“Tarif Transportasi Barang Bisa Naik 15%-22%: Dampak Kenaikan Harga BBM”

168 views
Skip to first unread message

Sekretariat SCI

unread,
Mar 25, 2012, 12:31:14 AM3/25/12
to supplychainindonesia
“Tarif Transportasi Barang Bisa Naik 15%-22%: 
Dampak Kenaikan Harga BBM”

Kesimpulan Forum Logistik Indonesia
Hotel Amaris Tendean Jakarta
Sabtu, 24 Maret 2012

Rencana Pemerintah untuk mengajukan kenaikan harga BBM subsidi, akan berdampak terhadap biaya transportasi dan pengiriman barang. Dampak terhadap biaya transportasi ini harus dapat dihitung secara cermat, baik oleh perusahaan-perusahaan penyedia jasa logistik (terutama transporter), maupun oleh para pengguna jasa logistik dan transportasi tersebut, termasuk manufacturer, retailer, dan lain-lain.

Biaya BBM merupakan salah satu komponen biaya transportasi. Seorang praktisi dan pakar transportasi nasional,Sugi Purnoto, menyebutkan beberapa komponen biaya transportasi lainnya, yaitu: biaya operasional kendaraan, biaya pemeliharaan kendaraan, biaya ban, biaya depresiasi, biaya bunga, biaya legal dan liasons, dan biaya overhead.

Atas kenaikan harga BBM yang kemungkinan terjadi dalam waktu dekat ini perlu dianalisis dampaknya terhadap biaya transportasi. Sugi menjelaskan bahwa analisis perhitungan dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu based on Cost Per KM (CPK) dan based on daily operation. Selanjutnya, dilakukan simulasi perhitungan berdasarkan jenis armada transportasi barang (wing box, engkel, CDD, CDE, trailer 20", trailer 40", dsb.) dan rute transportasi (Jakarta - Botabek, Jakarta - Surabaya, Jakarta - Jawa Tengah, dsb.). 

Jika harga BBM untuk solar berubah dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter berarti terjadi kenaikan harga sebesar 33%. Berdasarkan analisis dan simulasi perhitungan yang dilakukan, kenaikan harga BBM sebesar 33% tersebut berdampak terhadap peningkatan tarif transportasi barang antara 15%-22% dari tarif yang berlaku saat ini tergantung jenis armada pengangkutan (truk) yang digunakan dan rute pengiriman.  

Sejalan dengan hal tersebut, Andre Silalahi (Ketua Departemen Moda Angkutan Barang DPP ORGANDA dan Wakil Ketua Komite Tetap Perhubungan Darat dan ASDP KADIN Indonesia) juga menyatakan bahwa kenaikan harga BBM akan mempengaruhi sektor transportasi secara  signifikan. Namun, Andre menyatakan bahwa penyesuaian tarif bukan merupakan solusi satu-satunya untuk mengatasi permasalahan dampak kenaikan BBM terhadap angkutan umum. Pemberian subsidi dan insentif sangat diperlukan untuk menjaga kesinambungan usaha, peningkatan pelayanan dan keselamatan jalan. Revitalisasi angkutan umum harus dilakukan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, penghematan energi/BBM, dan pengurangan kepadatan lalu lintas 

Untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM, Sugi menekankan perlunya upaya meningkatkan utilisasi truk, misalnya dari rata-rata 25 trip per bulan menjadi 35 trip per bulan atau dari 1 trip per hari menjadi 25 trip per hari. Selain itu, perlu upaya mengurangi lead time pengiriman dengan pendekatan pola-pola operasional baru di transportasi. Misalnya, dari day operation menjadi night operation (12 jam operasi menjadi 24 jam operasi per hari).

Salam,
Sekretariat
Supply Chain Indonesia

Phone : 022 7000 1090
Mobile : 0821 1515 9595
E-mail : sekre...@SupplyChainIndonesia.com

Website : www.SupplyChainIndonesia.com
LinkedIn : Supply Chain Indonesia
Facebook : Supply Chain Indonesia



as

unread,
Mar 25, 2012, 12:49:15 AM3/25/12
to supplychai...@googlegroups.com

Saya prediksi, berdasar pengalaman empirik selama ini, input produksi
yang menggunakan transportasi pasti akan naik.

Silahkan periksa data-data pasca reformasi setelah kenaikan BBM.
Ini yang tidak pernah disinggung.

.

> --
> You received this message because you are subscribed to the Google
> Groups "Supply Chain Indonesia" group.
> To post to this group, send email to
> supplychai...@googlegroups.com.
> To unsubscribe from this group, send email to supplychainindonesia
> +unsub...@googlegroups.com.
> For more options, visit this group at
> http://groups.google.com/group/supplychainindonesia?hl=en.


Era Transindo

unread,
Mar 25, 2012, 10:26:56 AM3/25/12
to supplychai...@googlegroups.com

dear friends,
koreksi dulu email ttg ulasan pak sugi, salah 1 targetnya sangat betul dlm peningkatan Utilisasi kend. tapi bila 1 bln 25 trip naik jadi 35 trip .
tapi 1 hari per trip naik jadi 25 trip per hari mungkin salah ketik , kayaknya ngak mungkin .mungkin yg benarnya naik 2 x atau 3 x per hari tapi tentu juga
jarak, kemacetan, muat dan bongkar lama , tanpa alat bantu masih pakai tenaga buruh, disini yg ber peran hrs nya PABRIK,   krn organda  mintak ma'af belum nyampai ke arah itu mungkin investasi juga ngak punya, begitu PENTING nya alat bantu, tapi Pabrik & Organda & Buruh hrs punya kebersamaan dulu, buruh hrs dikemanakan ? hrs ada pennyaluran , mau tak mau , senang ngak senang , semua pihak dan juga Pemerintah hrs bersepakat !! disinilah letak salah 1 benang kusut .
gani selalu bersuara, menasehatkan ber XX apa yg hrs kita lakukan kedepan !! jangan bosan2 gani selalu ulangi baik pd SCI atau pd semua asosiasi2 yg terlibat dlm masalah transportasi & logistic, termasuk juga Gaikindo asosiasi kendaraan dan Pemerintah terkait, apa2 yg penting2 yg hrs  kita lakukan bersama dan ada ngak keberanian & kemauan dari kita semua ??
1. turunkan investasi , harga beli kendaraan LOKAL sangatlah MAHAL .BILA IMPORT BEA MASUK TINGGI, mari kita duduk bersama pantasnbya berapa % lebih mahalnya / proteksi industri lokal, gani selalu berceloteh bhw proteksi berlebihan akan membodohi Bangsa !!  hal ini kita bahas dahulu krn yg terpenting
boleh kita katakan beda sangat besar sekali, disini beli 1 bh maka dinegeri china dpt 2 bh.
2. seharusnya ENERGY ( BBM, GAS ) krn biaya termahal ke 1 dan BAN cost tertinggi ke 2 , mau ngak ? mampu ngak kita memulai !!
3. sama dgn pandangan pak Sugi , yaitu DESIGN !! tapi bagi gani Design kend. yg dipakai boleh serupa Mis. truk Medium colt , Hyundai, isuzu elf etc atau truk besar 4X2 (engkel) atau tronton 4X2 , trailer 20' atau 40' , bagi gani yg terpenting adalah menaikkan VOLUME ?? MAMPU NGAK ?? 

Pak Andre, call gani kami berbicara ttg customer pak Andtre yg mau disuguhi Truk mesin CNG , pakai trailer 100 M3 , density ringan, target berat hanya 30 - 35ton pay load, gani butuh waktu 10 menit berhitung dan aku call pak andre dan jawab bisa , trailer 45' ( 2 sumbu roda saja Ok tapi perlengkapan2  Truck head dan trailer memakai komponen2 ber technology, maghal tapi sebentar balik modal & low cost operasional !!  
Ada lagi ngak moda lain yg low cost , ada dan hanya utk kend. light cargo saja yg butuh VOLUME BESAR !!
4.Membuat D.C. bagi industri yg big volume sudah hrs dimulai , contohlah Indo cement, Holcim telah memulai nya dan pakai ALAT BANTU , inilah yg benar yg hrs di contoh oleh semua industri2 yg big volume , yg sedang hrs bergabuing krn investasi alat bantu forklift juga mahal .
ada yg Holcim & Indo semen masih hrs sempurnakan lagi, yaitu truk medium yg masuk jalan kecil kls III hrs nya mrk cepat merubah pakai demountable body dan bagi penerima2 yg tak mungkin menerima demountable body maka truk medium hrs memakai / dilengkapi CRANE .
Dengan pola ini maka kenaikkan trip per hari akan naik jadi 5 = 8 trip sehari pola 247 .

pola D.C. bisa kita sebutkan juga tempat inter Moda kendaraan dari trailer ,tronton 6X4 atau truk 8X4 ( 4 sumbu roda ) atau truk 10X4 ( 5 sumbu roda ) pindah ke truk medium distribusi ke kota kecil / deso .
Truk2 4 - 5 sumbu roda ini belum begitu dikenal umum , yg gani sedang uji test di Sumbar uk kend. berat di Padang - sumbar, sosialisasi oleh Kem. P.U.bina marga sehubungan dgn program Unit kerja Presiden 4, kend. memakai ban tunggal lebar, perlu hal ini  dipikirkan segera , kasihannya Organda umumnya kend. Jepang 8 baut roda , Pelek ban harusnya lobang 10 bh. utk ban tunggal lebar, harusnya Logistik yg mulai menuntun Organda ttg sarana2 & design2 & komponen2 apa saja yg hrs mrk pergunakan utk angkut barang2 milik pabrik2 tsb.
Truk multi sumbu roda hanya ekonomis utk heavy cargo !! utk cargo light hanya truk engine kecil dan axles 2 - 3 sumbu roda sudah cukup.
Pola & design2 ini yg akan dipakai oleh semen Padang dan mereka juga akan menerapkan P.P.D. pulang pergi duit krn pergi bawa semen dan pulang bawa batu bara tentu hanya pd daerah disekitar tambang dan utk daerah lainnya hrs di survey bisa bawa barang apa2 saja .
Kemauan mrk ber benah sangat gani kagumi dan mrk mencoba kend. milik bina marga .

Rabu yl gani ke Padang bersama team Bina marga P.U. berdiskusi dgn pemilik truk dan pemilik tambang , semen padang, ttg uji coba truk multi sumbu roda ,
yg dikwatirkan mrk ketersediaan Parts & BAN , serta training mechanic dan mrk tetap akan patuhi aturan2 yg berlaku krn sudah ada sangsi hukumnya.
Bagi Sumatera akan lebih berat lagi keadaan mrk bukan hanya solar naik rp. 6.000,- tapi mrk hrs turunkan LOAD s/d 50 % krn sudah overload 100 %.
sedikit info ttg kend. multi sumbu roda dan penegakkan aturan .
Marilah kita mulai mengerti kelemahan2 apa selama ini yg terjadi pd masing2 kegiatan kita dan hal2 apa yg perlu kita benahi kedepan , janganlah stress ttg naiknya BBM , mari kita hadapin kenyataan kenyataan hidup kita kedepan secara Professional , ngak usah ribut2  krn tentunya Pem. sudah menata yg terbaik utk kita semua , mari kita simak baik2 usulan gani dan kita mintakkan pd organda, kadin dll bertanya pd Pem. terkait kenapa harga truk begitu mahal dan truk  KOSONG dipasaran , kita sudah dibuat terbelengu dgn kend. Jepang , demikian konco2 ku .

 wass gani








 

From: as <a...@jmn.net.id>
To: supplychai...@googlegroups.com
Sent: Sunday, March 25, 2012 11:49 AM
Subject: Re: [SCI] “Tarif Transportasi Barang Bisa Naik 15%-22%: Dampak Kenaikan Harga BBM”

Edy Sarwono

unread,
Mar 26, 2012, 4:31:55 AM3/26/12
to supplychai...@googlegroups.com
kancaku pak Gani,
 
yang saya tangkap dr penjelasan dibawah ini adalah:
  1. memberikan alternatif2 jenis dan merk truk untuk mengupayakan nilai tambahnya. artinya truk tidak saja dipandang dari sisi merk dan negara pembuatnya serta fungsinya (bawaannya) karena sebenarnya bisa direkayasa sedemikian rupa untuk menambah nilainya
  2. mengurangi hambatan transportasi mulai dari perlunya tambahan fasilitas untuk mempercepat kegiatan bongkar muat, infrastruktur jalan, regulasi, dll
  3. perpajakan, import bahan baku, spare parts, mesin, dll
tolong ditambahkan lagi pak Gani kl masih ada yang kurang.
 
saya tertarik dengan usulan pak gani, khususnya no 1, karena usulan yg lain sdh sangat klasik walaupun sampai sekarang tidak juga ditindaklanjuti oleh pemerintah (maaf ya pak).  kira2 dengan usulan pak Gani yang no 1 diatas merk apa,  jenis apa,  brp sumbu, truk yang saat ini paling efektif dan efisien untuk dipergunakan dalam situasi dan kondisi 'actual' saat ini? saya biasa ngurusin consumer goods, barang2 nya bisa jadi volumetric atau density.
 
tks dan salam,
Edy
 
 
To unsubscribe from this group, send email to supplychainindon...@googlegroups.com.

Era Transindo

unread,
Mar 27, 2012, 12:17:55 AM3/27/12
to supplychai...@googlegroups.com, Setijadi Adjh
pak Edi,
usaha bapak consumer goods jadi bisa volume yg diharapkan dan juga bisa berat , kita sebut saja barang ringan dan berat , kita bagi 2 model truck sebaiknya , lalu kita bagi lagi secara kelas jalan yg jadi tujuan delivery kita .
kelas jalan ada 3 ;
1. kls I jalan besar , kendaraan bisa truk rigid max dimensi truk P. 12 meter , lebar 2,5 mtr dan tinggi 4,2 mtr Max. sumbu terberat 10 ton/ axle ban std 4 bh bila axle depan ban 2bh maka hanya 6 ton/ axle umumnya dikenal truk 4X2 JBI (jumlah berat yg di isin kan ) 16 ton payload tergantung body apa yg mau dipakai  dan 6X2 - 6X4 JBI 24 ton , payload tergantung body kend.  dan trailer max. 40' dan 45' total keseluruhan truk - trailer panjang max. 18 mtr , lbr 2,5 mtr dan tinggi 4,2 mtr , banyaknya sumbu bisa variasi 1 - 2 - 3 - 4 bh., trailer ada beberapa model, utk container iso kita sebut skeletel trl (rangka saja ) , trailer plaat form (ada lantai) trailer box, low boy trailer (utk alat2 berat) , tolong gani diberitahu apa2 yg mau diangkut , mau model nya apa ? 
Trailer lebih dari 2 axle maka boros ban, bbm, merusak jalan , jadi hrs disikapi dgn technology steering axle utk yg nomer 3 - 4 .
sebaiknya juga memakai airbag suspensi , payload besar dan bila kosong axle bisa di angkat2 .
semua hal ini hrs nya pemilik barang yg hrs mintak pd organda , krn orgd ngak ngerti hal2 ini lalu cost besar , mrk ngak salah krn ngak tahu akan hal2 ini dan pemilik barang juga ngak ngerti maka yg terjadi high cost trspt.
2. jalan kls II hanya boleh pakai truk rigid saja , yg dikenal engkel hrs nya dipanggil model 4 X 2 , JBI 14 ton , cargo yg bisa dimuat +/- 7 - 8 ton tapi umumnya dimuat 15 ton , overload , kend. tak SAFETY krn overload sangat berlebihan .
truk 6X4 ( tronton)  JBI 21 ton , cargo yg boleh dimuat +/- 11 ton , umumnya dimuat 25 - 30 ton bahkan lebih , ngak safety .
truk 8X4 ( 4 sumbu, 2 depan dan 2 belakang ) JBI 27 ton , barang yg boleh dimuat +/- 15 - 16 ton tergantung body nya apa ?
truk 10 X 4 ( 5 sumbu roda 2 depan dan 3 belakang) JBI 30 ton bila pakai per dan axle no. 5 tidak steering , pay load +/- 18 ton tergantung body , yg terbaik axle no 5 pakai steering axle dan airbag suspension JBI 36 Ton inilah perbedaan memakai techn. , bila 10X4 dipakai di jln kls I dan front axle kita rubah cap. axle dan ban lebar maka JBI naik jadi 48 ton .
Hal2 inilah yg gani selalu katakan ber benah lah dan pakailah techn. terkini , tapi ngak ada 1 org pun yg bertanya dan mau belajar dan mau ber benah kedepan , maka bila ini disikapi , tarif hanya naik +/- 10 % saja .
semua orgd berhitung 3 thn R.O.I. mana bisa lagi di era sekarang ! hrs nya 5 - 6 thn R.O.I. bila hal ini maka tarif naik +/- 6 % dan bila pakai GAS maka bisa2 ngak naik bahkan turun !! percaya ngak ???

TRUK lokal sangat2 mahal !! beli 1 bh di lokal maka bisa dpt 2 bh di Cina , maka yg sangat terpenting bagi usaha apapun adalah INVESTASI dulu , orgd hrs bicarakan hal ini kenapa bea masuk besar banget2 !!
truk sudah begitu mahal, lalau utilisasi rendah !! konyol lah kita2 semua , organda hrs nya tahu apa2 yg hrs mrk lakukan ?? tuntut Pem. kenapa truk lokal mahal !! ini dulu yg hrs dikerjakan .
lalu ENERGY, mana supply GAS ( CNG - compress natural gas atau LNG - liquid natural gas ada std quality krn di proses dulu ) yg baik & ekonomis adalah LNG krn ada std quality !! bentuk cairan , tangki ngak usah besar , bisa jalan 800 Km  baru isi lagi LNG, tempratur minus 150 drajad celcius , tekanan rendah , tangki insulated tank (cryogenic tank )
lalu BAN hrs radial , gani pakai ban tunggal lebar radial , hanya 1 bh ban saja kiri dan kanan axle belakang , ngak bisa dicolong2 lagi , jarak tempuh 80.000 Km - 90 000 Km . ban hemat dan murah !! ban cost termahal ke 2 setelah BBM .
baru komponen2 yg lainnya .
ttg design kita juga hrs tahu dan ngerti , mis. 247 (24jam/hari - 7 hari/minggu ) hanya dgn demountable body hal ini bisa tercapai , tanpa ini pasti tidak bisa !!!
membuat distribusi center (DC ) sudah jadi keharusan , bila volumekecil bergabunglah !! pd DC apakilah alat bantu mempercepat muat - bongkar , mau tak mau , truk sudah hrs shifting drivers , krn harga truk selangit hanay operasi 1 shift + over time .
Percayalah wahai konco2 ku logistik dan organda , berubah lah ber benah lah kedepan .
pak edi kapan2 kita jumpa, banyak lagi yg hrs gani urai kan
demikian wass gani







From: Edy Sarwono <edy.s...@ritra.com>
To: supplychai...@googlegroups.com
Sent: Monday, March 26, 2012 3:31 PM

Gemilang Tarigan

unread,
Mar 27, 2012, 4:34:06 AM3/27/12
to supplychai...@googlegroups.com
Pak Gani,

Organda adalah asosiasi pengusaha angkutan.

1. Yang dilayani anggota organda tidak specific cargo.

2. Pilihan jenis truck yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemeerintah sangat langka apa yang disediakan saudara tua kita itulah yang kita beli itulah yang kita pakai artinya yang telah lulus uji type yang tersedia disini, indonesia kan tidak pernah membuat truck.

3. Organda bukan pabrikan, bukan pula designer otomotif, kalau merubah armada dari uji type itu haram alias melanggar uji type, melanggar paten 

4. Pengguna jasanya beragam, tidak ada jaminan sepisik kenderaan akan dipakai terus oleh pengguna jasa spesipik cargo, beda ongkos 25.000 per rit kabur.....cari yang lebih murah.

5. Bukan kita tidak paham terhadap design yang bisa menurunkan cost, tapi infrasrukturnya tidak mendukung, lihat australia pakai train A dan Train B, tapi kalau disini kita mau lewat mana? Begitu keluar tol langsung stuck. Mau pakai gas yg lebih murah, mau isi dimana gas nya ?

6. Tapi apapun upaya untuk menurunkan cost logistik, dan trasportasi yang efisien, safe dan ramah lingkungan  kita semua sangat setuju dan mendukung. Untuk itu mari kita pikirkan membuat mobil nasional.
Salam

Drs.Gemilang Tarigan MBA

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages