BUTUH SOLUSI PENDISIPLINAN SOPIR dan PENGURUS OPERASIONAL

7,494 views
Skip to first unread message

erwin...@gmail.com

unread,
Dec 20, 2013, 1:07:43 PM12/20/13
to supplychai...@googlegroups.com
Yth. rekan SCI,

Nama saya Erwin, saya butuh solusi untuk mendisiplinkan sopir dan Pengurus Operasional untuk perusahaan kami.

Kiranya teman2 ada yang dapat memberikan masukan bagi saya.

Terima kasih.

Kyatmaja Lookman

unread,
Dec 21, 2013, 1:47:09 AM12/21/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear Pak Erwin,

Memang saya juga harus terus terang mengurus makhluk yang namanya Sopir itu gampang2 susah. Sebenarnya lebih banyak susahnya dari gampangnya karena itu jika membeli kendaraan harus siap secara finansial dan secara mental. banyak perusahaan angkutan yang jatuh bangun karena ability mereka mengurus supir. banyak yang tutup juga setelah sekian lama bekerja karena sudah cape berurusan dengan supir. ada juga yang menyekolahkan anaknya setelah lulus mereka tidak mau melanjutkan bisnis trucking karena lagi yang namanya supir.

Jika kita telusuri background supir karakteristik mereka adalah sbb. kebanyakan dari mereka itu berpendidikan rendah SD maksimal SMA. diatas itu hampir jarang yang menjadi sopir. karena pekerjaan ini sungguh melelahkan apalagi dengan kemacetan di jawa yang sudah luar biasa sekali ini. kondisi working environment juga buruk karena ekspetasinya mereka ini makan di warung ketika kerja bukan di restoran (bisa2 ongkos tidak cukup). tidur juga di dalam mobil bukan di hotel. MCK di pom bensin atau warung. jadi ditambah keadaan seperti ini sekarang ini stress kerja sungguh sangat tinggi. bayaran yang demikian pas2 an dan keadaan kerja yang jelek tapi tanggung jawab yang sangat besar sekali.

value barang di satu mobil sekarang ini sudah bukan jutaan lagi. bisa ratusan juta bahkan bisa mencapai angka millyard. jika ambil sopir sembarangan barang satu truck bisa hilang. jika tidak hilang pendapatan tidak cukup atau karena desakan kebutuhan hidup sparepart yang ilang seperti ban, dinamo, dsb. saya tekankan berkali2 barang2 harus diasuransikan karena value barang semakin lama juga semakin mahal. karena kehilangan atau kerusakan barang karena force majour itu bukan tanggung jawab pengangkut dan harus dijelaskan lebih dulu sebelumnya.

dalam mengurus sopir saya selalu mengambil approach sebagai orang tua kepada anak (Tegas tapi penuh cinta). bukan co worker bukan pekerja. jadi saya menganggap sopir-sopir saya itu keluarga besar saya. sebagai orang tua yang mempunyai kurang lebih 300 anak dengan berbagai watak tugas kita memang sangat kompleks. saya sudah mencoba berbagai macam approach tetapi ini adalah cara yang paling berhasil kita terapkan. jadi saran saya jika Pak Erwin sudah berkeluarga dan mempunyai anak coba cara ini. buat saya berhasil. buat yang belom menikah mungkin menikah dulu ya. :) semoga sukses

Rgd,
Kyat



> Date: Fri, 20 Dec 2013 10:07:43 -0800
> From: erwin...@gmail.com
> To: supplychai...@googlegroups.com
> Subject: [SCI] BUTUH SOLUSI PENDISIPLINAN SOPIR dan PENGURUS OPERASIONAL
> --
> Mitra SCI:
> PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) adalah perusahaan ICT solution provider yang berpengalaman selama 25 tahun melayani lebih dari 1.900 pelanggan korporatnya dengan jasa Data Komunikasi, Internet dan Value Added Service (VAS)
> ---
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
> To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.
> For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.

sonson...@yahoo.com

unread,
Dec 21, 2013, 2:03:24 AM12/21/13
to supplychai...@googlegroups.com
luar biasa pak kyat ini :)
Kritisi dan saran2nya selalu tepat sasaran :)

Salam,
Sony
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Kyatmaja Lookman <kyat...@hotmail.com>
Date: Sat, 21 Dec 2013 13:47:09 +0700
Subject: RE: [SCI] BUTUH SOLUSI PENDISIPLINAN SOPIR dan PENGURUS OPERASIONAL

Era Transindo

unread,
Dec 21, 2013, 2:27:14 AM12/21/13
to supplychai...@googlegroups.com
lerwin,
belajarlah sama pak tata BBR , yang penting sopir hrs di gajih bener / cukup begitu juga pengurus.
kalau berusaha trucking hrs mengerti management truckking kalau tidak perusahan akan bangkrut
demikian nasehat gani dan telepon lah pak guru tata, semoga sukses kedepan
wass. gani

Hariyanto Salim

unread,
Dec 21, 2013, 2:11:30 AM12/21/13
to supplychai...@googlegroups.com

:)

Saya suka saran Pak Kyat yang terakhir.

Dalam mengelola manusia kadang system dan management saja tidak cukup. Approach juga penting karena manusia punya perasaan. System dan management umumnya tidak bisa mengakomodasi hal tersebut.

Kalau belum punya anak, bisa seperti kalau kita punya adik yang perlu dibimbing dan dibina. Hehehehe. Karena punya anak itu mahal lhow sekarang.

Mantab Pak Kyat.

R. Budi Setiawan

unread,
Dec 21, 2013, 2:53:54 AM12/21/13
to supplychai...@googlegroups.com

Pak Erwin, P Kyat dan rekan2 lainnya

Betul sekali kata P Kyat...
Ngurus supir itu sulit...harus banyak cara untuk menanganinya karena masalah budaya, kebiasaan, pendidikan, latar belakang dan lingkungan
Karena kontrol mereka juga sulit terkait dengan pekerjaannya yg ada dilapangan dengan keterbatasan jarak kontrol kita...

Saran saya...
1. Proses rekruitmennya harus benar dan standarnya harus jelas
2. Kita...terutama orang yg ngurusin supir harus tahu betul latar belakang mereka dan keluarganya...harus ada pendekatan..karena mereka adalah keluarga besar kita...
Klo staff di kantor kita tahu sampai detail....tapi klo supir kita tidak pernah tahu sampai detail
KTP dll bisa di buat...jadi belum tentu lokasi tinggalnya memang benar.
Sering kali kita menyepelekan hal ini...padahal ini penting
3. Harus bisa tarik ulur....terlalu deket juga kurang baik....terlalu jauh juga kurang baik
4. Motivasi dan bimbingan itu penting dan ini sulit serta memakan waktu...

Ingat....kita tidak akan tahu mereka itu baik atau tidak tanpa kita mengetahui betul tentang mereka

Pengalaman saya...
Pernah ada supir...masuk baik....bekerja baik...tapi kurun waktu tertentu kita lengah untuk kontrol, pendekatan dan pembinaan..
Ya....akhirnya...semen, pasir, dan mesin hilang ...yg ada dipinggir jalan cuman mobil tanpa mesin...

Mudah-mudahan bisa menambahkan apa yg disampaikan P Kyat..

Salam "Save Indonesia"

RBS

🚨🚨🚨 SAVE INDONESIA NOW 🚨🚨🚨

--

Kyatmaja Lookman

unread,
Dec 21, 2013, 4:23:49 AM12/21/13
to Supply Chain Indonesia

Dear Pak Erwin, Pak Sony, Pak Hariyanto, Pak Gani, etc,


Tanpa bermaksud menyinggung Pak Erwin,

Treat someone like you want to be treated. if you treat them as friend they will treat you as friend, if you treat them as family they will treat you as family, if you treat them as enemy they will treat you as enemy, if you treat them less than human: 

"People who treat other people as less than human must not be surprised when the bread they have cast on the waters comes floating back to them, poisoned. James A. Baldwin"

so treat them as you want them to treat you, dan menurut pengalaman saya disini ya family to family approach (parent to children)

hope it helps :) 

Rgd,
Kyat


Date: Fri, 20 Dec 2013 23:27:14 -0800
From: eratrans...@yahoo.com
Subject: Re: [SCI] BUTUH SOLUSI PENDISIPLINAN SOPIR dan PENGURUS OPERASIONAL
To: supplychai...@googlegroups.com

budiha...@gmail.com

unread,
Dec 21, 2013, 6:50:47 AM12/21/13
to Supply Chain Indonesia
Pak Erwin, Pak Kyat, Pak RBS ,Pak Gani, Pak Sony etc
Ijinkan sy sedikit memberi komentar perilaku sopir juga tidak lepas dr lingkungan antar mereka sendiri dimana kadang2 mereka bertemu dgn driver2 dr Persh lain dan membandingkan dgn kondisi mereka selama ini dan apabila mendapat pengaruh buruk tidak heran driver yg perilaku semula baik tiba2 berubah 180derajad.
Belum lagi pengaruh dengan kondisi di jalan bertemu dgn aparat baik seragam coklat atau biru yg rajin minta setoran kadang membuat mereka tambah stress tambah lagi kondisi kendaraan yg mungkin tidak muda lagi jd jika mereka hidup di jalan benar2 seperti menyabung nyawa mereka.
Maka peran Perusahaan tempat mereka bekerja benar2 diharapkan sbg oase & pelindung mereka.
Perusahaan harus memberikan training2 yg berkaitan dgn safety driver dan ujung2nya Pemerintah juga tidak bisa lepas tangan dari masalah ini maka mungkin pihak2 seperti Organda bisa juga memberikan solusi2 nya.
Demikian pendapat sy maaf jika ada yg tidak berkenan atau ada kekurangan.
Regards 
Budihari Nuryanto
From: Kyatmaja Lookman
Sent: Sabtu, 21 Desember 2013 18:21
To: Supply Chain Indonesia

erwin...@gmail.com

unread,
Dec 21, 2013, 1:21:31 PM12/21/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear Pak Kyat, Pak RBS ,Pak Gani, Pak Sony, Pak Budihari, etc.,

Terima kasih banyak atas input inputnya. Sangat bermanfaat sekali.

Bila boleh tau, nomor telepon pak Tata BBR berapa ya? Supaya saya juga bisa mendapatkan wejangan dari beliau.

Terima kasih sekali lagi atas masukan dari teman teman SCI sekalian.

carles carles

unread,
Dec 21, 2013, 9:06:50 PM12/21/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dan juga ada masukan dalam mengontrol mobil yang dalam hal punya ratusan unit misalnya. bagaimana mengontrol mobil dari yg namanya "ngompreng", ??

erwin...@gmail.com

unread,
Dec 22, 2013, 7:52:57 PM12/22/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear Era Transindo,

Kalo boleh tau, berapa ya nomor pak Tata BBR?


Terima kasih sebelumnya

Setijadi

unread,
Dec 22, 2013, 8:09:16 PM12/22/13
to supplychainindonesia
Pak Erwin,

Pak Tata Djuarsa dapat dihubungi melalui alamat email: tata.d...@bintangbaruraya.com. Beliau sangat baik dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman transportasi seperti yang beliau berikan dalam beberapa forum SCI.

Pada kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan SCI yang senantiasa berbaik hati dan berkenan berbagi melalui milis SCI ini.

Salam,
Setijadi

SUPPLY CHAIN INDONESIA
Education | Training | Consulting | Research | Development

www.SupplyChainIndonesia.com


2013/12/23 <erwin...@gmail.com>
Dear Era Transindo,

Kalo boleh tau, berapa ya nomor pak Tata BBR?


Terima kasih sebelumnya

Kyatmaja Lookman

unread,
Dec 22, 2013, 8:19:39 PM12/22/13
to Supply Chain Indonesia
Dear Temen2,

Ngompreng itu tidak terjadi jika kita terisi pulang dan pergi. Jadi ada muatan back haulage. Jika tidak ada muatan balik maka yang paling perlu diperhatikan adalah Lead Time kembali dan bisa lebih dikontrol lagi dengan pemasangan GPS. dengan menggunakan GPS dapat pula dipasangkan door sensor yang akan memberikan signal mengenai berapa kali pintu dibuka tutup dan dimana. semoga membantu.

Rgd,
Kyat


Date: Sat, 21 Dec 2013 18:06:50 -0800
From: carlesb...@gmail.com
To: supplychai...@googlegroups.com
Subject: [SCI] Re: BUTUH SOLUSI PENDISIPLINAN SOPIR dan PENGURUS OPERASIONAL


Dan juga ada masukan dalam mengontrol mobil yang dalam hal punya ratusan unit misalnya. bagaimana mengontrol mobil dari yg namanya "ngompreng", ??








Teguh Purwito (Personnel)

unread,
Dec 22, 2013, 8:41:12 PM12/22/13
to supplychai...@googlegroups.com
Pak Erwin,
Terkait hal tersebut saya rasa teman2 masih sulit memberi masukan, masalahnya yang mas Erwin utarakan masih bersifat general, sopir kantor, expedisi atau yang lain, dimana saya rasa akan beda metodenya, apalagi pengurusnya termasuk yg perlu di-disiplinkan

Rgds
teguh

Teguh Purwito (Personnel)

unread,
Dec 22, 2013, 8:52:58 PM12/22/13
to supplychai...@googlegroups.com
Sorry Pak Erwin,
Rupanya sudah banyak suhu transportasi yang memberi masukan brilliant, saya ketinggalan

Semoga sukses
Teguh

-----Original Message-----
From: supplychai...@googlegroups.com [mailto:supplychai...@googlegroups.com] On Behalf Of erwin...@gmail.com
Sent: Saturday, December 21, 2013 1:08 AM
To: supplychai...@googlegroups.com
Subject: [SCI] BUTUH SOLUSI PENDISIPLINAN SOPIR dan PENGURUS OPERASIONAL

Rudy Sangian

unread,
Dec 22, 2013, 9:39:12 PM12/22/13
to supplychai...@googlegroups.com
Saya pernah berbicara dengan Manager Operasional perusahaan/ pabrik dalam sebuah seminar yg diselenggarakan SCI di Hotel Haris Tebet bahwasannya seluruh armada truknya yang tadinya berteknologi GPS itu berakhir dengan seluruh asset armadanya dijual dan selanjutnya kegiatan transporter perusahaan ini selalu bermitra dengan Pihak Ketiga perusahaan truk.

Berikut adalah wawancara saya dgn Manager tsb:

1. Sewaktu asset truk belum dimitrakan maka GPS yg dipasang pada truk senantiasa dirusak oleh driver dan teman2nya dengan tujuan merasa "terganggu" jikalau termonitor.

2. Selanjutnya kegiatan transporter dimitrakan dan setiap tender kondisi kegiatan transporter berstatus kemitraan itu maka Pemberi Kerja meminta harus ada GPS pada setiap truk.

Selang waktu berjalan, perangkat GPS di setiap truk mengalami hal yang sama, yakni: rusak. Kemudian hal itu dilaporkan kepada Pemberi Pekerjaan dan berakhir excuse (alamiah) truk tanpa GPS.

3. Manager Operasional selalu disibukan dengan ulah driver, UMR dan lain-lain sehingga keputusan manajemen utk dimitrakan itu tidak menghasilkan kondisi maksimal dalam operasional logistik pengiriman barang.

Ketiga butir di atas sengaja saya lakukan secara self research discussion karena saya berkeinginan ingin menjual teknologi GPS, tracking cargo, manajemen in-out depo penerimaan pengeluaran barang di setiap kota/ propinsi, consolidator warehouse dan lain-lain.

Dari hasil di atas, maka saya merubah arsitektur sistem saya lebih ke arah perhitungan estimasi jarak tempuh di setiap titik depo dengan KPI dan koordinasi operator depo penerima dgn supir truk pembawanya itu mendekati ideal monitoring (bukan fully ideal monitoring) tetapi mendekati ideal monitoring.

Semua ini memberi indikator perenungan antara product system software, the how implementationnya berdasarkan mana yg bersifat ICT Project dan mana yg bersifat Change Management Project tidak terkecuali apapun mau itu di sektor angkutan, gudang sampai pelabuhan yg terkait dalam satu mataa rantai logistik pengiriman barang.

Software luar negeri itu sifatnya standard dan dibangun berdasarkan urat-urat teknologi budaya luar negeri.

Dari kasus di atas maka saya yakin anda sependapat dengan saya bahwa sisi cost-benefit analysis utk penerapan software luar negeri jika di-kustomisasi maka biaya kustomisasinya akan sama dengan jika anda bikin atau sudah ada yg dibuat oleh orang2 Indonesia sendiri mulai dari sektor pelabuhan, sektor angkutan dan sektor pergudangan.

Kenikmatan melakukan self research itu dapat mempertajam visi teknologi dan penerapannya.

Rgds
Rudy Sangian
081352660049
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Kyatmaja Lookman <kyat...@hotmail.com>
Date: Mon, 23 Dec 2013 08:19:39 +0700
To: Supply Chain Indonesia<supplychai...@googlegroups.com>
Subject: RE: [SCI] Re: BUTUH SOLUSI PENDISIPLINAN SOPIR dan PENGURUS OPERASIONAL

R. Budi Setiawan

unread,
Dec 22, 2013, 9:53:40 PM12/22/13
to supplychai...@googlegroups.com

P Carles

Seperti yg pak Kyat sampaikan....tentang kontrol masalah ngompreng..yaitu :
1. Metode penggunaan tehnologi sudah disampaikan P Kyat
2. Metode tradisional...kalo rute rutin lebih mudah dengan bapak merekrut tenaga part time dan bisa dipercaya sebagai pengawas yg di jalan yg tidak diketahui di lapangan oleh supir....dan diberi insentif jika ada informasi yg tepat..

Mudah2an bisa membantu

Tks
RBS

🚨🚨🚨 SAVE INDONESIA NOW 🚨🚨🚨

On Dec 23, 2013 8:04 AM, "carles carles" <carlesb...@gmail.com> wrote:
Dan juga ada masukan dalam mengontrol mobil yang dalam hal punya ratusan unit misalnya. bagaimana mengontrol mobil dari yg namanya "ngompreng", ??

--

Bortiandy Tobing

unread,
Dec 22, 2013, 10:23:33 PM12/22/13
to supplychai...@googlegroups.com

Pak Erwin dan P Charles,
Semua masukan dan sharing best practice dari pelaku logistic (P Kyat, Pak Gani, P Budi, P Haryanto, dll) sdh sangat bagus dan briliant.

Utk metoda dan teori terkait Bapak dapat juga mengikuti pelatihan "Driver Management" yang diselenggarakan oleh SCI.

Dalam hal ini, tentunya kita dihadapkan mengenai bagaimana kita mengelola manusia "touching people". Tidak cukup compensation dan benefit yg kita berikan. Smkn besar penghasilan, smkn besar pula pengeluaran, seiring perubahan life style termasuk juga untuk supir. TRUST adalah kunci utama dalam sukses menjalankan bisnis ini.

Selain saran dan masukan yg sdh diberikan oleh P Kyat, P Gani dan lainnya, leadership/gaya kepemimpinan dan budaya organisasi yg Bapak bangun sangat menentukan.

Saya yakin dan percaya, seluruh peserta milis akan bersedia untuk sharing melalui email ataupun telephone (termasuk P Tata), tinggal bgmn Bpk mengadopt-nya ke dalam perusahaan Bpk.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam Sukses,
Bortiandy Tobing
"Hidup adalah karya dalam perubahan"

Era Transindo

unread,
Dec 23, 2013, 3:17:52 AM12/23/13
to supplychai...@googlegroups.com
konco2 ku,
berbagai cara utk kontrol sopir dlm hal ini sebetrulnya kita balikin pertanyaan , kenapa sopir, mechanic, purchasing, marketing mau CURANG pd management ?? jawab singkat saja : GAJI NGAK CUKUP !!
bila kita tekanterus mrk semua maka setiap ada kesempatan buat curang/nakal maka mrk akan langsung kerjakan !!
secara hitung dagang bila berhitung ; mana untung atau ruginya ? atau + duit investasi beli alat2 kontrol dan lalu hrs mengerti komponen2 cost apa apa saja yg hrs dikontrol !! kenapa tidak dipikirkan juga KOMPENSASI UANG BONUS bila setiap dari manusia2 tsb meng efisiensi kan cost dpt bonus sekian rp.......( rangsangan utk kerja keras dan gaji naik secara halal & terhormat .
1. alat2 yg bisa kontrol yaitu pd dashboard ada KM .....perjalanan .
2. pakai GPS .
3. pakai rekaman CCTV dlm box , bisa lihat barang2 yg masuk - keluar box .
4. black box , rekaman semua oprsl kend.
demikian konco2 ku .
utk erwin , hp pak tata BBR 08174857948 , sorry baru balik dan baru baca email you .
wass gani

Era Transindo

unread,
Dec 23, 2013, 3:36:50 AM12/23/13
to supplychai...@googlegroups.com, acil Acil, ac...@indognt.com, Tarigan Gemilang DPU Angsuspel, Tata.d...@bintangbaruraya.com
r kyat,
bagi semua organda members !! cost control yg +  high cost .
utk MANUSIA hanya ada beberapa unsur PENTING agar org yg baik ( bukan yg bakatnya nakal , buang aja !!) tadi mau jujur dan kerja keras , beri gaji dan bonus yg pantas & cukup , pasti mrk ngak mau nakal/curang !!
personalia mrk2 yg tak benar, atau ikut main maka terjadilah masalah2 tsb.
management hrs koreksi dulu diri mrk .
pakailah kend. yg SAFETY, TEPAT, EKONOMIS utk oprsl mrk, tapi umumnya menurut gani 95% tak ada yg benar !!
mau diskusi mari kita duduk, kend. medium up saja secara safety hrs tinggalkan REM A.O.H.
secara ekonomis saja , kita lihat std truk yg ada , yg hrs kita beli, ngak ada TECHNOLOGY terkini , bukti lihat truk2 luar, dari negeri pembuat truk terkemuka, maka std Indo. kita simpulkan tak ekonomis utk di oprs. kenapa masih dipakai krn subsidi BBM besar, 120% harga di subsidi ( Rp. 5.500 ltr lihat non subsidi shell rp. 12.700.- )
bukti lain cost logistik 16 - 17% sedangkan BBM subsidi besar, di negeri maju 6 -8 % saja krn faktor2 ngak ekonomis / effisien tadi bukan hanya MACET , kend. tak berbanding saja !! tapi kita tak memakai design dan moda yg benar !!
gani selalu ingatkan tapi ngak ada yg berubah cuek saja !! omdo saja !!
program 24 - 7 - 365 mana bisa di terapkan TANPA DESIGN YG TEPAT !!
moda laut short sea shipping ( tripel S ) tapi semua cuek saja !!
energy GAS , ratusan kali gani dorong organda, cuek aja , next year kita buktikan , sido mulyo yg akan duluan dan bila pak Tata ber partner dgn gajah besar maka p. tata yg ke 2 krn partner udah ancar2 ke GAS .
demikian konco2 ku.
wass gani

carles carles

unread,
Dec 23, 2013, 4:24:28 AM12/23/13
to supplychai...@googlegroups.com
Terima kasih sekali kepada pak kyat, p.hari, p. budi dan rekan2 lain, karena sangat bermanfaat sekali untuk kita selaku pelaku bisnis ini khususnya pemain baru.
Sukses terus SCI. Untuk acara seminar yang diselenggarakan SCI kira2 mana yang sangat cocok untuk diikuti khususnya ekpedisi ini.

 
 

pratoyo

unread,
Dec 23, 2013, 12:16:21 PM12/23/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear pak gani dan rekan rekan..

Ijin saya ikut bersuara soal supir supir ini.
Ditempat saya ada armada truk 4 roda untuk pengiriman barang ke seluruh area jabodetabek, belum lama ini saya ikut terjun memonitor kondisi armada dan pemakaian bbm serta perilaku supir supir tersebut....karena ada indikasi penyelewengan solar dan performance yg kurang bagus dari supir supir itu (sulit diatur,milih milih rute, setelah pengiriman pertama selesai tidak mau mengirim untuk berikutnya, kadang mengancam untuk berhenti.

Langkah pertama, saya mengecek konsumsi solar setiap kendaraan..dan didapati hasilnya 1:2 - 1:3..sungguh terkejut saya mendapati hasil tersebut

Langkah ke 2, selama 2 bulan saya monitor konsumsi solarnya dengan sistem administrasi kemudian hasilnya di meetingkan dengan supir2 tersebut...dan saya minta baik baik untuk tidak curang dalam solar

Langkah ke 3, karena setelah meeting hasilnya tidak begitu membaik, saya pasangkan orang orang kepercayaan saya dari luar untuk ikut ke mobil masing masing dan hasil laporan melonjak drastis dari 1-2/1:3 menjadi 1/9-1:11.
Besoknya semua supir protes dan tidak ada yg masuk, saya kirimkan ultimatum kepada semua supir melalui sms bahwa dalam 1jam semua harus masuk, yang tidak masuk akan dianggap mengundurkan diri....ternyata mereka masuk dan langsung saya meeting dengan mereka.

Besoknya..semua berjalan dengan lebih baik.

Kesimpulan saya pribadi:
1.bicara gaji cukup, tidak akan ada pernah ada kata cukup, justru mereka harus diberikan penjelasan ttg pentingnya untuk tidak berperilaku konsumtif
Contohnya: ada supir yg berani kredit motor sekelas tiger/kawasaki,supir beristri 2, supir sering main perempuan dijalanan, minum2an keras, berjudi,merokok merk djisamsu refill yg 1 bungkus 15ribu,keluarganya sering jalan jalan ke mall dan makan kentucky dll,anaknya yang masih belum cukup umur sudah dikasih pakai motor dll
Bukannya bermaksud merendahkan namun hendaknya lebih bijaksana untuk menyesuaikan pendapatan dengan pengeluaran..tak akan pernah ada kata cukup bagi semua manusia dibumi.

 
2. Sudah dijelaskan bahwa tindakan mereka itu salah menurut agama dan hukum....karena sama saja dengan mencuri tapi malah mereka lebih galak dengan cara protes dan malas kerja (karena rit pertama itu hasilnya sudah 'lebih'untuk mereka)
padahal harusnya mereka MALU telah terbukti menipu dan merugikan perusahaan,
Cara berpikir yang arogan dan akhirnya harus ditundukkan dengan ketegasan.

3. Saya setuju dengan cara mendidik supir itu dengan cara seperti ayah dan anak, kadang diperlukan kekerasan dan kadang diperlukan kelembutan.
Adakalanya sang ayah harus berani mengusir anak tersebut bila sudah keterlaluan.

4. Sistem kontrol yang ketat dan kecurangan diminimalisir, seperti kata pak gani...managemen perlu mengkoreksi diri dan memperbaiki sistem managemennya sehingga angka kecurangan kecil dan dengan sendirinya, karakter supir yang curang,tidak produktif dll akan tereliminasi sendiri.

Ini hanyalah sedikit contoh nyata yang terjadi ditempat saya(tidak secara langsung berkaitan dgn topik ini),barangkali bisa jadi bahan masukan untuk pembelajaran rekan rekan..mohon maaf bila kurang berkenan.




Best regards,

Pratoyo

Sent from Samsung Mobile 

Sudiono

unread,
Dec 29, 2013, 8:58:08 PM12/29/13
to supplychai...@googlegroups.com
Trims Pak Gani an all Sharingnya

ther...@gmail.com

unread,
Apr 2, 2017, 9:37:53 PM4/2/17
to Supply Chain Indonesia, pra...@gmail.com
Saya juga pengusaha truk dengan armada 17 colt diesel dan fuso. Selama pengalaman saya 4 tahun berbisnis dalam angkutan truk, memang yang paling banyak faktor kendala kerja hanya di sopir, bahkan waktu saya selama 4 tahun hanya dihabiskan oleh sopir, untuk pekerjaan pun sulitnya bukan main dalam mengatur sopir ini lebih sulit dari mengatur manusia selain sopir.

Seperti yang di katakan Pak Kyat, dan Tedy memang menerapkan sebagai rekan kerja dan keluarga besar harus di lakukan, tetapi sesudah saya gunakan selama bertahun-tahun tetap saja tidak ada arti bagi para sopir. Kendala-kendala sopir yang saya hadapi:
1.Pemakaian ongkos angkut tanpa izin
Sering kali di temukan sopir yang memakai uang ongkos tanpa izin, bahkan dengan alasan membayar kredit rumah atau motor bahkan keperluan keluarga mereka yang melebihi dari karyawan kantoran dengan bergaji 3 juta / bulan, dan ketika mereka mulai megambil gaji, kebanyakan yang saya temukan para sopir tidak menerima karena kebanyakan bon mereka dari gaji. (NB: Surat hutang dibuat secara nota bon dan di mark oleh sopir)

Atau dengan alasan kehilangan uang angkut di jalan, sesudah diminta untuk membuat keterangan dari POLRES tetap saja yang di laporkan hanya SIM / KTP, uang tunai tidak dilaporkan, sesudah itu kedua kali untuk diantarkan karyawan beserta sopir ke POLRES dan tetap hasil yang sama. Sampai sayapun panggil pengacara, dengan di buat surat pernyataan, dan juga inti dari si sopir tidak mau membayar, dan mereka bekerja sewenang-wenang dan membuat provokasi.

2.Gaji yang tidak pernah cukup
Kalau dari bergaji tetap tidak bisa di dengar dari pendapat si sopir, mereka akan berkata tidak cukup termasuk ongkos jalan, semakin besar kita kasih, semakin besar juga pengeluaran sopir entah itu keluarga, wanita jalanan, alkohol, dll.

3.Malas bekerja
Sopir lebih senang bermain dijalanan dan tidak memikirkan kelangsungan perusahaan, entah itu meningkat atau menurun mereka hanya memikirkan diri sendiri dan kemalasan satu sopir bisa merambat ke sopir lain. Mereka akan berkata dengan berbagai alasan seperti badan sakit, ngantuk, keperluan keluarga, jalan rusak, bahkan mematikan ponsel.
Sesudah diberi teguran, mereka bukan berubah melainkan semakin malas. Satu-satunya cara saya marah dengan kasar dilakukan dengan terpaksa, atau di berhentikan secara tiba-tiba. Dan ke esokan harinya lebih dari separuh sopir tidak turun (demo secara tidak langsung) dan laginya semua kerjaan terhambat oleh si sopir. Bahkan saya juga pernah mendapatkan ancaman dari sopir akan berhenti secara massal, tetapi itu hanyalah ancaman, dan lagi2 mereka bekerja dengan sesuka mereka.

4.Provokasi
Di antara banyak karyawan pasti ada minoritas yang dapat memprovokasi mayoritas, dan tentu saya si provokasi akan di berhentikan, sesudah di berhentikan tetap saja ada karyawan baru dan akan timbul provokasi yang baru juga, dan hal ini memang sulit. Saya sudah lakukan berbagai cara tetapi tetap ada yang namanya provokasi.

5.Pemakaian barang gelap, dan mencuri
Seperti minyak mentah yang dipakai si sopir menurut pengalaman saya, mereka akan berkata kebutuhan mereka besar jadi terpaksa memakai minyak mentah (Secara logis uang jalan sudah memenuhi untuk operasional armada) tetapi si sopir beranggapan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan dia. Atau mereka akan mencuri barang spare part mobil, dan nanti dengan alasan hilang di jalan, secara logika tidak masuk akal. Contoh knalpot, ban serep, kelengkapan interior, dll. Termasuk barang yang berada di dalam bak mobil, sangat beresiko besar.
Dan saya melakukan tindakan tegas dengan cara hukum yang berlaku. Dan lagi-lagi merugikan perusahaan, melakukan cara hukum tentu saja biaya perusahaan harus keluar untuk proses hukum termasuk biaya pengacara.

Seperti pak Kyta berkata sopir berpendidikan SD sampai SMA, jadi memang benar dengan kualitas manusia berpendidikan rendah mereka hanya memikirkan kepentingan mereka, dan bahkan mereka sangat sulit untuk di ajak cooperative dengan perusahaan. Semakin bertambah armada, semakin bertambah penghasilan, bertambah juga kesiapkan mental karena bisa menguntungkan atau merugikan, serta resiko dalam menghadapi sopir, karena semakin bertambah armada semkain bertambah sopir-sopir tentunya juga dengan tingkah berinovasi.

Memang dalam usaha ini perlu dukungan keluarga dan kerabat dekat sangat menentukan untuk terus maju. Jujur saja mengatur sopir lebih sulit dari pada dalam bidang militer komando mengatur anak didikannya. Karena dalam militer tidak terlihat secara real kerugian keuangan, bila anak didikan gagal bisa di keluarkan.
Sedangkan kita memberhentikan sopir akibat tidak memenuhi keingingan kita secara tiba-tiba, mereka akan mengajak sopir lain untuk berhenti bekerja dan masuk ke perusahaan lain.

Inilah pengalaman kerja saya, semoga kita dapat saling sharing, saling menguatkan dan saling berbagi pendapat solusi jalan keluar.

Peter Syaiful

unread,
Apr 4, 2017, 2:40:30 AM4/4/17
to supplychai...@googlegroups.com

Selamat sore... terima kasih atas sharing dari therecon8 :-))

Saya sebagai penyedia IT services (SAP ERP and mobile apps)  dan sering mendengar keluhan yang sama mengenai sopir..

Dan memang yang paling susah itu ngatur manusia... Mungkin ada teman2 pelaku di industry logistic yang mau sharing solusi buat ini? Saya sangat tertarik untuk mengikuti..

Sekali lagi terima kasih. Semoga secepatnya ada solusi yang win2 buat ini.

--
Mitra SCI:
- PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melayani masyarakat dalam urusan jasa kepabeanan terutama import atas kiriman peka waktu melalui gudang 'Rush Handling'. Kehandalan dan komitmen JNE ini terbukti dengan diraihnya berbagai bentuk penghargaan serta sertifikasi ISO 9001:2008 atas sistem manajemen mutu.
- Logistics & Supply Chain Center (LOGIC) - Universitas Widyatama Bandung

---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.

nanda widzan

unread,
Apr 4, 2017, 2:40:31 AM4/4/17
to supplychai...@googlegroups.com, pra...@gmail.com
Dear Bapak,

Sopir di tempat saya, malah lebih banyak.
+/- 472 supir.
1. Saat masuk kerja sudah dibuatkan perjanjian. No strike no union.
2. Tidak ada uang lembur.
3. Bensin menggunakan kartu flazz.
4. Toll menggunakan e money.
5. uang bongkar di transfer ke customer (nego dengan ketua spsi by phone).
6. ban di stempel & di catat julian date pembuatan ban.
7. Accu pakai permanent spidol (tanggal pembelian)
8. Enggak masuk 1 hari potong gaji & lembur.
9. Yang bandel, sikat langsung.
10. Gaji diatas umr dikit karena gak ada lembur.
11. Hilang barang, ganti uang atau lapor kepolisian.
12. Ada nomor keluarga yang bisa dihubungi.
13. Melanggar peraturan perusahaan, SP1 dst.
14. Jangan ragu buat ganti supir. HRD harus punya banyak kandidat. setiap hari lowongan supir di buka.
15. Database supir juga ada, jangan sampai yang kemarin nakal, masuk lagi.
16. masih banyak cara lagi. karena ada pendekatan religi & informal lainnya.
Jika ada wkatu kita bisa share.

Terima kasih.
salam,

nanda


--
Mitra SCI:
- PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melayani masyarakat dalam urusan jasa kepabeanan terutama import atas kiriman peka waktu melalui gudang 'Rush Handling'. Kehandalan dan komitmen JNE ini terbukti dengan diraihnya berbagai bentuk penghargaan serta sertifikasi ISO 9001:2008 atas sistem manajemen mutu.
- Logistics & Supply Chain Center (LOGIC) - Universitas Widyatama Bandung
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.


Peter Syaiful

unread,
Apr 4, 2017, 6:28:44 AM4/4/17
to supplychai...@googlegroups.com
Menarik sekali Bu Nanda, hebaaat.... sharing yang bagus sekali....
Ngomong2 untuk mengatur pemeliharaan truknya yang jumlahnya sdh ratusan tersebut bagaimana Bu Nanda?

terima kasih

salam Sukses selalu.
peter

Ferry Sambodo

unread,
Apr 4, 2017, 6:28:49 AM4/4/17
to supplychai...@googlegroups.com
Saya rasa perlu  ada sekolah khusus calon  pengemudi angkutan umum  Bus dan truck selain dididik  keahliannya  Juga dididik  attitudenya. Belum ada  itu  di  Indonesia
Salam
Ferry 

To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindonesia+unsub...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychainindonesia@googlegroups.com.

--
Mitra SCI:
- PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melayani masyarakat dalam urusan jasa kepabeanan terutama import atas kiriman peka waktu melalui gudang 'Rush Handling'. Kehandalan dan komitmen JNE ini terbukti dengan diraihnya berbagai bentuk penghargaan serta sertifikasi ISO 9001:2008 atas sistem manajemen mutu.
- Logistics & Supply Chain Center (LOGIC) - Universitas Widyatama Bandung
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindonesia+unsub...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychainindonesia@googlegroups.com.

Tnt Acil

unread,
Apr 4, 2017, 9:45:18 PM4/4/17
to supplychai...@googlegroups.com

Dear All...

Sedikit sharing juga buat teman teman....

Beberapa waktu Lalu kami di Aptrindo sdh menggagas sertifikasi dan training driver...namun ini bagi yg sdh memenuhi kualifikasi atau yg sdh existing.. Nah untuk yg masih belum,  bahkan yg belum direkrut bagaimana?...hal ini juga sdh kami diskusikan di Aptrindo bahwa akan melakukan kerjasama dengan instusi lain ( dalam hal ini tni)  melalui unit 2 recruitment dan pelatihan yg Ada...
Hal ini di dasari dari bahwa institusi tersebut diyakini bisa memberikan pendidikan kedisiplinan, tanggung jawab dst....

Seperti hal nya satpam atau tenaga sekuriti.. Saat ini di Lakukan recruitment dan pelatihan oleh institusi tni atau polri ( purnawirawan)  dan terbukti BERHASIL...

Memang tdk sama tenaga sekuriti dgn sopir, namun utk di ingat bahwa di institusi tni Ada bagian yg berhubungan dengan sopir Dan angkutan....

Secara umum dapat kita lihat bahwa jika dalam hal ini di bantu dan di backup Ada beberapa point yg didapat :
1. Yg direkrut pasti sdh di ketahui asal usulan, latar belakang ,  lingkungan dan keluarga nya.
2. Diberikan pelatihan dan kemampuan mengemudi
3. Diberikan pelatihan dan Pengetahuan teknis dan keselamatan.
4. Diberikan pendidikan disiplin,  tanggung jawab dst..

Dari hal diatas semua,  setelah di komunikasikan dan didiskusikan, gagasan tersebut di sambut baik oleh tni tepat nya diklat tni cimahi..

Nah selanjutnya kita tinggal menambah Pengetahuan dan keterampilan para driver dengan memberikan training,  pelatihan dan sertifikasi serta hal lain nya yg berhubungan dan berujung kepada kesejahteraan dan kelayakan hidup driver kita...

Rgds :

Acil

nanda widzan

unread,
Apr 5, 2017, 3:35:46 AM4/5/17
to supplychai...@googlegroups.com
Gampang pak Peter
semua ada log dalam system, system akan membuat warning jika km atau waktu..mana yang lebih dahulu.
tetapi sebelumnya driver ketika request uang harus melakukan input km awal & saat realisasi juga input km akhir.
Uang tidak akan cair bila tidak ada km awal & klaim tidak diakui jika tidak input km akhir.
setiap hari ada pop up ke email general affair.
Termasuk di dalamnya perpanjangan STNK, KIR & ijin bongkar muat.

salam,

nanda


--
Mitra SCI:
- PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melayani masyarakat dalam urusan jasa kepabeanan terutama import atas kiriman peka waktu melalui gudang 'Rush Handling'. Kehandalan dan komitmen JNE ini terbukti dengan diraihnya berbagai bentuk penghargaan serta sertifikasi ISO 9001:2008 atas sistem manajemen mutu.
- Logistics & Supply Chain Center (LOGIC) - Universitas Widyatama Bandung
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.

septian adiputra

unread,
Apr 5, 2017, 3:35:53 AM4/5/17
to supplychai...@googlegroups.com
dear All,

sekedar sharing dan masukan dimana win - win solution diterapkan, namun untuk merumuskan hal tersebut alangkah baiknya setelah di training dan sebagainya (pelatihan kepemimpinan, dan tanggung jawab) dari aptrindo perusahaan turut serta membangun jaminan dan kesejahteraan mereka.
sebagai perbandingan seperti halnya pungli yang ada di instansi pemerintah dki gaji mereka naik dan tidak berikan ampun kepada yang bermain (tegas), dan hal ini terlihat nyata perbedaannya.

untuk merumuskan win - win solution baiknya perusahaan merumuskan hal di bawah ini :
1. Leader driver division jakarta yang terdiri dari 1 kepala membawahi 5 anak  buah, begitupun untuk daerah lain.
2. menerapkan form keluhan atau masukan dari para driver apa keluhan dan kekurangan mereka diluar gaji dan pendapatan kepada tiap leader driver yang mewakili daerahnya masing2.
3. menerapkan KPI bagi para driver yang sudah terlatih dan memiliki sertifikasi, sehingga kita tau bagaimana perform mereka dan dimana kekurangannya.

rangkul mereka sebagai ujung tombak perusahaan selain sales, kurangi gap antar perusahaan dengan driver karna itu akan mempengaruhi kenyamanan dan status mereka bagi perusahaan. untuk selanjutnya mengorganizir kita hanya perlu untuk mengatur setiap head division driver dan berikan kepada mereka hak untuk mencari bawahannya yang sejalan dengannya.

warm regards,
septian adiputra

--

Peter Syaiful

unread,
Apr 5, 2017, 3:36:04 AM4/5/17
to supplychai...@googlegroups.com

Menarik sekali pendekatan yang dilakukan oleh saudara Acil... dan menurut pendapat saya memang ada benarnya.. seperti yang kita ketahui... keberhasilan sebuah angkatan bersenjata dlm peperangan juga sangat tergantung pada system logistiknya.. dan tentunya keberhasilan tsb tidak lepas dari supir yang baik kali yaa hahaha

Dan satu hal lagi... memang apapun kerjaannya.. ujung2nya sich uang... dan seperti sharing sebelumnya dari Bu Nanda... paling gak supir harus punya pendapatan tetap diatas UMR sedikitlah istilah bu Nanda :-) (tolong koreksi kalau saya salah).

Terima kasih atas sharing dari Pak Acil. Mudah2an dapat membawa manfaat kepada kita semua..

Sharing teman2 diharapkan dapat membuat system logistik kita menjadi unggul.

Salam,

peter

--
Mitra SCI:
- PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melayani masyarakat dalam urusan jasa kepabeanan terutama import atas kiriman peka waktu melalui gudang 'Rush Handling'. Kehandalan dan komitmen JNE ini terbukti dengan diraihnya berbagai bentuk penghargaan serta sertifikasi ISO 9001:2008 atas sistem manajemen mutu.
- Logistics & Supply Chain Center (LOGIC) - Universitas Widyatama Bandung
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.

Dumoli HM Sirait

unread,
Apr 5, 2017, 10:29:38 PM4/5/17
to supplychai...@googlegroups.com
apakah ada standarsasi supir dan sertifikasi supir ??

Sudah saatnya supir dilakukan sertifikasi, sehingga supir menjadi pekerjaan yang menjanjikan dan memang harus diberikan REWARD and PUNISHMENT yang seimbang.

Supir menjadi profesi,

--
Mitra SCI:
- PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melayani masyarakat dalam urusan jasa kepabeanan terutama import atas kiriman peka waktu melalui gudang 'Rush Handling'. Kehandalan dan komitmen JNE ini terbukti dengan diraihnya berbagai bentuk penghargaan serta sertifikasi ISO 9001:2008 atas sistem manajemen mutu.
- Logistics & Supply Chain Center (LOGIC) - Universitas Widyatama Bandung
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindonesia+unsub...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychainindonesia@googlegroups.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

nanda widzan

unread,
Apr 6, 2017, 9:18:16 PM4/6/17
to supplychai...@googlegroups.com
Dear All,

dapat supir sim B2 yang gak neko-neko saja sudah susah.  Mereka buat dapat sim B2 itu bayarnya mahal.
Kecuali perusahaan mau keluarin uang buat training & sertifikasi. Sudah dapat kabur deh mereka.
Terima kasih.
salam,

nanda



To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages