Berapa Biaya OverBrengen suatu pelabuhan

993 views
Skip to first unread message

Rudy Sangian

unread,
Oct 11, 2013, 11:28:49 PM10/11/13
to supplychai...@googlegroups.com
Maka saya mencoba menghitung Biaya OverBrengen yang harus ditanggung Pengguna Jasa atau Pemerintah jika kapasitas Container Yard pelabuhan itu tidak dikembangkan adalah sebagai berikut berkisar Rp. 8.6 Trilyun per tahun.

Inline image 1

Biaya ini harus ditanggung pemerintah jika menginginkan YOR sekitar 28% sehingga bisa merencanakan block discharge and loading untuk membongkar muat kapal berikutnya dengan total maksimum 85% YOR sehingga kapal tersebut bisa terlayani dengan baik, sehingga kapal berikutnya lagi dapat dilayani terus dengan solid.

Jika koordinasi Forwarder dengan Trucking tidak bisa ,membuat Dwelling Time 4 hari di Lini 1 Pelabuhan sesuai dengan tabel di atas yang mana telah diperhitungkan efektif kerja hanya 18 jam per hari dikarenakan faktor macet maka situasi di pelabuhan tetep podo wae (alias sama).

Saya berkali-kali mengatakan pada milis ini, hitungan di atas ini tidak bisa diselesaikan dengan Overtonnage dan truk canggih.
Memakai truk odong-odong dah Mas Bro atau Pak Bro,,,asal Forwarder dan Trucking bisa disiplin maka selesai permasalahannya dan sudah membantu pemerintah.

Tempo hari pada rapat Kemenko katanya akan disubsidi oleh pelabuhan.
Jika Net Profit pelabuhan hanya 2 atau 3 trilyun per tahun dan dibandingkan Biaya OverBrengen sebesar 8.6 trilyun, apa gak salah mau subsidi Biaya Overbrengen ke Cikarang Dry Port.

Alangkah indahnya jika pemerintah sudah memiliki visi untuk mengadakan Kementrian Logistik Kepelabuhan dan saya rasa persoalan pelabuhan kita bisa berangsur baik.

Rgds
Rudy Sangian
081352660049



--
Regards
Rudy Alfred Sangian

overbrengen cost.jpg

Aulia Febrial Fatwa

unread,
Oct 12, 2013, 5:15:21 AM10/12/13
to supplychai...@googlegroups.com

Tidak perlu ada kementrian logistik pelabuhan

Yg perlu adalah orang seperti pak Rudy menjabat sebagai DirJen Hubla atau sekalian jadi MenHub

Pasti selesai semua mslh kepelabuhan yg sering kita bicarakan bersama

Percuma berdiskusi panjang lebar kalau pejabat pengambil keputusan tdk tahu bagaimana mencari solusi

Lebih pakar yg sering memberikan masukan dan berdiskusi melamar jadi pejabat pengambil keputusan. Kalau lamaran

Febri3273 - W202.01.345
C230 Kompre - powered by Brabus

--
Mitra SCI:
PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) adalah perusahaan ICT solution provider yang berpengalaman selama 25 tahun melayani lebih dari 1.900 pelanggan korporatnya dengan jasa Data Komunikasi, Internet dan Value Added Service (VAS)
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.
overbrengen cost.jpg

Kyatmaja Lookman, Lookman Djaja

unread,
Oct 15, 2013, 8:51:54 AM10/15/13
to supplychai...@googlegroups.com, indo_log...@yahoogroups.com, tonto...@isuzu.astra.co.id, lisa.t...@isuzu.astra.co.id, daisuke...@isuzu.astra.co.id, takeo....@isuzu.astra.co.id, guntur....@isuzu.astra.co.id

Dear Pak Rudy, Pak Gani, Pak Cep, Pak Febri, Pak Erwin, Pak Sugi, Pak Harun, Pak Nofrisel, Pak Bortiandy, dan temen2 yang lain yang saya belum sebutkan namanya,

 

Semakin lama semakin panjang daftar nama yang saya mesti tulis balik, tetapi tidak apa apa itu berarti kita semua peduli untuk memperbaiki kompetitifness  perlogistikan kita. Sorri agak lama membalas email2 karena beberapa waktu yang lalu saya diundang Isuzu untuk ke Jepang untuk mengunjungi Head Office di Tokyo, Pabrik di Fujisawa dan Testing ground di WaComm Sapporo. Sekembali dari sana cukup banyak email di mailbox yang semakin lama percakapannya semakin seru. Perdebatan itu bagus karena paling tidak kita mencoba untuk mencari jalan keluar meskipun tidak berarti sekarang mungkin di kemudian hari keadaan yang kita impikan bisa menjadi kenyataan asalkan kita konsisten melakukannya. Di jepang kita disambut oleh Senior sales executive Isuzu ltd Kengo Baba dan dalam paparan beliau, yang paling saya ingat adalah bahwa harga truck bukanlah segalanya tetapi bagaimana kita mencari solusi untuk menurunkan total cost biaya transportasi. Kontribusi dalam menurunkan biaya oleh isuzu disini adalah bagaimana kita melakukan econo driving. Karena dengan melakukan itu fuel cost yang merupakan biaya kedua terbesar dapat dihemat dari 2.5lt/km menjadi 3.5lt/km. Saya buktikan sendiri dengan mencoba teknik yang diajarkan dengan menggunakan trailer (padahal saya belum pernah mengendarainya sebelumnya). Saya harap sesampai saya di Indonesia teknik mengemudi ini  mudah mudahan dapat kita terapkan dengan bantuan Isuzu Indonesia tentunya agar kita bisa lebih kompetitif lagi. inisiatif untuk menurunkan biaya logistik apapun bentuknya perlu kita sambut baik karena total biaya logistik harus turun agar kita semakin kompetitif.

 

Sekali lagi saya tekankan bahwa dalam melihat sebuah permasalahan logistik kita tidak bisa hanya melihat dari sekala mikro. Tetapi kita harus memakai holistic approach (makro). Saya tidak tahu kenapa sampai sekarang Pak Rudy membela mati-matian untuk terbentuknya kalibaru daripada cilamaya. Bukannya saya tidak setuju dengan pembangunan kalibaru tetapi sebelum kalibaru terbentuk tentunya harus memperhatikan akses keluar masuk dan jalan menuju ke daerah2 pengiriman. Perlu ditelusuri dengan jelas bottlenecknya ini ada dimana?? Kenapa transporternya tidak konsisten dalam pengambilan barang??? Jika kita melihat dari dengan pandangan kuda, hanya di tanjung priok saja, saya rasa ya yang pasti salah adalah transporternya tidak pernah konsisten. Pernah disadari tidak jika ritase yang dulunya bisa 25 trip sekarang hanya 14 trip karena macet?? Karena macet ini saja untuk mendapatkan volume yang sama untuk keluar dari priok maka dibutuhkan 80% kendaraan lebih banyak. E.g. dulu 1000kendaraanx25 trip = 25.000trip sekarang untuk mendapatkan 25000 trip / 14 = dibutuhkan 1785 kendaraan. Jika priok mengalami lonjakan muatan maka dibutuhkan kendaraan lebih banyak lagi. tetapi siapa yang membayar biaya ketidak effisienan truck ini??? Selain itu pula 24/7 masih merupakan wacana2 yang tidak pernah terealisasi.

 

Saya angap seperti ini saja jika keadaan jalan tetap sama dan kapasitas priok ditingkatkan menjadi 2 kalinya dan keadaan jalan semakin macet sehingga 1 kendaraan hanya bisa mendapatkan 7 trip. Maka untuk mendapatkan 50000 trip / 7 = 7142 Truck. Bayangkan untuk mendapatkan quantity 2 kali lipat diperlukan truck hampir 7 kali lipat. Hal ini tentunya pasti harus ada yang bayar. Tidak tahu itu dalam bentuk transport cost yang lebih mahal ataupun biaya overbrengen cost yang semakin tinggi. Bisniss yang luar biasa ini bisnis overbrengen mencapai 8.7 triliun. Overbrengen merupakan non value added activity yang seharusnya tidak boleh terjadi. Overbrengen dapat diminimalisasi atau bahkan ditiadakan jika transport in and out pelabuhan (troughput) lancar. Didalam paparannya Pak Wisman SC Director Nestle mengenai lean concept, overbrengen cost ini merupakan waste yang harusnya tidak boleh ada. Beliau bisa marah2 jika melihat cost of waste yang sangat fantastis ini!!!

 

Jika New Priok tetap direalisasikan jalanan in and out priok harus dibuat jadi satu paket menuju tujuan2 yang diperlukan. Karena jika tidak keberadaanya akan terhambat oleh jalan2 yang sudah sangat padat sehingga terjadi bottleneck disana. Sekali lagi holistic approach harus diambil dalam mendesign sebuah fasilitas apakah akan menyebabkan permasalahan permasalahan baru. Jadi saya rasa mungkin bukan saja transporternya tidak konsisten mengambil barang di tanjung priok tetapi perlu dianalisa juga apakah ada faktor penghambat lain seperti fasilitas di pelabuhan ataupun infrastruktur menuju dan keluar pelabuhan. Saya sudah memikirkan bisnis apa yang paling cocok jika pelabuhan kalibaru tetap dijalankan tetapi infrastruktur pendukung tidak ditambah. Mari kita bersama2 beli tanah sekitar priok dan buka bisnis overbrengen. Karena ngapain investasi ke truck cari supirnya saja susah dan bikin pecah kepala. Saya rasa prospeknya sangat cerah bisnis OB, bayangkan 8.7T per tahun. Saya rasa jika new Priok dilaksanakan tanpa fasilitias jalan pendukung, jika ukurannya 2 kali lipat dari  sekarang, minimal 17.4T sudah kelihatan mata. Kenapa? Karena gudang (bukan pelabuhan lagi) Priok sudah bertambah 2 kali lipat dan 2 kali lipat barang pula yang harus di OB kan karena tidak ada transporter yang konsisten ambil akibat kemacetan luar biasa. Bisnis ini Cash pula beda sama transport yang TOP nya 30 hari minimal. Tetapi, siapa yang bayar??? Seluruh rakyat Indonesia. Sungguh Nasionalis!!!

 

Rgd,

Kyat

--

image001.jpg

Rudy Sangian

unread,
Oct 15, 2013, 12:24:00 PM10/15/13
to supplychai...@googlegroups.com, indo_log...@yahoogroups.com, tonto...@isuzu.astra.co.id, lisa.t...@isuzu.astra.co.id, daisuke...@isuzu.astra.co.id, takeo....@isuzu.astra.co.id, guntur....@isuzu.astra.co.id
Melalui milis ini saya sering ditelpon, dipanggil dan diajak diskusi mengenai banyak hal yang berkenaan dengan pelabuhan.
Pengalaman di lapangan yang tidak hanya Priok tetapi pelabuhan lainnya khususnya di Indonesia Bagian Barat juga terlihat budaya yang sama mengenai totalitas pelabuhan pada umumnya.

ESENSI LINI I DAN TPS SERTA DEPO CONTAINER DAN OVERBRENGEN
TPS (Tempat Penimbunan Sementara) itu lebih kearah terminologi yang diterbitkan oleh Bea Cukai untuk mengawasi barang-barang importasi dan eksportasi di lahan-lahan penumpukan container.

Kemudian, esensi Lini I di mana-mana pelabuhan selalu ada dan Lini I ini nature by defaultnya itu sifatnya temporary untuk menampung sementara container hasil kegiatan bongkar muat saat kapal berada di titik tambatan.
Dan oleh karenanya setiap Lini I harus ada izin TPS yang disetujui oleh Bea Cukai. Demikian juga lahan penyangga lainnya jika barang tersebut masih dalam pengawasan bea cukai itu hanya dapat berpindah ke lahan penyangga yang memiliki izin TPS dimaksud.

DEPO Container merupakan lahan penyangga Lini I yang tadi saya sebutkan esensinya adalah temporary yang mana di lahan DEPO ini dapat dilakukan kegiatan stripping dan stuffing serta managing Empty Container milik MLO atau Shipping Line yang letaknya jangan terlalu jauh dari lokasi pelabuhan supaya costnya tidak terlalu tinggi.

Overbrengen berasal dari bahasa Belanda sejak zaman VOC bangun pelabuhan Priok.
Artinya Overbrengen sejak dulu sudah ada, yakni adanya fisik container yang dialihkan dikarenakan ground slot container capacity Lini I Pelabuhan sudah tidak memungkinkan untuk menerima tumpukan container lagi dan akhirnya mengganggu kelancaran bongkar muat ketika kapal sedang ditambat.
Bahkan peraturan Bea Cukai mengatakan jika Lini I sudah di atas 85% maka harus Overbrengen ke lahan penyangga lainnya yang berizin TPS.
Jika Dweling Time Container sudah mencapai 30 hari di Lini I maka container tersebut harus Overbrengen ke TPP Bea Cukai.

Di cabang pelabuhan lainnya seperti Pontianak dengan kurang lebih 17.000 TEUS per bulan, oleh karena produksi bongkar muat sudah melonjak dan lebih parah lagi tidak adanya lahan penyangga yang dapat dilakukan overbrengen maka produksi layanannya tidak pernah optimal.
Mau bikin lahan penyangga kiri kanan lokasi padat rumah penduduk.

Kembali ke pelabuhan Priok, kemudian esensi Lini I Pelabuhan dan Lahan Penyangga untuk alur Overbrengen maka karakteristik Priok sudah sedemikian rupa, tidak direncanakan dengan baik, bahkan yang direncanakan adalah penambahan jumlah alat bongkar muat (CC: Container Crane) dan alat pendukung lainnya sehingga frekuensi cepat penuhnya Lini I Pelabuhan menjadi masalah sekarang ini.

Hitungan 8.6 trilyun ya katakanlah meleset hanya 1 trilyun saja dech, tetapi tidak dapat dipungkiri adanya cost overbrengen yang disebabkan oleh:
  1. Esensi Lini I sebagai temporary container storage
  2. Esensi YOR Lini I membutuhkan lahan penyangga yang container hanya dapat berpindah karena adanya Biaya Overbrengen
  3. Akhirnya menjadi kompleks karena sebab kemacetan, dan
  4. Sebab budaya koordinasi vertikal dan horizontal antara pelabuhan dengan lintas sektoral dan pelabuhan dengan pengguna jasa pelabuhan.
Ukuran lain untuk melihat butir 3 dan 4 adalah Laporan GATE Performance masing-masing Lini I Pelabuhan. Dari situ dapat dilihat dan diukur sebab musababnya.

Lah, Ini khan keprihatinan, kesolidan perencanaan pelabuhan, kemampuan memprediksi lonjakan TEUS dan merencanakan adanya Lini I yang lebih luas lagi, perencanaan KimPraWil mana wilayah pelabuhan, mana wilayah pemukiman, mana wilayah/ kawasan industri, mana infrastruktur jalan truk, rel kereta api, mana makam mbah priok yang kalau diberdayakan bisa memberikan pendapatan devisa negara,

Di sisi lain, container segede bagong itu yang memakai space sekitar 14 m2 itu di charge oleh pelabuhan Rp. 11.000 utk 20" empty dan Rp. 22.000 utk 20" full.
Itungan bisnis untuk ROI dan OPEX maintenance beton penyangga lahan penumpukan container aja udah gak masuk akal.
Kalau mau dinaikin tarifnya ya pada protes, ya begitulah nasib pelabuhan kita untuk kita dan oleh karena ulah kita semua.

Lalu jika sudah salah planning terjadi cost overbrengen maka dana siapa untuk menyelesaikannya ?
Dan kalau tidak diselesaikan maka lonjakan TEUS Natal dan akhir tahun mau gimana dan kayak apa ?

Saya ini hanya sosok independent consultant yang gemar melakukan riset sendiri untuk pembuatan program aplikasi bersama putra saya sendiri yang akan meneruskan bukan sampai mati tetapi sampai kiamat kalau bisa.
Saya ini bukan pebisnis besar, dan tidak bela siapa-siapa Pak.

Suatu waktu saya mau ingin bertemu Pak Prabowo, lalu dihalang-halangin, lalu dalam kerumunan bodyguard saya teriak: Pak Probowo saya puteranya Pak Sangian, lalu beliau berhenti dan menyuruh ajudannya minggir agar saya bisa masuk ke dalam.
Ayah saya seorang ekonom membidangi ini selama 14 tahun, ditambah dengan saya 12 tahun, dan akan diteruskan oleh anak saya yang sekarang berumur 30 tahun yang sudah membangun sistem aplikasi di pelabuhan Priok sekarang dan pelabuhan lainnya.



2013/10/15 Kyatmaja Lookman, Lookman Djaja <kyat...@hotmail.com>
image001.jpg

Bortiandy Tobing

unread,
Oct 15, 2013, 4:32:03 PM10/15/13
to supplychai...@googlegroups.com

Dear P Kyat, Pak Rudy, Pak Gani, Pak Erwin, Pak Setijadi, Pak Cep, Pak Febri, Pak Sugi, Pak Harun, Pak Nofrisel, Pak Tris, dan rekan2 supply chain yang saya belum sebutkan namanya,

 

Dari 3 judul subject email ini, sangat banyak ide cemerlang dan semangat perubahan yang muncul dan berkembang, walau masih disertai dengan rasa pesimistis akan realisasinya.

 

Pada kesempatan ini, ijinkan saya memberikan beberapa pandangan sebagai berikut:

a.       Perlu untuk segera kita lakukan perumusan melalui kelompok kecil yang efektif dan terarah, agar usulan dan tindakan  serta rekomendasi lebih matang, dengan usulan agenda dari P Nofrisel 10 Oct 2013, yaitu:

 (1) merumuskan topik prioritas, (2) menyusun rundown kegiatan diskusi per topik, dan (3) membuat report atau summary atas setiap topik yang dibahas.

b.      Untuk hal ini, saya yakin P Setijadi dapat memfasilitasi, sebagaimana pelaksanaan diskusi kecil yang kita laksanakan di bandung waktu yang lalu.

c.       Mengingat tahun depan, 2014 adalah tahun politik, maka pertemuan ini tidak dapat ditunda lagi. Perubahan peta politik pasca Pemilu Legislatif dan PilPres 2014, tentunya akan dapat memberikan secercah harapan perubahan, walau kita akan langsung dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, yang memberikan perubahan pada pola logistik nasional dan ekonomi nasional.

d.      Jika memang kita memiliki beberapa tokoh yang layak dari SCI/MLI dan ALI untuk diangkat sebagai pejabat Kementrian BUMN dan Logistik, mengapa tidak kita perjuangkan? Itu adalah salah satu langkah konkrit. (Note: Logistik harus sebagai kementrian, dan untuk itu salah satu kementrian yang paling tepat adalah Kementrian BUMN, sehingga menjadi Kementrian BUMN dan Logistik)

e.      Sampai kapan diskusi dan rekomendasi seperti ini dilakukan? Sebagaimana para pejuang kemerdekaan, lebih 350 tahun meraih kemerdekaan dari Belanda dan 3.5 tahun dari Jepang, mereka berjuang dan terus berjuang dengan segala kemampuan dan mempertaruhkan nyawanya. Kiranya semangat itu jua yang menjiwai kita semua, agar terus berjuang dengan cara yang berbeda demi kemajuan dan perubahan. Yang penting, kita terus melakukan evaluasi terhadap efektifitas tindakan dan rekomendasi yang telah kita lakukan.

 

Saatnya kita yang peduli untuk bersatu, berjuang secara bersama-sama dan melakukan yang terbaik untuk Negara tercinta.

 

Hidup adalah pilihan, dan saatnya juga kita untuk memilih bersatu dan bertindak secara cerdas.

 

Salam Sukses,

Bortiandy Tobing

"Hidup adalah karya dalam perubahan"

"Never give up, 1.000 years"

Trismawan Sanjaya

unread,
Oct 15, 2013, 11:46:20 PM10/15/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear Pak Bortiandy Tobing ,
Dengan idealisme dan semangat membuat perbaikan ( perubahan positif ) , saya akan dukung dan bantu terselenggaranya aktivitas tersebut walaupun dengan pengetahuan yang minim sekalipun . Negara ini masih memerlukan banyak pejuang yang berdedikasi besar serta punya idealisme kebangsaan yang kuat agar tercipta suatu kekuatan negara yang seutuhnya , dan seharusnya kita semua adalah pejuang pejuang tersebut untuk melakukan perbaikan sistem logistik nasional secara komprehensif .

Saya dukung wacana Pak Tobing , Pak Gani dan teman teman pejuang lainnya , saya sebagai prajurit siap tunggu komando untuk maju di garis depan Pak .

Selamat Berjuang
Trismawan Sanjaya
--

Trismawan Sanjaya

unread,
Oct 16, 2013, 12:13:05 AM10/16/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear Temans  ,
Banyak yang telah bersemangat , bertindak dan memikirkan untuk berbuat kebaikan dan perubahan tapi sayangnya hanya menunggu keberuntungan atas hasilnya .

Yang saya pelajari bahwa " Kesuksesan = ( Semangat + Kemampuan + Pola pikir ) x Keberuntungan " dan mungkin banyak kasus di negeri ini yang paling kurang hanya faktor keberuntungannya saja belum tiba ( Karena terbiasa menunggu nasib ) .

Saya  pikir sepantasnya dimulai untuk mengelola keberuntungan  kita tersebut agar lebih baik , karena saya yakin kita semua sudah punya semangat , kemampuan dan pemikiran yang sudah sangat baik . Namun sayangnya jika masih mengandalkan faktor pengali tersebut ( keberuntungan ) maka kita tidak akan pernah sukses atau terlalu lama untuk memastikan kemujuran itu .

Salah satu modus penentu terbesar atas  keberuntungan kita adalah ber associate dengan orang orang yang telah beruntung di bidangnya .  Siapa / Bagaimana ber associate dengan orang orang yang tergolong dengan kriteria ini  di kalangan pembuat kebijakan logistik ?

Salam Semangat
Trismawan Sanjaya

Era Transindo

unread,
Oct 20, 2013, 7:13:41 AM10/20/13
to supplychai...@googlegroups.com
SCI members,
feeling gani peta politik thn 2014 after election, new President & new cabinets & ministers coming , our problems still  the same !!
perubahan sangat tergantung USAHA & PERJUANGAN KITA, krn Pem. tidak mengatur masalah CARGO mrk fokus hanya pd angkutan RAKYAT , harap kita semua jelas adanya !!
semua dari kita tahu bhw infra struktur MINIM , KEMACETAN hanya bisa terbantu bila kita semua sadar mau ber benah ber sama2 ngak ada lagi cara lain dan semakin hari semakin RUWET .
nambah kend. akan memper parah kemacetan bukan SOLUSI BAIK !!

MENURUT GANI SOLUSI YG HRS KITA JALANKAN SEGERA DAN BERSIFAT SEMENTARA SAJA YAITU :
1. PERBAIKI DESIGN KEND. KRN WE HAVE POOR DESIGN !! SUDAH OUT OF DATED .
gani sedang men develop design TRUCK TRAILER 40 - 45:" h.cube vol. 70 - 86 M3, ONLY FOR LIGHT CARGO, LOAD 25 TONS
investasi +/- rp. 550 juta , brand new , operating cost 30% dibawah std sekarang !! di JAMIN . R.O.I. secara tariff sekarang hanya 2,5 tahun , dgn pola 1 truk head + 3 buntut maka R.O.I. menjadi 2 tahun .
hanya ada 1 syarat, cargo owner yg ber investasi krn design akan disesuaikan dgn cargo mereka, cargo balik hanya 80%
yg didapat krn non std cargo yg diangkut .
2. POLA 24 - 7 JALANKAN BER SAMA2 , MASUK KOTA HANYA " MALAM ", DURING DAY TIME KELUAR KOTA !!
    DESIGN DEMOUNTABLE BODY SOLUSI POLA 24 - 7 , COPOT - TINGGAL .solusi atasi kemacetan berat .
3. MULAILAH  MEMAKAI ENERGY GAS , NGAK ADA LAGI SOLUSI LAIN YG TERCEPAT & MURAH !! solusi cost down
    Pakailah SINGLE WIDER TIRE, cost down .
4. JANGAN BERHARAP BANYAK PD MODA KERETA API !! YG HRS SEGERA DIPAKAI MODA SHORT SEA
    SHIPPING /
CONTAINER BARGES VOLUME 300 & 500 TEUS (KYAT INILAH QUANTITY TEUS YG ADA UTK
    BARGES ) 5.000
TEUS UDAH DISEBUT KAPAL CONT.
    CONT. BARGES BUKAN UTK LAUTAN LEPAS BEBAS !! LAUT JAWA - SELAT MALAKA SUMATERA KITA MASIH
5. TINGGALKAN SEGERA TRUK2 TUA , mogok, rem blong, boros bbm dll.
6. bayarlah tariff yg BENAR , jangan lagi muat OVER LOAD , jangan lagi pakai truk OVER DIMENSI , carilah truk yg SAFETY & EKONOMIS .

DEMIKIAN KONCO2 KU , info pen cerahan dari gani .
wass gani

    OK.
5.

warren...@yahoo.co.id

unread,
Oct 20, 2013, 12:21:58 PM10/20/13
to SupplyChai...@googlegroups.com
Dear Bapak/ Ibu

Saya sedang mencari transporter via Darat sbb :

1.Specialist dari Jakarta ke Seluruh Area Sumatera - Aceh

2.Specialist Dari Jakarta ke Seluruh wilayah P.Jawa- NTT - NTB - Denpasar

3.Specialist Via Udara dari Jakarta ke Seluruh Indonesia

4.Specialist LCL dari Jakarta ke Seluruh Kalimantan.

5.Penyewaan Wing Box dan CDD

Terima Kasih atas bantuan dan kerjasamanya.

Rgds

Aditya

Noted ;

Mohon via email atau bisa invite pin : 29894355
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Era Transindo <eratrans...@yahoo.com>
Date: Sun, 20 Oct 2013 04:13:41 -0700 (PDT)
Subject: Re: Forum Logistik Indonesia (FLI) | Re: Bls: [SCI] [Berita] IPC Ancam Hentikan Kalibaru| RE: [SCI] Berapa Biaya OverBrengen suatu pelabuhan
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages