Hal tersebut terpaksa dilakukan meskipun PseudoEphedrine harganya lebih
mahal... tetapi PPA sudah dilarang bahkan oleh FDA (Food and Drug
Administration) di Amerika, yang mencantumkan bahayanya PPA, seperti
terlihat pada website berikut:
http://www.fda.gov/bbs/topics/ANSWERS/ANS01051.html
Tetapi Produk Sanaflu masih menggunakan PPA yang berbahaya, selain itu
juga sebetulnya produk ini tidak manjur..... untuk Flu, karena umumnya
obat Flu mengandung 3 komponen:
1. Anti nyeri/ Anti Panas.................biasanya Paracetamol....
2. Dekongestan.......obat kuno pakai PPA, sedangkan obat yang lebih
aman pakai Pseudoephedrine.
3. Anti allergi...................umumnya CTM atau diphenhydramine.
memang mengakibatkan kantuk.
Sedangkan Sanaflu agar murah hanya memakai 2 komponen ke-1 dan ke-2.
dan untuk komponen 2 masih memakai obat kuno PPA yang berbahaya.
Seharusnya obat ini harganya MURAH sekali.....karena menghemat dengan
hanya terdiri atas 2 jenis obat. dan menggunakan bahan yang KUNO dan
BERBAHAYA dan PELIT bahan.........
dan bila digunakan terus, bisa menyebabkan penyakit STROKE dan JANTUNG
!!!!
Terlampir di bawah ini adalah peringatan dari FDA mengenai bahayanya
PPA yang terkandung juga di Sanaflu...
Jadi...sekali lagi...jangan terpancing oleh hebatnya Iklan TV atau
iklan Radio atau Iklan majalah dan koran..... memang cukup aneh bahwa
justru obat yang berbahaya bisa beriklan dengan gencar dengan hanya
sedikit mencantumkan resiko dan bahayanya........
--------------------------------------------------------------------------------
T00-58 Print Media:
301-827-6242 November 6, 2000
Consumer Inquiries:888-INFO-FDA
--------------------------------------------------------------------------------
FDA ISSUES PUBLIC HEALTH WARNING ON PHENYLPROPANOLAMINE
FDA, today, is taking steps to remove phenylpropanolamine from all drug
products and has requested that all drug companies discontinue
marketing products containing phenylpropanolamine.
FDA today issued a public health advisory concerning the risk of
hemorrhagic stroke, or bleeding into the brain, associated with
phenylpropanolamine hydrochloride.
Phenylpropanolamine is an ingredient used in many over-the-counter
(OTC) and prescription cough and cold medications as a decongestant and
in OTC weight loss products.
Adverse events reported with these products led to concerns that this
ingredient might increase the risk of hemorrhagic strokes.
Manufacturers of products containing phenylpropanolamine worked with
FDA to plan a research program to clarify whether any increase in risk
exists.
Scientists at Yale University School of Medicine conducted the study in
which the researchers found an association between phenylpropanolamine
use and stroke in women. The increased risk of hemorrhagic stroke was
detected among women using the drug for weight control, and for nasal
decongestion, in the 3 days after starting use of the medication. Men
may also be at risk.
The Nonprescription Drugs Advisory Committee met on October 19 to
discuss safety issues related to phenylpropanolamine use. The committee
reviewed Yale's Hemorrhagic Stroke Project results and concluded that
phenylpropanolamine cannot be considered to be safe for continued use.
FDA believes that although the risk of hemorrhagic stroke is very low,
even with phenylpropanolamine use, the conditions for which these
products are used do not appear to warrant an increased risk of this
serious event from using this drug. We advise consumers to discuss
alternative over-the-counter and prescription products with their
health care providers or pharmacists.
Information about the history of phenylpropanolamine, the Public Health
Advisory, and the stroke study results can be found on the FDA website
at:www.fda.gov/cder/drug/infopage/ppa/default.htm.
--------------------------------------------------------------------------------
FDA News Page | FDA Home Page
Office of Public Affairs
Web page created by jch 2000-NOV-06.
Terimakasih untuk informasinya.
Saya barusan cek, ternyata obat flu yang biasa saya konsumsi (Neozep), juga mengandung Fenilpropanolamina (15 mg)
Dan saya juga sudah mengkonfirmasi bahwa Sanaflu memang mengandung zat tsb juga. Yang juga mengandung PPA adalah UltraFlu, Decolgen. Monggo kalau ada informasi tambahan lagi.
Yang tidak mengandung PPA antara lain Panadol Cold & Flu (Pseudo Ephedrine), Biogesic, Inza.
Informasi dari Anda ini sudah saya posting di blog saya:
http://harry.sufehmi.com/archives/2006-02-05-1107/
Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi banyak orang. Terimakasih.
Salam,
Harry
pertanyaan dari orang awam tapi tertarik biotek:
1. di indonesia depkesnya "serajin" FDA tidak dalam approval drugs ?
bagaimana prosesnya ?
2. apakah di indonesia pernah (atau sering?) lawsuit karena kasus salah
minum obat antara pengguna VS produsen obat ?
kalo di amrik kan sering banget dan obat direcall sering juga , ampe
bosen bacanya... (contohnya vioxx,etc)
Carlos
Setahu saya, obat di Indonesia diijinkan memakai PPA max 15 mg.
Sanaflu dll pernah memakai PPA lebih dari 15 mg yang kemudian ditarik
dari pasaran. Kebanyakan obat flu sekarang memakai PPA 15 mg.
Gile, itu advisory padahal udah dari tahun 2000 yah, lebih dr 5 th yll.
Ronny
BTW, ini ada kaitannya dengan pelajaran critical appraisal-nya Pak Ibam :-)
Hints: pseudoefrein = ppa. Dan, tidak dibubuhkan klorfeniramin maleat (ctm) bukannya biar
jadi lebih murah, wong ctm itu murah sekali (hi..hi..).
Saran saya sih jangan terlalu 'overreacting', laporan pada clinical trial fase 4
seperti ini adalah hal 'biasa' (saya bukannya bilang efeknya yang biasa lho).
dulu orang heboh membicarakan msg (micin), kemarin aspartam, sekarang fenilpronalamin.
duh .. kayaknya trauma formalin ini akan lama hilangnya. *)
tidak ada OTC drugs yang safe, cuman orang idiot yang bilang gitu (jaga lambung, hati,
ginjal, jantung dan otak anda). kalau dengar laporan otak bisa 'lisis' setelah imunisasi
kira-kira komentar anda-anda bagimana? :-)
Salam,
P.Y. Adi Prasaja
*) micin masih dipakai sampai sekarang
Harga BBM, listrik, SPP jemping saja susah protesnya (hi..hi..)
Di sini lama-lama jadi ekonomi biaya tinggi, pabrik konveksi sedikit-demi-
sedikit di-ungsikan ke cina, karena lebih murah. boro-boro menerima outsource :-)
(sorry gak ada hubugannya hi..hi..).
Salam,
P.Y. Adi Prasaja
Terimakasih banyak, saya sudah sertakan informasi ini (dan info dari mas Adi) di post saya.
Tapi saya pribadi mungkin akan mulai mencoba untuk lebih mencegah (flu) daripada mengobatinya.
Salam,
Harry
Saya enggak tahu, mungkin pak dokter bisa mencerahkan ? *lirik mas Adi*
>2. apakah di indonesia pernah (atau sering?) lawsuit karena kasus salah
>minum obat antara pengguna VS produsen obat ?
Hm.. rasanya saya belum pernah baca beritanya ya, tapi; saya memang jarang baca koran sih, he he.
Salam,
Harry
On 2/5/2006 at 5:11 PM adi wrote:
>On Sun, Feb 05, 2006 at 09:41:43AM +0700, Harry Sufehmi wrote:
>> http://harry.sufehmi.com/archives/2006-02-05-1107/
>> Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi banyak orang. Terimakasih.
>
>BTW, ini ada kaitannya dengan pelajaran critical appraisal-nya Pak Ibam :-)
>Hints: pseudoefrein = ppa.
Wow, kalau memang begitu, berarti pilihannya jadi makin terbatas ya.
Seingat saya, Biogesic & OKB plus tidak mengandung baik PPA maupun pseudo efedrine.
>Dan, tidak dibubuhkan klorfeniramin maleat
>(ctm) bukannya biar
>jadi lebih murah, wong ctm itu murah sekali (hi..hi..).
>
>Saran saya sih jangan terlalu 'overreacting', laporan pada clinical trial
>fase 4 seperti ini adalah hal 'biasa' (saya bukannya bilang efeknya yang biasa
>lho).
Trims sarannya pak. Nanti saya akan tambahkan ke posting saya tsb di atas
Untuk saya pribadi, mungkin saya masih akan menghindari PPA.
Ceritanya begini - dulu, saya selalu menderita karena flu. Kebetulan saya banyak alergi, sehingga sering kontak dengan paling tidak salah satu dari berbagai alergen tsb, walhasil jadi sering flu (sebagai reaksinya).
Kalau sudah flu, bisa KO selama berhari-hari. Menyebalkan. (lucunya, saat baru gejala, kalau buru-buru main game FPS, maka bisa reda / tidak jadi sakit flu. makanya dulu saya sering main FPS online)
Nah, kemudian saya menemukan Neozep, dan cukup tercengang karena flu yang sudah hampir "berat" sekalipun bisa jadi reda juga. Jelas ini sangat membantu saya.
Tetapi, karena perbedaannya yang sangat mencolok dengan obat2 flu lainnya, saya jadi bertanya-tanya : "too good to be true" ? Kalau ya, berarti musti ada "catch"-nya.
Ternyata, kelihatannya PPA ini "catch"-nya ya.
Selain itu, saya perhatikan selama ini jantung jadi agak berdebar-debar setiap setelah meminum Neozep, dan metabolisme tubuh seperti menjadi agak lebih aktif.
>dulu orang heboh membicarakan msg (micin), kemarin aspartam, sekarang
>fenilpronalamin.
>duh .. kayaknya trauma formalin ini akan lama hilangnya. *)
Saya menghindari semua zat di atas; untuk mecin, sudah lama sekali di rumah tidak memasak dengan mecin. Jadi ingat cerita Warung Sehat di daerah Pakubuwono (Jakarta Selatan), sewaktu dia tulis informasi mengenai bahaya mecin di restaurant-nya itu, pengusaha mecin mengancam akan menuntut dia ke pengadilan, he he. Akhirnya terpaksa dia cabut tulisan tsb. Tapi, restaurant nya itu saya perhatikan sering penuh sekali, mudah2an memang makin banyak orang yang sadar untuk hidup sehat.
>tidak ada OTC drugs yang safe, cuman orang idiot yang bilang gitu (jaga
>lambung, hati, ginjal, jantung dan otak anda).
Thanks, ini wawasan baru untuk saya. Saya akan posting juga nanti.
>kalau dengar laporan otak bisa 'lisis'
>setelah imunisasi
>kira-kira komentar anda-anda bagimana? :-)
'lisis' itu apa pak?
Trims,
Harry
saya bukan dokter, tapi coba kasih komentar :-)
mestinya sih 'ndak perlu', wong sama saja sebenarnya kandungannya. dan
kebanyakan obat kan import, kecuali yang generik.
>
> >2. apakah di indonesia pernah (atau sering?) lawsuit karena kasus salah
> >minum obat antara pengguna VS produsen obat ?
>
> Hm.. rasanya saya belum pernah baca beritanya ya, tapi; saya memang jarang baca koran sih, he he.
ini sudah masuk ranah medis, politik, bisnis dan hukum serta praktik
penegakan hukum. barangkali terlalu rumit dan tidak cocok untuk milis
ini.
Salam,
P.Y. Adi Prasaja
sebenarnya kandungannya 'sama' (note: farmaseutik menentukan juga
farmakodinamika obat, makanya si A bisa cocok minum itu dan si B cocok
yang ini).
obat-obat flu yang dijual bebas ini sebenarnya obat simptomatik saja,
penyebabnya sendiri kan virus *). jadi kalau dibilang 'manjur' itu agak
aneh. isinya, rata-rata, NSAIDs (non steroid anti inflamatory drugs,
misalnya parasetamol, aspirin dan turunannya, propanolol dan turunannya,
yang semuanya memiliki efek samping serius kalau dipakai secara kronis),
dekongestan (efedrin, pseudo efedrin, efedra, ppa), antitusif (dulu
pakai kodein sekarang pakai dekstrometorfan), dan tambahan lain seperti
antihistamin (ctm), kafein, vitamin (plus tahu, tempe, ayam, es teh
manis kalau perlu, biar obatnya laris manis :-).
> Ternyata, kelihatannya PPA ini "catch"-nya ya.
kalau benar karena alergi, kemungkinann bukan PPA, tetapi karena
kandungan antihistamin. coba lain kali kalau 'flu' seperti itu, minum
antihistamin (anti alergi).
> Selain itu, saya perhatikan selama ini jantung jadi agak
> berdebar-debar setiap setelah meminum Neozep, dan metabolisme tubuh
> seperti menjadi agak lebih aktif.
karena efedrin bersifat simpatomimetik. sebenarnya dalam tubuh sendiri
ada zat seperti ini (ada bbrp olah raga/aktifitas yang diyakini memacu
adrenalin seperti terjun bebas dari lanti 20. konon, sebelum tewas ybs.
merasakan eksitasi yang lumayan heboh.
> >kalau dengar laporan otak bisa 'lisis'
> >setelah imunisasi
> >kira-kira komentar anda-anda bagimana? :-)
>
> 'lisis' itu apa pak?
selnya tewas, mati. bisa koma, dll (bbrp zat anestesia untuk bbrp orang
yang alergi juga bisa menimbulkan koma, pernah dengar kan ada kasus mau
dioperasi malah koma?).
*) bisa terjadi superinfeksi bakteri. ini pembunuh signifikan di
Indonesia. bbrp waktu lalu saya terpaksa tergeletak di tempat tidur 3 hr
gara-gara ini :-) makanya kalau ke dokter, biasanya langsung main sikat
saja dikasih antibiotik. karena asumsinya: kalau cuman flu biasa, orang
kagak mungkin datang ke dokter. sableng gak tuh ... waktu itu habis
seharian keluar sama fade2blac, pas sebelum tidur siang, sebenarnya
sudah terasa badan ndak enak, tidak seperti flu biasa, saya tinggal
tidur. malam terbangun jadi sadar kalau sudah kena ISPA. untuk ada
antibiotik generik (murah bo'), beli sendiri di apotik. mestinya kan
harus pakai resep dokter. tapi minta resep dokter itu jauh lebih mahal
dari pada beli obatnya. ironis bukan? :-)
Salam,
P.Y. Adi Prasaja
FDA ada mailing-listnya untuk untuk memberitahu keputusan tentang obat
atau medical device yang harus di recall.
Waduh mereka aktif sekali dan sering bikin shock industri Pharma/biotek
, mungkin dalam satu bulan ada beberapa obat yg direcall. Kalaupun
tidak direcall sering kali dengar lawsuit melawan
pharma/biotek/healthcare company.
Kalau dalam kasus medical device, yang lagi hangat adalah kasus alat
pacu jantung dari Guidant (yang baru dibeli Boston Scientific) , jadi
ceritanya pada "most" model alat pacu jantung yang dijual dan dipakai
publik, batereinya bisa berhenti bekerja tiba-tiba.
Carlos
> FDA ada mailing-listnya untuk untuk memberitahu keputusan tentang obat
> atau medical device yang harus di recall.
>
> Waduh mereka aktif sekali dan sering bikin shock industri Pharma/biotek
> , mungkin dalam satu bulan ada beberapa obat yg direcall. Kalaupun
> tidak direcall sering kali dengar lawsuit melawan
> pharma/biotek/healthcare company.
>
>
> Carlos
>
PPA ini sekarang sudah di larang, bahkan untuk anak-anak
coba dech iseng-iseng ke sini www.mims-online.com
lucunya.....
Ann Epidemiol. 2006 Jan;16(1):49-52.
Phenylpropanolamine and Hemorrhagic Stroke in the Hemorrhagic Stroke
Project: A Reappraisal in the Context of Science, the Food and Drug
Administration, and the Law.
Stier BG, Hennekens CH.
Mr. Stier is from the Southwestern University School of Law, Los Angeles, CA
and Dr. Hennekens is from the Departments of Medicine, Epidemiology, and
Public Health, University of Miami School of Medicine, Miami, FL, and
Department of Biomedical Science, Center of Excellence, Florida Atlantic
University, Boca Raton, FL.
The report of the Hemorrhagic Stroke Project (HSP), a case-control study of
phenylpropanolamine (PPA) was the primary reason that the US Food and Drug
Administration (FDA) requested that PPA-containing products voluntarily be
withdrawn from the market. In subsequent litigation, scientific information
emerged that was not available during the deliberations of the FDA and its
advisory committee. Our reappraisal leads us to conclude that chance, bias,
and confounding are plausible alternative explanations for the observed
findings. Thus, we believe that it is not possible to conclude that there is
any valid statistical association between PPA and hemorrhagic stroke, let
alone make any judgment of causality. Our reappraisal suggests the FDA's
regulatory request may have been premature.
akan tetapi :
Kalau kita buka EBMnya di cochrane perihal efedrin/pseudiefedrin, tertera
bahwa efektivfitasnya hanya sepuluh jam pertama dan
tidak terbukti efektivitasnya pada pemberian yang berulang
dan tidak terbukti efektivitasnya pada anak
DECONGESTANTS: short-term relief of nasal obstruction for adults, but may
not work in children. Are often used, but evidence that they work is scanty.
Trials show that single doses are moderately effective. Insufficient
evidence to show whether:
- repeated doses are effective, or whether
- single or repeated doses work in children age < 12.
http://www.cochrane.org/reviews/english/ab001953.html
Kalau aku sih lebih baik banyakin air putih hangat aja yah.
wongcilik
Pantesan para sesepuh kami penyakitnya aneh-aneh :-(
Kita lihat, hidupnya sederhana, nggak macam-macam. Cuma, memang minum obat OTC. Lha, ketika hampir meninggal, "koleksi" penyakitnya lengkap sekali.
Segala macam kanker ada. Lalu hati dan ginjal sudah pada hancur-hancuran.
Oalah.
>> Ternyata, kelihatannya PPA ini "catch"-nya ya.
>kalau benar karena alergi, kemungkinann bukan PPA, tetapi karena
>kandungan antihistamin. coba lain kali kalau 'flu' seperti itu, minum
>antihistamin (anti alergi).
Trims, jadi mungkin ctm itu pun sudah cukup ya.
>> Selain itu, saya perhatikan selama ini jantung jadi agak
>> berdebar-debar setiap setelah meminum Neozep, dan metabolisme tubuh
>> seperti menjadi agak lebih aktif.
>
>karena efedrin bersifat simpatomimetik. sebenarnya dalam tubuh sendiri
>ada zat seperti ini
Oh begitu, jadi cara saya sebelumnya dengan main game FPS itu sudah benar ya, dan lebih "alami" :) he he
>> >kalau dengar laporan otak bisa 'lisis'
>> >setelah imunisasi
>> >kira-kira komentar anda-anda bagimana? :-)
>> 'lisis' itu apa pak?
>
>selnya tewas, mati. bisa koma, dll (bbrp zat anestesia untuk bbrp orang
>yang alergi juga bisa menimbulkan koma, pernah dengar kan ada kasus mau
>dioperasi malah koma?)
Hah, itu karena apa? Vaksin itu isinya kan cuma kuman yang sudah dilemahkan?
Well, pelarut/campurannya, seperti thimerosal yang mengandung mercury, memang bisa berbahaya sih :(
>*) bisa terjadi superinfeksi bakteri. ini pembunuh signifikan di
>Indonesia. bbrp waktu lalu saya terpaksa tergeletak di tempat tidur 3 hr
>gara-gara ini :-) makanya kalau ke dokter, biasanya langsung main sikat
>saja dikasih antibiotik. karena asumsinya: kalau cuman flu biasa, orang
>kagak mungkin datang ke dokter. sableng gak tuh ...
Betul, badan saya sampai sempat tidak mampu mengatasi penyakit seperti radang tenggorokan dll; harus dibantu oleh antibiotik.
Gawat betul dokter Indonesia nih :-(
>waktu itu habis
>seharian keluar sama fade2blac, pas sebelum tidur siang, sebenarnya
>sudah terasa badan ndak enak, tidak seperti flu biasa, saya tinggal
>tidur. malam terbangun jadi sadar kalau sudah kena ISPA. untuk ada
>antibiotik generik (murah bo'), beli sendiri di apotik. mestinya kan
>harus pakai resep dokter. tapi minta resep dokter itu jauh lebih mahal
>dari pada beli obatnya. ironis bukan? :-)
Jadi ingat variasinya ini - seorang dokter kawan keluarga kami; dulunya dia miskin sekali. Tiba-tiba, dia jadi kaya raya, punya mobil dan rumah bagus, tempat praktek yang mewah, dan apotik sendiri. Tercengang juga kita melihatnya. Lalu dia bocorkan rahasianya; ternyata, dia biasa memberikan obat yang sangat mahal harganya kepada para pasiennya. Maka, perusahaan obat2 tsb memberikan komisi kepada dia, yang jumlahnya cukup lumayan. Wah... speechless deh saya.
Saya juga kemarin ini dinasehati oleh kawan saya; bahwa kita musti proaktif dalam soal kesehatan kita.
Baik dalam menjaga/mencegah, maupun dalam mengobati.
Hasilnya, kita bisa lebih sehat, dan kalaupun ada sakit, biayanya bisa sangat ditekan.
Kelihatannya Indonesia bukan cuma perlu reformasi dalam bidang politik, tapi juga reformasi dalam bidang kesehatan :-)
Salam,
Harry
Lho ini kan sebenarnya sudah jadi rahasia umum Mas Harry :-)
Yang mas Adi katakan mengenai OTC drug itu juga sama/bener , saya
pernah nanya ke pharmacist lokal mengenai OTC drugs dan kata
pharmacistnya wah haree gini masih ada yang percaya 100 persen dengan
OTC drugs.
Carlos
Masih mas, maklum orang awam. Apalagi kalau kebetulan hasilnya memang sesuai dengan iklannya. (walaupun ternyata dengan berbagai efek samping, yang tidak langsung kelihatan)
Banyak saudara saya yang malah punya "apotik" sendiri di rumahnya (julukan dari saya karena saking lengkapnya jenis obat-obatan yang selalu ada di rumahnya).
Salam,
Harry
atau kalau hidung mampet karena flu, tempelin itu: alat external
penjepit hidung, jadi napas lancar lagi walau pilek.
di indonesia sudah ada belum ya ? alat ini lumayan efektif sebenarnya.
carlos