
Tidak perlu ada kementrian logistik pelabuhan
Yg perlu adalah orang seperti pak Rudy menjabat sebagai DirJen Hubla atau sekalian jadi MenHub
Pasti selesai semua mslh kepelabuhan yg sering kita bicarakan bersama
Percuma berdiskusi panjang lebar kalau pejabat pengambil keputusan tdk tahu bagaimana mencari solusi
Lebih pakar yg sering memberikan masukan dan berdiskusi melamar jadi pejabat pengambil keputusan. Kalau lamaran
Febri3273 - W202.01.345
C230 Kompre - powered by Brabus
--
Mitra SCI:
PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) adalah perusahaan ICT solution provider yang berpengalaman selama 25 tahun melayani lebih dari 1.900 pelanggan korporatnya dengan jasa Data Komunikasi, Internet dan Value Added Service (VAS)
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.
Dear Pak Rudy, Pak Gani, Pak Cep, Pak Febri, Pak Erwin, Pak Sugi, Pak Harun, Pak Nofrisel, Pak Bortiandy, dan temen2 yang lain yang saya belum sebutkan namanya,
Semakin lama semakin panjang daftar nama yang saya mesti tulis balik, tetapi tidak apa apa itu berarti kita semua peduli untuk memperbaiki kompetitifness perlogistikan kita. Sorri agak lama membalas email2 karena beberapa waktu yang lalu saya diundang Isuzu untuk ke Jepang untuk mengunjungi Head Office di Tokyo, Pabrik di Fujisawa dan Testing ground di WaComm Sapporo. Sekembali dari sana cukup banyak email di mailbox yang semakin lama percakapannya semakin seru. Perdebatan itu bagus karena paling tidak kita mencoba untuk mencari jalan keluar meskipun tidak berarti sekarang mungkin di kemudian hari keadaan yang kita impikan bisa menjadi kenyataan asalkan kita konsisten melakukannya. Di jepang kita disambut oleh Senior sales executive Isuzu ltd Kengo Baba dan dalam paparan beliau, yang paling saya ingat adalah bahwa harga truck bukanlah segalanya tetapi bagaimana kita mencari solusi untuk menurunkan total cost biaya transportasi. Kontribusi dalam menurunkan biaya oleh isuzu disini adalah bagaimana kita melakukan econo driving. Karena dengan melakukan itu fuel cost yang merupakan biaya kedua terbesar dapat dihemat dari 2.5lt/km menjadi 3.5lt/km. Saya buktikan sendiri dengan mencoba teknik yang diajarkan dengan menggunakan trailer (padahal saya belum pernah mengendarainya sebelumnya). Saya harap sesampai saya di Indonesia teknik mengemudi ini mudah mudahan dapat kita terapkan dengan bantuan Isuzu Indonesia tentunya agar kita bisa lebih kompetitif lagi. inisiatif untuk menurunkan biaya logistik apapun bentuknya perlu kita sambut baik karena total biaya logistik harus turun agar kita semakin kompetitif.
Sekali lagi saya tekankan bahwa dalam melihat sebuah permasalahan logistik kita tidak bisa hanya melihat dari sekala mikro. Tetapi kita harus memakai holistic approach (makro). Saya tidak tahu kenapa sampai sekarang Pak Rudy membela mati-matian untuk terbentuknya kalibaru daripada cilamaya. Bukannya saya tidak setuju dengan pembangunan kalibaru tetapi sebelum kalibaru terbentuk tentunya harus memperhatikan akses keluar masuk dan jalan menuju ke daerah2 pengiriman. Perlu ditelusuri dengan jelas bottlenecknya ini ada dimana?? Kenapa transporternya tidak konsisten dalam pengambilan barang??? Jika kita melihat dari dengan pandangan kuda, hanya di tanjung priok saja, saya rasa ya yang pasti salah adalah transporternya tidak pernah konsisten. Pernah disadari tidak jika ritase yang dulunya bisa 25 trip sekarang hanya 14 trip karena macet?? Karena macet ini saja untuk mendapatkan volume yang sama untuk keluar dari priok maka dibutuhkan 80% kendaraan lebih banyak. E.g. dulu 1000kendaraanx25 trip = 25.000trip sekarang untuk mendapatkan 25000 trip / 14 = dibutuhkan 1785 kendaraan. Jika priok mengalami lonjakan muatan maka dibutuhkan kendaraan lebih banyak lagi. tetapi siapa yang membayar biaya ketidak effisienan truck ini??? Selain itu pula 24/7 masih merupakan wacana2 yang tidak pernah terealisasi.
Saya angap seperti ini saja jika keadaan jalan tetap sama dan kapasitas priok ditingkatkan menjadi 2 kalinya dan keadaan jalan semakin macet sehingga 1 kendaraan hanya bisa mendapatkan 7 trip. Maka untuk mendapatkan 50000 trip / 7 = 7142 Truck. Bayangkan untuk mendapatkan quantity 2 kali lipat diperlukan truck hampir 7 kali lipat. Hal ini tentunya pasti harus ada yang bayar. Tidak tahu itu dalam bentuk transport cost yang lebih mahal ataupun biaya overbrengen cost yang semakin tinggi. Bisniss yang luar biasa ini bisnis overbrengen mencapai 8.7 triliun. Overbrengen merupakan non value added activity yang seharusnya tidak boleh terjadi. Overbrengen dapat diminimalisasi atau bahkan ditiadakan jika transport in and out pelabuhan (troughput) lancar. Didalam paparannya Pak Wisman SC Director Nestle mengenai lean concept, overbrengen cost ini merupakan waste yang harusnya tidak boleh ada. Beliau bisa marah2 jika melihat cost of waste yang sangat fantastis ini!!!
Jika New Priok tetap direalisasikan jalanan in and out priok harus dibuat jadi satu paket menuju tujuan2 yang diperlukan. Karena jika tidak keberadaanya akan terhambat oleh jalan2 yang sudah sangat padat sehingga terjadi bottleneck disana. Sekali lagi holistic approach harus diambil dalam mendesign sebuah fasilitas apakah akan menyebabkan permasalahan permasalahan baru. Jadi saya rasa mungkin bukan saja transporternya tidak konsisten mengambil barang di tanjung priok tetapi perlu dianalisa juga apakah ada faktor penghambat lain seperti fasilitas di pelabuhan ataupun infrastruktur menuju dan keluar pelabuhan. Saya sudah memikirkan bisnis apa yang paling cocok jika pelabuhan kalibaru tetap dijalankan tetapi infrastruktur pendukung tidak ditambah. Mari kita bersama2 beli tanah sekitar priok dan buka bisnis overbrengen. Karena ngapain investasi ke truck cari supirnya saja susah dan bikin pecah kepala. Saya rasa prospeknya sangat cerah bisnis OB, bayangkan 8.7T per tahun. Saya rasa jika new Priok dilaksanakan tanpa fasilitias jalan pendukung, jika ukurannya 2 kali lipat dari sekarang, minimal 17.4T sudah kelihatan mata. Kenapa? Karena gudang (bukan pelabuhan lagi) Priok sudah bertambah 2 kali lipat dan 2 kali lipat barang pula yang harus di OB kan karena tidak ada transporter yang konsisten ambil akibat kemacetan luar biasa. Bisnis ini Cash pula beda sama transport yang TOP nya 30 hari minimal. Tetapi, siapa yang bayar??? Seluruh rakyat Indonesia. Sungguh Nasionalis!!!
Rgd,
Kyat
--
Dear P Kyat, Pak Rudy, Pak Gani, Pak Erwin, Pak Setijadi, Pak Cep, Pak Febri, Pak Sugi, Pak Harun, Pak Nofrisel, Pak Tris, dan rekan2 supply chain yang saya belum sebutkan namanya,
Dari 3 judul subject email ini, sangat banyak ide cemerlang dan semangat perubahan yang muncul dan berkembang, walau masih disertai dengan rasa pesimistis akan realisasinya.
Pada kesempatan ini, ijinkan saya memberikan beberapa pandangan sebagai berikut:
a. Perlu untuk segera kita lakukan perumusan melalui kelompok kecil yang efektif dan terarah, agar usulan dan tindakan serta rekomendasi lebih matang, dengan usulan agenda dari P Nofrisel 10 Oct 2013, yaitu:
(1) merumuskan topik prioritas, (2) menyusun rundown kegiatan diskusi per topik, dan (3) membuat report atau summary atas setiap topik yang dibahas.
b. Untuk hal ini, saya yakin P Setijadi dapat memfasilitasi, sebagaimana pelaksanaan diskusi kecil yang kita laksanakan di bandung waktu yang lalu.
c. Mengingat tahun depan, 2014 adalah tahun politik, maka pertemuan ini tidak dapat ditunda lagi. Perubahan peta politik pasca Pemilu Legislatif dan PilPres 2014, tentunya akan dapat memberikan secercah harapan perubahan, walau kita akan langsung dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, yang memberikan perubahan pada pola logistik nasional dan ekonomi nasional.
d. Jika memang kita memiliki beberapa tokoh yang layak dari SCI/MLI dan ALI untuk diangkat sebagai pejabat Kementrian BUMN dan Logistik, mengapa tidak kita perjuangkan? Itu adalah salah satu langkah konkrit. (Note: Logistik harus sebagai kementrian, dan untuk itu salah satu kementrian yang paling tepat adalah Kementrian BUMN, sehingga menjadi Kementrian BUMN dan Logistik)
e. Sampai kapan diskusi dan rekomendasi seperti ini dilakukan? Sebagaimana para pejuang kemerdekaan, lebih 350 tahun meraih kemerdekaan dari Belanda dan 3.5 tahun dari Jepang, mereka berjuang dan terus berjuang dengan segala kemampuan dan mempertaruhkan nyawanya. Kiranya semangat itu jua yang menjiwai kita semua, agar terus berjuang dengan cara yang berbeda demi kemajuan dan perubahan. Yang penting, kita terus melakukan evaluasi terhadap efektifitas tindakan dan rekomendasi yang telah kita lakukan.
Saatnya kita yang peduli untuk bersatu, berjuang secara bersama-sama dan melakukan yang terbaik untuk Negara tercinta.
Hidup adalah pilihan, dan saatnya juga kita untuk memilih bersatu dan bertindak secara cerdas.
Salam Sukses,
Bortiandy Tobing
"Hidup adalah karya dalam perubahan"
"Never give up, 1.000 years"
--