SirahNabawiyah adalah kajian penting dan relevan sepanjang masa bagi umat Islam.
Buku ini membahaskan tentang sirah junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w. iaitu perjalanan hidup baginda Rasulullah s.a.w. di mana perbahasan dalam sirah ini dimulakan dengan memaparkan tentang keadaan jazirah Arab dan sekitarnya sejak empat puluh tahun sebelum kelahiran insan mulia tersebut sehinggalah kepada perbahasan akhir iaitu kewafatan baginda saw.
Sirah Ibnu Hisyam ini merekodkan riwayat-riwayat dari tokoh-tokoh ahli sejarah kurun ke dua dan ketiga hijrah. Bahkan sirah Ibnu Hisyam adalah di antara kitab-kiab sirah yang menjadi rujukan utama kepada kitab-kitan Sirah generasi terkemudian dan kontemporari.
Kitab Sirah Ibnu Hisyam ini memiliki keistimewaannya yang tersendiri bagi mereka yang mengetahui dan banyak mengkaji persoalan selok-belok sirah Nabi Muhammad s.a.w.
Sirah Nabawiyah adalah kajian vital dan aktual sepanjang masa bagi kaum Muslimin. Di dalamnya tergambar esensi penerapan Islam paripurna yang tercermin pada diri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dan Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam melukiskan kesempurnaan jati diri Rasulullah dengan jernih dan utuh dari hasil buah tangan ulama salaf yang hidup abad kedua dan ketiga Hijriyah. Sudah tentu banyak penulisan kitab-kitab sirah kontemporer menjadikan Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam rujukan utamanya.
Bahkan banyak ulama mengatakan Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam adalah duplikat kitab Al-Maghazi-nya Ibnu Ishaq yang diyakini sebagai kitab Sirah Nabawiyah terbaik dan terpercaya. Insya Allah, dari kelengkapan dan kedekatannya dengan masa Rasulullah menjadikan buku ini menghadirkan Anda di sisi beliau, Amiin.
Ini adalah buku sirah yang paling lengkap dan sumber paling awal dari sejarah Nabi bahkan menjadi sumber utama penulisan buku-buku sirah setelahnya. Tak ada satu buku sirah manapun yang ditulis setelah itu kecuali dia pasti merujuk atau merefer pada Sirah Ibnu Ishaq ini.
Semua sejarawan Islam telah berhutang intelektual kepada Ibnu Ishaq dan Ibnu Hisyam, dua penulis buku sirah ini. Bahkan banyak ulama mengatakan Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam adalah duplikat kitab Al-Maghazi-nya Ibnu Ishaq yang diyakini sebagai kitab Sirah Nabawiyah terbaik dan terpercaya.
Pada generasi selanjutnya, hadir beberapa ulama yang menulis kitab dengan pembahasan sirah nabawiyah secara khusus. Di antara yang cukup populer dalam generasi penulis pertama adalah Muhammad bin Ishaq bin Yassar (w. 152 H).
Mayoritas ulama dan pakar hadits sepakat bahwa seluruh riwayat Muhammad bin Ishaq terpercaya, kecuali yang diperolehnya dari Malik dan Hisyam bin Urwah bin Zubair karena keduanya dinilai cedera (jarh) sebagai seorang rawi.
Karena memang kitab ini ringkasan kitab Ibnu Ishaq. Pembahasan terkait kehidupan Nabi Muhammad dalam kitab ini dimulai sejak Nabi lahir sampai kewafatannya. Kitab tersebut juga menyajikan pembahasan dengan detail dan jelas. Selain itu juga menghindari syair-syair Arab dan beberapa riwayat dari kitab Ibnu Ishaq yang dinilai tidak memiliki sanad kuat. Artinya, meski kitab ini ringkasan dari Ibnu Ishaq, tetapi bukan sebatas meringkas, melainkan sudah melalui penelitian ilmiah yang cukup matang.
Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam dan Al-Maghazi karya Al-Waqidi merupakan dua kitab sirah nabawiyah tertua yang masih ada hingga saat ini, yang kitabnya sampai kepada kita dengan utuh. Ibnu Hisyam menulis sirah secara lengkap dari masa sebelum Rasulullah hingga wafatnya beliau, sedangkan Al-Waqidi memilih menulis peperangan Rasulullah saja pasca hijrah, oleh karena itu kitabnya disebut Al-Maghazi, namun demikian kedunya dinilai berbeda dalam pandangan para ulama hadits.
Demikianlah, sirah Ibnu Hisyam yang banyak mengambil dari Ibnu Ishaq merupakan kitab Sirah Nabawiyah paling terpercaya hingga saat ini. Sedangkan Maghazi Al-Waqidi bisa dimanfaatkan untuk memperkaya konstruk sejarah, terutama dalam bahasan peperangan Rasulullah.
3a8082e126