Dekan FON UPH, Grace Solely Houghty, M.B.A., M. Kep merasa bangga atas pencapaian ini karena UKOM adalah suatu ujian nasional yang disusun oleh Kemendikbud untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai standar profesi perawat sekaligus menjadi syarat wajib untuk dapat bekerja di pelayanan kesehatan.
Selama persiapan UKOM, mahasiswa FON UPH dibimbing dengan mengutamakan latihan soal atau try out guna melihat perkembangan nilai mahasiswa secara kognitif dan kesiapan dalam mengikuti ujian. Menurut Marisa Junianti Manik, BSN, M. Kep, selaku Kepala Program Profesi Ners, persiapan lainnya adalah mengadakan workshop untuk memberikan tips dan trik menjawab soal dengan menggunakan critical thinking, rasional, dan menetapkan prioritas dalam menjawab soal, termasuk juga cara mengakses aplikasi mobile dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk melakukan latihan soal setiap saat.
Dalam menyambut UKOM tahun 2022, FON UPH akan terus berupaya mencari cara-cara pembelajaran kreatif, efektif, dan inovatif lainnya agar mahasiswa FON yang mengikuti ujian tahun depan juga dapat mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan.
Selamat untuk para dosen dan mahasiswa yang telah bekerja keras atas pencapaian TOP di antara 25 universitas di Indonesia ini. UPH adalah universitas paling terpercaya untuk melatih perawat berkualitas tinggi dan terus berupaya mencetak lulusan perawat yang handal dalam keterampilan, memiliki karakter ilahi yang berorientasi terhadap pelayanan, serta menjadi perawat yang proaktif untuk menolong sesama.
UPH juga menyediakan program S1 Kelas Karyawan Keperawatan (Conversion Class) bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah sambil bekerja, khususnya bagi lulusan D-3 yang saat ini bekerja di rumah sakit, ini waktu yang tepat untuk bergabung bersama UPH. Pendaftaran untuk TA 2021/2022 Semester Genap sudah dibuka dan kelas akan dimulai pada Januari 2022, segera hubungi Student Consultant 0812-8603-3380 untuk informasi lebih lanjut, atau daftar di sini.
Kegiatan ini ditujukan untuk seluruh mahasiswa baik dari Prodi D3 Kebidanan dan S1 Keperawatan Ners. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dengan agenda yaitu pemaparan materi dilanjutkan dengan menjawab soal sesuai dengan template saat UKOM dan diakhiri dengan pembahasan dari soal-soal tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan tentang UKOM. Khusus bagi mahasiswa profesi ners agar lebih mempersiapkan diri untuk mengikuti UKOM. Tidak hanya mahasiswa namun terlibat di dalamnya adalah para dosen juga tendik yang turut serta aktif di dalam kegiatan ini.
Kegiatan berikutnya dilakukan di hari Senin, 6 Mei 2024 yaitu Pelatihan Item Development, Item Review Bagi Dosen STIKES Advaita Medika Tabanan. Masih dengan narasumber yang akrab kami sapa Pak Made. Semua dosen STIKES Advaita Medika Tabanan mengikuti kegiatan ini baik secara luring maupun daring. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai pembaharuan ilmu bagi dosen agar mempersiapkan dan membiasakan mahasiswa mengenal soal-soal UKOM. Selain itu dosen dapat menajdi penulis maupun reviewer dari soal UKOM tersebut. Pada closing statement yang disampaikan oleh ketua STIKES Advaita Medika Tabanan Ns Desak Gede Yenny Apriani, S.Kep., M.Kes diharapkan kegiatan seperti ini ini rutin dilakukan sehingga baik mahasiswa maupun dosen memiliki kemampuan dan kesiapan dalam UKOM sehingga semua mahasiswa kompeten dalam sekali mengikuti UKOM.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Advaita Medika Tabanan selanjutnya disebut STIKES AMETA, merupakan salah satu perguruan tinggi dibawah naungan Kementrian Pendidikan Nasional Indonesia yang berkedudukan di Bali. Kampus STIKES AMETA beralamat di Jl Perkutut No 25, Pasekan Belodan, Tabanan Bali.
Soal- soal yang ada dalam buku ini disusun berdasarkan blue print soal UKNI yang mengacu pada standar profesi perawat indonesia, proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dan karakteristik Ners baru lulus. Blue print terdiri dari tujuh tinjauan berdasarkan area kompetensi, domain kompetensi, bidang keilmuan, proses keperawatan, upaya kesehatan, kebutuhan dasar manusia, dan sistem tubuh manusia
Dengan semangat kami selenggarakan kembali kegiatan Webinar Series AIPNI 2024 Gelombang II - siNERSI Mobile Solusi Lulus UKOM Ners yang akan diselenggarakan pada 18-22 Juni 2024 secara daring. Kegiatan ini dikhususkan untuk seluruh mahasiswa ners yang akan melaksanakan UKOM Ners dalam waktu dekat ini. Dalam kegiatan tersebut, kami menyediakan materi dan pembahasan soal-soal uji kompetensi ners, mencakup materi tentang KMB, KGD, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, dan manajemen keperawatan.
Kegiatan ini sangatlah bermanfaat bagi mahasiswa di institusi bapak/ibu, untuk memberikan kesiapan ilmu dan mental dalam menghadapi uji kompetensi ners yang akan datang. Untuk itu kami mengajak seluruh institusi anggota AIPNI ikut serta dalam kegiatan ini.
Perlu kami sampaikan, mahasiswa pendaftar dapat melakukan pembayaran secara kolektif, namun pendaftaran melalui link di atas TIDAK DAPAT DIWAKILKAN dan harus dilakukan oleh seluruh calon peserta. Tautan zoom meeting akan akan kami kirimkan ke email masing-masing calon peserta, pastikan kembali penulisan email tidak keliru.
Bisa dibilang menjadi seorang perawat bukanlah hal yang mudah, banyak proses yang harus dilalui untuk menjadi perawat yang profesional baik perawat vokasi atau ners. Salah satu proses untuk dilalui menjadi seorang perawat adalah melewati uji kompetensi (Ukom) yang mana ini merupakan salah satu syarat wajib bagi seorang perawat untuk bisa lulus dari perguruan tinggi.
Ukom merupakan tahapan yang harus dilalui oleh seorang mahasiswa kesehatan (keperawatan) diakhir studinya. Ukom telah tertuang dalam UU No. 38/2014 tentang keperawatan dan UU No. 36/2014 tentang tenaga kesehatan serta peraturan perundang-undangan lainnya. Dalam UU tersebut ditegaskan bahwa lulus uji kompetensi adalah syarat wajib bagi seorang tenaga kesehatan untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi).
Untuk itu mahasiswa keperawatan harus berusaha untuk dapat lulus dalam ukom. Salah satu upaya yang dilakukan adalah belajar mengerjakan soal-soal ukom, berikut ini soal yang sering keluar dalam uji kompetensi perawat.
Asuhan keperawatan (askep) adalah tugas utama seorang perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Sehingga 100% dijamin soal askep pasti akan ada dalam ukom. Bicara askep pasti menyangkut proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Sehigga mahasiswa harus menguasai salah metode untuk menentukan tahapan proses keperawatan. Mari kita perhatikan contoh penentuan soal-soal berikut ini:
Seorang perempuan berusia 28 tahun hamil 22 minggu datang ke poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilan. Hasil pengkajian: riwayat persalinan tahun 2000 melhairkan bayi laki-laki usia kehamilan 38 minggu. Tahun 2007 melahirkan bayi laki-laki lagi usia kehamilan 37 minggu dan pada tahun 2012 mengalami keguguran saat usia kehamilan 12 minggu.
Sebelum menjawab pastikan sudah mempelajari tentang status obstetrik yakni Gravid (G) yang merupakan jumlah kehamilan, Partus (P) yakni kelahiran setelah gestasi 20 minggu tanpa melihat bayi hidup atau mati, dan Abortus (A) yakni keluarnya konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan dengan batasan gestasi kurang dari 20 minggu. Jadi untuk penulisan status obstetrik pada kasus tersebut yang benar adalah G4 P2 A1 (saat ini pasien kehamilan yang ke-4, sudah melahirkan 2 kali, dan 1 kali abortus).
menentukan diagnosa atau masalah keperawatan adalah soal yang bisa dipastikan ada dalam ukom. Jika kita betul-betul telah menguasai cara menentukan diagnosa keperawatan tentunya akan terasa mudah menjawab soal jenis ini. Perhatikan contoh soal dibawah ini
Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk menjawab soal diatas adalah melihat data dominan yang paling banyak muncul pada kasus diatas. Jika kita perhatikan keluhan pasien ke faskes adalah sesak nafas, namun ketika kita melihat deskripsi kasusnya mengarah ke masalah Nyeri dengan data nyeri dada kiri, nyeri hebat saat aktivitas, nyeri hilang timbul, skala nyeri 7 serta ada peningkatan nadi. Sehingga jawaban paling tepat pada kasus diatas adalah NYERI AKUT.
Menentukan intervensi/tindakan keperawatan yang tepat atau utama pasti akan ada dalam soal ukom perawat baik ners dan vokasi. Maka pelajarilah strategi yang tepat untuk menjawab soal-soal jenis intervensi. Perhatikan contoh soal dibawah ini:
Seorang anak berusia 3 tahun dibawa ibunya ke UGD dengan keadaan sesak napas dan batuk. Hasil pengkajian: anak tidak bisa mengeluarkan sekret, bunyi wheezing, frekuensi nafas 46x/menit. Ibunya nampak khawatir dengan kondisi anaknya.
Untuk menentukan jawaban pastinya kita melihat masalah yang muncul pada kasus tersebut yakni anak tersebut mengalami sesak diakibatkan adanya akumulasi sekret dalam saluran pernapasan yang ditandai dengan adanya bunyi nafas tambahan yakni wheezing. Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut kita melakukan intervensi untuk mengatasi obstruksi jalan nafas adalah tindakan pemberian inhalasi (nebulizer) guna melonggarkan jalan nafas (bronkus) diperlukan bronkodilator.
Seorang laki-laki berusia 47 tahun sedang dirawat di ruang bedah karena kesulitan berkemih. Pasien dilakukan pemasangan kateter urine. Setelah pelumasan kateter dengan jelly, kateter dimasukan dengan mudah dan tanpa ada hambatan, segera urin terlihat keluar dan ditampung dalam bengkok.
Untuk menjawab soal jenis seperti ini, pastikan kita sudah membaca atau menguasai standar prosedural tindakan yang tepat. Jika kita melihat kasus diatas, urine yang keluar melalui kateter menunjukkan kateter baru sampai pada uretra, sehingga perlu kita lakukan pemasukan kateter hingga percabangan untuk memastikan kateter benar-benar sudah sampai pada kandung kemih, setelah itu kita lakukan fiksasi internal yakni dengan memasukan NaCl 0.9 agar terjadi pengembangan balon.