meluruskan persepsi..

109 views
Skip to first unread message

nursalam djamaluddin

unread,
Feb 6, 2015, 10:47:28 AM2/6/15
to talim-an-...@googlegroups.com

meluruskan persepsi

Bergabung di program KJJ merupakan suatu keutamaan tersendiri. Ada banyak manfaat yang sudah di rasakan bagi mereka yang telah mengikuti kegiatan perkuliahan dari program ini, seperti waktu menjadi produktif, wawasan diniyyah bertambah, kemampuan berbahasa arab yang semakin baik (khususnya qira’ah), pengalaman ikhtibar, sampai jalan-jalan ke Jakarta (saya sebenarnya lebih senang menyebut yang ke lima sebagai ‘efek samping’).


Saya yakin, bahwa niat kawan-kawan bergabung di KJJ semata-mata karena ingin menuntut ilmu ikhlash lillahi Ta’ala. namun di samping niat yang mulia itu, pada sebagian thullab, Kuliah Jarak Jauh merupakan alternatif yang bisa menawar hasrat “thalabul ilmi” ke Timur Tengah. Sebagian lagi, menganggap bahwa KJJ adalah kunci untuk bisa mewujudkan cita-cita, melanjutkan pendidikan di negri Hijaz, “Kalau nggak bisa S1, S2 haruss bisa…!!.” kata seorang thalib dengan berapi-api”. Ada juga yang berpandangan, agar supaya dakwahnya lebih bisa diterima oleh masyarakat luas, karena punya gelar akademik. Bahkan ada yang berharap, setelah memegang syahadah, masa depan ekonomi keluarga menjadi lebih cerah, secerah sinar matahari di waktu Ashar. Intinya adalah semua punya keinginan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, baik dari  sisi diniyyah, sosial, maupun ekonomi. ini adalah hal yang wajar dan manusiawi.


Sekilas, program kulliah KJJ terlihat mudah, gampang, mata kuliahnya sedikit, paling 7 atau 8 madah, modulnya juga ‘tipiss..’, sementara waktu yang ada, enam bulan. Ah.. panjang itu...,” kata teman yang juga dari Sumatra. Kira-kira inilah yang ada dan selalu ada di benak kita di awal-awal semester. Menggampangkan urusan. Dan tanpa sadar, anggapan ini telah menjelma menjadi sebuah paradigma. Allahul Musta’an. Sebenarnya, kalau kita memanfaatkan waktu yang ada sejak awal, insya Allah kegiatan belajar terasa sangat menyenangkan dan tidak memberatkan, tidak sampai menguras waktu dan pikiran. Tapi realitanya, kita tidak seperti itu dan tidak bisa melakukan itu. Kenapa?? Jawabannya, ada pada diri kita masing-masing.


Waktu terus berjalan, hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan tak terasa ternyata bulan sudah masuk hitungan kelima. Modul fiqih yang dulu dibeli saat ikhtibar semester lalu di Jakarta mulai dibuka, diusap-usap, dilhat-lihat, “wah… halamannya 200 lebih…tebal juga.” Halaman-halaman terakhir dari modul itu dibuka lebih cepat, dan jreng… ternyata halaqahnya… ada lima puluh.. “fiuhhh…,” sudah mulai pesimis. Padahal belum apa-apa. Diambil modul ushul fiqih, dilihat-lihat, dibuka, dan dibaca sekilas, “wihh… ya ampun… tebbelee…,  jaan,, mbahas opo iki..?? Tanpa sadar, ia menampakkan jati dirinya yang sebenarnya. WONG NGAPAK. “Muantik.??” sambil mengerenyitkan dahi, “nyembeleh entok wae.. wareg sisan..”. Lalu diambil modul yang paling tipis, Tarikh al-fiqhiyyah, “kayaknya ini agak mending, tipis,” gumamnya dalam hati. Dibuka-buka, dilihat-lihat, dan...Wuuhh… opo maning iki…?? ngapalin judul kitab tok.., ngapalin njenenge wong arab tok… yaa angel... Ah… mbuuhh lahh… turu wae..” sambil menghempaskan modul di atas meja….


Akhi, ukhti.., ternyata program kuliah KJJ tak semudah yang kita bayangkan. Meskipun metode PBM sekehendak hati kita, namun kita tetap harus meluangkan waktu untuk membaca modul atau mendengarkan shautiyyahnya, memahami dan kalau perlu membuat ringkasan (dengan mengacu kepada ringkasan yang sudah ada lebih baik). Meski waktu yang disediakan  terasa panjang, namun kita tetap harus memulai sejak awwal semester. Seorang ulama pernah mengatakan “Berikanlah seluruh waktumu untuk ilmu, maka ilmu akan memberikan sebagian daripadanya” Akhi.. Ukhti.., kalau seluruh waktu saja, kita hanya mendapatkan separuh dari ilmu yang kita pelajari, lalu bagaimana halnya jika hanya contoh soal yang kita baca, kira-kira ilmu akan memberikan apa kepada kita?? Akhi.. Ukhtii, tugas kita bukan hanya untuk selamat dari predikat RASIB, ikhtibar bukan UAN atau UMPTN.  Akhi.., ukhti.. kita belajar Syari’ah, hukum-hukum ISLAM. Tanggungjawab kita selepas dari program ini tidaklah ringan. Saya tidak berbicara ‘Ummat’, ‘Bangsa’ dan ‘Negara’, ini terlalu besarr... Tapi, untuk orang-orang terdekat kita, orang tua,  zauj/zaujah, anak dan anak didk, adik-kakak, kerabat dan tetangga. Bagaimana jika mereka bertanya kepada kita tentang masalah Agama?? Kita mau jawab apa, jika prinsip belajar kita asal…, yang penting… dsb..?? Keluarga, tetangga, kawan dan yang lainnya tahu kalau kita kuliah Syari’ah.. Mereka tau, Itupun karena antum (maaf, dhommirnya ana ganti) sendiri yang sesumbar kepada mereka. Harapan mereka ke kita sangatlah besar. Jangan kecewakan mereka..!!


Untuk itu, mari kita jadikan semester yang baru ini sebagai lembaran baru untuk memulai amalan thalbul ilmi menjadi lebih baik. Oh iya, satu lagi, jangan lupa 55 U$ dolarnya..

Panaragan Jaya, 6 Februari 2015


Abu Muhammad

 

ambotang ridhwan

unread,
Feb 6, 2015, 11:43:52 AM2/6/15
to talim-an-...@googlegroups.com
طيب

Bent Hezaam

unread,
Feb 6, 2015, 6:44:47 PM2/6/15
to talim-an-...@googlegroups.com
جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم..

Sent from my iPhone
--
Antum menerima pesan ini karena berlangganan Grup "Ta'lim 'an Bu'd
LIPIA" dari Grup Google.
bergabung juga di MULTAQO KJJ LIPIA di alamat http://www.multaqo.comuv.com
Untuk mengeposkan ke grup ini, kirimkan email ke
talim-an-...@googlegroups.com
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
talim-an-bud-li...@googlegroups.com
Untuk opsi lainnya, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/talim-an-bud-lipia?hl=id
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "Ta'lim 'an Bu'd LIPIA" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke talim-an-bud-li...@googlegroups.com.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/talim-an-bud-lipia.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Mifta Janna

unread,
Feb 6, 2015, 9:47:48 PM2/6/15
to talim-an-bud-lipia

Atsabakumulloh khoiron atas tasyji 'nya..
👍👍👍

bagus wijanarko

unread,
Feb 7, 2015, 12:41:48 AM2/7/15
to talim-an-...@googlegroups.com

semoga setelah lurus persepsi..diikuti niat yg kuat dan amal yg lurus pula ..amiin

--

nursalam djamaluddin

unread,
Feb 7, 2015, 2:30:09 AM2/7/15
to talim-an-...@googlegroups.com
Amiin...

Arifin Saefulloh

unread,
Feb 7, 2015, 12:03:17 PM2/7/15
to Ta'lim 'an Bu'd LIPIA

Jazakallohu khoiron, syaikh.

ابن صفوان الجاوي

unread,
Mar 11, 2015, 3:29:34 AM3/11/15
to talim-an-...@googlegroups.com
 ya,, benar adanya... syukron..
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages