Kontradiksi Tujuan dalam Buddhism (Was: Kontradiksi Iman dalam Buddhism)

61 views
Skip to first unread message

David Silalahi

unread,
Apr 19, 2009, 10:18:51 PM4/19/09
to SW Groups
2009/4/14 Yenny Tan <love...@gmail.com>
Beda iman nya itu adalah orang Kristen belum pernah melihat Tuhan dan tidak melihat keajaiban Tuhan, tapi mengaku Tuhan itu ada dan mengatakan semua yang terjadi (terutama yang ajaib dan baik) itu adalah dari Tuhan.

Padahal orang yang tidak mengakui adanya Tuhan yang seperti mereka percayai, juga mengalami keajaiban yang sama malah kadang lebih baik lagi. Dan lucunya, bagi orang Kristen, setan juga punya kekuatan seperti Tuhan sehingga tidak heran ada yang bisa menerima keajaiban yang sama atau lebih hebat lagi. Masalahnya, dia lupa, kalau dia sendiri masih manusia, dengan cara apa dia bedakan Tuhan dan setan?? hanya dengar dari kata Pendeta nya? Bukankah pendetanya juga manusia? Jadi kepercayaan orang Kristen hanya pada pendeta yang kalau dilihat orang lain, itu hanya manusia biasa yang tidak mempunyai wisdom dan keahlian apa apa.

Beda dengan Buddhist. Tokoh-tokoh buddhist, walaupun turun ke jalan, orang dari agama apapun bisa melihat betapa tenang dan menaruh respek. Makanya tidak heran "Mattakundali" langsung menaruh keyakinan kepada Buddha karena melihat seorang yang begitu agung dan wisdom dan tanpa cacat (baik fisik dan mental) sehingga timbul keyakinan dan kebahagiaan. Dan karena membawa pikiran seperti sampai meninggal sehingga terlahir disurga. Anda bisa cek cara menguak kematian dalam Buddhism.

ds:
tokoh2 buddhist?
kalau anda membaca milis ini berkali-kali saya sudah menunjukkan gambar tokoh-tokoh buddhist yang ngawur.
mbak..mbak... oknum itu dimana-mana ada. 



Makanya kenapa kisah dhammapada yang aku forward itu bukanlah hal yang sampai membuat orang mau masuk agama Buddha. Sekali lagi, Surga bukan lah target bagi umat Buddha. Melainkan wisdom, awareness, loving kindness, dan pastinya nibbana.

ds;
cerita seperti itu memang gak mungkin bisa bikin orang lantas masuk buddha. seribu kali anda ceritakan pada saya diiringi nyanyian merdu pun tidak akan membuat saya masuk buddha.
konteks yang kita bicarakan ini adalah bukan masuk atau tidak masuk, tetapi soal keyakinan dan keselamatan.
anda selalu ngaco dari topik.
 


Agama Buddha bukan iming-iming, bukan khayalan, bukan sesuatu yang bisa didapat setelah meninggal, bukan pula sesuatu yang tidak ada tapi diada-adakan. Bukan keajaiban yang membuat orang langsung percaya. Sang Buddha juga melarang para Bhikkhu memamerkan kepandaiannnya. karena menunjukkan kepandaiannya agar orang masuk ke agamanya (hal yang sering dilakukan di orang kristen) adalah perbuatan rendah seperti memberikan 7 wanita cantik kepada seorang pria agar masuk ke agamanya. Makanya kenapa saya memandang rendah orang kristen yang mencari umat.

ds:
yang anda maksud mujizat ya?
dalam alkitab mujizat pun diminta untuk tidak dipergunakan untuk memenuhi kepentingan diri ataupun agama. karena tidak ada ajaran agama dalam alkitab yang ada adalah ajaran kasih.
jadi kalaupun ada mujizat maka sebaiknya dilakukan dengan penuh kasih.
 
 


Karena makhluk di alam surga masih mempunyai nafsu keinginan, mereka masih ada pertentangan (benci dan suka) pada sesama dewa maupun pada makhluk asura (raksasa, yang iri pada dewa). Jadi sering terjadi peperangan para dewa dan asura (itu juga ada dijelaskan dalam Sakka Panha. dan tentu juga ada di sutta lain juga). Makanya kenapa surga bukanlah menjadi target umat Buddha.

Sang Buddha menekankan, lahir menjadi seorang manusia adalah kesempatan yang sangat langka. Dan yang bisa menjadi Buddha hanya dari alam manusia. Itulah mengapa lebih banyak umat Buddha yang mau dilahirkan di alam manusia daripada surga. Karena tempat yang paling bisa belajar Dhamma adalah dialam manusia ini. Makanya betapa sia-sianya anda menghabiskan sisa hidup tanpa mengetahui apapun tentang kehidupan dan saat mati, juga tidak tahu apa-apa.

ds:
dari apa yang anda paparkan, disini jugalah letak kontradiksi tujuan dalam buddhism.

mengapa?
karena pertama dikatakan tujuan agama buddha adalah lepas dari kemelekatan dan keinginan. tapi dari sini saja, KEINGINAN untuk mencapai lepas dari KEINGINAN adalah suatu kontradiksi. bagaimana mungkin memiliki keinginan untuk lepas dari keinginan (kemelekatan)?

DAN JUGA,
sang buddha tidak memperikan pertentangan bila ada seseorang yang ingin menjadi kaya, memiliki kedudukan sosial yang tinggi, berusia panjang, lahir kembali di surga (Anguttara Nikaya II 65 http://www.buddhistonline.com/dsgb/bd01a.shtml )

disinilah kontradiksi terbesar lainnya dalam buddhism yaitu buddha membolehkan keinginan duniawi pada manusia dan tidak menentangnya. padahal buddha sendiri juga meminta umatnya untuk mencapai kondisi tanpa keinginan.

jadi ada dua hal kontradiksi besar dalam subject ini:
1. mengajarkan keinginan untuk mencapai tidak memiliki keinginan
2. membolehkan keinginan duniawi tapi juga meminta untuk tidak memikirkan keinginan duniawi (nibbana)

 
ds

Suwarno Liang

unread,
Apr 19, 2009, 10:28:45 PM4/19/09
to Spiritu...@googlegroups.com
"jadi ada dua hal kontradiksi besar dalam subject ini:
1. mengajarkan keinginan untuk mencapai tidak memiliki keinginan
2. membolehkan keinginan duniawi tapi juga meminta untuk tidak
memikirkan keinginan duniawi (nibbana"

Lho kan dah jelas... justru anda saja yang belum mampu mencernanya...
anda masih ibarat kuda yang masih ditutupin matanya.. cuman bisa lihat
depan doank, dan menunggu dipukul pantatnya kiri belok kiri, pukul
kanan belok kanan, atau ditarik talinya ke kanan belok kanan, ditarik
ke kiri belok kiri.

Sang Buddha jelas2 memberikan pilihan bagi umat2 yang ingin meraih
kebahagiaan duniawi ya silahkan, monggo2 wae.. asalkan dengan cara
yang benar agar kebahagiaan ini selalu disertai dengan kebahagiaan
bagi mahluk lain.

Atau mencapai Nibbana, dan ini tingkatan yang jauh2 lebih tinggi dari
sekedar mencapai surga doank...

Awas hati2.. jangan sampe nanti timbul konsep Nibbana juga dalam
Kristen setelah konsep karma dan rebirth di adopsi...

Salam,
Suwarno
> kembali di surga (*Anguttara Nikaya II 65
> http://www.buddhistonline.com/dsgb/bd01a.shtml *)
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages