Liputan6com, Jakarta Film Indonesia satu ini sangat dinantikan, alasan salah satunya adal tempat lokasi syutingnya berlatar luar negeri yaitu Amerika. Film ini sudah cukup lama dirilis, yaitu tahun 2015.
Film berjudul Bulan Terbelah di Langit Amerika Part 1 dibintangi beberapa artis ternama yaitu Raline Shah sebagai Hanum dan Fedi Nuril sebagai Rangga. Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra.
Film Bulan Terbelah di Langit Amerika menceritakan kisah perjalanan Hanum dan Rangga, seorang pasangan suami istri yang pergi ke Amerika Serikat. Hanum, seorang jurnalis, mendapat tugas menulis artikel tentang Islam di Amerika, sementara Rangga, seorang mahasiswa S3, harus mewawancarai seorang pengusaha Amerika.
Selama perjalanan mereka, mereka bertemu dengan berbagai orang dari beragam latar belakang agama dan budaya. Mereka memahami lebih dalam tentang Islam di Amerika Serikat dan pentingnya toleransi serta kerukunan antar umat beragama.
Film ini merupakan film pertama yang mengangkat tema cinta beda agama di Amerika Serikat. Dulunya sempat menjadi kontroversi karena mengangkat tema cinta beda agama. Namun, film ini juga mendapat banyak pujian karena pesan toleransi dan kerukunan antar umat beragama yang disampaikannya.
Film ini syuting di berbagai lokasi di Amerika Serikat, termasuk New York, Washington DC, dan San Francisco. Menampilkan beberapa aktor internasional, termasuk Hailey Franco, Nur Fazura, Yaron Urbas, Ray Reynolds, dan Hans de Kraker.
Film ini berhasil meraih 11 penghargaan, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Pemeran Utama Wanita Terbaik yang diperoleh Raline Shah. Serta berhasil meraih rekor jumlah penonton terbanyak untuk film Indonesia di Amerika Serikat.
Itulah sinopsis dan fakta menarik dari salah satu film Indonesia yang berhasil mendapat banyak penghargaan dan ditonton banyak orang. Anda bisa nonton film bulan terbelah di langit amerika part 1 melalui platform streaming Vidio. Jangan lupa download aplikasi Vidio untuk menonton film Indonesia populer lainnya!
Beberapa waktu lalu saya sempat posting tentang salah satu strategi promosi menggunakan kuis di Instagram yang dilakukan oleh salah satu film Indonesia. Dan akhirnya di bulan Desember 2015 kemarin, film itu tayang juga, Bulan Terbelah di Langit Amerika.
Film yang biasa disingkat BTDLA ini merupakan sekuel film 99 Cahaya di Langit Eropa 1 dan 2. Dilihat dari judulnya sudah jelas bedanya film ini. Kalau 99 Cahaya mengambil tempat di Eropa, BTDLA mengambil latar di Amerika, lebih tepatnya di kota New York.
Yang pasti di sini saya mencoba untuk tidak menjadi spoiler bagi yang belum menonton. Karena film ini merupakan film adaptasi dari buku yang berjudul sama karangan Hanum Rais, tentu saja plot cerita juga tidak jauh dari cerita bukunya. Layaknya film adaptasi buku, pasti ada beberapa perbedaan atau penyesuaian, begitu juga di BTDLA ini.
Kedua tokoh ini sepertinya tidak ada dalam BTDLA versi buku. Tokoh Stefan memang ada di dalam 2 sekuel sebelumnya, menjadi sahabat Rangga bersama Khan. Stefan yang diceritakan Atheis di sini setelah lulus dari Vienna akhirnya menetap di New York bersama kekasihnya, Jasmine. Yaps, Jasmine tokoh baru di film ini yang sebelumnya tidak muncul di BTDLA versi buku.
Kehadiran Stefan dalam film ini sebenarnya cukup memberikan nuansa komedi. Persahabatannya dengan Rangga yang biasanya dibumbui guyonan menyentil, debat agama vs atheis cukup membuat penonton tertawa di beberapa adegan.
Mungkin bagi orang awam yang belum mengenal Islam, bulan terbelah itu mustahil terjadi. Tapi, diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwa kejadian bulan terbelah pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW. Peristiwa ini terjadi ketika Rasulullah ditantang penduduk Mekah untuk menunjukkan kenabian atau mukjizatnya. Terlepas dari kontroversi tentang temuan bukti bahwa bulan terbelah oleh NASA, tapi sebagai orang muslim, kita sudah seharusnya mengimani Rasululllah dan mukjizat yang dimilikinya.
Film ini memang bukan sepenuhnya film religi, tetapi setelah menonton filmnya rasanya ada beberapa perasaan untuk menjadi lebih baik. Cocok banget di tayangnya pas akhir tahun, bisa jadi motivasi buat resolusi di tahun 2016.
Jadi banyak introspeksi diri, mencoba merenung, apakah saya sudah bisa menjadi agen Islam yang baik? Apakah saya sudah memenuhi hubungan saya dengan Allah? Apakah saya juga telah memenuhi hubungan saya dengan sesama? Apakah saya sudah menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai?
Di percakapan antara Hanum dengan Michael Jones, Hanum sempat berkata tentang adanya gambaran Nabi Muhammad SAW di Gedung Mahkamah Agung Amerika. Semoga keberadaan sosok Rasulullah tersebut bukan sarana untuk mengolok-olok Islam, tetapi benar-benar menggambarkan kebanggaan Amerika terhadap Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh dalam menegakkan keadilan.
Film ini mengingatkan saya tentang perdebatan Fahri dengan orang Yahudi dan profesor yang menganut ateisme dalam novel Ayat-Ayat Cinta 2. Bagaimana jadinya jika dunia tanpa agama? Banyak yang menganggap perpecahan di dunia ini karena perbedaan agama, jadi lebih baik agama dihilangkan saja. Padahal sebenarnya peperangan di dunia ini terjadi karena nafsu dan ambisi manusia.
Dari segi pengambilan gambar, sepertinya lebih bagus pas di Eropa. Di BTDLA ini beberapa gambar view New York terkesan goyang dan pecah gambarnya. Sebagai film adaptasi buku, BTDLA ini cukup memuaskan. Pasti memang ada perubahan cerita, namun secara keseluruhan, kalau Anda penyuka film Indonesia, film ini layak ditonton.
Hingga saat ini New York dan sebagian besar kota di negara Barat masih menyimpan kecemasan. Interaksi dengan kaum Muslim di sana terkoyak oleh stigma-stigma negatif yang muncul setelah tragedi tersebut.
Mencoba menyuarakan bahwa kecemasan dan stigma negatif terhadap kaum Muslim adalah keliru, beberapa penulis Indonesia seperti Hanum Rais dan Rangga, serta Tasniem Fauzia Rais dan Ridho Rahmadi, menuangkan berbagai cerita menarik novel. Dalam novel mereka tergambar bahwa sebenarnya sejarah antara Islam dengan dunia Barat begitu dekat dan betapa damainya sebenarnya interaksi dengan umat Muslim.
Kisah Islam di dunia barat digambarkan secara apik dalam buku "99 Cahaya di Langit Eropa" karya Hanum Rais dan Rangga Mahendra. Kisah tersebut akan berlanjut dalam buku "Bulan Terbelah di Langit Amerika".
Tidak banyak yang tahu sejarah antara Islam dan Amerika yang begitu dekat, buku ini akan mengajak Anda ke beberapa tempat bersejarah tersebut dengan balutan petualangan antara Hanum dan Rangga. Inilah petualangan Hanum dan Rangga yang menyibak fakta-fakta, kejadian dan peradaban yang tertutupi. Semua terangkum dalam peristiwa "Bulan terbelah di Langit Amerika"!
Film Bulan Terbelah di Langit Amerika sebentar lagi sudah bisa kamu saksikan di bioskop. Nah, peristiwa-peristiwa yang terjadi selama syuting film tersebut dituangkan dalam buku "Di Balik Bulan Terbelah" karya Rangga Almahendra dan Hanum Salsabiela Rais.
Kamu bisa mengetahui bagaimana perjuangan sutradara, kru, aktor, dan seluruh pendukung film "Bulan Terbelah di Langit Amerika" selama 1,5 bulan melakukan syuting di Amerika. Nilai-nilai sejarah Islam tak hanya bagus ditonton, namun lebih dari itu, menyampaikan pembelajaran. Terutama pembelajaran tentang toleransi dan kebersamaan yang melekat pada seluruh tim tanpa mengenal ras, bahasa, agama, maupun etnis.
Selain Buku "Bulan Terbelah di Langit Amerika", kisah yang tak kalah seru juga bisa kamu baca pada buku yang berjudul "Faith and the City". Bedanya, "Faith and the City" adalah bacaan ringan, mengangkat kisah cinta, karir dan keluarga dalam balutan nilai-nilai Islami di kota New York. Buku ini akan terbit pada tanggal 12 Desember 2015 dan bisa kamu dapatkan secara khusus lewat Bukalapak.
Bacaaan lain yang tak kalah menarik adalah buku "Malam-Malam Terang". Buku ini berkisah tentang seorang remaja bernama Tasniem yang nekad merantau ke Singapura demi melanjutkan pendidikanya. Hidup di Singapura mengantarkan Tasniem melihat dunia global. Dirinya pun dipertemukan dengan sahabat-sahabat dari berbagai penjuru dunia, Cecilia asal China, Aarin asli India dan Angelina dari Indonesia.
Empat sahabat ini walaupun berbeda keyakinan dan etnis tetap begitu dekat dalam melewati suka-duka bersama. Petualangan mereka akan menjadi suguhan menarik sarat makna untuk dibaca. Kamu bisa pre-order Buku karya Tasniem Fauzia Rais dan Ridho Rahmadi ini di Bukalapak dengan potongan harga 10%, klik di sini.
3a8082e126