Namun, seperti tercatat dalam alkitab perjanjian lama, dikatakan bahwa
Allah orang Israel pun bersifat pencemburu, pembalas, pendendam, dan
pemarah:
Jos 24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu
sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah
Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.
Nah 1:2 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas
dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya
dan pendendam kepada para musuh-Nya.
Psa 102:9 (102-10) Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur
minumanku dengan tangisan,
Psa 102:10 (102-11) oleh karena marah-Mu dan geram-Mu, sebab Engkau
telah mengangkat aku dan melemparkan aku.
2Sa 6:6 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza
mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena
lembu-lembu itu tergelincir.
2Sa 6:7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh
dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut
Allah itu.
Namun bukan itu saja, Allah pun "haus darah", sehingga kemarahannya
hanya bisa diredam bila ada yang disembelih, dalam hal ini hewan2 yang
tidak ada sangkut-pautnya dengan kesalahan manusia tsb perlu
dicurahkan darahnya agar Allah bisa ditenangkan. Jadi konsep ini
mirip2 dengan konsep sesajen yang diberikan oleh bangsa2 primitif
Mungkin rekan2 di sini akan menyanggah:
"Lho, itu kan perjanjian lama. Diperjanjian baru tidak demikian!".
Betul, di perjanjian baru memang dikatakan bahwa korban binatang2 itu
tidak bisa menghapus dosa:
Heb 10:4 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba
jantan menghapuskan dosa.
Namun ide mengenai Allah haus darah tetap dipertahankan, bahkan lebih
ditekankan dan diperbesar intensitasnya. Dikatakan bahwa kemarahan
Allah tidak bisa diredam dengan nyawa binatang, tapi harus manusia
lainlah yang disembelih:
1Co 5:7 Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
Heb 7:27 yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari
harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu
barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu
kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri
sebagai korban.
1Pe 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di
kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk
kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Dari analisa di atas, konsep Allah orang kristen ternyata tetap
merupakan Allah yang haus darah, yang meminta korban agar kemarahannya
bisa reda. Dan korban tersebut tidak bisa merupakan binatang, tapi
harus manusia (lain).
Demikian saya akhiri analisa kali ini, barangkali rekan2 di sini ada
yang bisa memberikan penjelasan apa bedanya konsep kristen dengan
agama2 primitif yang melihat allah sebagai sosok yang kejam, sadis,
lagi keji, sehingga perlu ada manusia yang disembelih (yaitu Yesus)
agar kemarahan - Nya bisa reda.
Salam,
DK
Yohannes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia
telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Allah juga penuh kasih.
Salam. Stanley Sethiadi.
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups
> "Spiritual World" group.
> To post to this group, send email to Spiritu...@googlegroups.com
> To unsubscribe from this group, send email to
> Spiritual-Wor...@googlegroups.com
> For more options, visit this group at
> http://groups.google.com/group/Spiritual-World
DK
Dosa saya pribadi sudah merah seperti Kirmizi, tetapi karena saya telah
bertobat, telah dicuci Allah jadi putih bersih seperti salju. Allah juga
bersedia maafkan dan mencuci jadi putih bersih dosa siapa saja yang
bertobat. Maka itu bertobatlah sebelum terlambat.
Salam. Stanley Sethiadi.
----- Original Message -----
From: "David Kuntadi" <d.ku...@gmail.com>
|
"sethiadi" <sset...@gmail.com> Others, 12/26/2009 01:28 AM Sent by: spiritu...@googlegroups.com |
To: <spiritu...@googlegroups.com> cc: Subject: [Spiritual-World] Mistik 6: Allah orang kristen Haus Darah? |
"Dalam meditasi tanpa objek kita belajar mengamati tanpa si pengamat. Dalam kesadaran meditatif ini, tidak ada subjek; karena subjek tidak ada, maka objek pun tidak ada. Yang ada tinggal APA ADANYA."
Apakah Anda mengerti tulisan diatas? Apa artinya :"mengamati tanpa si-pengamat"? Apa ada bedanya dengan meditasi Buddhis yang Anda anut? Mohon penerangan Anda kalau ada.
Salam. Stanley Sethiadi.
Apakah Anda siap.. setelah anda memasuki Tanpa Pengamat, anda akan
menemukan jati diri alam semesta yang TANPA TUHAN KRISTEN ???
Salam,
Suwarno
|
"sethiadi" <sset...@gmail.com> Others, 12/26/2009 06:52 PM Sent by: spiritu...@googlegroups.com |
To: <spiritu...@googlegroups.com> cc: Subject: [Spiritual-World] Meditasi. (dh Mistik 6: Allah orang kristen Haus Darah?) |
Sementara saya approved dulu posting anda, tapi seperti sudah pernah
kita diskusikan bersama, saya ingatkan jangan menambahi angka
dibelakang subyek, karena menyulitkan sebagian rekan2 di sini dalam
memonitor suatu diskusi.
Salam,
DK
|
"sethiadi" <sset...@gmail.com> Others, 12/28/2009 10:31 AM Sent by: spiritu...@googlegroups.com |
To: <spiritu...@googlegroups.com> cc: Subject: [Spiritual-World] Meditasi.(2) |
|
David Kuntadi <d.ku...@gmail.com> Others, 12/28/2009 10:40 AM Sent by: spiritu...@googlegroups.com |
To: spiritu...@googlegroups.com cc: Subject: Re: [Spiritual-World] Meditasi.(2) |
Salam. Stanley Sethiadi.
----- Original Message -----
From: "David Kuntadi" <d.ku...@gmail.com>
To: <spiritu...@googlegroups.com>
Mazmur 1:1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Psalm 1:1 Blessed is the man that walketh not in the counsel of the ungodly, nor standeth in the way of sinners, nor sitteth in the seat of the scornful.
1:2 But his delight is in the law of the LORD; and in his law doth he meditate day and night.
Jadi meditasi tidak dilarang bahkan dianjurkan. Tetapi meditasi seperti apa?
Salam. Stanley Sethiadi.
Sptnya pelajaran diberikan kepada anda adalah masih dasar sekali masih
pada seputar pemusatan konsentrasi pada alurnya nafas.
Dalam Buddhism, anda bisa dapat referensi tingkatan2 latihan meditasi
dari link berikut:
http://www.visuddha-m-c.org/vmc%20sg/files/Mainpage/meditation_paauk_meditation_chart.html
disitu anda bisa dapatkan gambaran lengkap bagaimana meditasi Buddhis,
apa itu Vipassana.
Jadi maaf saja, meditasi Buddhis tidak akan bisa disamakan dengan
meditasi Kristen.
Salam,
Suwarno
|
"sethiadi" <sset...@gmail.com> Others, 12/28/2009 07:28 PM |
|
"sethiadi" <sset...@gmail.com> Others, 12/28/2009 07:17 PM |
|
Tulisan Pater Sudriyanta Johanes.
Pak Sethiadi,
|
Dalam meditasi tanpa objek kita belajar mengamati tanpa si pengamat. Dalam kesadaran meditatif ini, tidak ada subjek; karena subjek tidak ada, maka objek pun tidak ada. Yang ada tinggal APA ADANYA. |
Silahkan mengamati atau menyadari tubuh dan batin anda.
Pengamatan terhadap tubuh adalah pengamatan terdadap sensasi-sensasi tubuh, termasuk peristiwa melihat, mendengar, mencecap, membau, menyentuh, dst.
Pengamatan terhadap batin (mind) adalah pengamatan terhadap gerak pikiran (thought, thinking), perasaan (feeling), gambaran, keinginan, kehendak, dst.
Apa yang muncul dalam tubuh dan batin itulah yang diamati tanpa terseret atau terserap pada objek atau tanpa pusat si pengamat. Jangan berfokus pada objek tertentu atau mencoba untuk berkonsentrasi. Sadari saja apa yang datang dan pergi dalam batin dan sensasi tubuh anda.
Pengamatan tanpa si pengamat terjadi ketika batin kosong dari seluruh isinya. Kalau batin bergerak, kita memiliki pengalaman ”knowing” yang melibatkan ”a knower”. Pikiran atau si pemikir (ego) menjadi pusat.
Ketika batin kosong, muncul pengalaman ”knowing without a knower”. Lalu orang menyebutnya ”cloud of unknowing”. Meskipun si pemikir atau pikiran berakhir, di sini diri yang halus (self/true self) masih aktif bergerak.
”The cloud of unknowing” ini suatu saat juga berakhir. Ketika berakhir, muncullah ”cloud of knowing”, yaitu suatu pemahaman akan sesuatu yang tidak berhubungan dengan otak atau batin sehingga tidak meninggalkan jejak pengalaman sama sekali (non-experiential). Kita menyebutnya sebagai pengalaman tanpa-diri (”no-self”). Ketika diri sepenuhnya berakhir, muncullah SESUATU YANG LAIN.
Anda bisa mencoba untuk duduk, berjalan, berbaring dalam keadaan SADAR
js
|
|
|
Setelah saya baca ulang, saya menangkap 2 penafsiran yang salah, masing-masing dari Romo Sudriyanta dan dari Bung Sethiadi.
Romo Sudriyanta:
Pendekatan saya berbeda dengan meditasi Ajahn
Brahm dan kebanyakan meditasi lainnya. Kebanyakan meditasi masih pakai
konsentrasi; meditasi yang saya kembangkan bukan meditasi konsentrasi.
Abin:
Koreksi. Meditasi yang dibimbing oleh Ajahn
Brahm bukan meditasi konsentrasi (samatha bhavana) tetapi meditasi pandangan
terang (vipassana bhavana). Kalau sampai Romo Sudriyanta menyimpulkan bahwa
meditasi yang dibimbing oleh Ajahn Brahm adalah meditasi konsentrasi, maka
saya dalam hal ini dengan terpaksa menyatakan bahwa saya sangat-sangat
meragukan pengetahuan dan pengalaman Romo Sudriyanta soal meditasi.
Bung Sethiadi:
Kini saya mau coba lagi. Apa ada petunjuk khusus dari Anda? Tidak perlu
konsentrasi kepada Yesus?
Abin:
Pertanyaan Bung Sethiadi ini juga mengambarkan
bahwa Bung Sethiadi belum bisa membedakan Samatha dengan Vipassana.
Sesungguhnya, meditasi mana yang akan digunakan?
Dari diskusi yang sudah, terlihat bahwa Bung Sethiadi berbicara soal Vipassana,
karena sempat dibahas segala macam soal mengamati, soal subyek, soal obyek...
tapi koq ujung-ujungnya malah muncul pertanyaan "perlu tidakkah konsentrasi
pada Yesus". Kalau konsentrasi pada Yesus atau obyek apapun, itu larinya
sudah ke Samatha.
--
----- Original Message -----From: Abin...@app.co.idSent: Thursday, December 31, 2009 8:54 AMSubject: Re: [Spiritual-World] Meditasi.
Jika pun benar diketahui, siapa yang mengalirkan semua tulisan tulisan
itu semua. .... "Tuhan".
Dimana sang "Tuhan" berada sebenarnya, apa misi dari Yesus kepada
Paulus untuk mendirikan tubuh "Gereja" yang baru ?.
Dihari moment natal ini, kapan dan dimanakah sebenarnya "kristus"
terlahir dan mencapai kesempurnaan ?
Salam Natal Bro ...
Sethiadi:
Mungkin Anda benar. Saya tidak jadi belajar pada pastor itu. Ajahn Brahm
lebih jujur.