Download Video Seni Tunggal Pagar Nusa Logo

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Rapheal Charlton

unread,
Jul 17, 2024, 3:14:29 PM7/17/24
to sounameser

Dengan mengusung tema "Menolak Lupa, Melawan Malas," acara dimulai pukul 20.00 WIB berjalan dengan lancar dan khidmat, serta dihadiri 750 anggota tetap PSNU Pagar Nusa yang ada di wilayah Temayang dan sekitarnya, turut hadir pula Muspika Temayang, MWC NU Temayang beserta banom, PC PSNU Pagar Nusa Bojonegoro dan masyarakat sekitar. Acara yang dikemas dengan pengajian umum ini menghadirkan KH. Saparun dari Bojonegoro sebagai pembicara.

download video seni tunggal pagar nusa logo


Download https://vlyyg.com/2yM8pT



Sebelum masuk acara inti, pra acara dihibur dengan pertunjukan dari Ranting PSNU Pagar Nusa Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan yang menampilkan peragaan seni tunggal dan ganda, dilanjutkan dengan kekebalan tubuh oleh Ranting Desa Soko dan Desa Temayang.

Memang acara peringatan hari lahir PSNU Pagar Nusa yang ke-32 ini dikemas berbeda dari tahun-tahun kemarin. " Kita sebagai anggota tetap PSNU Pagar Nusa tidak boleh menolak lupa sejarah, dan melawan malas untuk lebih baik lagi," ungkap ketua panitia, sahabat Rohman.

Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Temayang, sahabat Moh. Amin Syaifullah mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu rangkaian peringatan harlah PSNU Pagar Nusa yang ke-32, setelah ini akan ada latihan gabungan (LATGAB) untuk mempererat tali silaturrahim antar anggota. Dengan adanya kegiatan seperti ini merupakan suatu olah rasa kita dan kecintaan kita terhadap organisasi dan khususnya kepada Kyai dan Ulama'. Serta mengamalkan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

"Kita sebagai anggota tidak boleh lupa, dan harus melawan malas seperti tema yang diusung agar selalu ingat sejarah perjuangan kyai dan ulama' dalam menjaga keutuhan NKRI, serta PSNU Pagar Nusa selalu melestarikan budaya Indonesia ini," lanjut laki-laki asal Desa Pandantoyo ini.

Sementara itu Fatkur Rohman ketua tanfidziyah MWC NU Temayang dalam sambutannya menjelaskan, PSNU Pagar Nusa harus dan wajib menjadi benteng dan pagarnya Nahdlatul Ulama, yang umumnya keutuhan NKRI. Yang mana, di negara Indonesia ini paham-paham radikalisme mulai bermunculan yang menggerogoti serta membawa paham yang tidak cinta NKRI.

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memastikan akan membuka seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). Tahun ini, Pemkab Bojonegoro hanya membuka formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)....

Pada beberapa rangakaian acara tersebut adalah kopasnas Malik Ibrahim mengukuhkan pengurus kopasda dan kopascab se provinsi Jambi, selanjutnya ketua pengurus cabang Pagar Nusa Sarolangun KH. Hajar Saputra mengukuhkan 185 orang calon anggota tetap pencak silat Nadlatul Ulama Pagar Nusa.

Acara tersebut belangsung lancar dan sukses serta dilengkapi dengan rangkaian penampilan-penampilan lainnya seperti penampilan jurus seni tunggal baku, jurus beregu dan senam munas pagar nusa serta di tutup dengan siraman rohani yang diisi oleh Dr. Imam Hambali. (zul)

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang dan Pagar Nusa istimewa Jepang turut berpartisipasi pada acara Wai Wai World Fair Festival, di Shizuoka, Minggu (28/11). Di bawah koordinasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Lesbumi PCINU Jepang membawakan hadrah, sholawat, dan silat jurus tunggal baku. Sementara pagar nusa menampilkan sejumlah seni dan jurus pencak silat pada festival seni internasional tersebut.

Wai Wai World Fair Festival merupakan pameran seni budaya dari berbagai negara seperti Indonesia, Nepal, Vietnam, Filipina, dan berbagai negara lainnya. Festival tersebut bertujuan untuk menciptakan kota yang hidup berdampingan dengan berbagai budaya. Di stand Indonesia, selain penampilan hadrah dan silat, turut pula ditampilkan tari Jaipong dari Jawa Barat, tari ma`gellu dari Toraja, dan di pamerkan berbagai produk asli Indonesia seperti batik, angklung, teh, kopi, dan berbagai brosur pariwisata Indonesia oleh KBRI Tokyo dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Shizuoka.

Menurut Achmad Gazali, Ketua PCINU Jepang, penampilan tim hadrah dan pagar nusa yang unjuk gigi di forum internasional tersebut, menjadi salah satu jembatan untuk mengenalkan seni budaya Indonesia, khususnya seni yang bernuansa islami kepada warga Jepang dan warga asing yang tinggal di Jepang.

Selain berpartisipasi dalam pameran dan seni budaya, Ketua PCINU Jepang juga turut mengikuti forum pertemuan antara Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia dengan Walikota Shizuoka, untuk mempromosikan Indonesia dan menjajaki kerjasama antara pemerintah Indonesia-Jepang, khususnya dengan pemerintah provinsi Shizuoka. Pada pertemuan tersebut, Heri Akhmadi, Dubes RI, juga turut mengenalkan PCINU Jepang sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang cinta damai, sangat mencintai dan menghargai seni budaya.

7fc3f7cf58
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages