Dual Nationality untuk WNI?

255 views
Skip to first unread message

Gatut Ribowo

unread,
May 1, 2012, 9:39:23 AM5/1/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Assalamu alaikum war. wab.

Rekan-rekan Perantau sekalian,

Ada topik menarik yang dilempar oleh teh Cut Novi: "Dual Nationality untuk WNI" (terutama untuk expat yang tinggal lama di Luar Negeri).
Bagaimana menurut rekan-rekan semua?

Mengapa rekan-rekan setuju?
Setelah tinggal beberapa waktu di LN, mungkin mulai merasakan irama hidup yg lebih teratur, kriminalitas rendah, fasilitas umum oke, pelayanan kesehatan & pendidikan bagus, lingkungan kondusif untuk tumbuh anak2, dan lain-lain. 

Mengapa rekan-rekan tidak setuju? Membuat kita jadi tidak 'nasionalis', membuat kita cenderung 'melupakan' Indonesia -apalagi kalau tinggal di LN di negara maju, dan kemungkinan alasan lainnya.

Ayo, silakan keluarkan ide dan pendapat rekan-rekan semua. Siapa tahu bisa terwujud :)

Wassalam.

gatut


Eko Kurniawan

unread,
May 1, 2012, 9:53:46 AM5/1/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Wa'alaikumussalam wr wb,

Saya sih sangat setuju, kebetulan negara saya tempat tinggal memperbolehkan dual nationality, tinggal dari Indonesia-nya aja yang nggak boleh. Walaupun cukup banyak WNI disini yang punya dual nationality secara diam-diam, toh pemerintah indonesia nggak bisa ngecek juga hehe...

Banyak sekali keuntungannya kalo hal ini bisa diterapkan, misalnya bisa bekerja di seantero EU tanpa perlu bikin visa kerja, bisa pergi kemana2 tanpa visa. Biaya kuliah yang jauh lebih murah, dll.

Disini sudah banyak forum yang memperjuangkan ini, cuma memang belom terlalu berhasil.

Karena ini berhubungan dengan UU, jadi lobby-nya perlu ke DPR. Ada yang punya akses/kontak?

Wassalam,

Eko Kurniawan
My T-Mobile: +44(0)7984882129
E-mail: e...@kurniawan.co.uk
Linkedin: http://www.linkedin.com/in/ekokurniawan


2012/5/1 Gatut Ribowo <gatut....@gmail.com>

--
e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
http://overseas.fast.or.id
 
========================
 
stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis
Kunjungi http://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=en untuk mengatur profil milis anda

Ruly

unread,
May 1, 2012, 9:53:53 AM5/1/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalam War. Wab.

Pertanyaan untuk Cute. Kenapa nggak ganti passpor aja Cut? :)

Wassalam

Ruly

Gatut Ribowo

unread,
May 1, 2012, 9:58:54 AM5/1/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Di milis ini ada Aida IF93 gak ya? Saya sudah cukup lama hilang kontak.
Rekan Aida suaminya Moroccan. Kurang tahu apakah Aida sudah ganti paspor atau belum. Atau mungkin dual nationality?

Salam.
gatut


2012/5/1 Eko Kurniawan <e...@kurniawan.co.uk>

Riry Iptaria

unread,
May 1, 2012, 10:02:27 AM5/1/12
to stt-telko...@googlegroups.com
walikumsalam,

Hallo kakak-kakak dan adik-adik semua,
salam semuanya.

Dual nationality setuju banget, dan sepertinya masih diperjuangan oleh
perkumpulan-perkumpulan lainnya. Saya sampai dilema, antara ganti
nationality dan tidak, tetapi setelah survey sana-sini, bagi saya
tidak perlu ganti nationality.Kendalanya, salah satunya masalah
pasport kalo sedang jalan-jalan dengan keluarga (terutama untuk
suaminya yang bukan WNI). Tetapi selebihnya tidak terlalu signifikan.

Iri sama negara yang bisa menganut dual nationality, bahkan bisa punya
lebih dari 2. Banyak orang Indo disini jua memegang double citizenship
secara diam-diam. Semoga double nationality bisa keluar segera,
seperti peraturan anak-anak yang lahir diluar negeri bisa mempunya 2
nationality sampai usia 18 tahun.

wasalam,
Riry/IF97/di Boston,Massachusetts, US

Gatut Ribowo

unread,
May 1, 2012, 10:13:23 AM5/1/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Untuk tambahan info, setahu saya negara-negara ASEAN belum ada yg mengijinkan dual-nationality.
Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore, Thailand, Vietnam belum ada yg menganut itu. Jepang setahu saya juga belum.
Pakistan dan India membolehkan dual-nationality.

Beberapa hal yg memotivasi orang punya dual-nationality: bisa tinggal disitu, bisa beli property, punya hak politis (vote waktu pemilu), dll.
Tapi perlu dipikirkan juga kewajiban yg harus dilakukan: pajak, wajib militer (kalau ada).

Ayo, ada pendapat lain lagi?

Salam.

gatut


2012/5/1 Riry Iptaria <riry.i...@gmail.com>

Eko Kurniawan

unread,
May 1, 2012, 10:19:29 AM5/1/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Kalo di UK sebenernya bedanya antara WN dan permanent resident hanya hak pemilu aja, cuma yang menariknya, kalo punya passport UK bisa mengakses EU job market, jadi memperluas peluang aja kalo lagi butuh kerjaan :)

Regards,
Eko


2012/5/1 Gatut Ribowo <gatut....@gmail.com>

Riry Iptaria

unread,
May 1, 2012, 10:22:55 AM5/1/12
to stt-telko...@googlegroups.com
benar mas, jepang masih menganut 1 nationality.

Kalo soal property, sekolah bisa murah, dan pajak, ga harus menjadi nationality sini, dengan kartu permanet residen jua bisa.Bakhkan, yang ada yang ga punya ijin tinggal jua bisa membeli rumah.

Mungkin bedanya kali antara vote(pemilu) dan wajib militer, ada lagi disini namanya jury duty (hanya spesial untuk US citizenship).

wasalam,
riry

2012/5/1 Gatut Ribowo <gatut....@gmail.com>

Cut Novi PATEY

unread,
May 1, 2012, 10:31:42 AM5/1/12
to stt-telko...@googlegroups.com
jawaban buat ruly ....
masih cinta tanah air dan  masih pengen punya tanah di indonesia .... hahahaha
sayangnya pasport hijau ngga mendukung buat travelling terutama buat dinas.






2012/5/1 Eko Kurniawan <e...@kurniawan.co.uk>

Gatut Ribowo

unread,
May 2, 2012, 6:28:41 AM5/2/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Agak beda sama kasus saya, Teh Cut...
Saya merasa justru paspor hijau kurang oke buat travelling pribadi bareng keluarga.
Kalo untuk dinas, setidaknya ada dokumen pendukung dari kantor jadi gak terlalu susah.



2012/5/1 Cut Novi PATEY <cut....@gmail.com>

Cut Novi PATEY

unread,
May 3, 2012, 5:50:42 AM5/3/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Iya , cuma kantor , minta banyak kertas2x administrasi ke akunya.
jadi sami mawon .... 
dan ngga bisa berangkat yg tiba tiba .... 


2012/5/2 Gatut Ribowo <gatut....@gmail.com>

Anasthacia Dyah Yahoo

unread,
May 3, 2012, 11:37:57 AM5/3/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Salam sejahtera semuanya.
Numpang nimbrung citcitcuit ya.
Kebetulan saya tinggal di Jepang, dan suami saya orang Jepang.

Dari sisi sebagai warga negara, menurut saya memang lebih menguntungkan jika diperbolehkan untuk mempunyai Dual Nationality, karena berarti diakui kedua negara. Ya berarti dapat menikmati fasilitas2 yg ditawarkan kedua negara (tapi ya juga harus memenuhi kewajiban ke kedua negara donk).

Dari sisi pemerintah, dugaan saya lebih pusing ngurusin warga negaranya yg "abu abu" gini. More complicated kali ya. Makanya beberapa negara ogah.

Untuk kasus saya sendiri, karena Jepang basically belum membolehkan dual nationality (maklum kekurangan penduduk mereka :P). Waktu itu pernah sih ditawarin sama keluarga suami, mau pindah Japanese Citizen ngga? Saya pikir2...nggak ah, saya akan mempertahankan WNI saya sampai kapanpun, dengan alasan sbb:

1. Lha memang kulo wong Indonesia kok, rasanya kok aneh ya ngaku2 wong negara lain (suer bukan sok nasionalis). Baik buruknya Indonesia, lha ya itu memang negara saya.

2. Dengan tetap hold WNI, anak kami jadi dapat dual nationality, max sampai dia umur 18thn, dia harus memilih salah satu. Dengan demikian peluang anak kami jadi double. Bisa kiri kanan. hehe.

3. Mikir kalo sampai kenapa2 sama nih negara Jepang. Let say Jepang chaos dan ngga bisa pulih gara2 natural disaster (amit2 deh kejadian lagi!). Akan lebih mudah bagi kami untuk pindah ke Indonesia karena masih ada "link" (alias saya).

Walaupun basically Jepang blm sepenuhnya mengakui dual nationality, cuma sepupu suami (both parents Japanese) tapi lahir di Amerika, sampai sekarang tetap hold Japanese Citizen dan Green Card (US), and fine fine aja tuh. Cuma ya, bayar pajak juga kiri kanan bok. hehe :D

Gitu Mas Mas Mbak Mbak.

Matur nuwun.

Best regards,
Anasthacia Dyah
TI-95

Ezra Zain

unread,
May 3, 2012, 9:28:05 PM5/3/12
to stt-telko...@googlegroups.com
bener Cut,
syusyahnya klo gw dines ke EU (apalagi US), mo bikin Visa lebih ribet dari ngelamar kerja, musti ada CV lengkap ada saving book, bayangin ....blom lagi sebarek2 dokumen lainnya ...
dan utk bbrp embassy ga bisa diwakili ama kantor, musti dateng sendiri bawa muka nyengir, hahaha..... bbrp kali terpaxa manolak dines, males ribet2....nazeeb nazeeb....


--- On Thu, 5/3/12, Cut Novi PATEY <cut....@gmail.com> wrote:

nooraid...@yahoo.com

unread,
May 12, 2012, 10:40:23 AM5/12/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Gatuuuuuut
He he ya Aku bergabung di milis ini.
Aku lagi Pindah Pindah rumah, belum Ada internet dirumah.

Iya Aku Pindah warga negara. Waktu Itu Aku mäsih ingin pegang paspor indo, tapi banyak kendala. But Aku tetep berdarah indonesia Dan mäsih tetep makan nasi :-)

BTW
Enak ya di qatar Sekarang...he he
Uke ama mudji kemaren ketempetku loh 
Japri ya Tut....

Salam
Aida

Mit freundlichen Grüßen
A. El majnaoui

Gatut Ribowo

unread,
May 13, 2012, 12:54:13 AM5/13/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Aidaaaa :)

Alhamdulillah, akhirnya bisa kontak juga lewat milis ini :D

Siiip. Gak masalah paspor hijaumu sudah dilepas. Tapi atribut "Alumni STT Telkom" itu gak bisa dilepas. Terus nempel sampe mati. Jadi jangan kabur dari milis ini ya, Da. Hehehe... Justru bikin diskusi kita disini makin kaya dan berwarna dng pengalamanmu selama ini. Share ke kita plus-minus nya melepas status WNI, suka-dukanya jadi warga negara lain, dll.

Meski paspor sudah tidak hijau, yang penting hati tetap buat Indonesia, Da. 

OK, dilanjut japri ya buat cerita2 yg gak berkaitan sama forum :D

Salam.
gatut



thomhert

unread,
May 21, 2012, 2:48:54 AM5/21/12
to Alumni STT Telkom - Overseas
Mbak, ganti jadi WN negara mana? :D *menarik*

On May 12, 11:40 pm, nooraidahay...@yahoo.com wrote:
> Gatuuuuuut
> He he ya Aku bergabung di milis ini.
> Aku lagi Pindah Pindah rumah, belum Ada internet dirumah.
>
> Iya Aku Pindah warga negara. Waktu Itu Aku mäsih ingin pegang paspor indo, tapi banyak kendala. But Aku tetep berdarah indonesia Dan mäsih tetep makan nasi :-)
>
> BTW
> Enak ya di qatar Sekarang...he he
> Uke ama mudji kemaren ketempetku loh
> Japri ya Tut....
>
> Salam
> Aida
>
> Mit freundlichen Grüßen
> A. El majnaoui
>
> Am 01.05.2012 um 15:58 schrieb Gatut Ribowo <gatut.rib...@gmail.com>:
>
>
>
>
>
>
>
> > Di milis ini ada Aida IF93 gak ya? Saya sudah cukup lama hilang kontak.
> > Rekan Aida suaminya Moroccan. Kurang tahu apakah Aida sudah ganti paspor atau belum. Atau mungkin dual nationality?
>
> > Salam.
> > gatut
>
> > 2012/5/1 Eko Kurniawan <e...@kurniawan.co.uk>
> > Wa'alaikumussalam wr wb,
>
> > Saya sih sangat setuju, kebetulan negara saya tempat tinggal memperbolehkan dual nationality, tinggal dari Indonesia-nya aja yang nggak boleh. Walaupun cukup banyak WNI disini yang punya dual nationality secara diam-diam, toh pemerintah indonesia nggak bisa ngecek juga hehe...
>
> > Banyak sekali keuntungannya kalo hal ini bisa diterapkan, misalnya bisa bekerja di seantero EU tanpa perlu bikin visa kerja, bisa pergi kemana2 tanpa visa. Biaya kuliah yang jauh lebih murah, dll.
>
> > Disini sudah banyak forum yang memperjuangkan ini, cuma memang belom terlalu berhasil.
>
> > Karena ini berhubungan dengan UU, jadi lobby-nya perlu ke DPR. Ada yang punya akses/kontak?
>
> > Wassalam,
>
> > Eko Kurniawan
> > My T-Mobile: +44(0)7984882129
> > E-mail: e...@kurniawan.co.uk
> > Linkedin:http://www.linkedin.com/in/ekokurniawan
>
> > 2012/5/1 Gatut Ribowo <gatut.rib...@gmail.com>
> > Assalamu alaikum war. wab.
>
> > Rekan-rekan Perantau sekalian,
>
> > Ada topik menarik yang dilempar oleh teh Cut Novi: "Dual Nationality untuk WNI" (terutama untuk expat yang tinggal lama di Luar Negeri).
> > Bagaimana menurut rekan-rekan semua?
>
> > Mengapa rekan-rekan setuju?
> > Setelah tinggal beberapa waktu di LN, mungkin mulai merasakan irama hidup yg lebih teratur, kriminalitas rendah, fasilitas umum oke, pelayanan kesehatan & pendidikan bagus, lingkungan kondusif untuk tumbuh anak2, dan lain-lain.
>
> > Mengapa rekan-rekan tidak setuju? Membuat kita jadi tidak 'nasionalis', membuat kita cenderung 'melupakan' Indonesia -apalagi kalau tinggal di LN di negara maju, dan kemungkinan alasan lainnya.
>
> > Ayo, silakan keluarkan ide dan pendapat rekan-rekan semua. Siapa tahu bisa terwujud :)
>
> > Wassalam.
>
> > gatut
>
> > --
> > e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
> >http://overseas.fast.or.id
>
> > ========================
>
> > stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis
> > Kunjungihttp://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=enuntuk mengatur profil milis anda
>
> > --
> > e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
> >http://overseas.fast.or.id
>
> > ========================
>
> > stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis
> > Kunjungihttp://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=enuntuk mengatur profil milis anda

thomhert

unread,
May 21, 2012, 2:53:11 AM5/21/12
to Alumni STT Telkom - Overseas
Saya sebenarnya sangat tertarik dengan tema ini. Dulu pernah buka blog
perjuangan dari orang-orang yang menikah campur utk berjuang ttg dual
nationality.
Bukannya ga cinta Indonesia (buset, sangat cinta malah) tapi saya juga
tertarik pengen hidup di luar dan merasakan hal yang berbeda. Apa
harus dengan mengganti passport hijau? Wallahu'alam. Sampai saat ini
belum siap utk itu, masih panjang sepertinya sampai proses kesana ^^
Kalau pindah rame-rame bisa kan ya? Rombongan sama keluarga di Indo
gitu.. hehe ^^V
> > > Kunjungihttp://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=enuntukmengatur profil milis anda
>
> > > --
> > > e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
> > >http://overseas.fast.or.id
>
> > > ========================
>
> > > stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis
> > > Kunjungihttp://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=enuntukmengatur profil milis anda

lanyj...@gmail.com

unread,
May 21, 2012, 2:55:36 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Setahu saya Indonesia tidak ada dual nationality. Sekali pindah WN berarti melepas kewarganegaraannya dr RI. CMIIW.

Regards,
Lany
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

thomhert

unread,
May 21, 2012, 2:57:39 AM5/21/12
to Alumni STT Telkom - Overseas
Iya mbak. Setahu saya juga begitu.
Belum menyelidiki lebih lanjut, sudah sampai mana proses perjuangan
hal ini :)
> > > > Kunjungihttp://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=enuntukmengaturprofil milis anda
>
> > > > --
> > > > e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
> > > >http://overseas.fast.or.id
>
> > > > ========================
>
> > > > stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis
> > > > Kunjungihttp://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=enuntukmengaturprofil milis anda
>
> > > > --
> > > > e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
> > > >http://overseas.fast.or.id
>
> > > > ========================
>
> > > > stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis
> > > > Kunjungihttp://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=enuntukmengaturprofil milis anda
>
> --
> e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseashttp://overseas.fast.or.id
>
> ========================
>
> stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis

lanyj...@gmail.com

unread,
May 21, 2012, 3:00:49 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Yah begitulah...
Belum cari2 info lagi, ntah apa sudah ada perubahan aturan? Who knows :))

Achmad Mardiansyah

unread,
May 21, 2012, 3:32:20 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
ya kalo bapaknya blom dual nationality,
mudah2an anaknya bisa.
hehehe :-p

http://bit.ly/achmadmardiansyah
IT/Telco professional, Bandung, Indonesia

2012/5/21 thomhert <siadari....@gmail.com>:

e...@kurniawan.co.uk

unread,
May 21, 2012, 3:35:20 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Sebenernya sih, pemerintah RI sama sekali gak punya cara efektif utk ngecek apakah seorang WNI punya kewarganegaraan negara lain :D
--
e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
http://overseas.fast.or.id

========================

stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis

Thomhert Suprapto Siadari

unread,
May 21, 2012, 3:42:28 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Kalau apply salah satu negara di EU ribet ga ya? :D Sebut saja tiga serangkai Jerman, Belanda, dan Perancis :D




--
Sincerely yours,
Thomhert Suprapto Siadari
+82-10-4952-1724

"Everything is not easy but everything is not too difficult"

lanyj...@gmail.com

unread,
May 21, 2012, 3:44:40 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Lagi krisis ekonomi hehehe


Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

From: Thomhert Suprapto Siadari <siadari....@gmail.com>
Date: Mon, 21 May 2012 16:42:28 +0900

e...@kurniawan.co.uk

unread,
May 21, 2012, 3:46:58 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Kalo di eropa daratan kayaknya periode naturalisasinya cukup lama deh kalau jalur visa kerja(8-10 thn?)

Kalo di UK, 5 tahun utk jadi permanent resident, dari permanent resident ke citizen 1 tahun. Ini utk jalur visa kerja. Kalau jalur spouse atau nikah dgn WN inggris, 2 tahun ke permanent resident, trus 1 thn dari PR ke citizen.



From: Thomhert Suprapto Siadari <siadari....@gmail.com>
Date: Mon, 21 May 2012 16:42:28 +0900

Ifansyah.MN

unread,
May 21, 2012, 3:51:39 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
klo di Indonesia... tergantung gans.. wani piro :)

2012/5/21 <lanyj...@gmail.com>



--
Regards,
Ifansyah

thomhert

unread,
May 21, 2012, 3:56:09 AM5/21/12
to Alumni STT Telkom - Overseas

lumayan lama juga ya. hmm...
hehe.. Muslimah di London banyak kan mas? hehe.. ngarep.com :p


On May 21, 4:46 pm, e...@kurniawan.co.uk wrote:
> Kalo di eropa daratan kayaknya periode naturalisasinya cukup lama deh kalau jalur visa kerja(8-10 thn?)
>
> Kalo di UK, 5 tahun utk jadi permanent resident, dari permanent resident ke citizen 1 tahun. Ini utk jalur visa kerja. Kalau jalur spouse atau nikah dgn WN inggris, 2 tahun ke permanent resident, trus 1 thn dari PR ke citizen.
>
>
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: Thomhert Suprapto Siadari <siadari.thomh...@gmail.com>
>
> Sender: stt-telko...@googlegroups.com
> Date: Mon, 21 May 2012 16:42:28
> To: <stt-telko...@googlegroups.com>
> Reply-To: stt-telko...@googlegroups.com
> Subject: Re: [Alumni STT/IT Telkom - Overseas] Re: Dual Nationality untuk WNI?
>
> Kalau apply salah satu negara di EU ribet ga ya? :D Sebut saja tiga
> serangkai Jerman, Belanda, dan Perancis :D
>
> 2012/5/21 <e...@kurniawan.co.uk>
>
> > Sebenernya sih, pemerintah RI sama sekali gak punya cara efektif utk
> > ngecek apakah seorang WNI punya kewarganegaraan negara lain :D
>
> > -----Original Message-----
> > From: Achmad Mardiansyah <r41n...@gmail.com>
> > Sender: stt-telko...@googlegroups.com
> > Date: Mon, 21 May 2012 14:32:20
> > To: <stt-telko...@googlegroups.com>
> > Reply-To: stt-telko...@googlegroups.com
> > Subject: Re: [Alumni STT/IT Telkom - Overseas] Re: Dual Nationality untuk
> > WNI?
>
> > ya kalo bapaknya blom dual nationality,
> > mudah2an anaknya bisa.
> > hehehe :-p
>
> >http://bit.ly/achmadmardiansyah
> > IT/Telco professional, Bandung, Indonesia
>
> > 2012/5/21 thomhert <siadari.thomh...@gmail.com>:
> > > Iya mbak. Setahu saya juga begitu.
> > > Belum menyelidiki lebih lanjut, sudah sampai mana proses perjuangan
> > > hal ini  :)
>
> > --
> > e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
> >http://overseas.fast.or.id
>
> > ========================
>
> > stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis
> > Kunjungihttp://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=enuntuk
> > mengatur profil milis anda
>
> > --
> > e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
> >http://overseas.fast.or.id
>
> > ========================
>
> > stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis
> > Kunjungihttp://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=enuntuk
> > mengatur profil milis anda
>
> --
> *Sincerely yours,*
> *Thomhert Suprapto Siadari*
> *+82-10-4952-1724*
> *
> **"Everything is not easy but everything is not too difficult"*
>
> --
> e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseashttp://overseas.fast.or.id
>
> ========================
>
> stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis

Achmad Mardiansyah

unread,
May 21, 2012, 4:21:50 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
hahaha...
maksudnya?

2012/5/21 thomhert <siadari....@gmail.com>:

Thomhert Suprapto Siadari

unread,
May 21, 2012, 5:59:26 AM5/21/12
to stt-telko...@googlegroups.com
ga ada maksud mas :p
heheeh ^^V

2012/5/21 Achmad Mardiansyah <r41...@gmail.com>
--
e-Bulletin Alumni STT Telkom Overseas
http://overseas.fast.or.id

========================

stt-telko...@googlegroups.com, untuk mengirim email ke milis
Kunjungi http://groups.google.com/group/stt-telkom-overseas?hl=en untuk mengatur profil milis anda



--
Sincerely yours,
Thomhert Suprapto Siadari
+82-10-4952-1724

nooraid...@yahoo.com

unread,
May 24, 2012, 2:33:41 PM5/24/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Hé hé hallooo Tut,
Iya Aku tetep ACI Aku cinta ITTelkom juga Aku Cinta Indonesia :-) 

Eh Tut setiap kontinent ada perwakilannya ndak untuk overseas alumni stt?  Maksudku contohnya untuk eropa kita bisa punya sub- organisasi ndak? Jadi biar gampang Kalo mau tukar tukar informasi atau mo ketemuan atau kegiatan apa saja yg bisa dilakukan bareng bareng?

Ohya mengenai pindah warga negara, sekedar mempermudah prosedur saja Tut. Kalo Aku dinas kerja atau mo jalan sama suami jadi ndak répot repot Apply visa . Lagian keep WN sama dengan anak suami.
Dulu Aku pernah mo mengajukan permanent résident Indonesia buat suami, tapi ndak bisa karena Aku ndak kerja di indo, têrus Aku ndak diperbolehkan memasukkan anakku di paspor hijauku karena hukum di indo menyatakan wanita yg menikah dgn non Indonesia Maka anaknya Akan mengikuti kewarganegaraan ayahnya. Tapi sekarang dah ada dual citizen y'a sejak. 2007 kalo ndak salah. 
Sekarang kalo Aku mo tinggal di indo, justru suamiku yg bisa  mengissukan visa, dia yg WNA yg jadi sponsorku karena suamiku punya PMA di Indonesia. Tapi Aku juga tetep simpan paspor hijauku jadi kalo mo balik ke wni aku bisa perlihatkan pada proses pengajuan wni untuk mereduksi prosedur yg mungkin rumit.

Sejak jadi WNA, kalo masuk eropa terasa lebih nyaman karena dah bagian dari eropa sendiri. Kalo ke indonesia tetep saja Aku orang Indonesia yg bermata coklat ndak bermata biru atau berambut pirang hé hé

Mungkin temen temen yg lain punya pengalaman lain
Mungkin Kak Cut atau Riry?


Mit freundlichen Grüßen
Best Regards
A. El majnaoui

nooraid...@yahoo.com

unread,
May 24, 2012, 2:36:09 PM5/24/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Iya Mas WN Jerman,
Ndak berminat ganti WN?
Ntar dibilangin gagal pelajaran pancasilanya :-)

Mit freundlichen Grüssen
Best Regards
A. El majnaoui


nooraid...@yahoo.com

unread,
May 24, 2012, 2:42:18 PM5/24/12
to stt-telko...@googlegroups.com
M'as Eko setahu saya sejak saya resmi me jadi WNA, pemerintah Jerman mengirim surat resmi ke pemerintah Indonesia mêlalui dubes/konsul.
Jadi Akan tercatat di indo.
Tapi mungkin di uk ndak y'a? Kalo uk mengakui dual citizen?
Setahu saya turki atau marokko mereka mengakui dualcitizen. Jadi meski warga maroko ikut WN negara orang lain, tetap saja diakui warga negara maroko. Kalo di indo yg berhak punya tanah hanyalah wni.

Mit freundlichen Grüßen
Best Regards
A. El majnaoui


e...@kurniawan.co.uk

unread,
May 24, 2012, 2:56:58 PM5/24/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Uk memperbolehkan dual citizenship memang, kalo jerman kayaknya nggak boleh ya?

lanyj...@gmail.com

unread,
May 24, 2012, 3:44:55 PM5/24/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Kalau memang bisa dan ada pilihan utk itu, saya pribadi sih ga masalah..yg mau punya 2 WM sok atuh..sah2 aja..apalg spt yg mas eko bilang banyak jg keuntungannya dr sisi pengembangan pendidikan dan karir :)) saya sendiri berpendapat nasionalisme tdk selalu bs dihubungkan dgn pegang paspor ijo atau engga..selama masih ada merah putih di hati dan masih ingin masa dpn yg baik utk indonesia, berarti masih nasionalis... :))

Take care dan sukses selalu buat teman2 di manapun berada...ttp semangat berprestasi...

Salam,
Lany - yg lg berjuang di tengah sandstorm :)))





Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

-----Original Message-----

Thomhert Suprapto Siadari

unread,
May 24, 2012, 7:57:14 PM5/24/12
to stt-telko...@googlegroups.com
Sangat minat mbak (hehehe)
Apalagi Jerman nih.
Tiba-tiba ingat Pancasila. Udah lama ga dibaca.. hehe
Asik nih kalo bisa sharing2 mbak.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages