dengan saksi jehovah? waduh.... dua orang perempuan yang lemah lembut
ini, sangat tidak kenal menyerah, namun sungguh saya merasa harus
menolak membuka pintu untuk yang kedua kali setelah pada kali pertama
saya cukup katakan " saya memutuskan jalan saya sendiri.
kemudian saya bertanya kepada klien2 saya, apakah mereka mendapat
perlakuan serupa?
mereka bilang ya, dan kata mereka, jangan di terima, itu saja.
mh......
tapi kalau terus menerus tidak ada kapoknya, menganggu juga......
|
Mandala <TresyaB...@gmail.com> Others, 09/28/2007 04:10 PM GMT Sent by: Spiritu...@googlegroups.com |
To: Spiritual World <Spiritu...@googlegroups.com> cc: Subject: [Spiritual-World] jehovah witness |
Saya punya beberapa teman Saksi Jehova. Selama bertahun-tahun setiap
bulan saya dibawakan majalahnya --Sedarlah! dan Menara Pengawas.
Kordinatornya untuk Bali, seorang wanita yang masih melajang hingga
usia 40-an, beberapa kali main dan ngobrol ke rumah.
Saya cukup banyak tahu ttg. Saksi Jehova dari mereka dan majalah-
majalah mereka. 'Rupanya organisasi ini didukung dana besar', begitu
pikir saya.
Setahu saya, mereka lebih banyak merujuk ke Kitab Perjanjian Lama,
kendati tidak menafikkan Perjanjina Baru. Makanya mereka tidak ikut
organisasi gereja manapun, dan 'menuhankan Jehova'.
Suatu kali saya sempat bertanya kepada mereka: "Tahukah kalian
darimana kata Jehova itu berasal?"
"Tentu," jawab mereka, "ia berasal dari bahasa Ibrani dengan urat-kata
dari 3 huruf J, H, V".
"Bukan," bantah saya, "dari bahasa Sanskrit, ibu semua bahasa", tambah
saya lagi.
"Dalam bhs. Sanskrit, huruf 'h' dianggap vokal, bukan konsonan,
sehingga urat kata Jehova sebetulnya JV. Kata Jehova lahir dari
pelafalan Ibrani dari kata Jiva [bukan jiwa dalam bhs. Indo.] yang
berati Hidup. Di Bali itu disebut Sanghyang Urip".
Entah kenapa ... sejak mendengar itu mereka kian jarang ke rumah, dan
sudah sejak 2 tahun lalu tak pernah ke rumah lagi. sayapun tak pernah
menghubungi mereka.
Salam,
NR.