Dalam hal ini saya berbeda penpadat dengan Mang Iyus. Berikut dibawah
analisa saya. Maaf untuk sebagian dari rekan2 yang mungkin sudah
pernah membaca tulisan saya ini.
Salam,
DK
Sampai tahun lalu (2004), saya masih tidak mempercayai adanya
reinkarnasi. Namun bulan lalu (Pebruari 2005) saya mulai percaya akan
adanya reinkarnasi.
Ketidak percayaan saya mengenai reinkarnasi sebelumnya karena adanya
satu pertanyaan yang tidak bisa saya jawab:
"Siapakah saya pada kehidupan yang lalu?"
Adapun pergeseran kepercayaan ini bukan karena saya sudah berhasil
menjawab pertanyaan di atas, namun dari sudut pemikiran yang lain
sebagai berikut:
Bertahun-tahun saya berpikir mengenai bayi yang baru
lahir, dari manakah asal roh mereka. Pada awalnya
selalu saya berpikir (sesuai dengan agama saya) bahwa
roh tersebut berasal dari Allah, dan baru diciptakan
ketika bertemunya sperma dengan ovum.
Namun, hal yang menggangu pemikiran saya adalah:
Dengan memiliki anak, kita akan membuat terciptanya
manusia yang akan mengalami kesulitan dan penderitaan
di dunia. Dan bila anak kita tersebut berbuat
dosa/gagal dalam hidupnya, dia akan masuk neraka.
Sehingga, memiliki anak merupakan suatu hal yang
buruk, yaitu mendatangkan masalah untuk bagi lain,
yaitu anak kita sendiri.
Dengan konsep reinkarnasi, anak kita bukanlah baru
diciptakan, tapi merupakan roh yang belum mencapai
kesempurnaan, sehingga masih berputar2 di alam materi
(neraka?), dan tidak bisa menemukan jalan ke surga.
Hal ini karena keterikatan roh2 tersebut pada berbagai
hal yang bersifat materi. Dengan lahirnya kembali roh
tersebut menjadi manusia, hal ini merupakan kesempatan
untuk dia agar semakin berkembang kedewasaan
spiritualnya sehingga pada akhirnya akan mampu
melepaskan diri dari alam materi (guru saya
menyebutkannya sebagai "alam bardu").
Sehingga, memiliki anak tidak lagi merupakan hal yang
buruk, tapi tergantung bagaimana kita mengasuh anak
kita. Apakah kita mengajarinya untuk terikat pada hal2
duniawi seperti mencari kekayaan dan kenikmatan2
duniawi sebagai hal utama, atau mengajarkan bahwa
materi hanyalah sarana untuk berbuat baik. Sedangkan
kedewasaan spiritual adalah tujuan yang lebih penting
lagi di atas kebutuhan materi, meskipun kita tidak
boleh lupa bekerja karena kita membutuhkan materi
untuk berbuat baik.
Dengan proses reinkarnasi pula, sifat2 duniawi yang
menjadi sifat2 bawaan anak bisa diterangkan, yaitu
bahwa sifat2 itu adalah bawaan roh tersebut dari
kehidupan sebelumnya. Banyak anak yang memiliki sifat
jauh berbeda dari ke2 orang tuanya, sehingga kadang2
suami dan istri saling menyalahkan bahwa sifat2 itu
adalah bawaan dari pasangan mereka. Padahal tidaklah
selalu demikian. Dengan demikian, pertanyaan Pak JT
terhadap HA mengenai apakah HA pernah melakukan hal2
yang menyebabkan HA takut pulang ke Indonesia, bisa diperluas lagi
bahwa kemungkinan pada kehidupan yang lalu roh HA
merupakan musuh pemerintah RI, antek kumpeni pada masa
penjajahan, atau penjahat pada masa pemerintah
majapahit. Sehingga, ketakutan untuk tinggal di
Indonesia ter-bawa2 sampai kehidupan berikutnya.
Demikian juga untuk orang2 lain yang appriori/benci pemerintah
Indonesia, mungkin
pernah menjadi penjahat/anti pemerintah di
Indonesia/Majapahit/Sriwijaya/dll pada masa kehidupan yang sebelumnya
sehingga hal itu ter-bawa2 sampai kehidupan masa kini.
Sebagai tambahan, guru saya sudah berhasil menelusuri
siapa dia di kehidupan sebelumnya, dan setelah
mencocokan sifat2nya, ternyata memang sangat sesuai.
Dia juga berhasil menelusuri gurunya pada kehidupan
yang lalu dan di mana gurunya tersebut pada kehidupan
sekarang ini.
Bahkan, orang2 Yahudi pada jaman Tuhan Yesus pun
mempercayai adanya reinkarnasi, perhatikan ayat
alkitab berikut ini (harap diperhatikan bahwa saya
tidak sedang membahas agama kristen/katholik ataupun
doktrin kristen/katholik):
Yohanes 9:1,2
1 Waktu Yesus berjalan, Ia melihat orang yang buta
sejak lahir.
2 Pengikut-pengikut Yesus bertanya kepada Yesus,
''Bapak Guru, mengapa orang ini dilahirkan buta?
Apakah karena ia sendiri berdosa atau karena ibu
bapaknya berdosa?''
Dengan bertanya "apakah karena ia sendiri berdosa"
(sehingga dilahirkan sebagai orang buta) menandakan
bahwa pada jaman tersebut mereka percaya bahwa roh
orang tersebut pernah hidup sebelumnya sehingga bisa
berbuat dosa. Bila baru saja diciptakan tentunya belum
sempat berbuat dosa sebelum lahir.
Apabila ada yang tidak setuju bisa disampaikan
pendapatnya karena hal2 di atas adalah murni pendapat
saya pribadi, tidak mewakili agama, golongan, ataupun
kelompok manapun.
Salam,
DK


On 4/19/06, Juswan wrote:
> Saya pribadi tidak percaya kepada reinkarnasi maupun tumimbal lahir, dan
> maafkan saya untuk yang satu ini.
Dalam hal ini saya berbeda penpadat dengan Mang Iyus. Berikut dibawah
analisa saya. Maaf untuk sebagian dari rekan2 yang mungkin sudah
pernah membaca tulisan saya ini.
Salam,
DK
Sampai tahun lalu (2004), saya masih tidak mempercayai adanya
reinkarnasi. Namun bulan lalu (Pebruari 2005) saya mulai percaya akan
adanya reinkarnasi.
Ketidak percayaan saya mengenai reinkarnasi sebelumnya karena adanya
satu pertanyaan yang tidak bisa saya jawab:
"Siapakah saya pada kehidupan yang lalu?"
Adapun pergeseran kepercayaan ini bukan karena saya sudah berhasil
menjawab pertanyaan di atas, namun dari sudut pemikiran yang lain
sebagai berikut:
Bertahun-tahun saya berpikir mengenai bayi yang baru
lahir, dari manakah asal roh mereka. Pada awalnya
selalu saya berpikir (sesuai dengan agama saya) bahwa
roh tersebut berasal dari Allah, dan baru diciptakan
ketika bertemunya sperma dengan ovum.
........
Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.
Bung RP,Anda melihat kehidupan masa lalu guru Vipassana sewaktu dia kecil atau dikehidupan sebelumnya?Demikian juga Anda bilang 'serta diri saya sendiri'. Ini kehidupan sewaktu dari lahir seperti cerita Anda selanjutnya atau kehidupan sebelumnya?Kalau kehidupan diwaktu kecil berarti itu bukan kehidupan sebelumnya, tidak bisa dikatakan berhubungan dengan reinkarnasi.Juga tulisan Anda:"Juga sejak saya dilahirkan saya melihat diri saya mulai sejak keluar dari rahim ibu saya dan saya mengerti pembicaraan orang2 ttg saya [padahal saya ketika itu masih diatas/diluar tubuh dan mengikuti tubuh saya yg masih bayi]. Kira2 umur 1,5- 2 tahun roh saya masuk ketubuh saya tsb :)))"Ini sedikit aneh, berarti roh siapa di tubuh Anda sebelum roh Anda sendiri masuk diumur 1,5 - 2 tahun?Salam,aw
Kalau memang benar adanya reinkarnasi, berarti Tuhan hampir tidak
pernah lagi menciptakan jiwa baru ke dunia?
Kebanyakan adalah jiwa2 yg belum sempurna yg berputar2 di alam roh
mencari kehidupan selanjutnya?
Saya beberapa kali melihat film hongkong yg menceritakan bahwa roh2
orang yg sudah meninggal akan tau kapan dan di mana saatnya dia akan
ber-reinkarnasi, dia tidak mengenal kehidupan nya sebelumnya, tapi
masih membawa sifat2 nya dulu.
Karena itulah anak yg baru lahir tidak langsung menangis, melainkan
sepersekian detik setelah lahir baru menangis karena menunggu rohnya
masuk ke dalam tubuhnya.
kira2 seperti itu ya maksudnya mbah?
Salam,
Dewi
Mbak Dewi,
Kalo di sini saya bukan Mbah, karena saya rasa rekan2 di sini
kebanyakan sudah dewasa secara rohani. Beda dengan di milis lain itu
yang saya rasa dipenuhi remaja, jadi saya merasa sudah mbah2.
Mengenai sifat2 memang secara scientifik dikatakan dipengaruhi oleh
gen2 seseorang. Dan ada gen yang dominan dan resesif. Terkadang gen
orang tua yang resesif ini menjadi dominan di anak, sehingga muncul
karakter maupun bentuk fisik yang berbeda dari orang tua. Bukan
berarti si anak terus ditudh sebagai anak tetangga, atau ketuker di
rumah sakit.
Secara paranormal, roh yang masuk ke anak membawa sifat2 bawaan,
sehingga sifat2 si anak belum tentu mirip dengan sifat2 orang tua.
Karena roh tersebut yang menentukan bentuk tubuh maupun karakter
bawaan si anak.
Kemungkinannya bisa jadi memang perpaduan antara dua konsep di atas.
Sedangkan mengenai asal roh yang masuk ke dalam anak tsb, memang saya
percaya bahwa roh tersebut ciptaan Alllah, dan memiliki "gambar dan
rupa" Allah. Namun, kapan Allah menciptakan roh2 tersebut, itu yang
walahu alam. Menurut hemat saya, semua roh tersebut sudah diciptakan
sejak awal dunia diciptakan, bukan diciptakan ketika terjadi proses
kehamilan.
Salam,
DK
Saya melihat banyak spekulasi dalam hal-hal yang ada paparkan, namun itu
dapat dimengerti karena dunia spiritual itu memiliki dimensi misteri yang
kental.
Misalnya, anda mengatalkan bahwa roh yang masuk ke dalam seorang bayi
MEMBAWA sifat bawaan tertentu. Saya melihat loope hole di sini. Karena
dengan berkata demikian maka terdapat konotasi bahwa roh itu adalah dari
zaman sebelumnya yang sedang ber- REINKARNASI ke dalam tubuh si bayi
tersebut dan membawa sifat bawaannya.
Karena pada dasarnya saya orang yang tidak percaya kepada reinkarnasi maka
saya menyebut kemungkinan lain yang lebih ilmiah (pseudo scientific). Dalam
gen seseorang terbawa "collective memory" berupa cetak-biru (blue print)
dari leluhurnya dan ada dari sekian laksa/juta leluhur itu PATI ADA yang
lebih/paling DOMINAN sehingga si bayi itu kemudian SEAKAN-AKAN
(senyata-nya?) meng-copy ciri-ciri fisik maupun mental dari leluhur tertentu
tersebut. Kenapa tidak mungkin? Sedangkan kultur jaringan pada tanaman saja
dapat dibuat memiliki semua kualitas dari pokok induknya. Bayangkan dari
kuku atau rambut leluhur dari abad pertengahan dengan kultur jaringan sel -
SUATU SAAT - dapat dibentuk CLON manusia yang identik. Secara fisik mungkin
saja, entah kalau secara non-fisik. Saya pikir di sinilah bedanya antara
kultur jaringan tanaman dengan cloning manusia karena pada manusia ada unsur
non-fisik yaitu jiwa dan roh/spirit. Maka sebenarnya cloning manusia secara
teknik dapat dilakukan dan sangat berguna untuk transplantasi organ yang
rusak, termasuk otak. Hanya saja secara keagamaan PASTI akan mendapat
tentangan yang luar biasa. Tetapi biasanya selalu ada saja scientist yang
MBALELO yang melakukan cloning apapun kata otoritas agama. Agama selalu "one
step behind" dari dunia ilmu pengetahuan. Cloning domba sudah berhasil, bayi
tabung sudah berhasil, siapa tahu suatu saat cloning organ tubuh?
Seorang paranormal pernah mengatakan bahwa saya adalah semacam "foto copy"
dari leluhur saya dari tingkat generasi ketujuh di atas saya, sedangkan ayah
saya foto copy leluhur dari generasi yang jauh lebih yunior. Maka secara
psikologis ayah saya SELALU merasa minder kalau berhadapan dengan saya
bahkan sejak saya masih KECIL, walaupun beliau itu seorang ayah yang baik,
rendah hati, sederhana, tulus namun berwibawa. Dulu saya tidak memahami hal
itu tetapi rasa-rasanya kini saya mulai sedikit mengerti masalah anomali
psikologis tersebut.
Kemudian anak saya ada yang childish walaupun sudah menikah tetapi adiknya -
yang berbeda usia lima tahun - jauh lebih mature dan bijak. Sejak kecil yang
childish itu kacau, dan sejak TK kerjanya mondar-mandir mengatur prakarya
kawan-kawannya tetapi pekerjaannya sendiri kacau. Sampai dewasa ia juga suka
mencampuri urusan orang tetapi studi dan pekerjaannya sendiri kacau.
Jadi menurut hipotesis saya masing-masing anak-anak kami mewarisi dan
menjadi foto copy dominan dari DNA salah seorang dari leluhur kami - entah
dari garis ibu atau garis ayah saya, atau leluhur dari isteri saya. Jadi
himpunan leluhur buat di foto copy DNA nya yang mana yang (super) dominan
adalah luar biasa besarnya.
Betapa sering kita menatap wajah seorang anak kita mengatakan wajahnya mirip
sekali dengan kakek atau nenek buyutnya. Kalau secara fisik saja mirip
mengapa secara mental psikologis tidak mungkin mirip? Di Indonesia kita
jarang memiliki buku tambo atau stamboek silsilah keluarga sampai turun
temurun ratusan tahun, kadang-kadang foto kakek saya tidak punya (seperti
saya). Tetapi keturunan ningrat seperti silsilah raja-raja Eropah, Inggris,
Perancis, Jerman, Rusia dll banyak kejadian seorang pangeran kecil wajahnya
mirip dengan leluhurnya dari abad petrengahan, misalnya.
Kedua, masalah KAPAN roh manusia diciptakan? Di sini kita juga dengan mudah
TERJEBAK pada konsep SEKAT WAKTU, yaitu dulu - kini - dan kelak. Padahal
bagi Allah sekat-sekat waktu itu tidak pernah ada. Allah selalu dalam
keadaan mencipta-segala-sesuatu sehingga Ia terus menerus adalah Sang
Pencipta. Bukan Ia dulu PERNAH mencipta dan sekarang ia hanya MANTAN
Pencipta. Tidak mungkin begitu. Pada saat - umpamanya - Allah BERHENTI
mencipta maka seluruh universe ini serta merta LENYAP dalam ketiadaan,
ibarat disedot oleh suatu bintang "black hole.".
Jadi menurut hemat saya Allah terus menerus - senantiasa - menciptakan
mahluk-mahluk yang full spirit yang segera terbagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama yang mengakui dirinya hanya mahluk ciptaan Allah. Dan
kelompok kedua yang mbalelo dan langsung menjadi pengikut kelompok iblis
karena tidak mau mengakui supremasi Allah sebagai pencipta mereka. Allah dan
mereka toh sama-sama entitas full spirit dengan kuasa yang kurang lebih
sama, kecuali FAKTA bahwa yang satru adalah Pencipta dan yang lainnya
hnayalah Mahluk ciptaan yang pertama. Jadi bisa saja roh-roh ciptaan itu
langsung masuk ke embrio manusia dan celakalah yang kemasukan roh yang
jahat. Tidak mungkin itu. Allah itu mahabaik maka saya tidak percaya
kejadian semacam itu karena pastilah Allah mengirim roh yang baik saja untuk
masuk ke dalam janin. Supaya apa? Supaya manusia itu sendiri nantinya
dibimbing oleh spirit itu mengembangkan nuraninya sehingga menjadi manusia
yang baik - atau mbalelo dan menjadi manusia yang jahat bila tidak mau
dibimbing oleh hati nuraninya.
Mang Iyus
----- Original Message -----
From: "David Kuntadi" <d.ku...@gmail.com>
To: <Spiritu...@googlegroups.com>
Sent: Friday, April 21, 2006 2:13 PM
Subject: [Spiritual-World] Re: Analisis Spiritual Reinkarnasi (was:
Paranormal 1: Aku dilahirkan....... NEW! )
manusia dilahirkan (ulang) sangat dipengaruhi 2 hal yaitu 1. karmanya dan 2.
penggunaan freewillnya
Ketika mati, roh meninggalkan tubuh. Yang masih"hidup" adalah mind dan
freewillnya di dimensi lain, dan ketika "lahir kembali", mind dan
freewillnya masih tetap utuh terbawa, sedang rohnya mungkin yang "lama"
mungkin juga "yang baru"' . Roh berfungsi menghidupkan dan menjadi saksi
dalam setiap kehidupan manusia, juga roh menjadi "advicer" yang terwujud
dalam kata "hatinurani".
Salam kenal,
Ki Dyoti
http://www.freewebs.com/kidyoti
--------------------------------------------------------
----- Original Message -----
From: "dewi" <dewi...@gmail.com>
To: "Spiritual World" <Spiritu...@googlegroups.com>
Sent: Friday, April 21, 2006 1:37 PM
Subject: [Spiritual-World] Re: Analisis Spiritual Reinkarnasi (was:
Paranormal 1: Aku dilahirkan....... NEW! )
>