Preman di Kawasan Industri Pulogadung

275 views
Skip to first unread message

Made Repel Sandji

unread,
Mar 10, 2010, 10:44:33 PM3/10/10
to logi...@googlegroups.com
Dear Rekans,
 
Sebelum membeli, kami tahunya di Kawasan Industri Pulogadung tidak ada yang namanya preman/kuli bongkar seperti halnya yang kami alami di Cikarang. Namun ternyata, pada waktu  mau mulai membersihkan/memperbaiki unit yang sudah kami beli, preman (yang mengaku kuli) berdatangan dan berkesan main teror, persis seperti pengalaman di Cikarang.
 
Pada waktu di Cikarang, kami tidak punya pilihan lain selain membayar uang preman secara bulanan. Mohon info dan petunjuknya, apa yang harus kami lakukan di Kawasan Industri Pulogadung ini? Kami tidak ingin salah langkah, mumpung masih tahap persiapan, dan belum menempati. Lokasinya agak di dekat gerbang depan, deretan PT Martina Berto.
 
Terima kasih banyak sebelumnya.
 
Salam,
Made Repel Sandji

Edihar Sinaga

unread,
Mar 11, 2010, 4:08:25 AM3/11/10
to logi...@googlegroups.com
To rekan Repel
 
sebenarnya masalah diatas sdh tradisi lama n sdh membudaya khususnya di
tempat2 expedisi barang.
paling solusinya mungkin melakukan pendekatan pada orang2 tertentu
untuk menanyakan siapa dibalik para preman tersebut jangan2 preman
yang dimaksud itu hanya suruhan.
 
 
Trims
 
 


--- Pada Kam, 11/3/10, Made Repel Sandji <mrsa...@uninet.net.id> menulis:
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "LOGIC-ID" group.
To post to this group, send email to LOGI...@googlegroups.com.
To unsubscribe from this group, send email to LOGIC-ID+u...@googlegroups.com.
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/LOGIC-ID?hl=en.


Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

Yudi Samanhudi

unread,
Mar 11, 2010, 4:48:05 AM3/11/10
to logi...@googlegroups.com

Hallo Temans,

 

Setuju dengan abang Edhar bahwa itu masalah classic di negeri tercinta ini.

Contohnya adalah di daerah Tj.Priuk (jl.Cacing) itu ada jatah keamanan luar dan itu adalah Preman (yang punya wilayah).

Contoh lainnya adalah di kawasan Industri yang ada di Karawang Barat.

Untuk kedepannya, tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini selain pendekatan personal kepada abang premans tersebut?

 

Regards,

Yudi Samanhudi

Warehouse EPIC

Tlp: 02155753838

Ext: 3456


Mustika Talent

unread,
Mar 11, 2010, 4:48:25 AM3/11/10
to logi...@googlegroups.com
Ya memang ini kondisi nyata.

Kejadian ini bukan cuma di wilayah yang sudah disebutkan.
Malah ini sudah menjadi mata pencarian mereka bahwa siapa saja yang bermaksud masuk wilayah untuk melakukan sebuah pekerjaan baik itu project, ekspedisi, atau survey mereka mengharapkan pembagian rejeki dari penerima order/pekerjaan.
Malah ada yang sudah punya tabel ongkos preman perkilo segala. Dengan dalih kuli untuk membantu jika tidak diberi silahkan keluar kawasan lagi. Jadi yang jadi Kuli siapa disini ya.....:)

salam sukses.

Gemilang Tarigan

unread,
Mar 11, 2010, 5:10:32 AM3/11/10
to logi...@googlegroups.com
YTH: Pak Made,
Berdasarkan pengalaman saya menghadapi preman, bapak jangan ada rasa takut.
Mereka harus kita lawan kalau kita tidak ingin jadi bulan bulanan mereka.
Hukum harus kita tegakkan bersama
Solusinya:
Laporkan kepada Polsek terdekat, gunakan Satpam bapak sebagai pelapor, atau calon satpam untuk melaporkannya,  agar bapak terhindar dari incaran mereka,
Kedepan pun bapak butuh polsek karena bapak berusaha disana, tutup identitas bapak,
Berikan gambaran kepada calon satpam atau satpam bapak bahwa bapak mempunyai orang kuat dibelakang bapak,
Tetapi bapak tdk ingin menggunakan itu karena urusan ini sangat sepele.
Demikian saran saya pak.
salam,
gemilang tarigan


Dari: Edihar Sinaga <jatiuw...@yahoo.com>
Kepada: logi...@googlegroups.com
Terkirim: Kam, 11 Maret, 2010 16:08:25
Judul: Bls: [LOGIC-ID] Preman di Kawasan Industri Pulogadung


Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

ari.limpo

unread,
Mar 11, 2010, 8:23:36 PM3/11/10
to logi...@googlegroups.com

Dear Rekan

 

Sekedar masukan, saja, karena saya pernah menjadi kepala gudang di Pulogadung tepatnya di Depan Yamaha Music…

 

Di Pulogadung Juga rawan Kemalingan, tetapi selama saya di sana Sekitar 3 Tahun (sejak Tahun 2000 s/d 2003) tidak pernah tejadi kehilangan barang akibat tindakan pencurian/kemalingan/perampokan.. Hal ini terjadi karena justru kami melakukan kerjasama dengan orang-orang disekitarnya (bisa disebut sebagai preman) apalagi didepan gudang saya ada warung yagn biasa digunakan untuk nongkrong mereka..

 

Kami pernah diminta Uang preman secara bulanan (pada awal kami beroperasi), tetapi justru yang kami lakukan adalah bernegosiasi.

Karena bisnis kami adalah gudang sehingga banyak keluar masuk barang (container) maka kami gunakan mereka untuk menjadi partner dalam hal penurunan barang dari container hingga ke pintu masuk.

 

Akhirnya saya Tanya siapa pentolannya (pimpinannya)

Jadi kesepakatannya adalah setiap turun barang (Fuso/Engkel) satu mobilnya sebesar Rp. 150.000,- (pada saat itu)

Akhirnya kami minta kontak personnya, agar bisa dihubungi apabila barang datang

Dan kami mempekerjaan salah satu dari mereka (yang di segani) untuk menjadi satpam jaga malam.

 

Akhirnya ongkos turun barang menjadi mata pencaharian mereka maka secara otomatis mereka menjaga kami.

Meskipun kita harus berhubungan dengan polsek. Karena polisi patrolinya kurang intensif pak, jadi kita harus jaga sendiri.

 

Disana juga ada yang namanya Bpk. Permadi (saya lupa no hpnya) dia adalah Polisi (Pemburu) yang saya pekerjakan juga,

Dan Pak Permadi kebetulan cukup dikenal oleh para preman tsb.

 

Demikian pengalaman saya semoga bermanfaat.

 

 

Salam

Arilimpo

Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! !DSPAM:4b99485293991543521717!

Ngatijan, Prayono

unread,
Mar 11, 2010, 8:25:16 PM3/11/10
to logi...@googlegroups.com

Coba kalau Bang Pitung, Cak Sakera masih ada…, preman2 pasti sudah ludes di bikin perkedel. Tapi kalau gak mreman mereka jga gak makan ya dan dunia hitam gak hitam lagi dah…,

 

 

Best Regards,

Prayono Ngatijan


From: logi...@googlegroups.com [mailto:logi...@googlegroups.com] On Behalf Of Gemilang Tarigan


Sent: Thursday, March 11, 2010 5:11 PM
To: logi...@googlegroups.com

===============================
CONFIDENTIAL & PRIVILEGED COMMUNICATION

The information contained in this message is privileged, confidential, and protected from disclosure.
This message is intended for the individual or entity addressed herein. 
If you are not the intended recipient, please do not read, copy, use or disclose this communication to others. 
Also please notify the sender by replying to this message, and then delete it from your system. 
The sender totally disclaims, and will not accept, any responsibility or liability for the unauthorized use, 
or the consequences of any unauthorized use, of this communication or message.

IQBAL

unread,
Mar 11, 2010, 8:13:26 PM3/11/10
to logi...@googlegroups.com
Masalah ini harus sering dianggat di miles ini, shg menjadi masalah bersama.
Selanjutnya perlu dibuat seminar/dialog dgn polri atau ormas yg sering jadi tukang palak. kalau sudah sering dimuat di media kepalanya akan gerah.
yang penting semua harus menyuarakan masalah ini, seakan-akan ini hal baru dan bukan budaya. kalau kita anggap budaya, ya akan terus berlanjut.

Ngatijan, Prayono

unread,
Mar 11, 2010, 9:01:31 PM3/11/10
to logi...@googlegroups.com

Berbagi pengalaman…,

Saya sangat setuju dengan pendekatan seperti yang diceritakan dan dilakukan Mas Arilimpo dibawah.

Saya juga ada pengalaman sekitar th 2003-2005 sewaktu bekerja di Workshop Pangenan, Rawa Urip, Cirebon sewaktu bekerja di Drilling Rig.

Disana sudah bukan rahasia lagi masalah premanisme banyak sekali perusahaan2 yang beroperasi di daerah itu baik pabrik makanan ringan yang berbahan baku rebon maupun rumah2 makan dan pengumpul batubara termasuk workshop kami.

Untuk menanggulangi aksi premanisme yang notabene selalu meresahkan maka sebagai keamanan di Workshop diambilah oleh Perusahaan salah satu preman yang disegani dan termasuk beberapa orang lokal yang di pekerjakan sebagai buruh harian dan tukang cuci/masak bagi kaum perempuannya.

Dan Alhamdulillah hasilnya aman2 saja. Polisi dari Polsek Gebang hanya kadang2 saja control ke lingkungan kami.

 

Pengalaman yang lain sewaktu dapat project pengeboran di Rengasdengklok Purwakarta disana juga premanisme sangat2 terkenal dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa, beberapa perusahaan expedisi/angkutan keberatan untuk antar jemput peralatan dari sana.

Dari pihak Oil Company/Pemerintah bahkan Polisi sudah sangat kewalahan menangani masalah premanisme di wilayah mereka. Mereka sudah angkat tangan tidak mampu menanggulangi.

Satu2nya jalan adalah dari pihak angkutan yang mengeluarkan extra money untuk membayar uang preman di setiap pertigaan/perempatan sepanjang jalur masuk ke lokasi project dan itu dilakukan baik masuk maupun keluar.

Masing2 pertigaan/perempatan berbeda2 pula premannya. Selain itu dari angkutan juga membawa preman sendiri sebagai tandingan mereka untuk mengawal pengiriman agar aman tiba sampai lokasi tujuan.

 

Selanjutnya juga hati2 kalau mengirim alat ke daerah Marunda, pengalaman kami banyak terjadi alat2 yang ringan yang kira2 bisa di angkat 1 orang sering dicuri oleh kawanan bajingloncat.

 

 

 

Best Regards,

Prayono Ngatijan


===============================
CONFIDENTIAL & PRIVILEGED COMMUNICATION

The information contained in this message is privileged, confidential, and protected from disclosure.
This message is intended for the individual or entity addressed herein. 
If you are not the intended recipient, please do not read, copy, use or disclose this communication to others. 
Also please notify the sender by replying to this message, and then delete it from your system. 
The sender totally disclaims, and will not accept, any responsibility or liability for the unauthorized use, 
or the consequences of any unauthorized use, of this communication or message.

yusman nugraha

unread,
Mar 11, 2010, 8:57:01 PM3/11/10
to logi...@googlegroups.com
kami sudah pernah 2 kali mempekerjakan preman, bukanya aman malah dia yang jadi pentolan malingnya, :P


From: ari.limpo <aril...@cni.co.id>
To: logi...@googlegroups.com
Sent: Fri, 12 March, 2010 8:23:36
Subject: RE: Bls: [LOGIC-ID] Preman di Kawasan Industri Pulogadung

pra...@gmail.com

unread,
Mar 11, 2010, 9:11:50 PM3/11/10
to logi...@googlegroups.com
Wah hebat pak prayono ini, solusi yang win win solution menurut saya.
Salut dari saya pak!

BR,



Tedy

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: "Ngatijan, Prayono" <Ngatijan...@ap.weatherford.com>
Date: Fri, 12 Mar 2010 10:01:31 +0800

Heri Triyono

unread,
Mar 11, 2010, 10:14:50 PM3/11/10
to logi...@googlegroups.com
Dear Members

Apakah ada yg punya kenalan transporter yg bisa handle Isotank 1x20', kami ingin melakukan proses improvement jika sebelumnya di kirim menggunakan galon maka kali akan menggunakan cont Isotank 1x20' perbulan dari Bekasi ke Surabaya. Jika ada yg mempunyai informasi transporter ini mohon di share via japri agar tidak mengganggu member yg lainnya.

Terimakasih banyak sebelumnya.

Jabat erat
Heri


Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

bintang sihite

unread,
Mar 12, 2010, 11:28:20 PM3/12/10
to logi...@googlegroups.com
Selamat Pagi semua
mungkin ada yang tau jual mesin pembuatan sedotan, tolong dibantu donk?
Thanks
bintang s

Made Repel Sandji

unread,
Mar 14, 2010, 11:37:33 PM3/14/10
to logi...@googlegroups.com
Dear Rekans,
 
Banyak terima kasih atas masukan dan saran-sarannya. Setelah mempertimbangkannya, kami akan coba merekrut security dari 'kelompok' mereka dalam waktu dekat ini. Pendekatan yg agak berbeda dg apa yg 'terlanjur' kami terapkan di Cikarang. Mudah2an niat baik berbuah baik.
 
Salam,
Made Repel Sandji
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages