Eight tahun makes up a windu. A single windu lasts for 81 repetitions of the wetonan cycle, or 2,835 days (about 7 years 9 months in the Gregorian calendar). The tahun are lunar years, and of shorter length than Gregorian years. The names of the years in the cycle of windu are as follows (in krama/ngoko):
The kurup is a period of 120 tahun, or lunar years. There are thus 1440 lunar months, or 15 windu in a kurup. One day is dropped from the last month of Besar having 30 days, resulting in the last windu of the kurup having one less day than usual. Thus, the total number of days in a kurup is 42,524 (2,835 days in a windu x 15 windu - 1 day). This is the same number of days as in 120 lunar years of the Tabular Islamic Calendar.
Hari ini, lanjut Yasonna, kita berkumpul untuk merayakan momen refleksi akhir tahun, sebuah waktu yang berharga untuk meninjau perjalanan kita setahun terakhir. Sudah selayaknya kita mendekati setiap pencapaian dengan rasa syukur yang mendalam, dan mendekati setiap kegagalan dengan sikap belajar yang positif.
Sekarang saatnya seluruh jajaran Kemenkumham bersiap memasuki periode baru dalam merencanakan langkah-langkah ke depan. Dari refleksi ini, kita dapat mengevaluasi strategi kita, mengidentifikasi peluang baru, serta menetapkan tujuan yang lebih ambisius dan lebih baik untuk tahun mendatang.
Sejak tahun 1998, pemerintah Kota Bandung menetapkan tanggal 25 September sebagai "hari jadi Kota Bandung". Sebelumnya terdapat beberapa pandangan yang mengidentikkan hari jadi Kota Bandung dengan pembentukan gemeente bandung yaitu tanggal 1 April 1906, sehingga beberapa waktu lamanya tanggal tersebut diperingati sebagai hari jadi Kota Bandung.
Sejak Kota Bandung berdiri hingga pertengahan tahun 1864, hanya berfungsi sebagai ibukota kabupaten yang sepenuhnya diperintah bupati R.A. Wiranatakusumah II dilanjutkan Bupati R.A. Wiranatakusumah III (periode 1829-1846) dan Bupati R.A. Wiranatakusumah IV (periode 1846-1874).