Download Film Ayat-ayat Cinta Full Version

0 views
Skip to first unread message

Rapheal Charlton

unread,
Jun 13, 2024, 2:36:57 PM6/13/24
to tastanatcylc

Selain itu, tokoh sentral Fahri juga tidak terdeskripsikan perawakan serta penampakannya, sehingga sulit sekali berimajinasi tokoh seperti apa Fahri dalam buku yg bisa membuat 4 orang gadis jatuh cinta padanya dalam waktu yg hampir bersamaan. Sekharismatik apakah Fahri? Dan sesuci apakah Fahri karena Fedi Nuril dikatakan tidak sesuci tokoh Fahri? Sekali lagi, karena keterbatasan deskripsi atas tokoh Fahri, mau ga mau aku membayangkan Fahri ya dengan Fedi Nuril di film.

Secara keseluruhan, hampir semua yg diuraikan di dalam novel ini tergambarkan dengan baik di film, bahkan apa yg digambarkan di film terkadang lebih dramatis dan menegangkan daripada apa yg tertulis. Alur di buku ini bisa terbilang lambat dengan bahasa yg baku. Walaupun cukup tebal, cerita yg dituliskan tidak bertele-tele dan tidak sampai membuat jenuh. Hanya saja, seperti filmnya, aku tidak sampai berkaca-kaca membaca buku ini walaupun banyak digambarkan adegan sedih atau tokoh Fahri yg sering kali meneteskan air mata.

download film ayat-ayat cinta full version


Download File https://t.co/NlQT7ii7Jn



Dan benar saja, film Ayat-ayat Cinta memberikan porsi lebih ke tindakan poligami Fahri padahal di bukunya Fahri dan Maria bahkan tidak sempat tinggal serumah karena Maria kembali jatuh sakit selepas memberikan kesaksian di pengadilan untuk membela Fahri.

Jakarta. Film producer and owner of the film production house MD Pictures, Manoj Punjabi, announced a sequel to the successful movie "Ayat-Ayat Cinta" ("The Verses of Love") that was first debuted in 2008, in South Jakarta on Wednesday (08/03).

"I am going all out in the production of this film because 'Ayat-Ayat Cinta' is one of our best movies. I have hired a professional director, scriptwriters and cast to ensure that this movie will be successful," he said.

Ayat-Ayat Cinta adalah sebuah film Indonesia karya Hanung Bramantyo yang dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carissa Putri, Zaskia Adya Mecca, dan Melanie Putria. Film ini merupakan film religi hasil adaptasi dari sebuah novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy berjudul Ayat Ayat Cinta, dan tayang perdana pada 28 Februari 2008. Walaupun kisah dalam film dan novel Ayat-Ayat Cinta berlatarkan kehidupan di Kairo, Mesir, tetapi proses pengambilan gambar tidak dilakukan di kota itu.[1]

Sebuah kisah cinta dengan latar belakang agama, terutama Islam, dalam kehidupan. Fahri bin Abdullah Shiddiq (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al-Azhar. Ia harus berkutat dengan berbagai macam impiannya dan kesederhanaan hidup di Mesir. Ia bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua impian dijalani Fahri dengan penuh antusias kecuali satu: menikah.

Pindah ke Mesir membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Kirgiz (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tetapi mengagumi Al-Qur'an, dan mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang, cinta Maria hanya tercurah dalam diari saja.

Terakhir muncul lah Aisha (Rianti Cartwright), si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Ayat-ayat Cinta adalah album soundtrack dari film layar lebar berjudul sama yang dirilis 28 Februari 2008 oleh Trinity Optima Production. Lagu-lagu bergenre pop ini, dinyanyikan oleh Rossa, Ungu, dan Sherina.

Film Ayat-ayat Cinta (AAC) meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena jumlah penontonnya terbanyak yakni 3,6 juta orang lebih. Produser film AAC, Manoj Punjabi mengatakan diperkirakan sekitar lima juta kopi DVD bajakan film ini beredar di pasaran. Sebanyak 1,2 juta di antaranya telah dihancurkan. Ia mengatakan selain di putar di gedung bioskop di Indonesia, film AAC juga diputar di Singapura dan Malaysia. "Bahkan akan diputar di Hongkong, India dan Brunei Darrussalam," katanya.[2]

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1. Persepsi peserta didik dalam pemutaran film ayat-ayat cinta 2, 2. Sikap toleransi peserta didik terhadap sesama, 3. Hubungan antara persepsi peserta didik dengan sikap toleransi peserta didik terhadap sesama. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Responden merupakan peserta didik kelas X di SMA Muhammadiyah 4 Bandung dengan jumlah 67 peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: analisis parsial, uji normalitas data, uji linear, uji hipotesis, uji korelasi, dan uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: 1) realitas persepsi peserta didik dalam pemutaran film ayat-ayat cinta 2 termasuk kedalam kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,29 berada pada skala 4,20-5,00. 2) realitas sikap toleransi peserta didik terhadap sesama termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata 3,63 berada pada sekala 3,40-4,19. 3) hubungan persepsi peserta didik dalam pemutaran film ayat-ayat cinta 2 dengan sikap toleransi peserta didik terhadap sesama termasuk dalam korelasi yang kuat dengan nilai uji korelasi 0,699 berada pada interval 0,60-0,80. Pengaruh variabel X terhada variabel Y sebesah 48,8% sisanya dipengaruhi oleh faktorlain. Dari perhitungan uji hipotesis diperoleh t hitung 7.874 > dari t table 1.997 maka dapat disimpulkan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi peserta didik dalam pemutaran film ayat-ayat cinta 2 dengan sikap toleransi peserta didik terhadap sesama.

This type of research is library research with case study method. The research subject used is the film Ayat-Ayat Cinta 2. The data collection technique used is documentation that looks for data about things or variables in the form of transcripts, newspapers, books, magazines, and so on. In this thesis, observations are made on the film Ayat Ayat Cinta 2, notes and evidence on VCDs and books related to the research.Based on the research conducted, there are several results of his research, there are 18 scenes that contain the value of faith, for example such as the importance of peace, the obligation to pray, being honest, friendly to others, always helping others, meeting prayer tables are sunnah, being proud and accepting mistakes. what has been done, sincerity in helping is the key to a blessing, kindness will give birth to other goodness.

Sumber pendidikan tidak hanya didapat dari para orang tua dan guru-guru di sekolah. Kini media massa juga banyak melakukan transformasi sosial pendidikan, baik media cetak maupun elektronik. Media penyiaran, surat kabar, film, novel-novel dan bentuk komunikasi lain juga menciptakan kerangka berpikir yang sama bagi masyarakat. Hasil teknologi yang menjadi sorotan pada masa kini yang berkaitan dengan pendidikan antara lain adalah televisi, film dan media massa.

Melalui media film, masyarakat dapat mencontoh dan meniru gaya dan perilaku para artis. Menurut Wawan Kuswandi, konsumen terbesar dari media film adalah kalangan muda yang diduga mudah terpengaruh untuk meniru atau mencontek apa yang mereka lihat dalam film. Namun kaum muda kurang selektif dalam memilih mana tayangan yang baik dan mana yang buruk untuk ditonton. Seperti halnya media film, ia merupakan media yang cukup ampuh karena film dapat dilihat secara langsung gerak-gerik, serta tingkah laku para pemain, sehingga kemungkinan untuk ditiru akan lebih mudah. Dengan kelebihannya itulah film dapat menjadi media pendidikan yang efektif, dimana pesan-pesan dapat disampaikan kepada penonton secara halus dan menyentuh tanpa terkesan menggurui.

Dengan demikian, nilai-nilai pendidikan akidah yang terdapat dalam film tersebut akan mampu diterima oleh para penonton dan menjadi suatu contoh yangdapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak semua film memiliki nilai teladan yang baik. Sekarang ini semakin banyak tontonan yang rawan mengajarkan kemerosotan akidah,dan sangat mudah dikonsumsi oleh anak-anak. Banyak program acara di televisi yang cenderung berbau kekerasan, pornografi, mistik dan kemewahan yang semuanya tidak memperdulikan dampak yang menyertainya dan dapat mempengaruhi pemirsanya, terutama anak-anak.

Oleh karena itu, penting bagi para orang tua dan guru untuk mendampingi anak dalam memilih tontonan yang akan dikonsumsi agar anak tidak terkena dampak buruk tontonan atau film. Namun sebaliknya justru anak mendapat manfaat positif yang mendidik, terutama sisi akidahnya dari film yang memiliki unsur-unsur pendidikan yang baik.

Nilai pendidikan dalam sebuah film dimaksudkan bermakna semacam pesan-pesan atau katakanlah moral film, yang semakin halus penggarapannya akan semakin baik pula tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian penonton akan mudah hanyut dalam ceritanya.

Jenis penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian kepustakaan atau library research. Maksud dari penelitian ini adalah dengan cara membaca, menelaah, memahami, dan menganalisis buku-buku yang ada kaitannya dengan penelitian dan objek film Ayat-ayat Cinta 2. Dalam melakukan riset kepustakaan ini memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya. Tegasnya riset pustaka membatasi kegiatannya hanya pada bahan-bahan koleksi perpustakaan saja tanpa melakukan riset lapangan. Riset kepustakaan atau sering disebut studi pustaka, dilakuakan dengan cara membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian

Library research adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan bahan dan data-data dengan membaca dan memahami buku- buku yang menjadi sumber bahan tulisan melalui perpustakaan. Dengan demikian penelitian ini akan menjelaskan, menganalisis dan mengklasifikasikan nilai-nilai Pendidikan Akidah dalamfilm Ayat ayat cinta 2 dengan memfokuskan pada pembahasan pada materi pendidikan akidah yang terdapat di dalam film tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan melalui media audio visual.

Menurut Saifuddin Azwar data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari subjek dengan menggunakan alat pengambilan data langsung pada subjek informasi yang dicari. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama dilokasi penelitian atau objek penelitian. Sedangkan data primer diperoleh dari sumber pertama dimana sebuah data dihasilkan. Adapun yang menjadi sumber primer dan objek dalam penelitian ini adalah DVD dan scenario dari film yang berjudul Ayat ayat Cinta 2 yang dirilis pada tahun 2011.

582128177f
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages