Mengalahkan Diri Sendiri
Dalam hidup ini, bahagia tidaknya
kita, kita sendiri yang akan menentukan.
Hanya karena kebodohan, kita
dibayangi oleh rasa kekhawatiran dan rasa takut
yang sebenarnya tidak perlu ada.
Berhati lurus adalah menjaga hati dan
pikiran agar tidak mudah goyah oleh
godaan. Bagi yang berkepribadian
lemah dan berjiwa rapuh akan mudah tergoda
pada kesenangan duniawi.
Mata kita hanya melihat benda-benda
yang indah, telinga kita hanya akan
mendengar suara yang merdu, dan lidah
hanya mau mencicipi makanan yang
lezat. Tubuh menjadi manja, dan
pikiran mengembara ke mana-mana tanpa dapat
dikendalikan.
Orang bijak mengatakan bahwa perang
yang tidak ada habisnya adalah perang
melawan diri sendiri. Musuh yang
paling sulit ditaklukkan adalah diri
sendiri.
Hati yang bercabang ibarat kuda yang
lepas dari kendali.
Karena itu kita harus menjaga
keseimbangan hati dan pikiran kita.
Hindari pikiran yang menyesatkan,
karena nantinya akan menimbulkan
malapetaka bagi diri sendiri.
Bila kita ingin menuai benih
kebahagiaan, taburlah benih kebaikan.
Kita mulai dengan menanam bibit-bibit
kebaikan, mencabut rumput-rumput
ketamakan, kebencian, iri hati,
mengairinya dengan ketabahan dan kemurahan
hati, serta menyuburkannya dengan
memberi pupuk perilaku yang berbudi.
Dengan begitu, sudah sepantasnya kita
menikmati hasil panen yang memuaskan.
Apabila di dalam diri seseorang masih
ada rasa malu dan takut untuk berbuat
suatu kebaikan, maka jaminan bagi
orang tersebut adalah tidak akan
bertemunya ia dengan kemajuan
selangkah pun. (Bung Karno)
--
Posting oleh Laskar Cinta Damai ke
Laskar ST Setia pada 6/05/2012 10:47:00 AM