PEGUNUNGAN MOKATTAM BAGIAN TIMUR CAIRO BERPINDAH SEJAUH 3KM KE BARAT
Kategori: Cerita – Mukjizat
Rekan-rekan member, Jika menginginkan artikel-artikel lama, silahkan kirim permintaan Anda dengan menyebut JUDUL yang dimaksud dan kirim ke sup...@elia-stories.com
Para member Elia’s Stories bisa berkumpul dan bergabung di friendster http://www.friendster.com/39537228
Ingin berlangganan gratis “Elia’s Stories” kirimkan email
kosong ke elia-storie...@yahoogroups.com
atau click Sign Up, selanjutnya, ‘reply’
balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi
MUJIZAT TERJADI DI MESIR..
Siapa
tidak menyangka kota
Cairo Mesir menerima mujizat Tuhan yang terbesar dimana Pegunungan
Mokattam bagian Timur Cairo berpindah sejauh 3 (tiga) kilo meter
kesebelah barat, berikut simak ceritanya :
Sekiranyanya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung (Matius 17 : 20).
Jika kita menghadapi masalah pasti Tuhan akan memberikan jalan terbaik untuk
menyelesaikan masalah tersebut. Seorang Khalifa Mesir pada Abad 10 atau
tepatnya pada tahun 979 Masehi, namanya Kalifah AL-Mui'z Li Din Allah (nama
tersebut mempunyai arti pengelola/ pembela agama Allah, dalam hal ini Islam)
bertemu dengan Paus bernama Abraham bi Zara, Khalifa tersebut langsung bertanya
kepada Paus tersebut katanya : “bukankah dalam Alkitab tertulis jika iman
mu sebesar biji sesawai dapat memindahkan gunung ?”, langsung dijawab
oleh Paus Abraham bin Zara : “Ia” ... dan Apakah Engkau percaya
dengan Alkitab mu, dijawab Paus : “Ia...” dan Ia bertanya kepada
Paus lagi : “apakah engkau percaya bahwa dapat memindahkan gunung
?” dan dijawab Paus : “Ia”... Khalifa langsung bukan meminta
tetapi menyuruh Paus ini untuk memindahkan gunung, dan Khalifa menunjuk gunung
Mokattam disebelah Timur Kota Cairo untuk pindahkan gunung itu...ke sebelah
barat...dan dijawab oleh Paus bahwa “Kami tidak dapat berbuat apa-apa
tanpa campur tangan dan pertolongan dari Tuhan.. Kemudian Kalifa menjawab
dengan ancaman bahwa : “baiklah saya memberikan kamu kesempatan 3 (tiga)
hari saja untuk memindahkan gunung Mokattam ini jika tidak maka risikonya semua
orang Kristen di Cairo akan dibunuh.
Dengan segera Paus mengumpulan seluruh jemaatnya untuk berpuasa 3 (tiga) hari
3 (tiga) malam bahkan termasuk ternak mereka juga harus berpuasa. Dan
akhir dari hari yang ketiga tersebut, Bunda Maria /Ibu Yesus menampakan
dirinya dan berkata kepada Paus itu “Kamu jangan takut gunung itu pasti
akan pindah”, caranya Paus harus mengundang Khalifa tersebut dan
menemukan seseorang yang hanya mempunyai satu mata saja yang sedang membawa
keranjang air dan Dia orangnya sangat baik dan beriman. Pertanyaannya kenapa
harus mencari dan mendapatkan orang buta sebelah tersebut yang selanjutnya
sibuta tersebut bernama Sant.Simon, sehingga Gereja Gua Batu ini bernama
Sant.Simon: Kisah Simon ini dikenal berhati mulia, mengapa matanya cuma satu,
ternyata Sant.Simon menterjemahkan Alkitab secara harafiah : “kalau
matamu merusak engkau maka harus dicungkil dari pada tubuh mu masuk
neraka”. Menurutnya
Ia melakukan dosa, yang mana Dia tukang Sol
sepatu dengan tidak sengaja tunduk melihat aurat wanita, akhirnya si Sant.
Simon mencungkil satu matanya.
Disamping kerja tukang sol sepatu, dia juga membawa keranjang air, bekerja membantu orang miskin, orang lemah untuk distribusi air sungai nil. Karena ia berhati mulia maka ia dipilih Bunda Maria untuk mendampingi Paus Abraham bin Zara untuk saksi mujizat terbesar ini.
Selanjutnya hari keempat setelah berpuasa, Abraham bin Zara beserta Sant.Simon
membawa Khalifa didaerah pegunungan tersebut, tiba pegunungan tersebut mereka
berdoa selama 3 jam dan meneriakan ‘Kyrie Eleison’ ‘Kyrie
Eleison’ dalam bahasa Yunani yang berarti ‘Lord, have mercy’
atau ‘Tuhan, kasihanilah kami’ sebanyak 412 kali dan mujizat
terjadi pegunungan sebelah Timur itu terangkat dan matahari berada ditengah
dasar berpijak, kemudian mereka berdoa terus dan pegunungan timur Mochatam
berpindah kesebelah barat dengan jarak 3 kilo meter dari Kota Cairo, dan
selanjutnya si Kalifa Almu’as berkata “stop-stop” aku telah
melihat bagaimana tangan Tuhan Allah mu yang punya kuasa bekerja...
Setelah Kalifa ini melihat mujizat Tuhan maka Ia merasa bahwa pekerjaannya yang
Ia geluti selama ini tidak ada artinya dihadapan Tuhan, akhirnya Ia menyerahkan
dirinya untuk mengikuti Tuhan, kemudian hari berikutnya dia dibabtis menjadi
orang kristen dan namanya berubah menjadi Stefanus.Untuk menghindari protes
orang lain maka Stefanus pindah ke padang
gurun.
Cerita ini telah tercatat dalam sejarah bangsa Mesir dan bahkan sampai
menceritakan mengapa sampai Kalifa pindah ke
padang gurun dan sampai mati melayani Tuhan.
Kalifa yang menjadi Stefanus dikuburkan di antara jalan Cairo dan Alexandria
yang lokasinya disebut Aldi Allmakrun tetapi ada juga yang mengatakan bahwa
tulang belulangnya dipindahkan ke Gereja Gantung / Al-Mu'allaqah (Hanging
Curch) di Babylon (sekitar daerah kota Kairo lama) tetapi tidak ada dokumen
yang menceritakan dengan jelas.
SEJARAH GEREJA SANT.SIMON
Orang – orang Kristen yang bekerja sebagai pengumpul sampah
dikumpulkan Presiden Mesir Gamal Abdul Naser sejak tahun 1961 di tempat Gua
Batu ini. Mereka ternyata hanya orang Kristen KTP hanya dari namanya saja orang
Kristen, mereka tidak tau apapaun tentang Alkitab dan Tuhan Yesus, dan
seseorang pengumpul sampah ini datang dari suatu tempat untuk mengumpul sampah,
nama tempatnya disebut Sugra bertemu seorang Kristen, dan orang ini bertanya
kepada pengumpul sampah ini katanya : apakah engkau kristen, dijawab ya...
apakah engkau berpuasa dan mengikuti ibdah gereja, dan dijawab oh..tidak saya
tidak melakukan hal itu. Karena penasaran maka orang Sugra ini datang ketempat
pegunungan ini mencoba mengajarkan kekristenan, hal baik tentang ajaran-ajaran
Tuhan Yesus, namun mereka tidak berubah dan akhirnya orang Sugra tersebut
merasakan bahwa percuma mengajarkan kepada mereka dan dia memutuskan untuk
tidak datang lagi ketempat ini, namun Tuhan mengetuk hatinya agar jangan
berhenti mengajar di tempat ini, kata Tuhan kamu harus menyelesaikan
pekerjaanmu sampai selesai dan akhirnya ia menjadi pendeta ditempat ini namanya
adalah pendeta Simon Abraham.
Kemudian pada tahun 1980 mereka mulai memotong batu untuk melebarkan tempat
Gereja, kira-kira sebanyak 1,5 ton batu dipotong sehingga menjadi gua lorong
yang besar, setelah 13 hari bekerja mereka mulai mengadakan kebaktian di tempat
ini. Tempat ini ternyata merupakan Gereja terbesar di Mesir dengan kapastitas
15.000 sampai dengan 17.000 orang.
Pada saat membangun gua ini terjadi mujizat : ada satu orang anak tergilas truk proyek ini dan sudah pasti risikonya proyek ini akan ditutup karena dapat membahayakan keselamatan pekerja dan anak-anak sekitarnya, namun pendeta tsb berdoa bersama jemaat dengan sunggguh sungguh selama 7 hari dan akhirmya kepala anak tersebut tersambung kembali dan sampai sekarang anak itu masih hidup. Jadi tenyata mujizat itu terus ada dan banyak mujizat disini terjadi, yang lumpuh bisa berjalan, yang buta bisa melihat sehingga disatu kamar sebelah kiri pintu masuk terlihat banyak kursi roda yang disimpan disana sebagai bukti mujizat telah terjadi, kira-kira sudah 200 kali mujizat terjadi...
Ada mujizat
disini yakni pada langit-langit gua gereja Sant.Simon tanpa dipahat secara
alami mereka menemukan relif lukisan Bunda Maria sedang menggendung Putra Allah
Yesus Kristus.
Jadi ternyata kita datang kesini bukan kebetulan tetapi semua rencana Tuhan
untuk menyaksikan mujizat terbesar yang terjadi di gereja terbesar di negara
Mesir. Pada saat kita ketempat itu, ada yang sudah malas untuk kesana mengingat
tempatnya jauh, jorok penuh sampah- sampah, tenyata ada ribuan air mata yang
tumpah ditempat ini, dari tempat ini sejarah pembangunan Mesir dimulai, dari
tempat ini yang mustahil bagi manusia ternyata nyata dalam kehidupan ini, dari
tempat ini iman kekristenan, gereja-gereja akan berkembang di Mesir ini, dari
tempat ini orang-orang kafir, orang-orang tidak percaya Tuhan Yesus ingin
membuktikan kalau kamu punya iman sebiji sesawi dapat membuktikannya sendiri,
dari tempat ini para pemulung-pemulung sampah yang hidupnya tidak layak, kita
sampai tutup mulut melihat mereka, tetapi mereka-mereka ini yang akan merubah
Negara Mesir ini. Kita lihat ada roti yang dipenuhi lalat-lalat, tetapi mereka
makan tidak sakit, tetapi kita yang makan 4 sehat
lima sempurnah tetap sakit.
Pada perjalan ziarah kita yang terakhir kita dibawah kesini untuk meliah
ada banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita dan puji Tuhan kita
ada masuk dalam rencana Tuhan...ayat firman : “berbahagialah orang
yang miskin dihadapan Allah karena merekalah yang empunya kerjaan Surga”
kata berbahagia dan kata miskin disini secara fisik mereka ini tidak pantas dan
layak, tetapi sebenarnya dari tempat ini mujizat-mujizat sedang berlangsung.
Marilah kita mengambil bagian dalam rencana Tuhan
*) Sumber : (1). . Jenkins,
S., 'Faith to Move
Mountains ', Cairo
Times, 20 March-2 April 1997. (2). Ziarah di Cairo Mesir tanggal 12 Oktober
2009.
Artikel Lain:
- Sebuah Rahasia Di Balik Mukjizat
- Tepat Pada Waktunya
Ingin berlangganan gratis “Elia’s Stories” kirimkan email
kosong ke elia-storie...@yahoogroups.com
atau click Sign Up, selanjutnya, ‘reply’
balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi