Analisis Spiritual Reinkarnasi (was: Paranormal 1: Aku dilahirkan....... NEW! )

0 views
Skip to first unread message

David Kuntadi

unread,
Apr 19, 2006, 10:15:21 PM4/19/06
to Spiritu...@googlegroups.com
On 4/19/06, Juswan <jus...@cbn.net.id> wrote:
> Saya pribadi tidak percaya kepada reinkarnasi maupun tumimbal lahir, dan
> maafkan saya untuk yang satu ini.

Dalam hal ini saya berbeda penpadat dengan Mang Iyus. Berikut dibawah
analisa saya. Maaf untuk sebagian dari rekan2 yang mungkin sudah
pernah membaca tulisan saya ini.

Salam,
DK


Sampai tahun lalu (2004), saya masih tidak mempercayai adanya
reinkarnasi. Namun bulan lalu (Pebruari 2005) saya mulai percaya akan
adanya reinkarnasi.

Ketidak percayaan saya mengenai reinkarnasi sebelumnya karena adanya
satu pertanyaan yang tidak bisa saya jawab:

"Siapakah saya pada kehidupan yang lalu?"

Adapun pergeseran kepercayaan ini bukan karena saya sudah berhasil
menjawab pertanyaan di atas, namun dari sudut pemikiran yang lain
sebagai berikut:

Bertahun-tahun saya berpikir mengenai bayi yang baru
lahir, dari manakah asal roh mereka. Pada awalnya
selalu saya berpikir (sesuai dengan agama saya) bahwa
roh tersebut berasal dari Allah, dan baru diciptakan
ketika bertemunya sperma dengan ovum.

Namun, hal yang menggangu pemikiran saya adalah:
Dengan memiliki anak, kita akan membuat terciptanya
manusia yang akan mengalami kesulitan dan penderitaan
di dunia. Dan bila anak kita tersebut berbuat
dosa/gagal dalam hidupnya, dia akan masuk neraka.
Sehingga, memiliki anak merupakan suatu hal yang
buruk, yaitu mendatangkan masalah untuk bagi lain,
yaitu anak kita sendiri.

Dengan konsep reinkarnasi, anak kita bukanlah baru
diciptakan, tapi merupakan roh yang belum mencapai
kesempurnaan, sehingga masih berputar2 di alam materi
(neraka?), dan tidak bisa menemukan jalan ke surga.
Hal ini karena keterikatan roh2 tersebut pada berbagai
hal yang bersifat materi. Dengan lahirnya kembali roh
tersebut menjadi manusia, hal ini merupakan kesempatan
untuk dia agar semakin berkembang kedewasaan
spiritualnya sehingga pada akhirnya akan mampu
melepaskan diri dari alam materi (guru saya
menyebutkannya sebagai "alam bardu").

Sehingga, memiliki anak tidak lagi merupakan hal yang
buruk, tapi tergantung bagaimana kita mengasuh anak
kita. Apakah kita mengajarinya untuk terikat pada hal2
duniawi seperti mencari kekayaan dan kenikmatan2
duniawi sebagai hal utama, atau mengajarkan bahwa
materi hanyalah sarana untuk berbuat baik. Sedangkan
kedewasaan spiritual adalah tujuan yang lebih penting
lagi di atas kebutuhan materi, meskipun kita tidak
boleh lupa bekerja karena kita membutuhkan materi
untuk berbuat baik.

Dengan proses reinkarnasi pula, sifat2 duniawi yang
menjadi sifat2 bawaan anak bisa diterangkan, yaitu
bahwa sifat2 itu adalah bawaan roh tersebut dari
kehidupan sebelumnya. Banyak anak yang memiliki sifat
jauh berbeda dari ke2 orang tuanya, sehingga kadang2
suami dan istri saling menyalahkan bahwa sifat2 itu
adalah bawaan dari pasangan mereka. Padahal tidaklah
selalu demikian. Dengan demikian, pertanyaan Pak JT
terhadap HA mengenai apakah HA pernah melakukan hal2
yang menyebabkan HA takut pulang ke Indonesia, bisa diperluas lagi
bahwa kemungkinan pada kehidupan yang lalu roh HA
merupakan musuh pemerintah RI, antek kumpeni pada masa
penjajahan, atau penjahat pada masa pemerintah
majapahit. Sehingga, ketakutan untuk tinggal di
Indonesia ter-bawa2 sampai kehidupan berikutnya.
Demikian juga untuk orang2 lain yang appriori/benci pemerintah
Indonesia, mungkin
pernah menjadi penjahat/anti pemerintah di
Indonesia/Majapahit/Sriwijaya/dll pada masa kehidupan yang sebelumnya
sehingga hal itu ter-bawa2 sampai kehidupan masa kini.

Sebagai tambahan, guru saya sudah berhasil menelusuri
siapa dia di kehidupan sebelumnya, dan setelah
mencocokan sifat2nya, ternyata memang sangat sesuai.
Dia juga berhasil menelusuri gurunya pada kehidupan
yang lalu dan di mana gurunya tersebut pada kehidupan
sekarang ini.

Bahkan, orang2 Yahudi pada jaman Tuhan Yesus pun
mempercayai adanya reinkarnasi, perhatikan ayat
alkitab berikut ini (harap diperhatikan bahwa saya
tidak sedang membahas agama kristen/katholik ataupun
doktrin kristen/katholik):

Yohanes 9:1,2
1 Waktu Yesus berjalan, Ia melihat orang yang buta
sejak lahir.
2 Pengikut-pengikut Yesus bertanya kepada Yesus,
''Bapak Guru, mengapa orang ini dilahirkan buta?
Apakah karena ia sendiri berdosa atau karena ibu
bapaknya berdosa?''

Dengan bertanya "apakah karena ia sendiri berdosa"
(sehingga dilahirkan sebagai orang buta) menandakan
bahwa pada jaman tersebut mereka percaya bahwa roh
orang tersebut pernah hidup sebelumnya sehingga bisa
berbuat dosa. Bila baru saja diciptakan tentunya belum
sempat berbuat dosa sebelum lahir.

Apabila ada yang tidak setuju bisa disampaikan
pendapatnya karena hal2 di atas adalah murni pendapat
saya pribadi, tidak mewakili agama, golongan, ataupun
kelompok manapun.

Salam,
DK

Rio

unread,
Apr 19, 2006, 10:44:51 PM4/19/06
to Spiritu...@googlegroups.com
Dear all,
 
Berikut ada inspired writings perihal reinkarnasi yang saya percayai mengandung kebenaran. Ditulis oleh seorang pengikut Yesus Kristus yg sampai sekarang masih bekerja padaNya.
 
Shalom,
Rio
 
===================

REINCARNATION 101

Ben H. Swett
 
In April, 1968, I was asked to give a talk to the Ministerial Alliance of Ponca City, Oklahoma. The night before the meeting, I prayed for guidance but didn't receive any, so--remembering that the Lord doesn't do our homework for us--I sat down and drafted up the bones of an after-dinner speech.
 
Next day, during the luncheon, I found myself looking at those ministers. I knew several of them fairly well--they really cared for their people. They were ministers in fact as well as in name. I felt a bit sorry because I had very little to offer them that might help in their ministry.
 
Then, when I stood up to speak, the words that came out of my mouth were as much a surprise to me as they were to anyone else:
 
Good afternoon. I'm pleased that I was invited to address this meeting of the Corpus Christi Cattlemen's Association.
 
They looked blank for a moment. Then I saw laughter begin to crinkle the corners of several people's eyes as they recognized the English meaning of Corpus Christi.
 
Well ... we're all interested in the care and feeding of sheep, and little lambs, and kids, and old goats, and workhorses, nags, and bull-headed parishioners. I'd like to talk about fodder.
 
From this point I received each thought just before I spoke it: I merely relayed the words. The message was an extended analogy on the care and feeding of human beings. When it was done, the ministers seemed to be in a reverie, each looking off into his own private distance.
 
However, after a moment, one of them stirred, looked up at me, and asked, "Ben, what do you think about reincarnation?"
 
I was a bit surprised, partly because the question seemed rather off the subject, and partly because I didn't expect to hear that question from a clergyman in a room full of clergymen. I thought I had an answer, but the talk on fodder was so far above my own best efforts that I just relayed the question back up the channel: "Well, what do we think?"
 
The answer came back through full control of my voice:
 
Reincarnation is available, but it is no longer necessary, and it never was desirable. Those who return have laid up their treasure on earth. After they die, they are tormented by earthly desires they cannot fulfill and will not lay aside, so they are not happy in heaven. The loving Father allows His children to return, but that is not what He prefers for them. It is a result of their own addiction to earth. Every time they are born again, they must die again, and if they do not learn, the cycle repeats. Therefore, reincarnation should be seen in contrast to eternal life. Jesus taught men to lay up their treasure in heaven, and to let go of earth-binding desires. He demonstrated life after death with his own body, so they could know that men go to their treasures. Thus he accomplished, for himself and those who follow him, what Buddha recommended: he broke the wheel, and set men free.
 

 
1. Ancient peoples who knew about the cycle of life thought of it as standing on edge, like the wheel of a cart. They knew childhood is a time of improvement and old age is a time of decline. Young adulthood represented the highest good they knew, so they put it at the top of the Wheel. And the realm between death and rebirth was (and is) experienced by many seers as a dim gray twilight.
 
2. Once, while meditating on the significance of the Wheel of Karma, I saw the top of the Wheel begin to tip or rotate away from me--and not of my doing.
 
3. As I watched, fascinated, the top continued to rotate away from me.
 
4. Finally, it lay flat--like a millstone--with the axle pointing up and down, and a thought popped into my mind: Think of it this way. This is how it works.
 

 
From this perspective, there are three ways a soul can go: up, around, or down.
  • Some go up to the Light and stay there, in the company of other risen souls and the angels who did not fall. There Jesus has prepared a place for all who come to him--and whosoever will may come.
     
  • Some remain in, or return to, the twilight. Earth-bound souls who reincarnate go around, and those who do not reincarnate hang around.
     
  • Some flee from the Light into the outer darkness and stay there, in the company of other fallen souls, including demons, devils and fallen angels. There they feed on each another.
One is always within the spiritual universe, whether in a physical body or not. Thus one can always rise or fall--and the Wheel can be a spiral upward or down.
 
======================================
David Kuntadi <d.ku...@gmail.com> wrote:

On 4/19/06, Juswan wrote:
> Saya pribadi tidak percaya kepada reinkarnasi maupun tumimbal lahir, dan
> maafkan saya untuk yang satu ini.

Dalam hal ini saya berbeda penpadat dengan Mang Iyus. Berikut dibawah
analisa saya. Maaf untuk sebagian dari rekan2 yang mungkin sudah
pernah membaca tulisan saya ini.

Salam,
DK


Sampai tahun lalu (2004), saya masih tidak mempercayai adanya
reinkarnasi. Namun bulan lalu (Pebruari 2005) saya mulai percaya akan
adanya reinkarnasi.

Ketidak percayaan saya mengenai reinkarnasi sebelumnya karena adanya
satu pertanyaan yang tidak bisa saya jawab:

"Siapakah saya pada kehidupan yang lalu?"

Adapun pergeseran kepercayaan ini bukan karena saya sudah berhasil
menjawab pertanyaan di atas, namun dari sudut pemikiran yang lain
sebagai berikut:

Bertahun-tahun saya berpikir mengenai bayi yang baru
lahir, dari manakah asal roh mereka. Pada awalnya
selalu saya berpikir (sesuai dengan agama saya) bahwa
roh tersebut berasal dari Allah, dan baru diciptakan
ketika bertemunya sperma dengan ovum.
........


Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2¢/min with Yahoo! Messenger with Voice.

Rudy Prabowo

unread,
Apr 20, 2006, 2:38:11 AM4/20/06
to Spiritu...@googlegroups.com
Dear all :)))
Saya ada sedikit beda pendapat dg Mang Iyus soal  reinkarnasi,
Soal Reinkarnasi, dari pengalaman pribadi saya, saya pernah ikut  meditasi  vipassana bhavana selama  2 minggu, dan saya melihat kehidupan masa lalu guru vipassana tsb [yg membimbing]serta diri saya sendiri. Juga sejak saya dilahirkan saya melihat  diri saya mulai  sejak keluar dari rahim ibu saya dan saya mengerti pembicaraan orang2 ttg saya [padahal saya ketika itu masih diatas/diluar tubuh dan mengikuti tubuh saya yg masih bayi]. Kira2 umur 1,5- 2 tahun roh saya masuk ketubuh saya tsb :)))
 
Dari itu saya  percaya adanya reinkarnasi, saya hanya belum bisa menerima kalau reinkarnasi ke binatang saja :))) Salam[Rudy P]

Rio <emails...@yahoo.com> wrote:
 

 
 

 

Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.

Ciggy

unread,
Apr 20, 2006, 2:33:00 AM4/20/06
to Spiritu...@googlegroups.com
Bung RP,
 
Anda melihat kehidupan masa lalu guru Vipassana sewaktu dia kecil atau dikehidupan sebelumnya?
Demikian juga Anda bilang 'serta diri saya sendiri'. Ini kehidupan sewaktu dari lahir seperti cerita Anda selanjutnya atau kehidupan sebelumnya?
Kalau kehidupan diwaktu kecil berarti itu bukan kehidupan sebelumnya, tidak bisa dikatakan berhubungan dengan reinkarnasi.
 
Juga tulisan Anda:
"Juga sejak saya dilahirkan saya melihat  diri saya mulai  sejak keluar dari rahim ibu saya dan saya mengerti pembicaraan orang2 ttg saya [padahal saya ketika itu masih diatas/diluar tubuh dan mengikuti tubuh saya yg masih bayi]. Kira2 umur 1,5- 2 tahun roh saya masuk ketubuh saya tsb :)))"
 
Ini sedikit aneh, berarti roh siapa di tubuh Anda sebelum roh Anda sendiri masuk diumur 1,5 - 2 tahun?
 
Salam,
aw
 

Rudy Prabowo

unread,
Apr 20, 2006, 5:01:34 AM4/20/06
to Spiritu...@googlegroups.com
Mas AW,
Ya saya melihat guru vipassana tsb dimasa kehidupan lalu/sebelum nya (dulu dia bujang lapuk, tua, mati lalu \=> reinkarnasi, tumbuh -dewasa kemudian dia kawin tapi akhirnya menjadi biksu sampai sekarang beliau masih hidup.
 
Dan ttg diri saya benar  ada 2 yi kehidupan masa lalu/sebelumnya dan kehidupan saat ini sewaktu saya masih bayi :)))
Itulah saya katakan Roh/jiwa primer dan sekunder itu. Jiwa primer menempel terus, sedangkan sekunder sudah tinggi tingkatannya dan sdh  sangat pintar=> maka jiwa sekunder ini mengerti apa yg mereka/ibu dan tetangga2 ibu saya  ngobrol :)))
 
Salam [RP]


Ciggy <ciggy...@yahoo.com.au> wrote:
Bung RP,
 
Anda melihat kehidupan masa lalu guru Vipassana sewaktu dia kecil atau dikehidupan sebelumnya?
Demikian juga Anda bilang 'serta diri saya sendiri'. Ini kehidupan sewaktu dari lahir seperti cerita Anda selanjutnya atau kehidupan sebelumnya?
Kalau kehidupan diwaktu kecil berarti itu bukan kehidupan sebelumnya, tidak bisa dikatakan berhubungan dengan reinkarnasi.
 
Juga tulisan Anda:
"Juga sejak saya dilahirkan saya melihat  diri saya mulai  sejak keluar dari rahim ibu saya dan saya mengerti pembicaraan orang2 ttg saya [padahal saya ketika itu masih diatas/diluar tubuh dan mengikuti tubuh saya yg masih bayi]. Kira2 umur 1,5- 2 tahun roh saya masuk ketubuh saya tsb :)))"
 
Ini sedikit aneh, berarti roh siapa di tubuh Anda sebelum roh Anda sendiri masuk diumur 1,5 - 2 tahun?
 
Salam,
aw


New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

Juswan

unread,
Apr 20, 2006, 6:29:24 AM4/20/06
to Spiritu...@googlegroups.com
Saya tidak percaya pada reinkarnasi karena masih terlalu banyak loopholes- nya. Mendapat visualisasi kehidupan masa lampau TIDAK membuktikan apa-apa.
 
Pertama, dalam tubuh manusia ada yang dinamakan gen dan DNA. DNA ini sebagai cetak biru memuat semua "collective memory" nenek moyang baik dari pihak ayah maupun ibu. Dengan teknik tertentu, entah itu hipnotisme, ataupun theta-meditation, orang dapat menembus ambang theta gate menuju "collective memory" tersebut. Sehingga ia dapat saja melihat dan bercerita tentang "past memory" yang dilihatnya di sana yang mungkin saya BUKAN miliknya sendiri tetapi milik salah seorang leluhurnya.
Dapat juga ia menembus ALAM BAWAH SADAR orang lain dan memperoleh akses kepada 'collective memory" orang tersebut dengan akibat sama seperti di atas.
Dapat saja arwah leluhurnya yang MEMPROYEKSIKAN  visualisasi itu ke dalam ALAM BAWAH SADAR pikirannya.
 
Kedua, dalam beberapa agama dikenal istilah-istilah seperti Kitab Kehidupan (Yudeo-Kristen) dan Catatan Akasha (Akashic Records, pada Hinduisme). Dengan teknik meditasi yang advanced - entah apapun namanya, mungkin salah satunya termasuk Vipassana tersebut - orang dapat MENEMBUS AKSES menuju Catatan Akasha tersebut dan memperoleh visualisasi tentang kehidupan seseorang yang hidup di masa lampau. Dan TIDAK HARUS itu merupakan kehidupannya sendiri.
 
Ketiga, pada penganut paham Quantum Physics berspekulasi bahwa ada semacam "quantum pond"  di mana memori dari segala mahluk dari segala zaman tejebak dan dapat diakses kembali. Hipotesis ini berdasarkan hukum kekekalan zat/energi di mana kilatan energi hasil pembakaran sel neuron otak saat orang berpikir maka pikiran tersebut dipancarkan ke universe dan tidak akan lenyap tetapi terjebak ke tempat tertentu.  Inipun bukankah baru suatu HIPOTESIS yang muskil sekali membuktikannya.
 
Keempat, dalam praktek Silva Mind Control para siswa dilatih untuk memasuki secara subyektif berbagai hewan seperti kucing, burung, dsb. Dari situ juga dapat diperoleh visualisasi tentang corak dan sekelumit kehidupan hewan tersebut. Tidakkah mungkin kemampuan semacam ini membentuk kesan kemungkinan reinkarnasi di masa lampau yang hidup sebagai mahluk yang lebih inferior? Saya tidak heran karena dengan menempelkan suatu benda kuno ke kening (telemetri) maka orang yang terlatih mampu bercerita banyak mengenai pemilik benda kuno tersebut termasuk lingkungan di mana ia hidup di masa lampau.
 
Mang Iyus
 
----- Original Message -----

dewi

unread,
Apr 21, 2006, 2:37:32 AM4/21/06
to Spiritual World
Setau saya, sifat bawaan bisa berasal dari garis keturunan, bukan hanya
dari orang tua saja, banyak kasus, bahwa anak tidak mirip orang tua
sama sekali, malah mirip kakek atau buyutnya, ditentukan oleh gen yg
paling banyak di dalam dirinya, saya sendiri tidak mirip orang tua,
malah mirip adik perempuan ayah saya..
Yg kemudian sifat2 tsb bisa berkembang ke arah yg baik atau buruk
adalah hasil dari pengaruh lingkungan.
Saya pernah tinggal dalam satu komunitas yg sifat2 individu2nya hampir
identik sama, padahal berasal dari latar belakang yg berbeda, peristiwa
yg cukup menarik buat saya, karena betapa besar lingkungan mempengaruhi
sifat seseorang.

Kalau memang benar adanya reinkarnasi, berarti Tuhan hampir tidak
pernah lagi menciptakan jiwa baru ke dunia?
Kebanyakan adalah jiwa2 yg belum sempurna yg berputar2 di alam roh
mencari kehidupan selanjutnya?
Saya beberapa kali melihat film hongkong yg menceritakan bahwa roh2
orang yg sudah meninggal akan tau kapan dan di mana saatnya dia akan
ber-reinkarnasi, dia tidak mengenal kehidupan nya sebelumnya, tapi
masih membawa sifat2 nya dulu.
Karena itulah anak yg baru lahir tidak langsung menangis, melainkan
sepersekian detik setelah lahir baru menangis karena menunggu rohnya
masuk ke dalam tubuhnya.
kira2 seperti itu ya maksudnya mbah?

Salam,
Dewi

David Kuntadi

unread,
Apr 21, 2006, 3:13:48 AM4/21/06
to Spiritu...@googlegroups.com
On 4/21/06, dewi <dewi...@gmail.com> wrote:
>
> Setau saya, sifat bawaan bisa berasal dari garis keturunan, bukan hanya
> dari orang tua saja, banyak kasus, bahwa anak tidak mirip orang tua
> sama sekali, malah mirip kakek atau buyutnya, ditentukan oleh gen yg
> paling banyak di dalam dirinya,
>
> Kalau memang benar adanya reinkarnasi, berarti Tuhan hampir tidak
> pernah lagi menciptakan jiwa baru ke dunia?
> Kebanyakan adalah jiwa2 yg belum sempurna yg berputar2 di alam roh
> mencari kehidupan selanjutnya?
> kira2 seperti itu ya maksudnya mbah?

Mbak Dewi,
Kalo di sini saya bukan Mbah, karena saya rasa rekan2 di sini
kebanyakan sudah dewasa secara rohani. Beda dengan di milis lain itu
yang saya rasa dipenuhi remaja, jadi saya merasa sudah mbah2.

Mengenai sifat2 memang secara scientifik dikatakan dipengaruhi oleh
gen2 seseorang. Dan ada gen yang dominan dan resesif. Terkadang gen
orang tua yang resesif ini menjadi dominan di anak, sehingga muncul
karakter maupun bentuk fisik yang berbeda dari orang tua. Bukan
berarti si anak terus ditudh sebagai anak tetangga, atau ketuker di
rumah sakit.

Secara paranormal, roh yang masuk ke anak membawa sifat2 bawaan,
sehingga sifat2 si anak belum tentu mirip dengan sifat2 orang tua.
Karena roh tersebut yang menentukan bentuk tubuh maupun karakter
bawaan si anak.

Kemungkinannya bisa jadi memang perpaduan antara dua konsep di atas.

Sedangkan mengenai asal roh yang masuk ke dalam anak tsb, memang saya
percaya bahwa roh tersebut ciptaan Alllah, dan memiliki "gambar dan
rupa" Allah. Namun, kapan Allah menciptakan roh2 tersebut, itu yang
walahu alam. Menurut hemat saya, semua roh tersebut sudah diciptakan
sejak awal dunia diciptakan, bukan diciptakan ketika terjadi proses
kehamilan.

Salam,
DK

Juswan

unread,
Apr 21, 2006, 4:09:02 AM4/21/06
to Spiritu...@googlegroups.com
Bung David,

Saya melihat banyak spekulasi dalam hal-hal yang ada paparkan, namun itu
dapat dimengerti karena dunia spiritual itu memiliki dimensi misteri yang
kental.
Misalnya, anda mengatalkan bahwa roh yang masuk ke dalam seorang bayi
MEMBAWA sifat bawaan tertentu. Saya melihat loope hole di sini. Karena
dengan berkata demikian maka terdapat konotasi bahwa roh itu adalah dari
zaman sebelumnya yang sedang ber- REINKARNASI ke dalam tubuh si bayi
tersebut dan membawa sifat bawaannya.

Karena pada dasarnya saya orang yang tidak percaya kepada reinkarnasi maka
saya menyebut kemungkinan lain yang lebih ilmiah (pseudo scientific). Dalam
gen seseorang terbawa "collective memory" berupa cetak-biru (blue print)
dari leluhurnya dan ada dari sekian laksa/juta leluhur itu PATI ADA yang
lebih/paling DOMINAN sehingga si bayi itu kemudian SEAKAN-AKAN
(senyata-nya?) meng-copy ciri-ciri fisik maupun mental dari leluhur tertentu
tersebut. Kenapa tidak mungkin? Sedangkan kultur jaringan pada tanaman saja
dapat dibuat memiliki semua kualitas dari pokok induknya. Bayangkan dari
kuku atau rambut leluhur dari abad pertengahan dengan kultur jaringan sel -
SUATU SAAT - dapat dibentuk CLON manusia yang identik. Secara fisik mungkin
saja, entah kalau secara non-fisik. Saya pikir di sinilah bedanya antara
kultur jaringan tanaman dengan cloning manusia karena pada manusia ada unsur
non-fisik yaitu jiwa dan roh/spirit. Maka sebenarnya cloning manusia secara
teknik dapat dilakukan dan sangat berguna untuk transplantasi organ yang
rusak, termasuk otak. Hanya saja secara keagamaan PASTI akan mendapat
tentangan yang luar biasa. Tetapi biasanya selalu ada saja scientist yang
MBALELO yang melakukan cloning apapun kata otoritas agama. Agama selalu "one
step behind" dari dunia ilmu pengetahuan. Cloning domba sudah berhasil, bayi
tabung sudah berhasil, siapa tahu suatu saat cloning organ tubuh?

Seorang paranormal pernah mengatakan bahwa saya adalah semacam "foto copy"
dari leluhur saya dari tingkat generasi ketujuh di atas saya, sedangkan ayah
saya foto copy leluhur dari generasi yang jauh lebih yunior. Maka secara
psikologis ayah saya SELALU merasa minder kalau berhadapan dengan saya
bahkan sejak saya masih KECIL, walaupun beliau itu seorang ayah yang baik,
rendah hati, sederhana, tulus namun berwibawa. Dulu saya tidak memahami hal
itu tetapi rasa-rasanya kini saya mulai sedikit mengerti masalah anomali
psikologis tersebut.

Kemudian anak saya ada yang childish walaupun sudah menikah tetapi adiknya -
yang berbeda usia lima tahun - jauh lebih mature dan bijak. Sejak kecil yang
childish itu kacau, dan sejak TK kerjanya mondar-mandir mengatur prakarya
kawan-kawannya tetapi pekerjaannya sendiri kacau. Sampai dewasa ia juga suka
mencampuri urusan orang tetapi studi dan pekerjaannya sendiri kacau.
Jadi menurut hipotesis saya masing-masing anak-anak kami mewarisi dan
menjadi foto copy dominan dari DNA salah seorang dari leluhur kami - entah
dari garis ibu atau garis ayah saya, atau leluhur dari isteri saya. Jadi
himpunan leluhur buat di foto copy DNA nya yang mana yang (super) dominan
adalah luar biasa besarnya.
Betapa sering kita menatap wajah seorang anak kita mengatakan wajahnya mirip
sekali dengan kakek atau nenek buyutnya. Kalau secara fisik saja mirip
mengapa secara mental psikologis tidak mungkin mirip? Di Indonesia kita
jarang memiliki buku tambo atau stamboek silsilah keluarga sampai turun
temurun ratusan tahun, kadang-kadang foto kakek saya tidak punya (seperti
saya). Tetapi keturunan ningrat seperti silsilah raja-raja Eropah, Inggris,
Perancis, Jerman, Rusia dll banyak kejadian seorang pangeran kecil wajahnya
mirip dengan leluhurnya dari abad petrengahan, misalnya.

Kedua, masalah KAPAN roh manusia diciptakan? Di sini kita juga dengan mudah
TERJEBAK pada konsep SEKAT WAKTU, yaitu dulu - kini - dan kelak. Padahal
bagi Allah sekat-sekat waktu itu tidak pernah ada. Allah selalu dalam
keadaan mencipta-segala-sesuatu sehingga Ia terus menerus adalah Sang
Pencipta. Bukan Ia dulu PERNAH mencipta dan sekarang ia hanya MANTAN
Pencipta. Tidak mungkin begitu. Pada saat - umpamanya - Allah BERHENTI
mencipta maka seluruh universe ini serta merta LENYAP dalam ketiadaan,
ibarat disedot oleh suatu bintang "black hole.".

Jadi menurut hemat saya Allah terus menerus - senantiasa - menciptakan
mahluk-mahluk yang full spirit yang segera terbagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama yang mengakui dirinya hanya mahluk ciptaan Allah. Dan
kelompok kedua yang mbalelo dan langsung menjadi pengikut kelompok iblis
karena tidak mau mengakui supremasi Allah sebagai pencipta mereka. Allah dan
mereka toh sama-sama entitas full spirit dengan kuasa yang kurang lebih
sama, kecuali FAKTA bahwa yang satru adalah Pencipta dan yang lainnya
hnayalah Mahluk ciptaan yang pertama. Jadi bisa saja roh-roh ciptaan itu
langsung masuk ke embrio manusia dan celakalah yang kemasukan roh yang
jahat. Tidak mungkin itu. Allah itu mahabaik maka saya tidak percaya
kejadian semacam itu karena pastilah Allah mengirim roh yang baik saja untuk
masuk ke dalam janin. Supaya apa? Supaya manusia itu sendiri nantinya
dibimbing oleh spirit itu mengembangkan nuraninya sehingga menjadi manusia
yang baik - atau mbalelo dan menjadi manusia yang jahat bila tidak mau
dibimbing oleh hati nuraninya.

Mang Iyus

----- Original Message -----
From: "David Kuntadi" <d.ku...@gmail.com>
To: <Spiritu...@googlegroups.com>
Sent: Friday, April 21, 2006 2:13 PM
Subject: [Spiritual-World] Re: Analisis Spiritual Reinkarnasi (was:
Paranormal 1: Aku dilahirkan....... NEW! )

kidyoti

unread,
Apr 21, 2006, 8:23:37 PM4/21/06
to Spiritu...@googlegroups.com, JOYCE SOEYANTO, Gwan Eng, Boedi, SUNARTA, An...@uninet.net.id, Medy, Michael Tan, MICHAEL T CHANDRA
Ini bukan untuk yang tidak percaya inkarnasi:

manusia dilahirkan (ulang) sangat dipengaruhi 2 hal yaitu 1. karmanya dan 2.
penggunaan freewillnya

Ketika mati, roh meninggalkan tubuh. Yang masih"hidup" adalah mind dan
freewillnya di dimensi lain, dan ketika "lahir kembali", mind dan
freewillnya masih tetap utuh terbawa, sedang rohnya mungkin yang "lama"
mungkin juga "yang baru"' . Roh berfungsi menghidupkan dan menjadi saksi
dalam setiap kehidupan manusia, juga roh menjadi "advicer" yang terwujud
dalam kata "hatinurani".

Salam kenal,
Ki Dyoti
http://www.freewebs.com/kidyoti
--------------------------------------------------------


----- Original Message -----
From: "dewi" <dewi...@gmail.com>
To: "Spiritual World" <Spiritu...@googlegroups.com>
Sent: Friday, April 21, 2006 1:37 PM
Subject: [Spiritual-World] Re: Analisis Spiritual Reinkarnasi (was:
Paranormal 1: Aku dilahirkan....... NEW! )


>

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages