Ada apa dengan menristek? subsidi warnet $3400 per warnet it's insane

8 views
Skip to first unread message

Firdaus Tjahyadi

unread,
Jun 3, 2005, 7:41:39 AM6/3/05
to tekno...@googlegroups.com
http://jkt.detikinet.com/indexfr.php?url=http://jkt.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/06/tgl/03/time/164531/idnews/374454/idkanal/110

Apa yang ada di kepala Menristek Kusmayanto Kadiman ?
anybody knows?

it's insane

ketika kita sedang mencari solusi agar warnet dapat beroperasi dengan
SO dan aplikasi yang legal pemerintah/menristek datang dengan subsidi
gila yang berasal dari pajak kita2, kayaknya saya sudah muak dengan
subsidi2 yang nggak semestinya ada

mendingan untuk imunisasi polio, busung lapar, sekolah2 inpres yang
mau rubuh, beras miskin, minyak tanah dll


saat kita harus prihatin dan mengencangkan ikat pinggang di negara
yang krisis ini ada subsidi aneh seperti itu, kita terus dimanja
dengan macam2 subsidi yang nggak pada tempatnya biarkan teman2 warnet
mencari ilmu pengetahuan selain produk proprietary sehingga mereka
punya banyak pengetahuan dan tidak terkungkung seperti katak dalam
tempurung sudah banyak pakar2 FOSS yang mau membantu lalu biarkan
pasar yang menentukan siapa yang survive.

saya jadi lemes baca ini walau nggak tahu ini bener atau nggak
atau mungkin senang krn bakal dirikan warnet dengan subsidi dari
pemerintah (alias uang rakyat) :-) + nggak usah capek2 ngoprek
SO/aplikasi alternatif kaya FOSS yang bikin pusing :-(

saya usulkan SBY untuk mengganti Menristek kita yang satu ini karena
subsidi yg nggak2 ada yang punya channel ke parlemen ?
atau SBYmemang bagian dari ini krn pertemuannya dengan bily gates

bagaimana pendapat teman2?

Mohammad DAMT

unread,
Jun 3, 2005, 8:44:20 AM6/3/05
to tekno...@googlegroups.com
On Jum, 2005-06-03 at 18:41 +0700, Firdaus Tjahyadi wrote:
> http://jkt.detikinet.com/indexfr.php?url=http://jkt.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/06/tgl/03/time/164531/idnews/374454/idkanal/110
>
> Apa yang ada di kepala Menristek Kusmayanto Kadiman ?
> anybody knows?

ada ide yang cemerlang

> it's insane

ah wajar, negara kita negara kaya sih, jadi ya gpp 13 jt dolar, sudah
murah itu.

> saya usulkan SBY untuk mengganti Menristek kita yang satu ini karena
> subsidi yg nggak2 ada yang punya channel ke parlemen ?
> atau SBYmemang bagian dari ini krn pertemuannya dengan bily gates
>
> bagaimana pendapat teman2?

bikin dokumen proposal dulu solusi yang mau ditawarkan apa, berapa
biayanya, siapa yang mau mengerjakannya. kemudian spam @ristek.go.id
jangan protes lantas waktu ditanya "pak bill dari redmond kasih solusi
ini, kamu bawa solusi apa?", malah terbengong-bengong.
kalo sudah disiapkan baru deh kumpulkan tentara yang banyak (berapa
orang sih anggota KPLI?) kemudian urus izin demo ke kantor polisi.

--
Mohammad <mdamt at gnome dot org>
http://aksi.mdamt.net/log/

ryo saeba

unread,
Jun 3, 2005, 9:49:21 AM6/3/05
to tekno...@googlegroups.com
On 6/3/05, Mohammad DAMT <md...@gnome.org> wrote:

> > saya usulkan SBY untuk mengganti Menristek kita yang satu ini karena
> > subsidi yg nggak2 ada yang punya channel ke parlemen ?
> > atau SBYmemang bagian dari ini krn pertemuannya dengan bily gates
> >
> > bagaimana pendapat teman2?
>
> bikin dokumen proposal dulu solusi yang mau ditawarkan apa, berapa
> biayanya, siapa yang mau mengerjakannya. kemudian spam @ristek.go.id
> jangan protes lantas waktu ditanya "pak bill dari redmond kasih solusi
> ini, kamu bawa solusi apa?", malah terbengong-bengong.
> kalo sudah disiapkan baru deh kumpulkan tentara yang banyak (berapa
> orang sih anggota KPLI?) kemudian urus izin demo ke kantor polisi.

terus terang, saya kaget ngeliat entri blog-nya mdamt barusan. ini
sampe saya bela-belain dial-up ke kantor karena susah banget login ke
gmail pake matrix, sementara mail original thread belum sampai di
mailbox centrin.

saya ikut dalam 2 kali meeting menristek dengan orang-orang IGOS.
dalam meeting itu yang hadir macam-macam, dan bahkan dari binus juga
ada (pak adang), dari HAKI, judith ms, frans thamura, kominfo, dll.
bisa cross check ke mereka kalau tidak percaya dengan saya.

intinya, setelah baca berita detik, saya sangat kaget, karena sangat
MELENCENG dari kesepakatan yang tercapai. selama ini saya berusaha
seminimal mungkin dalam mengekpose pertemuan IGOS ini, karena saya
lebih percaya aksi daripada kata-kata, so biarkan saja nanti tanggal
15 juli nanti pada melihat sendiri. namun setelah pemberitaan detik,
saya merasa wajib meluruskan pemberitaan tersebut.

pertama, usulan pemutihan itu tidak muncul dari menristek sendiri
(KK), tapi usulan dari kominfo (Pak Cahyana), dan itupun dengan
skenario pemutihan untuk sementara (1 tahun) dan model lisensinya
meniru model lisensi untuk pendidikan (katanya satu lisensi itu USD
20?), sehingga dengan 4000 warnet diperkirakan uang yang dkeluarkan
oleh kominfo (bukan dari kantornya menristek, saya ingat dulu benny
mempermasalahkan kenapa IT tidak ditangani oleh menristek) adalah
tidak lebih dari 100 ribu dolar. itupun sudah banyak yang meragukan
microsoft akan menerima skenario itu, sehingga muncul ide untuk
bargaining power, katakan saja kalau microsoft tidak mau terima maka
100 ribu dolar tadi dialihkan untuk riset pembuatan warnet tanpa
software yang harus bayar lisensinya. sepertinya dengan cara ini
microsoft akan mempertimbangkan 100 ribu dolar itu hanya untuk 1 tahun
dan setelah lewat setahun maka itu terserah warnet mau beli sendiri
lisensi software yang diperlukan atau tidak, alternatifnya adalah
dalam waktu kurang dari setahun ribuan warnet akan beralih ke free
software (GPL?) dan microsoft akan kehilangan cengkeramannya.

kedua, yang akan terjadi pada tanggal 15 juli adalah IGOS akan punya
acara mendemokan sistem warnet yang bebas software yang lisensinya
berbayar.

ketiga, soal pemutihan itu adalah usaha dari kominfo (dan mungkin juga
dari menristek, saya tidak tahu bagaimana persisnya, karena yang punya
dana adalah kominfo). kantornya menristek tidak punya dana khusus
untuk hal ini (ingat soal IT yang seharusnya sudah khusus ditangani
oleh kominfo). itupun besar dananya cuma 100 ribu dolar, saya tidak
tahu kenapa angkanya bisa jadi 130-an juta dolar di detik.

keempat, angka 3400 dolar itu kok sangat mencurigakan sekali ya,
karena itu angka yang persis sama yang harus dikeluarkan untuk membuat
sebuah warnet LTSP yang menggunakan 1 windows 2000 dengan 12 CAL.
tampaknya ini yang tercampur-aduk dalam pemberitaan di detik.

kalau memang ada yang mau protes langsung ke kk, silakan layangkan
mail anda langsung ke kkad...@ristek.go.id atau kkad...@bppt.go.id.

--
I solemnly swear that I'm up to no good

Ananda Putra

unread,
Jun 3, 2005, 10:40:06 AM6/3/05
to tekno...@googlegroups.com
On 6/3/05, Mohammad DAMT <md...@gnome.org> wrote:
>
> bikin dokumen proposal dulu solusi yang mau ditawarkan apa, berapa
> biayanya, siapa yang mau mengerjakannya. kemudian spam @ristek.go.id
> jangan protes lantas waktu ditanya "pak bill dari redmond kasih solusi
> ini, kamu bawa solusi apa?", malah terbengong-bengong.
> kalo sudah disiapkan baru deh kumpulkan tentara yang banyak (berapa
> orang sih anggota KPLI?) kemudian urus izin demo ke kantor polisi.

Ini memang ide yang cemerlang. Pak MDAMT sangat jitu.
Kebetulan kami saat ini sedang menyusun proposal tsb, bahkan bukan
hanya untuk warnet, tapi juga untuk pemerintah dan perusahaan swasta
lain.
Pasukan juga sedang diassemble.
Hayo siapa yang berani bantu?? Sila japri..


--
-Ananda Putra-

N e o

unread,
Jun 3, 2005, 11:10:31 PM6/3/05
to tekno...@googlegroups.com
detik salah tuh (as always).

ralatnya di sini:
http://jkt.detikinet.com/indexfr.php?url=http://jkt.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/06/tgl/03/time/224417/idnews/374559/idkanal/110

pemerintahan sendiri sudah aware mereka sendiri harus either bayar
license atau ganti ke alternatif yang lebih murah, percuma bikin
solusi buat warnet kalau mereka sendiri tidak merasakan solusi mereka
sendiri. tambahan ide akan sangat membantu, asalkan jangan sampai
berhenti pada level ide doang :)

>-Ananda Putra-


--
I solemnly swear that I'm up to no good
http://data.startrek.or.id
http://kiozk.com

rofiq

unread,
Jun 4, 2005, 3:18:50 AM6/4/05
to tekno...@googlegroups.com
tapi kalo liat berita diatas detik nggak merasa salah tuh, spt ditulis
disitu "saat diminta klarifikasinya oleh detiknet." Atau memang begini
caranya Detik mengkoreksi berita sebelumnya ?

Affan Basalamah

unread,
Jun 5, 2005, 12:53:03 AM6/5/05
to tekno...@googlegroups.com
Detik ? Ah biasa banget! (tm)

-affan

Anthony Fajri Maswan

unread,
Jun 5, 2005, 12:58:53 AM6/5/05
to tekno...@googlegroups.com

sekarang ini saya sedang membuat mediawatch. http://www.mediawatch.or.id
di situ, nanti semua orang bisa mengomentari sebuah berita (dari sisi
konten), dan kemudian orang laen ataupun media bisa memberikan komentar
balik.

software yang saya pake adalah drupal.
tapi lagi diinstall ama temen :)

nanti kalo udah jadi, saya kasih tao..

terima kasih

Pada Sun, 5 Jun 2005 jam 04:53 -0000, Affan Basalamah menulis email : .....

^_^
^_^ Detik ? Ah biasa banget! (tm)
^_^
^_^ -affan
^_^

-=f=-
BSD051248
read my *new* 'katarsis' at http://fajri.freebsd.or.id

arully

unread,
Jun 5, 2005, 11:24:00 AM6/5/05
to tekno...@googlegroups.com
Bagi saya, isi berita Detik tidak lebih dari sebuah blog berbungkus
kantor berita :)
No offense untuk blogger ;)

--
a rully
http://www.ar.or.id/

Ikhlasul Amal

unread,
Jun 5, 2005, 11:56:15 AM6/5/05
to tekno...@googlegroups.com
On 6/5/05, arully <arul...@gmail.com> wrote:
>
> Bagi saya, isi berita Detik tidak lebih dari sebuah blog berbungkus
> kantor berita :)
> No offense untuk blogger ;)
>

Kalau begitu bisa sebaliknya: blog juga tidak lebih sekadar sebuah
Detik tanpa iklan dan punya taut yang bisa diklik. Bagaimana?

No offense juga untuk Detik. ;)

--
amal

baskara

unread,
Jun 5, 2005, 8:35:05 PM6/5/05
to tekno...@googlegroups.com
On 6/6/05, Ikhlasul Amal <ikhlas...@gmail.com> wrote:
>
> Kalau begitu bisa sebaliknya: blog juga tidak lebih sekadar sebuah
> Detik tanpa iklan dan punya taut yang bisa diklik. Bagaimana?
>
> No offense juga untuk Detik. ;)

Bagi saya, keduanya tidak lebih dari sekedar sebuah website yang
mempunyai tool canggih sehingga memudahkan content management.

No offense for both. ;-)

Harry Sufehmi

unread,
Jun 5, 2005, 9:01:11 PM6/5/05
to tekno...@googlegroups.com
At 11:58 05/06/2005 +0700, Anthony Fajri Maswan wrote:
>sekarang ini saya sedang membuat mediawatch. http://www.mediawatch.or.id
>di situ, nanti semua orang bisa mengomentari sebuah berita (dari sisi
>konten), dan kemudian orang laen ataupun media bisa memberikan komentar
>balik.
>software yang saya pake adalah drupal.
>tapi lagi diinstall ama temen :)
>nanti kalo udah jadi, saya kasih tao..

Ditunggu :) trims.

Salam,
Harry

Achmad Husni Thamrin

unread,
Jun 5, 2005, 11:43:05 PM6/5/05
to tekno...@googlegroups.com
Buatku sih Detik gitu-gitu aja. :D

//makan sandwich subway dulu.

--

<husni>

alexcobain

unread,
Jun 24, 2005, 6:53:17 AM6/24/05
to tekno...@googlegroups.com
kok jadi ribet dan serumit itu sih pemikiran elit2 di pusat sana?

apa ini kebiasaan bangsa yang tahunan yang suka merumitkan penyelasaian
masalah?
kemana IGOS yang dulu dengan pongah diproklamasikan?
tinggal kenangan?
*jadi sedih... :( *

Budi Rahardjo

unread,
Jun 24, 2005, 7:16:10 AM6/24/05
to tekno...@googlegroups.com
On 6/24/05, alexcobain <arh....@gmail.com> wrote:
>
> kok jadi ribet dan serumit itu sih pemikiran elit2 di pusat sana?
>
> apa ini kebiasaan bangsa yang tahunan yang suka merumitkan penyelasaian
> masalah?

Ada satu lagi: menduga tanpa melakukan re-check. :)

Kayaknya ini sudah pernah dibahas di milis ini deh.
Intinya bukan seperti judul (subject) dari email ini.
(Ada yang punya URL thread itu?)

-- budi

N e o

unread,
Jun 24, 2005, 7:42:12 AM6/24/05
to tekno...@googlegroups.com
problemnya sama persis seperti yang pernah kamu deskripsikan soal
euforia penggunaan linux dan free software lainnya di tempat kamu
sendiri. kalo nggak ada yang ngelarang, ya warnet itu pada pake
windows. ketika di-sweeping oleh polisi, ya mereka pilih tutup
warung. selama tutup, mereka pemasukan dari mana?

jawaban menggunakan free software itu terkesan mudah. problemnya
adalah tidak semua operator warnet itu tech savvy seperti kebanyakan
kita, ada kisah nyata disket tidak bisa mount di terminal yang sudah
pake linux, operator warnetnya dengan enteng ngomong restart aja
komputernya. kebetulan yang pake warnet juga bukan orang yang pernah
pake linux (a machead).

it will take time. dan perut tidak bisa menunggu terlalu lama
kelaparan. either go cold turkey, beli license *which is very
expensive compared to the warnet hardware*, or bribe the police.
atau, pemerintah membantu dengan "pemutihan", yang mungkin cuma
berlaku sementara.

--
I solemnly swear that I'm up to no good
http://data.startrek.or.id
http://kiozk.com

Hasta Purnama

unread,
Jun 24, 2005, 11:57:09 AM6/24/05
to tekno...@googlegroups.com
N e o wrote:
> or bribe the police.
>
realisasinya bisa berupa bergabungnya warnet dalam wadah primer koperasi
polisi di masing* polda.

The_Eye_In_The_Sky

unread,
Jun 25, 2005, 12:50:47 AM6/25/05
to tekno...@googlegroups.com
Gile, ide elo ini emang brilliant :D

Om gue punya warnet di Yogya dibawah koperasi Batik (nah lho gak
nyambung kan), lagi ada ide juga untuk "dipindah" ke koperasi-nya AD :D

Top top top !

alex

unread,
Jun 25, 2005, 6:21:16 AM6/25/05
to tekno...@googlegroups.com
iya ... bung benar. problemnya memang seperti itu. dan memang sudah
seharusnya org2 yang sedikitnya mengerti tentang linux yang terus
berjalan (mungkin sekali termasuk bung dan saya sendiri). hanya
masalahnya, terkadang menjadi putus asa juga bung. saat semuanya menjadi
musiman semata.
saya bisa mengerti bahwa perut tdk bisa menunggu. saya sendiri mahasiswa
yang mencari penghasilan tambahan dari bikin translate, atau bikin
ketikan. untuk kamus saja saya belum menemukan kamus bahasa inggris -
indonesia di linux. yaa... mesti pakai windows yang builtin di laptop.
namun versi gratisan (dictionary 2.5), karena transtool itu tidak
terjangkau. lain jika bicara ilegal.

singkatnya utk kalangan menengah ke bawah, saya bisa mengerti, tapi
kalangan menengah ke atas merancang program2 yang nggak masuk akal dan
bikin malu? ahh... saya tetap tidak menerima. dalam hal ini program2
pemerintah yang sering melompat-lompat dan nyaris tanpa logika yang
mudah dimengerti awam bodoh seperti saya... :(

--
heart-shaped-box
darussalam - banda aceh
http://alexcobain.tk

Harry Sufehmi

unread,
Jun 25, 2005, 11:47:08 AM6/25/05
to tekno...@googlegroups.com
>Gile, ide elo ini emang brilliant :D
>Om gue punya warnet di Yogya dibawah koperasi Batik (nah lho gak
>nyambung kan), lagi ada ide juga untuk "dipindah" ke koperasi-nya AD :D


Kalau begini, biasanya perlu keluar biaya berapa setiap bulannya ?


Salam,
Harry

The_Eye_In_The_Sky

unread,
Jun 25, 2005, 12:59:23 PM6/25/05
to tekno...@googlegroups.com
On Sat, 2005-06-25 at 22:47 +0700, Harry Sufehmi wrote:

> >Gile, ide elo ini emang brilliant :D
> >Om gue punya warnet di Yogya dibawah koperasi Batik (nah lho gak
> >nyambung kan), lagi ada ide juga untuk "dipindah" ke koperasi-nya AD :D
>
>
> Kalau begini, biasanya perlu keluar biaya berapa setiap bulannya ?

nah ini belum tahu, masih rencana, tapi emang kebetulan diajak
perkongsian dalam bentuk keamanan. Moga moga ya pure bisnis lah, tapi ya
model "bisnis anak pejabat" menggunakan security deterrent seperti itu.
MS Windows tetap legal, Ms Works juga, dan pakai Open Office. NAT dan
firewall pakai hardware.

N e o

unread,
Jun 27, 2005, 1:16:36 AM6/27/05
to tekno...@googlegroups.com
dari sumber yang bisa dipercaya, antara 250 sampai 300 ribu.

Oskar Syahbana

unread,
Jun 27, 2005, 7:32:11 AM6/27/05
to tekno...@googlegroups.com
250ribu sampai 300ribu itu biaya apa aja yah?

On 6/27/05, N e o <nusa...@diva-valen.com> wrote:

At 22:47 +0700 6/25/05, Harry Sufehmi wrote:
dari sumber yang bisa dipercaya, antara 250 sampai 300 ribu.

--
I solemnly swear that I'm up to no good

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages