jehovah witness

2 views
Skip to first unread message

Mandala

unread,
Sep 28, 2007, 12:10:35 PM9/28/07
to Spiritual World
kemarin, kali kedua, pintu rumah saya di ketuk oleh para saksi dari
jehovah ( mereka datang berdua, selalu). berarti kali ketiga, dimana
pintu saya pernah di ketuk untuk alasan syiar keagamaan.
kalau hanya mendoakan, tentunya saya dengan senag hati menerima,
seperti pernah terjadi, seorang pendeta dalam rangka kunjungan rutin
ke masyarakat mendatangi rumah mereka satu persatu, dan saya tidak
kelewatan.
Dia menanyakan kepada saya apakah saya tahu siapa jesus? terlepas
dari apakah pengetahuan saya valid atau tidak, saya mengatakan
sepertinya dalam mata kuliah budaya yang saya ambil di siena, ya,
saya belajar.
Seketika itu juga kami otomatis berbicara dalam bahasa italia, si
pendeta menawarkan saya untuk mengunjungi rumahnya dan berjanji untuk
menjamu saya dengan kopi espresso dan pesto ala genovese yang spesial
di bikinnya, sambil katanya menceritakan jesus. Saya bilang, tanya
suami dulu.
kemudian, dia cukup mendoakan saja, yang tentunyas aya sangat hargai.

dengan saksi jehovah? waduh.... dua orang perempuan yang lemah lembut
ini, sangat tidak kenal menyerah, namun sungguh saya merasa harus
menolak membuka pintu untuk yang kedua kali setelah pada kali pertama
saya cukup katakan " saya memutuskan jalan saya sendiri.
kemudian saya bertanya kepada klien2 saya, apakah mereka mendapat
perlakuan serupa?
mereka bilang ya, dan kata mereka, jangan di terima, itu saja.
mh......
tapi kalau terus menerus tidak ada kapoknya, menganggu juga......

Abin...@app.co.id

unread,
Sep 28, 2007, 9:11:07 PM9/28/07
to Spiritu...@googlegroups.com

Ah... sungguh mereka orang-orang kristen adalah anak domba SESAT!







Mandala <TresyaB...@gmail.com>
Others, 09/28/2007 04:10 PM GMT
Sent by: Spiritu...@googlegroups.com
       
        To:        Spiritual World <Spiritu...@googlegroups.com>
        cc:        
        Subject:        [Spiritual-World] jehovah witness

Ngestoe Rahardjo

unread,
Sep 29, 2007, 6:12:22 AM9/29/07
to Spiritual World, BeC...@yahoogroups.com
Ikutan dikit ya ...

Saya punya beberapa teman Saksi Jehova. Selama bertahun-tahun setiap
bulan saya dibawakan majalahnya --Sedarlah! dan Menara Pengawas.
Kordinatornya untuk Bali, seorang wanita yang masih melajang hingga
usia 40-an, beberapa kali main dan ngobrol ke rumah.

Saya cukup banyak tahu ttg. Saksi Jehova dari mereka dan majalah-
majalah mereka. 'Rupanya organisasi ini didukung dana besar', begitu
pikir saya.

Setahu saya, mereka lebih banyak merujuk ke Kitab Perjanjian Lama,
kendati tidak menafikkan Perjanjina Baru. Makanya mereka tidak ikut
organisasi gereja manapun, dan 'menuhankan Jehova'.

Suatu kali saya sempat bertanya kepada mereka: "Tahukah kalian
darimana kata Jehova itu berasal?"
"Tentu," jawab mereka, "ia berasal dari bahasa Ibrani dengan urat-kata
dari 3 huruf J, H, V".

"Bukan," bantah saya, "dari bahasa Sanskrit, ibu semua bahasa", tambah
saya lagi.
"Dalam bhs. Sanskrit, huruf 'h' dianggap vokal, bukan konsonan,
sehingga urat kata Jehova sebetulnya JV. Kata Jehova lahir dari
pelafalan Ibrani dari kata Jiva [bukan jiwa dalam bhs. Indo.] yang
berati Hidup. Di Bali itu disebut Sanghyang Urip".

Entah kenapa ... sejak mendengar itu mereka kian jarang ke rumah, dan
sudah sejak 2 tahun lalu tak pernah ke rumah lagi. sayapun tak pernah
menghubungi mereka.

Salam,
NR.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages