Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

"VIRGIN"=>Pentingkah buat kaum Pria ? (Kata kaum hawa cowok maunya "EGOIS")

9 views
Skip to first unread message

Noken

unread,
Sep 5, 1996, 3:00:00 AM9/5/96
to


Memang ! Cowok itu dilahirkan untuk "EGOIS" !.
Cowok jangan mau diperintah ama cewek, gengsi bo !
Wajar kalo cowok maunya banyak terhadap kaum Cewek.
Itu sudah Takdir and "CULTURE".
Cowok rusak dikit itu wajar tapi kalo Cewek itu Tercemar !
Jadi kesimpulannya Kaum Cewek harus banyak lebih berkorban,
dibandingkan kaum Cowok.

REGARDS
NOKEN-LEARNS-TO-ROCK





rubenkh

unread,
Sep 7, 1996, 3:00:00 AM9/7/96
to


Noken <No...@Clip.On> wrote in article
<50mdlr$1l...@news-s01.ny.us.ibm.net>...

Apa yang anda tulis,itu memang benar.Kalau saya boleh tambahkan
kerap kali seorang gadis kalau kehilangan keperawanannya,terutama
di dunia ketiga dan beragama Islam(1),akibatnya dramatik.
Saya pernah menyaksikan,secara tidak langsung,di salah satu rumah
sakit,gadis-gadis yang berasalkan dari negeri Afrika Utara yang akan
dioperasi.Ternyata operasi ini,khusus untuk membuat kembali selaput
dara yang telah hilang.
Kita bisa mengerti nasib gadis-gadis itu.Anda bisa bayangkan bagai-
mana mereka bisa mendapatkan suami(kalau saja mereka menghen-
daki seorang suami yg satu warganegara) ?
Mengenai keperawanan,yang saya perhatikan di Perancis,kalau saja
seorang gadis yang berumur 20 tahun masih perawan(walaupun hal
ini susah sekali dilihat dengan mata),sering kali menjadi bahan cemo-
ohan oleh teman-temannya.
Menurut statistik yang pernah dilakukan di tahun 1990,seorang ga-
dis kehilangan keperawannya(tentu saja disini karena pernah bersetu-
buh dengan lawan jenisnya) dimuali dari sekitar umur 13-14 tahunan.
Hal ini sudah lumrah dan tidak menjadikan bahan skandal.Apakah
dengan demikian,kita mendapat kesimpulan bahwa mereka sudah
tidak bermoral lagi ? Belum tentu !
Di sini yang menurut anda karena takdir dan culture,sama sekali
tidak berklaku(atau tidak berlaku lagi).Karena ada:Lain zaman,lain
kebudayaan,lain pendapat dll.
Kesimpulan dari saya,seseorang bermoral atau tidaknya tidak ter-
gantung oleh keperawanan,baik untuk laki atau perempuan.Mala-
han tidak menjadi bahan pertanyaan lagi baik atau tidaknya me-
ngenai keperawanan.

(1)Bagaimana saya bisa menghindarkan masalah agama yang
mana aturannya sudah ada disetiap pojok ?


Ruben.




Penjual PC

unread,
Sep 8, 1996, 3:00:00 AM9/8/96
to

BENER!!

CEWEK BEJAT (TUKANG TORCE) KAWINNYA AMA TUKANG TORECE AJA.
TAPI COWOK YANG SEKALI2 TORCE KAWINNYA CARI YANG PERAWAN, DONG!
KITA KAN MAU KELUARGA YANG BAHAGIA DAN LANGGENG.
KALO ISTRI KITE UDAH NGGAK PERAWAN GIMANE MAU 'AMAN' DAN NDIDIK ANAK2.
POKOKE KALO MAU KELUARGA LEBIH DIJAMIN AMAN ISTRI MUSTI PERAWAN!!!!!
KAN KALO UDAH KAWIN SI SUAMI MUSTI KONSEKUEN NGGAK MAIN LAGI.
RENCANA INI BISA GAGAL KALO CEWENYA UDAH NGGAK PERAWAN DULUAN.
KELUARGA JADI RAWAN GITU.

Pinokio

unread,
Sep 8, 1996, 3:00:00 AM9/8/96
to

In article <01bb9d1f$30143bc0$28cf...@club-internet.club-internet.fr>,

rubenkh <mail.club-internet.fr> wrote:
>Menurut statistik yang pernah dilakukan di tahun 1990,seorang ga-
>dis kehilangan keperawannya(tentu saja disini karena pernah bersetu-
>buh dengan lawan jenisnya) dimuali dari sekitar umur 13-14 tahunan.
>Hal ini sudah lumrah dan tidak menjadikan bahan skandal.Apakah
>dengan demikian,kita mendapat kesimpulan bahwa mereka sudah
>tidak bermoral lagi ? Belum tentu !

Nah, berhenti dulu disini. Tiap tiap kita mempunyai hak untuk menilai
sejauh mana nilai suatu moral itu. Dalam hal yang anda paparkan ini,
yang menilai tidak bermoral ditinjau darimana dulu ? Penilaian yang
akan diberikan oleh seseorang tentang moral itu harus dipertimbangkan
terlebih dahulu:
1. Apakah dia berbicara moral berdasarkan norma2 yang berlaku di
societynya, apakah itu berdasarkan culture, socio-ekonomi, agama, dan
sebagainya.
2. Apakah dia berbicara moral berdasarkan akan nalar individualnya
sendiri.

Sebagai orang yang beragama dan berbudaya, kebanyakan orang Indonesia
memberikan penilaian berdasarkan point No. 1. Ini yang kerap menyebabkan
terjadinya perbedaan pendapat dengan orang2 yang mempunyai penilaian
berdasarkan penilaian pribadi masing2. Adapun nalar yang diberikan oleh
orang2 tersebut umumnya merupakan pendapat yang menurutnya terbaik
berdasarkan ajaran yang diterima atau pemikiran diri sendiri yang dianggap
"tidak ada salahnya, selama tidak ada orang lain yang menderita".
Berdasarkan Pasal 28 UUD 45 (kalo gak salah) dimana "kebebasan ...
mengeluarkan pendapat baik secara lisan atau tulisan" saya menghargai
pendapat2 tersebut.

Tetapi trustrang saja, saya sendiri kalau berbicara akan selalu berusaha
berbicara berdasarkan point No.1, berbicara berdasarkan culture, agama,
ideologi Indonesia, berbicara sebagai orang Indonesia, karena saya adalah
orang Indonesia..... alasan saya sangat jelas, karena budaya dan ideologi
Indonesialah yang membedakan kita dengan bangsa2 lain. Dari cara
berbicara dan mengeluarkan pendapat kitalah harusnya orang lain tahu bahwa
kita orang Indonesia. Kalau semua orang mulai menerima gaya pemikiran
barat yang umumnya "freedom" adalah segalanya, maka apa bedanya kita
dengan mereka? Kita bukanlah mereka, tapi kita adalah Indonesian.

>(1)Bagaimana saya bisa menghindarkan masalah agama yang
>mana aturannya sudah ada disetiap pojok ?

Cukup mudah. Kalau anda adalah penganut suatu agama dan umat yang taat
dengan ajaran agama tersebut, anda akan mudah menanggulangi suatu
hambatan yang akan anda temui berdasarkan ajaran2 yang anda terima.
Kalau bukan, maka kenapa anda harus concern dengan aturan agama tersebut ?
Kebebasan dan pilihan semuanya ditangan anda. Akan tetapi perlu
diingatkan, kalau anda sadar apa yang akan anda kerjakan tidak sesuai
dengan norma2 yang berlaku di masyarakat Indonesia pada umumnya, saya
anjurkan anda supaya melakukan hal tersebut dinegara lain. "Only one
culture has ever survived since I was born and it is behind me. You
are in front of me. If you don't play by the rules, be somewhere else"

Note: Stolen and modified script from Babylon 5 ;)

Pinokio

"A life is like information that flows through the network."


komeng

unread,
Sep 8, 1996, 3:00:00 AM9/8/96
to

In article <50ti99$a...@news.tamu.edu>, aig...@tamaix.tamu.edu shits about...
>
>

kalo menurut gue sih....ya liat aja diri elu sendiri...
kalo elu masih virgin...ya wajar dong kalo pengennya dapet perawan..
tapi kalo elu udah kagak virgin....ya jangan pengen dapet perawan dong..
tapi some guys just don;t care whether they get a virgin or not...
they don;t marry a pussy...

mustiantono

unread,
Sep 8, 1996, 3:00:00 AM9/8/96
to

In article <01bb9d1f$30143bc0$28cf...@Club-Internet.club-internet.fr>
rub...@mail.club-internet.fr writes:

> Apa yang anda tulis,itu memang benar.Kalau saya boleh tambahkan
> kerap kali seorang gadis kalau kehilangan keperawanannya,terutama
> di dunia ketiga dan beragama Islam(1),akibatnya dramatik.

^^^^^^^^^^^^^^^^
why only Islam ? how'bout others ?
Oh..boy I remember a novel "Sukreni gadis Bali"
She is in deep misery cause she is raped. Guess what ?
She is not a muslim...
It's only a novel but the reality is not much different for the
Balinese today. Similar thing should hold for other Indonesians.

> Saya pernah menyaksikan,secara tidak langsung,di salah satu rumah
> sakit,gadis-gadis yang berasalkan dari negeri Afrika Utara yang akan
> dioperasi.Ternyata operasi ini,khusus untuk membuat kembali selaput
> dara yang telah hilang.

You always seem to have interesting experience...;-)

> Kita bisa mengerti nasib gadis-gadis itu.Anda bisa bayangkan bagai-
> mana mereka bisa mendapatkan suami(kalau saja mereka menghen-
> daki seorang suami yg satu warganegara) ?

What nationality got to do with it ?

> Mengenai keperawanan,yang saya perhatikan di Perancis,kalau saja
> seorang gadis yang berumur 20 tahun masih perawan(walaupun hal
> ini susah sekali dilihat dengan mata),sering kali menjadi bahan cemo-
> ohan oleh teman-temannya.

true....

> Menurut statistik yang pernah dilakukan di tahun 1990,seorang ga-
> dis kehilangan keperawannya(tentu saja disini karena pernah bersetu-
> buh dengan lawan jenisnya) dimuali dari sekitar umur 13-14 tahunan.
> Hal ini sudah lumrah dan tidak menjadikan bahan skandal.Apakah
> dengan demikian,kita mendapat kesimpulan bahwa mereka sudah
> tidak bermoral lagi ? Belum tentu !

Right..! Morality is a value that a society keeps. Unfortunately
different societies may set different values. Depending on your
values, you may say it is NOT immoral. Some may say the opposite.
Somehow however there are some values which are the same in every
society...(universal values ??)

> Di sini yang menurut anda karena takdir dan culture,sama sekali
> tidak berklaku(atau tidak berlaku lagi).Karena ada:Lain zaman,lain
> kebudayaan,lain pendapat dll.

can't comment on this...the reference post has been expired on my
news server....:-((

> (1)Bagaimana saya bisa menghindarkan masalah agama yang
> mana aturannya sudah ada disetiap pojok ?

Isn't religion a wonderful thing , then ?

> Ruben.
|||
@ @
SmS-----------------------------------o0o-(_)-o0o---------------
respect(X,X) <-- older(X,Y)


Dudung

unread,
Sep 10, 1996, 3:00:00 AM9/10/96
to

Setuju juga kagak, kagak setuju juga kagak.
Gua kagak ada komentar deh.

Ontohod

unread,
Sep 10, 1996, 3:00:00 AM9/10/96
to

Pinokio wrote:
>
> In article <01bb9d1f$30143bc0$28cf...@club-internet.club-internet.fr>,
> rubenkh <mail.club-internet.fr> wrote:
> >Menurut statistik yang pernah dilakukan di tahun 1990,seorang ga-
> >dis kehilangan keperawannya(tentu saja disini karena pernah bersetu-
> >buh dengan lawan jenisnya) dimuali dari sekitar umur 13-14 tahunan.
> >Hal ini sudah lumrah dan tidak menjadikan bahan skandal.Apakah
> >dengan demikian,kita mendapat kesimpulan bahwa mereka sudah
> >tidak bermoral lagi ? Belum tentu !
>
> >(1)Bagaimana saya bisa menghindarkan masalah agama yang
> >mana aturannya sudah ada disetiap pojok ?
>
> Cukup mudah. Kalau anda adalah penganut suatu agama dan umat yang taat
> dengan ajaran agama tersebut, anda akan mudah menanggulangi suatu
> hambatan yang akan anda temui berdasarkan ajaran2 yang anda terima.
> Kalau bukan, maka kenapa anda harus concern dengan aturan agama tersebut ?
> Kebebasan dan pilihan semuanya ditangan anda. Akan tetapi perlu
> diingatkan, kalau anda sadar apa yang akan anda kerjakan tidak sesuai
> dengan norma2 yang berlaku di masyarakat Indonesia pada umumnya, saya
> anjurkan anda supaya melakukan hal tersebut dinegara lain. "Only one
> culture has ever survived since I was born and it is behind me. You
> are in front of me. If you don't play by the rules, be somewhere else"
>
> Note: Stolen and modified script from Babylon 5 ;)
>
> Pinokio
>
> "A life is like information that flows through the network."

Kalau masalah ginian, Pinokio bisa serius juga yah.

Budiarto

unread,
Sep 11, 1996, 3:00:00 AM9/11/96
to

<01bb9d1f$30143bc0$28cf...@Club-Internet.club-internet.fr>の記事において
rub...@mail.club-internet.frさんは書きました。

>>
>>
>> Noken <No...@Clip.On> wrote in article
>> <50mdlr$1l...@news-s01.ny.us.ibm.net>...
>> >

>> > Memang ! Cowok itu dilahirkan untuk "EGOIS" !.
>> > Cowok jangan mau diperintah ama cewek, gengsi bo !
>> > Wajar kalo cowok maunya banyak terhadap kaum Cewek.
>> > Itu sudah Takdir and "CULTURE".
>> > Cowok rusak dikit itu wajar tapi kalo Cewek itu Tercemar !
>> > Jadi kesimpulannya Kaum Cewek harus banyak lebih berkorban,
>> > dibandingkan kaum Cowok.
>> >
>> > REGARDS
>> > NOKEN-LEARNS-TO-ROCK

>> Apa yang anda tulis,itu memang benar.Kalau saya boleh tambahkan
>> kerap kali seorang gadis kalau kehilangan keperawanannya,terutama
>> di dunia ketiga dan beragama Islam(1),akibatnya dramatik.

>> Saya pernah menyaksikan,secara tidak langsung,di salah satu rumah
>> sakit,gadis-gadis yang berasalkan dari negeri Afrika Utara yang akan
>> dioperasi.Ternyata operasi ini,khusus untuk membuat kembali selaput
>> dara yang telah hilang.

>> Kita bisa mengerti nasib gadis-gadis itu.Anda bisa bayangkan bagai-
>> mana mereka bisa mendapatkan suami(kalau saja mereka menghen-
>> daki seorang suami yg satu warganegara) ?

>> Mengenai keperawanan,yang saya perhatikan di Perancis,kalau saja
>> seorang gadis yang berumur 20 tahun masih perawan(walaupun hal
>> ini susah sekali dilihat dengan mata),sering kali menjadi bahan cemo-
>> ohan oleh teman-temannya.

>> Menurut statistik yang pernah dilakukan di tahun 1990,seorang ga-
>> dis kehilangan keperawannya(tentu saja disini karena pernah bersetu-
>> buh dengan lawan jenisnya) dimuali dari sekitar umur 13-14 tahunan.
>> Hal ini sudah lumrah dan tidak menjadikan bahan skandal.Apakah
>> dengan demikian,kita mendapat kesimpulan bahwa mereka sudah
>> tidak bermoral lagi ? Belum tentu !

>> Di sini yang menurut anda karena takdir dan culture,sama sekali
>> tidak berklaku(atau tidak berlaku lagi).Karena ada:Lain zaman,lain
>> kebudayaan,lain pendapat dll.

>> Kesimpulan dari saya,seseorang bermoral atau tidaknya tidak ter-
>> gantung oleh keperawanan,baik untuk laki atau perempuan.Mala-
>> han tidak menjadi bahan pertanyaan lagi baik atau tidaknya me-
>> ngenai keperawanan.
>>

>> (1)Bagaimana saya bisa menghindarkan masalah agama yang
>> mana aturannya sudah ada disetiap pojok ?
>>
>>

>> Ruben.

Kalau saya lihat posting-posting masalah "VIRGINITY" ini,
hampir semuanya yang tidak setuju dengan pria/wanita yang mengutamakan
virginity, menggunakan pengalaman pribadi untuk men"judge"
pendapat-pendapatnya. Hampir semuannya mengatakan "karena saya
pernah begini, maka VIRGINITY bukanlah sesuatu yang tidak
penting and bla..bla..bla". Saya jadi berpikir, apa memang begitu
sulitkah bagi kita untuk membiasakan diri berpikir secara sistematis
dan global dan membiasakan diri untuk menggunakan argumen-argumen yang
pasti dan berlaku secara umum ? Atau memang tidak ada keinginan untuk
belajar ?

Ada pendapat yang mengatakan bahwa orang yang tidak virgin (baik pria
maupun wanita) waktu menikah, maka peluangnya untuk nyeleweng akan
lebih sedikit dari yang virgin waktu menikah. Kalau memang ini
berdasar, berapa banyak para saintis atau decision maker yang harus
dipecat karena mereka menggunakan statistik untuk menyimpulkan
penelitian maupun analisa mereka ? Mengapa perhatian terhadap orang
yang bekas pecandu narkotik (agar tidak kecanduang lagi) harus lebih
banyak diberikan lebih terhadap orang yang belum pernah mencoba
narkotik ?

Ada yang berpendapat bahwa moral tidak berhubungan dengan virginity.
Saya mau tanya, apa sudah begitu rendahkah manusia sehingga "sex is
something just for fun ?" Tidakkah mereka tahu bahwa kemuliaan manusia
dibanding mahluk lain didapat dari ketinggian tanggungjawabnya terhadap
perbuatannya ? Kalau memang berhubungan sex diluar perkawinan adalah
tidak menurunkan moral, mengapa (jika kita melakukan) kita harus
menyembunyikannya dari publik, istri, orang tua, anak, kerabat ?
Beranikah anda jika kebetulan anda sedang bersama istri dan wanita
yang pernah ber"affair" dengan anda, dan pada saat itu tanpa perasaan
malu bercerita-cerita tentang masalah "enaknya" affair anda dulu ?
Kalau anda masih malu, berarti sebenarnya hati nurani anda masih
mengakui bahwa affair di luar perkawinan itu adalah sesuatu yang
rendah level moralnya.

Ada yang berpendapat bahwa virginity adalah egoisnya kaum pria.
Kalau pria yang ingin menikah perawan tukang nyeleweng atau minimal
ingin melakukannya jika ada kesempatan, sah-sah aja itu pendapat.
Tapi begitu picikkah pengetahuan anda, sehingga anda tidak tahu bahwa
hampir di setiap agama, baik pria maupun wanita itu dilarang untuk
berhubungan sex kecuali dengan pasangan yang resmi melalui pernikahan
?

Ada yang berpendapat bahwa virginity itu adalah karena peraturan agama
Islam yang terlalu "strict" dan tidak adil. Saya jadi ketawa
ngebacanya. Pertama, mungkin dia tidak tahu bahwa yang dilarang dalam
Islam itu adalah virginity (bagi pria maupun wanita) yang hilang
dikarenakan hubungan sex diluar perkawinan. Yang kedua, pikirannya
terlalu kekanak-kanakan ;). Bagi seorang anak-anak, mungkin saya bisa
maklum dengan cara berpikir seperti ini. Coba perhatikan anak-anak
kecil, ketika orang tua mereka melarang mereka untuk "main di parit
belakang rumah", serta-merta mereka akan berpikir bahwa orang tua mereka
jahat, strict dan tidak adil. Wajar saja, karena pikiran anak-anak
belum sampai bahwa di parit itu banyak terdapat kotoran yang
mengandung kuman penyakit, yang bisa menyebabkan mereka penyakit. Tapi
kalau orang yang mengaku sudah dewasa, masih juga berpikir seperti
ini, pertama sih lucu, tapi lama-kelamaan jadi kasihan.

Cobalah lebih sedikit "dalam" kita berpikir. Pertama perhatikanlah
kucing, ayam, kerbau, sapi atau binatang lain. Mereka itu kalau sudah
birahi, dengan caranya sendiri-sendiri mendekati lawan
jenisnya. Kemudian kalau lawan jenisnya mau, keduanya saling
bercengkerama, dan akhirnya hubungan sex pun terjadi. Habis selesai
berhajat, yah santai-santai seakan-akan tidak ada apa-apa. Yah itulah
kehidupan binatang, yang ada hanya insting, tidak ada norma-norma.
Sekarang manusia. Kalau seandainya manusia juga begitu, tanpa ada
norma-norma seperti sekarang ini, lantas apa bedanya sama kucing dan
sapi ? Kalau masalah berbuat baik, sapi dan kucing juga menyusui
anaknya. Kalau masalah bermasyarakat, kera atau simpanse juga
bermasyarakat.


Sudah ah, gitu aja dulu. Sorry kepanjangan. Sebagai orang yang
berpendidikan, saya hanya ingin share dikit cara berpikir saya kepada
anda-anda semua, yang lagi asyik diskusi masalah virginity. Nasihat
saya sih, cobalah berpikir secara global dan sistematis, agar
anda-anda tidak terjebak dalam silang pendapat yang enggak jelas
juntrungannya. Dan yang terakhir, kalau baca buku, majalah, main
internet atau nonton TV, carilah bahan-bahan yang berguna untuk
menambah wawasan berpikir. Jangan carinya yang "syur-syur" aja.
Ingat, kemajuan Indonesia ditentukan oleh masing-masing kita sebagai
warganegaranya. Jangan mimpi Indonesia bisa maju, kalau cara berpikir
kita masih pendek-pendek seperti yang saya sebut diatas.

Mudah-mudahan bermanfaat.

-Budiarto

user_id

unread,
Sep 14, 1996, 3:00:00 AM9/14/96
to

In article <515u45$c...@senri.ise.eng.osaka-u.ac.jp>,
budi...@ise.eng.osaka-u.ac.jp shits about...
>
[..]

>
>Sudah ah, gitu aja dulu. Sorry kepanjangan. Sebagai orang yang
>berpendidikan, saya hanya ingin share dikit cara berpikir saya kepada
>anda-anda semua, yang lagi asyik diskusi masalah virginity. Nasihat
>saya sih, cobalah berpikir secara global dan sistematis, agar
>anda-anda tidak terjebak dalam silang pendapat yang enggak jelas
>juntrungannya. Dan yang terakhir, kalau baca buku, majalah, main
>internet atau nonton TV, carilah bahan-bahan yang berguna untuk
>menambah wawasan berpikir. Jangan carinya yang "syur-syur" aja.
>Ingat, kemajuan Indonesia ditentukan oleh masing-masing kita sebagai
>warganegaranya. Jangan mimpi Indonesia bisa maju, kalau cara berpikir
>kita masih pendek-pendek seperti yang saya sebut diatas.
>
>Mudah-mudahan bermanfaat.
>
>-Budiarto


Bermanfaat juga sih buat renungan.
Tapi..masalah sex begini kan sudah ada sejak manusia mulai beradab..
Berapa sih...4000 ? 5000 tahun ? Nah sekarang....coba renungkan..
Katakanlah..1000 tahun yg silam...sex diluar 'jalur resmi' konsekswensi
nya...mati! Sekarang.....di negara Barat...sex menjadi urusan pribadi
Banyak orang yang mulai toleran tehadap masalah ini...termasuk juga di
Indonesia.

Nah sekarang juga...gejala 'suka dengan sesama jenis' mulai juga terbuka.
Di negara Eropa, satu-dua pasangan diberitakan menikah di depan umum. Kalau
mikir secara goblok-goblokan, dengan menganalogikan dengan paragraf pertama
saya akan beranalogi 'secara goblok-goblokan' maka bisa jadi di masa depan
masalah 'sex dengan sesama jenis' akan juga di tolerir oleh msayarakat. Lalu
nanti....setelah 'sex dengan sesama jenis' menjadi urusan pribadi...
apa lagi? 'sex dengan mahluk bukan manusia'? (hewan, alien, jin ) ?
Tauk ah...

Jadi kesimpulannya.....masalah ini akan tetap ada selama manusia ada.
Istilah 'beradab' bukan jaminan bahwa hal-hal yang dilakukan manusia itu
hal-2 yang 'beradab' karena 'beradab' adalah relatif terhadap waktu.



lisa

unread,
Sep 15, 1996, 3:00:00 AM9/15/96
to

Penjual PC wrote:
>
> BENER!!NGGAK BENER TUH!

> CEWEK BEJAT (TUKANG TORCE) KAWINNYA AMA TUKANG TORECE AJA.KAYA APA SICH CEWEK BEJAT! DAN BAGAIMANA KALAU COWOK BEJAT?

> TAPI COWOK YANG SEKALI2 TORCE KAWINNYA CARI YANG PERAWAN, DONG!GUE NGGAK NGELARANG KALAU COWOK SUKA TORCE CARI PERAWAN TAPI JANGAN
MENJELEK-JELEKAN KAUM HAWA

> KITA KAN MAU KELUARGA YANG BAHAGIA DAN LANGGENG.SEMUA KAUM SAMA DENGAN MENDAMBAKAN KELUARGA BAHAGIA DAN SEJAHTERA, NGGAK
MUNGKIN LANGGENG KALU SUAMI MASIH SUKA JAJAN DIJALANAN.

> KALO ISTRI KITE UDAH NGGAK PERAWAN GIMANE MAU 'AMAN' DAN NDIDIK ANAK2.EMANGNYA KALU LAKI YANG SUKA JAJAN DI JALAN, APA BISA NGEDIDIK ANAK?
INI MASALAH AGAMA DAN MORAL SESEORANG MAKANYA JANGAN NGEWADUL!

> POKOKE KALO MAU KELUARGA LEBIH DIJAMIN AMAN ISTRI MUSTI PERAWAN!!!!!KELUARGA BISA DI JAMIN BUKAN KARENA KEPERAWANAN TETAPI ATAS DASAR SALING
PENGERTIAN, APAKAH SETIAP WANITA AKAN MENANYAKAN SUAMINYA MASIH PERJAKA?
WALAUPUN IA TIDAK SUKA JAJAN DI JALAN TETAPI IA SUKA JAJAN DI KAMAR MANDI APA
ITU YANG DIBILANG PERJAKA.

> KAN KALO UDAH KAWIN SI SUAMI MUSTI KONSEKUEN NGGAK MAIN LAGI.KALO SUDAH TERBIASA JAJAN DI JALAN IBARAT PENYAKIT INI KECANDUAN, GUE NGGAK
PERCAYA APA YANG ELO OMONGIN SEKARANG BAKALAN KONSEKUEN. BICARA LEBIH MUDAH
DARI PADA TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN.

> RENCANA INI BISA GAGAL KALO CEWENYA UDAH NGGAK PERAWAN DULUAN.DAN RENCANA INI JUGA BISA GAGAL KALAU COWOKNYA NGGAK PERJAKA DAN TUKANG JAJAN
DIJALAN

> KELUARGA JADI RAWAN GITU.KELUARGA JADI RAWAN KARENA MODEL COWOK KAYA ELO!!!!!

SALAM SAYANG DARI
CEWEK YANG NGGAK PERAWAN

Hellraiser

unread,
Sep 16, 1996, 3:00:00 AM9/16/96
to

In article <323C14...@erol.com>, lisa <li...@erol.com> wrote:
>Penjual PC wrote:
>
> (LOTS OF BS)

>
>SALAM SAYANG DARI
>CEWEK YANG NGGAK PERAWAN

Tiap orang beda-beda. Saya hohohoho. Saya suka yang perawan bukan untuk
dijadikan istri, tapi karena saya SENANG melihat ekspresi wajah mereka yang
meringis kesakitan atau kelihatan seperti orang bingung.

Kalau untuk istri terus terang saja. Saya sukanya yang TIDAK perawan. Sudah
jauh lebih mahir. Tapi akan tetap lebih mahir saya. Saya akan perkenalkan pada
dunia sado/masokis. Saya akan perkenalkan kepada dunia dimana rasa nikmat
diperoleh dari penyerahan diri (submissiveness).

Huahahahaha. Sudah banyak yang saya ajari. Rata-rata memang takut diawalnya.
Tapi sesudah mencoba semua pada akhirnya MENIKMATI-nya. Wanna try?

p.s.
Sejauh ini, siksaan yang sudah saya lakukan adalah bersifat siksaan yang tidak
menimbulkan cacat permanen. Saya sedang usahakan untuk eksperimen dengan jenis
siksaan yang menimbulkan cacat permanen.

Cewek saya yang terakhir ini kayaknya bersedia. Hahahahaha. Kayaknya dia
menganggap bahwa cacat itu akan menjadi tanda mata dari CINTA dia
terhadap saya. CINTA yang diekspresikan melalui siksa dan derita adalah
cinta sejati. Gue percaya dia mencintai saya. Saya mengusahakan cacat permanen
yang tidak tampak dari luar (dibagian tubuh yang terlindungi pakaian).

Kalau sudah berhasil saya kabarkan nantinya.
Salam.

gue

unread,
Sep 16, 1996, 3:00:00 AM9/16/96
to lisa
> SALAM SAYANG DARI
> CEWEK YANG NGGAK PERAWAN

peduli amat sama perawan, yang penting asyiiiikkkkk
betul nggak

Rusli Daneel Olivaw

unread,
Sep 16, 1996, 3:00:00 AM9/16/96
to

gue wrote:

> peduli amat sama perawan, yang penting asyiiiikkkkk
> betul nggak

BETUL! %^)

d.

Hansi

unread,
Sep 17, 1996, 3:00:00 AM9/17/96
to
> CEWEK YANG NGGAK PERAWAN!! Salam sayang juga untuk cewek yang perawan
!! Dari cowok yang pingin perjaka !

Hellraiser

unread,
Sep 17, 1996, 3:00:00 AM9/17/96
to

In article <323a1...@beaverton.cbn.net.id>, use...@blah.net (user_id) wrote:
>In article <515u45$c...@senri.ise.eng.osaka-u.ac.jp>,
>budi...@ise.eng.osaka-u.ac.jp shits about...
>>
>[..]
>>
>>Sudah ah, gitu aja dulu. Sorry kepanjangan. Sebagai orang yang
>>berpendidikan, saya hanya ingin share dikit cara berpikir saya kepada
>>anda-anda semua, yang lagi asyik diskusi masalah virginity. Nasihat
>>
>> bla bla bla bla

>>
>>Mudah-mudahan bermanfaat.
>>
>>-Budiarto
>
>
> Bermanfaat juga sih buat renungan.
> Tapi..masalah sex begini kan sudah ada sejak manusia mulai beradab..
>
> bla bla bla bla bla bla

>
> Jadi kesimpulannya.....masalah ini akan tetap ada selama manusia ada.
> Istilah 'beradab' bukan jaminan bahwa hal-hal yang dilakukan manusia itu
> hal-2 yang 'beradab' karena 'beradab' adalah relatif terhadap waktu.
>
>


Much, much BS. Seks untuk dinikmati bukan direnungkan. Kalaupun membicarakan
seks bicarakan saja bagaimana untuk meningkatkan seks hingga ke limit yang
paling tinggi. Paling juga cuma 10% dari orang Indonesia yang menjaga-jaga
masalah virgin apa tidak yang mengerti cara menikmati seks hingga mendalam.
Mereka yang sudah biasa seks bebas akan dapat menemukan bagaimana seks itu
HARUS dilakukan.

Orgasme atau tidak bukan cerminan bahwa seks sudah nikmat. Tingkat orgasme itu
berbeda-beda. Cewek teman saya selalu orgasme dengan pacarnya. Tapi dia pasti
mau tidur dengan saya. Karena saya mengerti 'cara'-nya.

Sudahlah, daripada ribut disini tentang filsafat, mendingan ceritakan
pengalaman masing-masing. Saya sangat ahli dalam S/M, bondage dan
sado-masochis.

Meet me in hell.

-------------------------------------------------------------

+ Dokter, otak saya berceceran di lantai.
- Tenang, otak bukan segalanya dijaman sekarang.

- Lobotomy Society

-------------------------------------------------------------

user_id

unread,
Sep 18, 1996, 3:00:00 AM9/18/96
to

In article <51le6a$o...@server2.rad.net.id>, joi...@burning.hell shits about...
>

[..much self boasting deleted..]


>Sudahlah, daripada ribut disini tentang filsafat, mendingan ceritakan
>pengalaman masing-masing. Saya sangat ahli dalam S/M, bondage dan
>sado-masochis.


Sudahlah...daripada elu ngumbar mengenai pengalaman elu mending elu
ceritain aja gimana elu nge 'bondage', 'nyiksa' dll pacar-2 elu..
Gue juga pernah tinggal di luar, jadi gue tau elu cuman ngecap apa kagak..


>Meet me in hell.
>

Hope not.

Ontohod

unread,
Sep 21, 1996, 3:00:00 AM9/21/96
to

Berani taruhan, Yang namanya lisa ini pasti bukan cewek beneran.

Oki DZ

unread,
Sep 24, 1996, 3:00:00 AM9/24/96
to

On 17 September 1996, Hellraiser wrote...


>
> Sudahlah, daripada ribut disini tentang filsafat, mendingan ceritakan
> pengalaman masing-masing. Saya sangat ahli dalam S/M, bondage dan
> sado-masochis.

Masochist: Hit me.. hit me.. hit me please...
Sadist: No.

-Oki


0 new messages