13 Calon Master UGM Belajar Kajian Bencana Alam di Belanda

9 views
Skip to first unread message

siski wilion fitri

unread,
Feb 18, 2013, 6:23:22 PM2/18/13
to teknik-listrik-politeknik-negeri-padang
Senin, 18 Februari 2013 17:36 wib
Ilustrasi : ist.
Ilustrasi : ist.
JAKARTA – Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi (prodi) Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada (UGM) berangkat ke Belanda sebagai bagian dari Program Double Degree Geoinformasi untuk Manajemen Bencana (Geoinformation for Spatial Planning and Risk Management). Selama tiga bulan, mereka akan menempuh pendidikan di International Institute for Geo-Information Science and Earth Observation (ITC) Belanda.  
Ketua pengelola prodi Magister Geoinformasi untuk Manajemen Bencana UGM Sudibyakto menjelaskan, keberangkatan ke-13 mahasiswa itu diharapkan dapat memperluas wawasan tentang sains dan teknologi geoinformasi untuk kajian bencana alam dan penataan ruang kawasan rawan bencana. Di Negeri Kinci Angin itu, para mahasiswa akan mengambil modul “Natural Hazard Modelling and Risk Assessment.”
 
"Pengiriman mahasiswa tersebut diharapkan menambah sumber daya manusia di bidang manajemen risiko bencana. Sebab, semakin banyak kejadian bencana alam di Indonesia, baik gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor, serta letusan gunung berapi," ujar Sudibyakto, seperti dilansir laman UGM, Senin (18/2/2013).
 
Program studi magister tersebut dibuka sejak 2006 dalam rangka mendukung misi UGM menuju universitas riset berkelas dunia. “Kurikulum program ini dirancang selama dua tahun yang terdiri atas empat semester. Namun dalam praktiknya sebagian besar ditempuh dalam 18 bulan,” jelasnya.
 
Para mahasiswa program “double degree” tersebut nantinya akan mendapatkan gelar dari UGM dan ITC Twente University, Belanda. Sudibyakto menambahkan, dari 13 mahasiswa yang diberangkatkan ke Belanda itu, empat di antaranya telah mendapatkan Beasiswa Unggulan dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kementerian Pendidikand dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
Mereka mendapatkan Rp67,4 juta per mahasiswa selama di Belanda. Keempat mahasiswa tersebut adalah Cut Madinna Tiraya, Primanda Kiky Widyaputra, Fitrie Atviana Nurritasari, dan Khairunnisa Adha yang merupakan lulusan S-1 dari UGM, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
(mrg)

Warmest Regards



( siski wilion fitri )
" let's continue to sow the seeds of kindness at every opportunity, both in our immediate neighborhood and the neighbors "
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages