryo disebut pakar multimedia (demikian sejumlah media massa
> menyebutnya).

Ok deh. Saya bakalan dapat hate mail setelah email ini.

IT INDONESIA UNCENSORED!
[warning, harus dibaca dengan hati yang terbuka.]
Tidak untuk dipublikasikan.

Saya nggak tahu apakah rekan-rekan wartawan tahu hal ini.
Di kalangan pelaku (gerombolan?) IT ada nama-nama yang dianggap notorius
(daftar tercela), yaitu:
- Frans Thamura
- Rudy Rusdiah
- Roy Suryo
- TAP (kalau ini bagi orang yang sudah lama/tua)
(ps: BSD sempat masuk daftar ini juga, tapi karena sekarang jarang komentar
dan lebih banyak bekerja [become wiser?] nampaknya sudah hilang dari daftar)
Kalau mereka komentar, *pasti* akan ada komentar (negatif).
Bahkan guyonannya, nama-nama tersebut dijadikan kata kerja, seperti misalnya
"ah roy suryo loe!" (sorry mas roy saya ambil jadi contoh.)
Kadang-kadang komentar yang negatif ini tidak pada tempatnya.
Tetapi mengapa mereka masuk daftar tercela, tentu ada alasannya,
baik teknikal maupun personal.

Personally, I have no problems dengan rekan-rekan yang terdaftar tersebut.
Kadang-kadang ketemu di acara-acara. (Saya tahu ada banyak yang sengaja
menghindar dari mereka. Jadi lucu melihatnya kalau ada acara ... he he he.)
Bahkan ... pada suatu saat (eh dua saat) saya sempat dimusuhi orang gara-gara
saya tidak memusuhi seseorang. he he he. Aneh, saya pikir. Tapi mau apa lagi.
Mengapa saya harus memusuhi seseorang?

Jadi itulah Mer, kalau Merry ngambil nara sumber dari daftar orang tercela
ya siap-siap aja dikomentari oleh gerombolan IT.
Lagi-lagi ... saya mah cuek saja. Mau ambil siapa aja jadi nara sumber, ya
monggo. Mengapa saya perlu sewot? :) Salah-salah sedikit ok kok.

-- budi "michael moore" rahardjo ... ha ha ha

enda nasution

unread,
Jan 20, 2005, 5:09:23 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
> On Thu, 20 Jan 2005 16:24:30 +0700, enda nasution <enda...@gmail.com> wrote:
> > Rebutalnya harusnya kira-kira judulnya gini: 10 ALASAN MENGAPA KMRT RS
> > SEBAIKNYA TIDAK LAGI DIJADIKAN NARASUMBER

On Thu, 20 Jan 2005 16:26:57 +0700, Idban Secandri
<idban.s...@gmail.com> wrote:
> 1. bandar togel :) karena beliau suka sekali bermain angka


Atau alternatif judul lagi nih [kayaknya lagi model judul kayak gini]:

Everything You Ever Wanted To Know About ROY SURYO, But Were Afraid To Ask.

:)

N e o

unread,
Jan 20, 2005, 5:21:17 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
itu namanya apatis. kalau memang rela teman sebangsa sendiri
dibodohi, ya monggo gak usah bahas kermit.

kermit memang seorang schemer yang licin. kalau ada orang mengkritik
dari sisi ilmiah, dia akan menyerang dari sisi pribadi, soal
kompetensi, dan lain-lain. kalau ada yang mempertanyakan kesahihan
pernyataan dia, dia akan menghindar dengan bilang itu rahasia
perusahaan. dan ketika akhirnya dia jatuh ke lubang yang cukup dalam
sewaktu ketahuan ketidak-pakarannya waktu kasus dengan saya, dia lalu
mendiamkan masalahnya. ketika panas lagi, dia lagi-lagi menyerang
pribadi.

sekarang, memang perlu langkah nyata, seperti misalnya
roysuryowatch.org agar lebih dikenal oleh masyarakat umum.
--
I solemnly swear that I'm up to no good
http://data.startrek.or.id
http://kiozk.com

Ikhlasul Amal

unread,
Jan 20, 2005, 5:21:51 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
Pada 20 Jan 2005, 16:40:50 +0700, Budi Rahardjo menulis (diringkas):
>
> Ini tulisan saya di milis technomedia.
>
> -- budi, jadi juru kirim-kiriman surat antar milis
>

---akhir kutipan---

Iya nih, saya jadi "tidak tega" Pak Budi jadi tukang antarpos
begini. :(

Masak di dunia yang supercanggih, ada interkoneksi dan sekian
puluh protokol pengiriman pesan, masih harus anggota gerombolan
superberat yang menyingsingkan baju?

Saya sudah setuju dengan pendapat Pak Budi yang "don't care" di
Technomedia. Itu urusan dua kubu, masing-masing punya argumen
dan bisa tidak ketemu jika saling ngotot (saya ingat istilah
"prinsip keseimbangan" dari Neo waktu anggota pro-Anne kalap di
blog saya).

<promosi>
Saya sampaikan acung jempol kepada Pak Budi yang dulu sempat
menegur sentimen anti-RS di salah satu "mailing list" (saya
lupa: Telematika atau Genetika), karena sudah bias ke arah
menembak pribadi dan kebetulan waktu itu penyerangnya "kubu ITB"
(ini istilah dari Pak Budi). Hari ini Pak Budi juga yang tanpa
tedeng aling-aling membeberkan "daftar tercela" oknum-oknum yang
kemungkinan mendapat tanggapan negatif, di Technomedia.
</promosi>

Kita perlu sebuah bahasa yang lugas tanpa harus menyerang secara
pribadi. Karena yang tidak kita setujui adalah ide dari oknum
(yang disinyalir salah), bukan orangnya.

--
amal

I think that I shall never see
A billboard lovely as a tree.
Indeed, unless the billboards fall
I'll never see a tree at all.
-- Ogden Nash

Priyadi Iman Nurcahyo

unread,
Jan 20, 2005, 6:49:43 AM1/20/05
to tekno...@googlegroups.com
On Thursday 20 January 2005 16:31, Pakcik wrote:

> > Rebutalnya harusnya kira-kira judulnya gini: 10 ALASAN MENGAPA KMRT RS
> > SEBAIKNYA TIDAK LAGI DIJADIKAN NARASUMBER
>
> gimana kalau 10 ALASAN MENGAPA KITA HARUS STOP MEMBAHAS ROY SURYO?
>
> :p

<nyeleneh-mode>

1. kalau akhirnya media gak percaya RS lagi kita sendiri yang rugi, karena gak
ada hiburan :)
2. kalau masyarakat sudah pinter dan tahu mana yang benar mana yang tidak,
kita rugi donk, karena kita bisa dibilang bukan pakar lagi :)

</nyeleneh-mode>

rofiq

unread,
Jan 21, 2005, 1:08:46 AM1/21/05
to tekno...@googlegroups.com
Budi Rahardjo wrote:

>Ok deh. Saya bakalan dapat hate mail setelah email ini.
>
>IT INDONESIA UNCENSORED!
>[warning, harus dibaca dengan hati yang terbuka.]
>Tidak untuk dipublikasikan.
>
>Saya nggak tahu apakah rekan-rekan wartawan tahu hal ini.
>Di kalangan pelaku (gerombolan?) IT ada nama-nama yang dianggap notorius
>(daftar tercela), yaitu:
>- Frans Thamura
>- Rudy Rusdiah
>- Roy Suryo
>- TAP (kalau ini bagi orang yang sudah lama/tua)
>(ps: BSD sempat masuk daftar ini juga, tapi karena sekarang jarang komentar
> dan lebih banyak bekerja [become wiser?] nampaknya sudah hilang dari daftar)
>
>
Secara profesional saya berteman baik dengan Frans Thamura. Bila melihat
"prestasinya", FT adalah motor milis developer java yg sangat aktif
baik secara online dan offline dengan pertemuan bulanannya yg sharing
knowledge antara expert dan newbies. Dari yg awalnya menggunakan ruang
kantor pribadinya sendiri sampai menjalin kerjasama dengan Nokia dan Sun
sebagai sponsor (hanya untuk alokasi tempat karena meningkatnya jumlah
peserta).

Dasar tujuannya adalah ingin meningkatkan kemandirian industri IT
Indonesia melalui jalur opensource yg berorientasi bisnis, sayang sekali
bila yg kita musuhi adalah orang yg justru telah bekerja keras untuk
tujuan yg baik.

Pakcik

unread,
Jan 21, 2005, 2:00:04 AM1/21/05
to tekno...@googlegroups.com
Sejarah emang berulang. Seperti jaman PKI dulu. Ada blacklist segala.
Tulisannya gak boleh ke luar ke media maupun buku. Salah satu
korbannya Pramudya, cari bukunya susah dulu.

Saya gak kenal orang2 yg di list itu secara pribadi, tapi saya juga
gak setuju ada list2 begini. Terlepas dari benar/salah omongan yang
dikeluarkannya, saya kira gak baik ada list2 beginian.

atau mungkin teman2 merasa list ini ada gunanya?


--
Pakcik

Priyadi Iman Nurcahyo

unread,
Jan 21, 2005, 3:59:48 AM1/21/05
to tekno...@googlegroups.com
On Friday 21 January 2005 13:08, rofiq wrote:

> Secara profesional saya berteman baik dengan Frans Thamura. Bila melihat
> "prestasinya", FT adalah motor milis developer java yg sangat aktif
> baik secara online dan offline dengan pertemuan bulanannya yg sharing
> knowledge antara expert dan newbies. Dari yg awalnya menggunakan ruang
> kantor pribadinya sendiri sampai menjalin kerjasama dengan Nokia dan Sun
> sebagai sponsor (hanya untuk alokasi tempat karena meningkatnya jumlah
> peserta).
>
> Dasar tujuannya adalah ingin meningkatkan kemandirian industri IT
> Indonesia melalui jalur opensource yg berorientasi bisnis, sayang sekali
> bila yg kita musuhi adalah orang yg justru telah bekerja keras untuk
> tujuan yg baik.

sebenarnya masalah frans thamura hanya karena pelanggaran tata tertib milis
dan mungkin kurang bisa bergaul dengan komunitas dan juga sering memprovokasi
flame war. dia 'ditendang' dari milis linux karena mengumpat rekan-rekan yang
lain. di milis microsoft bahkan yang saya dengar kondisinya lebih parah lagi.

tapi sekarang sepertinya sudah gak ada masalah secara pribadi, bahkan saya
cukup sering ngobrol lewat yahoo messenger... bahkan sekarang dia sudah mau
mengakui bahwa java itu bukan opensource! walaupun dengan perjuangan yang
lama dan melelahkan :)

Ikhlasul Amal

unread,
Jan 21, 2005, 4:18:27 AM1/21/05
to tekno...@googlegroups.com
Pada 21 Jan 2005, 16:00:04 +0900, Pakcik menulis (diringkas):
>
> Saya gak kenal orang2 yg di list itu secara pribadi, tapi saya juga
> gak setuju ada list2 begini. Terlepas dari benar/salah omongan yang
> dikeluarkannya, saya kira gak baik ada list2 beginian.
>
> atau mungkin teman2 merasa list ini ada gunanya?
>

---akhir kutipan---

Saya tidak bermaksud membela Pak Budi: yang dia lakukan adalah
menjernihkan persoalan agar langsung pada tujuan ("to the
point"), supaya tidak usah bertele-tele karena rikuh ini dan
itu. Toh daftar di atas bukan dikeluarkan oleh politbiro. :-)

Saya juga "agak terkejut" karena dikirim ke sini: bukankah
arsip "mailing list" ini terbuka untuk publik? Apakah tidak
berabe jika dibaca umum? Karena pengirimnya BR sendiri, tentu
wewenang ada di tangan dia.

Di "mailing list" ini daftar di atas memang kurang berguna dan
usul saya: tidak usah dibahas lebih jauh. Lebih baik kita lihat
dari sudut positif bahwa BR ingin keterbukaan ada di dua
"mailing list", sehingga tidak beredar fitnah menggunting dalam
lipatan. Namun untuk Technomedia, IMO, daftar tsb. lebih
berguna, agar diskusi dengan orang yang berkepentingan (wartawan
dan nara sumber) dapat lebih lancar.

Usul saya untuk Pak Budi: tampaknya persoalan RS (sebagai
pribadi) sebaiknya diakhiri di sini. Untuk menghindari polusi di
teknologia. Nanti kita lanjutkan dengan substansi (jika ada)
yang memang perlu diluruskan. Saya kira persinggungan teknologia
dan technomedia sudah cukup untuk ronde pertama ini, karena toh
kedua belah pihak punya domain anggota dan pembicaraan
masing-masing.

--
amal

Breeding rabbits is a hare raising experience.

Dicky Wahyu Purnomo

unread,
Jan 21, 2005, 6:00:42 AM1/21/05
to tekno...@googlegroups.com
On Fri, 21 Jan 2005 15:08:46 +0900, rofiq <mro...@gmail.com> wrote:
> Dasar tujuannya adalah ingin meningkatkan kemandirian industri IT
> Indonesia melalui jalur opensource yg berorientasi bisnis, sayang sekali
> bila yg kita musuhi adalah orang yg justru telah bekerja keras untuk
> tujuan yg baik.

Frans secara profesional saya acungi jempol krn "strategi" yg
digunakan cukup ok punya.

Tp yg jadi masalah, dia tidak bisa menempatkan diri kl ngomong di
milis, seperti di milis linux ngajak perang microsoft, di milis mugi
njelekin microsoft, en di milis telematika ngomongin kejambretan.

Bener2 bikin "kerusuhan" di milis, belum lagi tata bahasa nya yang gak
karu-karuan, yg bikin pusing pembacanya ... terutama kasus aulia adnan
yg cidera krn bom kuningan.

axal

unread,
Jan 30, 2005, 2:15:13 AM1/30/05
to tekno...@googlegroups.com
Roy Suryo? hehehehe *sigh* sama ajah kita ngebaca tulisan di
17tahun.com pada bagian "daun muda" baca bolak balik sampe hapal. trus
besok ceritain deh sama orang-orang apa yang dia baca dan agak di
pelesetin. dan bahasan ya dibikin supaya public paham. pakar sih ga ..
cuma ya gituh kali ye ....

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages