[Laskar ST Setia] About Jakarta

0 views
Skip to first unread message

Laskar Cinta Damai

unread,
Jun 4, 2012, 11:22:55 PM6/4/12
to storys...@googlegroups.com

Jakarta bukanlah kota yg nyaman sebagai tempat wisata. Sebagai pusat pemerintahan dan beraktifitasnya perekonomian negara, Jakarta penuh dengan kesemerawutan karena padatnya aktivitas. Jalan-jalan yang selalu ramai dari pagi hingga malam, gedung-gedung tinggi bertingkat di sisi-sisi jalan, polusi, individualisme masyarakat, dan kriminalitas yang tinggi adalah salah satu dinamika kehidupan yang hadir menghias Jakarta.



Jika anda berasal dari sebuah desa yg sejuk dan nyaman, dimana kehidupan masyarakat begitu akrab, dan berfikir bahwa kehidupan di Jakarta lebih baik... coba pikirkanlah kembali, karena sesungguhnya Jakarta lebih banyak menipu melalui wajah fisiknya.



Sebagai salah seorang warga Jakarta, saya secara pribadi tentunya mengharap Jakarta yang lebih baik. Jakarta yang ramah lingkungan, Jakarta yang peduli pada kehidupan masyarakatnya, Jakarta yang tidak hanya menang secara lahiriah namun juga batiniah. Dan sayangnya bagi saya semua itu hanya sebuah harapan. Setiap kali mata saya terbuka, tidak ada lagi sejuknya pagi, berjalan keluar rumah sudah disapa asap knalpot kendaraan.  Udara yang bagaimanapun hadirnya, seringkali disambut dengan caci... jika cerah, banyak yg mengeluh panas, jika hujan, jalan yang becek dan terhambatnya aktifitas mengundang keluh dari mana-mana... dan banjir?? ah itumah sudah biasa.



Keanehan hingga super aneh-aneh di Jakarta banyak saya temui seumur hidup saya tinggal di kota ini. Hal-hal yang tidak mungkin, ternyata banyak yang dapat diwujudkan disini. Dan salah satu keanehan itu adalah maraknya kegiatan sosial dalam kehidupan masyarakat Jakarta. Ternyata diantara kehidupan yang sangat keras, persaingan yang begitu ketat, dan terkadang tidak tolerannya individu terhadap individu lain, saya menemukan jiwa-jiwa yang begitu bersahabat, hangat, dan menyejukkan. Saya melihat bagaimana para individu yang bertampang sangar, berwatak keras, juga terkadang egois, ternyata memiliki sisi kelembutan yang tiada taranya... seperti sebuah es krim yang meleleh di genggaman tangan... dingin, lembut, dan begitu nikmat rasanya.



Seringkali setiap bertemu dengan orang-orang seperti itu saya bertanya dalam hati... bagaimana bisa?? bagaimana mungkin sesuatu yang keras itu ternyata menyimpan kebaikan yang begitu lembutnya seperti sebatang es krim yg mencair... atau jangan-jangan sayalah yang salah... saya yang sering berfikir salah, berfikir negatif terhadap yang lain... sayalah yang sering menuntut namun tidak berusaha merubah, bahkan diri sendiripun saya sulit merubahnya...??? dan satu demi satu pertanyaan semacam itu akhirnya terjawab. Jawaban yang saya temukan bukanlah dari kata-kata, ucapan, apalagi dari buku pintar yang saya beli... tetapi saya temukan jawaban itu dari mereka, orang-orang yang seringkali saya anggap sombong, egois, dan sok! Pertanyaan-pertanyaan itu terjawab melalui senyum yang menghiasi wajah,  tatapan yang membuat saya nyaman, tegur sapa, dan uluran tangan yang tulus saat saya membutuhkan... merekalah guru, pembimbing sekaligus teman yang membuat kehidupan menjadi lebih bera rti. Dari
mereka saya belajar banyak tentang kehidupan ini....



Jakarta... saya bertanya lagi pada diri sendiri, kapan kira-kira saya memiliki kesempatan agar bisa memberikan lilin yang saya miliki untuk menerangi jalan bagi yang lain saat listrik padam...



Senayan, 1 April 2005



salam,

hary





I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly, without complexities or pride;
so I love you because I know no other way

(Pablo Neruda)


--
Posting oleh Laskar Cinta Damai ke Laskar ST Setia pada 6/05/2012 10:22:00 AM
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages