KONSER MUSIK GEREJA: "Alleluia! Christus surrexit | Sacred Liturgical Music for Easter & Holy Week" [1 Attachment]

3 views
Skip to first unread message

A.S.Wipur Byantoro

unread,
Apr 6, 2011, 4:12:47 AM4/6/11
to gerejakatoliktambun, stasi-sanpera-garchive-19243

From: alexander yusup <arta...@yahoo.com>
Subject: [Paroki_St_Arnoldus] KONSER MUSIK GEREJA: "Alleluia! Christus surrexit | Sacred Liturgical Music for Easter & Holy Week" [1 Attachment]

Cappella Victoria Jakarta
mempersembahkan
Konser Musik Gereja
Nyanyian Polifoni Suci
 
Alleluia! Christus surrexit
Sacred Liturgical Music for Easter & Holy Week
 
DOMENICO BARTOLUCCI
TOMMASO LUDOVICO DA VITTORIA
GIOVANNI PIERLUIGI DA PALESTRINA
FELICE ANERIO | GIUSEPPE LIBERTO
 
Sabtu, 07 Mei 2011 | Pukul 20.00 WIB
Gereja Katolik Santa Theresia, Jakarta
 
Tanpa dipungut bayaran
 
Untuk mendapatkan Tanda Masuk, hubungi:
- Yohana (0811.870.3049)
- Wiwin (021-9375.2443)
- Lianita (0816.166.9764)
- Winny (081382989352)
 
 
PROGRAM
 
Hari Minggu Palma (Dominica in Palmis)
- Hosanna Filio David (Bartolucci)
 
Hari Kamis Putih (In Cœna Domini)
- Unus ex discipulis (Vittoria)
- Ubi caritas (Liberto)
- Pange lingua (Bartolucci)
 
Hari Jumat Agung (In Parsceve)
- Tradiderunt me (Vittoria)
- Improperia: Popule meus (Palestrina)
 
Hari Sabtu Suci (Sabbato Sancto)
- Sepulto Domino (Vittoria)
 
Malam Paska (in Vigilia Paschae)
- Sicut cervus (Bartolucci)
- Gloria - Messa Pasquale (Bartolucci)
- O filii et filiæ (Bartolucci)
 
Hari Raya Paska (In Resurrectione Domini)
- Vidi aquam (Victoria)
- Victimæ paschali laudes (Gregorian)
- Alleluia. Christus surrexit (Anerio)
 
Masa Paska (Dominicis Post Pascha)
- Regina cæli (Bartolucci)
 
 
***
 
Pengantar
 
Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus tidak dapat dipisahkan begitu saja dari sengsara-Nya. Oleh karenanya, walau acara konser musik liturgis ini bertajuk kebangkitan dan diadakan pada Masa Paska, kami ingin memulai dengan nyanyian-nyanyian Pekan Suci (Sesi I), dilanjutkan dengan nyanyian-nyanyian Paska (Sesi II). Mengingat banyaknya nyanyian untuk perayaan-perayaan selama Pekan Suci dan Paska maka pada acara malam ini kami hanya menyanyikan nyanyian-nyanyian khas untuk masing-masing perayaan tersebut, yakni:
 
1. Hari Minggu Palma: Nyanyian untuk Upacara Pemberkatan dan Perarakan Palma.
2. Hari Kamis Putih: Tanggapan untuk Ibadat Bacaan (Tenebræ), Madah Ekaristi untuk Persembahan (sebelumnya untuk Upacara Pembasuhan Kaki) dan Madah Ekaristi untuk Upacara Pemindahan (dan Perarakan) Sakramen Mahakudus.
3. Hari Jumat Agung: Tanggapan untuk Ibadat Bacaan (Tenebræ) dan Nyanyian Improperia untuk Upacara Penghormatan Salib.
4. Hari Sabtu Suci: Tanggapan untuk Ibadat Bacaan (Tenebræ), Madah Kemuliaan meriah, Mazmur untuk Pembaptisan (Pembaharuan Janji Baptis) dan Madah untuk Persembahan.
5. Hari Raya Paska: Nyanyian untuk mengiringi Upacara Pemercikan Air Suci, Madah (Sekuensia) Paska, Nyanyian Komuni dan Antifon Maria untuk Masa Paska.
 
Pada penyelenggaraan bulan November 2010, umat beriman memberikan respon positif melalui keterlibatan dalam melagukan nyanyian umat. Kami sangat bergembira akan hal itu sehingga pada acara malam ini kami menanggapi respon positif tersebut dengan kembali mengadakan acara yang menghadirkan pula unsur partisipatif, di mana umat beriman dapat kembali turut-serta melagukan nyanyian umat pada beberapa nyanyian.
 
Gubahan-gubahan tersebut merupakan hasil elaborasi atas Kantus Gregorian menjadi nyanyian Polifoni, sekaligus menggambaran bahwa Kantus Gregorian dan nyanyian Polifoni Suci dapat disusun sedemikian rupa sehingga mengikuti perkembangan zaman namun tetap memiliki spirit musik liturgis-suci khas Gereja Katolik (Roma), dan dapat ”dilestarikan” (diumatkan) dengan tetap mengikutsertakan peran-serta Umat dalam Perayaan Ekaristi (Liturgi).
 
Untuk menambah variasi, pada acara kali ini kami juga menghadirkan gubahan beberapa komposer, yang secara tradisi memiliki hubungan dengan Palestrina, Vittoria dan Bartolucci (tiga komposer utama yang gubahannya telah kami persembahkan dalam lima konser terakhir sejak tahun 2008), baik dari sisi kaidah (style) maupun tempat mereka berkarya. Komposer-komposer tersebut adalah: Felice Anerio dan Giuseppe Liberto. Anerio merupakan murid langsung Palestrina di Roman School sedangkan Mgr Liberto pernah menjabat Maestro di Cappella di Cappella Musicale Pontificia “Sistina” saat menggantikan Maestro Bartolucci.
 
Harapan kami, semoga melalui acara yang menghadirkan pula unsur partisipatif ini, Kantus Gregorian dan Nyanyian Polifoni Suci, yang telah dihadirkan (baca: didengar) secara langsung – khususnya melalui konser-konser yang kami adakan di Gereja Katolik Santa Theresia – dalam lima tahun terakhir, selanjutnya dapat juga dialami (baca: dinyanyikan) secara langsung oleh segenap umat beriman terkasih, khususnya pada bagian Nyanyian Umat. Selamat menikmati dan semoga acara ini dapat berkenan. Christus vincit, Christus regnat, Christus imperat!
 
 
Para Komposer
 
Para komposer yang gubahannya dibawakan pada acara malam ini merupakan penggubah-penggubah musik di Roma, baik pada jaman late-renaissance (akhir abad XVI) maupun pada jaman moderen (abad XX dan XXI). Tommaso Ludovico da Vittoria dan Felice Anerio merupakan murid Giovanni Pierluigi da Palestrina, sang Pangeran Musik (Princeps Musicæ) yang memperkenalkan kaidah baru (Palestrina Style) dalam menggubah Nyanyian Polifoni Suci seturut semangat-tradisi Roman School. Domenico Bartolucci dijuluki sebagai “Palestrina Moderen”, terutama karena penafsirannya atas kaidah Palestrina dalam gubahan-gubahan Polifoni Suci jaman moderen. Mgr Giuseppe Liberto merupakan pengganti Domenico Bartolucci sebagai Il Maestro Direttore della Cappella Musicale Pontificia “Sistina”.
 
Domenico Bartolucci (lahir di Firenze pada tahun 1917) merupakan Maestro Perpetuo della Cappella Musicale Pontificia “Sistina”. Kardinal Bartolucci dikenal luas sebagai salah seorang tokoh penting dalam dunia musik abad XX, baik sebagai komposer maupun direktur musik. Kardinal Bartolucci amat diperhitungkan sebagai “the most authoritative interpreter of Palestrina”. Sebagai komposer, Maestro Bartolucci amat intensif menggubah. Sejauh ini gubahannya yang telah dipublikasi telah mencapai lebih dari 34 volume berupa Motet, Mazmur, Misa, Oratorio, Madrigal, Konserto, Simfoni, dan Sonata. Dalam musik liturgis-sakral, Kardinal Bartolucci banyak menggubah karyanya berdasarkan nyanyian pokok dari Kantus Gregorian dan Madah Ambrosian, untuk digunakan dalam Perayaan Ekaristi dan Ibadat, terutama di lingkungan Kapel Sistina. Gubahan Maestro Bartolucci dipandang sebagai salah satu bentuk tafsiran moderen atas Polifoni Roma akhir abad XVI, khususnya Polifoni Suci gubahan Palestrina. Kardinal Bartolucci dalam usianya yang ke-90-an masih tetap diakui sebagai seorang interpreter paling berpengaruh untuk Kantus Gregorian serta Polifoni Suci gubahan Palestrina, dan masih berkarya baik sebagai komposer maupun direktur musik.
 
Tommaso Ludovico da Vittoria (Spanyol: Tomas Luis de Victoria) lahir di Avila (Spanyol) pada tahun 1548. Pada usia 10 tahun Vittoria menjadi anggota koor anak-anak di Katedral Avila dan mulai belajar Kantus Gregorian serta teori kontrapung dan komposisi pada beberapa maestro. Pada tahun 1567, Vittoria bergabung dengan Kolese Hermanum (Roma) dan belajar pada Palestrina. Setelah merampungkan studinya, pada tahun 1571 Victoria diangkat menjadi pengajar di Kolese Hermanum dan dipilih menjadi direktur musik di Seminari Roma menggantikan Palestrina. Vittoria berkarya selama 20 tahun di Italia. Diyakini semua gubahan Vittoria berupa musik sakral (sacred music) dengan berbagai ragam suasana. Penelitian atas sejumlah gubahannya mengungkapkan bahwa Vittoria menyusun karya-karyanya dengan gaya kontrapung yang konservatif, yang memperhatikan koherensi tekstur polifoni, namun tanpa melupakan ekspresi teks nyanyian yang bergerak secara dinamis.
 
Felice Anerio (bersama saudaranya Giovanni Francesco) merupakan murid langsung Palestrina. Anerio tergolong komposer yang konservatif dan banyak menggunakan kaidah Palestrina (Palestrina Style), terutama pada awal karyanya, meskipun demikian dalam perkembangan selanjutnya Anerio juga terpengaruh gaya dari Venesia. Anerio merupakan salah satu tokoh penting dalam gerakan Kontra-Reformasi di Italia. Bersama Francesco Soriano, Anerio terlibat dalam mereformasi Graduale Romanum sebagai salah satu langkah terakhir dari gerakan Kontra-Reformasi di Italia saat itu.
 
Cappella Victoria Jakarta
 
Cappella Victoria Jakarta merupakan paduan suara gerejawi yang berbasis di Paroki St. Theresia. Didirikan pada akhir tahun 2005 oleh beberapa anak muda dari Paroki St. Theresia, Cappella Victoria terus berkembang hingga kini beranggotakan 33 orang muda yang berasal dari 19 paroki di Keuskupan Agung Jakarta.
 
Seiring dengan bertambahnya anggota, Cappella Victoria pun bertumbuh menjadi paduan suara (cappella) yang secara khusus menyanyikan Polifoni Suci dari akhir abad XVI, terutama Polifoni Roma (Roman School) menggunakan Kaidah Palestrina (Palestrina Style).
 
Sejak tahun 2006, Cappella Victoria menyanyikan Polifoni Suci secara rutin dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Katolik St. Theresia dan beberapa Gereja Katolik di Jakarta. Melalui sarana nyanyian Polifoni Suci, yang diyakini dapat menghadirkan suasana sakral, Cappella Victoria ingin turut-serta membantu umat beriman membuka hati bagi Tuhan melalui nyanyian.
 
Untuk menghadirkan nyanyian liturgis Gereja Katolik secara nyata di hadapan umat beriman, Cappella Victoria juga telah menyelenggarakan sendiri secara rutin beberapa Konser Musik Polifoni Suci sejak tahun 2008, dengan mengangkat beragam tema liturgis, yakni tentang Ekaristi, Syukur, Santa Perawan Maria, serta Peringatan Arwah Umat Beriman, maupun tema teknis yakni Musik Polifoni Roma serta Musik yang digubah untuk Kapel Sistina.
 
Selama lima tahun, Cappella Victoria terus mengembangkan repertoar nyanyian Polifoni Suci hingga kini telah mencapai 75 nyanyian; umumnya merupakan gubahan dari komposer utama nyanyian liturgis Gereja Katolik, yakni: Giovanni Pierluigi da Palestrina, Tomas Luis de Victoria, serta Domenico Bartolucci.
 
Dengan semboyan “tetap semangat” (adaptasi dari: “estote fortes et pugnate), Cappella Victoria terus menggiatkan anggotanya untuk turut-serta dalam menghidupkan kegiatan menggereja di komunitas masing-masing, khususnya dalam bidang paduan suara.
 
Facebook: search Cappella Victoria Jakarta
Twitter: CeVeJe
 






__._,_.___

Attachment(s) from alexander yusup

1 of 1 Photo(s)

-- 
AsWb
http://www.Stasi-Santo-Petrus-Rasul.notlong.com
http://sanpera.aeswebe.co.cc

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages