Sebagai informasi, berikut adalah data perincian biaya operasional
kendaraan dengan model RUCKS dan hasil survei perusahaan:
MODEL RUCKS:
Rata-rata untuk semua rute:
Biaya operasional kendaraan Rp 3.093/truk/km
- BBM: 28% (dari total)
- Pelumas: 2%
- Ban: 1%
- Suku cadang: 18%
- Montir: 1%
- Upah awak truk: 10%
- Penyusutan: 27%
- Pembayaran bunga: 10%
- Overhead: 2%
SURVEI PERUSAHAAN:
Rata-rata untuk semua rute:
Biaya operasional kendaraan Rp 3.514/truk/km
- BBM: 39% (dari total)
- Pelumas, ban: 13%
- Biaya pemeliharaan: 4%
- Upah montir: 3%
- Upah supir: 11%
- Penyusutan: 5%
- Pembayaran bunga: 10%
Sumber: Biaya Transportasi Barang Angkutan, Regulasi, dan Pungutan
Jalan di Indonesia (The Asia Foundation, April 2008)
Salam,
Setijadi
Logistics & Supply Chain Center (LOGIC)
Widyatama University
Phone +62 22 7206713, 7275855 ext. 142
Fax +62 22 7278860, 7274010
Mobile: +62 0812-2389-109
http://ie.widyatama.ac.id/logic.html
e-mail: lo...@widyatama.ac.id
mailing list: LOGI...@googlegroups.com
2009/12/22 Priyadi Wuliyanto <priyadiw...@yahoo.com>
>
> Dear Pak Setijadi,
>
> Bisa minta contoh analisa harga biaya/ Cost Breakdownya sangat membantu sekali untuk bahan nego ongkos angkut.
>
> Terima Kasih.
>
>
>
> Priyadi Wuliyanto.
>
> PT. PP (Persero)
>
> --- Pada Sen, 21/12/09, Setijadi <seti...@widyatama.ac.id> menulis:
>
> Dari: Setijadi <seti...@widyatama.ac.id>
> Judul: [LOGIC-ID] Re: IPOMS-APICS Mohon bantuan cara menghitung cost angkutan darat
> Kepada: APIC...@yahoogroups.com, LOGI...@googlegroups.com
> Tanggal: Senin, 21 Desember, 2009, 9:03 AM
>
> Pak Marvell,
>
> Biaya angkutan darat untuk barang dapat dihitung dari komponen2nya sbb:
> - BBM
> - Pelumas
> - Ban
> - Suku cadang
> - Montir
> - Upah awak truk
> - Penyusutan
> - Pembayaran bunga
> - Overhead
>
> Salam,
> Setijadi
> Logistics & Supply Chain Center (LOGIC)
> Widyatama University
>
> Phone +62 22 7206713, 7275855 ext. 142
> Fax +62 22 7278860, 7274010
> Mobile: +62 0812-2389-109
> http://ie.widyatama.ac.id/logic.html
> e-mail: lo...@widyatama.ac.id
> mailing list: LOGI...@googlegroups.com
>
>
>
> 2009/12/21 Marvell Christian <marvellc...@yahoo.com>
> >
> >
> >
> > Dear all,
> > Dapatkah membantu saya bagaimana cara menghitung detail cost angkutan darat dalam hal ini pengangkutan barang? Terima kasih atas bantuannya.
> > ________________________________
deleted
Tambahan saja Pak, biaya operasional truk juga terkait dengan lead time dan
ritase, karena kedua hal itu adalah faktor pembagi dan pengali dari biaya
operasional, terutama BBM dan depresiasi. Hal lainnya adalah terkait biaya
di jalan raya (seperti tol, biaya-biaya "tak terduga dan terukur", dsb)
rgds,
Bayu Kurniawan
priyadiwuliyanto@
yahoo.com
Sent by: To
logic-id@googlegr logi...@googlegroups.com
oups.com cc
Subject
12/23/2009 11:39 Re: [LOGIC-ID] Re: Mohon bantuan
AM cara menghitung cost angkutan darat
Please respond to
logic-id@googlegr
oups.com
Dear Pak Setijadi,
Terima Kasih, Banyak Pak.
Salam.
Pak Priyadi & rekan2,
--
--
"This e-mail is confidential and may contain legally privileged
information. If you are not the intended recipient, you should not
copy, distribute, disclose or use the information it contains.
Please e-mail the sender immediately and delete this message from
your system. E-mails are susceptible to corruption, interception and
unauthorised amendment; we do not accept liability for any such
changes, or for their consequences. You should be aware, that the
company may monitor your emails and their content"
| dear all, kalau data yang bersumber dari: Biaya Transportasi Barang Angkutan, Regulasi, dan Pungutan Jalan di Indonesia (The Asia Foundation, April 2008) adalah refleksi biaya truk engkel dan tronton di di jawa dan kalimantan.Kalau untuk trailer sangat jauh bedanya karena ban saja ada 22 bh, dan cara perhitungan secara cost accounting ada rumusnya. salam, gemilangtarigan --- Pada Rab, 23/12/09, priyadiw...@yahoo.com <priyadiw...@yahoo.com> menulis: |
|
|
|
|
|
|
|
Yth Pak Setijadi
Terimakasih banyak informasinya karena sangat bermanfaat untuk kegiatan saya,
|
|
|
|
Rekan2, Sebelumnya terima kasih atas tambahan informasi dari rekan2 lainnya. Sebagai informasi tambahan lainnya, saya kutipkan beberapa hal penting mengenai survey/perhitungan biaya operasional truk dari laporan The Asia Foundation (April 2008) tsb: Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis seluruh biaya langsung dan tidak langsung yang diperlukan dalam angkutan barang antar kabupaten terutama biaya-biaya yang berkaitan dengan kondisi prasarana jalan, peraturan, dan perizinan, serta berbagai pungutan yang tidak resmi. Secara khusus, penelitian bertujuan untuk: a) melakukan analisis dan tinjauan terhadap kerangka perundangundangan tentang sektor angkutan jalan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota; b) membuat estimasi terhadap kualitas dan karakteristik kunci dari prasarana jalan sepanjang rute yang dipilih untuk penelitian ini; dan c) melakukan disagregasi terhadap total biaya transportasi sepanjang rute yang dipilih. Rute yang dipilih Penelitian ini berfokus pada enam rute yang terdapat di Sulawesi dan tiga rute lainnya di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Utara yang berfungsi sebagai pembanding. Rute sampel merupakan semua jalan yang menghubungkan kota-kota besar di masing-masing provinsi. Kesembilan rute yang dipilih untuk penelitian ini adalah sebagai berikut: - Sulawesi Selatan: Bulukumba – Makassar - Sulawesi Selatan: Parepare – Makassar - Sulawesi Selatan: Palopo – Parepare - Sulawesi Selatan/Barat: Mamuju – Parepare - Gorontalo: Marisa – Gorontalo - Sulawesi Utara: Kotamobagu – Manado - Nusa Tenggara Barat: Sumbawa Besar – Mataram - Jawa Timur: Malang – Surabaya - Sumatera Utara: Rantau Parapat – Medan Penentuan populasi dan sampel truk Yang dimaksud dengan populasi truk mencakup “semua truk yang melewati rute yang dipilih”. Truk yang dimaksud adalah jenis kendaraan yang memiliki minimal enam roda. Tujuan pelaksanaan survei truk adalah untuk memperoleh informasi tentang biaya langsung yang dibayar oleh supir sepanjang perjalanan. Sepanjang perjalanan, seorang peneliti ikut dalam truk untuk memperoleh informasi mengenai spesifikasi truk, mekanisme pembayaran yang dilakukan supir, barang yang diangkut, biaya selama perjalanan, pungutan resmi dan tidak resmi, kualitas jalan, jembatan timbang sepanjang rute tersebut, pelanggaran lalu lintas, dan pembayaran terhadap polisi. Dalam 27% dari truk yang disurvei, peneliti juga dilengkapi dengan peralatan yang disebut global positioning system (GPS) untuk mencatat perjalanan mereka. Unit GPS ini mencatat informasi yang berkaitan dengan topografi rute yang dilalui, kecepatan truk, dan lokasi terjadinya pungutan resmi dan tidak resmi. Data ini meliputi data mengenai jarak yang ditempuh, lamanya waktu perjalanan, ketinggian, tikungan, dan tanjakan/turunan, serta lokasi yang akurat dari setiap pemberhentian dan jumlah uang yang dibayarkan. Informasi ini selanjutnya digunakan untuk menghitung biaya transportasi yang terkait dengan kualitas prasarana, serta untuk memetakan lokasi penarikan pungutan. Model HDM-4 Data GPS tentang topografi jalan seperti jumlah tanjakan, turunan, dan tikungan, dimasukkan ke dalam sebuah model yang dikembangkan Bank Dunia, Road User Costs Knowledge System (RUCKS), sebagai bagian dari Model Pengelolaan dan Pembangunan Jalan Raya atau Highway Development dan Management Model (HDM-4). Penelitian ini menggunakan subset dari HDM-4 versi 1.10 yang disebut Road User Costs Knowledge System (RUCKS), yang merupakan model penentuan biaya pengguna jalan berdasarkan data tentang karakteristik jalan, data armada kendaraan, dan satuan biaya finansial. Model RUCKS ini memberikan estimasi tentang sembilan komponen biaya operasional kendaraan. Biaya-biaya ini meliputi: 1) pemakaian bahan bakar, 2) pemakaian pelumas, 3) pemakaian ban, 4) waktu bagi awak/supir, 5) suku cadang, 6) tenaga pemeliharaan, 7) penyusutan, 8) suku bunga, dan 9) biaya overhead. Variabel input RUCKS yang berpengaruh terhadap biaya operasional kendaraan untuk sebuah rute dapat dibagi menjadi 3 kelompok utama: 1. Karakteristik jalan: karakteristik topografi dan permukaan jalan, seperti alignment vertikal dan horisontal, lebar jalan, dan ketidakteraturan profil jalan atau kasarnya permukaan jalan. 2. Karakteristik kendaraan: karakteristik fisik dan operasional kendaraan, seperti berat, jumlah jam perjalanan, dan jarak tempuh (dalam km) per tahun; 3. Unit biaya keuangan regional: unit biaya finansial atau ekonomi dari operasional truk di suatu daerah, seperti harga bahan bakar di suatu daerah, harga relatif untuk kendaraan baru, suku cadang, dan upah buruh. Di samping melakukan survei truk, sebuah survei juga dilaksanakan terhadap pengelola dan pemilik perusahaan angkutan truk. Tujuan pelaksanaan survei ini adalah untuk mengumpulkan informasi mengenai biaya tidak langsung dan biaya overhead, termasuk pembayaran yang dilakukan secara reguler untuk alasan keamanan, persaingan, dan biaya yang terkait dengan peraturan dan perizinan. |
Salam, Setijadi Logistics & Supply Chain Center (LOGIC) Widyatama University |
--- On Wed, 12/23/09, harnyoto buyung <harnyot...@yahoo.com> wrote: |
|
Dear p Setijadi,
Tks keterangan lanjutannya...bermanfaat banget...
Semoga besok2 bisa dilakukan survey di pulau Jawa.
Minimal rute2 yg gemuk...mis. Serang-Bogor-Jakarta-Cikampek-Bandung-Cirebon-Semarang-Yogyakarta-Tuban-Surabaya-Gresik-Malang de el el...
Soale batas tonase 0% yg didengung-dengungkan Dishub cuma untuk isi pundi-pundi oknum ttt...
Maju terus dunia transportasi Indonesia
Selamat Natal en Tahun Baru 2010
Arie
Bandung
|