16April2011 : “Lebih berguna bagimu jika satu orang mati ... " (Yeh 37:21-28; Yoh 11:45-56)

2 views
Skip to first unread message

A.S.Wipur Byantoro

unread,
Apr 15, 2011, 1:01:46 AM4/15/11
to stasi-sanpera-garchive-19243, gerejakatoliktambun
---------- Forwarded message ----------
From: I Sumarya <i_su...@yahoo.com>
Date: 2011/4/15

“Lebih berguna bagimu jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada
seluruh bangsa kita ini binasa."
(Yeh 37:21-28; Yoh 11:45-56)
“Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan
yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya
kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan
menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu
imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk
berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab
orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua
orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan
akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." Tetapi seorang di
antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata
kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa
lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada
seluruh bangsa kita ini binasa." Hal itu dikatakannya bukan dari
dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia
bernubuat, bahwa Yesus akan
 mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga
untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang
tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang
Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah
kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama
murid-murid-Nya. Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah
dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk
menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil
berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain:
"Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"(Yoh
11:45-56), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
•       Hari ini adalah hari terakhir sebelum kita memasuki Minggu
Suci, yang diawali dengan Minggu Palma, dimana dalam Perayaan Ekaristi
dibarakan Kisah Sengsara Yesus sampai wafat di kayu salib. Dalam Warta
Gembira hari ini dikisahkan seorang imam agung bernama Kayafas berkata
“Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna
bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh
bangsa kita ini binasa”.  Dalam tradisi berbagai bangsa atau suku ada
yang disebut ‘kambing hitam’, yaitu orang benar yang harus menjadi
korban demi keselamatan sesamnya. Maka hemat saya Yesus juga dijadikan
‘kambing hitam’ demi keselamatan seluruh bangsa. Maka marilah kita
siapkan diri kita sebaik-baiknya untuk memasuki Minggu Suci, dan
kiranya jika perlu kita juga merelakan diri sebagai ‘kambing hitam’,
artinya demi kelancaran perayaan Minggu Suci marilah kita sumbangkan
tenaga dan waktu kita, meskipun ada kemungkinan kita juga
 langsung dipekerjakan seenaknya oleh saudara-saudari kita; marilah
kita siap sedia untuk berkorban diri demi keselamatan atau kebahagiaan
saudara-saudari kita.
•       “Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu
akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati
mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di
tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tempat kediaman-Ku pun akan
ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan
menjadi umat-Ku.” (Yeh 37:26-27). “Tempat kediamanKu pun akan ada pada
mereka dan Aku pun menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi
umatKu”, inilah kiranya yang baik kita renungkan atau refleksikan
dalam rangka memasuki Minggu Suci yang akan datang. Sebagai umat
beriman kita juga dinamai sebagai umat Tuhan, artinya adalah orang
yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Dengan kata lain
Tuhan sungguh hidup dan berkarya di dalam diri kita yang lemah dan
rapuh ini, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita mendorong atau
memotivasi orang lain untuk semakin mempersembahkan diri seutuhnya
kepada Tuhan.
 Dalam keadaan atau situasi apapun dan dimanapun serta kapanpun
hendaknya kita tetap setia sebagai umat Tuhan, sehingga kebersamaan
hidup kita juga merupakan paguyuban umat Tuhan yang menarik, mempesona
dan memikat orang lain untuk semakin mempersembahkan diri seutuhnya
kepada Tuhan. Semoga dalam memasuki Minggu suci yang akan datang ini
kita senantiasa membuka diri juga terhadap Penyelenggaraan Ilahi,
sehingga kita juga siap sedia untuk berpartisipasi dalam persembahan
Diri Yesus di kayu salib demi kesematan seluruh bangsa. “Selamat
memasuki Minggu Suci seraya terus menerus menyucikan diri”

“Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di
tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan
Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala
terhadap kawanan dombanya! Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah
menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.” (Yer
31:10-11)
Jakarta,. 16 April 2011


Note: renungan sebelumnya buka: www.ekaristi.org

--
AsWb
http://www.Stasi-Santo-Petrus-Rasul.notlong.com
http://sanpera.aeswebe.co.cc

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages