Mengeja: Akeela and The Bee

235 views
Skip to first unread message

Zaki Akhmad

unread,
Dec 30, 2006, 2:52:49 AM12/30/06
to tekno...@googlegroups.com
Hola

Saya sudah agak lama sih nonton film Akeela and The Bee tapi ya gpp
deh, cerita aja. Saya jadi kepikiran. Walau tidak terkait langsung
dengan teknologi, saya pikir seru juga topik ini.

Saya jadi pengen tanya mengapa di Amerika ada lomba mengeja dan di
Indonesia tidak ada? Lalu apakah di negara lain ada juga lomba
mengeja? Bagaimana dengan Jerman, Jepang, Perancis? Terakhir apakah
ada hubungan antara kecerdasan dengan bahasa?

Terimakasih

--
Zaki Akhmad

Jon Taker Mas Dai

unread,
Dec 30, 2006, 3:27:47 AM12/30/06
to tekno...@googlegroups.com


On 12/30/06, Zaki Akhmad <zakia...@gmail.com> wrote:
Saya jadi pengen tanya mengapa di Amerika ada lomba mengeja dan di
Indonesia tidak ada? Lalu apakah di negara lain ada juga lomba
mengeja? Bagaimana dengan Jerman, Jepang, Perancis? Terakhir apakah
ada hubungan antara kecerdasan dengan bahasa?

mungkin karena bahasa inggris itu sendiri kompleks. kaya akan kosa kata. dalam spelling bee kata-kata yg dilontarkan biasanya jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari. para pesertanya berusaha menebak ejaan kata berdasarkan cara pengucapan.

hubungan kecerdasan dan bahasa tentu saja ada. mungkin ada yg bisa bantu menghubung2kan?

CMIIW

--
don't get mad. get even.

Adjie

unread,
Dec 30, 2006, 6:09:27 AM12/30/06
to tekno...@googlegroups.com
Zak,

Jaman saya sekolah SD dulu, masih ada lagi cara belajar "meng-eja", kurang tahu kalau sekarang masih ada atau tidak. Dulu Guru saya SD bilang kalau kamu melihat tulisan di mana saja coba kamu "eja" supaya cepat inget dan lancar membaca, dan kebiasaan itu terbawa sampai sekarang.

Hubungannya dengan kecerdasan bahasa, pasti ada karena otak kita di latih untuk mengingat huruf per huruf dan memproses nya menjadi satu kata atau kalimat. Jadi se-cara tidak langsung otak kita merekam apa yang kita liat, menyimpannya dan memerintahkan mulut untuk mengucapkan nya.

Di Perancis sini saya kurang tahu apakah ini di ajarkan, nanti saya coba tanyakan.

salam

Adjie

On 12/30/06, Zaki Akhmad < zakia...@gmail.com> wrote:

Zaki Akhmad

unread,
Dec 30, 2006, 6:44:33 AM12/30/06
to tekno...@googlegroups.com
On 12/30/06, Adjie <aset...@gmail.com> wrote:
> Zak,
>
> Jaman saya sekolah SD dulu, masih ada lagi cara belajar "meng-eja", kurang
> tahu kalau sekarang masih ada atau tidak. Dulu Guru saya SD bilang kalau
> kamu melihat tulisan di mana saja coba kamu "eja" supaya cepat inget dan
> lancar membaca, dan kebiasaan itu terbawa sampai sekarang.

Hmm... tapi bukan dalam bentuk lomba kan Mas Adjie? Lagipula
kata-katanya juga gampang kok. Coba deh nonton film Akeela and The
Bee. Kata-kata-nya ribet banget, saya sendiri juga gak tahu. Dan,
Akeela sepertinya berumur 5/6 SD.

> Di Perancis sini saya kurang tahu apakah ini di ajarkan, nanti saya coba
> tanyakan.

Ok, ditunggu.

> salam
>
> Adjie

--
Zaki Akhmad

boy avianto

unread,
Dec 30, 2006, 12:16:43 PM12/30/06
to tekno...@googlegroups.com
On 12/30/06, Zaki Akhmad <zakia...@gmail.com> wrote:

> Saya jadi pengen tanya mengapa di Amerika ada lomba mengeja dan di
> Indonesia tidak ada? Lalu apakah di negara lain ada juga lomba
> mengeja? Bagaimana dengan Jerman, Jepang, Perancis? Terakhir apakah
> ada hubungan antara kecerdasan dengan bahasa?

Mungkin salah satu alasannya adalah karena bahasa Indonesia itu bahasa
fonetik (phonetik) dimana yang tertulis adalah yang dibaca - mirip
bahasa Jerman. Jadi nilai 'mengeja'nya kurang mantap apabila
diperlombakan. Bahkan menurut wikipedia:

"It is more phonetically consistent than many languages—the
correspondence between sounds and their written forms is generally
regular." - http://en.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia#Spoken_and_informal_Indonesian

Lain halnya dengan bahasa Inggris atau Perancis yang kadang amat jauh
berbeda penulisan dan pengucapan sehingga nilai 'ejaan'nya dapat
diperlombakan. Ingat Dan Quayle, mantan wapres US yang sering
dipertanyaan intelegensianya, pernah ditertawakan satu dunia karena
meng'koreksi' ejaan POTATO menjadi POTATOE?

Sementara untuk bahasa Jepang (dan bahasa tulis berbasis simbol
lainnya - seperti Cina, Korea) rasanya sih lomba mengeja tidak akan
banyak manfaatnya. Bagaimana mengeja simbol?

Kecerdasaan dan bahasa... sepertinya sih ada, tapi belum pernah baca
risetnya yang mendalam. Yang jelas penggunaan simbol sebagai bahasa
tulis menjadikan kedua bagian otak bekerja pada saat yang bersamaan.


--
<avianto /> - http://avianto.com/

Ikhlasul Amal

unread,
Jan 1, 2007, 10:12:36 PM1/1/07
to tekno...@googlegroups.com
On 12/31/06, boy avianto <avi...@gmail.com> wrote:
>
> Mungkin salah satu alasannya adalah karena bahasa Indonesia itu bahasa
> fonetik (phonetik) dimana yang tertulis adalah yang dibaca - mirip
> bahasa Jerman. Jadi nilai 'mengeja'nya kurang mantap apabila
> diperlombakan. Bahkan menurut wikipedia:
>
> "It is more phonetically consistent than many languages—the
> correspondence between sounds and their written forms is generally
> regular." - http://en.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia#Spoken_and_informal_Indonesian
>

Bahasa Indonesia unik juga: dia disebut dalam kaitan dengan fonetik,
namun teknik penulisan kita tidak mendukung. Kita tidak tahu dengan
jelas "e" dibaca sebagai ê, e, atau é (ini juga agak susah disebutkan
contoh katanya, karena "pelangi" diucapkan oleh orang Jawa dan Batak
berbeda, bah!). Hal yang sama berlaku untuk "o" dan varian "s" hasil
transliterasi dari Arab, misalnya.

Alhasil, menurut saya: sebagian cara pengucapan dalam Bahasa Indonesia
bersifat "hafalan" juga, misalnya karena saya dengar "ledeng"
diucapkan "lédêng".

--
amal

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages