[Diskusi Januari 2013] Sistem Logistik

483 views
Skip to first unread message

Setijadi Adjhari

unread,
Jan 6, 2013, 8:40:23 PM1/6/13
to supplychainindonesia

SISTEM LOGISTIK

 

Logistik atau manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang merencanakan, mengimplementasikan, dan mengendalikan efisiensi dan efektivitas aliran dan penyimpanan barang, jasa, dan informasi terkait dari titik awal sampai ke titik konsumsi untuk memenuhi keperluan pelanggan (Council of Logistics Management (CLM), 1986).

 

Pada prinsipnya, dalam suatu sistem logistik terdapat dua aliran utama. Aliran pertama adalah aliran barang dari pemasok, ke pabrik atau manufakturing, hingga ke pelanggan. Berlawanan dengan aliran barang, terdapat aliran informasi yang mengalir dari pelanggan, ke pabrik, hingga ke pemasok. Selain memperhatikan aliran barang, manajemen logistik juga memperhatikan proses penyimpanan barang tersebut.

 

Sebagai sebuah sistem, logistik terdiri atas beberapa subsistem atau komponen-komponen utama, yaitu Persediaan, Pergudangan, Transportasi, dan Sistem Informasi. Komponen-komponen sistem logistik tersebut saling terkait.

 

Berikut ini adalah penjelasan singkat masing-masing komponen tersebut.

 

1. Persediaan

Persediaan (inventory)  adalah stok atau item-item yang digunakan untuk mendukung produksi (bahan baku dan barang setengah jadi), kegiatan-kegiatan (perawatan, perbaikan, dan operating supplies), dan pelayanan pelanggan (barang jadi dan suku cadang). Dalam theory of contraints, item-item tersebut dibeli untuk dijual kembali, mencakup barang jadi, barang setengah jadi, dan bahan baku (APICS Dictionary, 10th ed.)

 

Keberadaan persediaan berdampak terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Namun demikian, persediaan harus diadakan dengan beberapa alasan, yaitu: (1) economies of scale, yaitu pengadaan akan bersifat ekonomis jika mencapai jumlah tertentu, (2) keseimbangan jumlah pasokan dan permintaan, (3) spesialisasi, (4) melindungi dari ketidakpastian, dan (5) sebagai penyangga (buffer) sepanjang rantai pasok.

 

Persediaan dapat dibedakan atas beberapa jenis atau tipe, yaitu: persediaan siklus (cycle stock), persediaan in-transit, persediaan pengaman atau penyangga (safety atau buffer stock), persediaan spekulatif (speculative stock), persediaan musiman (seasonal stock), dan dead stock.

 

Konsekuensi dari adanya persediaan adalah munculnya biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Biaya utama persediaan dapat dibedakan atas: inventory carrying costs, order/setup costs, expected stock-out costs, dan in-transit inventory carrying costs.

Inventory carrying costs mencakup: biaya modal (capital cost), biaya ruang penyimpanan (storage space cost), biaya pelayanan persediaan (inventory service cost), dan biaya risiko persediaan (inventory risk cost).

 

Jumlah persediaan harus dikelola pada suatu tingkat yang optimal. Jumlah persediaan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan berdampak terhadap biaya atau risiko tertentu. Jumlah atau tingkat persediaan yang tinggi memang memberikan beberapa keuntungan, seperti jaminan terpenuhinya pasokan untuk kegiatan produksi atau pemenuhan permintaan pelanggan. Namun, konsekuensi dari tingkat persediaan yang tinggi adalah biaya besar yang harus ditanggung, baik biaya modal maupun biaya risiko persediaan. Risiko persediaan mencakup risiko-risiko: kehilangan, kerusakan, dan keusangan (obsolescence).

 

Dengan jumlah atau tingkat persediaan yang rendah, berarti biaya modal yang dikeluarkan juga rendah.  Namun, jumlah atau tingkat persediaan yang rendah berdampak terhadap jaminan pasokan yang rendah untuk produksi dan pemenuhan permintaan pelanggan. Apabila produksi dan pemenuhan permintaan pelanggan terganggu, maka terjadi kehilangan peluang penjualan (lost of sales) hingga kehilangan pelanggan (lost of customers).

 

2. Pergudangan

Gudang merupakan fasilitas penting dalam sistem logistik yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat penyimpanan barang atau produk. Barang atau produk disimpan sementara waktu sebelum digunakan atau dikirimkan ke tempat yang membutuhkan.

 

Dalam sistem pergudangan terdapat tiga kegiatan utama penanganan barang, yaitu di bagian penerimaan, di dalam gudang, dan di bagian pengiriman. Penanganan barang tersebut membutuhkan berbagai metode dan peralatan.

 

Fungsi gudang dapat dibedakan sebagai terminal konsolidasi, pusat distribusi, break-bulk operation, in-transit mixing, dan cross-dock operation.

- Terminal konsolidasi: gudang digunakan untuk mengumpulkan beberapa macam barang dari masing-masing sumber untuk selanjutnya dikirimkan ke tempat tujuan.

- Pusat distribusi: gudang digunakan untuk mengumpulkan beberapa macam barang dari masing-masing sumber untuk selanjutnya dikirimkan ke beberapa tempat tujuan.

- Break-bulk operation: gudang digunakan untuk menerima barang atau produk dalam jumlah atau volume besar, kemudian dipecah-pecah atau dibagi-bagi dalam jumlah atau volume yang lebih kecil dan selanjutnya dikirimkan ke beberapa tempat tujuan.

- In-transit mixing: gudang digunakan untuk menerima atau mengumpulkan beberapa macam barang dari masing-masing sumber, kemudian dibagi-bagi dan digabungkan atau dikombinasikan dengan variasi jenis dan jumlah yang sesuai dengan masing-masing permintaan, serta selanjutnya dikirimkan ke beberapa tempat tujuan (asal permintaan) masing-masing tersebut.

- Cross-dock operation: gudang digunakan untuk menerima barang atau produk dari masing-masing sumber untuk selanjutnya segera dikirimkan ke tempat tujuan masing-masing tanpa mengalami proses penyimpanan di gudang tersebut.

 

Hal penting berkaitan dengan gudang adalah penentuan jumlah, lokasi, dan kapasitas. Jumlah gudang harus dipertimbangkan secara optimal. Selain akan mempengaruhi biaya operasional, jumlah gudang akan mempengaruhi pula pola, frekuensi, dan biaya transportasi. Lokasi dipertimbangkan dengan mempertimbangkan akses, baik akses dari tempat-tempat pasokan maupun akses ke tempat-tempat permintaan atau tujuan. Kapasitas gudang berkaitan dengan jumlah dan dimensi barang atau produk yang akan disimpan. Semua hal yang dipertimbangkan tersebut akan mempengaruhi kinerja pergudangan maupun sistem logistik secara keseluruhan.

 

3. Transportasi

Dalam sistem logistik, transportasi berperan dalam perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian aktivitas yang berkaitan dengan moda, vendor, dan pemindahan persediaan masuk dan keluar suatu organisasi.

 

Pemilihan moda merupakan permasalahan yang penting. Pemilihan moda dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti kondisi geografis, kapasitas, frekuensi, biaya (tarif), kapasitas, availabilitas, kualitas pelayanan dan reliabilitas (waktu pengiriman, variabilitas, reputasi, dll.). Secara umum, moda transportasi dibedakan atas kereta api, truk, transportasi air, transportasi udara, dan pipa.

 

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam transportasi adalah mengenai local pickup and delivery serta long-haul movements. Perusahaan terkait biasanya memperhatikan perbedaan karakteristik jangkauan atau jarak ini dengan strategi transportasi yang berbeda. Untuk local pickup and delivery, perusahaan biasanya menggunakan armada sendiri. Untuk long-haul movements, biasanya menggunakan outsourcing kepada penyedia jasa logistik (third-party logistics provider).

 

Dalam transportasi, pertimbangan ekonomis mencakup jarak, volume berat, kepadatan (density), dan bentuk (stowability). Pertambahan jarak, misalnya, akan berakibat bertambahnya biaya. Namun, pertambahan jarak tidak berbanding lurus dengan pertambahan biaya. Pertambahan biaya ini cenderung akan berkurang ketika jarak terus bertambah.

 

Volume berat barang atau produk akan mempengaruhi ekonomisasi transportasi, yaitu biaya per satuan berat barang. Semakin berat barang, maka biaya per satuan berat barang akan cenderung semakin murah.

 

Tingkat kepadatan dan kemudahan bentuk barang atau produk untuk disusun dalam moda transportasi juga akan mempengaruhi ekonomisasi transportasi. Semakin mudah penyusunan barang atau produk tersebut berarti transportasi semakin ekonomis, karena barang atau produk tersebut akan semakin memaksimalkan penggunaan kapasitas moda.

 

4. Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan saling keterkaitan perangkat keras dan perangkat lunak komputer dengan orang dan proses yang dirancang untuk pengumpulan, pemrosesan, dan diseminasi informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengendalian (APICS Dictionary, 10th ed.)

 

Sistem informasi diperlukan untuk mengintegrasikan komponen-komponen dan kegiatan-kegiatan dalam sistem logistik. Efektivitas proses-proses dalam sistem logistik sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang digunakan. Kualitas informasi dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu: (1) ketersediaan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan terbaik, (2) keakuratan informasi, (3) efektivitas komunikasi.


Semoga bermanfaat.

Salam,
Setijadi

SUPPLY CHAIN INDONESIA
Education | Training | Consulting | Research | Development

www.SupplyChainIndonesia.com

achmad bahauddin

unread,
Jan 7, 2013, 12:36:00 PM1/7/13
to supplychai...@googlegroups.com
Kalau Purchasing apakah tidak termasuk bagian Logistik?



From: Setijadi Adjhari <seti...@supplychainindonesia.com>
To: supplychainindonesia <supplychai...@googlegroups.com>
Sent: Monday, January 7, 2013 8:40 AM
Subject: [SCI] [Diskusi Januari 2013] Sistem Logistik

--
Mitra SCI:
PT Enseval Putera Megatrading, Tbk., PT Wira Logitama Saksama,
PT CEVA Logistics Indonesia, PT Sistim Solusindo International (Schaefer Indonesia), Logistics & Supply Chain Center - Widyatama University
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Supply Chain Indonesia" group.
To post to this group, send email to supplychai...@googlegroups.com.
To unsubscribe from this group, send email to supplychainindon...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/supplychainindonesia?hl=en.
 
 


Setijadi Adjhari

unread,
Jan 7, 2013, 7:13:22 PM1/7/13
to supplychai...@googlegroups.com
Pak Achmad Bahauddin,

Terima kasih telah mengingatkan... Benar sekali Pak, purchasing merupakan salah satu bagian penting dari sistem logistik.

Dalam prosesnya, sistem logistik bisa kita bagi atas tiga bagian, yaitu:
1. Inbound logistics
Inbound logistics merupakan aliran masuk yang mencakup kegiatan purchasing/procurement. Jadi, aliran barang dari supplier ke perusahaan tersebut.

Istilah lain untuk inbound logistics adalah material management.

2. Storage

Storage adalah kegiatan penyimpanan untuk sementara waktu, baik penyimpanan dalam bentuk raw material, work-in-process, atau finished goods.

3. Outbound logistics

Outbound logistics merupakan aliran keluar yang mencakup kegiatan pengiriman barang dari suatu level perusahaan atau dari suatu lokasi, Kegiatan outbound logistics misalnya pengiriman dari gudang bahan baku ke bagian produksi, pengiriman produk jadi dari manufaktur ke retailer.

Outbound logistics disebut juga physical distribution.

Jika kita membagi logistik atas aliran (flow) dan penyimpanan (storage), maka aliran tersebut adalah inbound logistics dan outbound logistics. Aliran-aliran ini bisa berupa aliran internal, maupun eksternal perusahaan.

Ada rekan-rekan yang berkenan menambahkan?


Salam,
Setijadi

SUPPLY CHAIN INDONESIA
Education | Training | Consulting | Research | Development

www.SupplyChainIndonesia.com



2013/1/8 achmad bahauddin <ibnum...@yahoo.com>



--

febr...@gmail.com

unread,
Jan 7, 2013, 9:38:04 PM1/7/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear Member,

Rasa-nya kurang tepat kalau "Purchasing" itu di kategorikan sebagai bagian dari Logistics.

Perlu kita ingat kalau kita bicara logistics artinya kita bicara sebuah process "Physical" function.

Menurut hemat saya purchasing itu lebih tepat-nya masuk dalam ranah Supply Chain.

Di dalam supply chain kita akan lebih bicara tentang sebuah process "Business" function

Di dlm supply chain itu sendiri terdiri dari 5 elemen dasar, yaitu :
Plan, Make, Source, Delivery, and Return.

Di dalam business function "Source" disanalah ranah purchasing dan procurement terjadi.

So, mari kita luruskan lagi, jangan-lah kita meng-campur aduk antara logistics dan supply chain.

Kita harus bisa jelas membedakan-nya. Sekali lagi logistics itu adlh physical function sedangkan supply chain itu adlah business function.

Rgds,
Febri3273
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Setijadi Adjhari <seti...@supplychainindonesia.com>
Date: Tue, 8 Jan 2013 07:13:22 +0700
Subject: Re: [SCI] [Diskusi Januari 2013] Sistem Logistik

Setijadi Adjhari

unread,
Jan 9, 2013, 8:42:08 PM1/9/13
to supplychai...@googlegroups.com
Rekan-rekan SCI,

Logistik dan supply chain memang masih menjadi definisi yang belum baku. Maksud saya, banyak definisi atas kedua istilah tadi yang dikeluarkan oleh beberapa pakar atau lembaga. Namun demikian, banyak pihak sepakat bahwa logistik merupakan bagian dari supply chain.

Logistik dan supply chain bisa dilihat dari beberapa perspektif. Salah satu perspektif tersebut seperti diberikan oleh sahabat saya, Pak Febri.

Salah satu perspektif lainnya ditulis oleh Stock & Lambert dalam buku "Strategic Logistics Management". Stock & Lambert menggunakan definisi manajemen logistik dari Council of Logistics Management, yaitu:

Logistics management is that part of the supply chain process that plans, implements, and controls the efficient, effective flow and storage of goods, services, and related information from the point-of-origin to the point-of-consumption in order to meet customers' requirements (Council of Logistics Management (CLM), 1986).

 

Stock & Lambert menggambarkan manajemen logistik terdiri atas beberapa komponen, yaitu:
(1) Input into logistics
(2) Management actions
(3) Logistics management
(4) Logistics activities
(5) Outputs of logistics

"Logistics activities" terdiri atas:
1. Customer service
2. Demand forecasting
3. Inventory management
4. Logistics communications
5. Material handling
6. Order processing
7. Packaging
8. Parts & service support
9. Plant & warehouse - site selection
10. Procurement
11. Reverse logistics
12. Traffic & transportation
13. Warehousing & storage

Saya lampirkan diagram "Components of Logistics Management" dari Stock & Lambert.

Procurement/purchasing menjadi salah satu kegiatan logistik (Perbedaan "procurement" dan "purchasing" akan kita diskusikan pada bagian lain).

Saya sangat berharap Pak Febri dan rekan-rekan lain berkenan memberikan tanggapan atau masukan untuk memperkaya diskusi kita.

Pada akhir diskusi setiap topik, Tim SCI akan membuat rangkuman materi diskusi untuk kita bersama.


Salam,
Setijadi

SUPPLY CHAIN INDONESIA
Education | Training | Consulting | Research | Development

www.SupplyChainIndonesia.com






--

Components of Logistics Management.pdf

febr...@gmail.com

unread,
Jan 9, 2013, 9:20:25 PM1/9/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear Member,

Terima kasih atas masukan dari pak Setijadi terhadap definisi & ruang lingkup Logistics.

Mungkin perlu kita telaah lagi bahwa perspektive yg diberikan oleh Stock & Lambert tersebut adalah pada era dekade tahun 2000-an yg mana pada era tersebut konsep supply chain masih tercampur baur dgn logistics management.

Seperti kita ketahui bahwa supply chain mulai banyak dibicarakan dan di applikasikan pada era tahun 2005 keatas, dan setelah itu terdapat definisi supply chan yg di buat oleh Supply Chain Council (jadi skrng ada logistics council & juga ada supply chain council)

Kalau kita kembali melihat perspektif dari Stock & Lambert terhadap apa yg di sebut dgn logistics activities terlihat bahwa lebih banya terdiri dari fungsi2 physical process (warehousing, delivery, transport, inventory, inbound, dll) sedangkan ada pua beberapa hal yg bukan sebagai physical process (customer service, demand forescasting, procurement, dll)

Nah hal yg non physical function tersebut merupakan bagian penting pula dlm sebuah process logistics akan tetapi bukan secara physical movement, so lebih merupakan secara business function.

Hal inilah yg kemudian dialokasikan ke dalam sebuah pipeline flow yg pada akhirnya kita kenal sebagai supply chain (rantai pasok).

Demikianlah yg dapat saya tambahkan, tidak ada yg salah & tidak ada yg benar dalam hal ini.

Yg jelas kita harus kembali ke logic dasarnya saja, yaitu Logistics lebih kearah physical movement dan supply chain adalah business process.

Atau dgn sederhana-nya dapat di utarakan bahwa Logistics adalah execution dan Supply Chain adalah strategic.


Rgds,
Febri3273
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Setijadi Adjhari <seti...@supplychainindonesia.com>
Date: Thu, 10 Jan 2013 08:42:08 +0700

R Budi Setiawan

unread,
Jan 9, 2013, 11:38:55 PM1/9/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear All Member

Implementasi Logistik di setiap perusahaan memang berbeda-beda dan lebih banyak perusahaan yang menerapkan Purchasing di luar logistik dan masuk dalam Fungsi Keuangan, PPIC atau terpisah dari keduanya, dan itu tidak salah, karena adanya kebijakan di setiap perusahaan

Apabila kita melihat pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik, pasti kegiatan purchasing tidak akan masuk dalam jasa yang diberikan dan hanya memberikan 3 kelompok besar jasa yang ditawarkan yaitu Warehousing, Transporting dan Distribution 

Tetapi jika kita bicara pada industri manufacture maka penerapan Fungsi Logistik dalam bentuk Departemen atau bagian  
1. Bisa tidak ada, yang ada hanya Warehouse, Expedition, Purchasing dan terpisah dalam
2. Bisa ada, tetapi hanya menjalankan Fungsi Warehouse dan Expedition atau Distribution
3. Bisa ada, tetapi hanya menjalankan Fungsi Procurement (pengadaan)
4. dll

Penerapan keilmuan secara menyeluruh di lapangan terkadang terkadang terkendala pada kebijakan dan fungsi kontrol yang diperlukan
Misalnya: Kalau Pembelian menyatu dengan Gudang bisa tidak ada kontrol dan menyebabkan terjadinya penyimpangan

Memang jika dilihat dari setiap referensi, maka dalam Logistik, Purchasing merupakan bagian dari Logistik karena Proses Logistik itu dimulai dengan Pembelian/Pengadaan sampai barang tersebut diterima oleh yang membutuhkan barang tersebut.

Demikian tambahan dari saya mudah-mudahan bisa membantu 

Salam

RBS

untung aribowo

unread,
Jan 10, 2013, 6:18:16 AM1/10/13
to supplychai...@googlegroups.com
terima kasih Pak Setijadi, jadi menambah wawasan



--

Nofrisel Nofrisel

unread,
Jan 11, 2013, 9:58:13 PM1/11/13
to supplychai...@googlegroups.com
Dear all,
Perkenankan saya menambahkan semarak diskusi kita dengan memberikan dua referensi artikel yang mungkin dapat lebih mengklarifikasi batasan antara SCM dan Logistics. Sekali lagi, sangat banyak perspektif, namun dengan melihat kedua artikel ini (yang sesungguhnya merupakan kristalisasi dari berbagai pendapat para pakar), kita memiliki pegangan yang lebih jelas, filosofis dan substantif. Mohon maaf kepada teman2 yang kebetulan sudah memiliki artikel ini, misalnya Prof Togar yang saya kira jauh lebih ahli ataupun pak Setijadi dan pak Budi yang saya tau sehari-hari bergulat dengan berbagai literatur tentang logistics dan SCM, tks dan have a great weekend...

Wassalam,
NOFRISEL



Dari: R Budi Setiawan <r.bud...@gmail.com>
Kepada: supplychai...@googlegroups.com
Dikirim: Kamis, 10 Januari 2013 11:38
Judul: Re: [SCI] [Diskusi Januari 2013] Sistem Logistik
SCM Literature Review - Larson 2004.pdf
SCM Literature Review - 2011.pdf

Adi Pandarangga

unread,
Jan 11, 2013, 10:28:45 PM1/11/13
to supplychai...@googlegroups.com

Makasih pak ,atas jurnalnya.

Setijadi Adjhari

unread,
Jan 27, 2013, 9:02:13 AM1/27/13
to supplychai...@googlegroups.com
Rekan-rekan SCI,

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Nofrisel atas perhatian dan sharing materinya. Beliau sangat memahami logistik dan supply chain baik dari sisi akademis maupun praktis.

Terlampir saya kirimkan file mengenai manajemen logistik yang saya lihat sangat baik untuk kita kaji. Satu file lainnya mengenai strategi dan perencanaan logistik/supply chain. Semoga bermanfaat.

Salam,
Setijadi

SUPPLY CHAIN INDONESIA
Education | Training | Consulting | Research | Development

www.SupplyChainIndonesia.com


2013/1/12 Nofrisel Nofrisel <nofr...@yahoo.com>
Logistic Management a Supply Chain Imperative.ppt
Logistics SC Strategy and Planning.pdf
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages