Beda iman nya itu adalah orang Kristen belum pernah melihat Tuhan dan tidak melihat keajaiban Tuhan, tapi mengaku Tuhan itu ada dan mengatakan semua yang terjadi (terutama yang ajaib dan baik) itu adalah dari Tuhan.
Padahal orang yang tidak mengakui adanya Tuhan yang seperti mereka percayai, juga mengalami keajaiban yang sama malah kadang lebih baik lagi. Dan lucunya, bagi orang Kristen, setan juga punya kekuatan seperti Tuhan sehingga tidak heran ada yang bisa menerima keajaiban yang sama atau lebih hebat lagi. Masalahnya, dia lupa, kalau dia sendiri masih manusia, dengan cara apa dia bedakan Tuhan dan setan?? hanya dengar dari kata Pendeta nya? Bukankah pendetanya juga manusia? Jadi kepercayaan orang Kristen hanya pada pendeta yang kalau dilihat orang lain, itu hanya manusia biasa yang tidak mempunyai wisdom dan keahlian apa apa.
Beda dengan Buddhist. Tokoh-tokoh buddhist, walaupun turun ke jalan, orang dari agama apapun bisa melihat betapa tenang dan menaruh respek. Makanya tidak heran "Mattakundali" langsung menaruh keyakinan kepada Buddha karena melihat seorang yang begitu agung dan wisdom dan tanpa cacat (baik fisik dan mental) sehingga timbul keyakinan dan kebahagiaan. Dan karena membawa pikiran seperti sampai meninggal sehingga terlahir disurga. Anda bisa cek cara menguak kematian dalam Buddhism.
Makanya kenapa kisah dhammapada yang aku forward itu bukanlah hal yang sampai membuat orang mau masuk agama Buddha. Sekali lagi, Surga bukan lah target bagi umat Buddha. Melainkan wisdom, awareness, loving kindness, dan pastinya nibbana.
Agama Buddha bukan iming-iming, bukan khayalan, bukan sesuatu yang bisa didapat setelah meninggal, bukan pula sesuatu yang tidak ada tapi diada-adakan. Bukan keajaiban yang membuat orang langsung percaya. Sang Buddha juga melarang para Bhikkhu memamerkan kepandaiannnya. karena menunjukkan kepandaiannya agar orang masuk ke agamanya (hal yang sering dilakukan di orang kristen) adalah perbuatan rendah seperti memberikan 7 wanita cantik kepada seorang pria agar masuk ke agamanya. Makanya kenapa saya memandang rendah orang kristen yang mencari umat.
Karena makhluk di alam surga masih mempunyai nafsu keinginan, mereka masih ada pertentangan (benci dan suka) pada sesama dewa maupun pada makhluk asura (raksasa, yang iri pada dewa). Jadi sering terjadi peperangan para dewa dan asura (itu juga ada dijelaskan dalam Sakka Panha. dan tentu juga ada di sutta lain juga). Makanya kenapa surga bukanlah menjadi target umat Buddha.
Sang Buddha menekankan, lahir menjadi seorang manusia adalah kesempatan yang sangat langka. Dan yang bisa menjadi Buddha hanya dari alam manusia. Itulah mengapa lebih banyak umat Buddha yang mau dilahirkan di alam manusia daripada surga. Karena tempat yang paling bisa belajar Dhamma adalah dialam manusia ini. Makanya betapa sia-sianya anda menghabiskan sisa hidup tanpa mengetahui apapun tentang kehidupan dan saat mati, juga tidak tahu apa-apa.