Berdasarkan ayat di atas, umat Kristen kebanyakan percaya bahwa Yudas
adalah pengkhianat dan pasti masuk neraka abadi. Namun salah satu
kritik yang diajukan oleh rekan Buddhist belum lama ini mengenai Yudas
Iskariot adalah demikian:
==============================================================================================
Bila memang Yesus harus disalibkan, dan Yudaslah yang memungkinan
terjadinya penyaliban Yesus, maka Yudaslah Juruselamat manusia, atau
paling tidak, sangat berjasa atas penyelamatan manusia.
==============================================================================================
Tanpa Yudas, Yesus tidak disalibkan, dan kita akan masuk neraka. Oleh
karena Yudas, kita masuk sorga. Tapi nanti dulu, imam2 Yahudi pun
berjasa lho, sebab tanpa mereka Yesus tidak akan disalibkan. Jadi
kita juga harus berterima kasih kepada Imam2 Yahudi tsb. Terlebih dari
pada itu, dikatakan bahwa "ada tertulis" Anak Manusia akan pergi.
Artinya, Yudas dan Imam2 Yahudi tsb sekedar menjalankan apa yang
tertulis.
Sehingga, sebetulnya mereka (Yudas dan Imam2 Yahudi) hanyalah sekedar
instrument Allah dalam mewujudkan penyaliban Yesus. Mengapa pula
mereka harus masuk neraka?
Namun sebetulnya konsep/kritik ini sudah ada sejak jaman dahulu kala.
Injil Yudas menceritakan hal yang bertolak belakang dengan Injil2
kristen.Bisa jadi Injil Yudas dituliskan untuk menjawab kesulitan2 di
atas.
http://news.bbc.co.uk/2/hi/americas/4882420.stm
the Gospel of Judas identifies him as Christ's favourite disciple and
depicts his betrayal as the fulfilment of a divine mission to enable
the crucifixion - and thus the foundation of Christianity - to take
place.
Namun, Father Thomas Williams mengatakan bahwa Injil Yudas bukan cuma
membuat Yudas sebagai pahlawan, tetapi juga Allah sebagai sumber
masalah:
http://www.zenit.org/article-15726?l=english
The Gnostics blamed God for the evil in the world and claimed that he
created the world in a disordered and flawed way
Dengan demikian, mestinya Yudas masuk neraka menurut Father Thomas
Williams. tetapi Father Thomas Willians justru menolak anggapan bahwa
Yudas masuk neraka:
Q: But if anyone deserves hell, wouldn't it be Judas?
Father Williams: Surely many people deserve hell, but we must remember
that the mercy of God is infinitely greater than our wickedness.
Jadi sebetulnya apakah yang terjadi? Bagaimana nasib Yudas? Bagaimana
pendapat rekan2 sekalian?
DK
|
khaidi wong <khaid...@gmail.com> Others, 02/01/2010 12:53 PM Sent by: spiritu...@googlegroups.com |
To: spiritu...@googlegroups.com cc: Subject: Re: [Spiritual-World] Mistik 15 : Misteri Yudas Iskariot |
Abin...@app.co.id wrote:
>
> Hahahaha... betul bro... jadi ya terserah orang kristen mau
> mengarahkannya seperti apalah....
> DK katanya suruh pakai logika, tapi merefer ke tulisan-tulisan father
> ini itu yang ya notabene isinya hanya aksioma belaka.
>
> Logika DK sendiri gimana soal seorang yang membunuh seorang mesias?
> Mereka hanya istrument tuhan? Jadi manusia hanya buat mainan tuhan yach?
> Coba kasih boneka barbie... mungkin tuhannya akan lebih beradab.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *khaidi wong <khaid...@gmail.com>*
Wah, belum pernah denger nih, saya kira sih sekedar legenda doang kok.
> Abin...@app.co.id wrote:
>
> Logika DK sendiri gimana soal seorang yang membunuh seorang mesias?
> Mereka hanya istrument tuhan? Jadi manusia hanya buat mainan tuhan yach?
> Coba kasih boneka barbie... mungkin tuhannya akan lebih beradab.
Sabar tho Bin, kamu itu nggak sabaran. Posting ini sekedar utk
membangkitkan "gairah dan logika" rekan2 kristen, yang mungkin sudah
termakan dogma bahwa Yudas pasti masuk neraka. Nanti di seri belakang
akan saya berikan pendapat saya.
DK
Sethiadi:
Semula saya juga yakin Yudas masuk neraka. Tetapi setelah pelajari Alkitab
lebih baik, saya berpendapat bahwa kita tidak boleh jadi hakim. Itu kan
anjuran Yesus. Jadi serahkan Yesus saja.
Kita boleh percaya dan yakin bahwa diri kita akan masuk surga kalau kita
sungguh-sungguh beriman dan berharap pada Yesus Kristus sebagai Allah,
Juruselamat dan Penebus. Soal orang lain, biar Yesus Kristus sendiri yang
putuskan. Yesus pun tunggu sampai pengadilan terakhir. Ini termasuk
orang-orang yang menghujat Yesus dimillis ini. Serahkan saja kepada Yesus
Kristus.
Salam. Stanley Sethiadi.
Tuh, Om Seth sudah ngaku terus terang kalau dulunya dia "termakan"
sehingga semula Om Seth yakin Yudas masuk neraka.
Beruntung sekarang sudah tidak termakan lagi, jadi terbuka utk
berdiskusi mengenai kemungkinan2 yang ada.
DK