Puasa Kristen

2 views
Skip to first unread message

mang ucup

unread,
Sep 18, 2007, 4:28:33 AM9/18/07
to Spiritu...@googlegroups.com
Pada umumnya menjelang bulan Puasa selalu timbul pertanyaan; apakah bagi
orang Kristen juga ada kewajiban puasa seperti para penganut agama lainnya?
Bagaimana puasanya orang Kristen dan berapa lama?

Pertama perlu diketahui bahwa Puasa umat Kristen itu bukan hannya sekedar
Diet seperti juga untuk melangsingkan tubuh ataupun detoksifikasi, jadi
bukan hanya sekedar pantang makan dan minum saja. Diet dan puasa itu beda.

Diet hanya puasa jamani lahiriah saja, sedangkan puasa adalah untuk "JIWA
dan RAGA". Jadi bukan hanya menahan diri dari makan dan minum saja melainkan
juga menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang Allah. Menahan diri dari
gempuran dari segala macam godaan maksiat. Entah ini nyolong pulsa pada saat
jam kantor ataupun berselingkuh. Dan perlu diketahui juga bahwa puasa bukan
untuk menghukum tubuh Anda, tapi untuk memusatkan perhatian pada Tuhan.

Mulai dari Musa (Kel 34:28), Elia (1 Raj 19:8) maupun Tuhan Yesus (Mat 4:2)
sendiri; mereka melakukan puasa selama 40 hari. Berpuasa dalam Alkitab pada
umumnya berarti tidak makan dan tidak minum selama waktu tertentu, jadi
bukannya hanya menjauhkan diri dari beberapa makanan tertentu saja lih. (Est
4:16; Kel. 34:28). Umat Kristen pada umumnya melakukan puasa menjelang
Paskah atau dilakukan dengan cara berpantang.

Kenapa puasa 40 hari ? Ini mengingatkan Tuhan Yesus yang berpuasa 40 hari
(Mat. 4:2) dan juga bangsa Israel 40 tahun dipadang gurun hidup sengsara.
Sedangkan puasa Senin - Kamis merupakan tradisi orang Farisi (Luk 18:21).
Puasa tidak selalu harus 40 hari, lihat jenis macam puasa yang terlampir
dibawah ini.

Agama Kristen Protestan tidak mewajibkan untuk berpuasa, sedangkan Kristen
Katolik mewajibkan untuk berpuasa pada masa pra-paskah.

Yesaya dengan jelas memberitahukan umat Israel (Yes. 58) bahwa orang bisa
saja tidak melakukan puasa lahir, tetapi yang harus dilakukan adalah
melakukan puasa batin, yaitu berpuasa dari kelaliman, menganiaya dan
memperbudak orang. Berpuasa dari mengenyangkan diri sendiri menjadi memberi
makan orang lapar, tidak punya rumah, dan yang telanjang (band. Mat.
25:31-46). Jadi, puasa itu pada dirinya sendiri tidak memiliki arti bila
bukan merupakan ungkapan hati yang bertobat dan merendahkan diri di hadapan
Allah.

Yesus menekankan bahwa Puasa harus dilakukan demi kemuliaan Tuhan
semata-mata dan bukan untuk mendapat pujian, pamer atau perhatian manusia
ataupun untuk kepentingan pribadi misalnya agar bisa naik pangkat, ataupun
ingin lulus ujian.

Masalahnya banyak orang menyalah artikan dengan apa yang tercantum dalam
Alkitab Matius 17:21 seakan-akan apabila kita hanya berdoa saja, doa kita
itu kurang afdol dan kurang di dengar oleh Allah. Banyak orang berpikir
melalui tindakan berpuasa dengan sendirinya menjamin bahwa Allah akan
mendengar dan mengabulkan seluruh doa kita (Yes 58:3-4) Untuk menentang ini
para nabi menyatakan, bahwa tanpa kelakuan yang benar, tindakan berpuaasa
adalah sia-sia (Yes 58:5-12; Yer 14:11; Za 7)

Puasa merupakan suatu ibadah, maka pelaksanaannya tidaklah dapat dipaksakan.
Relasi dengan Allah adalah soal keyakinan pribadi dan tidak ada seorang pun
yang dapat mengganggu gugat hal itu. Namun permasalahannya adalah, jika
puasa itu adalah ibadah apakah puasa perlu dilegalkan atau diwajibkan dalam
hukum agama? Jika demikian kenyataannya, berarti relasi manusia dengan Allah
adalah sesuatu yang dapat (bahkan harus) dipaksakan.

Puasa berkaitan dengan komitmen. Maka jenis dan bentuk berpuasa (mis.
Pantang makanan; minum; dan berapa lamanya seseorang harus berpuasa)
ditentukan oleh orang yang hendak berpuasa berdasarkan komitmen pribadinya
dengan Tuhan; bukan ditentukan oleh aturan agama.

Puasa adalah panggilan, bukan kewajiban. Karena itu puasa harus dilakukan
dengan sukacita bukan karena terpaksa. Puasa bukan pula ukuran kesalehan
atau kerohanian seseorang. Orang yang menjalankan puasa tidak berarti dia
lebih saleh atau lebih beriman dari mereka yang tidak berpuasa.

Perlu disadari bahwa penebusan Yesus di atas kayu salib telah menggenapi
Hukum Taurat (PL) yang bergantung pada usaha manusia menyelamatkan diri
sendiri dengan melakukan hukum agama secara ketat (sunat, korban, sabat,
puasa, halal-haram dll), menjadi kasih karunia Allah yang diberikan kepada
setiap orang yang percaya dan bertobat (Yoh. 3:16; Ef. 2:8-10).

Terlampir dibawah ini jenis macam Puasa berdasarkan Alkitab:
1. Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan dan tidak minum (Kel 24:16 dan
Kel 34:28)
2. Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Sam 12:16)
3. Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raj 19:8)
4. Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Est 4:16)
5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (2:13)
6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Dan 1:12),
doa dan puasa (Dan 9:3), berkabung selama 21 hari (Dan 10:2)
7. Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17)
8. Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat
jahat (Yunus 3:7)

Mang Ucup
Email: mang...@gmail.com
Homepage: www.mangucup.org

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages