--
Mitra SCI:
- PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) adalah perusahaan ICT solution provider yang berpengalaman selama 25 tahun melayani lebih dari 1.900 pelanggan korporatnya dengan jasa Data Komunikasi, Internet dan Value Added Service (VAS)
- Logistics & Supply Chain Center (LOGIC) - Universitas Widyatama Bandung
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to supplychainindon...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/supplychainindonesia.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
Beberapa hal yang sudah kita ketahui adalah:
· Pesoalan mendasar yang hendak dijawab adalah ketersediaan ikan (jenis dan volume), mutu, dan disparitas harga di sentra produksi dan sentra konsumen.
· Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan bertugas dalam pelaksanaan kebijakan di bidang penguatan daya saing dan sistem logistik produk kelautan dan perikanan, pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan kebijakan penguatan daya saing dan sistem logistik produk kelautan dan perikanan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang peningkatan sistem logistik produk kelautan dan perikanan, dan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang peningkatan sistem logistik produk kelautan dan perikanan.
· Telah diterbitkan Peraturan Menteri KP No. 5 tahun 2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (http://peraturan.bkpm.go.id/jdih/lampiran/5_PERMEN_KP2014.pdf) dalam rangka pemenuhan konsumsi ikan dan industri pengolahan ikan melalui jaminan terhadap pengadaan, penyimpanan, transportasi, dan distribusi ikan dan produk perikanan, serta bahan dan alat produksi.
· Sistem Logistik Ikan Nasional, yang selanjutnya disingkat SLIN adalah sistem manajemen rantai pasokan ikan dan produk perikanan, bahan dan alat produksi, serta informasi mulai dari pengadaan, penyimpanan, sampai dengan distribusi, sebagai suatu kesatuan dari kebijakan untuk meningkatkan kapasitas dan stabilisasi sistem produksi perikanan huluhilir, pengendalian disparitas harga, serta untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.
· Strategi SLIN meliputi:
o Pengelolaan produksi dan pemasaran di bidang perikanan;
o Penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana di bidang perikanan;
o Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perikanan;
o Pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang perikanan;
o Pengembangan jasa logistik di bidang perikanan; dan
o Pengembangan kelembagaan di bidang perikanan.
Apa yang menjadi masalah di lapangan?
· Tidak adanya perhatian atau upaya dari PemKab/PemKot dalam menjaga sumberdaya perikanan dan kelautan mulai dari hulu sampai ke hilir. Perlu adanya pemetaan dan pembinaan sesuai dengan amanah SLIN. Ini yang harus diperkuat dulu.
· Tidak adanya RTRW pantai dan laut yang mengatur peruntukan wilayah untuk budidaya, tangkap, dan konservasi.
· Nelayan yang sangat lemah daya tawarnya sehingga menjadi alat produksi yang dieksploitasi. Perlu upaya penguatan kelembagaan dan pemberdayaan nelayan. Ini tidak sulit asalkan dilakukan secara konsisten dan melibatkan LSM dan kelembagaan desa.
· SLIN hanya mengatur untuk permintaan domestik dan belum permintaan luar negeri.
· Belum adanya insentif untuk bisnis lokal maupun jasa logistik perikanan untuk melakukan ekspansi penangkapan antara 5 mil sampai ZEE.
· Pengembangan aliran ikan belum tertata mulai dari penangkapan sampai dengan penyaluran. Ini memerlukan pemetaan sampai semua titik kritis di sepanjang rantai pasokan ini dapat terhubung dan pembangunan infrastruktur dapat mendukung tercapainya tujuan penyediaan, harga yang stabil, sampai mutu yang aman.
· Perlunya pelaksanaan praktik penangkapan yang berkelanjutan yang menjaga ketersediaan sumberdaya dan keanekaragaman sumberdaya KP.
· Perbaikaan jasa logistik ikan, jasa penyimpanan dingin, prosedur lelang ikan, penyediaan kredit untuk nelayan, pembinaan jasa informasi dan sanitasi.
· Pendirian taman logistik ikan yang menghubungkan antara sentra produksi atau budidaya ke sentra pengolahan (produk akhir) berserta dengan infrastruktur pendukung antara lain PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera) dengan daya tampung di atas 200 kalap, depot BBM, tempat pelelangan ikan, lokasi dermaga, unit galangan kapal, unit pabrik es, unit cold storage, aliran listrik, dan air bersih.
· Penerapan teknologi kemampulacakan (traceability)
· Sistem informasi untuk komunikasi, pemantauan mutu produk dan keamanan produk, informasi pelanggan, informasi harga, perencanaan angkutan, informasi pengiriman, penjejakan (tracking), keselamatan kargo, dan efisiensi dan mutu layanan.
· Peningkatan kampanye gemar makan ikan.