Coba ini itu kemudian merusak sistem bisa juga bisa. Jadi ingat saat
baru mengenal Windows. Windows95 saat itu sudah beberapa bulan dirilis
(saya bahkan belum mengenal Windows3.11, hanya familiar dengan DOS).
Saya diminta mengcopy semua mp3 ke HD lain di mesin Windows. Caranya?
"Cari tahu sendiri!". Saya hanya tahu tool paling praktis adalah
Norton Commander. Jalankan itu, select File, langsung Copy. Hasilnya?
Bubar jalan..hehehe... Semua file rusak karena NC hanya mengenal
penamaan file dengan format 8.3.
Jaman sekarang, kalau mp3 file rusak/hilang, bisa gampang dicari lagi.
Jaman itu? CD pun masih barang mahal. CD-RW belum ada. Copy-mengcopy
memakai beberapa disket. Atau, harus download lagi.
A : *duduk di depan console, memanggil si B*
A: "Eh sini, kamu saya ajarin bagaimana mengurus mailing list server"
B : *duduk di sebelah A*
A : *mengetik selama satu-dua menit di depan console dengan kecepatan
tinggi, mata tidak melihat keyboard, tetapi menatap layar monitor,
sementara console penuh dengan tulisan*
A : "Nah, gitu caranya, sekarang kamu urus mailing list server ini !"
B : ???!!!
:)
Ya dengan cerita-cerita seperti inilah kami mengerti dunia IT, jadi
mohon maaf kalau perilaku kami sampai saat ini masih terbawa-bawa
seperti itu.
-affan
ini kok setiap nulis e-mail minta maaf melulu. nggak perlu ah.
yang membuat saya menjawab pertanyaan dengan 'silahkan di google dulu'
atau sebangsanya adalah karena biasanya saat membaca pertanyaan dan
siap menjawab, untuk memastikan jawabannya saya sendiri otomatis cek
dengan melakukan search di google. nah, lama2 saat melakukan search
ini jadi sadar, lho.. kalau saya aja musti cek dulu ke google tentunya
penanya juga bisa melakukan hal yang sama kan?
makanya biasanya saya kasih jawaban semacam 'coba search di google
dengan keyword anu dan anu'. demikian juga seandainya saya yang nanya,
seringkali yang saya tanya bukannya langsung solusi dari masalah, tapi
lebih ke arah "saya bingung tentang anu, kira2 keyword google-nya apa
ya? sudah dicoba dengan x, y dan z tapi kok tidak ketemu".
--
CronOS™
The OS of The Future
http://cronos.id-gmail.info
Assalamu 'alaikum wr.wb.
Saya sedikit sekali tahu Linux, tapi kalau untuk FreeBSD, beberapa
kerumitan ini (setidaknya dalam menginstall, mengupgrade/downgrade dan
menghapus aplikasi server) sudah dapat dikurangi dengan menggunakan
Ports Collection serta aplikasi Portupgrade, dan dibantu dengan sebuah
server CVSup dan Mirror FreeBSD (ini kayaknya yang susah dicari di
Indonesia, apalagi berkaitan dengan bandwidth).
Kebetulan saya di kampus cukup beruntung punya binatang ini, sehingga
saat ini hampir semua instalasi FreeBSD saya (apalagi versi 5.4) sudah
nggak ada pusing-pusingnya sama sekali, apalagi yg berurusan dengan
Apache, MySQL, PHP dan segala macem. Tahunya beres! Jadi kepala saya
masih bisa dipakai utk hal-hal yang lain :)
Dokumentasi lebih kurangnya sempat saya tulis di
http://blog.monitoring.itb.ac.id/index.php?cat=7
Mudah-mudahan membantu,
wass.wr.wb.
-affan
baskara wrote:
>
> Sistem port dan cvsup memang sangat nyaman (bahkan di Mac OS X saya
> masih memakainya melalui DarwinPorts), tetapi membutuhkan koneksi
> Internet. Untuk yang mempunyai koneksi permanen atau leased line tentu
> tidak banyak masalah. Yang pakai dial-up, gak tega bayar pulsa
> teleponnya. :-)
>
Ya mungkin ini jadi salah satu faktor kenapa FreeBSD gak terlalu ngetop
di Indonesia, sebab penggunanya musti sering konek ke Internet :)
> > Dokumentasi lebih kurangnya sempat saya tulis di
> > http://blog.monitoring.itb.ac.id/index.php?cat=7
>
> (111) Connection refused
>
> *hanya untuk 167.205.* ya? *
Wah, mohon maaf,
tadi httpd nya mati :(
sila dicoba lagi *jadi malu*
-affan