DK
Bukan terganggu, sekedar mengikuti pesan ini:
Pro 18:17 Pembicara pertama dalam sidang pengadilan selalu nampaknya
benar, tapi pernyataannya mulai diuji apabila datang lawannya.
DK
|
"David Kuntadi" <d.ku...@gmail.com> Others, 04/14/2007 09:17 AM Sent by: Spiritu...@googlegroups.com |
To: Spiritu...@googlegroups.com cc: edd...@yahoo.com Subject: [Spiritual-World] Fwd: [Spiritual-World] Re: Yesus datang untuk seluruh umat manusia? Alkitab (Firman Allah) sudah diubah oleh tangan manusia? (Debat Eddy Gandranata vs Wirajhana Eka) |
Yang saya tanggapi adalah tulisan Bung Danu, bukan tulisan anda:
===========================================================
loh orang kristen sekelas Tanribra Gandranata EDDY bisa keok
terkepek-kepek juga ? dulu pernah duel debat juga tuh, emang sih,
hebat... abis terpojok, kaburrr... keliatan juga ditulisan sebelumnya
dimana ia menghindar dari perdebatan yg memojokan nasrani yg emang
bobrok, dengan mengatakan bawah diskusi ini tidak sehat dan tidak
bermutu, tapi kalo di bisa meng-injilkan orang dan menghina agama
lain, maka di cap oleh Tanribra Gandranata EDDY sebagai diskusi yg
bermutu, ya mutu anak cengeng yesus...
============================================================
Atau mungkin anda tidak bisa membedakan antara penyerangan pribadi dan
diskusi.... kalau memang demikian pantaslah.....
DK
Tidak saya foward, karena tujuannya bukan mengadu anda dengan Eddy,
tetapi mengajak Eddy untuk ikutan milis ini, supaya lebih ramai gitu
loh. Kayak nggak tahu saja trik2 mengembangkan jumlah anggota milis?
Hehehe....
> apakah ini bagian yg menyangkut diri anda ? sampai anda harus memforward ?
> haha... oh iya sih, anda kan merasa terganggu karena saya menyindir
> kekristenan... haha... typical banget orang kristen jenggot kebakar, eh
> jangan salah sangka, saya tidak takut atau mundur untuk berdebat dengan si
> EDDY atau orang kristen lainnya... pendeta kristen di sby aja gw serang diem
> seribu bahasa... sapa suruh bermulut munafik !
>
> salam bung DK saya tunggu japri nya...
Wah, jangan japri dong, nanti kita2 nggak bisa ngikutin diskusinya.
Btw, memngurus milis, apalagi mengembangkannya memerlukan trik2
tertentu. Salah satunya ya kalau orang yang "diomongin" nggak ada di
milis, ya difoward ke dia, tujuannya supaya dia ikutan milis dan
melanjutkan diskusi.
DK
Penyerangan pribadi sebetulnya tidak baik, cuma ya sekali2 ya tidak
apa2 sebagai bumbu, asal tidak keterlaluan. Kalau tidak boleh ya
gampang saja toh sudah saya delete. Kan ternyata postingan masih
masuk?
DK
On 4/14/07, Dhanu ttono wrote:
> nah lain kali, kalo mau melakukan evangelish, liat2 dulu... nti terkencing2
> lagi, kaburrr...
> tapi kalo anda juga merasa terganggu bilang aja bung, gpp koq...
Bukan terganggu, sekedar mengikuti pesan ini:
Pro 18:17 Pembicara pertama dalam sidang pengadilan selalu nampaknya
benar, tapi pernyataannya mulai diuji apabila datang lawannya.
DK
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.
|
"Y.I" <yos...@yahoo.com> Others, 04/14/2007 04:04 AM MST Sent by: Spiritu...@googlegroups.com |
To: Spiritu...@googlegroups.com cc: Subject: [Spiritual-World] Re: Fwd: [Spiritual-World] Re: Yesus datang untuk seluruh umat manusia? Alkitab (Firman Allah) sudah diubah oleh tangan manusia? (Debat Eddy Gandranata vs Wirajhana Eka) |
Tapi harus ingat bahwa hanya orang yang open minded yang bisa belajar.
Orang yang otaknya terkontaminasi iman parah sulit untuk belajar, karena otaknya sudah digerogoti iman.
POKOKNYA benar atau salah ya tetap aja ditelan bulat-bulat tanpa boleh membantah!
YI:Ternyata semua ajaran Buddhism sudah saya bantah 'kan, dan terbukti isinya kebohongan dan mencla mencle 'kan?Emangnya si Eka itu takut untuk kemari?Salam!
Sdr. Eka adalah anggota milis BeCeKa dan milis Semedi yang kami
moderatori.
Orangnya sangat open-minded. Bila mau, silahkan diundang. Ini alamat
emailnya: wira...@yahoo.com
Atau yang merasa berkepentingan saya undang untuk gabung ke salahsatu
milis itu. Bagaimana?:-)
Persaudaraan selalu,
NR.
On Apr 14, 7:04 pm, "Y.I" <yose...@yahoo.com> wrote:
> Salam!
>
> Mas DK, undang saja sdr. Eka itu untuk bergabung disini, nanti saya bisa belajar dari dia, apakah dia memang benar-benar mampu!
>
> Salam!
>
> David Kuntadi <d.kunt...@gmail.com> wrote:
>
> On 4/14/07, Dhanu ttono wrote:
>
> > nah lain kali, kalo mau melakukan evangelish, liat2 dulu... nti terkencing2
> > lagi, kaburrr...
> > tapi kalo anda juga merasa terganggu bilang aja bung, gpp koq...
>
> Bukan terganggu, sekedar mengikuti pesan ini:
>
> Pro 18:17 Pembicara pertama dalam sidang pengadilan selalu nampaknya
> benar, tapi pernyataannya mulai diuji apabila datang lawannya.
>
> DK
>
> ---------------------------------
- coba sebutkan jalan mulia beruas 8 yg ada di budhism dan apa
bantahan anda mengenai ini
- apakah anda juga sudah mencoba mempelajari Abhidhamma sehingga anda
bisa mengatakan semua ajaran buddha sudah anda bantah??
- coba sebutkan juga ajaran2 buddha yg sudah anda pernah pelajari
sehingga bsa anda bantah
jika anda bisa berargumen berarti anda bisa memberi bukti
Sorry saya jadi penasaran sama rekan YI dengan mengatakan semua ajaran buddhism sudah anda bantahkan, dengan tulisan ini berarti anda siap untuk memberikan argumen kesaya.. coba saya test anda :
- coba sebutkan jalan mulia beruas 8 yg ada di budhism dan apa
bantahan anda mengenai ini
- apakah anda juga sudah mencoba mempelajari Abhidhamma sehingga anda bisa mengatakan semua ajaran buddha sudah anda bantah??
YI:
Justru seharusnya andalah yg menjelaskannya kepada saya, dan saya akan buktikan bahwa ajaran si Gautama itu bukanlah satu ajaran yg istimewa!
Sebagai kesimpulan saja ya! ajaran Buddha ttg jalan yg mulia beruas 8 adalah bukan satu ajaran yg istimewa karena hanyalah soal TINDAKAN-TINDAKAN yg harus dilakukan dengan berdasarkan KEBENARAN! contoh: Right View, Right Thought, Right Speech, Right Conduct, Right livelihood, Right Effort, Right Mindfullness, Right Concentration!
Kenapa saya katakan bukanlah sebuah ajaran yg Istimewa, sebab sampai sekarang Buddha sendiri TIDAK DAPAT MENUNJUKKAN apa yg dimaksud dengan KEBENARAN itu sendiri!, nah, kalau Buddha sendiri tidak tahu apa itu kebenaran, bagaimana dia bisa bertindak benar?
Jadi tolong anda jabarkan dulu apa itu kebenaran?, dan adakah kebenaran?, dan apakah kebenaran itu memang kebenaran?
RM:
- coba sebutkan juga ajaran2 buddha yg sudah anda pernah pelajari
sehingga bsa anda bantah
jika anda bisa berargumen berarti anda bisa memberi bukti
YI:
Cukup itu dulu, saya tidak perlu mengulang apa saja yg sudah saya pelajari tapi kalau anda punya pelajaran yg ingin anda buktikan kebenarannya kepada saya, silahkan!, saya akan coba mengkritisinya dengan logika saya!
Salam!
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Orang mabok di tanyai . Jawabanya kira2 seperti ini.
Apa itu ajaran mulia beruas 8. itu semua bohong. Ajaran saya beruas 9,
apa ngak lebih hebat.
Abhidhamma emangnya lebih hebat dari Ajaran keselamatan. egak ada apa2
nya mas.
jangankan cuman dua, seratus pun bisa saya bantah. Ha ha ha akulah
pahlawan bertopeng.
On Apr 18, 10:04 am, radi muliawan wrote:
> Sorry saya jadi penasaran sama rekan YI dengan mengatakan semua ajaran
> buddhism sudah anda bantahkan, dengan tulisan ini berarti anda siap
> untuk memberikan argumen kesaya.. coba saya test anda :
>
> - coba sebutkan jalan mulia beruas 8 yg ada di budhism dan apa
> bantahan anda mengenai ini
>
> - apakah anda juga sudah mencoba mempelajari Abhidhamma sehingga anda
> bisa mengatakan semua ajaran buddha sudah anda bantah??
>
> - coba sebutkan juga ajaran2 buddha yg sudah anda pernah pelajari
> sehingga bsa anda bantah
>
> jika anda bisa berargumen berarti anda bisa memberi bukti
On Apr 18, 2:23 pm, "Y.I" <yose...@yahoo.com> wrote:
> Salam!
>
> Mas Henry!, anda tidak sedang berargumentasi tetapi anda sedang menghibur diri sendiri!, bantahlah semua tulisan saya dan jangan menyerang pribadi saya!, tunjukkan kalau memang kepercayaan anda itu benar dan dapat di pertangung jawabkan!
>
> Salam!
>
> Henry <henry...@telkom.net> wrote:
>
> Orang mabok di tanyai . Jawabanya kira2 seperti ini.
> Apa itu ajaran mulia beruas 8. itu semua bohong. Ajaran saya beruas 9,
> apa ngak lebih hebat.
> Abhidhamma emangnya lebih hebat dari Ajaran keselamatan. egak ada apa2
> nya mas.
> jangankan cuman dua, seratus pun bisa saya bantah. Ha ha ha akulah
> pahlawan bertopeng.
>
> On Apr 18, 10:04 am, radi muliawan wrote:
>
> > Sorry saya jadi penasaran sama rekan YI dengan mengatakan semua ajaran
> > buddhism sudah anda bantahkan, dengan tulisan ini berarti anda siap
> > untuk memberikan argumen kesaya.. coba saya test anda :
>
> > - coba sebutkan jalan mulia beruas 8 yg ada di budhism dan apa
> > bantahan anda mengenai ini
>
> > - apakah anda juga sudah mencoba mempelajari Abhidhamma sehingga anda
> > bisa mengatakan semua ajaran buddha sudah anda bantah??
>
> > - coba sebutkan juga ajaran2 buddha yg sudah anda pernah pelajari
> > sehingga bsa anda bantah
>
> > jika anda bisa berargumen berarti anda bisa memberi bukti
>
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Kebenaran yg benar adalah yg tidak bisa dirubah oleh jumlah suara dan
bersifat unversal
Contoh kebenaran saya ambil dari point2 singkat:
- hukum kamma (Jika ada Akibat maka ada Sebab) coba anda bantah apakah
ini bukan kebenaran??
- Anicca (segala sesuatu selalu berubah tidak tetap) apakah ini bukan
kebenaran silahkan anda bantah??
- Pikiran adalah pelopor (ada di ayat dhamma pada), apakah ini bukan
kebenaran juga silahkan anda bantah juga??
anda mengatakan sang buddha tidak dapat menunjukan? sudah jelas sang
buddha berprinsip Ehipasiko (datang dan buktikan) dari mana tidak
dapat menunjukan??
semoga anda kita membahas ini dengan pikiran terbuka, karena jika
tidak maka bantahan anda hanyalah penolakan bukan menganalisa
Bung YI,Anda menyebut, janji keselamatan kalau percaya Yesus maka akan diselamatkan adalah sebuah KEBENARAN... ha..ha... Bung nyadar.. itu kebenaran dalam angan-angan anda bung...
YI:Janji keselamat itu adalah kebenaran, karena itu adalah Janji untuk masa yg akan datang , kalau anda katakan itu angan-angan terserah anda saja, Tetapi kebenaran dari janji itu adalah dapat dibuktikan benar dengan melihat janji-janji sebelumnya!, lihat dan baca lagi postingan saya ttg BAGAIMANA menentukan apakah sebuah JANJI itu benar atau bohongan!
Mari kita teliti dengan baik...1. apabila itu memang kebenaran, mengapa sebuah kebenaran bisa direvisi, dengan keluarnya statement dari pihak gereja Katolik, bahwa ada keselamatan di luar Yesus ?
YI:Kebenaran tetap kebenaran, kalau orang sudah menyelewengkannya dengan manambah-nambahi syarat lain, bukan kebenarannya yg salah tetapi orangnya yg salah!, dan gereja tidak selalu benar!
2. apabila itu memang kebenaran, apakah benar hanya bermodal cukup percaya ?
YI:Percaya kepada Yesus saja!, tapi perlu anda ketahui percaya yg bagaimana?, karena SETAN-SETAN pun juga percaya loh!, percaya disini adalah percaya bahwa : Yesus adalah datang dari Allah, Yesus adalah Juruselamat dan penebus Dosa manusia, Yesus adalah Tuhan!
3. apabila anda mengatakan.. o tidak hanya percaya.. harus didukung perbuatan ... nah sy tanya balek ... apakah bisa pengikut2 Yesus sekarang ini dijamin perbuatan sudah baik semua ? kalau memang masih belum.. terus sehabis meninggal apa yang terjadi ?
YI:Tidak ada syarat tambahan lain mas!, percayalah kepada Tuhan Yesus, maka engkau dan seluruh isi rumah tanggamu akan diselamatkan!
4. apakah anda sudah mendengar.. bahwa sekarang ajaran Nasrani mulai memasukkan ajaran tentang Kelahiran Kembali.. apakah bisa sebuah Kebenaran bisa direvisi-bolak balek seperti karet ditarik-tarik.. akhirnya putus sendiri ?
YI:Sudah !, saya tahu bahwa banyak manusia-manusia yg mencampur adukkan ajaran-ajaran, bukan Kristen saja mas!, agama-agama lain juga banyak kok!, itu adalah ulah manusia dan bukannya kebanaran!Dan itu sudah ditulis sejak awal, dan sudah diramalkan oleh Yesus mas!, jadi saya tidak heran!, tapi kalau orang mau mengikutinya itu terserah, bagi saya itu tidak perlu di ikuti!Kembali ketopik mas!, bagaimana dengan kebenaran di Buddhism, TIDAK ADA 'kan?, Buddha sendiri tidak mempunyai kebenaran dan TIDAK TAHU apa itu kebenaran!Salam!Nb: mas tolong option e-mail anda dirubah mas! karena formatnya terlalu melebar!..thanks!
YI:Saya sependapat dan tidak menentang ke tiga Hukum itu mas!, karena memang ketiganya adalah benar! tetapi hal-hal tsb, tanpa ajaran Buddhismpun mereka sudah ada!Jadi jangan di klaim sebagai milik ajaran Buddhism!, ,karena sebelum adanya Si Buddha pun, yg disebut : Sebab akibat, Perubahan, maupun Pikiran manusia itu sudah ADA !, TAPI itu bukan tujuan manusia mas!, kalau sekedar diketahui dan dijalankan boleh-boleh saja!, Tujuan dari Si Goutama merenungkan hal-hal tsb, adalah mencari KELEPASAN 'kan?, apakah dia bisa lepas dari penderitaan dan kematian?.....itu yg dicari oleh manusia!Tapi saya salut dengan si Gautama yg sudah merenungkannya dan mengdiskripsikan dari kenyataan hidup manusia ini!, setelah itu apa point nya mas.Salam!
On Apr 20, 7:06 am, "Y.I" <yose...@yahoo.com> wrote:
> Salam!
Henry: Apakah menurut anda suatu ajaran harus mengajarkan yang tidak
ada. itu namanya mengADA-ADA seperti ajaran anda.
> Salam!
>
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Ya pointnya dengan jelas.. mengajak orang2 untuk jeli dan mau menerima kenyataan..Daripada hidup dalam angan2.. "saya percaya Yesus.. maka sy akan diselamatkan..." namun dia secara pribadi gak ada perubahan dalam sikap, cara berpikir, ataupun kebajikan setiap harinya...YI:Yang hidup dalam angan-angan dan terus ga karuan hidupnya , membuktikan bahwa dia TIDAK PERCAYA!......sama seperti orang yg TIDAK BISA MELIHAT kenyataan hidup ini, walaupun tahu adanya Hukum Sebab akibat, hukum perubahan maupun Punya Otak!Salam!
On Apr 20, 7:06 am, "Y.I" wrote:
> Salam!
>
> radi muliawan wrote:
>
> Jalan mulia beruas 8 tidak istimewa buat anda, tapi itu dasar
> seseorang bisa bertindak benar, apakah anda memahami jalan mulia
> beruas 8 itu?? atau hanya mencopy paste dari google??
>
> Kebenaran yg benar adalah yg tidak bisa dirubah oleh jumlah suara dan
> bersifat unversal
>
> Contoh kebenaran saya ambil dari point2 singkat:
> - hukum kamma (Jika ada Akibat maka ada Sebab) coba anda bantah apakah
> ini bukan kebenaran??
> - Anicca (segala sesuatu selalu berubah tidak tetap) apakah ini bukan
> kebenaran silahkan anda bantah??
> - Pikiran adalah pelopor (ada di ayat dhamma pada), apakah ini bukan
> kebenaran juga silahkan anda bantah juga??
>
> anda mengatakan sang buddha tidak dapat menunjukan? sudah jelas sang
> buddha berprinsip Ehipasiko (datang dan buktikan) dari mana tidak
> dapat menunjukan??
>
> semoga anda kita membahas ini dengan pikiran terbuka, karena jika
> tidak maka bantahan anda hanyalah penolakan bukan menganalisa
>
> YI:
> Saya sependapat dan tidak menentang ke tiga Hukum itu mas!, karena memang ketiganya adalah benar! tetapi hal-hal tsb, tanpa ajaran Buddhismpun mereka sudah ada!
>
> Jadi jangan di klaim sebagai milik ajaran Buddhism!, ,karena sebelum adanya Si Buddha pun, yg disebut : Sebab akibat, Perubahan, maupun Pikiran manusia itu sudah ADA !, TAPI itu bukan tujuan manusia mas!, kalau sekedar diketahui dan dijalankan boleh-boleh saja!, Tujuan dari Si Goutama merenungkan hal-hal tsb, adalah mencari KELEPASAN 'kan?, apakah dia bisa lepas dari penderitaan dan kematian?.....itu yg dicari oleh manusia!
>
> Tapi saya salut dengan si Gautama yg sudah merenungkannya dan mengdiskripsikan dari kenyataan hidup manusia ini!, setelah itu apa point nya mas.
Henry: Apakah menurut anda suatu ajaran harus mengajarkan yang tidak
ada. itu namanya mengADA-ADA seperti ajaran anda.
YI:Kalau seseorang mengajarkan ajaran yg lama, jangan disebut miliknya dong!, apalagi di Klaim sebagai yg paling asli !....wah!, itu yg disebut mengada-ada mas!Salam!
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Lepas dari kematian : jika tidak ada kelahiran lagi dari mana ada
kematian (^_^) itu saja.. sederhana
Jika anda bertanya kenapa sang buddha masih mengalami kematian, maka
anda harus mengerti yg telah dicapai oleh seorang buddha dan anda juga
perlu bisa membedakan antara nibanna dan parinibanna
Ha..ha..Sy rasa nih.. Bung DK perlu turun tangan.. Bung DK.. nih rekan anda Nasrani si YI ternyata berpandangan lain dengan anda soal Keselamatan bagi Dia adalah HANYA bermodal Percaya.
YI:Tolong dong ditanggapi tulisan saya, jangan sembunyi di ketiak orang lain mas!
Soal kebenaran dalam Buddhism cukup banyak, banyak sekali, dan bahkan mudah direalisasi.. tidak harus nunggu mati dan diselamatkan baru tahu itu benar / tidaknya.Contoh termudah yang menjadi dasar ajaran Buddha:1. Hidup adalah PERUBAHAN, tidak kekal2. Tiada Inti yang disebut AKU.
YI:yg nomor satu itu sudah tahu dari dulu mas!, tanpa ajaran Buddhismpun SUDAH TAHU!, jadi itu BUKAN murni ajaran Budda!Yg nomor dua: lalu yg disebut INTI itu apa mas?, mana ada manusia tidak mempunyai Aku?.....Salam!
Memang benar dhamma ajaran sang buddha tanpa sang gautama menemukannya
pun memang sudah ada sebelumnya, tapi jarang yg menyadarinya dan mampu
memahaminya karena kekotoran bathin (kebodohan) manusia, dan karena yg
sudah menyadari dan mampu memahaminya maka disebut "yg tersadarkan"
sesungguhnya banyak point, tapi tiga point tersebut saja kita sudah
membuktikan bahwa ajaran-nya tidak semua dapat dibantahkan (^_^)
Salam
Henry:
Dalam agama Buddha tidak ada ajaran LAMA atau baru (tidak seperti
kitab suci). dan tidak ada yang asli atau palsu. coba kita kasih tahu
sekali lagi ajaran Buddha yang dasar :
Kesunyataan Mulia Pertama menyatakan bahwa dalam kehidupan pasti
dijumpai penderitaan, baik jasmani maupun batin. Kebenaran ini tak
mungkin disangkal lagi. Gagasan utama agama Kristen adalah dongeng,
legenda, atau keimanan yang sulit atau tidak mungkin dibuktikan
(seperti janji2 keselamatan atau janji sorga). Agama Buddha
berpangkal
pada pengalaman, fakta yang tak dapat disangkal lagi, segala sesuatu
yang diketahui dan dialami semua orang, dan semuanya berjuang untuk
mengatasinya. Jadi agama Buddha bersifat universal karena berdasar
pada pusat perhatian semua makhluk: penderitaan dan cara mengatasinya
Kalau anda mengatakan KEBERADAAN Bangsa ISRAEL yg sampai sekarang ini
bisa eksist sebagai bukti Janji sorga, maka itu sama saja membuktikan
kalau
Gagasan utama agama Kristen adalah dongeng dan legenda.
On Apr 21, 6:28 am, "Y.I" <yose...@yahoo.com> wrote:
> Salam!
>
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
> Check outnew cars at Yahoo! Autos.- Hide quoted text -
>
> - Show quoted text -
Ha..ha.. Bung YI,Anda gak nangkap pembicaraan sy soal terkait dengan Bung DK... bahwa anda dengan Bung DK sesama Nasrani namun berbeda pendapat soal keselamatan.
YI:Tidak ada perbedaan yg mendasar mas!, Karena Iman kristen Bukan HANYA didasari oleh pendapat orang!, tetapi didasari dari pengalaman hidup masing-masing!, jadi bagi saya tidak ada masalah mas!...kenapa anda sewot?, lebih baik jangan sembunyi di bawah ketiak orang, tetapi tanggapi saja tulisan say dengan benar!SWL:
Berbeda dengan kami yang Buddhis di milis ini, kompak bahwa keselamatan ada di tangan sendiri.
YI:Lebih celaka lagi mas!, karena pendapat anda ternyata berbeda dengan pendapatnya si Buddha itu 'kan?...di Buddhism apa ada keselamatan mas?...ah, jangan mengada-ada ah!Salam!
YI:
Kalau seseorang mengajarkan ajaran yg lama, jangan disebut miliknya
dong!, apalagi di Klaim sebagai yg paling asli !....wah!, itu yg
disebut mengada-ada mas!
Henry:
Dalam agama Buddha tidak ada ajaran LAMA atau baru (tidak seperti
kitab suci). dan tidak ada yang asli atau palsu. coba kita kasih tahu
sekali lagi ajaran Buddha yang dasar :
Kesunyataan Mulia Pertama menyatakan bahwa dalam kehidupan pasti
dijumpai penderitaan, baik jasmani maupun batin. Kebenaran ini tak
mungkin disangkal lagi. Gagasan utama agama Kristen adalah dongeng,
YI:Dongeng yg di jiplak oleh Buddha ya?.....Terbukti bahwa Alkitab sudah ada lebih dulu dibandingkan dari Buddha mas!, dan di Alkitab sudah tertulis bahwa Manusia setelah jatuh dalam Dosa maka KEHIDUPAN PASTI MENDERITA!...itu sudah ada lebih dulu mas!, terbukti lagi bahwa ajaran Buddhism sudah menjiplak 'kan?...he...he..he...menjiplak dongeng ya?Henry:
legenda, atau keimanan yang sulit atau tidak mungkin dibuktikan
(seperti janji2 keselamatan atau janji sorga). Agama Buddha
berpangkal pada pengalaman, fakta yang tak dapat disangkal lagi, segala sesuatu
yang diketahui dan dialami semua orang, dan semuanya berjuang untuk
mengatasinya. Jadi agama Buddha bersifat universal karena berdasar
pada pusat perhatian semua makhluk: penderitaan dan cara mengatasinya
YI:Didalam Alkitab sudah tertulis semua kisah ttg PENGALAMAN-PENGALAMAN dari orang-orang pada jaman SEBELUM Buddha ada mas!, darimana anda dapat mengatakan bahwa ajaran Buddha adalah berpangkal dari pengalaman?...pengalamannya siapa mas?, dan pembuktian akan Janji-2 keselamatan sudah saya uraikan berulang-ulang dan TIDAK TERBANTAHKAN oleh anda!....anda TIDAK MUNGKIN dapat membantah akan terbuktinya keberadaan bangsa Israel sampai sekarang Mas!....mana pembuktian anda ?
Henry:
Kalau anda mengatakan KEBERADAAN Bangsa ISRAEL yg sampai sekarang ini
bisa eksist sebagai bukti Janji sorga, maka itu sama saja membuktikan
kalau Gagasan utama agama Kristen adalah dongeng dan legenda.
YI:Kalau anda menganggap KEBERADAAN Bangsa Israel adalah hanya merupakan gagasan dari dongeng dan legenda akan Janji-janji Allah, padahal sudah terbukti adanya data-data dan fakta yg tidak dapat dipungkiri, maka saya heran kalau anda mengaku hidup didunia nyata ini mas!...mungkin anda sekarang sudah hidup didunia yg lain mas!...tolong dong kalau bicara itu pakai logika ya!Salam!
On Apr 21, 6:28 am, "Y.I" wrote:
> Salam!
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Anda mungkin tidak tahu kalau masih ada buddha2 sebelum Buddha
Gautama. dan semua buddha mengajarkan ajaran yang sama yaitu 4
Kensunyataan mulai dan jalan mulia beruas delapan.
anda terlalu membangga kan buku sakti alkitab (baca :dongeng),
kehebatannya dimana dan dimana point yang diciplak sang buddha ?
Alkitab yang menulis hidup adalah menderita itu seharusnya ada dikitab
purba kala dong ? (jangan2 ini kitab SunGoKong yang hilang???)
KEBERADAAN Bangsa Israel tentu bukan dongeng, tetapi cerita anda
(cerita Alkitab) yang mengabung2kan keberadaan Israel adalah sebuah
dongeng. dan yang disebut legenda adalah gagasan dari dongeng akan
Janji-janji allah anda.
anda bertanya "ajaran Buddha adalah berpangkal dari
pengalaman?...pengalamannya siapa mas?"
rupanya anda tidak membaca posting saya dengan lengkap dan
memahaminya. saya ulangi sbb :
Kesunyataan Mulia Pertama menyatakan bahwa dalam kehidupan pasti
dijumpai penderitaan, baik jasmani maupun batin. Kebenaran ini tak
mungkin disangkal lagi. Gagasan utama agama Kristen adalah dongeng,
legenda, atau keimanan yang sulit atau tidak mungkin dibuktikan
(seperti janji2 keselamatan atau janji sorga). Agama Buddha
berpangkal pada pengalaman, fakta yang tak dapat disangkal lagi,
segala sesuatu
yang diketahui dan dialami semua orang, dan semuanya berjuang untuk
mengatasinya. Jadi agama Buddha bersifat universal karena berdasar
pada pusat perhatian semua makhluk: penderitaan dan cara mengatasinya
Kita ini pakai logika mas, yang tidak pakai dogika itu anda. soalnya
anda ngomong pakai buku sakti melulu!!!
On Apr 27, 2:37 pm, "Y.I" <yose...@yahoo.com> wrote:
> Salam!
>
RM : coba anda jelaskan apa pendapat si Buddha?? sepertinya anda lebih
tau dari kami-kami.. jadi boleh donk anda jelaskan dan sebutkan
referensi sutta-nya (^_^) ... simple dan sederhana saja..
Y.I menuliskan:
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
> Check out new cars at Yahoo! Autos.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
> Check out new cars at Yahoo! Autos.
>
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
> Check out new cars at Yahoo! Autos.
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Salam!
Suwarno Liang <swl...@gmail.com> wrote:Ha..ha.. Bung YI,Anda gak nangkap pembicaraan sy soal terkait dengan Bung DK... bahwa anda dengan Bung DK sesama Nasrani namun berbeda pendapat soal keselamatan.YI:Tidak ada perbedaan yg mendasar mas!, Karena Iman kristen Bukan HANYA didasari oleh pendapat orang!, tetapi didasari dari pengalaman hidup masing-masing!, jadi bagi saya tidak ada masalah mas!...kenapa anda sewot?, lebih baik jangan sembunyi di bawah ketiak orang, tetapi tanggapi saja tulisan say dengan benar!
SWL:Berbeda dengan kami yang Buddhis di milis ini, kompak bahwa keselamatan ada di tangan sendiri.YI:Lebih celaka lagi mas!, karena pendapat anda ternyata berbeda dengan pendapatnya si Buddha itu 'kan?...di Buddhism apa ada keselamatan mas?...ah, jangan mengada-ada ah!
Salam!
Henry < henr...@telkom.net> wrote:
YI:
Kalau seseorang mengajarkan ajaran yg lama, jangan disebut miliknya
dong!, apalagi di Klaim sebagai yg paling asli !....wah!, itu yg
disebut mengada-ada mas!
Henry:
Dalam agama Buddha tidak ada ajaran LAMA atau baru (tidak seperti
kitab suci). dan tidak ada yang asli atau palsu. coba kita kasih tahu
sekali lagi ajaran Buddha yang dasar :
Kesunyataan Mulia Pertama menyatakan bahwa dalam kehidupan pasti
dijumpai penderitaan, baik jasmani maupun batin. Kebenaran ini tak
mungkin disangkal lagi. Gagasan utama agama Kristen adalah dongeng,YI:Dongeng yg di jiplak oleh Buddha ya?.....Terbukti bahwa Alkitab sudah ada lebih dulu dibandingkan dari Buddha mas!, dan di Alkitab sudah tertulis bahwa Manusia setelah jatuh dalam Dosa maka KEHIDUPAN PASTI MENDERITA!...itu sudah ada lebih dulu mas!, terbukti lagi bahwa ajaran Buddhism sudah menjiplak 'kan?...he...he..he...menjiplak dongeng ya?
Henry:
legenda, atau keimanan yang sulit atau tidak mungkin dibuktikan
(seperti janji2 keselamatan atau janji sorga). Agama Buddha
berpangkal pada pengalaman, fakta yang tak dapat disangkal lagi, segala sesuatu
yang diketahui dan dialami semua orang, dan semuanya berjuang untuk
mengatasinya. Jadi agama Buddha bersifat universal karena berdasar
pada pusat perhatian semua makhluk: penderitaan dan cara mengatasinyaYI:Didalam Alkitab sudah tertulis semua kisah ttg PENGALAMAN-PENGALAMAN dari orang-orang pada jaman SEBELUM Buddha ada mas!, darimana anda dapat mengatakan bahwa ajaran Buddha adalah berpangkal dari pengalaman?...pengalamannya siapa mas?, dan pembuktian akan Janji-2 keselamatan sudah saya uraikan berulang-ulang dan TIDAK TERBANTAHKAN oleh anda!....anda TIDAK MUNGKIN dapat membantah akan terbuktinya keberadaan bangsa Israel sampai sekarang Mas!....mana pembuktian anda ?
Henry:
Kalau anda mengatakan KEBERADAAN Bangsa ISRAEL yg sampai sekarang ini
bisa eksist sebagai bukti Janji sorga, maka itu sama saja membuktikan
kalau Gagasan utama agama Kristen adalah dongeng dan legenda.YI:Kalau anda menganggap KEBERADAAN Bangsa Israel adalah hanya merupakan gagasan dari dongeng dan legenda akan Janji-janji Allah, padahal sudah terbukti adanya data-data dan fakta yg tidak dapat dipungkiri, maka saya heran kalau anda mengaku hidup didunia nyata ini mas!...mungkin anda sekarang sudah hidup didunia yg lain mas!...tolong dong kalau bicara itu pakai logika ya!
anda mengatakan alkitab lebih dulu dari buddha, sekarang yang jadi
patokan itu yang mana?
edisi pertama, edisi kedua atau edisinya purba kala ? SILAKAN PILIH
SATU ATAU SEMUA.
YI:Bukan edisi pertama atau kedua atau yg lainnya mas! semua Alkitab baik edisi baru atau lama semua isinya sama!, jadi tidak ada yg BERUBAH!, berasal dari terjemahan dari terjemahan dan dari terjemahan MANUSKRIP dalam Bahasa Ibrani maupun bahasa Yunani!....dan manuskrip-manuskrip yg ada (yg paling tua) sudah berumur lebih dari 1500 tahun sebelum Masehi! jadi kalau dijumlah sampai sekarang sudah lebih dari 3500 tahun,... ...umur buddha paling lama berapa seh mas?Henry:
sang buddha ternyata mencontek edisi purba kala (apakah edisi purba
kala mengajarkan 4 kesunyataan mulia dan jalan mulia beruas delapan?)
Jaman dulu kan belum ada alat tulis, kira2 sang buddha menyontek dari
mana. mungkin dari google dan di copy paste.
YI:Ajaran 4 Kesunyataan itu sudah TERTULIS didalam Alkitab mas!, didalam Alkitab dijelaskan penyebabnya yaitu DOSA!....jadi Si Buddha cuman bisa merenungkan tetapi TIDAK TAHU APA PENYEBABNYA!....apakah Buddha memberi tahu apa penyebabnya?......tidak 'kan?, makanya dia sendiri Tidak tahu harus berbuat apa!
Kalau anda mau tahu ttg ajaran mulia berruas 8 , itupun sudah ada di dalam Alkitab mas!....anda baca saja di kitab Amsal dan coba lakukan, disana justru sangan gampang anda bisa membaca untuk satu hari satu bab, nanti kan dalam satu bulan penuh anda sudah menjalani itu Jalan Mulia beruas 8!, jadi tanpa ajaran si Buddha , anda akan mendapatkan PENCERAHAN juga!Henry:
Anda mungkin tidak tahu kalau masih ada buddha2 sebelum Buddha
Gautama. dan semua buddha mengajarkan ajaran yang sama yaitu 4
Kensunyataan mulai dan jalan mulia beruas delapan.
YI:Nah...ini justru memperlihatkan ajaran yg meng ada-ada!, anda lupa bahwa si Buddha sudah mengatakan bahwa : Buddha tidak diciptakan dari Buddha-Buddha SEBELUMNYA, dan TIDAK berasal dari Buddha-Buddha sebelumnya!...he...he....he...anda suka mengada-ada ya!Henry:
anda terlalu membangga kan buku sakti alkitab (baca :dongeng),
kehebatannya dimana dan dimana point yang diciplak sang buddha ?
Alkitab yang menulis hidup adalah menderita itu seharusnya ada dikitab
purba kala dong ? (jangan2 ini kitab SunGoKong yang hilang???)
KEBERADAAN Bangsa Israel tentu bukan dongeng, tetapi cerita anda
(cerita Alkitab) yang mengabung2kan keberadaan Israel adalah sebuah
dongeng. dan yang disebut legenda adalah gagasan dari dongeng akan
Janji-janji allah anda.
YI:He...he...he....kalau anda bicara itu tolong di dasari dengan fakta-fakta yg mendukung gitu loh! , sedangkan para pakar ilmuwan dan archeolog saja tidak berani bicara seperti itu mas!Henry:
anda bertanya "ajaran Buddha adalah berpangkal dari
pengalaman?...pengalamannya siapa mas?"
YI:Yaaahhh.....Pengalamannya si Buddha mas!, namanya 'kan ajaran Buddhism, masa dari pengalaman si GARENG?...yg bener aja anda!Henry:
rupanya anda tidak membaca posting saya dengan lengkap dan
memahaminya. saya ulangi sbb :
Kesunyataan Mulia Pertama menyatakan bahwa dalam kehidupan pasti
dijumpai penderitaan, baik jasmani maupun batin. Kebenaran ini tak
mungkin disangkal lagi. Gagasan utama agama Kristen adalah dongeng,
legenda, atau keimanan yang sulit atau tidak mungkin dibuktikan
(seperti janji2 keselamatan atau janji sorga). Agama Buddha
berpangkal pada pengalaman, fakta yang tak dapat disangkal lagi,
segala sesuatu yang diketahui dan dialami semua orang, dan semuanya berjuang untuk mengatasinya. Jadi agama Buddha bersifat universal karena berdasar
pada pusat perhatian semua makhluk: penderitaan dan cara mengatasinya
Kita ini pakai logika mas, yang tidak pakai dogika itu anda. soalnya
anda ngomong pakai buku sakti melulu!!!
YI:He...he...he....logikanya adalah: adanya penderitaan, baik jasmani maupun batin PASTI ADA PENYEBABNYA 'kan?...ini menurut ilmu hukum SEBAB AKIBAT yg diajarkan Buddhism loh!, tetapi justru ajaran Buddhism TIDAK TAHU PENYEBABnya 'kan?....lalu dimana KEBENARAN ajaran Buddhism itu mas?....kok mencla-mencle terus ya?Di-ajarkan bahwa : semua AKIBAT yg terjadi Pasti ada SEBABnya, tetapi sekarang TIDAK TAHU semua penderitaan itu di sebabkan oleh apa!....nah, kalau dikatakan dari pengalaman-pengalaman, maka semua pengalaman adalah karena adanya SEBAB AKIBAT 'kan?....mengapa Buddha tahu Akibat tetapi TIDAK TAHU SEBABnya?....gimana neh?...ajaran apa itu namanya ya?...kalau mau main Logika, yg bener mas!...jangan asal ngomong!Salam!
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
> YI:
> Lebih celaka lagi mas!, karena pendapat anda ternyata berbeda dengan pendapatnya si Buddha itu 'kan?...di Buddhism apa ada keselamatan mas?...ah, jangan mengada-ada ah!
RM : coba anda jelaskan apa pendapat si Buddha?? sepertinya anda lebih
tau dari kami-kami.. jadi boleh donk anda jelaskan dan sebutkan
referensi sutta-nya (^_^) ... simple dan sederhana saja..
Y.I menuliskan:
> Salam!
>
> Suwarno Liang wrote:
> Ha..ha.. Bung YI,
>
> Anda gak nangkap pembicaraan sy soal terkait dengan Bung DK... bahwa anda dengan Bung DK sesama Nasrani namun berbeda pendapat soal keselamatan.
>
> YI:
> Tidak ada perbedaan yg mendasar mas!, Karena Iman kristen Bukan HANYA didasari oleh pendapat orang!, tetapi didasari dari pengalaman hidup masing-masing!, jadi bagi saya tidak ada masalah mas!...kenapa anda sewot?, lebih baik jangan sembunyi di bawah ketiak orang, tetapi tanggapi saja tulisan say dengan benar!
>
> SWL:
> Berbeda dengan kami yang Buddhis di milis ini, kompak bahwa keselamatan ada di tangan sendiri.
>
> YI:
> Lebih celaka lagi mas!, karena pendapat anda ternyata berbeda dengan pendapatnya si Buddha itu 'kan?...di Buddhism apa ada keselamatan mas?...ah, jangan mengada-ada ah!
>
> Salam!
>
>
>
> On 4/21/07, Y.I wrote: Salam!
>
> Suwarno Liang < swl...@gmail.com> wrote: Ha..ha..
>
> Sy rasa nih.. Bung DK perlu turun tangan.. Bung DK.. nih rekan anda Nasrani si YI ternyata berpandangan lain dengan anda soal Keselamatan bagi Dia adalah HANYA bermodal Percaya.
>
> YI:
> Tolong dong ditanggapi tulisan saya, jangan sembunyi di ketiak orang lain mas!
>
> Soal kebenaran dalam Buddhism cukup banyak, banyak sekali, dan bahkan mudah direalisasi.. tidak harus nunggu mati dan diselamatkan baru tahu itu benar / tidaknya.
>
> Contoh termudah yang menjadi dasar ajaran Buddha:
> 1. Hidup adalah PERUBAHAN, tidak kekal
> 2. Tiada Inti yang disebut AKU.
>
> YI:
> yg nomor satu itu sudah tahu dari dulu mas!, tanpa ajaran Buddhismpun SUDAH TAHU!, jadi itu BUKAN murni ajaran Budda!
> Yg nomor dua: lalu yg disebut INTI itu apa mas?, mana ada manusia tidak mempunyai Aku?.....
>
> Salam!
>
> Salam,
> Suwarno
>
>
> On 4/19/07, Y.I wrote: Salam!
>
> Suwarno Liang < swl...@gmail.com> wrote: Bung YI,
>
> Anda menyebut, janji keselamatan kalau percaya Yesus maka akan diselamatkan adalah sebuah KEBENARAN... ha..ha... Bung nyadar.. itu kebenaran dalam angan-angan anda bung...
>
> YI:
> Janji keselamat itu adalah kebenaran, karena itu adalah Janji untuk masa yg akan datang , kalau anda katakan itu angan-angan terserah anda saja, Tetapi kebenaran dari janji itu adalah dapat dibuktikan benar dengan melihat janji-janji sebelumnya!, lihat dan baca lagi postingan saya ttg BAGAIMANA menentukan apakah sebuah JANJI itu benar atau bohongan!
>
> Mari kita teliti dengan baik...
> 1. apabila itu memang kebenaran, mengapa sebuah kebenaran bisa direvisi, dengan keluarnya statement dari pihak gereja Katolik, bahwa ada keselamatan di luar Yesus ?
>
> YI:
> Kebenaran tetap kebenaran, kalau orang sudah menyelewengkannya dengan manambah-nambahi syarat lain, bukan kebenarannya yg salah tetapi orangnya yg salah!, dan gereja tidak selalu benar!
>
> 2. apabila itu memang kebenaran, apakah benar hanya bermodal cukup percaya ?
>
> YI:
> Percaya kepada Yesus saja!, tapi perlu anda ketahui percaya yg bagaimana?, karena SETAN-SETAN pun juga percaya loh!, percaya disini adalah percaya bahwa : Yesus adalah datang dari Allah, Yesus adalah Juruselamat dan penebus Dosa manusia, Yesus adalah Tuhan!
>
> 3. apabila anda mengatakan.. o tidak hanya percaya.. harus didukung perbuatan ... nah sy tanya balek ... apakah bisa pengikut2 Yesus sekarang ini dijamin perbuatan sudah baik semua ? kalau memang masih belum.. terus sehabis meninggal apa yang terjadi ?
>
> YI:
> Tidak ada syarat tambahan lain mas!, percayalah kepada Tuhan Yesus, maka engkau dan seluruh isi rumah tanggamu akan diselamatkan!
>
> 4. apakah anda sudah mendengar.. bahwa sekarang ajaran Nasrani mulai memasukkan ajaran tentang Kelahiran Kembali.. apakah bisa sebuah Kebenaran bisa direvisi-bolak balek seperti karet ditarik-tarik.. akhirnya putus sendiri ?
>
> YI:
> Sudah !, saya tahu bahwa banyak manusia-manusia yg mencampur adukkan ajaran-ajaran, bukan Kristen saja mas!, agama-agama lain juga banyak kok!, itu adalah ulah manusia dan bukannya kebanaran!
> Dan itu sudah ditulis sejak awal, dan sudah diramalkan oleh Yesus mas!, jadi saya tidak heran!, tapi kalau orang mau mengikutinya itu terserah, bagi saya itu tidak perlu di ikuti!
>
> Kembali ketopik mas!, bagaimana dengan kebenaran di Buddhism, TIDAK ADA 'kan?, Buddha sendiri tidak mempunyai kebenaran dan TIDAK TAHU apa itu kebenaran!
>
> Salam!
>
> Nb: mas tolong option e-mail anda dirubah mas! karena formatnya terlalu melebar!..thanks!
>
> Salam,
> Suwarno
>
>
> On 4/18/07, Y.I wrote: Salam!
Ha..ha...Bung YI,Sy rasa silahkan anda renungkan sendiri petuah Gereja Katolik yang berani mengeluarkan statement adanya keselamatan di luar gereja.Terkait soal dulu2an mana antara Alkitab dan Tipitaka, anda harusnya mengetahui :1. mulai kapan 2 kitab ini ditulis
YI:Kan sudah saya postingkan webb sitenya mas!, justru saya menunggu pembuktian dari anda ttg FAKTA-FAKTA sejarah dari ajaran Buddhism itu sejak kapan ada!...kok sampai sekarang anda tidak dapat menjawab!SWL:
2. Alkitab bagian mana yang anda unggul2kan ada sebelum jaman Sang Buddha, apakah perjanjian lama, nah mari kita simak isi perjanjian lama dengan seksama yang anda bangga2kan tersebut, coba simak dengan baik isi2nya yang penuh dengan cemoohan atau pun gugatan2 ataupun kata2 porno, mari bandingkan dengan Tipitika, apabila memang mencontoh.. kenapa dalam Tipitaka tidak ditemukan satupun kata2 yang sama dengan isi Perjanjian Lama yang anda bangga2kan itu.
YI:Saya masih menunggu pembuktian dari anda berdasarkan fakta-fakta sejarah dan ilmu pengetahuan , jangan muter-muter dan melarikan diri mas!, tidak baik!, mana itu ?..katanya anda tahu bahwa ajaran Buddhism memang lebih tua dari ALkitab?SWL:
3. Coba buktikan dengan sejarah/historical kalau memang Sang Buddha pernah belajar ke Bangsa Israel bung... Anda tidak memahami sejarah sebenarnya ajaran Kristen banyak dipengaruhi oleh ajaran Buddha semenjak jaman kerajaan Asoka yang melakukan ekspansi ke dunia barat.
YI:Sudah terbukti dan saya buktikan bahwa Alkitab lebih Tua dari Buddha!,... mana PEMBUKTIAN anda ttg Buddha lebih tua dari Alkitab mas!...saya tunggu!SWL:
4. Mari kita telaah dengan baik ajaran Perjanjian Lama yang anda bangga2kan itu yang konon bercerita soal Kesunyataan Mulia.. tolong tunjukkan ayat2nya, daripada anda melakukan klaim2 sepihak saja.
YI:Baca saja semua kitab Kejadian dari awal sampai akhir mas!, disana sangat jelas SEBAB dan PENYEBAB adanya kehidupan, Penderitaan, Kematian, Sakit penyakit!....dan dengan MERENUNGKANNYA maka anda bisa menjadi Buddha mas!, jadi tidak perlu belajar ajaran Buddhism lagi!, di ALkitab lebih lengkap!...malah anda akan mendapatkan JALAN KELUARNYA, daripada menghindarinya!Eh....saya tunggu pembuktian anda ya!, jangan lupa loh!, dan jangan melarikan diri atau muter-muter!, yg satu diselesaikan dulu, baru yg lain kita bicarakan! OK?Salam!
Salam!
Henry < henr...@telkom.net> wrote:
anda mengatakan alkitab lebih dulu dari buddha, sekarang yang jadi
patokan itu yang mana?
edisi pertama, edisi kedua atau edisinya purba kala ? SILAKAN PILIH
SATU ATAU SEMUA.YI:Bukan edisi pertama atau kedua atau yg lainnya mas! semua Alkitab baik edisi baru atau lama semua isinya sama!, jadi tidak ada yg BERUBAH!, berasal dari terjemahan dari terjemahan dan dari terjemahan MANUSKRIP dalam Bahasa Ibrani maupun bahasa Yunani!....dan manuskrip-manuskrip yg ada (yg paling tua) sudah berumur lebih dari 1500 tahun sebelum Masehi! jadi kalau dijumlah sampai sekarang sudah lebih dari 3500 tahun,... ...umur buddha paling lama berapa seh mas?
Henry:sang buddha ternyata mencontek edisi purba kala (apakah edisi purba
kala mengajarkan 4 kesunyataan mulia dan jalan mulia beruas delapan?)
Jaman dulu kan belum ada alat tulis, kira2 sang buddha menyontek dari
mana. mungkin dari google dan di copy paste.YI:Ajaran 4 Kesunyataan itu sudah TERTULIS didalam Alkitab mas!, didalam Alkitab dijelaskan penyebabnya yaitu DOSA!....jadi Si Buddha cuman bisa merenungkan tetapi TIDAK TAHU APA PENYEBABNYA!....apakah Buddha memberi tahu apa penyebabnya?......tidak 'kan?, makanya dia sendiri Tidak tahu harus berbuat apa!
Kalau anda mau tahu ttg ajaran mulia berruas 8 , itupun sudah ada di dalam Alkitab mas!....anda baca saja di kitab Amsal dan coba lakukan, disana justru sangan gampang anda bisa membaca untuk satu hari satu bab, nanti kan dalam satu bulan penuh anda sudah menjalani itu Jalan Mulia beruas 8!, jadi tanpa ajaran si Buddha , anda akan mendapatkan PENCERAHAN juga!
Henry:
Anda mungkin tidak tahu kalau masih ada buddha2 sebelum Buddha
Gautama. dan semua buddha mengajarkan ajaran yang sama yaitu 4
Kensunyataan mulai dan jalan mulia beruas delapan.YI:Nah...ini justru memperlihatkan ajaran yg meng ada-ada!, anda lupa bahwa si Buddha sudah mengatakan bahwa : Buddha tidak diciptakan dari Buddha-Buddha SEBELUMNYA, dan TIDAK berasal dari Buddha-Buddha sebelumnya!...he...he....he...anda suka mengada-ada ya!
Henry:
anda terlalu membangga kan buku sakti alkitab (baca :dongeng),
kehebatannya dimana dan dimana point yang diciplak sang buddha ?
Alkitab yang menulis hidup adalah menderita itu seharusnya ada dikitab
purba kala dong ? (jangan2 ini kitab SunGoKong yang hilang???)
KEBERADAAN Bangsa Israel tentu bukan dongeng, tetapi cerita anda
(cerita Alkitab) yang mengabung2kan keberadaan Israel adalah sebuah
dongeng. dan yang disebut legenda adalah gagasan dari dongeng akan
Janji-janji allah anda.YI:He...he...he....kalau anda bicara itu tolong di dasari dengan fakta-fakta yg mendukung gitu loh! , sedangkan para pakar ilmuwan dan archeolog saja tidak berani bicara seperti itu mas!
Henry:
anda bertanya "ajaran Buddha adalah berpangkal dari
pengalaman?...pengalamannya siapa mas?"YI:Yaaahhh.....Pengalamannya si Buddha mas!, namanya 'kan ajaran Buddhism, masa dari pengalaman si GARENG?...yg bener aja anda!
Henry:
rupanya anda tidak membaca posting saya dengan lengkap dan
memahaminya. saya ulangi sbb :
Kesunyataan Mulia Pertama menyatakan bahwa dalam kehidupan pasti
dijumpai penderitaan, baik jasmani maupun batin. Kebenaran ini tak
mungkin disangkal lagi. Gagasan utama agama Kristen adalah dongeng,
legenda, atau keimanan yang sulit atau tidak mungkin dibuktikan
(seperti janji2 keselamatan atau janji sorga). Agama Buddha
berpangkal pada pengalaman, fakta yang tak dapat disangkal lagi,
segala sesuatu yang diketahui dan dialami semua orang, dan semuanya berjuang untuk mengatasinya. Jadi agama Buddha bersifat universal karena berdasar
pada pusat perhatian semua makhluk: penderitaan dan cara mengatasinya
Kita ini pakai logika mas, yang tidak pakai dogika itu anda. soalnya
anda ngomong pakai buku sakti melulu!!!YI:He...he...he....logikanya adalah: adanya penderitaan, baik jasmani maupun batin PASTI ADA PENYEBABNYA 'kan?...ini menurut ilmu hukum SEBAB AKIBAT yg diajarkan Buddhism loh!, tetapi justru ajaran Buddhism TIDAK TAHU PENYEBABnya 'kan?....lalu dimana KEBENARAN ajaran Buddhism itu mas?....kok mencla-mencle terus ya?
Di-ajarkan bahwa : semua AKIBAT yg terjadi Pasti ada SEBABnya,
tetapi sekarang TIDAK TAHU semua penderitaan itu di sebabkan oleh apa!....
nah, kalau dikatakan dari pengalaman-pengalaman, maka semua pengalaman adalah karena adanya SEBAB AKIBAT 'kan?....mengapa Buddha tahu Akibat tetapi TIDAK TAHU SEBABnya?....
gimana neh?...ajaran apa itu namanya ya?...kalau mau main Logika, yg bener mas!...jangan asal ngomong!
Y.I menuliskan:
Terkait soal dulu2an mana antara Alkitab dan Tipitaka, anda harusnya mengetahui :1. mulai kapan 2 kitab ini ditulisYI:Kan sudah saya postingkan webb sitenya mas!, justru saya menunggu pembuktian dari anda ttg FAKTA-FAKTA sejarah dari ajaran Buddhism itu sejak kapan ada!...kok sampai sekarang anda tidak dapat menjawab!
SWL:2. Alkitab bagian mana yang anda unggul2kan ada sebelum jaman Sang Buddha, apakah perjanjian lama, nah mari kita simak isi perjanjian lama dengan seksama yang anda bangga2kan tersebut, coba simak dengan baik isi2nya yang penuh dengan cemoohan atau pun gugatan2 ataupun kata2 porno, mari bandingkan dengan Tipitika, apabila memang mencontoh.. kenapa dalam Tipitaka tidak ditemukan satupun kata2 yang sama dengan isi Perjanjian Lama yang anda bangga2kan itu.YI:Saya masih menunggu pembuktian dari anda berdasarkan fakta-fakta sejarah dan ilmu pengetahuan , jangan muter-muter dan melarikan diri mas!, tidak baik!, mana itu ?..katanya anda tahu bahwa ajaran Buddhism memang lebih tua dari ALkitab?
Lalu Buddha Sikkhi, Beliau hidup selama 70.000 tahun dan meninggal di Dussarama (Assarama) di Silavati.
SWL:3. Coba buktikan dengan sejarah/historical kalau memang Sang Buddha pernah belajar ke Bangsa Israel bung... Anda tidak memahami sejarah sebenarnya ajaran Kristen banyak dipengaruhi oleh ajaran Buddha semenjak jaman kerajaan Asoka yang melakukan ekspansi ke dunia barat.YI:Sudah terbukti dan saya buktikan bahwa Alkitab lebih Tua dari Buddha!,... mana PEMBUKTIAN anda ttg Buddha lebih tua dari Alkitab mas!...saya tunggu!
SWL:4. Mari kita telaah dengan baik ajaran Perjanjian Lama yang anda bangga2kan itu yang konon bercerita soal Kesunyataan Mulia.. tolong tunjukkan ayat2nya, daripada anda melakukan klaim2 sepihak saja.YI:Baca saja semua kitab Kejadian dari awal sampai akhir mas!, disana sangat jelas SEBAB dan PENYEBAB adanya kehidupan, Penderitaan, Kematian, Sakit penyakit!....dan dengan MERENUNGKANNYA maka anda bisa menjadi Buddha mas!, jadi tidak perlu belajar ajaran Buddhism lagi!, di ALkitab lebih lengkap!...malah anda akan mendapatkan JALAN KELUARNYA, daripada menghindarinya!Eh....saya tunggu pembuktian anda ya!, jangan lupa loh!, dan jangan melarikan diri atau muter-muter!, yg satu diselesaikan dulu, baru yg lain kita bicarakan! OK?Salam!
saya pun sudah baca di alkitab, ternyata bukan jalan mulia beruas
delapan, tetapi beruas sembilan.
dan saya juga sudah tahu ternyata alkitab berasal dari kitab
SungGoKong yang diambil dari maha kuasa yang hilang kira2 lebih dari
3500 tahun yang lalu he.. he..
On May 1, 1:11 pm, "Y.I" <yose...@yahoo.com> wrote:
> Salam!
>
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
RM : baik sekarang kita babarkan.. alkitab anda mengatakan 4
kesunyataan penyebabnya yaitu DOSA?? coba anda jelaskan apa itu dosa
di dalam alkitab anda?? apakah anda tau apa yg menimbulkan dosa?? coba
anda jelaskan sesuai alkitab, setelah anda babarkan maka akan saya
coba jelaskan mengenai pandangan budhist mengenai 4 kesunyaatan mulia
dari sudut pandang abidahmma, jadi kita buktikan mana yag tidak tahu
penyebabnya
Jangan lupa tolong anda jelaskan jalan mulia beruas 8 di alkitab nanti
kita coba bahas juga mengenai pandangan budhism secara terperinci
1. Hidup adalah penuh penderitaan (katanya sama dengan buddha. sudah
ada di alkitab purba kala, sang Buddha mencopy nya).
2. Penyebabnya DOSA (sang Buddha tidak tahu penyebabnya, soalnya sang
Buddha tidak pernah menakut-nakuti orang dengan dosa)
3. Yesus datang untuk menanggung dosa orang Kristen (yang bukan
kristen dosanya tanggung sendiri2 lho). Kalau tidak percaya mati
dulu.
4. Percaya sama dongeng dan legenda yang ada di alkitab dan
anda akan selamat. (yang tidak percaya dongeng tidak selamat) .
Kalau ttg ajaran mulia berruas 8, itu anda bisa baca di dongeng. ada
di situ ada semua.
(kalau anda temukan ada kesalahan kasih tahu, nanti kita revisi lagi)
Bung YI,
Sy rasa silahkan anda renungkan sendiri petuah Gereja Katolik yang berani mengeluarkan statement adanya keselamatan di luar gereja.
YI:Arti tidak ada keselamatan di luar gereja, adalah mengacu BUKAN GEREJA secara Fisik bangunan atau secara FISIK ORGANISASI mas!, pengertian anda itu terlalu dangkal!, Gereja disini yg dimaksud adalah : Tubuh Kristus sebagai MEMPELAI PEREMPUAN Kristus!!, secara penegertian yg sederhana, kalau orang tidak PERCAYA kepada Yesus Kristus yg adalah MEMPELAI laki-laki, dan Yesus Kristus yg adalah KEPALA GEREJA, maka orang tsb TIDAK TERMASUK didalam GEREJA (ingat BUKAN Fisik atau Organisasi ya!), nah...kalau anda masih belum mengerti dengan arti Tubuh Kristus atau Mempelai perempuan, ttg Mempelai laki-laki atau KEPALA gereja, maka anda perlu belajar lagi mas!
Terkait soal dulu2an mana antara Alkitab dan Tipitaka, anda harusnya mengetahui :1. mulai kapan 2 kitab ini ditulisYI:Kan sudah saya postingkan webb sitenya mas!, justru saya menunggu pembuktian dari anda ttg FAKTA-FAKTA sejarah dari ajaran Buddhism itu sejak kapan ada!...kok sampai sekarang anda tidak dapat menjawab!Suwarno:Ha..ha.. Alkitab ditulis lebih terlambat dari Tipitaka, jadi jelas Tipitaka lebih awal, dan kalo sy mengikuti logika anda berpikir, sy pun bisa berkesimpulan bahwa Alkitab MENCONTEK Tipitaka, apalagi sy bisa menunjukkan dengan jelas bukti dari perjalanan sejarah Missing-Link of Jesus at 12-30 years old ... bahwa Yesus ada di India, belajar agama setempat di India, tepatnya di pegunungan Himalaya, dan sehabis prosesi hukuman salib, Yesus mengungsi kembali ke India lagi.So terbukti kan kalo Yesus yang malah ke India.
YI:Tipitaka baru ditulis dan dikanonkan pada th 300 sebelum masehi mas!, Alkitab sudah ada sejak 1500 sampai 2000 tahun sebelum masehi mas!Perjalanan Missing link Yesus adalah di MESIR dan ditanah palestina , mengikuti TRADISI Kehidupan bangsa Yahudi!, dasar anda sama sekali tidak pernah diakui oleh para Ilmuwan sekalipun!
SWL:2. Alkitab bagian mana yang anda unggul2kan ada sebelum jaman Sang Buddha, apakah perjanjian lama, nah mari kita simak isi perjanjian lama dengan seksama yang anda bangga2kan tersebut, coba simak dengan baik isi2nya yang penuh dengan cemoohan atau pun gugatan2 ataupun kata2 porno, mari bandingkan dengan Tipitika, apabila memang mencontoh.. kenapa dalam Tipitaka tidak ditemukan satupun kata2 yang sama dengan isi Perjanjian Lama yang anda bangga2kan itu.YI:Saya masih menunggu pembuktian dari anda berdasarkan fakta-fakta sejarah dan ilmu pengetahuan , jangan muter-muter dan melarikan diri mas!, tidak baik!, mana itu ?..katanya anda tahu bahwa ajaran Buddhism memang lebih tua dari ALkitab?Suwarno:Baik mari kita kupas, secara tertulis Tipitaka ditulis 2300 tahun yang lalu.Namun secara ajaran Buddha... nampak dengan jelas bahwa sebelum Sang Buddha Gotama lahir, telah ada sejumlah 28 Buddha lain yang telah mendahului 28 Buddha : 1. Buddha Tanhakara 2. Buddha Medhankara 3. Buddha Saranankara 4. Buddha Dipankara 5. Buddha Kondanna 6. Buddha Mangala 7. Buddha Sumana 8. Buddha Revata 9. Buddha Sobhito 10. Buddha Anumodassi 11. Buddha Paduma 12. Buddha Narada 13. Buddha Padumuttaro 14. Buddha Sumeddha 15. Buddha Sujata 16. Buddha Piyadassi 17. Buddha Atthadassi 18. Buddha Dhammadassi 19. Buddha Siddhattha 20. Buddha Tissa 21. Buddha Phussa 22. Buddha Vipassi 23. Buddha Sikkhi 24. Buddha Vessabhu 25. Buddha Kakusandha 26. Buddha Konagamana 27. Buddha Kassapa 28. Buddha GotamaCoba anda masuk ke situs: www.samaggi-phala.or.idatau tepatnya URL berikut:
YI:Mana mas? dibawah saya copykan dan buktikan bahwa TIPITAKA baru ditulis sejak beberpa tahun setelah Buddha mati mas!, dibawah ini COPYnya: Kanon Pali atau Tipitaka berarti tiga keranjang penyimpanan Kanon (Kitab Suci). Selama beberapa abad sabda-sabda Sang Buddha disampaikan dengan turun temurun dengan lisan saja, yaitu dengan jalan menghafalkannya di luar kepala. Ajaran Sang Buddha dibukukan beberapa ratus tahun setelah Sang Buddha mencapai Parinibbana.
Segera setelah Buddha Gotama mencapai Parinibbana, diadakanlah Sidang Agung (Sangha-samaya) pertama di Gua Satapana, di kota Rajagaha (343 S.M.). Sidang ini dipimpin oleh Y.A. Kassapa Thera. Sidang ini dihadiri oleh 500 orang bhikkhu yang semuanya telah mencapai tingkat Arahat. Sidang ini bertujuan menghimpun ajaran-ajaran Buddha Gotama yang diberikan di tempat-tempat yang berlainan, pada waktu-waktu yang berbeda dan kepada orang-orang yang berlainan pula selama 45 tahun. Dalam sidang tersebut Y.A. Upali mengulang tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni (Vinaya) dan Y.A. Ananda mengulang khotbah-khotbah (Sutta) Buddha Gotama. Ajaran-ajaran ini dihafalkan di luar kepala dan diajarkan lagi kepada orang lain dari mulut ke mulut.
Jadi anda sudah berbohong!, 2300 th yg lalu masih lebih muda dibanding dengan Alkitab yg 4000 th yg lalu, mas!Kemudian, semua kisah buddha-buddha itu adanya di planet mana mas?, dari buddha Pertama sampai Buddha Metteya?.....apakah kisah-kisah itu sudah ada sebelum si Gautama ada mas?...apa itu hanya karangan si Gautama saja!, karena Bukti tertulis berupa kanon-kanon TIDAK PERNAH ADA 'kan?SWL:
Anda bisa membaca informasi tulisan ulang dari naskah2 Tipitaka yang telah dituliskan ke dalam situs Samaggi-Phala ini, dan telah menceritakan dengan lengkap sejarah Para Buddha yang telah ada, dan TERNYATA ajaran Para Buddha ini dari sebelum2nya sampai Buddha Gotama selalu mengajarkan hal yang sama yaitu: 4 Kesunyataan Mulia.
YI:Tipitaka baru di kanonkan setelah Buddha mati mas!...itu tahun berapa?, 300 th sebelum masehi 'kan?, kalau bicara yg ilmiah sedikit lah!SWL:
Dan yang menjadi tantangan buat anda, bahwa... dapat anda lihat Buddha Vipassi yang ternyata usianya mencapai 80.000 tahun.Lalu Buddha Sikkhi, Beliau hidup selama 70.000 tahun dan meninggal di Dussarama (Assarama) di Silavati.Dan satu hukum alam lagi yang berlaku, bahwa dalam satu tempat planet (bumi) sangat-sangat-sangat tidak dimungkinkan adanya lebih dari satu Buddha yang muncul dalam waktu bersamaan,
YI:Makanya, saya tanya buddha-buddha itu adanya di Planet mana?, karena SEBELUM adanya Gautama, maka TIDAK ADA Manuskrip-manuskrip yg MEMBUKTIKAN keberadaannya, sedangkan manuskrip dari TIPITAKA saja berumur tidak lebih dari 2300 th dari sekarang!....kalau hanya cerita-cerita yg tidak ada dasrnya, maka tidak usah diomongkan disini mas!SWL:
Nah coba anda bayangkan... sekarang kalau dilipat-lipat-lipat terus.. maka ajaran Buddha ini sudah ada lebih dari 1juta tahun yang lalu.
YI:Dasarnya darimana?, bahwa ajaran buddha itu sudah ada lebih dari 1 juta tahun?....tolong dasarnya dari mana mas?, adakah Manuskrip yg sudah ditemukan berumur lebih tua dari 5000 tahun yg lalu mas?.....SWL:
Semoga anda menjadi sadar Bung !!!
YI:Saya sudah sadar, anda yg masih mabok mas!SWL:
Sedang konon Alkitab anda ini ada baru terdeteksi 4000 tahun yang lalu kalau itupun bener... sebab kadang anda sering bilang... ada juga bagian Alkitab yang Mitos dan yang bukan Mitos.. jadi sy tidak tahun yang 4000 tahun lalu itu yang mitos atau bukan...
YI:Manuskrip Alkitab yg tertua sudah terbukti oleh para arkheolog berumur lebih dari 3500 th dari sekarang!, bandingkan dengan TIPITAKA mas!, cobalah terbuka pikiran anda akan adanya FAKTA ini!, jangan cuman bisanya ngeyel terus tanpa dasar!SWL:
Nah sekarang sy kan sudah menunjukkan dengan bukti nyata.Namun kalau kita mau buktikan secara ilmiah, mari kita juga berpikir ilmiah, apakah mungkin sebuah kumpulan masyarakat dari Suku Sakya yang terpelajar-arif-kaya ilmu-bijak dan tinggal di sekitar Himalaya, mau belajar di daerah gurun pasir dengan pola hidup terbelakang, keras, suka berkelahi ... coba anda pikir deh secara logis dua latar belakang BUDAYA yang sudah sangat2 berbeda.
YI:Ilmiahnya dimana mas?....secara Ilmiah, TIPITAKA ditulis setelah Buddha Gautama Mati!, sebelumnya TIDAK PERNAH ADA itu yg namanya ajaran Buddha! Jadi jangan suka mengada-ada yg tidak ada mas!
SWL:3. Coba buktikan dengan sejarah/historical kalau memang Sang Buddha pernah belajar ke Bangsa Israel bung... Anda tidak memahami sejarah sebenarnya ajaran Kristen banyak dipengaruhi oleh ajaran Buddha semenjak jaman kerajaan Asoka yang melakukan ekspansi ke dunia barat.YI:Sudah terbukti dan saya buktikan bahwa Alkitab lebih Tua dari Buddha!,... mana PEMBUKTIAN anda ttg Buddha lebih tua dari Alkitab mas!...saya tunggu!Suwarno:Bung YI, sy juga sudah tanyakan di atas.. tolong sebutkan bagian mana yang menyatakan Alkitab yang mitos dan non mitos itu lebih tua dari Tipitika.Sebab useless donk kalo kita bicara lebih tua.. ternyata yang lebih tua itu yang bagian mitos-nya.....
YI:Mengenai cerita-cerita Mithos dan Legenda yg ada ditulis didalam Alkitab, PASTI Lebih TUA dari umur Alkitab itu sendiri mas!, tetapi dari penemuan MANUSKRIP Alkitab yg TERTUA sudah TERBUKTI bahwa Manuskrip itu berumur lebih dari 3500 th dari sekarang!, sedangkan Tipitaka baru ada 2300 th yg lalu!...mana lebih tua mas?Jadi bukan tergantung dari Mithosnya, tetapi tergantung dari usia Alkitab terbukti LEBIH TUA dari Tipitaka 'kan?
SWL:4. Mari kita telaah dengan baik ajaran Perjanjian Lama yang anda bangga2kan itu yang konon bercerita soal Kesunyataan Mulia.. tolong tunjukkan ayat2nya, daripada anda melakukan klaim2 sepihak saja.YI:Baca saja semua kitab Kejadian dari awal sampai akhir mas!, disana sangat jelas SEBAB dan PENYEBAB adanya kehidupan, Penderitaan, Kematian, Sakit penyakit!....dan dengan MERENUNGKANNYA maka anda bisa menjadi Buddha mas!, jadi tidak perlu belajar ajaran Buddhism lagi!, di ALkitab lebih lengkap!...malah anda akan mendapatkan JALAN KELUARNYA, daripada menghindarinya!Eh....saya tunggu pembuktian anda ya!, jangan lupa loh!, dan jangan melarikan diri atau muter-muter!, yg satu diselesaikan dulu, baru yg lain kita bicarakan! OK?Salam!Suwarno:Bung YI, sy sudah cukup kenyang membaca Alkitab, dari SD-SMA di sekolah Katolik .. dan nilai Agama sy selalu diatas 85.
YI:Nilai 85, tapi masih tidak mengerti soal diluar gereja tidak ada keselamatan ya !, tentu nilainya hasil KATROLAN ya?Salam!
YI:1. Kalau anda pingin tahu ttg dosa, baiklah saya akan terangkan sesederhana mungkin ya!, Dosa artinya = Meleset dari sasaran.Didalam Alkitab dikatakan bahwa Adam (manusia pertama) sudah jatuh dalam dosa, artinya : Adam sudah meleset dari apa yg Allah targetkan!, Targetnya Yaitu: Manusia seharusnya taat kepada Allah dan bukannya taat kepada yg bukan Allah (dalam hal ini adalah Iblis).Karena Adam sudah taat kepada "yg bukan Allah"(iblis), maka HUBUNGAN Adam dengan Allah TERPUTUS!Allah adalah SUMBER kebenaran, kebahagiaan, kesejahteraan, kesehatan, kebaikan, jadi : kalau Adam terputus hubungan dengan Allah (yg Sumber kebaikan), maka akibatnya: Adam kehilangan semua hal-hal yg baik!Jadi kalau didalam Buddhism dikatakan ada ajaran 4 kesunyataan (4 kenyataan hidup), itu adalah saya anggap sebagai ringkasan dari FAKTA-FAKTA akan terputusnya manusia dari KEBAIKAN (Allah yg sumber kebaikan).2. Apa yg menimbulkan Dosa?, ketidak taatan!Manusia diciptakan bukan sebagai robot, tetapi sebagai manusia yg bebas memilih!, kebebasan memilih itulah yg sudah disalah gunakan oleh Adam!, jadi sampai saat inipun semua manusia tetap mempunyai kebebasan memilih!, mau memilih taat kepada Allah atau tidak!Kenapa manusia diberi kebebasan memilih?, karena Allah bukanlah ALlah yg memaksakan kehendaknya seperti seorang diktator!, ALlah mau KETAATAN, KECINTAAN manusia kepada Allah bukanlah karena paksaan!, Allah mau manusia TAAT dan MENGASIHI Allah dengan KASIH yg MURNI!Jadi untuk TAAT dan untuk MENGASIHI Allah adalah satu PILIHAN dan KEPUTUSAN yg HARUS diambil oleh manusia, dan TIDAK dipaksakan!Karena ketaatan dan KASIH yg terpaksa bukanlah ketaatan dan Kasih yg murni!contoh: Sdr. Radi pasti menginginkan di KASIHI oleh kekasihnya 'kan?, nah ...KASIH dari pacar anda tidaklah MURNI kalau itu bukan dari PILIHAN pacar anda sendiri yg memang MEMILIH anda sebagai kekasihnya!, entah karena paksaan ortu, atau pacar anda sudah tidak ada pilihan lainnya (selain sdr. Radi), artinya tidak ada pria lain yg dapat dipilihnya!Nah, anda akan sangat berbahagia kalau: WALAUPUN di sekitar pacar anda buanyak sekali kumbang-kumbang yg datang, tetapi si Doi TETAP memilih sdr. Radi sebagai kekasihnya!...itulah KASIH yg murni!Ketaatan yg murni adalah satu ketaatan yg tanpa pamrih, ketaatan yg disebabkan adanya pamrih, itu bukanlah ketaatan yg MURNI!Contoh: Kekasih anda mau setia dan taat kepada anda kalau Anda selalu memberi dia segala yg di Ingininya, atau dengan kata lain, anda selalu mencukupi segalanya, tetapi pada saat anda tidak memberi apa yg di inginkannya atau memberikan satu larangan saja, dan dia lebih memilih penawaran orang lain, maka dapat dipastikan ketaatannya TIDAKLAH MURNI!...itulah yg terjadi kepada Adam dan Hawa!Jadi Manusia sudah tidak taat kepada Allah yg menyebabkan jatuh dalam dosa, yg berakibat terputusnya semua kebaikan, dan FAKTA-FAKTA timbulnya penderitaan dan kesengsaraan!Itulah sedikit pemahaman saya akan : Kenyataan (boleh anda sebut hanya 4 saja menurut Buddhism) hidup ini!, dari Alkitab!Bagaimana dengan ajaran Buddhism?, tolong saya diberi pelajaran!, Apa itu 4 kesunyataan?, apa penyebabnya?, dan mengapa itu bisa TERJADI dalam hidup manusia?....
RM:
Jangan lupa tolong anda jelaskan jalan mulia beruas 8 di alkitab nanti
kita coba bahas juga mengenai pandangan budhism secara terperinci!YI:Kalau di Buddhism anda sebut sebagai jalan mulia beruas 8, maka didalam ajaran Kristiani hanya disingkat dan di simpulkan sangat sederhana dan mudah dimengerti yaitu:" Katakan "Ya" diatas yg "Ya", dan katakan "Tidak" diatas yg "Tidak", artinya : berpikirlah, bertindaklah, berbuatlah, Berbicaralah, Melangkahlah, Melihatlah, Mendengarlah, Lakukanlah yang BENAR!
Pemahamnnya Mudah tetapi sulit dalam melaksanakannya!, itulah tadi karena KECENDERUNGAN HATI MANUSIA adalah TIDAK TAAT!Dalam Iman kristiani: kalau manusia HARUS BERUSAHA untuk melakukan hal-hal yg benar itu, tujuannya BUKAN untuk mencapai KESUCIAN atau KESEMPURNAAN untuk supaya bisa masuk ke surga, tetapi semua dilakukan untuk supaya menjadi berkat bagi orang lain, dirinya sendiri dan Alam sekitarnya!, karena KESELAMATAN adalah PEMBERIAN Allah kepada manusia yg percaya kepada Yesus Kristus!, bukan dari hasil perbuatan manusia!Itulah pemahaman dari Alkitab!, tolong anda jabarkan pemahaman dari Buddhism, apa itu jalan mulia beruas 8, mengapa harus dilakukan dan tujuannya untuk apa?....kalau tidak dilakukan akibatnya apa, dll...dll?Salam!
- Kan anda klaim alkitab sudah ditulis sebelum Tipitaka. sedangkan
Adam manusia pertama. kira2 tahun berapakah manusia pertama ini
berada. apakah dia salah menulis kitab pertama, sehingga allah marah ?
dan yesus diutus untuk merevisinya ? sehingga orang2 dimasa Yesus pun
salah tulis, sehingga perlu direvisi ?
anda jangan ber-Kotbah dulu tentang kasih dan pacar sdr Radi, buktikan
dulu dongengnya benar ditulis jaman purba kala dan masih berlaku
sekarang !!!
On May 6, 10:34 am, "Y.I" <yose...@yahoo.com> wrote:
> Salam!
>
> Saya menghargai anda yg mau belajar, dan sayapun akan belajar dari anda!, tanggapan saya dibawah!
>
> ---------------------------------
C. Rupa (ada 2 bagian, dan 28 sub bagian)
C.1. Nipphanna-rupa : materi yang telah jadi sendiri, rupa ini
timbul sejakkandungan (ada 18 bagian),
yaitu:
a. Mahabhutarupa (ada 4 bagian)
b. Pasadarupa (ada 5 bagian)
c. Visayarupa (ada 4 bagian)
d. Bhavarupa (ada 2 bagian)
c. Hadayarupa (ada 1 bagian)
e. Javitarupa (ada 1 bagian)
f. Ahararupa (ada 1 bagian)
C.2. Anipphanna-rupa : materi yg belum jadi, materi ini harus
menumpangi nipphanna-rupa ,
baru dapat timbul (ada 10 bagian), yaitu :
a. Paricchedarupa (ada 1 bagian)
b. Vinnattirupa (ada 2 bagian)
c. Vikararupa (ada 3 bagian)
d. Lakkhanarupa (ada 4 bagian)
Kesunyataan Kedua :
* Dukkhasamudaya Ariyasacca (Kesunyataan tentang asal mula derita)
terdiri dari Lobha Cetasika
Kesunyataan Ketiga :
* Dukkhanirodha ariyasacca (kesunyataan tentang akhir derita) terdiri
dari nibbana
Kesunyataan Keempat :
* Dukkhanirodhagamini-patipada ariyasacca (kesunataan tentang jalan
yg menuju akhir derita)
terdiri dari jalan mulia beruas delapan
------------------
Jalan Mulia beruas delapan :
1. Samma ditthi (pandangan benar) yg dimaksudkan adalah panna cetasika
2. Samma sankapa (pikiran benar) yg dimaksud adalah Vitakka Cetasika
3. Samma Vaca (Bicara Benar) yg dimaksud adalah sammavaca cetasika
4. Smma kammanta (perbuatan benar) yg dimaksud adalah sammakamanta
cetasika
5. Samma Ajiva (pencarian Benar) yg dimaksud adalah samma ajiva
cetasika
6. Samma Vayama (daya Upaya Benar) yg dimaksud adalah Viriya Cetasika
7. Samma Sati (perhatian Benar) yg dimaksud adalah sati cetasika
8. Samma Samadhi (kosentrasi Benar) yg dimaksud adalah ekaggata
cetasika
---------------
Jadi dari konteks pembahasan 4 kesunyataan mulia sudah jelas berbeda
dengan alkitab (penyebabnya bukan DOSA=meleset dari sasaran)
Untuk konteks pembahasan jalan mulia beruas 8 pun sudah jelas berbeda
dengan alkitab
Jadi Keterangan anda mengatakan 4 kesunyataan mulia dan jalan utama
beruas 8 ada di alkitab tidak valid
Dan untuk membahas lebih lanjut mengenai 4 kesunyataan mulia dan jalan
mulia beruas 8 diharapkan anda mencari tau sendiri dan mengerti
terlebih dahulu sub bagian dari bagian yg sudah saya berikan
Jika jalan mulia beruas 8 anda sebut "IYA" diatas "IYA" atau "tidak"
diatas "Tidak" tentu berbeda dengan penjelasan buddhist, karena yg
anda maksudkan tidak terdapat Panna cetasika, sati cetasika, viriya
cetasika, ekagata ctasika, samma ajiva, sammakamanta cetasika. (untuk
konteks pali mungkin anda kurang perduli, jadi saya tidak detail)
Untuk apa 4 kesunyataan mulia dan jalan mulia beruas 8 harus di
selami???.. jawabannya adalah agar kita tidak menderita (terbelenggu
dari lobha, dosa, moha) dan terlepas dari lingkaran kelahiran
jika anda mengguunakan contoh :
====================
> Nah, anda akan sangat berbahagia kalau: WALAUPUN di sekitar pacar anda buanyak sekali kumbang-kumbang yg datang, tetapi si Doi TETAP memilih sdr. Radi sebagai kekasihnya!...itulah KASIH yg murni!
======================
maka KASIH yg anda contohkan itu adalah sebuah kesementaraan bukan
kebahagiaan, KASIH yg anda contohkan hanya bertahan beberapa waktu,
tidak akan bisa menjamin kasih itu selalu tetap sama setiap saat
Trimakasih atas penjelasan anda mengenai isi alkitab anda, tapi
kesimpulan saya : anda tidak bisa lagi mengklaim 4 kesunyataan mulia
dan jalan mulia beruas 8 ada di alkitab.. karena sudah berbeda sama
sekali (^_^)
> ---------------------------------
YI:Saya sangat salut kepada Si Sidharata Gautama yg sanggup memilah-milah secara detail dalam meneliti FAKTA-FAKTA dari apa yg terjadi didalam kehidupan setiap manusia dengan mengajarkan 4 kesunyataan (KENYATAAN) mulia,dan itu memang satu hasil dari perenungan yg sangat panjang yg hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yg mempunyai Niat dan kesungguhan hati untuk itu.Oleh sebab itu bagi anda dan manusia sekarang yg tinggal menerima saja dari hasil perenungan si Buddha itu. Tetapi kalau anda sendiri mau dan mempunyai NIAT yg sama dan mempunyai WAKTU yg sama seperti Si Sidharta Gautama itu, maka anda dapat mendapatkannya di dalam Alkitab juga mas! , masalahnya adalah anda dan semua manusia dijaman sekarang TIDAK MEMPUNYAI NIAT apalagi WAKTU untuk itu!, jadi kalau bagi anda itu adalah BERBEDA dari isi Alkitab, karena mungkin anda anggap di Alkitab TIDAK dituliskan dalam bentuk URAIAN setiap detail dari FAKTA kehidupan ini seperti apa yg sudah diajarkan oleh Si Sidharta Gautama.Saya beri contoh (salah satu saja) untuk perenungan anda yg ada didalam Alkitab ya!, baca saja di Kitab Kejadian 3: 16 , Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.", dan.....Kej 3: 17, Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu.......Kej 3: 18, semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;......Kej 3: 19, dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."Anda dapat menguraikannya PANJANG LEBAR secara detail, dengan ayat-ayat ini saja mas! (Kalau mau dan mempunyai NIAT loh!),RM:
Jadi Keterangan anda mengatakan 4 kesunyataan mulia dan jalan utama
beruas 8 ada di alkitab tidak valid.YI:Secara Detail tulisan memang boleh anda anggap berbeda, tetapi secara PERENUNGAN dan PEMAHAMAN, Tidak!RM:
Dan untuk membahas lebih lanjut mengenai 4 kesunyataan mulia dan jalan
mulia beruas 8 diharapkan anda mencari tau sendiri dan mengerti
terlebih dahulu sub bagian dari bagian yg sudah saya berikan
Jika jalan mulia beruas 8 anda sebut "IYA" diatas "IYA" atau "tidak"
diatas "Tidak" tentu berbeda dengan penjelasan buddhist, karena yg
anda maksudkan tidak terdapat Panna cetasika, sati cetasika, viriya
cetasika, ekagata ctasika, samma ajiva, sammakamanta cetasika. (untuk
konteks pali mungkin anda kurang perduli, jadi saya tidak detail)
YI:Secara penulisan memang BERBEDA mas!, tetapi secara PERENUNGAN tidak!, apakah arti kata : "Ya, diatas yg Ya dan TIDAK diatas yg TIDAK" itu bukanlah satu perbuatan, pemikiran, tindakan yg "BENAR"?...hanya karena disana TIDAK ADA uraian ttg : Panna cetasika, sati cetasika, viriya cetasika dll...dll...dll, maka anda sudah menganggapnya BEDA?.....lalu dimana perbedaan dari TINDAKAN BENAR itu mas?...apakah ada PERBEDAAN dari BENAR dengan "BENAR"?....
Saya pribadi tidak menentang ttg ajaran "KEBENARAN" dari apa yg diajarkan oleh Buddhism itu!RM:
Untuk apa 4 kesunyataan mulia dan jalan mulia beruas 8 harus di
selami???.. jawabannya adalah agar kita tidak menderita (terbelenggu
dari lobha, dosa, moha) dan terlepas dari lingkaran kelahiran
YI:Saya sangat setuju akan pengajaran ini!, pelajaran MORAL yg sangat baik!, tetapi hanya sebatas di alam manusia saja!, bermanfaat untuk diri sendiri dan alam sekitar kita dan sesama! (Pada saat ini saja).....kalau untuk terlepas dari lingkaran kelahiran kembali, didalam Iman Kristen TIDAK di ajarkan!RM:
jika anda mengguunakan contoh :
====================
> Nah, anda akan sangat berbahagia kalau: WALAUPUN di sekitar pacar anda buanyak sekali kumbang-kumbang yg datang, tetapi si Doi TETAP memilih sdr. Radi sebagai kekasihnya!...itulah KASIH yg murni!
======================
maka KASIH yg anda contohkan itu adalah sebuah kesementaraan bukan
kebahagiaan, KASIH yg anda contohkan hanya bertahan beberapa waktu,
tidak akan bisa menjamin kasih itu selalu tetap sama setiap saat
YI:Tulisan saya diatas adalah "hanya contoh" saja, untuk menjabarkan (dalam keterbatasan bahasa manusia) ttg KASIH yg Murni!, artinya : Kasih itu adalah SATU KEPUTUSAN dan PILIHAN !, tanpa adanya KEPUTUSAN dan PILIHAN, maka KASIH itu TIDAK MURNI!....jadi jangan disalah pahami sebagai yg kekal atau tidak kekal!....karena memang manusia tidak ada yg kekal!RM:
Trimakasih atas penjelasan anda mengenai isi alkitab anda, tapi
kesimpulan saya : anda tidak bisa lagi mengklaim 4 kesunyataan mulia
dan jalan mulia beruas 8 ada di alkitab.. karena sudah berbeda sama
sekali (^_^)
YI:Terimakasih kembali!, juga atas uraian anda mengenai 4 kesunyataan mulia dan jalan mulia beruas 8!, saya dapat memahami akan anggapan anda yg menganggap BERBEDA !, anyway ,....itu adalah ajaran MORAL yg sangat baik dan mudah-mudahan sayapun dapat menjalankannya juga!, bukan untuk memutus lingkaran kelahiran saya, tetapi memang untuk memperbaiki kehidupan yg sekarang ini saja!
Sedikit tambahan pertanyaan saya:Saya percaya apabila melakukan jalan mulia beruas 8 dan menyelami akan 4 kesunyataan mulia itu , akan menyebabkan hidup ini menjadi baik bagi diri sendiri, orang lain dan alam sekitar kita! ( pada saat ini, itupun tidak dapat 100% ), manusia dan mahluk hidup apapun adalah TIDAK sempurna, oleh sebab itu secara Logika, tidaklah mungkin dapat melakukannya secara 100% BENAR!.... nah, kalau disetiap kehidupan (baik sekarang atau di alam lainnya) tidak dapat melakukan 100% benar, apakah MUNGKIN itu dapat MEMUTUSKAN lingkaran kelahiran kembali?.....Sekian pertanyaan saya, bagaimana menurut pandangan Buddhism dalam hal ini?...kalau mungkin bagaimana caranya?Salam!
RM:
Tolong bedakan Dosa dalam pemahaman anda dengan Lobha, dosa, moha
dalam pemahaman buddhism
> Secara Detail tulisan memang boleh anda anggap berbeda, tetapi secara PERENUNGAN dan PEMAHAMAN, Tidak!
RM:
Perenungan jika pengertian awal berbeda maka hasil pasti berbeda
> YI:
> Secara penulisan memang BERBEDA mas!, tetapi secara PERENUNGAN tidak!, apakah arti kata : "Ya, diatas yg Ya dan TIDAK diatas yg TIDAK" itu bukanlah satu perbuatan, pemikiran, tindakan yg "BENAR"?...hanya karena disana TIDAK ADA uraian ttg : Panna cetasika, sati cetasika, viriya cetasika dll...dll...dll, maka anda sudah menganggapnya BEDA?.....lalu dimana perbedaan dari TINDAKAN BENAR itu mas?...apakah ada PERBEDAAN dari BENAR dengan "BENAR"?....
> Saya pribadi tidak menentang ttg ajaran "KEBENARAN" dari apa yg diajarkan oleh Buddhism itu!
RM:
Tindakan benar harus dilandasi dengan sila, samadhi, panna (^_^)..
(Realita : BENAR menurut anda dan teman anda tidaklah benar menurut
orang lain, oleh karenanya dibutuhkan kebijaksanaan (panna) )
> YI:
> Saya sangat setuju akan pengajaran ini!, pelajaran MORAL yg sangat baik!, tetapi hanya sebatas di alam manusia saja!, bermanfaat untuk diri sendiri dan alam sekitar kita dan sesama! (Pada saat ini saja).....kalau untuk terlepas dari lingkaran kelahiran kembali, didalam Iman Kristen TIDAK di ajarkan!
RM:
Bukan pada saat ini saja, melainkan kehidupan akan datang jika belum
terlepas dari lingkaran kelahiran (itupun jika anda mau menerima (^_^)
jika tidak ya terserah anda)
> YI:
> Tulisan saya diatas adalah "hanya contoh" saja, untuk menjabarkan (dalam keterbatasan bahasa manusia) ttg KASIH yg Murni!, artinya : Kasih itu adalah SATU KEPUTUSAN dan PILIHAN !, tanpa adanya KEPUTUSAN dan PILIHAN, maka KASIH itu TIDAK MURNI!....jadi jangan disalah pahami sebagai yg kekal atau tidak kekal!....karena memang manusia tidak ada yg kekal!
>
RM:
oleh karenanya saya menjawab sesuai contoh yg anda berikan dan saya
jawab sesuai pemahaman saya dalam melihat sebuah ketidak kekalan
(kebenaran annica)
YI:
> Terimakasih kembali!, juga atas uraian anda mengenai 4 kesunyataan mulia dan jalan mulia beruas 8!, saya dapat memahami akan anggapan anda yg menganggap BERBEDA !, anyway ,....itu adalah ajaran MORAL yg sangat baik dan mudah-mudahan sayapun dapat menjalankannya juga!, bukan untuk memutus lingkaran kelahiran saya, tetapi memang untuk memperbaiki kehidupan yg sekarang ini saja!
> Sedikit tambahan pertanyaan saya: Saya percaya apabila melakukan jalan mulia beruas 8 dan menyelami akan 4 kesunyataan mulia itu , akan menyebabkan hidup ini menjadi baik bagi diri sendiri, orang lain dan alam sekitar kita! ( pada saat ini, itupun tidak dapat 100% ), manusia dan mahluk hidup apapun adalah TIDAK sempurna, oleh sebab itu secara Logika, tidaklah mungkin dapat melakukannya secara 100% BENAR!.... nah, kalau disetiap kehidupan (baik sekarang atau di alam lainnya) tidak dapat melakukan 100% benar, apakah MUNGKIN itu dapat MEMUTUSKAN lingkaran kelahiran kembali?.....
>
> Sekian pertanyaan saya, bagaimana menurut pandangan Buddhism dalam hal ini?...kalau mungkin bagaimana caranya?
>
> Salam!
RM:
Sama-sama, bahagia bisa berbagi info dengan anda dan semoga
bermanfaat,
Untuk pertanyaan tambahan :
Memang tidak mudah bisa 100% oleh karenanya kita terus
menerapkannya karena dipaham buddhist tidak hanya ada kehidupan saat
ini saja, masih ada kehidupan berikutnya selama kita tidak mampu lepas
dari kekotoran bathin (avija)
Baru setelah mencapai sotapana dan anagami maka kesempatan
MEMUTUSKAN itu akan lebih besar.
> YI:
> Saya sangat salut kepada Si Sidharata Gautama yg sanggup memilah-milah secara detail dalam meneliti FAKTA-FAKTA dari apa yg terjadi didalam kehidupan setiap manusia dengan mengajarkan 4 kesunyataan (KENYATAAN) mulia,dan itu memang satu hasil dari perenungan yg sangat panjang yg hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yg mempunyai Niat dan kesungguhan hati untuk itu.
>
> Oleh sebab itu bagi anda dan manusia sekarang yg tinggal menerima saja dari hasil perenungan si Buddha itu. Tetapi kalau anda sendiri mau dan mempunyai NIAT yg sama dan mempunyai WAKTU yg sama seperti Si Sidharta Gautama itu, maka anda dapat mendapatkannya di dalam Alkitab juga mas! , masalahnya adalah anda dan semua manusia dijaman sekarang TIDAK MEMPUNYAI NIAT apalagi WAKTU untuk itu!, jadi kalau bagi anda itu adalah BERBEDA dari isi Alkitab, karena mungkin anda anggap di Alkitab TIDAK dituliskan dalam bentuk URAIAN setiap detail dari FAKTA kehidupan ini seperti apa yg sudah diajarkan oleh Si Sidharta Gautama.
>
> Saya beri contoh (salah satu saja) untuk perenungan anda yg ada didalam Alkitab ya!, baca saja di Kitab Kejadian 3: 16 , Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.", dan.....
> Kej 3: 17, Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu.......
> Kej 3: 18, semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;......
> Kej 3: 19, dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
>
> Anda dapat menguraikannya PANJANG LEBAR secara detail, dengan ayat-ayat ini saja mas! (Kalau mau dan mempunyai NIAT loh!),
RM:
Tolong bedakan Dosa dalam pemahaman anda dengan Lobha, dosa, moha dalam pemahaman buddhism.
YI:
Saya tidak dapat mengubah akan pemahaman didalam Buddhism, karena didalam ajaran Buddhism tidak pernah diajarkan apa itu dosa 'kan?.... tetapi bagi saya Lobha maupun Moha, bukanlah Dosa itu sendiri, tetapi mereka adalah bagian dari Dosa itu!
Maksud saya seperti yg sudah saya terangkan dahulu, bahwa karena Adam jatuh kedalam Dosa (meleset dari target) maka sekarang manusia memiliki Lobha dan Moha itu!, itulah pemahaman saya, mungkin anda bisa menjabarkannya yg berbeda, saya akan belajar!
> Secara Detail tulisan memang boleh anda anggap berbeda, tetapi secara PERENUNGAN dan PEMAHAMAN, Tidak!
RM:
Perenungan jika pengertian awal berbeda maka hasil pasti berbeda.
YI:
Betul pendapat anda, oleh sebab itulah hasil dari ajaran Buddhism akan berbeda dengan hasil dari Iman Kristiani!, karena memang pengertian dari suatu hasil perenungan setiap orang juga berbeda-beda mas!, walaupun itu ajaran Buddhism maupun ajaran Kristen sendiri, pasti ada perbedaan dari hasil setiap perenungan dari individu-individu yg berdiri sendiri-sendiri.
> YI:
> Secara penulisan memang BERBEDA mas!, tetapi secara PERENUNGAN tidak!, apakah arti kata : "Ya, diatas yg Ya dan TIDAK diatas yg TIDAK" itu bukanlah satu perbuatan, pemikiran, tindakan yg "BENAR"?...hanya karena disana TIDAK ADA uraian ttg : Panna cetasika, sati cetasika, viriya cetasika dll...dll...dll, maka anda sudah menganggapnya BEDA?.....lalu dimana perbedaan dari TINDAKAN BENAR itu mas?...apakah ada PERBEDAAN dari BENAR dengan "BENAR"?....
> Saya pribadi tidak menentang ttg ajaran "KEBENARAN" dari apa yg diajarkan oleh Buddhism itu!
RM:
Tindakan benar harus dilandasi dengan sila, samadhi, panna (^_^)..
(Realita : BENAR menurut anda dan teman anda tidaklah benar menurut
orang lain, oleh karenanya dibutuhkan kebijaksanaan (panna) )
YI:
Itulah persoalannya!, lalu bagaimana kita bisa menentukan bahwa ajaran yg kita terima adalah suatu kebenaran?...dengan kebijaksanaan?...Kebijaksanaan yg bagaimana menurut anda yg dapat dikategorikan suatu yg benar-benar bijaksana?...kalau setiap orang mempunyai pendapat sendiri-sendiri?
> YI:
> Saya sangat setuju akan pengajaran ini!, pelajaran MORAL yg sangat baik!, tetapi hanya sebatas di alam manusia saja!, bermanfaat untuk diri sendiri dan alam sekitar kita dan sesama! (Pada saat ini saja).....kalau untuk terlepas dari lingkaran kelahiran kembali, didalam Iman Kristen TIDAK di ajarkan!
RM:
Bukan pada saat ini saja, melainkan kehidupan akan datang jika belum
terlepas dari lingkaran kelahiran (itupun jika anda mau menerima (^_^)
jika tidak ya terserah anda).
YI:
Terimakasih atas tawarannya!, sampai saat ini memang saya belum bisa menerima akan ajaran lingkaran kelahiran kembali!
> YI:
> Tulisan saya diatas adalah "hanya contoh" saja, untuk menjabarkan (dalam keterbatasan bahasa manusia) ttg KASIH yg Murni!, artinya : Kasih itu adalah SATU KEPUTUSAN dan PILIHAN !, tanpa adanya KEPUTUSAN dan PILIHAN, maka KASIH itu TIDAK MURNI!....jadi jangan disalah pahami sebagai yg kekal atau tidak kekal!....karena memang manusia tidak ada yg kekal!
>
RM:
oleh karenanya saya menjawab sesuai contoh yg anda berikan dan saya jawab sesuai pemahaman saya dalam melihat sebuah ketidak kekalan (kebenaran annica)
YI:
Menurut "PEMAHAMAN" anda bahwa manusia TIDAK MUNGKIN melakukan sesuatu yg kekal 'kan?, nah...kalau anda mempunyai tanggapan yg demikian, mengapa anda bisa berharap suatu waktu manusia akan dapat memutuskan roda kelahirannya?...walaupun itu di kehidupan yg lalu maupun dikehidupan yg akan datang, sesuai pendapat anda maka manusia TIDAK MUNGKIN dapat melakukan yg kekal 'kan?...tolong anda jabarkan bagaimana supaya manusia yg tidak dapat melakukan hal yg kekal tetapi bisa memutuskan "ketidak kekalan yg dibuatnya" yaitu roda kelahirannya!
YI:
> Terimakasih kembali!, juga atas uraian anda mengenai 4 kesunyataan mulia dan jalan mulia beruas 8!, saya dapat memahami akan anggapan anda yg menganggap BERBEDA !, anyway ,....itu adalah ajaran MORAL yg sangat baik dan mudah-mudahan sayapun dapat menjalankannya juga!, bukan untuk memutus lingkaran kelahiran saya, tetapi memang untuk memperbaiki kehidupan yg sekarang ini saja!
> Sedikit tambahan pertanyaan saya: Saya percaya apabila melakukan jalan mulia beruas 8 dan menyelami akan 4 kesunyataan mulia itu , akan menyebabkan hidup ini menjadi baik bagi diri sendiri, orang lain dan alam sekitar kita! ( pada saat ini, itupun tidak dapat 100% ), manusia dan mahluk hidup apapun adalah TIDAK sempurna, oleh sebab itu secara Logika, tidaklah mungkin dapat melakukannya secara 100% BENAR!.... nah, kalau disetiap kehidupan (baik sekarang atau di alam lainnya) tidak dapat melakukan 100% benar, apakah MUNGKIN itu dapat MEMUTUSKAN lingkaran kelahiran kembali?.....
>
> Sekian pertanyaan saya, bagaimana menurut pandangan Buddhism dalam hal ini?...kalau mungkin bagaimana caranya?
>
> Salam!
RM:
Sama-sama, bahagia bisa berbagi info dengan anda dan semoga
bermanfaat,
Untuk pertanyaan tambahan :
Memang tidak mudah bisa 100% oleh karenanya kita terus
menerapkannya karena dipaham buddhist tidak hanya ada kehidupan saat ini saja, masih ada kehidupan berikutnya selama kita tidak mampu lepas dari kekotoran bathin (avija)
Baru setelah mencapai sotapana dan anagami maka kesempatan
MEMUTUSKAN itu akan lebih besar.
YI:
Seperti pertanyaan saya diatas yg dipengaruhi oleh pendapat anda yg mengatakan bahwa apa yg di perbuat manusia bukan merupakan kekekalan, artinya sampai kapanpun manusia tetap akan IN and OUT terus!, tetapi anda juga menyebutkan bahwa apabila manusia mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, maka kesempatan itu akan lebih besar!
Maaf, kalau pendapat saya salah, apakah itu berarti bahwa manusia BISA juga melakukan hal yg kekal?...kalau memang bisa berarti seperti contoh yg saya berikan itu MUNGKIN dan PASTI BISA 'kan?.....yaitu mempunyai KASIH yg MURNI dan kekal.
Salam!
RM:
Lobha, Dosa dan Moha dimiliki oleh siapapun dan bukan karena Adam dan
Hawa (yg anda maksudkan) karena
tindakan anda tidak ditentukan oleh Adam dan Hawa
Sungguh naif dan tidak bijak jika : Ketika orang tua anda menjadi
pencuri maka anda pun disebut sebagai pencuri dan memiliki jiwa
pencuri
> YI:
> Itulah persoalannya!, lalu bagaimana kita bisa menentukan bahwa ajaran yg kita terima adalah suatu kebenaran?...dengan kebijaksanaan?...Kebijaksanaan yg bagaimana menurut anda yg dapat dikategorikan suatu yg benar-benar bijaksana?...kalau setiap orang mempunyai pendapat sendiri-sendiri?
RM:
Tidak ada persoalan yg berarti, selama kita bersikap bijak maka secara
langsung atau pun tidak langsung kita akan bisa membedakan dan memilah
kebenaran yg ada di hadapan kita.
> YI:
> Terimakasih atas tawarannya!, sampai saat ini memang saya belum bisa menerima akan ajaran lingkaran kelahiran kembali!
RM :
Yahh setidaknya anda mengatakan "belum bisa" dan bukan "tidak
mau" (ini pun bisa merupakan tindakan bijaksana yg anda lakukan) (^_^)
> YI:
> Menurut "PEMAHAMAN" anda bahwa manusia TIDAK MUNGKIN melakukan sesuatu yg kekal 'kan?, nah...kalau anda mempunyai tanggapan yg demikian, mengapa anda bisa berharap suatu waktu manusia akan dapat memutuskan roda kelahirannya?...walaupun itu di kehidupan yg lalu maupun dikehidupan yg akan datang, sesuai pendapat anda maka manusia TIDAK MUNGKIN dapat melakukan yg kekal 'kan?...tolong anda jabarkan bagaimana supaya manusia yg tidak dapat melakukan hal yg kekal tetapi bisa memutuskan "ketidak kekalan yg dibuatnya" yaitu roda kelahirannya!
RM:
Jika anda selalu menjalankan sila, samadhi dan panna maka anda akan
mengikis sedikit demi sedikit lobha, dosa, moha di dalam diri anda
(tunggu anda mengerti kan arti lobha dosa moha?? (^_^) ), sederhana
dan butuh kesungguhan hati dalam melaksanakannya, tidak ada yg instant
jika lobha, dosha dan moha masih sangat tebal dan melekat
Contoh : ketika anda sakit, anda butuh minum obat dengan teratur agar
bisa sembuh, tidak ada yg bisa instan, jika ada yg instan maka rumah
sakit dan dokter pasti tidak akan pernah ada di bumi ini
> YI:
> Seperti pertanyaan saya diatas yg dipengaruhi oleh pendapat anda yg mengatakan bahwa apa yg di perbuat manusia bukan merupakan kekekalan, artinya sampai kapanpun manusia tetap akan IN and OUT terus!, tetapi anda juga menyebutkan bahwa apabila manusia mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, maka kesempatan itu akan lebih besar!
>
> Maaf, kalau pendapat saya salah, apakah itu berarti bahwa manusia BISA juga melakukan hal yg kekal?...kalau memang bisa berarti seperti contoh yg saya berikan itu MUNGKIN dan PASTI BISA 'kan?.....yaitu mempunyai KASIH yg MURNI dan kekal.
>
RM:
Ya, seperti yg saya jelaskan sebelumnya.. selama manusia masih
memiliki kegelapan bathin (avija) maka IN and OUT (yg anda gambarkan)
akan selalu terjadi, saya mengatakan SOTAPANA dan ANAGAMI memiliki
kesempatan lebih besar karena pada pencapaian tersebut mahluk tersebut
sudah berhasil mengikis lobha, dosa, dan moha
Salam bahagia selalu,
Apakah target, artinya ada suatu rencana dari Tuhan.
Tuhan punya rencana
Tuhan punya target
Dan rencana Tuhan meleset?
Maksudnya Bro YI seperti itu atau ada pengertian lain?
Thanks
Salam kasih,
Khai
> YI:
> Saya tidak dapat mengubah akan pemahaman didalam Buddhism, karena didalam ajaran Buddhism tidak pernah diajarkan apa itu dosa 'kan?.... tetapi bagi saya Lobha maupun Moha, bukanlah Dosa itu sendiri, tetapi mereka adalah bagian dari Dosa itu!
Maksud saya seperti yg sudah saya terangkan dahulu, bahwa karena Adam
jatuh kedalam Dosa (meleset dari target) maka sekarang manusia
memiliki Lobha dan Moha itu!, itulah pemahaman saya, mungkin anda bisa
menjabarkannya yg berbeda, saya akan belajar!
RM:
Lobha, Dosa dan Moha dimiliki oleh siapapun dan bukan karena Adam dan
Hawa (yg anda maksudkan) karena tindakan anda tidak ditentukan oleh Adam dan Hawa
Sungguh naif dan tidak bijak jika : Ketika orang tua anda menjadi
pencuri maka anda pun disebut sebagai pencuri dan memiliki jiwa
pencuriYI:
Tolong anda baca lagi ulasan saya ttg apa itu dosa.Dosa adalah satu keadaan dimana kita berada di luar TARGET/SASARAN, dan itu adalah PILIHAN dari setiap manusia, bukan karena di tentukan atau di TARGETkan begitu.
> YI:
> Itulah persoalannya!, lalu bagaimana kita bisa menentukan bahwa ajaran yg kita terima adalah suatu kebenaran?...dengan kebijaksanaan?...Kebijaksanaan yg bagaimana menurut anda yg dapat dikategorikan suatu yg benar-benar bijaksana?...kalau setiap orang mempunyai pendapat sendiri-sendiri?
RM:
Tidak ada persoalan yg berarti, selama kita bersikap bijak maka secara
langsung atau pun tidak langsung kita akan bisa membedakan dan memilah
kebenaran yg ada di hadapan kita.YI:
Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
> YI:
> Terimakasih atas tawarannya!, sampai saat ini memang saya belum bisa menerima akan ajaran lingkaran kelahiran kembali!
RM :
Yahh setidaknya anda mengatakan "belum bisa" dan bukan "tidak
mau" (ini pun bisa merupakan tindakan bijaksana yg anda lakukan) (^_^)
YI:Thanks!
> YI:
> Menurut "PEMAHAMAN" anda bahwa manusia TIDAK MUNGKIN melakukan sesuatu yg kekal 'kan?, nah...kalau anda mempunyai tanggapan yg demikian, mengapa anda bisa berharap suatu waktu manusia akan dapat memutuskan roda kelahirannya?...walaupun itu di kehidupan yg lalu maupun dikehidupan yg akan datang, sesuai pendapat anda maka manusia TIDAK MUNGKIN dapat melakukan yg kekal 'kan?...tolong anda jabarkan bagaimana supaya manusia yg tidak dapat melakukan hal yg kekal tetapi bisa memutuskan "ketidak kekalan yg dibuatnya" yaitu roda kelahirannya!
RM:
Jika anda selalu menjalankan sila, samadhi dan panna maka anda akan
mengikis sedikit demi sedikit lobha, dosa, moha di dalam diri anda
(tunggu anda mengerti kan arti lobha dosa moha?? (^_^) ), sederhana
dan butuh kesungguhan hati dalam melaksanakannya, tidak ada yg instant
jika lobha, dosha dan moha masih sangat tebal dan melekat
Contoh : ketika anda sakit, anda butuh minum obat dengan teratur agar
bisa sembuh, tidak ada yg bisa instan, jika ada yg instan maka rumah
sakit dan dokter pasti tidak akan pernah ada di bumi ini
YI:Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
> YI:
> Seperti pertanyaan saya diatas yg dipengaruhi oleh pendapat anda yg mengatakan bahwa apa yg di perbuat manusia bukan merupakan kekekalan, artinya sampai kapanpun manusia tetap akan IN and OUT terus!, tetapi anda juga menyebutkan bahwa apabila manusia mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, maka kesempatan itu akan lebih besar!
>
> Maaf, kalau pendapat saya salah, apakah itu berarti bahwa manusia BISA juga melakukan hal yg kekal?...kalau memang bisa berarti seperti contoh yg saya berikan itu MUNGKIN dan PASTI BISA 'kan?.....yaitu mempunyai KASIH yg MURNI dan kekal.
>
RM:
Ya, seperti yg saya jelaskan sebelumnya.. selama manusia masih
memiliki kegelapan bathin (avija) maka IN and OUT (yg anda gambarkan)
akan selalu terjadi, saya mengatakan SOTAPANA dan ANAGAMI memiliki
kesempatan lebih besar karena pada pencapaian tersebut mahluk tersebut
sudah berhasil mengikis lobha, dosa, dan moha.YI:Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untukmenghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.Salam bahagia juga!, thanks!
Salam bahagia selalu,
YI:
Target itu beda dengan rencana mas!, target adalah TUJUAN akhir, sedangkan rencana adalah sesuatu yg HARUS di kerjakan untuk mencapai ke TUJUAN Akhir itu.
Dipihak TUHAN, Allah mempunyai TARGET bagi manusia ciptaannya, dan TUHAN juga mempunyai RENCANA supaya manusia bisa mencapai target itu, dan RENCANA Allah tidak pernah gagal dalam mencapai Target itu.
Dipihak manusia, Manusia di targetkan oleh Allah sesuai dengan Target yg sudah ada, dan Manusia di beri KEBEBASAN untuk mengerjakan dan mencapai Target itu, tetapi manusia sudah GAGAL dan MELESET dari Target.
Dosa adalah meleset dari Target, karena manusia yg seharusnya TAAT kepada Allah ternyata tidak, maka manusia yg di TARGET kan benar, sudah MELESET dari TUJUAN BENAR yg dimaksudkan oleh Allah.
Targetnya apa seh?.....sederhananya sbb:
Allah itu KEBAIKAN, Targetnya : Manusia harus Baik!
Allah itu KEBENARAN, Targetnya : Manusia harus Benar!
Allah itu KASIH, Targetnya : Manusia harus Kasih!...dst...dst.
Apakah rencana Allah gagal?.....tidak!, yg gagal adalah rencana manusia, kenapa?.....
Manusia sudah TIDAK TAAT kepada Allah!, Allah BUKANLAH Allah yg memaksakan kehendak, karena kalau Allah memaksakan kehendaknya kepada manusia, maka TARGET yg dicapai BUKANLAH suatu TARGET yg MURNI!, Allah mau manusia mencapai TARGET yg MURNI, dari hasil PILIHAN manusia itu sendiri dan bukan hasil PEMAKSAAN.
Contoh: Kalau anda mengasihi anak anda, tentu anda mau bahwa anak anda TAAT dan MENGASIHI anda dengan KASIH yg MURNI, bukan karena paksaan dari anda sebagai Papanya atau TIDAK ADAnya pilihan lain, tetapi ke TAATan itu adalah KEPUTUSAN dari anak anda sendiri untuk benar-benar MENGASIHI anda!...dan itu adalah KASIH yg MURNI!...KEBAIKAN yg MURNI....KEBENARAN yg MURNI.....dst...dst.
Kegagalan manusia TIDAK MENYEBABKAN Rencana Allah gagal!, Allah tetap ingin TARGETNya dipenuhi oleh manusia!, Allah TETAP menghendaki : Manusia BAIK, manusia BENAR, manusia KASIH dst..dst, tetapi kembali BUKAN dengan CARA PAKSAAN tetapi harus dari PILIHAN manusia itu sendiri!..artinya MURNI!
Oleh sebab itu ALlah MENAWARKAN PILIHAN kepada manusia kembali dan bukannya PAKSAAN, yaitu: Kalau di awal penciptaan Allah memberikan pilihan untuk : Boleh memakan semua buah dari semua tanaman di Taman Eden, kecuali buah "pengetahuan baik dan jahat" yg ditengah taman itu "JANGAN!", sekarang Allah memberikan pilihan juga kepada semua manusia yaitu: Menerima PUTRANYA yg TUNGGAL (Yesus Kristus) sebagai JALAN PEMULIHAN menuju TARGET itu kembali!
Anda boleh MENGAMBIL penawaran ini, atau anda menolaknya, itu terserah dari PILIHAN anda, 'kan didunia ini banyak pilihannya mas!... dan ALlah tidak pernah memaksakan kehendaknya!, jadi sekarang tergantung keputusan manusia untuk mau TAAT atau TIDAK dan bukan keputusan Allah lagi!
Sama seperti Adam pada masa yg lampau diberi kebebasan memilih, maka sekarangpun Allah memberikan kebebasan memilih juga kepada manusia, mau TAAT kepada Allah atau Tidak.
Banyak pilihan yg ditawarkan kepada manusia selain satu PILIHAN yg dari ALlah yg diberikan kepada manusia.
Salam kasih!
RM :
Jika anda ingin pandai/cerdas apakah teman anda yg harus belajar??
Ataukah tuhan yg harus belajar agar anda menjadi pintar/cerdas??
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiri
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
> YI:
> Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiriYI:
Anda benar, memang kalau tidak mengalaminya sendiri maka orang tidak akan tahu!, tetapi persoalannya bukan mengalami atau tidaknya mas!, masalahnya adalah ke TIDAK KEKALAN itu sendiri, sudah eksist didalam diri manusianya!, jadi yg akan dialami oleh siapapun manusia yg berusaha dari dirinya sendiri adalah tidak kekal!, artinya IN and OUT saja, nah...berdasarkan IN and OUT itulah mengapa manusia yg IN and OUT apakah bisa berusaha dan mengusahakan yg TIDAK IN and OUT?..., ini pertanyaan saya!
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???YI:
Ya, benar itu tergantung dari orangnya sendiri!...walaupun itu juga IN and OUT, 'kan?...artinya tetap tidak menghasilkan yg SEMPURNA!, karena TIDAK SEMPURNA maka TIDAK DAPAT dikatakan BERHASIL, karena TIDAK BERHASIL, maka artinya usahanya adalah GAGAL!
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
YI:Saya rasa diskusi kita hanya sampai disini dulu ya mas!, karena kita harus bisa sepakat dari ketidak sepakatan yg ada, yaitu:Saya sepakat dengan anda bahwa semua orang harus berusaha menjalankan jalan mulia beruas 8 itu, dan itu adalah baik!, dan saya sepakat juga dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia tidaklah KEKAL.Ketidak sepakatan saya adalah kalau anda menganggap bahwa manusia BISA MENJALANKANNYA!, walau dengan usaha sekeras apapun dan Niat yg sekuat apapun.Oleh sebab itu: saya juga tidak sepakat dengan anda bahwa MANUSIA akan BISA mengikis habis semua LOBHA dan MOHA nya, dan tidak mungkin juga bisa memutus roda kelahiran kembalinya (kalau itu ada), sampai kapanpun, karena Lobha dan Moha tetap akan terus melekat, dan tidak mungkin dikikis habis, dengan ke tidak kekalan manusia itu sendiri!Sekian, itu pendapat pribadi saya, maaf kalau ada kesalahan!Salam!
> YI:
> Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiriYI:
Anda benar, memang kalau tidak mengalaminya sendiri maka orang tidak akan tahu!, tetapi persoalannya bukan mengalami atau tidaknya mas!, masalahnya adalah ke TIDAK KEKALAN itu sendiri, sudah eksist didalam diri manusianya!, jadi yg akan dialami oleh siapapun manusia yg berusaha dari dirinya sendiri adalah tidak kekal!, artinya IN and OUT saja, nah...berdasarkan IN and OUT itulah mengapa manusia yg IN and OUT apakah bisa berusaha dan mengusahakan yg TIDAK IN and OUT?..., ini pertanyaan saya!
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???
YI:
Ya, benar itu tergantung dari orangnya sendiri!...walaupun itu juga IN and OUT, 'kan?...artinya tetap tidak menghasilkan yg SEMPURNA!, karena TIDAK SEMPURNA maka TIDAK DAPAT dikatakan BERHASIL, karena TIDAK BERHASIL, maka artinya usahanya adalah GAGAL!
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
YI:Saya rasa diskusi kita hanya sampai disini dulu ya mas!, karena kita harus bisa sepakat dari ketidak sepakatan yg ada, yaitu:Saya sepakat dengan anda bahwa semua orang harus berusaha menjalankan jalan mulia beruas 8 itu, dan itu adalah baik!, dan saya sepakat juga dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia tidaklah KEKAL.Ketidak sepakatan saya adalah kalau anda menganggap bahwa manusia BISA MENJALANKANNYA!, walau dengan usaha sekeras apapun dan Niat yg sekuat apapun.Oleh sebab itu: saya juga tidak sepakat dengan anda bahwa MANUSIA akan BISA mengikis habis semua LOBHA dan MOHA nya, dan tidak mungkin juga bisa memutus roda kelahiran kembalinya (kalau itu ada), sampai kapanpun, karena Lobha dan Moha tetap akan terus melekat, dan tidak mungkin dikikis habis, dengan ke tidak kekalan manusia itu sendiri!Sekian, itu pendapat pribadi saya, maaf kalau ada kesalahan!Salam!
> YI:
> Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiriYI:
Anda benar, memang kalau tidak mengalaminya sendiri maka orang tidak akan tahu!, tetapi persoalannya bukan mengalami atau tidaknya mas!, masalahnya adalah ke TIDAK KEKALAN itu sendiri, sudah eksist didalam diri manusianya!, jadi yg akan dialami oleh siapapun manusia yg berusaha dari dirinya sendiri adalah tidak kekal!, artinya IN and OUT saja, nah...berdasarkan IN and OUT itulah mengapa manusia yg IN and OUT apakah bisa berusaha dan mengusahakan yg TIDAK IN and OUT?..., ini pertanyaan saya!
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???
YI:
Ya, benar itu tergantung dari orangnya sendiri!...walaupun itu juga IN and OUT, 'kan?...artinya tetap tidak menghasilkan yg SEMPURNA!, karena TIDAK SEMPURNA maka TIDAK DAPAT dikatakan BERHASIL, karena TIDAK BERHASIL, maka artinya usahanya adalah GAGAL!
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
YI:Saya rasa diskusi kita hanya sampai disini dulu ya mas!, karena kita harus bisa sepakat dari ketidak sepakatan yg ada, yaitu:Saya sepakat dengan anda bahwa semua orang harus berusaha menjalankan jalan mulia beruas 8 itu, dan itu adalah baik!, dan saya sepakat juga dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia tidaklah KEKAL.Ketidak sepakatan saya adalah kalau anda menganggap bahwa manusia BISA MENJALANKANNYA!, walau dengan usaha sekeras apapun dan Niat yg sekuat apapun.Oleh sebab itu: saya juga tidak sepakat dengan anda bahwa MANUSIA akan BISA mengikis habis semua LOBHA dan MOHA nya, dan tidak mungkin juga bisa memutus roda kelahiran kembalinya (kalau itu ada), sampai kapanpun, karena Lobha dan Moha tetap akan terus melekat, dan tidak mungkin dikikis habis, dengan ke tidak kekalan manusia itu sendiri!Sekian, itu pendapat pribadi saya, maaf kalau ada kesalahan!Salam!
> YI:
> Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiriYI:
Anda benar, memang kalau tidak mengalaminya sendiri maka orang tidak akan tahu!, tetapi persoalannya bukan mengalami atau tidaknya mas!, masalahnya adalah ke TIDAK KEKALAN itu sendiri, sudah eksist didalam diri manusianya!, jadi yg akan dialami oleh siapapun manusia yg berusaha dari dirinya sendiri adalah tidak kekal!, artinya IN and OUT saja, nah...berdasarkan IN and OUT itulah mengapa manusia yg IN and OUT apakah bisa berusaha dan mengusahakan yg TIDAK IN and OUT?..., ini pertanyaan saya!
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???
YI:
Ya, benar itu tergantung dari orangnya sendiri!...walaupun itu juga IN and OUT, 'kan?...artinya tetap tidak menghasilkan yg SEMPURNA!, karena TIDAK SEMPURNA maka TIDAK DAPAT dikatakan BERHASIL, karena TIDAK BERHASIL, maka artinya usahanya adalah GAGAL!
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
YI:Saya rasa diskusi kita hanya sampai disini dulu ya mas!, karena kita harus bisa sepakat dari ketidak sepakatan yg ada, yaitu:Saya sepakat dengan anda bahwa semua orang harus berusaha menjalankan jalan mulia beruas 8 itu, dan itu adalah baik!, dan saya sepakat juga dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia tidaklah KEKAL.Ketidak sepakatan saya adalah kalau anda menganggap bahwa manusia BISA MENJALANKANNYA!, walau dengan usaha sekeras apapun dan Niat yg sekuat apapun.Oleh sebab itu: saya juga tidak sepakat dengan anda bahwa MANUSIA akan BISA mengikis habis semua LOBHA dan MOHA nya, dan tidak mungkin juga bisa memutus roda kelahiran kembalinya (kalau itu ada), sampai kapanpun, karena Lobha dan Moha tetap akan terus melekat, dan tidak mungkin dikikis habis, dengan ke tidak kekalan manusia itu sendiri!Sekian, itu pendapat pribadi saya, maaf kalau ada kesalahan!Salam!
> YI:
> Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiriYI:
Anda benar, memang kalau tidak mengalaminya sendiri maka orang tidak akan tahu!, tetapi persoalannya bukan mengalami atau tidaknya mas!, masalahnya adalah ke TIDAK KEKALAN itu sendiri, sudah eksist didalam diri manusianya!, jadi yg akan dialami oleh siapapun manusia yg berusaha dari dirinya sendiri adalah tidak kekal!, artinya IN and OUT saja, nah...berdasarkan IN and OUT itulah mengapa manusia yg IN and OUT apakah bisa berusaha dan mengusahakan yg TIDAK IN and OUT?..., ini pertanyaan saya!
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???
YI:
Ya, benar itu tergantung dari orangnya sendiri!...walaupun itu juga IN and OUT, 'kan?...artinya tetap tidak menghasilkan yg SEMPURNA!, karena TIDAK SEMPURNA maka TIDAK DAPAT dikatakan BERHASIL, karena TIDAK BERHASIL, maka artinya usahanya adalah GAGAL!
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
YI:Saya rasa diskusi kita hanya sampai disini dulu ya mas!, karena kita harus bisa sepakat dari ketidak sepakatan yg ada, yaitu:Saya sepakat dengan anda bahwa semua orang harus berusaha menjalankan jalan mulia beruas 8 itu, dan itu adalah baik!, dan saya sepakat juga dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia tidaklah KEKAL.Ketidak sepakatan saya adalah kalau anda menganggap bahwa manusia BISA MENJALANKANNYA!, walau dengan usaha sekeras apapun dan Niat yg sekuat apapun.Oleh sebab itu: saya juga tidak sepakat dengan anda bahwa MANUSIA akan BISA mengikis habis semua LOBHA dan MOHA nya, dan tidak mungkin juga bisa memutus roda kelahiran kembalinya (kalau itu ada), sampai kapanpun, karena Lobha dan Moha tetap akan terus melekat, dan tidak mungkin dikikis habis, dengan ke tidak kekalan manusia itu sendiri!Sekian, itu pendapat pribadi saya, maaf kalau ada kesalahan!Salam!
> YI:
> Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiriYI:
Anda benar, memang kalau tidak mengalaminya sendiri maka orang tidak akan tahu!, tetapi persoalannya bukan mengalami atau tidaknya mas!, masalahnya adalah ke TIDAK KEKALAN itu sendiri, sudah eksist didalam diri manusianya!, jadi yg akan dialami oleh siapapun manusia yg berusaha dari dirinya sendiri adalah tidak kekal!, artinya IN and OUT saja, nah...berdasarkan IN and OUT itulah mengapa manusia yg IN and OUT apakah bisa berusaha dan mengusahakan yg TIDAK IN and OUT?..., ini pertanyaan saya!
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???
YI:
Ya, benar itu tergantung dari orangnya sendiri!...walaupun itu juga IN and OUT, 'kan?...artinya tetap tidak menghasilkan yg SEMPURNA!, karena TIDAK SEMPURNA maka TIDAK DAPAT dikatakan BERHASIL, karena TIDAK BERHASIL, maka artinya usahanya adalah GAGAL!
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
YI:Saya rasa diskusi kita hanya sampai disini dulu ya mas!, karena kita harus bisa sepakat dari ketidak sepakatan yg ada, yaitu:Saya sepakat dengan anda bahwa semua orang harus berusaha menjalankan jalan mulia beruas 8 itu, dan itu adalah baik!, dan saya sepakat juga dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia tidaklah KEKAL.Ketidak sepakatan saya adalah kalau anda menganggap bahwa manusia BISA MENJALANKANNYA!, walau dengan usaha sekeras apapun dan Niat yg sekuat apapun.Oleh sebab itu: saya juga tidak sepakat dengan anda bahwa MANUSIA akan BISA mengikis habis semua LOBHA dan MOHA nya, dan tidak mungkin juga bisa memutus roda kelahiran kembalinya (kalau itu ada), sampai kapanpun, karena Lobha dan Moha tetap akan terus melekat, dan tidak mungkin dikikis habis, dengan ke tidak kekalan manusia itu sendiri!Sekian, itu pendapat pribadi saya, maaf kalau ada kesalahan!Salam!
> YI:
> Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiriYI:
Anda benar, memang kalau tidak mengalaminya sendiri maka orang tidak akan tahu!, tetapi persoalannya bukan mengalami atau tidaknya mas!, masalahnya adalah ke TIDAK KEKALAN itu sendiri, sudah eksist didalam diri manusianya!, jadi yg akan dialami oleh siapapun manusia yg berusaha dari dirinya sendiri adalah tidak kekal!, artinya IN and OUT saja, nah...berdasarkan IN and OUT itulah mengapa manusia yg IN and OUT apakah bisa berusaha dan mengusahakan yg TIDAK IN and OUT?..., ini pertanyaan saya!
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???
YI:
Ya, benar itu tergantung dari orangnya sendiri!...walaupun itu juga IN and OUT, 'kan?...artinya tetap tidak menghasilkan yg SEMPURNA!, karena TIDAK SEMPURNA maka TIDAK DAPAT dikatakan BERHASIL, karena TIDAK BERHASIL, maka artinya usahanya adalah GAGAL!
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
YI:Saya rasa diskusi kita hanya sampai disini dulu ya mas!, karena kita harus bisa sepakat dari ketidak sepakatan yg ada, yaitu:Saya sepakat dengan anda bahwa semua orang harus berusaha menjalankan jalan mulia beruas 8 itu, dan itu adalah baik!, dan saya sepakat juga dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia tidaklah KEKAL.Ketidak sepakatan saya adalah kalau anda menganggap bahwa manusia BISA MENJALANKANNYA!, walau dengan usaha sekeras apapun dan Niat yg sekuat apapun.Oleh sebab itu: saya juga tidak sepakat dengan anda bahwa MANUSIA akan BISA mengikis habis semua LOBHA dan MOHA nya, dan tidak mungkin juga bisa memutus roda kelahiran kembalinya (kalau itu ada), sampai kapanpun, karena Lobha dan Moha tetap akan terus melekat, dan tidak mungkin dikikis habis, dengan ke tidak kekalan manusia itu sendiri!Sekian, itu pendapat pribadi saya, maaf kalau ada kesalahan!Salam!
> YI:
> Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiriYI:
Anda benar, memang kalau tidak mengalaminya sendiri maka orang tidak akan tahu!, tetapi persoalannya bukan mengalami atau tidaknya mas!, masalahnya adalah ke TIDAK KEKALAN itu sendiri, sudah eksist didalam diri manusianya!, jadi yg akan dialami oleh siapapun manusia yg berusaha dari dirinya sendiri adalah tidak kekal!, artinya IN and OUT saja, nah...berdasarkan IN and OUT itulah mengapa manusia yg IN and OUT apakah bisa berusaha dan mengusahakan yg TIDAK IN and OUT?..., ini pertanyaan saya!
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???
YI:
Ya, benar itu tergantung dari orangnya sendiri!...walaupun itu juga IN and OUT, 'kan?...artinya tetap tidak menghasilkan yg SEMPURNA!, karena TIDAK SEMPURNA maka TIDAK DAPAT dikatakan BERHASIL, karena TIDAK BERHASIL, maka artinya usahanya adalah GAGAL!
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
YI:Saya rasa diskusi kita hanya sampai disini dulu ya mas!, karena kita harus bisa sepakat dari ketidak sepakatan yg ada, yaitu:Saya sepakat dengan anda bahwa semua orang harus berusaha menjalankan jalan mulia beruas 8 itu, dan itu adalah baik!, dan saya sepakat juga dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia tidaklah KEKAL.Ketidak sepakatan saya adalah kalau anda menganggap bahwa manusia BISA MENJALANKANNYA!, walau dengan usaha sekeras apapun dan Niat yg sekuat apapun.Oleh sebab itu: saya juga tidak sepakat dengan anda bahwa MANUSIA akan BISA mengikis habis semua LOBHA dan MOHA nya, dan tidak mungkin juga bisa memutus roda kelahiran kembalinya (kalau itu ada), sampai kapanpun, karena Lobha dan Moha tetap akan terus melekat, dan tidak mungkin dikikis habis, dengan ke tidak kekalan manusia itu sendiri!Sekian, itu pendapat pribadi saya, maaf kalau ada kesalahan!Salam!
> YI:
> Seperti pendapat anda bahwa segala yg diperbuat manusia adalah TIDAK KEKAL, maka apakah dengan sikap BIJAK yg tidak kekal itu kita bisa membedakan dan memilah yg disebut kebenaran itu? bukankah kalau sikap bijak kita tidak kekal berarti semua kebenaran yg ada dihadapan kita bisa dikatakan BUKAN kebenaran lagi mas?
RM:
Sulit menjelaskan jika tidak mengalaminya sendiriYI:
Anda benar, memang kalau tidak mengalaminya sendiri maka orang tidak akan tahu!, tetapi persoalannya bukan mengalami atau tidaknya mas!, masalahnya adalah ke TIDAK KEKALAN itu sendiri, sudah eksist didalam diri manusianya!, jadi yg akan dialami oleh siapapun manusia yg berusaha dari dirinya sendiri adalah tidak kekal!, artinya IN and OUT saja, nah...berdasarkan IN and OUT itulah mengapa manusia yg IN and OUT apakah bisa berusaha dan mengusahakan yg TIDAK IN and OUT?..., ini pertanyaan saya!
> YI:
> Saya rasa contoh yg anda berikan kurang mengena untuk kasus ini mas!, mungkin contoh seorang yg pecandu minuman keras atau pecandu obat bius lebih mengena untuk kasus ini mas!, bagaimana kuatnya kemauan seseorang yg sudah kecanduan obat bius atau minuman keras untuk bisa keluar dari lingkaran itu, adalah satu usaha yg tidak kekal, artinya selalu IN and OUT saja. orang semacam ini tidak dapat berbuat sesuatu bagi dirinya sendiri tetapi dia butuh pertolongan orang lain!
RM:
Walaupun dengan pertolongan orang lain siapakah yg menjalankan?? orang
lain kah?? pasti si pecandu yg berusaha keras mengatasi-nya, betul???
YI:
Ya, benar itu tergantung dari orangnya sendiri!...walaupun itu juga IN and OUT, 'kan?...artinya tetap tidak menghasilkan yg SEMPURNA!, karena TIDAK SEMPURNA maka TIDAK DAPAT dikatakan BERHASIL, karena TIDAK BERHASIL, maka artinya usahanya adalah GAGAL!
> YI:
> Saya bisa memahaminya, kalau saya tidak salah apakah memang ajaran Buddhism mengajarkan bahwa : manusia itu sendirilah yg harus bisa mengurangi kegelapan batinnya sendiri, dan mengurangi sifat lobha dan moha yg dimilikinya?
> Bagaimana dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia adalah tidak kekal?, apakah ketidak kekalan itu juga termasuk usaha dalam mencapai SOTAPANA dan ANAGAMI, dan usaha untuk menghilangkan kegelapan batin itu?...tolong dijelaskan, bagaimana caranya supaya manusia dengan usaha yg tidak kekal ini dapat melakukan satu usaha yg kekal dalam mencapai Sotapana dan anagami itu.
RM:
dengan menjalankan jalan mulia beruas 8 yg dilandasi sila, samadhi dan
panna
YI:Saya rasa diskusi kita hanya sampai disini dulu ya mas!, karena kita harus bisa sepakat dari ketidak sepakatan yg ada, yaitu:Saya sepakat dengan anda bahwa semua orang harus berusaha menjalankan jalan mulia beruas 8 itu, dan itu adalah baik!, dan saya sepakat juga dengan pendapat anda yg mengatakan bahwa semua usaha manusia tidaklah KEKAL.Ketidak sepakatan saya adalah kalau anda menganggap bahwa manusia BISA MENJALANKANNYA!, walau dengan usaha sekeras apapun dan Niat yg sekuat apapun.Oleh sebab itu: saya juga tidak sepakat dengan anda bahwa MANUSIA akan BISA mengikis habis semua LOBHA dan MOHA nya, dan tidak mungkin juga bisa memutus roda kelahiran kembalinya (kalau itu ada), sampai kapanpun, karena Lobha dan Moha tetap akan terus melekat, dan tidak mungkin dikikis habis, dengan ke tidak kekalan manusia itu sendiri!Sekian, itu pendapat pribadi saya, maaf kalau ada kesalahan!Salam!
RM : Terimakasih atas diskusi kita selama ini (^_^), jika anda
beranggapan demikian saya tidak keberatan karena itu hak dan pilihan
anda
saya hanya memberikan contoh terakhir (bahan renungan sederhana, anda
tidak menerimanya-pun tidak apa2 (^_^) ) :
* jika seorang anak kecil yg tadinya tidak mengetahui apa2 penuh
kebodohan, seiring dengan waktu dan perkembangan pengetahuan dalam
pendidikan si anak, maka kebodohan (MOHA) si anak akan berkurang
hingga si anak tersebut kelak menjadi tidak layak untuk dikatakan
bodoh (MOHA). (seperti albert einstein, nikolas tesla, newton apakah
mereka masih memiliki ke-bodoh-an (MOHA)).
* Jika seorang anak kecil yg tadinya serakah (LOBHA) karena selalu
diajarkan dan mempraktekan untuk selalu belajar melepas, tidak melekat
pada sesuatu/benda maka seiring waktu sifat keserakahannya akan
berkurang sedikit demi sedikit hingga si anak tidak layak lagi
dikatakan serakah (LOBHA)
RM : Terimakasih atas diskusi kita selama ini (^_^), jika anda
beranggapan demikian saya tidak keberatan karena itu hak dan pilihan
anda
YI:Terimakasih kembali juga!.....mudah-mudahan tanggapan saya dibawah tidak membuat anda bosan ya!.....:)RM:
saya hanya memberikan contoh terakhir (bahan renungan sederhana, anda
tidak menerimanya-pun tidak apa2 (^_^) ) :
* jika seorang anak kecil yg tadinya tidak mengetahui apa2 penuh
kebodohan, seiring dengan waktu dan perkembangan pengetahuan dalam
pendidikan si anak, maka kebodohan (MOHA) si anak akan berkurang
hingga si anak tersebut kelak menjadi tidak layak untuk dikatakan
bodoh (MOHA). (seperti albert einstein, nikolas tesla, newton apakah
mereka masih memiliki ke-bodoh-an (MOHA)).
YI:Masih!....walaupun si Einstein, Nikolas Tesla, Newton dll..dll...dll, mereka PASTI MASIH memiliki MOHA itu! (menurut pemahaman saya), kalau dikatakan bahwa kebodohan itu akan berkurang adalah sangat tidak mungkin, karena ukuran dari kepandaian maupun kebodohan seseorang TIDAK DAPAT diukur dari tahu atau tidak tahunya kepada sesuatu hal.Artinya: apakah si Einstein itu dapat dikatakan lebih pintar dari si Amir, dan si Amir itu lebih bodoh dari si Einstein, dan si Einstein kebodohannya (Mohanya) PASTI lebih sedikit dibandingkan dari Mohanya si Amir?....disinilah letak kalimat bersayap dari semua ajaran Buddhism!
Bagi saya, semua manusia adalah masih sangat BODOH dan banyak memiliki Moha, dan itu TIDAK MUNGKIN di kurangi!, karena ukuran kepandaian seseorang TIDAK DAPAT diukur hanya dari karena orang lain tidak bisa seperti orang itu! (Diatas awan masih ada awan lagi).Contoh: Ada seorang Profesor yg ahli di bidang ilmu pengetahuan dan dia sangat kaya raya, suatu hari dia melakukan perjalanan liburan dan dia menyewa perahu dayung yg di kemudikan oleh Tukang perahu!Terjadilah dialog sbb:P (profesor): Hei, Pak Perahu.....apakah kamu tahu bahwa saya ini seorang Profesor yg sangat ahli di segala bidang ilmu pengetahuan, dan saya harus menasehati anda, bahwa Ilmu pengetahuan itu sangat penting, setiap orang harus menjadi pandai dalam ilmu pengetahuan, supaya hidupnya enak, tidak usah menderita, tidak perlu bersusah payah untuk mencari rejekinya (dalam hati: seperti kamu ini yg menjadi tukang perahu saja), nah....saya tahu bagaimana meramalkan cuaca, saya tahu bagaimana merencanakan satu pemasaran sebuah barang yg akan dijual, dan saya tahu ...saya tahu...saya tahu...dst...dst.TP (Tukang perahu) menjawab: Ooooo.....begitu ya!?, tapi omong-omong saya mau tanya kepada Pak Profesor ya!, satu pertanyaan saja!P:...silahkan, kamu boleh tanya apa saja, saya pasti bisa menjawabnya!TP:...apakah Pak Profesor bisa berenang?....P:...(Bingung TIDAK DAPAT menjawabnya!), oh......itu kan satu hal yg sepele! dan tidak perlu , meskipun saya tidak dapat berenang toh saya tidak perlu berenang 'kan, dan saya tidak akan mati karena saya tidak dapat berenang 'kan!Tukang perahu yg dari tadi hatinya sudah dongkol, tiba-tiba meloncat kedalam danau yg airnya dalam dan berenang meninggalkan si Profesor ditengah-tengah danau itu!....dan setelah beberapa menit kemudian datanglah badai yg besar dan menenggelamkan perahu dan matilah si Profesor itu!Jadi sebenarnya siapakah yg masih MEMILIKI MOHA disini?....RM:
* Jika seorang anak kecil yg tadinya serakah (LOBHA) karena selalu
diajarkan dan mempraktekan untuk selalu belajar melepas, tidak melekat
pada sesuatu/benda maka seiring waktu sifat keserakahannya akan
berkurang sedikit demi sedikit hingga si anak tidak layak lagi
dikatakan serakah (LOBHA)
YI:Bagi pemahaman saya, KESERAKAHAN manusiapun TIDAK DAPAT Dihilangkan samasekali, selama dia masih ada keinginan untuk hidup!, "kecuali" dia sudah TIDAK MEMILIKI keinginan untuk hidup itu "Mungkin"....walupun kemungkinannya juga sangat kecil!
Contoh:Seorang yg masih muda ikut tenggelam dengan ratusan orang lainnya pada saat kapal Titanic menabrak Es, ditengah perjuangannya untuk menyelamatkan dirinya, ada juga seorang nenek dan seorang anak kecil yg dengan usaha yg keras berenang di tengah lautan yg airnya dingin membekukan darah!Nah...beruntung dia dapat menggapai sepotong kayu yg hanya cukup untuk bisa menanggung dirinya untuk tidak tenggelam dan bisa terus mengapung!, dalam keadaan yg kritis itu dia melihat nenek tua dan anak kecil yg sudah hampir mati lemas karena sudah tidak kuat lagi berenang!...selain dari ratusan orang yg lainnya yg juga sekarat!Dalam hatinya dia ingin menolong kedua-duanya atau salah satu dari mereka, tetapi kayu yg sepotong ini tidak sanggup untuk meopang dua orang walupun seorang anak kecil saja bersama dia sendiri, atupun seorang Nenek dengan dia sendiri!Jadi satu-satunya pengharapan hidup nya hanyalah "MELEKAT" kepada sepotong kayu itu!...apakah KEMELEKATAN itu akan dilepaskan dan diberikan kepada anak kecil itu atau si nenek itu, atau HANYA untuk dirinya sendiri saja!Nah....dari peristiwa itu ternyata dia memilih untuk TETAP BERTAHAN HIDUP dengan terus melekatkan diri kepada kayu itu, dan membiarkan si nenek dan si anak kecil itu tenggelam!...itulah kisah yg mungkin bukan satu kisah nyata, tetapi seringkali apa yg kita alami adalah dengan kondisi yg sama seperti anak muda itu, walaupun di kasus yg berbeda.Nah...kalau anak muda itu adalah anda, apa yg akan anda lakukan?, karena sifat dasar KESERAKAHAN manusia akan teruji pada saat-saat KRITIS dan gawat, pada saat dalam kesendirian, kalau keadaan dan situasi tenang-tenang dan aman-aman saja, maka kita sangat mudah mengatakan untuk BISA MELEPASKAN DIRI dari KEMELEKATAN akan keserakahan itu!Itulah ke TIDAK KEKALAN MANUSIA akan usaha menyelamatkan dirinya sendiri dari kegagalan!Salam!
RM : Terimakasih atas diskusi kita selama ini (^_^), jika anda
beranggapan demikian saya tidak keberatan karena itu hak dan pilihan
anda
YI:Terimakasih kembali juga!.....mudah-mudahan tanggapan saya dibawah tidak membuat anda bosan ya!.....:)
RM:
saya hanya memberikan contoh terakhir (bahan renungan sederhana, anda
tidak menerimanya-pun tidak apa2 (^_^) ) :
* jika seorang anak kecil yg tadinya tidak mengetahui apa2 penuh
kebodohan, seiring dengan waktu dan perkembangan pengetahuan dalam
pendidikan si anak, maka kebodohan (MOHA) si anak akan berkurang
hingga si anak tersebut kelak menjadi tidak layak untuk dikatakan
bodoh (MOHA). (seperti albert einstein, nikolas tesla, newton apakah
mereka masih memiliki ke-bodoh-an (MOHA)).
YI:Masih!....walaupun si Einstein, Nikolas Tesla, Newton dll..dll...dll, mereka PASTI MASIH memiliki MOHA itu! (menurut pemahaman saya), kalau dikatakan bahwa kebodohan itu akan berkurang adalah sangat tidak mungkin, karena ukuran dari kepandaian maupun kebodohan seseorang TIDAK DAPAT diukur dari tahu atau tidak tahunya kepada sesuatu hal.Artinya: apakah si Einstein itu dapat dikatakan lebih pintar dari si Amir, dan si Amir itu lebih bodoh dari si Einstein, dan si Einstein kebodohannya (Mohanya) PASTI lebih sedikit dibandingkan dari Mohanya si Amir?....disinilah letak kalimat bersayap dari semua ajaran Buddhism!
Bagi saya, semua manusia adalah masih sangat BODOH dan banyak memiliki Moha, dan itu TIDAK MUNGKIN di kurangi!, karena ukuran kepandaian seseorang TIDAK DAPAT diukur hanya dari karena orang lain tidak bisa seperti orang itu! (Diatas awan masih ada awan lagi).Contoh: Ada seorang Profesor yg ahli di bidang ilmu pengetahuan dan dia sangat kaya raya, suatu hari dia melakukan perjalanan liburan dan dia menyewa perahu dayung yg di kemudikan oleh Tukang perahu!Terjadilah dialog sbb:P (profesor): Hei, Pak Perahu.....apakah kamu tahu bahwa saya ini seorang Profesor yg sangat ahli di segala bidang ilmu pengetahuan, dan saya harus menasehati anda, bahwa Ilmu pengetahuan itu sangat penting, setiap orang harus menjadi pandai dalam ilmu pengetahuan, supaya hidupnya enak, tidak usah menderita, tidak perlu bersusah payah untuk mencari rejekinya (dalam hati: seperti kamu ini yg menjadi tukang perahu saja), nah....saya tahu bagaimana meramalkan cuaca, saya tahu bagaimana merencanakan satu pemasaran sebuah barang yg akan dijual, dan saya tahu ...saya tahu...saya tahu...dst...dst.TP (Tukang perahu) menjawab: Ooooo.....begitu ya!?, tapi omong-omong saya mau tanya kepada Pak Profesor ya!, satu pertanyaan saja!P:...silahkan, kamu boleh tanya apa saja, saya pasti bisa menjawabnya!TP:...apakah Pak Profesor bisa berenang?....P:...(Bingung TIDAK DAPAT menjawabnya!), oh......itu kan satu hal yg sepele! dan tidak perlu , meskipun saya tidak dapat berenang toh saya tidak perlu berenang 'kan, dan saya tidak akan mati karena saya tidak dapat berenang 'kan!Tukang perahu yg dari tadi hatinya sudah dongkol, tiba-tiba meloncat kedalam danau yg airnya dalam dan berenang meninggalkan si Profesor ditengah-tengah danau itu!....dan setelah beberapa menit kemudian datanglah badai yg besar dan menenggelamkan perahu dan matilah si Profesor itu!Jadi sebenarnya siapakah yg masih MEMILIKI MOHA disini?....
RM:
* Jika seorang anak kecil yg tadinya serakah (LOBHA) karena selalu
diajarkan dan mempraktekan untuk selalu belajar melepas, tidak melekat
pada sesuatu/benda maka seiring waktu sifat keserakahannya akan
berkurang sedikit demi sedikit hingga si anak tidak layak lagi
dikatakan serakah (LOBHA)
YI:Bagi pemahaman saya, KESERAKAHAN manusiapun TIDAK DAPAT Dihilangkan samasekali, selama dia masih ada keinginan untuk hidup!, "kecuali" dia sudah TIDAK MEMILIKI keinginan untuk hidup itu "Mungkin"....walupun kemungkinannya juga sangat kecil!
RM:
Jika sang profesor berlatih, meneliti dan belajar dari Tukang Perahu,
apakah tidak mungkin jika profesor tersebut dapat menguasai
pengetahuan si tukang perahunya juga?? lalu apa lagi yg profesor itu
tidak mengerti??
>
> YI:
> Bagi pemahaman saya, KESERAKAHAN manusiapun TIDAK DAPAT Dihilangkan samasekali, selama dia masih ada keinginan untuk hidup!, "kecuali" dia sudah TIDAK MEMILIKI keinginan untuk hidup itu "Mungkin"....walupun kemungkinannya juga sangat kecil!
> Contoh:
> Seorang yg masih muda ikut tenggelam dengan ratusan orang lainnya pada saat kapal Titanic menabrak Es, ditengah perjuangannya untuk menyelamatkan dirinya, ada juga seorang nenek dan seorang anak kecil yg dengan usaha yg keras berenang di tengah lautan yg airnya dingin membekukan darah!
>
> Nah...beruntung dia dapat menggapai sepotong kayu yg hanya cukup untuk bisa menanggung dirinya untuk tidak tenggelam dan bisa terus mengapung!, dalam keadaan yg kritis itu dia melihat nenek tua dan anak kecil yg sudah hampir mati lemas karena sudah tidak kuat lagi berenang!...selain dari ratusan orang yg lainnya yg juga sekarat!
>
> Dalam hatinya dia ingin menolong kedua-duanya atau salah satu dari mereka, tetapi kayu yg sepotong ini tidak sanggup untuk meopang dua orang walupun seorang anak kecil saja bersama dia sendiri, atupun seorang Nenek dengan dia sendiri!
>
> Jadi satu-satunya pengharapan hidup nya hanyalah "MELEKAT" kepada sepotong kayu itu!...apakah KEMELEKATAN itu akan dilepaskan dan diberikan kepada anak kecil itu atau si nenek itu, atau HANYA untuk dirinya sendiri saja!
>
> Nah....dari peristiwa itu ternyata dia memilih untuk TETAP BERTAHAN HIDUP dengan terus melekatkan diri kepada kayu itu, dan membiarkan si nenek dan si anak kecil itu tenggelam!...itulah kisah yg mungkin bukan satu kisah nyata, tetapi seringkali apa yg kita alami adalah dengan kondisi yg sama seperti anak muda itu, walaupun di kasus yg berbeda.
>
> Nah...kalau anak muda itu adalah anda, apa yg akan anda lakukan?, karena sifat dasar KESERAKAHAN manusia akan teruji pada saat-saat KRITIS dan gawat, pada saat dalam kesendirian, kalau keadaan dan situasi tenang-tenang dan aman-aman saja, maka kita sangat mudah mengatakan untuk BISA MELEPASKAN DIRI dari KEMELEKATAN akan keserakahan itu!
>
> Itulah ke TIDAK KEKALAN MANUSIA akan usaha menyelamatkan dirinya sendiri dari kegagalan!
>
RM :
Jika demikian contoh yg anda berikan jika saya menjadi pemuda itu :
saya lepaskan batang kayu itu untuk si nenek dan anak kecil itu, dan
saya berusaha mencari pegangan lain.. karena saya sebagai pemuda tentu
memiliki lebih banyak tenaga dan akal (tidak ada yg tidak mungkin jika
kita mau dan bertekat melakukannya, jangan hanya berfikir karena hanya
ketidak-bisaan yg muncul, tapi lakukan)
-------------------------------------
#1. Tuhan punya rencana, dan dalam rencana itu tercantum targetnya
#2. Target tuhan tidak akan meleset
#3. Manusia diberi kebebasan dalam mencapai target
#4. Manusia meleset dari target Tuhan
Apakah ini berarti:
#A. Target tuhan tidak akan pernah meleset, tetapi manusia punya kekuasaan dan
kekuatan untuk mengubahnya menjadi meleset?
atau
#B. Dalam rencana tuhan itu, termasuk juga sudah ada skenario manusia-manusia
(yg sudah ditentukan oleh tuhan siapa-siapa aja--sudah ada listnya) yang akan
memelesetkan rencana tuhan?
mana yang benar?
> Dosa adalah meleset dari Target, karena manusia yg seharusnya TAAT kepada
> Allah ternyata tidak, maka manusia yg di TARGET kan benar, sudah MELESET
> dari TUJUAN BENAR yg dimaksudkan oleh Allah.
>-----------------
Apakah ini berarti rencana Tuhan meleset?
> Targetnya apa seh?.....sederhananya sbb:
> Allah itu KEBAIKAN, Targetnya : Manusia harus Baik!
> Allah itu KEBENARAN, Targetnya : Manusia harus Benar!
> Allah itu KASIH, Targetnya : Manusia harus Kasih!...dst...dst.
>
> Apakah rencana Allah gagal?.....tidak!, yg gagal adalah rencana manusia,
> kenapa?.....
----------------------------
Apakah tuhan merencanakan manusia untuk gagal menjalankan rencananya?
>
> Manusia sudah TIDAK TAAT kepada Allah!, Allah BUKANLAH Allah yg memaksakan
> kehendak, karena kalau Allah memaksakan kehendaknya kepada manusia, maka
> TARGET yg dicapai BUKANLAH suatu TARGET yg MURNI!, Allah mau manusia
> mencapai TARGET yg MURNI, dari hasil PILIHAN manusia itu sendiri dan bukan
> hasil PEMAKSAAN.
>
> Contoh: Kalau anda mengasihi anak anda, tentu anda mau bahwa anak anda TAAT
> dan MENGASIHI anda dengan KASIH yg MURNI, bukan karena paksaan dari anda
> sebagai Papanya atau TIDAK ADAnya pilihan lain, tetapi ke TAATan itu adalah
> KEPUTUSAN dari anak anda sendiri untuk benar-benar MENGASIHI anda!...dan
> itu adalah KASIH yg MURNI!...KEBAIKAN yg MURNI....KEBENARAN yg
> MURNI.....dst...dst.
---------------------------------------
Mari kita analisa
#1. Kita memberikan pilihan kepada anak kita
a. Jika mereka mau mereka boleh mengasihi kita
b. Jika mereka tidak mau mengasihi kita, kita akan menyiksa anak kita di
neraka sampai mereka mau mengasihi kita
Bandingkan dengan ini
#2. Seorang preman memberikan pilihan
a. Jika Bro mau, Bro boleh memberinya uang
b. Jika Bro tidak mau, Bro akan disiksa sampai Bro mau memberinya uang
Apakah ini kasih yang murni? Apakah ini benar2 memberinya suatu pilihan?
Apakah ini benar2 pilihan?
#3. Seharusnya kalau itu adalah kasih, maka dikasih pilihan (benar2 pilihan)
a. Jika mau, silahkan mengasihi
b. Jika tidak mau mengasihi, ngga apa-apa. Ngga ada konsekuensi
Baik memilih a atau pun b, tetap kita sebagai orang tua akan mengasihi anak
kita sepenuh hati
>
> Kegagalan manusia TIDAK MENYEBABKAN Rencana Allah gagal!, Allah tetap ingin
> TARGETNya dipenuhi oleh manusia!, Allah TETAP menghendaki : Manusia BAIK,
> manusia BENAR, manusia KASIH dst..dst, tetapi kembali BUKAN dengan CARA
> PAKSAAN tetapi harus dari PILIHAN manusia itu sendiri!..artinya MURNI!
>--------------------
Jika saya merencanakan target tahun ini profit perusahaan kita adalah sekian
rupiah. Tetapi ternyata tidak tercapai.
Apa bukan berarti rencana saya yang gagal? Apa hanya karyawan saya yang tidak
mampu mencapainya?
> Oleh sebab itu ALlah MENAWARKAN PILIHAN kepada manusia kembali dan bukannya
> PAKSAAN, yaitu: Kalau di awal penciptaan Allah memberikan pilihan untuk :
> Boleh memakan semua buah dari semua tanaman di Taman Eden, kecuali buah
> "pengetahuan baik dan jahat" yg ditengah taman itu "JANGAN!", sekarang
> Allah memberikan pilihan juga kepada semua manusia yaitu: Menerima PUTRANYA
> yg TUNGGAL (Yesus Kristus) sebagai JALAN PEMULIHAN menuju TARGET itu
> kembali!
>-----------------------------------
Itu yang jadi pertanyaan saya selama ini.
Apakah tuhan sudah tahu adam dan hawa akan memakan apel itu sehingga melanggar
larangannya, atau tuhan tidak tahu adam dan hawa akan memakan apel itu?
Jika tahu, mengapa pohon itu tidak dari awal dihilangkan? Mengapa tuhan
meletakkan pohon itu di sana?
> Anda boleh MENGAMBIL penawaran ini, atau anda menolaknya, itu terserah dari
> PILIHAN anda, 'kan didunia ini banyak pilihannya mas!... dan ALlah tidak
> pernah memaksakan kehendaknya!, jadi sekarang tergantung keputusan manusia
> untuk mau TAAT atau TIDAK dan bukan keputusan Allah lagi!
>------------------------
Jika saya taat, apa yang akan terjadi
Jika saya tidak taat, apa yang akan terjadi
Apakah ada pilihan lain?
Apakah saya digiring untuk memilih pilihan pertama?
Apakah pilihan itu berdasar pada kapasitas saya secara murni berdasar kasih,
atau karna ketakutan saya atas hukuman yang akan diberikan kepada saya?
> Sama seperti Adam pada masa yg lampau diberi kebebasan memilih, maka
> sekarangpun Allah memberikan kebebasan memilih juga kepada manusia, mau
> TAAT kepada Allah atau Tidak.
>
> Banyak pilihan yg ditawarkan kepada manusia selain satu PILIHAN yg dari
> ALlah yg diberikan kepada manusia.
>
> Salam kasih!
Salam kasih,
Khai
Y.I menuliskan:
> ---------------------------------