RE: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

614 views
Skip to first unread message

Kyatmaja Lookman, Lookman Djaja

unread,
Oct 3, 2013, 10:32:13 PM10/3/13
to indo_log...@yahoogroups.com, supplychai...@googlegroups.com

Dear Friends,

 

Tronton bermuatan 30T itu jelas2 overtonase apalagi fuso. Karena jika berat muatannya saja 30T maka bersama kendaraan (10T-13T)bisa menjadi 40-43Ton. Perlu diketahui bahwa GVW kendaraan untuk tronton yang 25000 itu maksudnya berat kendaraan dan barang. Jadi sebenarnya berat muatan yang diijinkan itu adalah sekitar 12000-14000Kg jika kendaraanya beban sendirinya 11.000-13.000. kadang saya tidak menyalahkan rekan2 logistik juga waktu saya berada di IIMS sales penjual mobilnya yang terang2 an bilang sendiri bahwa bisa muat sampai dengan 25Ton atau bahkan 30Ton. Saya rasa untuk menertibkan permasalahan overtonase harus dimulai juga dari Sales2 kendaraan khususnya truck untuk memberikan informasi yang benar bukan misleading. Ada armada yang lebih sesuai pak mungkin dengan menggunakan trailer atau kereta api. Bukan tronton atau bahkan fuso yang diovertonase. Terima kasih

 

Rgd,

Kyat

 

From: indo_log...@yahoogroups.com [mailto:indo_log...@yahoogroups.com] On Behalf Of Dudi Priyatna
Sent: 03 Oktober 2013 13:37
To: indo_log...@yahoogroups.com
Subject: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

 




Selamat Siang Rekan Alier's

 

Saya ada permintaan bawa tepung dengan fuso tronton maximal muatan 30 ton rutin, dengan permintaan 5 unit perhari

kiranya ada rekan2 yang berminat bisa hubungi saya/email Japri.

 

Demikian,

 

Salam kompak selalu

 

Duddy.Priyatna

087878745827

081288240374




__._,_.___



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang profesi Supply Chain dan Logistik, serta menjadi wadah komunikasi bisnis dan industri untuk bidang Supply Chain dan Logistik di Indonesia"

Website: www.ali.web.id

ALI Corporate Friends:
Keppel Puninar Logistics | Enhancing Your Supply Chain
CKB Logistics | The Best Logistics Solutions for Your Business
Sembada Pratama | The 1st School of Supply Chain & Logistics - where you learn hands-on

Join ALI in Facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=21814854217




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe



__,_._,___

Kyatmaja Lookman, Lookman Djaja

unread,
Oct 4, 2013, 7:43:06 PM10/4/13
to indo_log...@yahoogroups.com, supplychai...@googlegroups.com

Dear Pak Duddy, Pak Sugi, Pak Firman, Pak Andri, Pak Vanny, Aliers, dan Teman yang lain,

 

Bukan bermaksud saling salah menyalahkan, saya rasa kesadaran untuk berbuat baik harus dimulai dari diri sendiri. Kita definisikan ulang deh apakah overtonase itu perbuatan yang bagus. Saya rasa overtonase merupakan perbuatan egois yang dapat merugikan semua orang termasuk diri kita sendiri. Kita sering menyalahkan pemerintah tidak tegas lah pungli ini pungli itu dsb dsb. Tetapi jika tidak ada yang memberi atau mengajak damai sebenarnya hal itu tidak ada kan. “Saya salah Tilang aja Pak”,ada?? Sudah tau tidak lancar masih menawarkan uang pelancar juga. salah siapa coba? dinikmati ajalah ketidaklancaran ini. Permasalahannya tidak ada yang mau!!! Saya tahu dalam pelaksanaan di lapangan kita juga terkendala masalah ketidakadilan jika kita dihadapkan dengan prilaku prilaku cowboy demi mendapatkan keuntungan sendiri. Jadi jika kita sudah melihat tetangga kita melanggar aturan yang lain akan juga ikut2 an karena merasa diperlakukan tidak adil. Pertanyaanya diperlakukan tidak adil oleh siapa???

 

Kerugian yang disebabkan oleh overtonase. Pertama kepada rakyat adalah uang rakyat dipakai untuk perbaikan jalan abadi (kualitas jalan juga dipetanyakan), rakyat menjadi korban truck rem blong (tidak di design untuk muatan seberat itu), menyebabkan kemacetan (ban pecah, chasis patah, terguling, tidak kuat nanjak) sehingga mengganggu aktifitas masyarakat, kedua ya kepada transporter itu sendiri. Biaya akibat kecelakaan itu sangat tinggi selain mobil itu sendiri, bayar korban, bayar polisi, ganti barang, dsb mungkin Pak Sugi bisa paparkan di lebih detail. sedangkan untuk pemilik barang yang overtonase resikonya sangat kecil ya bisa dibilang lost of sales. jika ada pencurian, kehilangan karena penjarahan yang ganti ya tetap transporternya kan? atau pihak asuransi (transporter bayar deductable juga).

 

Sudahlah kita berhenti saling menyalahkan kita tahu bahwa pemerintah kita tidak bisa terlalu diharapkan jadi stop menyalahkan mereka. Habis gini mau pemilu juga jadi mereka super sibuk tidak bisa mengatasi permasalahan kecil seperti ini mohon maklum. Saya rasa bagaimana kita sekarang mencoba untuk tidak overtonase. Pertanyaanya apakah ada yang mau?? Extreme overtoase itu sangat merugikan bahkan kita di Perusahaan kita mengeluarkan policy untuk tidak overtonase. Jadi mohon maaf Pak Duddy muatan 30 ton 5 truck tronton per hari apalagi FUSO walaupun sangat mengiurkan terpaksa kita tolak. Yang benar adalah 30 ton per hari dengan menggunakan TRAILER. Nah jika ada yang mau investasi ada kesempatan tuh dari sahabat kita Pak Duddy atau dari kereta api bisa juga menawarkan jasanya. Jadi tolong gunakanlah moda yang sesuai bukan karena unsur ekonomis pilih armada yang kecil terus diovertonase. Yang mengalami kerugian terbesar itu adalah Rakyat dan Transporter. Terima kasih

 

Rgd,

Kyat

 

From: indo_log...@yahoogroups.com [mailto:indo_log...@yahoogroups.com] On Behalf Of firman.ap...@yahoo.com
Sent: 04 Oktober 2013 16:04
To: indo_log...@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

 



Dear rekan Ali,

Sebenarnya permasalahan overload atau tonage ini hal yang sudah sangat sering terjadi dan baik dari praktisi logistics maupun pemerintah seolah-olah menutup mata dalam permasalahan ini.

Kalau mau dilakukan audit satu per satu banyak sekali perusahaan trucking atau user yang mempergunakan jasa transporter yang terkena. Jangan fuso tronton yang dijadikan muatan 30 ton. Bermuatan 2x lipat container 40" pun sering saya temui.

Namun semua ini terjadi karena adanya unsur kepentingan dalam industri logistics dan tidak jauh dari keuntungan profit perusahaan semata. Di satu sisi ketegasan pemerintah selaku pihak yang memiliki kewenangan penuh dalam pengendalian pasar tidak ada dan terkesan menutup mata.

Tidak salah juga kalau jalan di Indonesia banyak mengalami kerusakan dikarenakan armada yang melintas setiap hari sudah melewati batasan standard daya kekuatan jalan.

Mudah-mudahan ada solusi atas permasalahan ini. Agar tercipta iklim bisnis yang sehat. Dan tidak ada lagi harga trucking yang tidak kompetitif hanya demi keuntungan 1 perusahaan tertentu. Tanpa memikirkan aspek kerugian lingkungan dan makin bergugurannya perusahaan-perusahaan trucking dengan modal minim di karenakan tidak kuat bersaing dengan perusahaan trucking besar.

Regards,

Firman Apriadi

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Sugi Purnoto <sugip...@yahoo.com>

Date: Fri, 4 Oct 2013 15:04:33 +0800 (SGT)

Subject: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

 

 

Dear Rekan-rekan Alier,

 

Memang menyelesaikan masalah over load atau over tonage ini seperti mencari telur dan ayam dan tidak pernah berhenti, solusinya adalah kembali kepada kesadaran dari user sendiri sebagai pihak pertama yang memerlukan jasa trucking tersebut, saya, Pak Gani, dan rekan-rekan yang lain sudah sangat sering menyuarakan masalah over tonage ini. Jika kita belajar untuk memulai compay dengan regulasi dan aturan, bahwa semua truck jenis tronton baik type 6 X 2 maupun 6 X 4, baik mulai PS 220 (Mitshubisi) PS 235 - 260 ( Hino dan Nissan dan Isuzu ) demikian juga truck trontong WB yang CBU, semua pay load atau beban barang yang diizinkan hanya 10.500 Kg - 11.500 Kg, Yang punya truck silahkan lihat di buku Kiernya pasti jumlah seperti itu.

 

Mengacu kepada jumlah pay load barang tersebut, harusnya user mulai menggunakan batas muatan dan tarif mengikuti aturan tersebut, dan sesuai tulisan saya, juga Pak Gani, kalau mau 30 - 35 Ton, gunakan jenis trailer 20" flat bed, atau tronton dengan 3 exle atau 3 sumbu dibelakang ( mohon ini sementara belum tersedia) bahkan untuk spring atau pernya bisa ganti dari spring atau mekanikal menjadi air suspension yang juga mampu meningkatkan daya angkut.

 

Marilah rekan-rekan saya di ALI ini memulai dengan sesuatu hal yang comply dengan aturan dan safety yang ada, jika bukan kita yang memulai, lantas siapa yang akan memulai. Saya salut kepada rekan-rekan saya di ICI Paint Cikarang yang begitu taatnya kepada batasan payload ini sampai dengan hari ini, walaupun cargo yang diangkut adalah cat atau base on tonage, tetapi mereka tidak pernah menawarkan atau meminta transporternya untuk memuat melebihi pay load.

 

Terima kasih untuk semua perhatiannya, dan semoga ini bermanfaat untuk kita semua, Terima kasih untuk Pak Kyat, Pak Gani dan rekan-rekan saya yang concern akan hal ini.

 

Regards,

Sugi Purnoto

 

Dari: Sihombing Edy Gunawan <sihomb...@yahoo.co.id>
Kepada: indo_log...@yahoogroups.com
Dikirim: Jumat, 4 Oktober 2013 12:08
Judul: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

 

Dear friend,

 

ini PR ALI atau pengusaha Trycking dan Logistik

 

Pertayaan :

1. Kenapa Overload ?

2. Kenapa jumlah Trip berkurang ?

3. Kenapa Harga Tarif anjlok ?

 

Jawaban :

1. Kita tidak punya tarif dasar tonase, kubikasi dan jarak tempuh yg sah dari pemerintah

2. Tidak ada pembatasan Pengusaha atau standar sebagai pengangkut atau logistik

3. Wadah atau organisasi yg kita buat tidak punya gigi seperti : Organda, GAPASDAF, INSA

 

tx

Gunawan

Dari: "Kyatmaja Lookman, Lookman Djaja" <kyat...@hotmail.com>
Kepada: indo_log...@yahoogroups.com
Cc: supplychai...@googlegroups.com
Dikirim: Jumat, 4 Oktober 2013 9:32
Judul: RE: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

Dear Friends,

 

Tronton bermuatan 30T itu jelas2 overtonase apalagi fuso. Karena jika berat muatannya saja 30T maka bersama kendaraan (10T-13T)bisa menjadi 40-43Ton. Perlu diketahui bahwa GVW kendaraan untuk tronton yang 25000 itu maksudnya berat kendaraan dan barang. Jadi sebenarnya berat muatan yang diijinkan itu adalah sekitar 12000-14000Kg jika kendaraanya beban sendirinya 11.000-13.000. kadang saya tidak menyalahkan rekan2 logistik juga waktu saya berada di IIMS sales penjual mobilnya yang terang2 an bilang sendiri bahwa bisa muat sampai dengan 25Ton atau bahkan 30Ton. Saya rasa untuk menertibkan permasalahan overtonase harus dimulai juga dari Sales2 kendaraan khususnya truck untuk memberikan informasi yang benar bukan misleading. Ada armada yang lebih sesuai pak mungkin dengan menggunakan trailer atau kereta api. Bukan tronton atau bahkan fuso yang diovertonase. Terima kasih

 

Rgd,

Kyat

 

From: indo_log...@yahoogroups.com [mailto:indo_log...@yahoogroups.com] On Behalf Of Dudi Priyatna
Sent: 03 Oktober 2013 13:37
To: indo_log...@yahoogroups.com
Subject: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

 

Selamat Siang Rekan Alier&apos;s

 

Saya ada permintaan bawa tepung dengan fuso tronton maximal muatan 30 ton rutin, dengan permintaan 5 unit perhari

kiranya ada rekan2 yang berminat bisa hubungi saya/email Japri.

 

Demikian,

 

Salam kompak selalu

 

Duddy.Priyatna

087878745827

081288240374

rudys...@yahoo.com

unread,
Oct 4, 2013, 9:32:33 PM10/4/13
to supplychai...@googlegroups.com, indo_log...@yahoogroups.com
Pak Kyat, sy tidak expert siiy di transportasi.
Tapi semua ini memberi indikator pada saya bhw Dwelling Time di Lini 1 Pelabuhan dgn manajemen trucking spt ini menjadi masalah nasional.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Kyatmaja Lookman, Lookman Djaja" <kyat...@hotmail.com>
Date: Sat, 5 Oct 2013 06:43:06 +0700
Subject: [SCI] RE: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

--
Mitra SCI:
PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) adalah perusahaan ICT solution provider yang berpengalaman selama 25 tahun melayani lebih dari 1.900 pelanggan korporatnya dengan jasa Data Komunikasi, Internet dan Value Added Service (VAS)
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.

Era Transindo

unread,
Oct 6, 2013, 11:13:22 AM10/6/13
to supplychai...@googlegroups.com
dear Kyat ,
LUAR BIASA , you lebih agresif menyadari konco2 SCI berubahlah dan sadarlah bhw COST TRSPT mahal ber awal dari mrk2 yg NAKAL !! BUKAN DARI ORGANDA !!,
MANAGERS NAUGHTY and stupid think that overload and over dimension as long as organda members will accept, they are clever and the winner !! yg terjadi sebaliknya yaitu apa yg you ulas di    email ;
1. petugas memberi organda peluang SALAHI ATURAN maka ada alasan utk pungli, 1 round trip berapa XX hrs stop beri pungli !!
    kend. STOP & GO hrs di INGAT , merupakan COST, injak Kopling, Rem, Ban habis bahkan MELETUS, BBM boros , Waktu terbuang, Stress nya sopir dll total
    kerugian yg tidak dipikirkan semua pihak yg terkait !! KEBODOHAN yg tak ternilai / terlupakan !!
2. Overload jelas dan semua tahu bhw ASET NEGARA  " JALAN & JEMBATAN " TER HANCURKAN , jalan rusak berat , kend. berjalan lambat, semua cost NAIK !!
    KEBODOHAN yg terlupakan, EGO tinggi, emang nye gue pikirin !! managers model ini dia lupa bhw tindakan nya merugikan banyak pihak berkata pak ustad , wahai
    saudaraku , apakah engkau ngak ingat akan DOSA DUNIA ??
 3. Menolak order yg Overload sangat gani HARGAI & RESPECT pd sdr Kyat, sekali lagi you ber hak dpt penghargaan dari gani saja Ok krn pihak2 lain cuek semua !!

semoga himbauan Kyat akan cepat di terima oleh para managers yg baik dan sadar dan mau mulai ber benah !! himbauan yg betul utk kita turuti bersama demi kemajuan
dan kelancaran LOGISTIK NASIONAL .
maaf kan gani memakai istilah managers NAKAL bagi yg membiarkan LOGISTIC nya overload & over dimensi !!

wass gani

From: "Kyatmaja Lookman, Lookman Djaja" <kyat...@hotmail.com>
To: indo_log...@yahoogroups.com
Cc: supplychai...@googlegroups.com
Sent: Saturday, October 5, 2013 6:43 AM
Subject: [SCI] RE: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

Erwin Raza

unread,
Oct 6, 2013, 5:52:42 PM10/6/13
to supplychai...@googlegroups.com
Yth. Rekan-rekan SCI dan Ali
Kembali saya ulangi komen saya sbb:
Agar diskusi ini tidak menjadi sampah/berada di awang2, .... trus solusi nyatanya bagaimana?
1. Seperti apa kondisi yg diharapkan ke depan?
2. Kebijakan apa yg harus dilakukan Pemerintah? (Kemenko Perekonomian, Kemenhub, Kemen Perindustiran, Kemen PU, Kemen Keuangan, Kemendag, Bappenas, Pemda, Perbankan, Polisi, dll)
3. Proses bisnis/Kebijakan/ tingkah laku apa yg mesti dirubah dan dibenahi oleh Pelaku Usaha (Pemilik barang, transporter, Broker dll)
4.Regulasi apa yg perlu dihapus, direvisi, dibuat? Dan instansi mana yg akan melakukannya?.
5.Siapa yg akan merumuskan solusi kebijakan/sistem/proses bisnis dan menyampaikan proposalnya kepada Pemerintah terkait di atas?
6. Asosiasi/ organisasi mana yg akan menyampaikan proposal tsb ke Pemerintah di atas dan secara intensif mengawal progres dari action/ implementasinya?
Demikian, semoga dgn pertanyaan tsb diskusi ini tdk hanya berada di awang2, tanpa ada tindak lanjut dan akhirnya hanya saling menyalahkan saja.

Salam
Erwin Raza
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Era Transindo <eratrans...@yahoo.com>
Date: Sun, 6 Oct 2013 08:13:22 -0700 (PDT)
Subject: Re: [SCI] RE: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

Sugi Purnoto

unread,
Oct 6, 2013, 8:24:00 PM10/6/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear Rekan-Rekan Sekalian,
 
Menarik sekali dalam diskusi ini, dan ini menjadi wacana yang baik untuk semua bahwa kedepan tuntutan untuk comply atau follow the low semakin mengemuka.
Dari bebera point diskusi mengenai pertanyaa tentang over load ini dan juga dasar hukumnya sebenarnya 100% sudah diatur dalam SE atau Surat Edaran Dir Jen Perhubungan Darat sekitar tahun 2007 yang lalu, jadi sudah cukup lama mengenai batasan toleransi JBI (Jumlah beban yang diizinkan : total berat truck kosong + Cargo + orang) dari mulai 50%, 30%, 20%, dan terakhir 0%. dan kemudian payung Hukum ini ditindak lanjuti oleh semua Pemerintah Propinsi dan Kota dan Kabupaten yang mengeluarkan Perdanya sendiri-sendiri yang mengacu kepada SE tersebut, dan akomodasi dari pelanggaran JBI ini untuk Sumatera dari Mulai Lampung - Aceh diwujudkan dalam bentuk denda atau sangsi uang secara progressive ( saya mengalami sendiri harus membayar denda Tilang kelebihan JBI dari Jembatan timbang Kalianda Lampung - Padang ).
Jadi dari Pemerintah Pusat dan Daerah sudah mempunyai aturan dan kekuatan hukum yang tetap dan mengikat (Sebagian Pertanyaan Pak Erwin dari Menko Perekonomian sudah terjawab).
Pertanyaan berikutnya adalah apakah atau bagaimanakah peran atau peranan Pemerintah?? Peranan Pemerintah melalui PU, Perhubungan, Dinas-dinas terkait sudah baku dan sudah sesuai, seperti paparan saya diatas, Golongan jalan, Jembatan dan batas maximum dan rambu-rambu semua sudah dijalankan dengan baik.
Sekarang ini 100% masalah tinggal di kita semua yang menjalankan bisnis atau jasa transportasi. Selama masih ada customer atau priciple yang meminta standard cargo atau muatan diatas batasan tau pay load dan kemudian disanggupi oleh penyedia jasa transportasinya atau transporter, maka proses over load ini akan terjadi.
Jadi masalah over laod ini saya simpulkan adalah 100% masalah transporter dan yang menggunakan jasa transporternya, bukan lagi masalah Pemerintah baik pusat maupun daerah.
 
Naah, sekarang semakin clear, selama para principle atau pabrikan mengharapkan ongkos angkutnya atau biaya distribusinya efisien dan murah dengan mengorbankan batasan-batasan pay load, kemudian juga para transporter berkeingan mendapatkan income yang lebih besar dengan cara mengangkut yang lebih berat, maka masalah ini akan terus terjadi dan tidak akan pernah berhenti.
Semoga rekan-rekan yang membaca ini menjadi semakian clear untuk melihat permasalahannya ada dimana, dan bagaimana solusinya, semua masalahnya ada dikita semua yang menggunakan jasa transport dan yang menyediakan jasa transportnya. Tinggal kita semua mau dan mulai memperbaikinya atau terus membiarkan over laod ini terjadi dan spanjang tahun jangan mengeluh jika jalur pantura, jalan tol jakarta - merak, jalan tol jakarta - cikampek tidak pernah baik dan selalu dalam perbaikan, Mel atau kolusi dijembatan timbang terjadi spanjang tahun dst, dan semua itu adalah kita semua yang menciptakan, bukan orang Dinas Perhubungan atau operator timbangan yang meminta.
 
Terima kasih, semoga bermanfaat untuk kita semua, mari kita sama - sama katakan "Stop untuk over laod", mulailaah dari diri kita semua.
Sukses selalu untuk kita semua.
 
Regards,
Sugi Purnoto.

Dari: Erwin Raza <rzerw...@yahoo.co.id>
Kepada: "supplychai...@googlegroups.com" <supplychai...@googlegroups.com>
Dikirim: Senin, 7 Oktober 2013 4:52
Judul: Re: [SCI] RE: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng
Yth. Rekan-rekan SCI dan Ali
Kembali saya ulangi komen saya sbb:
Agar diskusi ini tidak menjadi sampah/berada di awang2, .... trus solusi nyatanya bagaimana?
1. Seperti apa kondisi yg diharapkan ke depan?
2. Kebijakan apa yg harus dilakukan Pemerintah? (Kemenko Perekonomian, Kemenhub, Kemen Perindustiran, Kemen PU, Kemen Keuangan, Kemendag, Bappenas, Pemda, Perbankan, Polisi, dll)
3. Proses bisnis/Kebijakan/ tingkah laku apa yg mesti dirubah dan dibenahi oleh Pelaku Usaha (Pemilik barang, transporter, Broker dll)
4.Regulasi apa yg perlu dihapus, direvisi, dibuat? Dan instansi mana yg akan melakukannya?.
5.Siapa yg akan merumuskan solusi kebijakan/sistem/proses bisnis dan menyampaikan proposalnya kepada Pemerintah terkait di atas?
6. Asosiasi/ organisasi mana yg akan menyampaikan proposal tsb ke Pemerintah di atas dan secara intensif mengawal progres dari action/ implementasinya?
Demikian, semoga dgn pertanyaan tsb diskusi ini tdk hanya berada di awang2, tanpa ada tindak lanjut dan akhirnya hanya saling menyalahkan saja.

Salam
Erwin Raza
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: Era Transindo <eratrans...@yahoo.com>
Date: Sun, 6 Oct 2013 08:13:22 -0700 (PDT)
Subject: Re: [SCI] RE: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

dear Kyat ,
LUAR BIASA , you lebih agresif menyadari konco2 SCI berubahlah dan sadarlah bhw COST TRSPT mahal ber awal dari mrk2 yg NAKAL !! BUKAN DARI ORGANDA !!,
MANAGERS NAUGHTY and stupid think that overload and over dimension as long as organda members will accept, they are clever and the winner !! yg terjadi sebaliknya yaitu apa yg you ulas di    email ;
1. petugas memberi organda peluang SALAHI ATURAN maka ada alasan utk pungli, 1 round trip berapa XX hrs stop beri pungli !!
    kend. STOP & GO hrs di INGAT , merupakan COST, injak Kopling, Rem, Ban habis bahkan MELETUS, BBM boros , Waktu terbuang, Stress nya sopir dll total
    kerugian yg tidak dipikirkan semua pihak yg terkait !! KEBODOHAN yg tak ternilai / terlupakan !!
2. Overload jelas dan semua tahu bhw ASET NEGARA  " JALAN & JEMBATAN " TER HANCURKAN , jalan rusak berat , kend. berjalan lambat, semua cost NAIK !!
    KEBODOHAN yg terlupakan, EGO tinggi, emang nye gue pikirin !! managers model ini dia lupa bhw tindakan nya merugikan banyak pihak berkata pak ustad , wahai
    saudaraku , apakah engkau ngak ingat akan DOSA DUNIA ??
 3. Menolak order yg Overload sangat gani HARGAI & RESPECT pd sdr Kyat, sekali lagi you ber hak dpt penghargaan dari gani saja Ok krn pihak2 lain cuek semua !!

semoga himbauan Kyat akan cepat di terima oleh para managers yg baik dan sadar dan mau mulai ber benah !! himbauan yg betul utk kita turuti bersama demi kemajuan
dan kelancaran LOGISTIK NASIONAL .
maaf kan gani memakai istilah managers NAKAL bagi yg membiarkan LOGISTIC nya overload & over dimensi !!

wass gani
From: "Kyatmaja Lookman, Lookman Djaja" <kyat...@hotmail.com>
To: indo_log...@yahoogroups.com
Cc: supplychai...@googlegroups.com
Sent: Saturday, October 5, 2013 6:43 AM
Subject: [SCI] RE: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng
Dear Pak Duddy, Pak Sugi, Pak Firman, Pak Andri, Pak Vanny, Aliers, dan Teman yang lain,
 
Bukan bermaksud saling salah menyalahkan, saya rasa kesadaran untuk berbuat baik harus dimulai dari diri sendiri. Kita definisikan ulang deh apakah overtonase itu perbuatan yang bagus. Saya rasa overtonase merupakan perbuatan egois yang dapat merugikan semua orang termasuk diri kita sendiri. Kita sering menyalahkan pemerintah tidak tegas lah pungli ini pungli itu dsb dsb. Tetapi jika tidak ada yang memberi atau mengajak damai sebenarnya hal itu tidak ada kan. “Saya salah Tilang aja Pak”,ada?? Sudah tau tidak lancar masih menawarkan uang pelancar juga. salah siapa coba? dinikmati ajalah ketidaklancaran ini. Permasalahannya tidak ada yang mau!!! Saya tahu dalam pelaksanaan di lapangan kita juga terkendala masalah ketidakadilan jika kita dihadapkan dengan prilaku prilaku cowboy demi mendapatkan keuntungan sendiri. Jadi jika kita sudah melihat tetangga kita melanggar aturan yang lain akan juga ikut2 an karena merasa diperlakukan tidak adil. Pertanyaanya diperlakukan tidak adil oleh siapa???
 
Kerugian yang disebabkan oleh overtonase. Pertama kepada rakyat adalah uang rakyat dipakai untuk perbaikan jalan abadi (kualitas jalan juga dipetanyakan), rakyat menjadi korban truck rem blong (tidak di design untuk muatan seberat itu), menyebabkan kemacetan (ban pecah, chasis patah, terguling, tidak kuat nanjak) sehingga mengganggu aktifitas masyarakat, kedua ya kepada transporter itu sendiri. Biaya akibat kecelakaan itu sangat tinggi selain mobil itu sendiri, bayar korban, bayar polisi, ganti barang, dsb mungkin Pak Sugi bisa paparkan di lebih detail. sedangkan untuk pemilik barang yang overtonase resikonya sangat kecil ya bisa dibilang lost of sales. jika ada pencurian, kehilangan karena penjarahan yang ganti ya tetap transporternya kan? atau pihak asuransi (transporter bayar deductable juga).
 
Sudahlah kita berhenti saling menyalahkan kita tahu bahwa pemerintah kita tidak bisa terlalu diharapkan jadi stop menyalahkan mereka. Habis gini mau pemilu juga jadi mereka super sibuk tidak bisa mengatasi permasalahan kecil seperti ini mohon maklum. Saya rasa bagaimana kita sekarang mencoba untuk tidak overtonase. Pertanyaanya apakah ada yang mau?? Extreme overtoase itu sangat merugikan bahkan kita di Perusahaan kita mengeluarkan policy untuk tidak overtonase. Jadi mohon maaf Pak Duddy muatan 30 ton 5 truck tronton per hari apalagi FUSO walaupun sangat mengiurkan terpaksa kita tolak. Yang benar adalah 30 ton per hari dengan menggunakan TRAILER. Nah jika ada yang mau investasi ada kesempatan tuh dari sahabat kita Pak Duddy atau dari kereta api bisa juga menawarkan jasanya. Jadi tolong gunakanlah moda yang sesuai bukan karena unsur ekonomis pilih armada yang kecil terus diovertonase. Yang mengalami kerugian terbesar itu adalah Rakyat dan Transporter. Terima kasih
 
Rgd,
Kyat
 
From: indo_log...@yahoogroups.com [mailto:indo_log...@yahoogroups.com] On Behalf Of firman.ap...@yahoo.com
Sent: 04 Oktober 2013 16:04
To: indo_log...@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [ALI] Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng
 


Dear rekan Ali,

Sebenarnya permasalahan overload atau tonage ini hal yang sudah sangat sering terjadi dan baik dari praktisi logistics maupun pemerintah seolah-olah menutup mata dalam permasalahan ini.

Kalau mau dilakukan audit satu per satu banyak sekali perusahaan trucking atau user yang mempergunakan jasa transporter yang terkena. Jangan fuso tronton yang dijadikan muatan 30 ton. Bermuatan 2x lipat container 40" pun sering saya temui.

Namun semua ini terjadi karena adanya unsur kepentingan dalam industri logistics dan tidak jauh dari keuntungan profit perusahaan semata. Di satu sisi ketegasan pemerintah selaku pihak yang memiliki kewenangan penuh dalam pengendalian pasar tidak ada dan terkesan menutup mata.

Tidak salah juga kalau jalan di Indonesia banyak mengalami kerusakan dikarenakan armada yang melintas setiap hari sudah melewati batasan standard daya kekuatan jalan.

Mudah-mudahan ada solusi atas permasalahan ini. Agar tercipta iklim bisnis yang sehat. Dan tidak ada lagi harga trucking yang tidak kompetitif hanya demi keuntungan 1 perusahaan tertentu. Tanpa memikirkan aspek kerugian lingkungan dan makin bergugurannya perusahaan-perusahaan trucking dengan modal minim di karenakan tidak kuat bersaing dengan perusahaan trucking besar.

Regards,

Firman Apriadi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Era Transindo

unread,
Oct 7, 2013, 4:48:35 AM10/7/13
to supplychai...@googlegroups.com
Pak Sugi,
apa kabar ? udah lama ngak baca komentar you !!
luar biasa email & nasihat you & kyat utk konco2 SCI & Organda, BETUL SEKALI, semua masalah yg RUWET ini adalah ciptaan kita.
bila kita ( yg nakal2 ) belum insjaf / sadar maka yg ruwet belum ber achir , R E N U N G kanlah .
wass gani



From: Sugi Purnoto <sugip...@yahoo.com>
To: "supplychai...@googlegroups.com" <supplychai...@googlegroups.com>
Sent: Monday, October 7, 2013 7:24 AM
Subject: [SCI] Bls:Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

Era Transindo

unread,
Oct 7, 2013, 4:52:02 AM10/7/13
to supplychai...@googlegroups.com
Erwin,
mari kita duduk bareng hanya members SCI yg mau ber benah saja , yg selesaikan masalah kita HANYA KITA2 duduk dahulu baru setelah itu kita undang Pem. terkait ber diskusi bila tidak kia rame di email2 saja !!
wass gani


From: Erwin Raza <rzerw...@yahoo.co.id>
To: "supplychai...@googlegroups.com" <supplychai...@googlegroups.com>
Sent: Monday, October 7, 2013 4:52 AM

sugip...@yahoo.com

unread,
Oct 7, 2013, 9:12:06 AM10/7/13
to supplychai...@googlegroups.com
Selamat Malem Pak Gani,

Ammmmiiin Pak, kabar saya selalu luar biasa, mohon maaf baru bisa sharing setelah 1.5 bulan ini beres2 kerjaan yg cukup banyak alokasi waktu dan konsentrasi.

Mudah-mudahan kedepannya bisa banyak kesempatan lagi untuk sharing dengan Pak Gani rekan-rekan yang lain.

Sukses selalu untuk kita semua.

Sepertinya kampanye Zero Overload dalam bentuk stiker bisa mulai kita pikirkan untuk ditempel di kaca depan setiap jenis truck, dari mulai light Truck Kap 1.5 Ton (4rd), 4.5T (6rd), Medium Truck 6rd (4X2): 6T, Medium Truck Tronton 10rd : 11T, Gandengan (Head depan: 6 Ton) + Buntut 11T. Dst.

Semua permasalahan overload ini sudah saya bukakan secara gamblang dan riil, karena memang saya mengalami sendiri dan bukan katanya. Semua kembali kepada kita semua yg dibagi dalam 1 team adalah principle atau pengguna jasa transport dan 1 team lainnya adalah transpoter atau penyedia jasa transport. Lapangannya terbentang diseluruh pelosok jalan raya di Indonesia, Wasit dan hakim garisnya adalah Pemerintah pusat dan daerah dalam Dinas Perhubungan dalam bentuk Perda dan jembatan timbang. Silahkan dimainkan, mau fair play, sepak bola gajah, atau yang lainnya, semua terbuka.

Terima kasih, dan semoga bermanfaat.

Salam,
Sugi Purnoto.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Date: Mon, 7 Oct 2013 01:48:35 -0700 (PDT)
Subject: Re: [SCI] Bls:Truck Tronton muatan max 30 Ton Cilegon-Jateng

R. Budi Setiawan

unread,
Oct 7, 2013, 9:46:10 AM10/7/13
to supplychai...@googlegroups.com


Dear All member

Semua yang disampaikan oleh P Sugi, P Kyat, P Gani, dll saya rasa sudah cukup untuk bebenah tentang ovetonase.
Tapi kondisi yang diharapkan untuk menjadi lebih baik tidak tercapai kalau fungsi masing-masing tidak berjalan atau "tidak berani menjalankan yang benar" karena takut resikonya.
Agar ini bisa berjalan maka :

1. Pengusaha Jasa Angkutan tidak menerima order overtonase --> Resiko --> Pendapatan turun & truk nganggur atau order diambil orang lain.

2. Pengguna Jasa Transportasi tidak memberikan order overtonase --> Resiko --> Biaya pengiriman naik (perlu dikaji kenaikannya), harga jual naik (perlu di kaji) & Pendapatan turun (karena harga naik dan dimungkinkan sifatnya sementara)

3. Regulator atau pemerintah dalam hal ini Dishub khususnya jembatan timbang --> Jalankan aturan dan harus menindak angkutan overtonase, memberikan denda tinggi, tidak menerima damai ditempat atau cabut ijin trayek & KIR --> Resiko --> tidak ada kecuali pendapatan lain-lain turun (dari overtonase)--> LANGKAH --> Audit oleh badan independen, Sidak oleh pejabat berwenang

4. Regulator atau pemerintah dalam hal ini Lantas Polri --> Tilang dan denda tinggi untuk kendaraan overtonase tanpa damai ditempat --> Resiko --> tidak ada kecuali pendapatan lain-lain turun --> Langkah --> Kerjasama Asosiasi, ormas dengan Polri untuk tilang dan denda tinggi dengan sistem kontrol dilapangan yg disepakati.

5. KPK lakukan penyidikan untuk penyimpangan terhadap peraturan yang terkait overtonase

Bagaimana Pengusaha Jasa Transportasi apakah Siap...???

Bagaimana Pengguna Jasa Transportasi apakah Siap...???

Bagaimana Dishub apakah Siap....???

Bagaimana Polri apakah Siap...???

Semua akan berjalan jika MINIMAL Pengusaha Jasa Transportasi dan Pengguna Jasa Transportasi mau menjalankan.

Salam SAVE INDONESIA

RBS

"SAVE"  Indonesia

mkamal_hamka

unread,
Oct 7, 2013, 10:21:49 AM10/7/13
to supplychainindonesia@googlegroups com
Let's move...!

Kamal
Terkirim dari Samsung Mobile

Basa Aritonang

unread,
Oct 8, 2013, 12:54:08 AM10/8/13
to supplychai...@googlegroups.com, supplychai...@googlegroups.com
Dear All,

Melihat berbagai komentar yang cukup membangun ini, dimana hal ini tidak jauh beda dengan truk yang panjang sampai 14m.

Saya sebagai pelakunya, kondisi ini diibaratkan seperti evolusi Jerapah, yang katanya lehernya pendek sekarang jadi panjang untuk menjangkau makanannya, dan makan yang dimakan hanya sebatas untuk "mengeyangkan" artinya tidak ada add value disitu.

Ini juga bisa di ilustrasikan dengan karyawan yang sudah lembur berjam-jam tapi dia hanya mendapat penghasilan tidak significant semata-mata untuk bertahan hidup.

Pada akhirnya saya sendiri sangat iri dengan beberapa negara maju lainnya, pemerintah dan komunitas transportasi disana sudah menetapkan tipe truk masing-masing (pembagiannya sama seperti Pak Sugi tuliskan), dan di negara tersebut juga ada berbagai principle yang sama mereknya di Indonesia dan mereka berani mengeluarkan biaya tersebut (mungkin beda-beda kali perlakukan ekonominya disana, saya kurang paham).

Dan hal ini akan menjadi permasalahan yang besar di Indonesia. Saya kurang menerima jika pemerintah tidak sanggup mengeluarkan ketetapan tonase dan dimensi truk, dan bahkan tidak mengayomi para pengusaha transport sehingga jarang perusahaan transport yang dapat bertahan sampai ke generasi kedua.

Kalau dari sisi principle, kebanyakan mereka sudah menentukan patokan sendiri untuk kapasitas muat dari masing2 tipe dan kebanyakan ketentuan itu sudah OVER LOAD.

Solusi yang paling kena adalah, mari kita lakukan bersama-sama dengan satu wadah yang benar2 kuat, mudah2an rate yang kita jalan saat ini bisa diseragamkan dan pelayanan tetap prima. Kalau mengenai pemerintah, saya belum yakin dapat diandalkan untuk ini, dan para principle lambat laun akan merubah habit mereka atau coba memperhitungkan kembali harganya. Karena sudah lama kita mengalami hal ini, kita mencoba untuk memanggul muatan lebih berat dengan harapan akan mendapatkan LEMBURAN, tapi kenyataannya ? Wait and See lah... 



Terimakasih,
Basa Aritonang
087877214045

arie prawiro

unread,
Oct 8, 2013, 1:27:01 AM10/8/13
to supplychai...@googlegroups.com, r.bud...@gmail.com, salams...@gmail.com
he he he...

sjk awal membaca tulisan p Sugi, bung Gani dan p Kyat juga membuat sy gatal ingin menulis...

tetapi spt bahasa lae Aritonang dan p Budi Setiawan bhw saat ini bnyk logistik2 kecil yg ingin memangsa porsi logistik2 besar...

Jika kita lepaskan order demi peraturan maka "piranha" lain akan memangsa order yg dilepas.

Ya serba salah....

terkadang bukan bicara untung semata tetapi bnyk hal...

semakin bnyk bicara semakin harga ditekan


semua bicara efisiensi sehingga kata efisieni menjadi "sesuatu" yang sakral...

demi efisiensi maka tonase hrs turun,
demi efisiensi maka harga tidak boleh naik,
demi efisiensi maka pesaing baru boleh masuk....


Hmmmm....


Salam dr Kemang-Jakarta Selatan



Arie
pengelola Cement WH


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages