A Virtual Organ produces the sound of a traditional Organ, played through a computer, tablet or mobile. The traditional organ is a musical instrument that features a series of vertical pipes that are used to produce different musical notes. The organ has been an important instrument throughout history and the earliest it is thought to have been in use in the 3rd century BC. In Ancient Greece and Rome, organs were a frequent feature of public life and were often used at sporting events. In modern Europe, the organ became a prominent feature of religious music and they are often still associated with the church today. The reason for the association with the church is the instrument's suitability for accompanying choral singing. It is also thought that the organ's extreme bass timbre helps to evoke feelings of spirituality.
The organ has played a key role in classical music, due in part to its ability to add gravitas and atmosphere to a piece. Johann Sebastian Bach was particularly prolific with his organ music composition. In the 1720s he composed a large amount of organ music for the Lutheran churches of Leipzig in Germany. From the mid eighteenth century onwards the organ fell out of favour as more composers turned to the piano. However, Wolfgang Amadeus Mozart continued to favour the organ. He exclaimed to a friend in 1777 that "in my eyes and ears the organ is the King of instruments".
Organ Tunggal atau yang biasa disebut OT merupakan salah satu pertunjukkan seni musik dengan menggunakan media sebuah organ. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, organ adalah alat musik seperti piano yang menghasilkan nada dari udara yang dihembuskan ke dalam pipa yang berbeda bentuk dan ukuran, yang nadanya dihasilkan melalui dawai elektronik. Organ berupa alat musik elektronik seperti piano dengan banyak pilihan nada dan jenis musik. Nada yang dihasilkan pun dapat disesuaikan dengan keinginan pemainnya.
Alat musik yang digunakan dalam Organ Tunggal hanyalah sebuah organ yang dimainkan oleh seorang pemain organ. Oleh karena itu, pertunjukan musik ini dinamakan Organ Tunggal. Lagu yang dimainkan berupa musik pop atau dangdut dan terkadang ditambah musik remix atau house music seperti di diskotik. Pemain organ biasanya didampingi oleh seorang atau beberapa penyanyi wanita yang disebut biduan. Agar lebih menarik perhatian, biduan ini biasanya berpakaian seksi, menyanyi sambil berjoget atau mengajak penonton untuk berjoget juga.
Tak hanya di kota, Organ Tunggal juga menjadi hiburan favorit yang sangat dinantikan oleh masyarakat di wilayah pedesaan. Jika ada keluarga yang mengadakan pesta pernikahan dan mengundang organ tunggal, masyarakat dari berbagai dusun dan desa akan rela mendatangi pesta tersebut hanya untuk menikmati hingar bingarnya musik dangdut dari organ tersebut. Organ tunggal di pedesaan seperti oase di tengah sunyinya hiburan di desa.
Tak bisa dipungkiri, Organ Tunggal telah berdampak pada ekonomi dan sosial masyarakat. Organ Tunggal bisa dikatakan hiburan yang minim modal. Pertunjukkan seni ini hanya bermodalkan satu buah organ dan seperangkat sound system yang mumpuni. Tak perlu banyak alat musik lainnya. Selain itu, pemilik usaha pun tidak direpotkan dengan mengurusi banyak personel karena untuk memainkan musik hanya diperlukan seorang pemain organ dan seorang biduan serta beberapa orang operator sound system. Dari sisi penyelenggara, Organ Tunggal menjadi hiburan dengan tarif sewa yang murah dan praktis.
Melencengnya fungsi seni dan hiburan Organ Tunggal ternyata dapat mempengaruhi kehidupan remaja. Menurut penelitian yang dilakukan Dina Nopita Riska dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, bahwa keberadaan organ tunggal dapat menyebabkan perilaku menyimpang pada remaja seperti minum minuman keras, berjudi, narkoba, serta tindak kriminal lainnya seperti perkelahian dan pencurian. Munculnya perilaku penyimpangan remaja seperti ini biasanya terjadi jika organ tunggal tampil setelah pesta usai dan berlangsung sampai larut malam.
Tidak hanya minuman keras, narkotika juga rawan beredar dalam acara Organ Tunggal. Jenis narkotika yang banyak digunakan oleh penikmat organ tunggal adalah ekstasi atau ineks. Berdasarkan data dari Indonesia Drugs Report 2020 BNN RI, ekstasi merupakan jenis narkotika terbanyak ketiga yang digunakan masyarakat Indonesia setelah ganja dan sabu. Mereka menggunakan ekstasi dengan alasan untuk rekreasi atau bersenang-senang menambah sensasi nikmatnya berjoget. Ekstasi menstimulasi otak dan anggota tubuh untuk otomatis bergerak saat mendengar suara musik Organ Tunggal berjenis house music. Pengguna ekstasi dapat betah joget berjam-jam non stop tanpa sadar.
Narkoba yang rawan beredar serta tindakan kriminal lain yang seringkali terjadi di acara Organ Tunggal cukup membuat resah warga, sehingga pihak berwajib pun tidak bisa tinggal diam untuk memberantasnya. Beberapa pemerintah daerah telah menetapkan regulasi untuk mengatur acara dengan organ tunggal ini. Peraturan yang ada mengatur jam berlangsungnya acara Organ Tunggal, yang dibatasi tidak boleh sampai larut malam dan dini hari. Acara organ tunggal yang hingar bingar sampai larut malamlah yang banyak memicu berbagai tindakan kriminal khususnya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
untuk instansi maupun perorangan yang membutuhkan jasa sewa organ tunggal untuk mengisi dan memeriahkan Acara Pernikahan, 17 Agustus, Rasulan dan lain-lain bisa menghubungi kami Larista intertaiment dengan harga terjangkau, paket sewa organ tunggal kami termasuk Pemain, MC, Penyanyi dan bisa Sound System,
Penelitian ini mengkaji tentang fenomena pertunjukan organ tunggal pada acara pernikahan di Kelurahan Indralaya Mulya Kabupaten Ogan Ilir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang masyarakat memilih organ tunggal pada acara pernikahan dan untuk mengetahui makna pertunjukan organ tunggal pada acara pernikahan bagi masyarakat Kelurahan Indralaya Mulya Kabupaten Ogan Ilir. Metode yang digunakan adalah meteode deskriptif kualitatif. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dari Alfred Schutz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang melatar belakangi masyarakat memilih organ tunggal pada acara pernikahan dengan beberapa alasan mulai dari, tarif sewa organ tunggal yang murah, keuntungan materi dari hiburan organ tunggal, organ tunggal merupakan hiburan musik yang praktis. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ada beberapa makna pertunjukan organ tunggal pada acara pernikahan menurut masyarakat yaitu organ tunggal pada acara pernikahan merupakan prestise dan organ tunggal merupakan hiburan untuk mencari kesenangan.
Inactivated cells of Propionibacterium avidum KP-40 could be shown to induce thymocyte proliferation and maturation in BALB/c-mice after intraperitoneal administration of the optimal immunomodulating dosage (1 mg per mouse). The increase in thymus weight and thymocyte numbers per mg organ weight was most pronounced and statistically significant 10 days after P. avidum KP-40 administration. Determinations of lymphatic subsets revealed a considerable up-regulation of mature cells expressing helper/inducer (L3T4+) or cytotoxic/suppressor (Lyt-2+) phenotypes and immature cells presenting both L3T4+/Lyt-2+ antigens. Obviously, P. avidum KP-40 administration accelerated murine thymocyte proliferation and maturation. Counts of BALB/c-mouse peripheral blood lymphocytes (PBL) and monocytes (PBM) revealed statistically significant increases after P. avidum KP-40 administration with peak values after 6-10 days. The determination of activated PBL (expressing interleukin-2 receptors) or PBM (expressing MAC-3 antigens) proved that P. avidum KP-40 induced a potent immunostimulation since counts of these cells were significantly enhanced after P. avidum KP-40 treatment.
aa06259810