WORKSHOP
IMPLEMENTASI "VALUE STREAM MAPPING (VSM)"
UNTUK PENINGKATAN KINERJA SUPPLY CHAIN PERUSAHAAN
Waktu:
Jumat-Sabtu, 15-16 November 2013
Tempat:
Hotel HarrisTebet
Jl. Dr. Sahardjo 191
Jakarta
Fasilitator:
Ir. Berty Argiyantari, M.M.
Pendahuluan
Persaingan industri yang begitu tajam saat ini menuntut perusahaan untuk mempunyai competitive advantage yang tinggi. Perusahan di bidang manufaktur dan logistik harus melakukan perbaikan berkesinambungan dan melakukan terobosan dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas. Perusahaan harus menghilangkan setiap pemborosan yang terjadi pada proses-proses kerjanya.
Peningkatan efisiensi dan produktivitas tidak cukup lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Perusahaan perlu menerapkan metode yang sistematis dalam perencanaan dan perbaikan proses-proses yang dilakukannya. Peningkatan kinerja supply chain perusahaan tidak dapat dilakukan hanya dengan menerapkan “teori dan konsep” supply chain management (SCM), namun diperlukan “metode” yang implementatif.
Salah satu metode penting untuk diterapkan dalam peningkatan kinerja supply chain perusahaan adalah Value Stream Mapping (VSM). Metode ini merupakan salah satu teknik penting dalam Lean System yang dapat membantu menganalisis aliran material dan aliran informasi saat produk berjalan melalui keseluruhan bisnis proses yang menciptakan value, mulai dari bahan baku sampai produk jadi diantar ke pelanggan. VSM merupakan kunci utama dalam melakukan business process improvement. Dengan melakukan pemetaan keseluruhan proses secara end-to-end, perusahaan dapat mengidentifikasi pemborosan dan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, kemudian diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan, sehingga akan diperoleh peningkatan kinerja perusahaan.

Rencana perbaikan proses bisnis dan operasional melalui implementasi VSM sangat perlu menjadi salah satu rencana program dalam perencanaan tahunan perusahaan. Implementasi VSM ini perlu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur, logistik, distributor, transportasi, pergudangan, retailer, dan lain-lain.
Tujuan Workshop
1. Memahami pentingnya value stream mapping dalam perbaikan kinerja bisnis.
2. Memahami added value dan non added value pada sebuah proses operasional.
3. Memahami klasifikasi pemborosan yang berdampak pada produktivitas dan efektivitas kerja.
4. Memahami cara mengidentifikasi permasalahan di setiap proses.
5. Membangun kemampuan untuk memetakan aliran dan merancang future-state value stream map.
6. Mampu membuat rencana implementasi value stream mapping untuk perbaikan kinerja supply chain.
Apa yang Dipelajari?
1. Pemahaman value stream mapping.
2. Pentingnya value stream mapping dalam perbaikan kinerja bisnis.
3. Added value vs non added value pada proses-proses internal & external supply chain perusahaan.
4. Proses identifikasi permasalahan dan pemborosan pada proses-proses internal & external supply chain perusahaan.
5. Pemetaan keadaan saat ini (current-state value stream map) dan di masa mendatang (future-state value stream map).
6. Perencanaan implementasi value stream mapping untuk perbaikan kinerja supply chain perusahaan.
7. Proses implementasi value stream mapping untuk perbaikan kinerja supply chain perusahaan.
Profil Fasilitator
|
|
Berty Argiyantari Memiliki latar belakang pendidikan S1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) & S2 Manajemen Universitas Indonesia (UI). Praktisi selama hampir 20 tahun di PT Hexpharm Jaya, PT Kalbe Farma Tbk, dan PT Enseval Putera Megatrading Tbk. Menguasai bidang-bidang Procurement, Material Management, Strategic Sourcing, & Vendor Development, Production Planning & Inventory Control, Production, Lean Manufacturing & Lean Logistics. |
Peserta Workshop
WORKSHOP
IMPLEMENTASI "VALUE STREAM MAPPING (VSM)"
UNTUK PENINGKATAN KINERJA SUPPLY CHAIN PERUSAHAAN
Waktu:
Jumat-Sabtu, 15-16 November 2013
Tempat:
Hotel HarrisTebet
Jl. Dr. Sahardjo 191
Jakarta
Fasilitator:
Ir. Berty Argiyantari, M.M.
Pendahuluan
Persaingan industri yang begitu tajam saat ini menuntut perusahaan untuk mempunyai competitive advantage yang tinggi. Perusahan di bidang manufaktur dan logistik harus melakukan perbaikan berkesinambungan dan melakukan terobosan dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas. Perusahaan harus menghilangkan setiap pemborosan yang terjadi pada proses-proses kerjanya.
Peningkatan efisiensi dan produktivitas tidak cukup lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Perusahaan perlu menerapkan metode yang sistematis dalam perencanaan dan perbaikan proses-proses yang dilakukannya. Peningkatan kinerja supply chainperusahaan tidak dapat dilakukan hanya dengan menerapkan “teori dan konsep” supply chain management (SCM), namun diperlukan “metode” yang implementatif.