Seperti di sampaikan pada posting sebelumnya bahwa Sub Station adalah
suatu tempat atau instalasi yang berfungsi untuk menerima dan
menyalurkan tenaga listrik dari suatu pusat pembangkit listrik ke grid
atau jaringan.
Pada Sub Satation terdapat peralatan-peralatan listrik
yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk pola atau konfigurasi
tertentu. Beberapa pola yang umum dipakai adalah:
1. Single Busbar
2. Double Busbar
2.1. Double Busbar Standard
2.2. Double Busbar dengan 1½ Breakers
2.3. Double Busbar dengan 2 Breakers
3. Ring Busbar
1. Single Busbar
Konfigurasi
dari single Busbar merupakan konfigurasi yang sangat simple karena
peralatan yang dipakai hanya sedikit. Konfigurasi single Busbar ini
sangat cocok untuk sub station kecil dimana tidak memerlukan switching
yang terlalu sering dan pada sub station ini tidak terlalu banyak
terdapat jaringan keluar baik overhead line maupun jaringan ke beban.
Dan tentu saja karena perlatannya sedikit maka dari segi ekonomi juga
akan lebih murah jika dibandingkan konfigurasi yang lain. Dari segi segi
kehandalan konfigurasi ini sangat terbatas, karena jika terjadi
gangguan pada salah satu Busbar dan memerlukan pemadaman untuk perbaikan
maka semua beban yang ditanggung oleh Busbar tersebut akan mengalami
pemadaman juga. Untuk memberikan kehandalan yang lebih baik maka beban
dan pembangkit diletakkan secara berimbang antara Busbar yang satu
dengan Busbar yang lain sehingga jika salah satu Busbar padam maka beban
dan pembangkin pada Busbar yang lainnya masih bisa dipakai atau
beroperasi.

2. Double Busbar
Seperti
namanya konfigurasi ini memakai dua Busbar. Masing-masing Busbar akan
dihubungkan melalui circuit breaker dan disconnecting switch. Sehingga
disini akan dibutuhkan lebih banyak peralatan listrik juga perlatan yang
lainnya seperti perlatan control, konstruksi dan tentukan dengan lahan
tanah yang dibutuhkan. Namun dari segi kehandalan maka system ini akan
sangat handal karena jika salah satu peralatan mengalami gangguan maka
perlatan tersebut akan diisolasi sehingga tidak mengganggu perlatan yang
lain dan penyaluran tenaga listrik akan dapat dilakukan secara utuh.
Pada konfigurasi Double Busbar ini ada beberapa konfigurasi yang umum dipakai yaitu:
2.1. Double Busbar – Standard
Pada
konfigurasi ini untuk menghubungkan jaringan atau beban ke Busbar 1 dan
Busbar 2 hanya menggunakan 1 buah breaker dan 2 buah disconnecting
switch. Detail dari konfigurasi ini bisa dilihat pada gambar. Dengan
konfigurasi ini jika salah satu Busbar mengalami gangguan dan diisolasi
maka Busbar yang lain masih bisa beroperasi. Konfigurasi ini memiliki
kehandalan yang lebih baik dari konfigurasi single Busbar tetapi masih
mempunyai keterbatasn dalam fleksibiltas switching, misalnya karena
hanya memiliki satu buah breaker maka untuk memindahkan beban dari
Busbar 1 ke Busbar 2 maka breaker-nya harus di “open” dahulu kemudian
disconnecting switch yang menghubungkan ke Busbar 1 (Busbar yang akan
ditinggalkan) di “open”, baru setelah itu disconnecting switch yang
menghubungkan ke Busbar 2 (yang akan di tuju) di “close” dan selanjutnya
diikuti dengan “close” breaker.
2.2. Double Busbar – 1½ Breaker
Konfigurasi
1½ Breaker menggunakan 3 buah breaker untuk menghubungkan Busbar 1 ke
Busbar 2. Konfigurasinya seperti dalam gambar. Untuk mengetahui
kelebihan dari konfigurasi ini bisa dilihat pada posting sebelumnya
disini

2.3. Double Busbar – 2 Breaker
Konfigurasi
ini untuk menghubungkan jaringan atau beben atau pusat pembangkit
menggunakan 2 buah breaker. Dengan konfigurasi akan memberikan
kehandalan yang lebih baik jika dibandingkan dengan konfigurasi
Standard. Untuk melakukan switching konfigurasi ini lebih fleksible,
misalnya untuk memindahkan beban dari Busbar 1 ke Busbar 2 maka tidak
memerlukan pemadaman karena dengan adanya 2 buah breaker maka breaker
Busbar 2 “close” terlebih dahulu baru kemudian breaker Busbar 1 “open”.
Berbeda halnya dengan yang terjadi pada Double Busbar – Standard.

3. Ring Busbar
Pada
konfigurasi ini, masing-masing percabangan hanya menggunakan 1 breaker
dan masing-masing breaker dapat di “open” atau di isolasi tanpa
mengganggu penyaluran tenaga listrik. Tetapi secara keseluruhan
konfigurasi ini tidak memiliki fleksibilitas seperti pada konfigurasi
Double Busbar dan jarang dipakai.

Warmest Regards
( siski wilion fitri )" let's continue to sow the seeds of kindness at every opportunity, both in our immediate neighborhood and the neighbors "