[Laskar ST Setia] Kena Tilang

0 views
Skip to first unread message

Laskar Cinta Damai

unread,
Jun 4, 2012, 11:24:21 PM6/4/12
to storys...@googlegroups.com

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu 
masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal 
gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi 
ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga 
lampu merah biasanya menyala cukup lama. 
Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. 
Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar 
berharap semoga ia bisa melewatinya segera. 
Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah 
menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau 
terus saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk 
menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus 
melaju. 
 
Prit! Di seberang jalan seorang polisi 
melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack 
menepikan kendaraan agak menjauh sambil 
mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia 
melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. 
Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA 
dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar 
sambil membuka kedua lengannya. 
"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!" 
 
"Hai, Jack." Tanpa senyum. 
 
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya 
memang agak buru-buru. Istri saya sedang 
menunggu di rumah." 
 
"Oh ya?" Tampaknya Bob agak ragu. 
 
Nah, bagus kalau begitu. "Bob, hari ini istriku 
ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan 
segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh 
terlambat, dong." 
 
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering 
memperhatikanmu melintasi lampu merah di 
persimpangan ini." 
 
Sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack 
harus ganti strategi. "Jadi, kamu hendak 
menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati 
lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning 
masih menyala." Aha, terkadang berdusta sedikit 
bisa memperlancar keadaan, pikirnya. 
 
"Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. 
Tolong keluarkan SIM. 
 
Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk 
ke dalam kendaraan dan menutup kaca 
jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di 
buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob 
mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah 
Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca 
jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup 
untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-
kata Bob kembali ke posnya. 
 
Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob 
di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. 
Ternyata SIM-nya dikembalikan bersama sebuah 
nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini 
apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru 
Jack membuka dan membaca nota yang berisi 
tulisan tangan Bob... 
 
Halo Jack, 
 
Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai 
seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah 
meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut 
menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum 
penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa 
bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. 
Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. 
Kami masih terus berusaha dan berharap agar 
Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak lagi 
agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami 
mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa 
sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. 
Doakan agar permohonan kami dapat 
terkabulkan. Berhati-hatilah. 
 
- Bob. 
 
Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan 
mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan 
pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan 
pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak 
tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan. 
 
Tak selamanya pengertian kita harus sama 
dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita 
tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat 
berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati dan 
jangan lagi suka menerobos lampu merah!



--
Posting oleh Laskar Cinta Damai ke Laskar ST Setia pada 6/05/2012 10:24:00 AM
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages