To rekan Repel
sebenarnya masalah diatas sdh tradisi lama n sdh membudaya khususnya di
tempat2 expedisi barang.
paling solusinya mungkin melakukan pendekatan pada orang2 tertentu
untuk menanyakan siapa dibalik para preman tersebut jangan2 preman
yang dimaksud itu hanya suruhan.
Trims
|
|
Hallo Temans,
Setuju dengan abang Edhar bahwa itu masalah classic di negeri tercinta ini.
Contohnya adalah di daerah Tj.Priuk (jl.Cacing) itu ada jatah keamanan luar dan itu adalah Preman (yang punya wilayah).
Contoh lainnya adalah di kawasan Industri yang ada di Karawang Barat.
Untuk kedepannya, tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini selain pendekatan personal kepada abang premans tersebut?
Regards,
Yudi Samanhudi
Warehouse EPIC
Tlp: 02155753838
Ext: 3456
Dear Rekan…
Sekedar masukan, saja, karena saya pernah menjadi kepala gudang di Pulogadung tepatnya di Depan Yamaha Music…
Di Pulogadung Juga rawan Kemalingan, tetapi selama saya di sana Sekitar 3 Tahun (sejak Tahun 2000 s/d 2003) tidak pernah tejadi kehilangan barang akibat tindakan pencurian/kemalingan/perampokan.. Hal ini terjadi karena justru kami melakukan kerjasama dengan orang-orang disekitarnya (bisa disebut sebagai preman) apalagi didepan gudang saya ada warung yagn biasa digunakan untuk nongkrong mereka..
Kami pernah diminta Uang preman secara bulanan (pada awal kami beroperasi), tetapi justru yang kami lakukan adalah bernegosiasi.
Karena bisnis kami adalah gudang sehingga banyak keluar masuk barang (container) maka kami gunakan mereka untuk menjadi partner dalam hal penurunan barang dari container hingga ke pintu masuk.
Akhirnya saya Tanya siapa pentolannya (pimpinannya)
Jadi kesepakatannya adalah setiap turun barang (Fuso/Engkel) satu mobilnya sebesar Rp. 150.000,- (pada saat itu)
Akhirnya kami minta kontak personnya, agar bisa dihubungi apabila barang datang
Dan kami mempekerjaan salah satu dari mereka (yang di segani) untuk menjadi satpam jaga malam.
Akhirnya ongkos turun barang menjadi mata pencaharian mereka maka secara otomatis mereka menjaga kami.
Meskipun kita harus berhubungan dengan polsek. Karena polisi patrolinya kurang intensif pak, jadi kita harus jaga sendiri.
Disana juga ada yang namanya Bpk. Permadi (saya lupa no hpnya) dia adalah Polisi (Pemburu) yang saya pekerjakan juga,
Dan Pak Permadi kebetulan cukup dikenal oleh para preman tsb.
Demikian pengalaman saya semoga bermanfaat.
Salam
Arilimpo
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! !DSPAM:4b99485293991543521717!
Coba kalau Bang Pitung, Cak Sakera masih ada…, preman2 pasti sudah ludes di bikin perkedel. Tapi kalau gak mreman mereka jga gak makan ya dan dunia hitam gak hitam lagi dah…,
Best Regards,
Prayono Ngatijan
From: logi...@googlegroups.com [mailto:logi...@googlegroups.com] On Behalf Of Gemilang Tarigan
Sent: Thursday, March 11, 2010
5:11 PM
To: logi...@googlegroups.com
=============================== CONFIDENTIAL & PRIVILEGED COMMUNICATION The information contained in this message is privileged, confidential, and protected from disclosure. This message is intended for the individual or entity addressed herein. If you are not the intended recipient, please do not read, copy, use or disclose this communication to others. Also please notify the sender by replying to this message, and then delete it from your system. The sender totally disclaims, and will not accept, any responsibility or liability for the unauthorized use, or the consequences of any unauthorized use, of this communication or message.
Berbagi pengalaman…,
Saya sangat setuju dengan pendekatan seperti yang diceritakan dan dilakukan Mas Arilimpo dibawah.
Saya juga ada pengalaman sekitar th 2003-2005 sewaktu bekerja di Workshop Pangenan, Rawa Urip, Cirebon sewaktu bekerja di Drilling Rig.
Disana sudah bukan rahasia lagi masalah premanisme banyak sekali perusahaan2 yang beroperasi di daerah itu baik pabrik makanan ringan yang berbahan baku rebon maupun rumah2 makan dan pengumpul batubara termasuk workshop kami.
Untuk menanggulangi aksi premanisme yang notabene selalu meresahkan maka sebagai keamanan di Workshop diambilah oleh Perusahaan salah satu preman yang disegani dan termasuk beberapa orang lokal yang di pekerjakan sebagai buruh harian dan tukang cuci/masak bagi kaum perempuannya.
Dan Alhamdulillah hasilnya aman2 saja. Polisi dari Polsek Gebang hanya kadang2 saja control ke lingkungan kami.
Pengalaman yang lain sewaktu dapat project pengeboran di Rengasdengklok Purwakarta disana juga premanisme sangat2 terkenal dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa, beberapa perusahaan expedisi/angkutan keberatan untuk antar jemput peralatan dari sana.
Dari pihak Oil Company/Pemerintah bahkan Polisi sudah sangat kewalahan menangani masalah premanisme di wilayah mereka. Mereka sudah angkat tangan tidak mampu menanggulangi.
Satu2nya jalan adalah dari pihak angkutan yang mengeluarkan extra money untuk membayar uang preman di setiap pertigaan/perempatan sepanjang jalur masuk ke lokasi project dan itu dilakukan baik masuk maupun keluar.
Masing2 pertigaan/perempatan berbeda2 pula premannya. Selain itu dari angkutan juga membawa preman sendiri sebagai tandingan mereka untuk mengawal pengiriman agar aman tiba sampai lokasi tujuan.
Selanjutnya juga hati2 kalau mengirim alat ke daerah Marunda, pengalaman kami banyak terjadi alat2 yang ringan yang kira2 bisa di angkat 1 orang sering dicuri oleh kawanan bajingloncat.
Best Regards,
Prayono Ngatijan
=============================== CONFIDENTIAL & PRIVILEGED COMMUNICATION The information contained in this message is privileged, confidential, and protected from disclosure. This message is intended for the individual or entity addressed herein. If you are not the intended recipient, please do not read, copy, use or disclose this communication to others. Also please notify the sender by replying to this message, and then delete it from your system. The sender totally disclaims, and will not accept, any responsibility or liability for the unauthorized use, or the consequences of any unauthorized use, of this communication or message.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
| Dear Members Apakah ada yg punya kenalan transporter yg bisa handle Isotank 1x20', kami ingin melakukan proses improvement jika sebelumnya di kirim menggunakan galon maka kali akan menggunakan cont Isotank 1x20' perbulan dari Bekasi ke Surabaya. Jika ada yg mempunyai informasi transporter ini mohon di share via japri agar tidak mengganggu member yg lainnya. Terimakasih banyak sebelumnya. Jabat erat Heri |
Selamat Pagi semua
mungkin ada yang tau jual mesin pembuatan sedotan, tolong dibantu donk?
Thanks
bintang s |